Di tengah kegelisahan orang tua terhadap pendidikan generasi muda yang kian tergerus arus zaman, Yayasan Akmalul Muhsinin Banyuwangi menghadirkan ikhtiar baru melalui pendirian SMP Qur’an (SMPQ) Akmalul Muhsinin.
Lembaga pendidikan ini akan resmi menerima peserta didik baru pada Tahun Pelajaran 2026/2027, dengan konsep pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dan basis pesantren.
Yayasan Akmalul Muhsinin bukanlah nama baru dalam dunia pendidikan Islam.
Selama lebih dari satu dasawarsa, yayasan ini dikenal konsisten mencetak santri yang mampu membaca kitab kuning dengan metode Amsilati, serta melahirkan hafidz dan hafidzah 30 juz.
Kehadiran SMPQ Akmalul Muhsinin menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya yayasan menghadirkan lembaga pendidikan formal setingkat SMP yang terintegrasi langsung dengan sistem kepesantrenan.
Pengasuh Pondok Pesantren Akmalul Muhsinin, KH Imam Hasan Thoha, menjelaskan bahwa selama ini para santri menempuh pendidikan formal di berbagai lembaga, seperti MA Baiturrahman, MAN, SMKN, SMK swasta, serta sekolah terbuka filial SMPN 2 Kalipuro untuk jenjang SMP.

Santri yang belajar pun berasal dari berbagai wilayah, mulai Kalipuro, Muncar, Srono, Kabat, Sempu, Kalibaru, hingga luar daerah seperti Bali, Pasuruan, dan Madura.
“Selain itu, kami juga membina anak-anak yatim piatu melalui LKSA Graha Anak Sholeh, seluruh kebutuhan pendidikan hingga dapur kami gratiskan,” tutur KH Imam Hasan Thoha, alumni Ponpes Al-Amien Prenduan Madura yang juga pernah memimpin LAZIZ Baiturrahman dan kini menjadi salah satu Ketua Yayasan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi.
Keunikan SMPQ Akmalul Muhsinin terletak pada penerapan metode I‘Rab dalam pembelajaran Al-Qur’an, sebuah pendekatan yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pemahaman makna dan kaidah kebahasaan. Metode ini diklaim sebagai satu-satunya di Banyuwangi.
“Santri tidak hanya hafal Al-Qur’an, tapi paham maknanya dan mampu menjelaskan. Bahkan, sejak dini sudah kami siapkan untuk bisa mengajar adik kelas dan siap tampil khutbah,” ujar KH Imam Hasan Thoha saat ditemui di sela kegiatan rutin majelis sholawat dan dzikir di kompleks pesantren yang beralamat di Jl. Kopral Sanusi No. 32 Karangbaru, Panderejo, Banyuwangi.
Untuk mendukung pembelajaran, SMPQ Akmalul Muhsinin menargetkan pembukaan dua rombongan belajar putra dan putri.
Bangunan kelas dan asrama putra juga telah dipersiapkan di Jl. Mahakam, Mojoroto, Penataban, Giri, Banyuwangi.
Selain menyiapkan sarana fisik, SMPQ Akmalul Muhsinin juga merancang sistem pendidikan yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan orang tua masa kini.
Kurikulum yang diterapkan mengacu pada Kurikulum Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dipadukan dengan pendidikan diniyah khas pesantren.
Di dalamnya mencakup program tahsinul Qur’an, tafhimul Qur’an, dan tahfidhul Qur’an, serta target penguasaan kitab-kitab dasar dan kitab kuning.
Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlakul karimah.
Dalam keseharian, santri dibiasakan menjalani suasana islami melalui sholat berjamaah lima waktu, istighotsah, pembacaan wirid dan sholawat, serta pembiasaan mendoakan orang tua dan para leluhur sesuai tuntunan sunnah Nabi.
SMPQ Akmalul Muhsinin juga menanamkan tujuh karakter santri dan pelajar hebat yang dijalankan secara istiqamah.
Karakter tersebut meliputi kedisiplinan ibadah, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian sosial, cinta Al-Qur’an, adab terhadap guru dan orang tua, serta semangat belajar dan berprestasi. Nilai-nilai ini menjadi fondasi pembentukan kepribadian santri sejak dini.
Dalam pengembangan potensi, lembaga ini tidak menutup mata terhadap bakat dan minat peserta didik.
Berbagai program pembinaan disiapkan, mulai dari hafidz Qur’an, pidato dan khitobah, baca puisi religi, kaligrafi, seni hadrah, hingga pelatihan MC dan keterampilan tampil di depan umum.
Seluruhnya diarahkan agar santri siap berperan di tengah masyarakat dengan percaya diri dan etika yang terjaga.

Secara visi, SMPQ Akmalul Muhsinin menargetkan lahirnya peserta didik yang berakhlakul karimah, berjiwa kader Qur’ani, unggul dalam IPTEK, berwawasan nasional dan global, serta memiliki semangat keindonesiaan dalam menyongsong Generasi Emas 2045.
Oleh karena itu, peserta didik lebih direkomendasikan untuk mukim atau mondok, agar proses pembinaan karakter dan spiritual dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.
Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027, pendaftaran dibuka setiap hari pukul 08.00–21.00 WIB. Calon wali santri dapat langsung datang ke Kantor Sekretariat di Jl. Kopral Sanusi No. 32 Karangbaru, Panderejo, Banyuwangi, atau berkomunikasi dengan panitia pendaftaran.
Adapun biaya pendaftaran dan administrasi ditetapkan oleh panitia sesuai ketentuan lembaga dan disampaikan secara transparan kepada calon wali santri saat proses pendaftaran. Yayasan juga dikenal memiliki komitmen sosial, termasuk pembinaan dan pembiayaan penuh bagi anak-anak yatim piatu melalui unit layanan kesejahteraan sosial yang dimilikinya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, program pendidikan, serta sistem mondok SMPQ Akmalul Muhsinin, masyarakat dapat menghubungi panitia melalui:
- Jainul Abidin (WA 0838 7568 4605)
- Kepsek (WA 0812 8185 6321).
Dengan konsep pendidikan terpadu, metode pembelajaran Al-Qur’an berbasis I‘Rab, serta lingkungan pesantren yang kondusif, SMPQ Akmalul Muhsinin Banyuwangi hadir sebagai ikhtiar serius dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga paham, berkarakter, dan siap mengabdi untuk umat dan bangsa.









