Pengertian Etnolinguistik

Dalam kehidupan masyarakat, bahasa bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan budaya dan identitas suatu kelompok.

Oleh karena itu, dalam kajian linguistik, muncul cabang ilmu yang khusus menelaah hubungan antara bahasa dan budaya yang disebut etnolinguistik.

Etnolinguistik mempelajari bagaimana bahasa digunakan dalam konteks budaya dan sosial masyarakat, termasuk nilai-nilai, tradisi, dan pola pikir yang terkandung di dalamnya.

Ilmu ini sangat penting terutama dalam memahami keberagaman budaya dan bahasa di berbagai belahan dunia, termasuk masyarakat adat yang belum memiliki sistem tulisan.

Secara umum, etnolinguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan budaya penuturnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etnolinguistik merupakan cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum memiliki tulisan.

Melalui pendekatan ini, kita dapat mengetahui bahwa bahasa bukan hanya sekadar struktur, tetapi juga sarat makna yang berakar pada kehidupan sosial dan budaya masyarakat penutur.

Pengertian Etnolinguistik Menurut Para Ahli

Untuk memahami konsep etnolinguistik lebih mendalam, sejumlah pakar telah mengemukakan pandangan dan definisinya berdasarkan pendekatan dan sudut pandang yang berbeda. Berikut adalah pengertian etnolinguistik menurut para ahli.

1. Menurut Kridalaksana (1983: 42)

Pengertian etnolinguistik adalah:

  • Cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum mempunyai tulisan, bidang ini juga disebut linguistik antropologi.
  • Cabang linguistik antropologi yang menyelidiki hubungan bahasa dan sikap kebahasawan terhadap bahasa, salah satu aspek etnolinguistik yang sangat menonjol ialah masalah relavitas bahasa.

2. Menurut Abdullah (2013:10)

Etnolinguistik adalah jenis linguistik yang menaruh perhatian terhadap dimensi bahasa (kosakata, frasa, klausa, wacana, unit-unit lingual lainnya) dalam dimensi sosial dan budaya (seperti upacara ritual, peristiwa budaya, folklor dan lainnya) yang lebih luas untuk memajukan dan mempertahankan praktik-praktik budaya dan struktur sosial masyarakat.

3. Menurut Duranti (1997)

Mengemukakan bahwa bahwa etnolinguistik adalah kajian bahasa dan budaya yang merupakan subbidang utama dari antropologi.

4. Menurut Putra (1997)

Dalam makalah “Temu Ilmiah Bahasa dan Sastra berjudul Etnolinguistik: Beberapa Bentuk Kajian” mengemukakan bahwa etnolinguistik secara etimologis terbentuk dari kata etnologi dan linguistik.

5. Menurut Foley (2001:3)

Etnolinguistik memandang bahasa melalui sudut pandang konsep antropologi yang berupa budaya sehingga kajian etnolinguistik dapat mengungkap makna dibalik penggunaan, penyalahgunaan ataupun bukan penyalahgunaan bahasa, bentuk yang berbeda dari suatu bahasa, register, dan gaya bahasa.

6. Menurut Haugen dalam Aron, (2007: 10)

Menyatakan bahwa etnolinguistik merupakan satu kajian dari sepuluh kajian ekologi bahasa yang sudah mapan.

Haugen mengartikan bahwa etnolinguistik atau linguistik antropologi atau linguistik kultural membedah pilih-memilih penggunaan bahasa, cara dan pola pikir dalam kaitan dengan pola penggunaan bahasa, bahasa-bahasa ritual, dan kreasi wacana.

7. Menurut Ensiklopedia Britanica (2016)

Etnolinguistik sebenarnya adalah cabang dari ilmu antropolinguistik yang mengkaji hubungan antara bahasa dan prilaku atau aktifitas budaya penuturnya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.