Sastrawacana.id

Pengertian Teknik Rumpang dan Tujuannya

Pengertian Teknik Rumpang

Teknik rumpang merupakan istilah diambil dari persepsi psikologi gestal yang merupakan proses ‘menutup’ sesuatu yang belum lengkap.

Dalam teknik rumpang, tempat kosong sengaja disediakan dalam suatu wacana dengan menghilangkan kata-kata tertentu yang kesekian (ke-n: ke-5, ke-6, atau ke-7).

Tugas siswa dalam tes ini adalah mengisikan kembali kata-kata yang dihilangkan tersebut. Untuk mengisikan kembali kata-kata itu secara tepat, siswa dituntut menguasai sistem gramatikal bahasa dan harus dapat memahami wacana.

Teknik rumpang pertama kali diperkenalkan oleh Wilson Taylor (Puji Santosa, dkk, 2009: 6.11) mengemukakan bahwa :

“…teknik isian rumpang konsepnya menjelaskan tentang kecenderungan manusia untuk menyempurnakan suatu pola yang tidak lengkap secara mental menjadi satu kesatuan yang utuh; kecenderungan untuk mengisi atau melengkapi sesuatu yang sesungguhnya ada, namun tampak dalam keadaan yang tidak utuh, melihat bagian-bagian sebagai suatu keseluruhan.”

Berdasarkan konsep tersebut, dapat dikembangkan menjadi sebuah alat ukur keterbacaan wacana  dengan sebutan Teknik Isian Rumpang.

Teknik isian rumpang sebagai suatu metode yang dipergunakan untuk melatih daya tangkap pembaca/penyimak terhadap maksud/pesan penulis/pembicara dengan cara menyajikan secara tidak utuh dalam suatu wacana (merumpangkan bagian-bagian tertentu).

Para pembaca/penyimak harus mampu mengolahnya menjadi sebuah pola yang utuh seperti wujudnya semula.

Tujuan Penggunaan Teknik Rumpang

Kemampuan siswa untuk mengisikan kata yang hilang dalam teks itu mirip dengan proses konstruktif.

Jika konteksnya secara komplit bersifat redundan (melimpah/pengulangan), atau pengisian kata itu berupa peringatan, pengisian data itu tidak berbeda dengan melengkapi pola visual yang belum sempurna.

Akan tetapi, jika konteksnya belum dikenal, pengisian kata menjadi lebih sulit dilakukan karena kita harus memahami konteks itu terlebih dahulu.

Itu sebabnya teknik rumpang tepat digunakan dalam mengukur kemampuan siswa untuk memahami suatu wacana (umumnya berupa tulisan, tetapi dapat juga secara lisan).

Teknik rumpang untuk mengukur kemahiran berbahasa siswa SD secara menyeluruh maka penghilangan secara sistematis terhadap kata-kata.

Adapun variasi rumpang, terbuka dan jarak tempat kosong ini di buat seragam, membiarkan huruf pertama dari kata yang dihilangkan, menggunakan alternatif  pilihan ganda yakni setiap tempat yang dikosongkan dilengkapi 4 atau 5 alternatif jawaban.

Teknik rumpang yang dikembangkan oleh Taylor (Muchlisoh, dkk, 1953) adalah “sejenis tes dalam bentuk wacana dengan sejumlah kata yang dikosongkan (rumpang) dan pengisi tes diminta mengisi kata-kata yang sesuai di tempat yang kosong itu.”

Kebenaran isi jawaban akan dilihat dari naskah asli wacana tersebut. Tiga cara menghilangkan kata sebagai berikut:

Dari ketiga cara teknik menghilangkan kata di atas maka yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan cara yang pertama dengan menghilangkan kata yang ketujuh sebagai teknik rumpang yang sesuai dengan kebutuhan siswa kelas IV SD.

Keunggulan dan Kelemahan Penggunaan Teknik Rumpang dalam Menulis Surat

Menurut pendapat Wilson Taylor (Muchlisoh, dkk., 1995: 217) mengemukakan bahwa ada beberapa keunggulan teknik rumpang antara lain:

Exit mobile version