Tag: bahasa indonesia

  • Contoh Idiom Bahasa Indonesia Beserta Artinya

    Contoh Idiom Bahasa Indonesia Beserta Artinya

    Pengertian Idiom

    Pengertian idiom adalah ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.

    Pada dasarnya yang di maksud dengan idiom adalah suatu susunan kata yang tidak bisa di artikan berdasarkan kata per kata

    Namun susunan kata yang di artikan berdasarkan makna secara keseluruhan yang telah menjadi kebiasaan dalam berkomunikasi.

    Contoh Idiom

    1. Selaras dengan, insaf akan, berbicara tentang, terima kasih atas, berdasarkan pada/kepada.
    2. Membanting tulang, bertekuk lutut, mengadu domba, menarik hati, berkeras kepala

    Pada contoh (1) terlihat bahwa kata tugas dengan, akan, tentang, atas, dan pada/kepada dengan kata-kata yang digabunginya merupakan ungkapan tetap sehingga tidak dapat diubah atau digantikan dengan kata tugas yang lain.

    Demikian pula pada contoh (2). Idiom-idiom tersebut tidak dapat diubah dengan kata-kata yang lain.

    Idiom dengan Bagian Tubuh

    hati kecil = maksud yang sebenarnya
    kecil hati = agak marah; penakut
    besar hati = a) sombong; b) bangga
    hati terbuka = senang hati
    berat hati = kurang suka melakukan
    lapang hati = sabar
    tinggi hati = sombong
    setengah hati = segan-segan
    berkeras hati = a) menurut kemauannya sendiri; b) tidak mau mundur
    jatuh hati = menjadi cinta
    mendua hati = bimbang
    sampai hati = tega
    berhati jantung = berperasaan halis
    berhati batu = tidak menaruh belas kasihan
    berhati tungau = penakut
    mengandung hati = a) menaruh dendam; b) merasa cinta
    darah daging = anak kandung; keluarga
    mendarah daging = sudah menjadi kebiasaan
    darah panas = pemarah
    darah putih = keturunan bangsawan
    mengisap darah = terlalu banyak mengambil dari orang lain
    mandi darah = berperang hebat sekali sehingga banyak yang luka atau mati
    naik darah = marah
    tumpah darah = tanah air
    kepala angin = bodoh
    kepala batu = tidak mau menurut perintah orang lain
    berat kepala = tidak mudah mengerti
    kepala dingin = tenang dan sabar
    ringan kepala = mudah belajar
    kepala udang = bodoh sekali
    tergadai kepala = malu sekali
    orang berkepala dua = memihak ke sana ke sini
    muka masam = rupa muka yang menyatakan perasaan kecewa
    tebal muka = tak mempunyai rasa malu
    kehilangan muka = mendapat malu
    mencari muka = berbuat sesuatu agar dipuji orang
    tarik muka dua belas = sangat kecewa
    tatap muka (bersemuka) = berhadapan muka
    melihat dengan mata kepala = secara langsung
    memasang mata = melihat baik-baik
    membuang mata = melihat-lihat
    terbuka matanya = mulai tahu/mengerti
    mata telinga = kaki tangan
    mata hati = perasaan dalam hati
    mulut manis = lemah lembut dan sangat menarik hati tutur katanya
    berat mulut = tak suka berbicara
    besar mulut = suka membual/menyombong
    buah mulut = sebut-sebutan; yang selalu dipercakapkan orang
    gatal mulut = selalu hendak berkata-kata apa saja
    panjang mulut = suka menyampaikan perkataan orang kepada orang lain dan ditambah-tambah
    ringan mulut = suka berbicara/bertanya
    tutup mulut = diam
    cepat mulut = lancang
    perang mulut = berbantah
    keras mulut = tidak mudah menurut (tentang kuda)
    berat bibir = tidak peramah; pendiam
    tipis bibir = pandai benar berkata-kata; cerewet
    menghapus bibir = kecewa; tak berhasil
    buah bibir = yang selalu menjadi pembicaraan orang
    panjang bibir = suka menyampaikan perkataan orang (mengadu)
    lidah api = ujung nyala api
    keras lidah = tak pandai melafalkan kata-kata asing
    lidah bercabang = perkataannya selalu berubah-ubah
    pahit lidah = apa yang dikatakan selalu terbukti manjur
    panjang lidah = suka mengadu
    patah lidah = tidak pandai berkata-kata
    ringan lidah = lancar dan fasih tutur katanya
    cepat lidah = lancang mulut; suka mengeluarkan kata-kata yang kurang baik
    mengerat lidah = memenggal/menyela kata orang
    tergelincir lidah = salah mengatakan
    tergigit lidah = tidak mempunyai rasa malu
    terkalang lidah = tak berani membantah/menjawab
    berlidah dua = tidak teguh pendirian; mudah berpihak pada orang lain
    tebal telinga = tak mau mendengarkan kata orang
    tipis telinga = lekas marah kalau mendengar kata yang kurang baik
    memberi telinga = suka mendengarkannya
    terangin-angin ke telinga = kedengaran tentang desas-desus
    memasang telinga = mendengar-dengarkan kabar
    alas perut = sarapan
    duduk perut = mengandung
    membawa perut= datang ke rumah orang untuk makan
    buruk perut = mudah kena penyakit
    buta perut = asal makan saja; tak peduli rasa makanan
    tangan besi = tindakan/kekuasaan keras
    tangan kanan = pembantu yang utama
    tangan dingin = segala yang ditanam, diobati, dan sebagainya selalu berhasil
    tangan baik = selalu menang dalam berjudi
    tangan turun = selalu kalah dalam berjudi
    berat tangan = malas bekerja
    buah tangan = barang yang dibawa dari bepergian
    hampa tangan = tidak membawa/mendapat apa-apa
    makan tangan = kena tinju; beruntung
    ringan tangan = suka bekerja
    turun tangan = turut campur tangan
    berpangku tangan = tidak bekerja apa-apa
    kaki lima = lantai di muka pintu/di tepi jalan
    kaki seribu = berlari ketakutan
    kaki telanjang = tidak bersepatu
    kaki tangan = pembantu; orang kepercayaan
    cepat kaki, ringan tangan = suka membantu
    bertukar bulu = bertukar pendapat
    tidak memandang bulu = tidak memilih-milih kedudukan seseorang
    memperlihatkan bulunya = memperlihatkan keadaan yang sebenarnya
    berbulu mata melihat = merasa benci sekali
    berbulu hatinya = suka mendengki

    Idiom dengan Kata Indera

    dingin hati = tidak bergembira/tidak bersemangat
    perang dingin = perang tanpa senjata, hanya saling menggertak
    tidak lekang oleh panas = tidak berubah sedikitpun
    uang panas = uang pinjaman dengan bunga yang banyak; uang yang tidak halal
    panas rezeki = sukar mencari rezeki
    tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan kejahatan
    sepala-pala mandi biarlah basah = melakukan sesuatu janganlah setengah-setengah
    kering kerontang = kering sekali
    kurus kering = kurus sekali
    kabar yang hangat = kabar yang baru terjadi dan sedang menarik perhatian umum (aktual)
    sambutan yang hangat = meriah
    pengalaman pahit = pengalaman yang tidak menyenangkan
    sepahit semanis = bersama-sama dalam suka dan duka
    mendapat kopi pahit = mendapat teguran keras/marah
    muka manis = menarik hati
    kritik yang pedas = keras dan kejam
    merasakan asin garam = senang dan susah dalam hidup
    tahu asam garamnya = tahu seluk beluknya
    panjang akal = tidak picik; pandai mencari akal
    menarik napas panjang = mengeluh
    pendek permintaan = singkat umurnya
    besar kepala = sombong
    besar perut = rakus; lahap
    besar cakap = suka membual
    pakaian kebesaran = kehormatan
    orang kecil = rakyat kebanyakan
    tinggi rezeki = sukar mencari rezeki
    rendah hati = tidak angkuh
    rendah budi = hina
    luas pengalaman = banyak pengalaman
    sempit hati = lekas marah
    Idiom dengan Warna
    merah muka = kemalu-maluan
    merah telinga = marah sekali
    lampu merah = tanda sesuatu yang membahayakan
    jago merah = api kebakaran
    buku putih = buku yang berisi keterangan pemerintah mengenai suatu peristiwa politik
    berputih tulang = mati
    berdarah putih = keturunan bangsawan
    hitam di atas putih = dengan tertulis; tidak secara lisan
    belum tentu hitam putihnya = ketentuannya
    masih hijau = belum berpengalaman
    naik kuda hijau = mabuk
    lapangan hijau = gelanggang olah raga
    lampu hijau = sesuatu yang akan membuat menjadi lancar/lebih baik karena sudah disetujui/diizinkan
    kartu kuning = suatu peringatan dalam sepak bola
    mengelabui mata = menipu
    Idiom dengan Nama Benda-benda Alam
    jadi bumi langit = orang yang selau diharapkan pertolongannya
    dibumihanguskan = dimunaskan/dihancurkan sama sekali
    tanah tumpah darah = tanah tempat lahir
    gerakan di bawah tanah = gerakan rahasia
    makan tanah = miskin sekali
    kejatuhan bulan = beruntung besar
    menjadi bulan-bulanan = sasaran/tujuan
    menentang matahari = melawan orang yang berkuasa
    terang bintangnya = beruntung
    berbintang naik = mulai mujur
    bintang lapangan = pemain yang terbaik
    salah air = salah didikan
    telah jadi air = habis modalnya/uangnya
    pandai berminyak air = pandai bermuka-muka
    bersuluh minta api = bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui
    semangat berapi-api = berkobar-kobar, bersemangat skali
    kabar angin = desas-desus
    perasa angin = mudah tersinggung
    menangkap angin = sia-sia belaka
    hujan jatuh ke pasir = kebaikan yang tidak berbalas
    seri gunung = tampak elok jika dilihat dari jauh
    rendah gunung tinggi harapan = harapan yang sangat besar
    tak lari gunung dikejar = tidak usah tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu yang sudah tentu
    Idiom dengan Nama Binatang
    kambing hitam = orang yang dipersalahkan
    kelas kambing = kelas paling murah
    kuda hitam = pemenang yang tak diduga-duga
    mengadu domba = mempertentangkan kita dengan kita sendiri
    berkulit badak = tidak tahu malu, tidak berperasaan
    tenaga badak = kuat sekali
    banteng ketaton = mengamuk dengan hebatnya
    akal kancil = tipu muslihat yang sanat licik, sangat cerdik
    buaya darat = penjahat; orang laki-laki yang gemar kepada perempuan
    ular kepala dua = orang yang munafik, ikut ke sana kemari saja
    membebek(membeo) = hanya meniru-niru perkataan/perbuatan orang lain
    menantikan kucing bertanduk = menantikan sesuatu yang mustahil
    membabi buta = melakukan sesuatu dengan menekat saja
    buta ayam = mata kabur pada waktu malam
    mati ayam = mati konyol
    tidur-tidur ayam = sudah tidur tetapi belum lelap benar
    kabar burung = kabar yang tidak boleh dipercaya karena belum pasti kebenarannya
    otak udang = bodoh sekali
    Idiom dengan Bagian Tumbuh-tumbuhan
    pohon kejahatan = asal mula
    batang air = sungai
    sebatang kara = hidup seorang diri
    bercabang hatinya = tidak hanya satu yang dipirkan
    lidah bercabang = kata-katanya tidak dapat dipercaya
    lari beranting = lari bersambung(estafet)
    berurat berakar = sudah mendalam benar
    naik daun = mendapat nasib baik
    bunga api = petasan
    bunga rampai = kumpulan karangan yang terpilih
    bunga kampung = gadis yang tercantik di kampung itu
    buah pena = karangan
    buah pembicaraan = hasil pembicaraan
    biji mata = kekasih
    Idiom dengan Kata Bilangan
    bersatu padu = bersatu benar-benar
    bersatu hati = seiya sekata
    berbadan dua = hamil
    tiada duanya = tidak ada bandingannya
    telah dua kepalanya = mabuk
    mendua hati = ragu-ragu
    setengah hati = tidak dengan bersungguh-sungguh
    bekerja setengah-setengah = tanggung
    jalan tengah = keputusan yang diambil dari dua pendapat secara adil, tidak memihak salah satu pendapat itu
    setengah tiang = pengibaran bendera tanda berduka cita
    masuk tiga, keluar empat = membenjakan uang lebih besar dari penghasilannya
    pertemuan empat mata = pertemuan hanya dua orang
    kaki lima = lantai di muka pinti atau di tepi jalan
    tujuh keliling = nama penyakit kepala yang sangat keras
    diam seribu bahasa = diam sama sekali, tidak berkata sepatah pun

  • Contoh Cerita Fabel Hewan Singkat 3 Paragraf dan 2 Paragraf

    Contoh Cerita Fabel Hewan Singkat 3 Paragraf dan 2 Paragraf

    Pengertian Cerita Fabel

    Cerita fabel adalah sebuah cerita fiksi yang lebih banyak menggunakan imajinasi dalam penciptaannya.

    Cerita fabel sendiri selalu mengangkat cerita tentang hewan atau tumbuhan yang dikaitkan dengan kehidupan nyata, di mana dalam setiap cerita fabel, penulis akan memberikan nilai, moral, dan pesan yang positif.

    Cerita fabel lebih dipersembahkan untuk anak-anak karena sifat dari cerita fabel yang sangat imajinatif dan terkesan ringan.

    Zaman dulu ada banyak majalah yang menyajikan cerita fabel, salah satunya cerben Bobo. Di dalam majalah tersebut terdapat beberapa cerita fabel berseri.

    Cerita fabel juga dilengkapi dengan gambar yang komplit, artinya jumlah kalimat dan gambar hampir setara. Jadi, sangat mudah dipahami oleh anak-anak.

    Berikut ini sastrawacana.id/ akan memberikan beberapa contoh cerita seru fabel singkat tentang hewan. Berikut diantaranya.

    Contoh Cerita Fabel Singkat 3 Paragraf

    1. Kisah Harimau dan Singa

    Dulu hidup seekor harimau dan singa. Mereka adalah teman akrab, sampai suatu ketika mereka diuji oleh hewan hutan untuk saling membunuh.

    Maka singa berkata “mengapa aku harus membunuh temanku?”, hewan hutan berkata “karena raja hutan hanya satu”.

    Harimau berkata kepada sang singa “jika hanya ada satu raja hutan, maka kaulah yang tepat.”

    Singa pun menjawab “apakah kau tidak apa apa wahai temanku?” Harimau pun menjawab lagi, “Peran raja bagiku tidak penting, yang paling penting adalah persahabatan kita jangan sampai putus hanya karena kedudukan.”

    Pada akhirnya mereka tidak saling bunuh, tapi menjalin kesepakatan, sang singa menjadi raja dan sang harimau menjadi pendamping. Mereka pun bersahabat sampai akhir hayat.

    2. Kisah Burung dan Kerbau

    Pada zaman dahulu kala ada seekor burung yang selalu membersihkan kutu di tubuh kerbau. Hingga pada suatu hari si burung tidak datang lagi dan si kerbau sedih mencari sahabatnya.

    Kerbau datang mengunjungi angsa untuk bertanya keadaan burung, “wahai angsa, tahukah kamu di mana burung sahabatku?”

    Angsa pun menjawab, “Dia sekarang sedang pergi ke suatu tempat yang jauh.” Si kerbau pun pulang dengan sedih.

    Keesokan harinya si burung datang dan kerbau langsung bahagia. Kerbau bertanya “kamu selama ini ke mana?”

    Burung menjawab, “aku mencari tumbuhan untuk mengobati luka di tubuhmu karena kutu.” Mendengar itu, kerbau terharu dan merekapun bersahabat selamanya.

    3. Kisah Kucing Kelaparan

    Pada suatu hari ada seekor kucing yang sedang kelaparan. Dia berkeliling untuk mencari makanan.

    Tapi ketika mencari makanan, dia dihadang oleh segerombolan anjing sehingga kucing takut dan pergi ke tempat lain.

    Ketika ke tempat lain, anjing kembali mengikuti kucing dan kucing langsung berlari kencang sambil menahan rasa takut.

    Sesampainya di suatu tempat sepi, kucing sudah merasa aman dan melanjutkan mencari makanan.

    Dengan penuh perjuangan akhirnya si kucing mendapatkan makanan dan ia langsung membawanya ke tempat sepi untuk dinikmati sendiri.

    Tapi sesampainya di tempat sepi, segerombolan anjing datang lagi.

    Kemudian kucing bertanya, “kenapa dari tadi kalian mengikutiku? Aku tidak mengganggu, aku cuma lapar.”

    Anjing pun menjawab, “daritadi aku melindungimu dari kucing jahat yang mau mencuri makananmu.

    Kamu terlalu cepat menilai sebelum tahu kebenarannya.”

    Dan akhirnya si kucing mengerti bahwa segerombolan anjing itu baik karena berniat melindunginya dari kejahatan kucing lain.

    Contoh Cerita Fabel Singkat 2 Paragraf

    1. Kisah Ular dan Kura-Kura

    Pada zaman dahulu hidup seekor ular yang sedang kelaparan, karena tak tahan akan lapar iapun mengunjungi temannya sang kura-kura.

    Tibahlah ia di rumah sang kura-kura, kemudian sang kura -kura berkata “Ada apa ke sini wahai temanku?”

    Sang ular menjawab “aku sedang kelaparan”.

    Kura-kura langsung menyuruh ular masuk ke dalam rumahnya.

    Sang ular pun menjawab “terima kasih wahai kawanku, kau memang sangat baik.

    “Kura-kura berkata “jangan sungkan karena aku adalah sahabatmu, sekarang kamu meminta bantuan kepadaku, mungkin esok hari aku yang meminta bantuan kepadamu.

    Akhirnya sang ularpun tidak kelaparan lagi, sang ular berterima kasih kepada sang kura -kura dan berteman seumur hidupnya.

    2. Kisah Monyet Yang Serakah

    Pada suatu hari, monyet mendapat banyak makanan dan tidak mau berbagi kepada temannya si tupai.

    Padahal tupai sangat lapar, tapi monyet tidak mau memberikan makanannya.

    Hingga akhirnya tupai pun pergi mencari makanan sendiri sambil tergopoh-gopoh karena badannya lemas.

    Setelah berhasil mendapat makanan, tupai membawa pulang dengan niat dibagi bersama monyet.

    Tapi tak disangka tupai melihat monyet yang tersedak karena rakus menghabiskan semua makanan.

    Tupai langsung membantu monyet itu agar memuntahkan makanannya. Setelah kejadian itu, monyet tidak serakah lagi.

    3. Kisah Kerjasama Semut

    Pada suatu hari, seekor semut sedang mencari makanan dan ia mendapatkan sepotong kue. Ia ingin membawa pulang tapi tidak kuat.

    Hingga ia meminta bantuan kepada semut lainnya.

    Tak menunggu lama, banyak semut datang untuk membantu membawa kue itu pulang.

    Semut pun terharu, karena teman-temannya rela bekerjasama untuk membantunya.

    Dari situ, semut sadar bahwa dia tidak bisa melakukan semuanya seorang diri, tapi membutuhkan bantuan dari teman-temannya.

    4. Kisah Burung Yang Sombong

    Burung dan kura-kura adalah teman dari kecil.

    Tapi, semakin lama si burung berubah dan menjadi sombong karena dia punya sayap dan bisa terbang, sedangkan kura-kura hanya bisa jalan pelan.

    Hingga suatu hari si burung menantang kura-kura untuk lomba pergi ke danau, yang tercepat adalah pemenangnya.

    Hari perlombaan tiba, burung terbang sambil mengejek kura-kura yang lambat.

    Namun, siapa sangka ternyata hujan lebat dan petir yang membuat burung tidak bisa terbang.

    Kura-kura dilindungi tempurung dan berjalan terus.

    Akhirnya si kura-kura menang dan burung merasa sedih karena kesombongannya.

    Contoh Cerita Fabel Hewan Singkat

    Kisah Kelinci dan Siput

    Pada jaman dahulu kala, hiduplah dua binatang di hutan yang luas. Binatang itu ialah kelinci dan siput.

    Kelinci memiliki sifat sangat sombong dan pemarah. Bahkan sang kelinci sering meremehkan hewan hewan lainnya.

    Ketika ia berjalan jalan disekitar hutan, kelinci itu bertemu sang siput berjalan dengan sangat lambat.

    Kelinci berkata, “hei Siput, apa yang kamu lakukan di sini?”

    Siput menjawab,” Aku sedang mencari penghidupan.”

    Kelinci tersebut malah marah karena ia berpikir sang siput hanya berlagak mencari penghidupan.

    Si siput berusaha menjelaskan maksud jawabannya tadi.

    Namun kelinci tetap saja marah bahkan ia juga mengancam akan menginjak tubuh siput.

    Akhirnya siput menantang adu kecepatan dengan kelinci.

    Mendengar tantangan tersebut, sang kelinci marah besar. 

    Ia menerima tawaran siput dan berkata dengan keras agar hewan hewan lain menjadi saksi perlombaan lari antara kelinci dengan siput.

    Hari perlombaan itu tiba, kelinci dan siput tadi berlomba lari untuk mencapai garis finish. Siput tentu saja akan kalah jika diadu lari dengan kelinci.

    Namun, siput punya ide cemerlang.

    Sebelum perlombaan dimulai, si siput memiliki akal untuk meminta siput siput lainnya berada di titik titik jalur lomba lari sampai ke finish.

    Hal ini dikarenakan cangkang semua siput memiiliki kesamaan, dengan begitu hewan-hewan lain, dan kelinci itu tidak akan curiga.

    Saat lomba dimulai, si kelinci dengan bangganya berlari kencang meninggalkan siput.

    Akhirnya rencana siput berjalan lancar dan akhirnya siput tadi menjadi pemenang walaupun sebenarnya yang memasuki finish ialah temannya.

    Dengan kemenangan siput membuat kelinci menjadi tidak sombong dan tidak pemarah lagi.

  • Teks Inspirasi: Pengertian, Jenis, Struktur dan Contohnya

    Teks Inspirasi: Pengertian, Jenis, Struktur dan Contohnya

    Pengertian Teks Inspirasi

    Teks inspirasi adalah tulisan yang berisi pengalaman nyata yang mampu memberi inspirasi bagi pembacanya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inspirasi memiliki arti suatu ilham.

    Secara umum, pengertian teks inspirasi adalah suatu teks tertulis yang difungsikan untuk mendapat inspirasi atau ilham berupa ide untuk pemicu semangat atau rasa percaya diri seseorang dalam menjalani kehidupan.

    Jadi, teks inspirasi dapat berupa kisah nyata seseorang dalam menyelesaikan sesuatu di tengah keterbatasan dan masalah yang dialami.

    Jenis-Jenis Teks Inspirasi

    1. Berdasarkan Peristiwa

    Berdasarkan sifat peristiwa, ada pembagian lagi, yaitu fiksi dan nonfiksi. Penjelasannya sebagai berikut.

    A. Fiksi

    Teks inspirasi fiksi adalah teks yang berisi tentang kisah-kisah imajinatif yang sifatnya tidak nyata atau khayalan dari penulis guna memberi inspirasi kepada pembaca.

    B. Nonfiksi

    Teks inspirasi nonfiksi merupakan kebalikan dari fiksi, yaitu teks yang ditulis berdasarkan kisah nyata dari pengalaman hidup seseorang.

    Adapun kisah tersebut bisa dari tokoh ternama ataupun orang biasa yang memiliki pengalaman hebat untuk memberi inspirasi kepada pembaca.

    2. Berdasarkan Tokoh

    Teks inspirasi juga ditulis berdasarkan tokoh, adapun penjelasannya sebagai berikut.

    A. Orang Terkenal

    Teks inspirasi yang menceritakan tentang orang terkenal yang cenderung dikenal oleh masyarakat luas, baik karena karena karyanya, perjuangannya, atau yang lainnya.

    B. Sufi

    Sufi nyaris sama dengan tokoh terkenal, tetapi yang membedakannya adalah sufi merupakan tokoh terkenal yang lebih spesifik urusan agama.

    Jadi teks inspirasinya ditulis berdasarkan perjuangan dalam mengamalkan hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan.

    C. Hewan

    Tak hanya manusia, hewan pun juga bisa dijadikan sebagai tokoh utama di dalam cerita inspirasi.

    Pada umumnya, teks inspirasi hewan adalah cerita fiksi atau imajinasi yang menceritakan kehidupan hewan, tapi masih memiliki nilai sehingga menjadi inspirasi bagi pembaca.

    Teks inspirasi hewan ini biasanya ditujukan untuk anak-anak dengan bentuk gambar yang lucu.

    Ciri-Ciri Teks Inspirasi

    Teks inspirasi juga punya beberapa ciri khas yang membedakannya dengan teks lain. Perbedaan tersebut sebagai berikut.

    1. Punya Tema

    Teks inspirasi selalu punya tema tertentu yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah cerita.

    Tema itu sendiri adalah gagasan pokok yang menjadi penentu, apakah nantinya teks inspirasi dapat menarik perhatian pembaca atau tidak.

    2. Logis

    Logis dalam hal ini maksudnya ialah cerita yang dituliskan tetap bisa dicerna oleh pembaca, walaupun sifatnya fiksi atau khayalan.

    Sehingga meski tokoh utama adalah hewan, penulis harus mampu mengemasnya agar masuk akal sehingga dapat dipahami dan memberi inspirasi kepada pembaca.

    3. Judul Menarik

    Teks inspirasi biasanya menggunakan judul yang menarik agar mampu membuat pembaca penasaran.

    Pengambilan judul harus sesuai dengan tema sehingga pembaca mengetahui secara garis besar masalah yang dialami tokoh dan bagaimana solusinya sehingga dapat dijadikan sebagai inspirasi.

    4. Alur Menarik

    Teks inspirasi harus memiliki alur yang menarik agar pembaca menyelesaikan seluruh isi tulisan.

    Biasanya, alur dalam teks inspirasi menjelaskan kronologis suatu kejadian dan bagaimana menyelesaikannya sehingga pembaca menemukan titik terang yang mampu menginspirasi.

    5. Tokoh

    Dan yang penting juga teks inspirasi harus ada tokoh utama yang diceritakan.

    Sebab, teks inspirasi ditulis untuk menceritakan pengalaman seseorang dalam menjalai kehidupan dengan perjuangan yang menginspirasi.

    Tokoh bisa berupa fiksi (khayalan) maupun nonfiksi (nyata).

    Struktur Teks Inspirasi

    Teks inspirasi memiliki struktur di dalam penulisannya, sebagai berikut.

    1. Abstraksi

    Abstraksi menjadi bagian pertama pada struktur teks inspirasi. Mudahnya, abstraksi adalah gambaran umum mengenai isi cerita yang akan ditulis.

    Meski sifatnya opsional, tapi teks inspirasi akan lebih menarik jika memiliki abstraksi yang mendukung.

    2. Orientasi

    Orientasi teks inspirasi adalah pengenalan tokoh, latar, dan suasana cerita sehingga pembaca memiliki gambaran yang terlintas di pikirannya.

    Urutan orientasi dimulai pada pengenalan tokoh terlebih dahulu, kemudian penjelasan tentang latar dan suasana cerita.

    3. Komplikasi

    Komplikasi dapat dikatakan sebagai konflik atau masalah yang dialami oleh tokoh utama pada sebuah cerita.

    Konflik bisa berupa fisik maupun batin. Contoh konflik biasanya dari keterbatasan dari tokoh, seperti kemiskinan, kesehatan, dan sebagainya.

    4. Resolusi

    Resolusi adalah cara tokoh menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

    Resolusi menjadi bagian yang penting pada teks inspirasi karena biasanya solusi yang diberikan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca yang mengalami masalah serupa.

    5. Koda

    Koda adalah bagian akhir dari teks inspirasi yang berisi konklusi dari keseluruhan cerita yang ditulis.

    Biasanya, koda berupa kesimpulan yang dapat dijadikan inspirasi bagi pembaca mengenai perjuangan tokoh utama.

    Contoh Teks Inspirasi

    Sekolah Tinggi-Tinggi Kok Masih Nganggur?

    Pernah nggak sih kamu dengar ucapan seperti itu? Atau kamu sendiri pernah ngalamin? Gimana rasanya? Sakit hati, emosi, atau b aja? Ya emang bener, itu hak mereka untuk bicara apa saja.

    Toh, kita juga bisa berucap hal yang sama. Tapi, itulah beda kita dengan mereka. Kita tidak menggunakan kemampuan verbal untuk mengutarakan sesuatu yg sekiranya menyinggung orang lain.

    Eh, tapi kalau dipikir-pikir, apapun yang terucap, tentu berasal dari otak. Bukan begitu? Berarti ucapan kita, mencerminkan isi otak kita.

    Yang bahaya adalah ketika kita melawan ucapan tersebut dengan kalimat yang merendahkan juga. Kalau sampai terjadi, lantas apa bedanya kita dengan mereka?

    Jangan-jangan isi otak kepala kita sama juga, hanya dibedakan oleh surat legalitas bernama “IJAZAH” saja. Jangan sampai. Tapi bisa terjadi juga, sih.

    Lalu, kenapa tulisan ini ada?

    Karena saya pun korbannya 🙂

    Bahkan sampai sekarang, mereka masih sempat ada yang bilang demikian, saya dapat laporan dari cepu. Entah si cepu ini benar atau mengada-ada, saya gak begitu peduli.

    Saya belikan bakso, hitung-hitung mengganti energinya yg sudah lelah memberi informasi.

    Mungkin karena hidup saya lebih banyak di rumah pakai sarung, daripada berseragam necis yang setiap pagi keluar rumah, pulangnya sore–menjelang malam.

    Di era digital ini, masa sih masih ada orang yang nggak ngerti kalau kita bisa cari cuan cuma bermodalkan kuota?

    Saya rasa mayoritas udah pada paham. Cuma kalau udah nggak suka, mau gimanapun kita tetap salah di mata mereka.

    Alangkah bijaknya untuk tidak pernah menjawab, apalagi membalas. Dijelaskan juga tak perlu karena mereka tidak mau tahu.

    Ketika pikiran sudah dipenuhi rasa iri, tidak suka, atau bahkan benci, maka cerita tentang kebaikanmu hanyalah menjadi dongeng belaka bagi mereka.

    Sadar diri, apalah kita? Nabi Muhammad yang jelas-jelas sangat amat baik dan terpuji pun pernah mendapat sindiran serta cacian.

    Lalu kita yang nggak baik-baik amat masak minta terbebas dari omongan orang?

    Tapi balik lagi, hati kita tidak semulia Nabi, yang sabar dan penuh kasih sayang. Wajar jika kita sedikit merasa “kok gitu sih”. Ya, itu wajar, maka jadikan sebagai kewajaran.

    Artinya, terus melangkah, jangan lelah hanya karena omongan orang. Balasan terbaik kepada orang yang menggunjing adalah cuek.

    Biarkan dia fokus ke kita, sedangkan kita fokus pada cita-cita 🙂

    Maulana Affandi, 8/6/2022

  • Pengertian Idiom Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Idiom Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Idiom

    Pengertian idiom adalah ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.

    Pada dasarnya yang di maksud dengan idiom adalah suatu susunan kata yang tidak bisa di artikan berdasarkan kata per kata.

    namun susunan kata yang diartikan berdasarkan makna secara keseluruhan yang telah menjadi kebiasaan dalam berkomunikasi.

    Pengertian Idiom Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi idiom menurut para ahli.

    1. Kridalaksana (1993:80)

    Menyatakan bahwa idiom umumnya dianggap merupakan gaya bahasa yang bertentangan dengan prinsip penyusunan kekomposisian (Principle of Compositionality).

    2. Alwasilah (1985:147)

    Menyebutkan idiom adalah grup kata-kata yang mempunyai makna tersendiri yang berbeda dari makna tiap kata dalam grup itu.

    Idiom tidak bisa diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa asing. Idiom adalah persoalan pemakaian bahasa oleh penutur asli.

    3. Longman (2003:741)

    “Idiom is a phrase which something different from the meanings of the separate words from which it formed”. Dapat diartikan bahwa idiom adalah kalimat yang mempunyai arti berbeda dari arti kata yang membentuknya.

    4. Rey (1989:VI)

    Menjelaskan bahwa idiomes, c’est-à-dire combinaisons intraduisibles mot à mot. Maksud penjelasan tersebut bahwa idiom adalah gabungan kata yang tidak dapat diartikan kata perkata.

    5. Kridalaksana (1980:62)

    Idiom adalah konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota- anggotanya.

    Contoh kambing hitam, secara keseluruhan maknanya tidak sama dengan makna “kambing” dan “hitam”.

    Jenis-Jenis Idiom

    Idiom dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yakni:

    1. Idiom penuh

    Yaitu idiom atau ungkapan yang seluruh unsure pembentuknya tidak dapat dikembalikan kepada makna denotasinya/sebenarnya.

    Contoh:

    a Gulung tikar berarti bangkrut.
    b Pantat kuning berarti pelit/kikir.

    Kata gulung dan kata tikar sudah kehilangan makna denotasinya. Demikian juga kata pantat dan kata kuning.

    2. Idiom sebagian

    Yaitu idiom atau ungkapan yang sebagian unsur pembentuknya masih dapat dikembalikan kepada makna denotasinya.

    Contoh:

    a Kabar burung berarti kabar atau berita yang belum tentu kebenarannya.
    b Daftar hitam berarti daftar nama orang yang terlibat dalam tindak kejahatan.

    Dalam hal ini, kata kabar dan daftar masih dapat dikembalikan pada makna denotasinya.

    Contoh Idiom

    1. Selaras dengan, insaf akan, berbicara tentang, terima kasih atas, berdasarkan pada/kepada.
    2. Membanting tulang, bertekuk lutut, mengadu domba, menarik hati, berkeras kepala

    Pada contoh (1) terlihat bahwa kata tugas dengan, akan, tentang, atas, dan pada/kepada dengan kata-kata yang digabunginya merupakan ungkapan tetap sehingga tidak dapat diubah atau digantikan dengan kata tugas yang lain.

    Demikian pula pada contoh (2). Idiom-idiom tersebut tidak dapat diubah dengan kata-kata yang lain.

    Contoh idiom lainnya

    Idiom dengan Bagian Tubuh

    hati kecil = maksud yang sebenarnya
    kecil hati = agak marah; penakut
    besar hati = a) sombong; b) bangga
    hati terbuka = senang hati
    berat hati = kurang suka melakukan
    lapang hati = sabar
    tinggi hati = sombong
    setengah hati = segan-segan
    berkeras hati = a) menurut kemauannya sendiri; b) tidak mau mundur
    jatuh hati = menjadi cinta
    mendua hati = bimbang
    sampai hati = tega
    berhati jantung = berperasaan halis
    berhati batu = tidak menaruh belas kasihan
    berhati tungau = penakut
    mengandung hati = a) menaruh dendam; b) merasa cinta
    darah daging = anak kandung; keluarga
    mendarah daging = sudah menjadi kebiasaan
    darah panas = pemarah
    darah putih = keturunan bangsawan
    mengisap darah = terlalu banyak mengambil dari orang lain
    mandi darah = berperang hebat sekali sehingga banyak yang luka atau mati
    naik darah = marah
    tumpah darah = tanah air
    kepala angin = bodoh
    kepala batu = tidak mau menurut perintah orang lain
    berat kepala = tidak mudah mengerti
    kepala dingin = tenang dan sabar
    ringan kepala = mudah belajar
    kepala udang = bodoh sekali
    tergadai kepala = malu sekali
    orang berkepala dua = memihak ke sana ke sini
    muka masam = rupa muka yang menyatakan perasaan kecewa
    tebal muka = tak mempunyai rasa malu
    kehilangan muka = mendapat malu
    mencari muka = berbuat sesuatu agar dipuji orang
    tarik muka dua belas = sangat kecewa
    tatap muka (bersemuka) = berhadapan muka
    melihat dengan mata kepala = secara langsung
    memasang mata = melihat baik-baik
    membuang mata = melihat-lihat
    terbuka matanya = mulai tahu/mengerti
    mata telinga = kaki tangan
    mata hati = perasaan dalam hati
    mulut manis = lemah lembut dan sangat menarik hati tutur katanya
    berat mulut = tak suka berbicara
    besar mulut = suka membual/menyombong
    buah mulut = sebut-sebutan; yang selalu dipercakapkan orang
    gatal mulut = selalu hendak berkata-kata apa saja
    panjang mulut = suka menyampaikan perkataan orang kepada orang lain dan ditambah-tambah
    ringan mulut = suka berbicara/bertanya
    tutup mulut = diam
    cepat mulut = lancang
    perang mulut = berbantah
    keras mulut = tidak mudah menurut (tentang kuda)
    berat bibir = tidak peramah; pendiam
    tipis bibir = pandai benar berkata-kata; cerewet
    menghapus bibir = kecewa; tak berhasil
    buah bibir = yang selalu menjadi pembicaraan orang
    panjang bibir = suka menyampaikan perkataan orang (mengadu)
    lidah api = ujung nyala api
    keras lidah = tak pandai melafalkan kata-kata asing
    lidah bercabang = perkataannya selalu berubah-ubah
    pahit lidah = apa yang dikatakan selalu terbukti manjur
    panjang lidah = suka mengadu
    patah lidah = tidak pandai berkata-kata
    ringan lidah = lancar dan fasih tutur katanya
    cepat lidah = lancang mulut; suka mengeluarkan kata-kata yang kurang baik
    mengerat lidah = memenggal/menyela kata orang
    tergelincir lidah = salah mengatakan
    tergigit lidah = tidak mempunyai rasa malu
    terkalang lidah = tak berani membantah/menjawab
    berlidah dua = tidak teguh pendirian; mudah berpihak pada orang lain
    tebal telinga = tak mau mendengarkan kata orang
    tipis telinga = lekas marah kalau mendengar kata yang kurang baik
    memberi telinga = suka mendengarkannya
    terangin-angin ke telinga = kedengaran tentang desas-desus
    memasang telinga = mendengar-dengarkan kabar
    alas perut = sarapan
    duduk perut = mengandung
    membawa perut= datang ke rumah orang untuk makan
    buruk perut = mudah kena penyakit
    buta perut = asal makan saja; tak peduli rasa makanan
    tangan besi = tindakan/kekuasaan keras
    tangan kanan = pembantu yang utama
    tangan dingin = segala yang ditanam, diobati, dan sebagainya selalu berhasil
    tangan baik = selalu menang dalam berjudi
    tangan turun = selalu kalah dalam berjudi
    berat tangan = malas bekerja
    buah tangan = barang yang dibawa dari bepergian
    hampa tangan = tidak membawa/mendapat apa-apa
    makan tangan = kena tinju; beruntung
    ringan tangan = suka bekerja
    turun tangan = turut campur tangan
    berpangku tangan = tidak bekerja apa-apa
    kaki lima = lantai di muka pintu/di tepi jalan
    kaki seribu = berlari ketakutan
    kaki telanjang = tidak bersepatu
    kaki tangan = pembantu; orang kepercayaan
    cepat kaki, ringan tangan = suka membantu
    bertukar bulu = bertukar pendapat
    tidak memandang bulu = tidak memilih-milih kedudukan seseorang
    memperlihatkan bulunya = memperlihatkan keadaan yang sebenarnya
    berbulu mata melihat = merasa benci sekali
    berbulu hatinya = suka mendengki

    Idiom dengan Kata Indera

    dingin hati = tidak bergembira/tidak bersemangat
    perang dingin = perang tanpa senjata, hanya saling menggertak
    tidak lekang oleh panas = tidak berubah sedikitpun
    uang panas = uang pinjaman dengan bunga yang banyak; uang yang tidak halal
    panas rezeki = sukar mencari rezeki
    tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan kejahatan
    sepala-pala mandi biarlah basah = melakukan sesuatu janganlah setengah-setengah
    kering kerontang = kering sekali
    kurus kering = kurus sekali
    kabar yang hangat = kabar yang baru terjadi dan sedang menarik perhatian umum (aktual)
    sambutan yang hangat = meriah
    pengalaman pahit = pengalaman yang tidak menyenangkan
    sepahit semanis = bersama-sama dalam suka dan duka
    mendapat kopi pahit = mendapat teguran keras/marah
    muka manis = menarik hati
    kritik yang pedas = keras dan kejam
    merasakan asin garam = senang dan susah dalam hidup
    tahu asam garamnya = tahu seluk beluknya
    panjang akal = tidak picik; pandai mencari akal
    menarik napas panjang = mengeluh
    pendek permintaan = singkat umurnya
    besar kepala = sombong
    besar perut = rakus; lahap
    besar cakap = suka membual
    pakaian kebesaran = kehormatan
    orang kecil = rakyat kebanyakan
    tinggi rezeki = sukar mencari rezeki
    rendah hati = tidak angkuh
    rendah budi = hina
    luas pengalaman = banyak pengalaman
    sempit hati = lekas marah

    Idiom dengan Warna

    merah muka = kemalu-maluan
    merah telinga = marah sekali
    lampu merah = tanda sesuatu yang membahayakan
    jago merah = api kebakaran
    buku putih = buku yang berisi keterangan pemerintah mengenai suatu peristiwa politik
    berputih tulang = mati
    berdarah putih = keturunan bangsawan
    hitam di atas putih = dengan tertulis; tidak secara lisan
    belum tentu hitam putihnya = ketentuannya
    masih hijau = belum berpengalaman
    naik kuda hijau = mabuk
    lapangan hijau = gelanggang olah raga
    lampu hijau = sesuatu yang akan membuat menjadi lancar/lebih baik karena sudah disetujui/diizinkan
    kartu kuning = suatu peringatan dalam sepak bola
    mengelabui mata = menipu

    Idiom dengan Nama Benda-benda Alam

    jadi bumi langit = orang yang selau diharapkan pertolongannya
    dibumihanguskan = dimunaskan/dihancurkan sama sekali
    tanah tumpah darah = tanah tempat lahir
    gerakan di bawah tanah = gerakan rahasia
    makan tanah = miskin sekali
    kejatuhan bulan = beruntung besar
    menjadi bulan-bulanan = sasaran/tujuan
    menentang matahari = melawan orang yang berkuasa
    terang bintangnya = beruntung
    berbintang naik = mulai mujur
    bintang lapangan = pemain yang terbaik
    salah air = salah didikan
    telah jadi air = habis modalnya/uangnya
    pandai berminyak air = pandai bermuka-muka
    bersuluh minta api = bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui
    semangat berapi-api = berkobar-kobar, bersemangat skali
    kabar angin = desas-desus
    perasa angin = mudah tersinggung
    menangkap angin = sia-sia belaka
    hujan jatuh ke pasir = kebaikan yang tidak berbalas
    seri gunung = tampak elok jika dilihat dari jauh
    rendah gunung tinggi harapan = harapan yang sangat besar
    tak lari gunung dikejar = tidak usah tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu yang sudah tentu

    Idiom dengan Nama Binatang

    kambing hitam = orang yang dipersalahkan
    kelas kambing = kelas paling murah
    kuda hitam = pemenang yang tak diduga-duga
    mengadu domba = mempertentangkan kita dengan kita sendiri
    berkulit badak = tidak tahu malu, tidak berperasaan
    tenaga badak = kuat sekali
    banteng ketaton = mengamuk dengan hebatnya
    akal kancil = tipu muslihat yang sanat licik, sangat cerdik
    buaya darat = penjahat; orang laki-laki yang gemar kepada perempuan
    ular kepala dua = orang yang munafik, ikut ke sana kemari saja
    membebek(membeo) = hanya meniru-niru perkataan/perbuatan orang lain
    menantikan kucing bertanduk = menantikan sesuatu yang mustahil
    membabi buta = melakukan sesuatu dengan menekat saja
    buta ayam = mata kabur pada waktu malam
    mati ayam = mati konyol
    tidur-tidur ayam = sudah tidur tetapi belum lelap benar
    kabar burung = kabar yang tidak boleh dipercaya karena belum pasti kebenarannya
    otak udang = bodoh sekali

    Idiom dengan Bagian Tumbuh-tumbuhan

    pohon kejahatan = asal mula
    batang air = sungai
    sebatang kara = hidup seorang diri
    bercabang hatinya = tidak hanya satu yang dipirkan
    lidah bercabang = kata-katanya tidak dapat dipercaya
    lari beranting = lari bersambung(estafet)
    berurat berakar = sudah mendalam benar
    naik daun = mendapat nasib baik
    bunga api = petasan
    bunga rampai = kumpulan karangan yang terpilih
    bunga kampung = gadis yang tercantik di kampung itu
    buah pena = karangan
    buah pembicaraan = hasil pembicaraan
    biji mata = kekasih

    Idiom dengan Kata Bilangan

    bersatu padu = bersatu benar-benar
    bersatu hati = seiya sekata
    berbadan dua = hamil
    tiada duanya = tidak ada bandingannya
    telah dua kepalanya = mabuk
    mendua hati = ragu-ragu
    setengah hati = tidak dengan bersungguh-sungguh
    bekerja setengah-setengah = tanggung
    jalan tengah = keputusan yang diambil dari dua pendapat secara adil, tidak memihak salah satu pendapat itu
    setengah tiang = pengibaran bendera tanda berduka cita
    masuk tiga, keluar empat = membenjakan uang lebih besar dari penghasilannya
    pertemuan empat mata = pertemuan hanya dua orang
    kaki lima = lantai di muka pinti atau di tepi jalan
    tujuh keliling = nama penyakit kepala yang sangat keras
    diam seribu bahasa = diam sama sekali, tidak berkata sepatah pun

  • Kalimat Tanya: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

    Kalimat Tanya: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

    Pengertian Kalimat Tanya

    Pengertian kalimat tanya adalah kalimat yang mengandung makna sebuah pertanyaan untuk memperoleh sebuah jawaban dari hal yang ditanyakan.

    Ciri-ciri kalimat tanya yaitu menggunakan intonasi naik, menggunakan kata tanya, dapat menggunakan partikel tanya.

    Biasanya, kalimat tanya mengandung kata apa, bagaimana, mengapa, kapan, di mana, dan siapa.

    Jenis-Jenis Kalimat Tanya

    1. Kalimat Tanya Biasa

    Kalimat tanya biasa digunakan untuk percakapan sehari-hari secara umum, meliputi apa, bagaimana, mengapa, kapan, dan di mana.

    Kalimat tanya ini biasanya langsung direspon karena tidak ada unsur memancing atau memaksa untuk menjawab.

    Contoh kalimat tanya biasa:

    Di mana rumahmu?
    Siapa namamu?
    Apa warna favoritmu?
    Mengapa kamu suka kue?
    Kapan kamu lahir?

    2. Kalimat Tanya Retorik

    Kalimat tanya retorik adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tidak mengharuskan adanya jawaban.

    Kalimat tanya retorik cenderung bersifat pernyataan hanya untuk mencari perhatian atau bermaksud memberi semangat, gugahan, atau kritik.

    Kalimat tanya retorik sering digunakan dalam pidato atau orasi.

    Contoh kalimat tanya retorik:

    Bukankah berdamai itu sangat indah?
    Tidakkah kamu mencintai anakmu?
    Sungguhkah kamu ingin meninggalkan istrimu?
    Bukahkah kebersihan adalah pangkal kesehatan?

    3. Kalimat Tanya Konfirmasi dan Klarifikasi

    Kalimat tanya konfirmasi digunakan untuk melakukan klarifikasi maupun konfirmasi (pembenaran/penegasan) yang jawabannya tidak terlalu panjang.

    Umumnya, kalimat tanya ini dijawab dengan jawaban “ya” atau “tidak”.

    Ada beberapa hal yang menandai bentuk pertanyaan untuk konfirmasi atau klarifikasi, yaitu seperti berikut :

    Menggunakan informasi tanya dengan menekankan kata-kata yang dipentingkan.
    Menggunakan partikel -kah.
    Menggunakan kata tanya apa atau apakah.
    Menggunakan kata tidak atau bukan sebagai unsur penegas.
    Sebagai penegasan benar tidaknya, menggunakan kata bantu: benar, betul, jadi benar, dan jadi.

    Contoh kalimat tanya konfirmasi:

    Apakah dia benar pacarmu?
    Apakah kamu berada di lokasi saat terjadi pembunuhan?
    Diakah yang mencuri uangmu?

    4. Kalimat Tanya Tersamar

    Kalimat tanya tersamar adalah kalimat tanya yang berisi pertanyaan yang diajukan secara tidak langsung bukan untuk menggali informasi, klarifikasi, dan konfirmasi melainkan mengandung maksud-maksud lain.

    Beberapa model kalimat tanya tersamar antara lain :

    Kalimat tanya tersamar untuk tujuan memohon.
    Kalimat tanya tersamar untuk tujuan meminta.
    Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyeluruh.
    Kalimat tanya tersamar untuk tujuan mengajak.
    Kalimat tanya tersamar untuk tujuan merayu.
    Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyindir (mengkritik, mencela, mengejek).
    Kalimat tanya tersamar untuk tujuan meyakinkan.
    Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyetujui.
    Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyanggah.
    Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menawarjan sesuatu.

    Contoh kalimat tanya tersamar:

    Bisakah kamu hormati suamimu sehari saja?
    Sungguhkah kamu tidak ingin bercerita hari ini?
    Tidak bisakah kamu berbuat baik sekali saja?

  • Konjungsi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

    Konjungsi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

    Pengertian Konjungsi

    Menurut Depdikbud (1991:519) konjungsi adalah partikel yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat.

    Sedangkan menurut Chaer (2000:140) konjungsi adalah kata-kata yang digunakan untuk menhubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat.

    Berdasarkan pendapat tersebut dapat dijabarkan bahwa pada dasarnya (konjungsi) berfungsi menghubungkan kata dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat.

    Jenis-Jenis Konjungsi

    Chaer (2009: 82) berpendapat bahwa ditinjau dari kedudukan konstituen yang duhubungkan, dibedakan adanya konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.

    Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua buah konstituen yang kedudukannya sederajat.

    Konjungsi ini dibedakan pula atas konjungsi yang menghubungkan menyatakan.

    Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua buah konstituen yang kedudukannya tidak sederajat.

    Ada konstituen atasan dan ada konstituen bawahan. Konjungsi subordinatif ini dibedakan lagi atas konjungsi yang menyatakan.

    Aturan penggunaan konjungsi itu adalah sebagai berikut:

    1. Konjungsi Penjumlahan

    Konjungsi penjumlahan adalah kata penghubung atau konjungsi yang berfungsi menyajikan hubungan penjumlahan yang terdapat dalam sebuah kalimat hingga alinea.

    Konjungsi penjumlahan dapat disampaikan dengan tiga kata yaitu ‘dan’, ‘dengan’, ‘serta’.

    Contoh Konjungsi Penjumlahan

    1. Ayah dan ibu pergi ke pasar bersama-sama.

    2. Ayah memahat kayu dengan menggunakan pisau.

    3. Di taman kota sudah lebih hijau serta diberi banyak air mancur.

    2. Konjungsi Pemilihan

    Konjungsi pemilihan adalah konjungsi yang menghubungkan memilih salah satu konstituen yang dihubungkan. Yang termasuk konjungsi ini hanyalah kata “atau”.

    Contoh Konjungsi Pemilihan

    1. Rani bingung memilih kado boneka atau kue kesukaannya

    2. Sekarang kau pilih dia atau aku!

    3. Konjungsi Pertentangan

    Konjungsi pertentangan adalah konjungsi yang menghubungkan mempertentangkan. Yang termasuk konjungsi ini adalah kata tetapi, namun, sedangkan, dan sebaliknya.

    Contoh Konjungsi Pertentangan

    1. Adi sangat pintar, tetapi adiknya bodoh.

    2. Sari selalu juara kelas, padahal ia tidak pernah belajar.

    3. Rumah Ani besar, sedangkan rumah Rudi kecil.

    4. Konjungsi Pembetulan

    Konjungsi pembetulan atau peralatan adalah konjungsi yang menghubungkan dan membetulkan atau meralat kedua konstituen yang dihubungkan. Yang termasuk konjungsi ini adalah kata-kata melainkan, dan hanya.

    Contoh Konjungsi Pembetulan

    1. Bukan Rani yang mengambil buku, melainkan temannya.

    2. Saya tidak mengejek, hanya berkata apa adanya.

    5. Konjungsi Penegasan

    Konjungsi penegasan atau penguatan adalah konjungsi yang menghubungkan menegaskan atau menguatkan. Yang termasuk konjungsi ini adalah kata-kata bahkan, apalagi, lagipula, hanya, itupun, begitu juga, dan demikian pula.

    Contoh Konjungsi Penegasan

    1. Anak itu sangat nakal, bahkan ibunya sendiri sering memukulnya.

    2. Hawa di puncak dingin sekali, apalagi di pagi hari.

    3. Mending makan di warung itu, lagipula harganya murah-murah.

    6. Konjungsi Pengurutan

    Konjungsi pengurutan adalah konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan klausa dengan klausa dalam urutan beberapa kejadian atau peristiwa secara kronologis.

    Yang termasuk konjungsi pengurutan ini adalah kata-kata sesudah, sebelum, lalu, mula-mula, kemudian, selanjutnya, setelah itu, atau kata-kata pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

    Contoh Konjungsi Pengurutan

    1. Mula-mula saya dipersilakan masuk, lalu dipersilakan duduk, kemudian saya ditawari makan.

    2. Pertama, kita harus berdoa, kedua, kita harus berusaha, ketiga, kita pasrah kepada Tuhan YME.

    7. Konjungsi Penyamaan

    Konjungsi penyamaan adalah konjungsi yang menghubungkan menyamakan antara dua klausa atau antara klausa dengan bagian klausa. Yang termasuk konjungsi penyamaan ini adalah kata-kata adalah, ialah, yaitu, dan yakni.

    Contoh Konjungsi Penyamaan

    1. Bapak Soekarno adalah presiden pertama Indonesia

    2. Ibukota Indonesia, yakni Jakarta.

    3. Mari kita perkenalkan ketua baru kita, yaitu Agus.

    8. Konjungsi Penjelasan

    Konjungsi penjelasan adalah konjungsi yang menghubungkan menjelaskan, di mana klausa kedua berlaku sebagai penjelas dari keadaan, peristiwa, atau hal pada klausa pertama. Satu-satunya konjungsi penjelasan adalah kata “bahwa”

    Contoh Konjungsi Penjelasan

    1. Kabar bahwa mantanmu akan menikah sudah menyebar.

    2. Dia menjelaskan bahwa tidak pernah berbohong.

    9. Konjungsi Penyimpulan

    Konjungsi penyimpulan adalah konjungsi yang menghubungkan menyimpulkan. Yang termasuk konjungsi ini, antara lain adalah maka, maka itu, jadi, karena itu, oleh karena itu, sebab itu, oleh sebab itu, dengan demikian, dan dengan begitu.

    Contoh Konjungsi Penyimpulan

    1. Ayah Ibunya meninggal. Maka, ia adalah yatim piatu.

    2. Pertemuan hari ini banyak yang tidak datang. Dengan demikian, rapat dibatalkan.

    10. Konjungsi Persyaratan

    Konjungsi persyaratan adalah konjungsi yang menghubungkan menyatakan syarat untuk keadaan atau peristiwa yang terjadi pada klausa utama dalam sebuah kalimat mejemuk subordinatif.

    Yang termasuk konjungsi persyaratan ini adalah kata-kata kalau, jika, jikalau, bila, bilamana, apabila, dan asal. Disamping itu ada pula persyaratan yang berupa pengandaian, yakni kata-kata andaikata,
    seandainya, dan andaikan.

    Contoh Konjungsi Persyaratan

    1. Saya mungkin bisa memafkannya andaikata ia mau datang ke sini.

    2. Dia akan diberi uang seandainya mau pulang ke rumah.

    11. Konjungsi Tujuan

    Konjungsi tujuan adalah konjungsi yang menghubungkan menyatakan tujuan dilakukannya tindakan pada klausa pertama. Yang termasuk konjungsi ini adalah kata-kata agar, supaya, guna, dan untuk.

    Contoh Konjungsi Tujuan

    1. Jalan tol dibangun agar mengurangi macet di jalan raya.

    2. Perbanyaklah minum air putih supaya tubuhmu sehat.

    3. Latihan diperketat guna meningkatkan stamina atlet.

    12. Konjungsi Penyungguhan

    Konjungsi penyungguhan adalah konjungsi untuk menghubungkan menyungguhkan hal, peristiwa,
    atau tindakan yang terjadi pada klausa utama pada sebuah kalimat majemuk subordinatif.

    Yang termasuk anggota konjungsi ini adalah kata-kata meskipun (meski), biarpun (biar), walaupun
    (walau), sekalipun, sungguhpun, kendatipun, dan kalaupun.

    Contoh Konjungi Penyungguhan

    1. Meskipun dilarang, dia tetap saja pergi.

    2. Aku tidak takut, biarpun ada harimau di hutan sana.

    13. Konjungsi Kesewaktuan

    Konjungsi kesewaktuan adalah konjungsi untuk menghubungkan menyatakan waktu antara dua buah peristiwa, atau tindakan, antara dua buah klausa pada sebuah kalimat majemuk, atau antara dua kalimat dalam sebuah paragraf.

    Contoh Konjungsi Kesewaktuan

    1. Dia datang ketika kami sedang makan.

    2. Ketika penjaga lengah, maling itu beraksi.

    14. Konjungsi Perbandingan

    Konjungsi perbandingan adalah konjungsi untuk menghubungkan menyatakan bahwa kejadian, peristiwa, atau keadaan yang terjadi pada klausa utama sama atau mirip seperti yang terjadi pada klausa bawahan.

    Yang termasuk konjungsi ini adalah kata-kata seperti, sebagai, laksana, dan seumpama.

    Contoh Konjungsi Perbandingan

    1. Kau cantik jelita laksana sinar rembulan

    2. Lari perampok itu sangat cepat seperti kuda.

    15. Konjungsi Pengakibatan

    Konjungsi pengakibatan adalah konjungsi untuk menghubungkan menyatakan akibat atas terjadinya kejadian, peristiwa, atau tindakan yang terjadi pada klausa utama terhadap kejadian,
    peristiwa, atau keadaan yang terjadi pada klausa bawahan.

    Yang termasuk konjungsi ini adalah konjungsi sampai, hingga, dan sehingga.

    Contoh Konjungsi Pengakibatan

    1. Maling itu dihajar warga hingga babak belur.

    2. Dia enggan makan sampai tubuhnya kurus.

    16. Konjungsi penyebaban

    Konjungsi penyebaban adalah konjungsi yang menghubungkan menyatakan sebab terjadinya keadaan atau peristiwa pada klausa utama.

    Yang termasuk konjungsi penyebaban ini adalah karena, sebab, dan lantaran.

    Contoh Konjungsi Penyebaban

    1. Andi telat sekolah lantaran bangun kesiangan.

    2. Bajunya basah karena tak sengaja tersiram air.

    17. Konjungsi Antarparagraf

    Konjungsi antarparagraf adalah konjungsi yang menghubungkan antar paragraf. Konjungsi ini berguna untuk menjadikan suatu paragraf unity, coherent, dan sistematis.

    Diantaranya terdapat konjungsi antar paragraph sebagai berikut: terlebih lagi, di samping, tak hanya sebagai, oleh karena itu, dan berdasarkan.

  • Teks Narasi: Pengertian, Ciri Ciri dan Contohnya

    Teks Narasi: Pengertian, Ciri Ciri dan Contohnya

    Pengertian Teks Narasi

    Teks narasi adalah teks yang disusun untuk menceritakan sebuah peristiwa atau kejadian dengan jelas, mulai dari kronologis sampai dengan urutan waktu yang ditentukan.

    Biasanya, teks narasi ditulis dengan singkat, namun tidak menutup kemungkinan juga akan ditulis panjang tergantung dari kronologis sebuah peristiwa yang akan diangkat menjadi tulisan.

    Ciri-Ciri Teks Narasi

    Adapun ciri-ciri teks narasi adalah sebagai berikut:

    • Menggunakan bahasa yang naratif
    • Memiliki kronologi atau urutan cerita
    • Cerita harus jelas, dari awal sampai akhir
    • Menjelaskan sebuah peristiwa
    • Berisi konflik
    • Memiliki unsur pembentuk seperti alur, tempat, tokoh, dan sebagainya.
    • Bertujuan untuk menceritakan

    Contoh Teks Narasi

    Supaya lebih jelas, berikut adalah contoh teks narasi agar mudah dipahami.

    “Hari ini adalah hari yang sangat spesial bagi Rani. Tanpa sepengetahuannya, sahabat serta ibu guru datang menghampiri dan memeluk Rani dengan erat.

    Bukan karena ingin menghukum, tapi sahabat serta guru ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Rani. Dengan dekapan yang hangat itu, Rani tak bisa menahan air mata bahagianya hingga menetes ke pipi.

    Selang beberapa menit, ada satu orang yang datang ke dalam kelas sambil membawa kue dan lilin. Orang itu adalah ibu dari Rani. Melihat ibunya datang, Rani semakin menderu tangsinya.

    Dengan penuh kasih sayang, ibu Rani mencium kening dan memberikan ucapan selamat kepada Rani. Kemudian, Rani meniup lilin sambil berdoa di dalam hati. Rani sangat bahagia karena semua orang terdekatnya mengingat hari ulang tahunnya.”

    Nah, itulah penjelasan singkat tentang teks narasi dan contohnya. Semoga artikel pendidikan ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.

  • 11 Pengertian Frasa Menurut Para Ahli dan Cirinya

    11 Pengertian Frasa Menurut Para Ahli dan Cirinya

    Secara umum, frasa merupakan satuan bahasa yang terdiri atas dua kata atau lebih yang berfungsi sebagai satu kesatuan dalam kalimat.

    Frasa tidak memiliki unsur subjek dan predikat, sehingga tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat utuh.

    Pengertian Frasa Menurut Para Ahli

    Berikut beberapa pengertian frasa menurut para ahli

    1. Verhaar (2001)

    Menjelaskan bahwa frasa adalah kelompok kata yang merupakan bagian fungsional dari tuturan yang lebih panjang.

    2. Kentjono (1990)

    Mendefinisikan frasa sebagai satuan gramatika yang terdiri dari dua kata atau lebih dari dua kata yang tidak berciri klausa yang pada umumnya menjadi pembentuk dalam klausa.

    3. Keraf (1991)

    Arti frasa adalah suatu konstruksi yang terdiri atas dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan.

    4. Kridalkasana (1993)

    Pengertian frasa adalah gubungan dari dua kata atau lebih yang sifatnya tidak predikatif, gabungan itu dapat rapat, dapat renggang.

    5. Parera (1994)

    Memberikan batasan frasa sebagai suatu konstruksi yang dapat dibentuk oleh dua kata atau lebih, baik dalam sebuah pola dasar kalimat maupun tidak.

    6. Chaer (1998)

    Frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang merupakan satu kesatuan, dan menjadi salah satu unsur atau fungsi kalimat (subjek, predikat, objek, atau keterangan).

    7. Tarmini

    Pengertian frasa adalah suatu konstruksi yang terdiri dari dua konstituen atau lebih yang mampu mengisi fungsi sintaksis tertentu yang terdapat dalam kalimat akan tetapi tidak melampui dari batas-batas fungsi klausa atau yang dapat dikatakan sebagai frasa itu nonpredikatif.

    8. Lyons

    Definisi frasa adalah satu kelompok kata yang secara gramatikal sepadan dengan satu kata dan tidak memiliki subjek dan predikat sendiri.

    9. Putrayasa

    Arti frasa menurut Putrayasa adalah kelompok kata yang memiliki kedudukan sebagai sautu fungsi dalam kalimat yang tidak semua dari frase itu terdiri dari kelompok kata.

    10. Trask (1999)

    Arti frasa menurut Trask adalah unit gramatikal yang lebih kecil dibandingkan klausa, terdiri dari 2 kata atau lebih, tapi tidak terkadung unsur-unsur yang ada pada klausa.

    11. Redford (1999)

    Pengertian frasa adalah rangkaian 2 kata atau lebih yang bukan merupakan klausa, karena tidak berisi subjek dan atau predikat.

    Ciri-ciri Frasa

    • Terdiri dari minimal 2 kata atau lebih.
    • Bersifat non-predikatif.
    • Memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat.
    • Dalam frasa harus memiliki satu makna gramatikal.
    • Selalu menduduki satu fungsi kalimat.
    • Maknanya dapat berubah sesuai pemakaiannya.
    • Kata penyusun frasa masih mampu dipertahankan untuk makna aslinya.
  • Pengertian Kata, Kosakata, Istilah, dan Leksikal

    Pengertian Kata, Kosakata, Istilah, dan Leksikal

    Pengertian Kata

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kata dari para ahli, diantaranya:

    A. Lamuddin Finoza

    Arti kata adalah satuan bentuk terkecil (dari kalimat) yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai makna.

    B. Alwi hasan

    Definisi kata adalah bentuk yang dapat di potong-potong menjadi bahasa yang lebih kecil kemudian yang dapat dipotong lagi menjadi bentuk yang lebih kecil sampai dipotong lagi tidak mempunyai makna.

    C. Suherlan Odien R

    Kata adalah satuan linguistik yang relatif bebas karena telah memiliki makna utuh atau pengertian sendiri.

    D. Keraf

    Keraf (2010) menyebutkan bahwa tidak ada suatu batasan tertentu mengenai “kata” yang sahih bagi semua bahasa di dunia.

    Dalam mendeskripsikan banyak bahasa di dunia, diperlakukan sebuah unit yang disebut dengan “kata”, namun bagi sebagian pengertian kata dibatasi secara fonologis, sedangkan bagi bahasa yang lain dibatasi secara morfologis.

    E. Crystal (1980: 383-385)

    Pengertian kata adalah satuan ujaran yang mempunyai pengenalan intuitif universal oleh penutur asli, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan.

    F. Chaer (2008)

    Kata merupakan bentuk yang, ke dalam mempunyai susunan fonologi yang stabil dan tidak berubah, dan keluar mempunyai kemungkinan mobilitas dalam kalimat.

    Pengertian Kosakata

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kosakata menurut para ahli diantaranya:

    A. Dahidi dan sudjianto

    Pengertian kosakata adalah keseluruhan kata berkenaan dengan suatu bahasa atau bidang tertentu yang ada didalamnya.

    B. Leonard, Bloomflied

    Definisi kosakata adalah suatu ejaan kata yang merupakan susunan berbahasa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.

    C. Kridalaksana (1982 : 98)

    Kridalaksana mengartikan kosakata sebagai berikut:

    Komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa.
    Kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara, penulis suatu bahasa.
    Daftar kata yang disusun seperti kamus, tetapi dengan penjelasan yang singkat dan praktis.

    D. Henry Guntur Tarigan (1986: 197)

    Arti kosakata adalah kata-kata yang merupakan perbendaharaan suatu bahasa.

    E. Burhan Nurgiyantoro (2001: 213)

    Burhan Nurgiyantoro menyatakan bahwa kosakata adalah kekayaan kata yang dimiliki oleh suatu bahasa.

    F. KBBI

    Kosakata adalah perbendaharaan kata atau banyaknya kata-kata yang dimiliki suatu bahasa.

    Pengertian Istilah

    Berikut ini adalah beberapa pengertian istilah menurut para ahli, diantaranya:

    A. Suherlan Odien R

    Istilah merupakan kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan kata, makna, konsep, proses,keadaan, sifat yang khas dalam bidang tertentu.

    B. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional

    Definisi istilah adalah gabungan kata sedapat-dapatnya berbentuk singkat.

    C. Samsuri

    Pengertian istilah adalah sintaksis bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, frasa.

    D. KBBI

    • kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu
    • sebutan; nama: janda muda disebut dengan — “janda kembang”
    • kata atau ungkapan khusus

    Pengertian Leksikal

    Berikut ini adalah beberapa pengertian leksikal menurut para ahli, sebagai berikut:

    A. Odien R

    Leksikal adalah makna kata ketika kata itu berdiri sendiri, baik dalam bentuk leksem, atau bentuk berimbuhan kurang lebih tetap, seperti yang dapat ditemukan dalam kamus bahasa tertentu.

    B. Kreidler (1988:149)

    Leksikal yaitu sebagian kecil dari suatu kata yang mempunyai arti penuh. Leksikal sendiri berasal dari kata leksikon yang berarati kamus.

    Ada juga yang mengartikan sebagai makna kata yang dijumpai di dalam kamus. Namun, ternyata di dalam kamus tidak hanya memuat makna leksikal dan ada bahasa yang tidak memiliki kamus.

    C. Chaer

    Makna leksikal adalah gambaran nyata tentang suatu konsep seperti yang dilambangkan kata tersebut.

    Sebuah kata yang memiliki makna leksikal sudah jelas bahwa tanpa konteks pun memiliki referen atau makna langsung.

    D. KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Leksikal adalah berkaitan dengan kata; berkaitan dengan leksem; berkaitan dengan kosa kata.

    Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa Makna Leksikal adalah makna yang berkaitan dengan kata, leksem, ataupun kosakata.

    E. Verhaar (1983 : 9)

    Mengarahkan makna leksikal suatu kata terdapat dalam kata yang berdiri sendiri sebab makna sebuah kata dapat berubah apabila kata tersebut telah berada di dalam kalimat.

  • 26 Kosakata Warna Bahasa Indonesia dan Artinya

    Dalam Bahasa Indonesia, ada sejumlah kosakata warna yang jarang diketahui karena jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari.

    Umumnya, warna-warna yang sering diucapkan adalah merah, hijau, biru, kuning, abu-abu, putih, dan hitam.

    Namun, ternyata selain warna-warna itu, masih banyak kosakata warna dalam Bahasa Indonesia, berikut diantaranya:

    • Bangbang = Warna jingga kesumba
    • Kesumba = Warna merah tua; merah menyala
    • Cemani = Warna hitam sama sekali (sampai ke tulang-tulangnya)
    • Dewangga = Warna merah kekuning-kuningan
    • Kirmizi = Warna merah tua atau ungu
    • Kayas = Warna putih sedikit kemerah-merahan; merah muda
    • Fusia = Paduan warna merah, merah muda, dan ungu
    • Hartal = Warna kuning biasa seperti warna bijih besi
    • Ijas = Warna merah keungu-unguan
    • Indranila = Warna hijau gelap kebiru-biruan
    • Danta = Warna putih seperti gading
    • Indigo = Warna ungu lembayung
    • Langking = Warna hitam
    • Wilis = Warna biru kehijau-hijauan; hijau tua
    • Lazuardi = Warna biru muda (seperti warna langit)
    • Jerau = Warna merah tua
    • Kadru = Warna cokelat kemerah-merahan
    • Kapisa = Warna cokelat kemerah-merahan
    • Kecubung = Warna ungu serupa dengan bunga kecubung
    • Kelam baja = Warna abu-abu kehitaman seperti warna logam
    • Terusi = Kebiru-biruan warnanya
    • Kinantan = Warna putih serupa warna bulu angsa
    • Lila = Warna ungu muda
    • Nilakandi = Warna biru langit (indigo)
    • Sedelinggam = Warna merah; meni
    • Turangga = Warna pucat kekuning-kuningan; kelabu