Tag: berita

  • Omah Sehat Banyuwangi, Pusat Terapi Tradisional Sukses Gelar Kegiatan Bakti Sosial Untuk Masyarakat

    Omah Sehat Banyuwangi, Pusat Terapi Tradisional Sukses Gelar Kegiatan Bakti Sosial Untuk Masyarakat

    Bertempat di Perumahan Taman Permata Hijau, Lingkungan Beran, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, Omah Sehat Banyuwangi yang dipimpin oleh Niken Kurnia Ningrum terus menunjukkan dedikasi dalam menghadirkan layanan kesehatan tradisional.

    Pada Minggu, 19 Januari 2025, Omah Sehat Banyuwangi bersama komunitas Sedulur Terapis Blambangan (STB) menggelar kegiatan bakti sosial yang berhasil menarik perhatian masyarakat luas.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai metode pengobatan tradisional sekaligus memberikan layanan kesehatan gratis.

    Layanan yang diberikan meliputi bekam, akupuntur, pijat relaksasi, pembetulan tulang belakang (PTB), terapi ruqyah, hingga terapi totok wajah. Lebih dari 100 orang warga mendapatkan manfaat dari acara ini.

    Ketua STB, Budy Amboyna, C.Ht., menjelaskan bahwa komunitas STB merupakan wadah bagi para terapis dari berbagai latar belakang.

    “Kegiatan baksos ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai metode terapi yang ada, baik tradisional maupun modern. Kami ingin masyarakat tahu bahwa ada banyak cara untuk mengatasi masalah kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” ujar Budy.

    Sebagai salah satu penggerak utama komunitas STB, Niken Kurnia Ningrum menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan solusi kesehatan Islami dan tradisional.

    “Kesehatan adalah amanah. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi dan membantu masyarakat untuk menjangkau layanan kesehatan yang terjangkau, berkualitas, serta berlandaskan nilai-nilai kebaikan,” ujar Niken.

    Menurut Niken, Omah Sehat Banyuwangi tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi rumah bagi berbagai kegiatan sosial yang mendukung kesehatan masyarakat secara holistik.

    “Kami percaya bahwa kesehatan tubuh dan jiwa harus berjalan seiring. Dengan pendekatan tradisional yang alami dan Islami, kami ingin menjadi bagian dari solusi kesehatan masyarakat Banyuwangi,” tambahnya.

    Kegiatan bakti sosial ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari warga setempat. Titis Anganten, salah satu peserta terapi, mengaku sangat terbantu dengan layanan ini.

    “Pelayanan yang baik dan pemeriksaan yang akurat membuat saya lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Bung Aguk yang juga sebagai pemerhati kesehatan masyarakat turut mengapresiasi kegiatan ini.

    Disebutkan jika bakti sosial seperti sangat membantu masyarakat, khususnya bagi yang kurang mampu, sehingga diharapkan bisa dilakukan secara rutin.

    “Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi yang kurang mampu. Semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan secara rutin,” papar Bung Aguk yang merupakan anggota FBS (Forum Banyuwangi Sehat).

    Meski dilakukan secara sukarela, peserta diizinkan memberikan infak yang digunakan untuk operasional acara.

    Niken dan tim berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

    “Kami ingin menjangkau lebih banyak masyarakat, tidak hanya di kota Banyuwangi, tetapi juga di daerah-daerah terpencil. Dukungan dari berbagai pihak akan sangat membantu agar kegiatan ini bisa lebih luas manfaatnya,” tutup Niken.

    Sekilas Tentang Omah Sehat Banyuwangi

    Omah Sehat Banyuwangi adalah pusat layanan kesehatan yang berfokus pada metode pengobatan tradisional dan Islami.

    Berlokasi di Perumahan Taman Permata Hijau, Lingkungan Beran Blok E11, Kebalenan, Banyuwangi, Omah Sehat Banyuwangi dikelola oleh Niken Kurnia Ningrum, seorang terapis berpengalaman yang juga aktif dalam komunitas Sedulur Terapis Blambangan (STB).

    Layanan yang tersedia di Omah Sehat Banyuwangi meliputi:

    • Bekam
    • Akupuntur
    • Pijat relaksasi
    • Pembetulan Tulang Belakang (PTB)
    • Ruqyah syar’i
    • Totok wajah, dan berbagai metode terapi tradisional lainnya.

    Selain memberikan layanan kesehatan, Omah Sehat Banyuwangi juga rutin mengadakan kegiatan sosial seperti bakti sosial dan terapi gratis bagi masyarakat.

    Dengan mengusung nilai-nilai Islami, Omah Sehat Banyuwangi hadir untuk memberikan solusi kesehatan holistik yang alami, efektif, dan terjangkau.

    Alamat:

    Perumahan Taman Permata Hijau, Lingkungan Beran Blok E11, RT.01/RW.01, Kebalenan, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68417.

  • 20 Tahun JRKBB, Siap Hadapi Tantangan Zaman Melalui Media Sosial dan Jurnalistik Digital

    20 Tahun JRKBB, Siap Hadapi Tantangan Zaman Melalui Media Sosial dan Jurnalistik Digital

    Dalam rangka memperingati 20 tahun Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB), panitia menyelenggarakan lokakarya bertema media sosial dan jurnalistik warga di era digital.

    Acara ini digelar pada Minggu (12/1/24) di Sekretariat RAPI Lokal 8 Sendangwaras, Karangsari, Sempu, dengan menghadirkan Humas Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Setnas Pusat, Indah Catur Cahyaningtyas, sebagai keynote speaker.

    Indah Catur menyampaikan apresiasi kepada pegiat JRKBB yang tetap bertahan dengan semangat gotong royong dalam menghidupi radio komunitas di tengah berbagai dinamika dan tantangan zaman.

    "Maka spirit Banyuwangi mewarnai semangat JRKI se-Nusantara dan menjadi perhatian AMARC yang menaungi radio komunitas se-Asia Pasifik!" ungkap reporter Rakom Bung Tomo FM dan DPK Radio Ar Rohman FM ini, disambut tepuk tangan para hadirin.

    Lebih lanjut, pembina Yayasan Aura Lentera Indonesia yang fokus pada pendampingan disabilitas ini juga mengucapkan terima kasih kepada KPUD dan Bawaslu Kabupaten Banyuwangi yang telah menggandeng JRKBB dalam sosialisasi Pilkada 2024.

    Ketua panitia, Haderi, menyampaikan terima kasih kepada anggota yang telah mengirimkan 45 kader untuk belajar media sosial dan jurnalistik di era digital bersama para pakar.

    Panitia menghadirkan narasumber Hadi Purwanto dari Radio Planet FM yang telah bertahun-tahun sukses berkonvergensi ke berbagai platform media sosial hingga mampu merangkul lansia dan menjadi favorit pemirsa Gen-Z.

    Dalam materinya, Hadi Purwanto menjelaskan bagaimana sejarah hadirnya radio hingga masuk ke dunia digital saat ini.

    Kemudian, narasumber selanjutnya yaitu Martagela Kamahayo, YouTuber dari channel Jaring Usaha Gage dengan 23 ribu pengikut yang pernah meraup penghasilan hingga 8 juta sehari.

    Martagela Kamahayo mengajarkan kepada peserta bagaimana merintis channel YouTube yang kemudian dapat menjadi sumber penghasilan utama.

    "Saya dulu juga berawal dari nol, niat berhenti kerja dan memutuskan untuk jadi YouTuber. Alhamdulillah, setelah proses yang cukup panjang, kini YouTube bisa jadi sumber penghasilan," ujarnya.

    Dari sektor media online, acara ini turut menghadirkan dua pemimpin umum yang telah sukses mengelola platform digital mereka, yaitu Ahmad Masduki dari Jurnalnews dan Maulana Affandi dari sastrawacana.id/.

    Keduanya berbagi wawasan mendalam mengenai strategi efektif dalam memanfaatkan media online, mulai dari pengelolaan konten, optimalisasi platform, hingga teknik pemasaran digital yang dapat membuat sebuah informasi atau produk menjadi viral dan menarik perhatian khalayak luas.

    Masduki lebih menekankan tentang bagaimana cara menulis berita yang baik sesuai dengan kaidah jurnalistik.

    Ia menuturkan jika menulis berita bukan hal yang sulit bagi para pegiat radio karena sebagai penyiar tentu sudah familiar dengan kalimat-kalimat yang sifatnya jurnalistik.

    "Menulis berita itu mudah, saya yakin kalian bisa. Saya ngajarin anak sekolah bisa, jadi kalian harusnya lebih bisa," terangnya.

    Sementara Maulana Affandi, pemimpin redaksi sastrawacana.id/ sekaligus Penerbit Lintang Banyuwangi menekankan bagaimana landasan berpikir sebelum memulai mendigitalisasikan radio yang dimiliki.

    Menurut Affandi, di era digital ini persaingan teramat ketat, sehingga perlu ada pembeda agar bagi yang baru terjun dapat bersaing dengan pemain lama.

    "Kalau yang kita sajikan sama, audiens cenderung lebih memilih brand yang sudah terkenal. Maka, kita harus punya karakteristik sendiri dalam memulai bermedia sosial," ujarnya.

    Acara juga menghadirkan Andre Repelita Waluyo, founder aplikasi Gata yang memanfaatkan kartu nama digital untuk mengoptimalkan potensi platform.

    Dalam materinya, Andre menjelaskan bagaimana pengorganisasian digital sehingga semua informasi dapat diakses dengan mudah hanya dengan satu platform.

    Sehingga, para pegiat radio tidak hanya bisa mempublish konten saja, tapi juga dapat berjualan yang membuat aktivitas digital menjadi lebih mudah.

    Acara yang dipandu oleh host Qurrota A’yunin dari Podcast Gotongroyong'45 ini juga mengundang Yeti Chotimah untuk berbagi refleksi tentang literasi digital, meliputi pencegahan hoaks, kejahatan di media sosial, hingga bijak menggunakan AI.

    Kegiatan ini didukung oleh Kangmas Riyadi Pete Purwanto, Ketua RAPI 08 & Forum Komunikasi Kecamatan Sehat Sempu; Yudha HRD dari Beras Ratu Ayu, serta Syaiful Hadi, presenter Pil Hitam JSS Slaber Trust.

    Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng ingkung persembahan Radio Bisma FM, dilanjutkan dengan makan bersama nasi bungkus daun pisang, serta doa yang dipimpin Bung Aguk Darsono untuk mengenang mantan pengurus yang telah berpulang ke hadirat Ilahi Rabbi.

  • Banyuwangi Rayakan Hari Disabilitas Internasional dengan Semangat Inklusi dan Prestasi

    Banyuwangi Rayakan Hari Disabilitas Internasional dengan Semangat Inklusi dan Prestasi

    Yayasan Aura Lentera Indonesia menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional dengan acara Grand Awarding yang spektakuler.

    Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 21-22 Desember 2024, dengan melibatkan berbagai pihak seperti Muspida, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial PP&KB, Disbudpar, Diskominfo & Persandian, Pudam, serta utusan lintas komunitas difabel, termasuk USAID ERAT yang baru saja menyelesaikan pelatihan informasi bagi penyandang disabilitas.

    Ketua Yayasan Aura Lentera, Nurhadi Windoyo yang mengenakan kaca mata hitam pada malam itu, menyampaikan dengan penuh kebanggaan bahwa Banyuwangi menjadi satu-satunya wilayah di dunia yang menggelar rangkaian perayaan Hari Disabilitas Internasional, yang jatuh pada 3 Desember, secara lengkap dan beragam.

    “Dimulai dari Festival Kita Bisa Sekolah Inklusi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Resepsi Kreasi dan Peduli Difabel oleh Dinas Sosial di Asrama YKPTI, kegiatan oleh PPDI di Desa Benelan Lor Kabat, pelatihan kolaborasi USAID Erat dengan Diskominfo, talkshow bersama JTV & Kominfo, Sosialisasi BPJS Kesehatan, hingga Lokalatih Keterbukaan Informasi Publik oleh Aura Lentera di Hotel Santika pada 17 Desember. Puncaknya, kami menggelar pelatihan dan lomba tingkat nasional, termasuk lomba fiksi pentigraf, baca puisi, dan menyanyi, yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah seperti Lampung, Riau, Bontang, Tangerang, Semarang, Mojokerto, dan Jember,” jelas Nurhadi, seorang guru komputer Braille di SLB Negeri A Banyuwangi yang juga mantan Ketua PERTUNI dan pernah tampil di program Kick Andy.

    Dalam acara yang disiarkan secara langsung melalui LPPL Blambangan FM Kominfo ini, Nurhadi juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak, baik dari SKPD Pemkab, BUMD, perusahaan swasta, maupun donatur individu yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan semangat gotong royong.

    Khairul Hidayat, S.Sos, Kabid Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Bencana, memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Aura Lentera atas dedikasinya selama 17 tahun dalam mempromosikan SDM dan UMKM sahabat inklusi serta memperjuangkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.

    “Kami bangga atas prestasi dan kreasi luar biasa dari komunitas ini. Selama ini, kerja sama kami dengan Aura Lentera sangat baik, dan ke depannya, kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan langkah konkret agar komunitas ini semakin bergerak dan berdaya,” tutur Khairul, yang sebelumnya juga pernah menjadi Pembina Forum Banyuwangi Sehat saat bertugas di Bappeda.

    Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap bahwa rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendukung penyandang disabilitas dan mendorong partisipasi aktif dalam mewujudkan inklusi sosial.

    Pada hari kedua, rangkaian acara berlanjut di panggung kreatif Selasar BCS-CFD-BCM Blambangan, di mana diadakan pelatihan mobilitas bagi pendamping mitra netra oleh Moh. Safarudi.

    Selain itu, ada pula pelatihan bahasa isyarat untuk pendamping tunarungu yang dipandu oleh pengurus Gerkatin dan Taliwangi, yaitu Abdullah dan Ricky, dengan pendampingan tiga juru bicara isyarat: Firdaus, Nabila, dan Rensa, yang merupakan guru SLB Negeri C Banyuwangi.

    Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi, kolaborasi, dan penguatan kesadaran publik terhadap pentingnya kesetaraan dan dukungan nyata bagi penyandang disabilitas di Banyuwangi. (Yeti Ch/Aguk)

  • Semarak P5 dan Classmeeting SMP Negeri 2 Rogojampi: Peringati HARJABA ke-253 dengan Pasar Inovasi Kewirausahaan dan Lomba Olahraga

    Semarak P5 dan Classmeeting SMP Negeri 2 Rogojampi: Peringati HARJABA ke-253 dengan Pasar Inovasi Kewirausahaan dan Lomba Olahraga

    Di penghujung semester ganjil tahun ajaran 2024-2025 SMP Negeri 2 Rogojampi mengadakan kegiatan P5 dan Classmeeting yang dilaksanakan mulai tanggal 17-19 Desember 2024 sekaligus memperingati Hari Jadi Banyuwangi (HARJABA) yang ke-253.

    Dalam kegiatan P5 kali ini mengangkat tema Pasar Inovasi Kewirausahaan (PIK). Kegiatan berupa bazar kuliner dan minuman kekinian yang diikuti peserta dari kelas 7, 8 dan 9.

    Bazar kuliner dan minuman dibuka mulai pukul 07.00 Wib sampai selesai.

    Berbeda dengan kegiatan bazar umumnya pengunjung tidak menggunakan uang untuk membeli produk. Namun dengan menggunakan kupon sebagai alat pembayaran.

    Untuk jenis kupon minuman senilai Rp3.000, sedangkan kupon makanan berat senilai Rp7.000.

    Kupon telah disiapkan oleh kelas masing-masing bisa dibeli oleh peserta didik di kelas itu terlebih dulu sebelum kegiatan bazar berlangsung. Dalam waktu kurang lebih 3 jam semua produk ludes terjual.

    “Di momen bazar kali, saya sangat senang dan bersemangat sekali. Karena saya dan teman-teman bisa belajar menjadi seorang wirausaha. Mulai dari cara membuat produk, packing produk sampai mempromosikan dan menjual produk. Ini kesempatan baik buat kami untuk belajar menjadi wirausaha yang sukses” jelas Nayla peserta bazar kelas 7.

    Untuk kegiatan Classmeeting ada lomba Futsal dan bola Voli yang diikuti peserta kelas 7, 8 dan 9.

    Tim yang bertanding sangat antusias sekali meski lapangan diguyur hujan. Di tengah hujan mereka tetap semangat bertanding.

    “Apa yang menjadi harapan dan keinginan saya sudah terwujud. Di momen HARJABA kali ini kami bisa melaksanakan kegiatan P5 sekaligus Classmeting. Kegiatan P5 Bertujuan untuk mencetak jiwa kewirausahaan peserta didik. Anak-anak bisa belajar wirausaha dengan baik sebagai praktik baik budaya positif sekolah. Selain itu Classmeting bertujuan menggali potensi dibidang olah raga dan praktik baik untuk kegiatan ekskul yang ada” jelas Marhenyantoro, S.Pd., SH., MM, selaku Kepala SMP Negeri 2 Rogojampi.

    Beberapa prestasi SMP Negeri 2 Rogojampi di bidang non akademik diantaranya Juara 2 tingkat pelajar se-kabupaten Banyuwangi.

    Lomba Hadrah Juara tingkat 2 se-kabupaten.

    Bahkan untuk lomba karate, tari, musik tradisional dan fashion pernah menjadi juara tingkat Nasional.

    Ketua panitia pada kegiatan P5 kali ini digawangi Rendi Black. Sedangkan ketua panitia kegiatan Clasmeeting digawangi oleh Hari Pusdika Trisno Putra merupakan Guru Penggerak Angkatan 3.

    Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Pelatihan Menulis Puisi MI Darun Najah II, Majidatul Himmah: Menulislah untuk Dikenang dan Menjadi Ilmu yang Bermanfaat

    Pelatihan Menulis Puisi MI Darun Najah II, Majidatul Himmah: Menulislah untuk Dikenang dan Menjadi Ilmu yang Bermanfaat

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap literasi, MI Darun Najah II Banyuwangi menggelar pelatihan Menulis puisi bagi siswi.

    Kegiatan yang melibatkan 99 siswi ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu H. Syafaat, S.H, M.H.I (Ketua Yayasan Lentera Sastra) dan Maulana Affandi, S.S (Pemred Penerbit Lintang & media Sastrawacana)

    Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Majidatul Himmah. S. Ag  mengingatkan jika karya dapat membuat seseorang dikenang dan menjadi amal jariyah jika tulisan itu dimanfaatkan  orang banyak, sehingga ia mengajak kepada setiap siswi untuk berkarya.

    “Tanpa karya, seseorang akan dilupakan. Maka kita harus menulis, agar nama kita dikenang selamanya,” paparnya.

    Pemateri pertama, Syafaat menjelaskan pengetahuan dasar tentang puisi dan memberi motivasi agar para siswi dapat berkarya.

    Kemudian, Syafaat juga menegaskan bahwa tidak ada tulisan yang jelek, sehingga ia menyeru kepada siswi agar tidak malu dengan tulisannya.

    “Tidak ada tulisan yang jelek, semua karya itu bagus. Jadi jangan malu, ya!” tegasnya.

    Tak hanya itu, Syafaat juga berbagi buku ‘Hebat Bersama Ummat’ pada siswa yang bisa menjawab pertanyaan, yaitu Hawa Ummu Salamah yang punya prestasi Hafidz, serta Adelia yang punya prestasi baca puisi di event Porseni, event Komunitas Gotongroyong45 dan finalis lomba se Jawa Bali di Bustanul Makmur 2023.

    Pemateri selanjutnya, Maulana Affandi yang merupakan alumni Fakultas Sastra UNEJ menggiring siswi interaktif untuk ungkapkan perasaan dan tuangkan dalam puisi.

    “Itu kenapa puisi disebut ungkapan hati atau curhat dalam bentuk tulisan yang indah, tapi cukup beberapa bait saja, nggak sampai jadi pentigraf atau cerpen bahkan novel,” paparnya.

    Affandi mengajarkan beberapa trik menulis puisi bagi siswi madrasah, salah satunya adalah menulis daftar kata yang berkaitan dengan tema atau topik yang diangkat.

    Dengan beberapa trik yang diberikan, siswi menjadi lebih mudah dalam menulis puisi.

    Setelah dialog interaktif, Maulana Affandi mengajak para siswi untuk praktik menulis puisi dengan menekankan agar menulis dengan hasil pemikiran sendiri, bukan mencontek atau duplikasi.

    Di sesi akhir, Bung Aguk yang turut hadir juga memberi arahan kepada para siswi, sekaligus membantu mereka dalam mengoreksi puisi yang ditulis.

    Kegiatan yang dipandu Miss Aida dan Yusqi  serta dinotulensi Ust Bagas itu, akhirnya menghasilkan karya puisi spontan dengan waktu relatif cepat.

    “Harapannya saat perpisahan akhir tahun ajaran akan terbit buku kedua ‘Petualangan  Penaku’ karya guru dan siswi tentang cerita dan puisi!” tutur Miss Aida yang diamanati pengembangan literasi dan kesiswaan ini.

    Sebagai iformasi tambahan, madrasah dengan program unggulan hafidzah ini, memiliki ekstra puisi, pantomin, pidato, nasyid, renang, MTQ kaligrafi .

    Di akhir pelatihan, siswi yang ikut lomba menulis surat ke Bupati dikumpulkan via Kepala Madrasah untuk selanjutnya dikirim ke Radar Banyuwangi sebelum deadline jelang Asyar.

    Penulis: Maulana Affandi/Aguk

  • USAID Gelar Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    USAID Gelar Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    sastrawacana.id/ – Sebagai bagian dari upaya peningkatan akses informasi publik, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten (Diskominfo) Banyuwangi bersama United States Agency for International Development (USAID) Erat dan Yayasan Aura Lentera Indonesia menggelar kegiatan Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) bagi penyandang disabilitas, Selasa (17/12/2024).

    Kegiatan yang digelar di Hotel Santika Banyuwangi ini juga menghadirkan berbagai komunitas difabel dan OPD.

    Usai menyanyikan lagu kebamgsaan Indonesia Raya, dilanjut dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz M. Amir, seorang penyandang tuna daksa yang hadir menggunakan kursi roda.

    Koordinator Provinsi USAID Erat Jawa Timur, Muhammad Ikhsan melalui Zoom Meeting menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia serta Pemerintah Banyuwangi atas dukungan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Diskominfo karena telah memfasilitasi dan mendukung kegiatan yang sangat berguna bagi teman-teman disabilitas,” ucapnya.

    Muhammad Ikhsan menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik adalah hak dasar yang harus dijamin oleh negara.

    Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka ruang berpikir, bertindak serta ketrampilan bagi penyandang disabilitas untuk menyuarakan kebutuhan mereka.

    “Ini adalah momen yang istimewa karena memberi ruang kepada teman-teman penyandang disabilitas untuk mendapatkan hak setara dalam akses informasi publik. Saya harap ada keberlanjutan ke depan sehingga hasil rembug  dapat menjadi evaluasi prioritas bersama antara pemerintah dan komunitas difabel” imbuhnya.

    Tak sampai di situ, ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Fasilitator Pelayanan Publik USAID Erat distrik Besuki, Sri Rahayu Sugiartiningsih, penggagas acara yang disebutnya bekerja keras siang dan malam untuk memastikan kegiatan ini terwujud.

    Kepala Dinas Kominfo Banyuwangi, Budi Santoso, S.Sos, M.Si membuka sambutannya dengan mengucapkan Selamat Hari Disabilitas Internasional kepada seluruh penyandang disabilitas.

    Ia menegaskan jika pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesetaraan akses informasi bagi penyandang disabilitas.

    “Keterbukaan informasi publik merupakan hak seluruh warga, tanpa kecuali, sehingga semua dapat merasakan manfaatnya dalam berbagai hal,” ujar Budi.

    Budi Santoso juga menuturkan jika Pemkab Banyuwangi terus berbenah dalam menghadirkan fasilitas, termasuk sarana dan prasarana yang ramah disabilitas.

    Sebagai langkah nyata, Budi mengumumkan bahwa berbagai kegiatan besar Pemkab, termasuk perayaan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-253 pada tanggal 18 Desember 2024 akan dilengkapi dengan juru isyarat sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas.

    Tak sampai di situ, nantinya juga akan ada event-event yang melibatkan berbagai komunitas disabilitas, sehingga setiap insan yang ada di Banyuwangi memiliki kesetaraan serta hak yang sama.

    Saat ini, Diskominfo sedang fokus kepada Keterbukaan Informasi Publik (KIP), sehingga setiap informasi yang ada di Banyuwangi dapat diterima oleh segenap masyarakat.

    Materi Literasi KIP dari Para Ahli

    Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber, diawali oleh Astrid, konsultan USAID Erat Jakarta sekaligus pakar keterbukaan informasi publik.

    Dalam materinya yang disampaikan via Zoom Meeting dari Jakarta, Astrid memberikan pemahaman mendalam tentang hak-hak akses informasi bagi penyandang disabilitas.

    Ia menekankan pentingnya memastikan informasi yang disediakan badan publik mudah dipahami oleh semua, termasuk difabel.

    “Keterbukaan informasi bukan hanya sekadar memberikan data, tetapi memastikan informasi tersebut bernilai, dapat diakses, dan dimengerti oleh penerima,” kata Astrid.

    Astrid juga mengapresiasi langkah Banyuwangi sebagai salah satu kabupaten yang melibatkan langsung penyandang disabilitas dalam forum formal seperti ini.

    “Banyuwangi telah melakukan praktik baik yang patut ditiru kabupaten lain,” tambahnya.

    Tak hanya itu, Astrid juga memaparkan bagaimana Undang Undang mengatur akses informasi, termasuk apa saja hak-hak yang dapat diterima oleh masyarakat.

    Dijelaskan pula jika masyarakat dapat mengajukan permohonan untuk mengetahui informasi secara langsung ke Diskominfo, baik via online maupun manual dengan datang langsung ke kantor dinas.

    Dalam FGD yang dipandu Indah Catur Cahyaningtyas, pemateri selanjutnya, yakni M. Arif Fajartono, Hendy serta Nafi Ferdian, ST, MT, selaku pengelola website pemkab dan PPID dari Dinas Kominfo Banyuwangi kemudian memaparkan berbagai kanal informasi publik yang sudah tersedia.

    Dari website PPID, media sosial, hingga kerja sama dengan radio komunitas berijin anggota JRKBB, Pemkab Banyuwangi berusaha menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

    Nafi juga membuka kesempatan kepada peserta untuk memberi masukan agar platform informasi publik menjadi lebih ramah disabilitas.

    “Saat ini kami telah mengembangkan PPID yang ramah disabilitas, nantinya kami mohon masukan dari teman-teman agar website menjadi lebih mudah diakses,” jelas Nafi.

    Nafi berharap agar lokalatih tidak berhenti hanya sampai sini saja, tapi ada dampak dan keberlanjutan bagi segenap peserta yang hadir.

    “Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan ada tindak lanjut konkret yang melibatkan teman-teman difabel,” tuturnya ramah.

    Arif menekankan bahwa masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak penuh untuk mengajukan permintaan informasi sesuai UU KIP Nomor 14 Tahun 2008.

    Materi disampaikan sekaligus praktik mengakses PPID yang diikuti oleh seluruh peserta, dibantu oleh pendamping masing-masing.

    Terutama bagi tuna netra, Nurhadi Windoyo selaku Ketua Aura Lentera langsung mendampingi dan mengajarkan bagaimana mengakses PPID dan apa saja yang tertera di laman tersebut.

    Dari praktik tersebut, banyak masukan serta saran dari para peserta disabilitas untuk Diskominfo agar laman PPID lebih mudah diakses, khususnya bagi tuna netra.

    Di akhir acara, Sri Rahayu selaku penggerak inisiasi kegiatan ini menyampaikan melalui kegiatan ini, diharapkan penyandang disabilitas di Banyuwangi memiliki pemahaman yang lebih baik tentang keterbukaan informasi publik dan bagaimana mengaksesnya.

    Bibit Sri Lestari (HWDI) dan Abdullah (Gergatin) menyambut baik lokalatih yang membuat para peserta jadi melek teknologi di era digital. Diharapkan ada pelatihan serta pendampingan berkelanjutan untuk bisa selancar di media sosial.

    Penulis: Maulana Affandi/Aguk

  • SMK PGRI Rogojampi Rayakan HARJABA ke-253 dengan Lomba Celatu Using, Nguri-nguri Budaya dan Semangat Kebersamaan

    SMK PGRI Rogojampi Rayakan HARJABA ke-253 dengan Lomba Celatu Using, Nguri-nguri Budaya dan Semangat Kebersamaan

    Dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (HARJABA) yang ke-253, SMK PGRI Rogojampi mengadakan Classmeeting Lomba Celatu Using & Dongeng Using dan beberapa lomba ketangkasan.

    Classmeeting dilaksanakan mulai tanggal 16 – 18 Desember 2024 di kampus SMK PGRI Rogojampi Pusat Keunggulan yang diikuti oleh peserta didik kelas X-XI.

    Di hari sebelumnya, Sabtu tanggal 14 Desember 2024 ada kegiatan P5 untuk kelas XI, yaitu lomba paduan suara dengan lagu wajib Umbul-Umbul Blambangan dan lagu pilihan lagu Banyuwangi.

    Para peserta kompak serta mengenakan pakaian adat Banyuwangi melantunkan lagu Umbul-Umbul Blambangan dengan merdunya sebagai simbol semangat lare-lare Banyuwangi.

    Classmeeting dimulai hari Senin tanggal 16 Desember 2024 diawali dengan upacara pembukaan dilanjutkan lomba Celatu Using dari peserta kelas X-XI di Aula SMK PGRI Rogojampi.

    Pada lomba celatu perdana ini, sangat luar biasa antusias dari peserta yang mewakili kelas masing-masing dengan menggunakan pakaian adat khas Banyuwangi.

    Lomba Celatu Using dan dongeng Bahasa Using mengambil tema ‘Membangun Kebersamaan Diri Lestarikan Budaya Banyuwangi.’

    Seluruh peserta lomba celatu fasih dalam menggunakan dialog Using. Hal ini terlihat dari dialog yang dipakai selama lomba berlangsung.

    Dimana logat Using dari masing-masing daerah memiliki ciri khas yang berbeda. Sesekali peserta melontarkan wangsalan dan basanan (pantun Bahasa Using).

    Hadir dalam acara lomba celatu sebagai juri, yaitu Andi Budi Setiawan selaku Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPI WANGI) dan Eko Wahyudi (Cak Ndut Arweter) dari Komunitas Osing Pelestari Adat dan Tradisi (KOPAT).

    Pada tanggal 17 Desember 2024 kegiatan lomba dongeng Bahasa Osing yang diselingi dengan lomba-lomba ketangkasan siswa.

    Tepat di akhir kegiatan tanggal 18 Desember 2024 nanti, akan diadakan acara pentas seni dan pengumuman juara classmeeting.

    “Momen classmeeting kali ini kita manfaatkan untuk nguri-nguri bahasa osing lewat lomba celatu dan dongeng bahasa osing. Ini sebagai bentuk komitmen SMK PGRI Rogojampi dalam melestarikan budaya bahasa osing. Kalau tidak kita siapa lagi. Kalo tidak sekarang kapan lagi” jelas Qomaruzzaman (Gus Qomar) selaku ketua panitia.

  • MI Darun Najah II Banyuwangi, Madrasah dengan Segudang Prestasi di Bidang Literasi

    MI Darun Najah II Banyuwangi, Madrasah dengan Segudang Prestasi di Bidang Literasi

    MI Darun Najah II Banyuwangi merupakan salah satu madrasah dengan pencapaian terbaik dalam bidang literasi di Kabupaten Banyuwangi.

    Dengan berbagai prestasi yang diraih oleh para siswi, madrasah ini semakin memantapkan posisinya sebagai percontohan pendidikan literasi di sekolah.

    Sejumlah penghargaan berhasil diraih oleh para siswi MI Darun Najah 2, seperti juara lomba puisi, bercerita, dan pidato di tingkat kabupaten.

    Hal ini mencerminkan komitmen MI Darun Najah II Banyuwangi dalam membentuk generasi yang unggul di bidang literasi.

    Maulana Affandi, pemimpin redaksi Penerbit Lintang Banyuwangi, berkunjung ke MI Darun Najah II pada Sabtu (14/12/2024).

    Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Kepala Madrasah, Majidatul Himmah, S.Ag., untuk membahas berbagai program literasi yang telah diterapkan di madrasah ini.

    Affandi juga memberikan kenang-kenangan berupa buku terbitan Penerbit Lintang Banyuwangi sebagai dukungan atas semangat literasi yang digalakkan di sana.

    Keberhasilan MI Darun Najah 2 Banyuwangi di bidang literasi tidak terlepas dari berbagai program unggulan yang diterapkannya.

    Salah satu program unggulannya adalah Gerbang (Gemar Berbahasa Asing), inisiatif dari Kementerian Agama Banyuwangi.

    “Setiap hari Rabu, anak-anak berbahasa Inggris, mulai dari masuk gerbang hingga di kelas, untuk membiasakan mereka menggunakan bahasa Inggris,” ujar Kepala Madrasah.

    Selain itu, setiap siswi diwajibkan mengikuti ekstrakurikuler tahfiz Quran. Kepala Madrasah menyebut bahwa keberhasilan para siswi juga dipengaruhi oleh barokah dari membaca Al-Quran setiap hari.

    “Mungkin salah satu rahasia keberhasilan siswi adalah barokah dari Al-Quran. Dengan membaca dan menghafalnya, para siswi menjadi lebih disiplin dan cerdas,” tuturnya.

    Keberhasilan literasi di MI Darun Najah II juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya Yayasan Lentera Sastra yang digawangi oleh Syafaat.

    Sebagai penggerak literasi di Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Syafaat sering memberikan pelatihan kepada para siswi.

    Ia menekankan pentingnya literasi dalam membentuk generasi madrasah yang cerdas dan berwawasan luas.

    “Sudah dua buku yang diterbitkan oleh para siswi MI Darun Najah II. Dalam pelatihan, kami memberikan panduan sehari penuh, lalu anak-anak langsung menulis cerita berdasarkan pengalaman mereka,” ungkap Syafaat.

    Buku berjudul Petualangan Penaku adalah salah satu hasil kolaborasi antara MI Darun Najah 2 dan Yayasan Lentera Sastra.

    Buku ini memuat cerita-cerita dari para siswi yang mengangkat kehidupan mereka sehari-hari.

    Sementara itu, Aida Aristia Dewi, S.Pd., salah satu guru di MI Darun Najah II, juga turut berperan aktif dalam menggerakkan semangat literasi.

    Sebagai pegiat sastra dan pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris, ia kerap menggunakan puisi sebagai medium untuk meningkatkan minat siswi dalam membaca dan menulis.

    “Kami anggap puisi sebagai kegiatan literasi yang menyenangkan. Harapannya, ketika siswi mulai menyukai puisi, mereka akan gemar membaca,” jelas Aida.

    Selain mengajarkan puisi, Aida juga mendorong siswi untuk menulis karya-karya kreatif yang nantinya dapat diterbitkan sebagai buku.

    Komitmennya dalam bidang literasi menjadikannya salah satu figur penting di MI Darun Najah 2 Banyuwangi.

    Hal senada juga disampaikan oleh Bung Aguk, seorang budayawan dan pengajar puisi di MI Darun Najah II yang turut berkontribusi dalam memajukan literasi di madrasah.

    Ia menuturkan bahwa anak-anak yang mendalami ilmu agama cenderung lebih cerdas dan mampu memahami pelajaran dengan lebih baik.

    “Mereka yang mempelajari ilmu agama memiliki daya tangkap yang lebih tajam dalam memahami pelajaran,” terangnya, sembari mengenalkan salah satu murid berprestasi bernama Nayla.

    Hal ini menunjukkan sinergi antara pendidikan agama dan literasi dalam membentuk karakter para siswi MI Darun Najah 2.

    Dengan berbagai program unggulan, dukungan guru, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, MI Darun Najah II Banyuwangi terus menjadi inspirasi dalam dunia pendidikan.

    Madrasah ini tidak hanya mencetak generasi berprestasi di bidang literasi, tetapi juga generasi yang unggul dalam nilai-nilai agama.

  • Memaknai Hari Disabilitas Nasional, BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi untuk Komunitas Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    Memaknai Hari Disabilitas Nasional, BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi untuk Komunitas Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    Memaknai Hari Disabilitas Nasional, BPJS Kesehatan sosialisasi program kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada berbagai komunitas penyandang disabilitas di Ruang Rindu pada Selasa, (10/12/24).

    Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Kabupaten Banyuwangi melalui Kabid Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Bencana Khoirul Hidayat  menyampaikan hendaknya semua warga ikut JKN BPJS Kesehatan.

    Ia menekankan pentingnya mendaftar sebagai peserta sejak dalam kondisi sehat, baik melalui perusahaan maupun secara mandiri, karena pembiayaan pengobatan saat sakit bisa sangat tinggi.

    “Bila tak mampu maka hubungi desa untuk jadi Peserta Bantuan Iuran (PBI) yang dibayari Pemda atau kementerian!” tuturnya, seraya sampaikan inovasi kartu Gandrung dan program istimewa untuk warga yang berkebutuhan khusus.

    Sesi penyampaian materi dilanjutkan oleh Kabid Peningkatan Mutu Kepesertaan BPJS Kesehatan wilayah Banyuwangi dan Situbondo, Hangki Kurniawan.

    Ia membuka ruang untuk para peserta berbagi pengalaman selama menjadi anggota BPJS Kesehatan.

    Beberapa peserta, seperti Kurnia DMI, Nabila JBI, Windoyo dari komunitas Aura Lentera, serta Untung Baidowi, menceritakan pengalaman mereka menggunakan layanan BPJS Kesehatan di klinik, puskesmas, hingga rumah sakit rujukan

    “Prinsipnya gotong royong dan selain di kantor ada balai desa tempat layanan serta aplikasi Pandawa 08118165165. Di tiap rumah sakit juga ada nomer BPJS 1 untuk konsultasi dan keluhan!” tuturnya ramah seraya berbagi souvenir mug dan payung.

    Robin Febrianto, relawan Yayasan Aura Lentera menyampaikan sosialisasi ini penting karena di lapangan banyak penyandang ragam difabel yang mengalami kendala mulai dari desa hingga rumah sakit.

    Harapannya semua pengurus berbagai komunitas bisa teruskan informasi ini ke anggota berikut keluarganya!” jelasnya seraya infokan pihaknya mau adakan HDI dengan lomba menyanyi,  aca puisi dan menulis cerpen bagi difabel tingkat nasional yang dipusatkan di Banyuwangi 20-22 Desember 2024.

  • Hasan Ali ‘Neko’ Nong Peluncuran Puisi Basa Using Suwidak Siji Karya Jaenuri NZ

    Hasan Ali ‘Neko’ Nong Peluncuran Puisi Basa Using Suwidak Siji Karya Jaenuri NZ

    Kumpulan 61 undharasa Using kanggo nyuguhaken sugihe budaya karya Drs. Ir. Jaenuri NZ, M.Pd Meluncur dino Ahad, 8 Desember 2024 ning LKP ambi TBM ELIT Lemahbang Dewo Rogojampi.

    Undharasa iki kanggo kado rabine hang diwelasi hang wis purnatugas dadi guru ring SMPN 2 Rogojampi setaun sabene: Dra. Yayuk Werdi Arini, MM hang umure 61 ambi kanggo kutha kelahiran hang wis ke-253 taun sakmarine Perang Puputan Bayu 18 Desember 1771.

    Buku Suwidak Siji (61) iki kumpulan ghurit hang ping 2 sakmarine taun sabene temane telulikur (23) mergo jumlah puisi 23 lan makna niat hajate.

    “Dongakno kesat terus nggawe puisi 99 Asmaul Husna dadi taun ngarep kene kumpul maning.Wis ana modal 23 puisi awal hang durung ISBN mung wis nyebar gratis nong 200 an SD/MI!” Jare penggowes onthel lan petani bonsai iki.

    Budayawan Aekanu Haryono seneng nyang kancane iku hang padha pinter Basa Inggris ambi miloni nerbitaken buku kanggo amal jariyah nyang generasi bangsa.

    “Selamat, prof Nuri spesial puisi bahasa dhaerah using hang saktemene kanggo tanah kelahiran!” Jare pendongeng wayang jajang hang seneng berudeng, kaos lukis gandrung ambi sarungan batik iki hang nyelipaken lagu nasional tepak cerita ring ngarepe lalare. Iyane uga siap sosialisasi karya bukune ring sekolah ambi sanggar sanggar seni.

    Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Drs. Hasan Basri tambah apresiasi seru nyang Kang Nuri hang melaku ring dalan hang bener ngeluri karyane nong dalan uripe hang endah nong keluarga, agama uga nulihi sak ubenge kauripan kuno nyang anak putu ambi generasi ring rejane jaman.

    “Kadhung gedigi isun iling ruwahe Hasan Ali hang sabar telaten muputi kosa kata hang suwi kependem!” jare guru agama SMPN 1 iki  ambi suaro mesesegen lan banyu moto ngoco.

    Acara hang diselingi maca puisi, pidato lan ngewer soko murid SMPN 3 Rogojampi hang prestasi nong Festival Sastra Using Dispendik iku, digongi sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Taufik Rohman, M.Si hang ngarep klendi karya sewidak siji iso gadhuk nong murid lan biso diakses ikawangi lewat e-book.Selamat lan kesuwun nambah nilai ana karya tulis hang langka iki!” jare wong Alas Malang Singojuruh iki ambi nompo buku bareng 45 undangan liyane.

    Undangan antara lain pencipta lagu,penyiar radio komunitas, wartawan, Youtuber Eko Ndut, seniman, pawang, guru, EO lan pegiat literasi.

    Marek gesah apresiasi soko hang hadir, penulis jawab,

    “Pastine buku terbitan Ide Bangsa Yogyakarta hang ISBN: 978-623-89159-6-5, sak durunge isun koreksi ambi kamus bahasa using Hasan Ali hang dadi cekelane mulok. Hang teka ulih buku  ambi madhang ngombe khas bumi belambangan.Hang hing teka monggo gandakno dewek.Hun papag tekan ndiko dulur lan bisa tahun ngarep lomba maca undharasa karya isun trophy souvenir ELIT Kiling Osing!” angene.

    Pemandu gesah Bung Aguk Darsono ugo pimpin dungo kirim Al Fatehah kanggo tuan rumah mugo kian samawa berkah keluargane lan ikhlase dulur kirim dungo kanggo arwahe Hasan Ali, Hasnan Singodimayan, AK Armaya, Andang CY, Bashir Nurdian, Sutejo Hadi, Sayun, Suoinah, Indra Gunawan lan pahlawan seniman budayawan Belambangan liyane: Al Fatehah!