Tag: berita

  • Mengupas Beragam Tantangan Pancasila dalam Talkshow Forum Pembauran Kebangsaan

    Mengupas Beragam Tantangan Pancasila dalam Talkshow Forum Pembauran Kebangsaan

    Festival Kebangsaan Kabupaten Banyuwangi 2024 resmi dimulai pada Jumat, 15 November 2024, di Gesibu Blambangan, Banyuwangi.

    Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi, R. Agus Mulyono, M.Si., yang diikuti dengan jabat tangan bersama tokoh adat, perwakilan etnis, dan pegiat pembauran kebangsaan.

    Festival ini mengangkat tema “Kembang Setaman Harmoni Nusantara” sebagai simbol keberagaman yang menjadi ciri khas Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam sambutannya, R. Agus Mulyono menyampaikan bahwa festival ini adalah bentuk nyata semangat kebersamaan dan harmoni di bumi Blambangan.

    “Festival ini menjadi sarana silaturahmi yang sangat dinantikan oleh pelaku adat dan tradisi etnis di Banyuwangi,” ujarnya.

    Diskusi Kebangsaan yang Membangun Dialog

    Rangkaian acara dimulai dengan Talkshow Kebangsaan yang menghadirkan perwakilan lintas etnis dan suku di Banyuwangi.

    Diskusi ini dipandu oleh Bung Aguk Wahyu Nuryadi dan menghadirkan Kadek Yudiana, M.Pd., seorang akademisi dari Untag 1945 Banyuwangi sebagai pemantik diskusi.

    Kadek yang juga penulis buku Desa Kebangsaan Patoman, menyoroti lima tantangan dalam kehidupan lintas etnis di era globalisasi, seperti menjaga kearifan lokal, menangkal gerakan intoleransi, serta pentingnya pendidikan yang bebas dari perundungan.

    “Bagaimana di era global tetap junjung kearifan lokal, di era medsos yang gerus tatap muka, gerakan intoleransi, pendidikan yang penuh perundungan di Merdeka Belajar serta penegakan supremasi hukum yang bersumber ke UUD 1945,” tutur pria asal Kintamani Bali ini.

    Peserta diskusi yang berjumlah 45 orang dibagi ke dalam lima kelompok lintas etnis untuk mendalami topik-topik tersebut.

    Setiap kelompok berdiskusi selama 17 menit sebelum mempresentasikan hasilnya.

    Aspirasi mereka mencerminkan semangat kebersamaan. Amiruddin, dengan logat Madura yang khas, menegaskan pentingnya keamanan dan kenyamanan bersama.

    Sementara itu, Hamdan yang mengenakan gamis, mengingatkan akan nilai saling mengenal dan tolong-menolong antar sesama manusia.

    Mega Kotto dan Qurrota A’Yunin, mewakili budaya Minang dan Borneo menyarankan sosialisasi bijak lewat media sosial dan ide kreatif seperti drama kolosal lintas suku.

    “Prosesnya akan menciptakan harmonisasi yang indah,” ungkap Mega.

    Imaniar dengan gaya khas Bataknya, menekankan peran pendidikan dalam membangun saling pengertian dan menghormati, seraya mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak bangsa.

    Sanusi Marhaedi dari Suku Osing menggarisbawahi pentingnya generasi muda memahami sejarah dan melestarikan tradisi lokal.

    Ia mengusulkan kunjungan antar suku saat gelaran tradisi atau ritual adat untuk mempererat hubungan.

    Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banyuwangi menyambut baik ide-ide ini, sekaligus menegaskan target pembentukan lima Desa Kebangsaan di Banyuwangi sebagai langkah konkret menjaga harmoni sosial.

    Ragam Seni dan Kuliner Nusantara

    Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni.

    Tari Topeng Sumenep dari Desa Bayu, Songgon membuka panggung, diikuti oleh penampilan Tari Dayak Kalimantan oleh santriwati MI Darunnajah 2 yang dipimpin Majidatul Himmah, S.Ag.

    Ada pula fragmen drama berjudul Banyuwangi: Indonesia Mini dan undhoroso Osing.

    Salah satu momen yang menarik adalah pembacaan puisi dalam tiga bahasa berjudul Indonesia Setong oleh Yeti Chotimah, seorang guru sains dari SMPN 3 Rogojampi yang juga dikenal berprestasi di seni budaya.

    Para penampil lainnya, seperti Salwa dari SDN Sobo dengan Puisi Osing serta siswi SMPN 1 Giri dengan Gending Banyuwangi turut memeriahkan acara.

    Keberagaman seni yang ditampilkan mendapatkan apresiasi luar biasa dari ratusan peserta yang hadir.

    Stand-stand etnis dan UMKM turut menjadi daya tarik tersendiri.

    Di antaranya adalah stand Suku Osing yang menyajikan rujak kecut, jajan tradisional dan kopi khas Osing.

    Ada juga stand Minang yang menawarkan sate Padang dan busana adat untuk dipakai berfoto.

    Stand-stand lainnya mewakili berbagai etnis seperti Jawa, Arab, Tionghoa, Batak, Mandar, dan Kalimantan, memberikan pengunjung pengalaman kuliner dan budaya yang beragam.

    Puncak Acara: Harmoni dalam Seni dan Doa

    Festival ini akan mencapai puncaknya pada Sabtu, 16 November 2024 dengan pelantikan Ketua FPK Banyuwangi untuk masa bakti ketiga.

    Acara puncak akan diisi oleh sendratari Pelangi Nusantara yang dipersembahkan oleh Sanggar Lang-lang Buana, serta doa bersama dari tokoh adat.

    Selain itu, festival ini diharapkan mampu memperkuat semangat Pancasila di tengah dinamika sosial, baik di internal maupun eksternal komunitas suku etnis.

    “Kita punya peran penting dalam mengisi kemerdekaan serta keberlanjutan pembangunan yang ditandai Musrenbang serta pesta demokrasi pemilu berbagai tingkatan untuk kejayaan NKRI,” tegas Ketua FPK yang juga dosen Universitas Banyuwangi (Uniba). (AW/AWN)

  • Membanggakan, Tim Undiksha Raih Juara Pertama di Konferensi Internasional ICHBS 2024

    Membanggakan, Tim Undiksha Raih Juara Pertama di Konferensi Internasional ICHBS 2024

    Tim dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berhasil meraih prestasi internasional dalam acara 1st International Conference on Health and Biology Science (ICHBS) 2024 yang berlangsung dari 25 September hingga Oktober 2024 di Universitas Harapan Bangsa.

    Tim ini terdiri dari beberapa mahasiswa yaitu Made Anggita Abdi Jayanti, Nyoman Gita Laksmi Maharani, Desak Radha Nityanandeshwari, Putu Duta Mahardhika, Made Amanda Cipta Dewi, serta tiga dosen pembimbing dari Prodi Kebidanan: Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini, Putu Irma Pratiwi, dan Dr. Luh Nik Armini.

    Di bawah kepemimpinan Anggita, tim ini berhasil meraih juara pertama dalam kategori Best Method lewat artikel berjudul “Correlation of Age, Body Mass Index, and Age of Menarche with Hemoglobin Levels in Adolescents in Singaraja”.

    Artikel tersebut mengangkat korelasi antara usia, indeks massa tubuh (IMT), dan usia menarche dengan kadar hemoglobin pada remaja di Singaraja.

    Karya ini terinspirasi dari kegiatan pengabdian masyarakat di posyandu remaja yang menemukan masalah anemia ringan hingga sedang pada beberapa remaja, sehingga tim ini terdorong untuk meneliti lebih lanjut masalah tersebut.

    Tim ini mempersiapkan karya mereka dalam waktu dua minggu, dibimbing oleh Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini.

    Bagi Anggita, ini adalah pengalaman pertama di ajang internasional yang mengharuskannya menggunakan bahasa Inggris.

    Meski sempat menghadapi kesulitan, dukungan yang kuat antaranggota tim membuat mereka berhasil melewati tantangan dan meraih prestasi membanggakan ini.

  • Perkuat Posisi, Komunitas Peternak Lebah Madu Banyuwangi Segera Urus Legalitas

    Perkuat Posisi, Komunitas Peternak Lebah Madu Banyuwangi Segera Urus Legalitas

    Banyuwangi, sastrawacana.id/ – Komunitas Peternak Lebah Madu Banyuwangi menggelar rapat anggota pada Selasa, 12 November 2024, di Kedai Makmoer, Banyuwangi.

    Acara yang berlangsung dalam suasana santai ini dibuka oleh Sekretaris Komunitas, Qurrota A’yunin dan dipimpin oleh Ketua Komunitas, Budy Amboyna.

    Ada banyak ide serta masukan dari para anggota dalam kopi darat tersebut, salah satunya adalah memutuskan untuk segera mengurus legalitas ke Kementerian Hukum dan HAM (Menkumham).

    Keputusan itu diambil sebagai upaya untuk memperkuat posisi tawar para peternak lebah madu di wilayah Banyuwangi.

    Dari diskusi tersebut, anggota komunitas sepakat untuk melegalkan komunitas agar dapat menghadapi tekanan para cukong madu yang cenderung membeli hasil panen dengan harga sangat rendah.

    Dengan disahkannya Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), diharapkan dapat meningkatkan bargaining power (daya tawar) para peternak, sekaligus mempertahankan praktik peternakan yang sehat.

    Selain itu, komunitas juga menargetkan untuk tetap memproduksi madu murni berkualitas tinggi khas dari Banyuwangi, menjaga ekosistem, serta melindungi vegetasi bunga nektar yang berguna bagi kelangsungan lebah madu.

    Banyuwangi Memiliki Potensi

    Banyuwangi memiliki kawasan hutan terluas di Jawa Timur dengan beragam vegetasi bunga yang menjadi sumber nektar utama bagi lebah madu.

    Kondisi ini sebenarnya menjadi ‘surga’ bagi peternak lebah madu, tapi ada beberapa kendala yang dihadapi para peternak, salah satunya keterbatasan wawasan bisnis dan lingkungan sehingga membuat posisi mereka lemah.

    Selain itu, juga ada tekanan dari para cukong untuk membeli madu dengan harga murah serta persaingan dengan madu berkualitas rendah.

    Alhasil, beberapa peternak tergoda menjual madu dengan harga rendah atau mencampur madu murni dengan bahan lain sehingga dapat menurunkan citra madu Banyuwangi.

    Sebagai informasi tambahan, produksi madu murni Banyuwangi terbesar saat ini berasal dari Wongsorejo, Licin, dan Kalipuro.

    Kecamatan Wongsorejo dikenal sebagai penghasil madu bunga randu dengan aroma harum, madu vernonia, madu mangga, dan madu karet.

    Kemudian kawasan Alas Baluran juga menghasilkan madu bunga kosambi dan bidara.

    Sementara di wilayah Licin dan Kalipuro, peternak memanfaatkan vegetasi bunga kopi, mangga, dan pohon karet yang menjadi bahan baku madu.

    Harapan Dukungan dari Pemerintah Daerah

    Melihat potensi besar tersebut, Komunitas Peternak Lebah Madu Banyuwangi berharap Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dapat ikut serta dalam mendukung kesejahteraan peternak lebah.

    Selain itu, komunitas juga berharap agar Pemda dapat berkolaborasi dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan yang ramah bagi lebah madu.

    Adapun dukungan tersebut bisa berupa pelestarian vegetasi, edukasi kepada para peternak, hingga pengembangan kawasan wisata bertema “Lebah dan Madu” yang tidak hanya mendukung peternak lebah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Dengan langkah legalitas yang diambil dan harapan akan dukungan Pemda, Komunitas Peternak Lebah Madu Banyuwangi optimis untuk melangkah maju, memperkuat eksistensi dan menjaga kelestarian madu berkualitas Banyuwangi untuk masa depan yang lebih baik. (AW)

  • MI Darunnajah II Banyuwangi Peringati Hari Pahlawan, Hadirkan Veteran Berpuisi dan Ceritakan Kisah Perjuangan

    MI Darunnajah II Banyuwangi Peringati Hari Pahlawan, Hadirkan Veteran Berpuisi dan Ceritakan Kisah Perjuangan

    Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, MI Darunnajah II Banyuwangi menggelar lomba baca puisi bertema kepahlawanan dan mengundang veteran untuk berbagi cerita sejarah perjuangan Indonesia.

    Acara ini diadakan untuk memperkenalkan sejarah pahlawan kepada siswa serta memotivasi mereka dalam meraih cita-cita, terinspirasi dari semangat para pahlawan.

    Kegiatan yang berlangsung diikuti oleh 17 peserta dari kelas 1 hingga 6 sebagai bagian dari seleksi Porseni MI.

    Acara dimulai dengan penyampaian sejarah perjuangan kemerdekaan oleh veteran Sekretaris LVRI, Suwadi, serta IGB Sudharma, seorang sastrawan realis dan veteran Seroja yang akan menerbitkan buku fiksi berlatar sejarah perang Timor Timur melalui Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Dalam penyampaian materinya, Suwadi menjelaskan bahwa veteran adalah Warga Negara Indonesia yang pernah tergabung dalam satuan bersenjata resmi dan berperang melawan negara asing demi mempertahankan kemerdekaan NKRI.

    Ia menekankan bahwa perang di Indonesia tidak hanya mengandalkan kekuatan senjata, tetapi juga taktik sosial seperti memahami bahasa dan adat istiadat lawan.

    “Penjajahan bukan hanya bersenjata; penjajah juga membuat rakyat kita bodoh dan miskin. Di masa sekarang, mereka menggunakan teknologi komunikasi, dulu breaker untuk kontak, sekarang menggunakan dunia maya,” tutur Suwadi sambil mencontohkan dialog dengan bahasa daerah Timor Timur dalam percakapan tentang tanam jeruk dan panen kopi.

    IGB Sudharma turut memberikan pesan kepada siswa MI Darunnajah II agar generasi muda rajin belajar agar menjadi pemimpin bangsa.

    “Anak-anak harus rajin belajar dan pintar agar menjadi pemimpin bangsa yang meneruskan perjuangan kami, para veteran. Hormati orang tua dan guru, banyak membaca, serta mengikuti informasi dari radio, televisi, dan buku. Bangsa ini butuh generasi cerdas dan pekerja keras, bukan pemalas. Jangan tenggelam dalam HP hingga lupa belajar dan ibadah.”

    Sudharma kemudian membacakan puisi "Pahlawan Tanpa Nama" yang ia tulis khusus malam sebelumnya.

    Meskipun kondisinya kurang sehat, ia tetap semangat bertemu dengan para siswa, menyampaikan pesan perjuangan yang menginspirasi.

    Kepala MI Darunnajah II, Majidah Himmah, S.Ag (anak KH Makshum Syafi'i) melalui Ketua Panitia, Miss Aida Aristia Dewi, S.Pd., berharap para siswa dapat memetik hikmah dari acara ini, salah satunya adalah meresapi semangat perjuangan para pahlawan.

    Diharapkan, siswa memahami bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan oleh para pahlawan masa lalu, tetapi juga bisa dilanjutkan oleh mereka di masa kini dengan berfokus pada pendidikan dan pengembangan diri.

    Sebagai pelajar, mereka diharapkan menempuh pendidikan yang keras untuk mencapai prestasi akademis dan menjadi anak yang sholehah.

    Kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan sejarah bangsa dan kisah perjuangan para pahlawan sehingga siswa menjadi lebih cinta dan bangga sebagai anak Indonesia.

    Acara juga dirangkai dengan kegiatan keagamaan seperti hafalan Al-Qur'an, tahlilan di makam pahlawan yayasan seperti KH Harun dan KH Makhum Syafi'i yang dipimpin oleh Ustadz Nasrudin, S.Ag., lomba baca puisi, fragmen pantomim perobekan bendera biru, serta menyanyikan lagu nasional "Indonesia Pusaka."

    Kepala Madrasah apresiasi terima kasih ke veteran serta siswi prestasi yang mengharumkan nama madrasah dalam event lomba EO Bina Vokalia di Disbudpar dan Komunitas Gotongroyong'45 di Masjid Al Hilal 2 bareng Sanggar Merah Putih'45, JRKBB-JRKI, IWAPI, UMKK Segoro'45 serta Sedulur Teraphys Blambangan yang didukung media sastrawacana.id/ dan jurnalnews.

    Sementara itu, Bung Aguk Darsono, juri lomba sekaligus anggota G2 Mastrip Jatim yang ayahnya ikut bertempur dalam peristiwa 10 November bersama Bung Tomo dan arek-arek Surabaya, berharap agar acara ini bermanfaat bagi siswa MI Darunnajah II.

    Ia menegaskan bahwa momentum peringatan ini dapat memberikan inspirasi kepada siswa untuk terus memelihara semangat perjuangan dan memperkuat karakter diri sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

    “Semoga momentum ini dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi semua pihak, serta semoga semangat perjuangan para pahlawan terus diteruskan oleh generasi muda Indonesia,” ujarnya.

    Perayaan Hari Pahlawan ini melanjutkan tradisi peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober yang lalu, di mana setiap kelas bersama paguyuban menampilkan kuliner, seni adat, busana Nusantara, dan drama bertajuk "Banyuwangi: Indonesia Mini" yang menggambarkan keberagaman dalam harmoni di Bumi Blambangan, sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika. (Q'Nin/AWN)

  • Lomba Puisi Meriahkan Dies Natalis ke-41 SMP Negeri 1 Glenmore dengan Semangat Literasi dan Kreativitas Siswa

    Lomba Puisi Meriahkan Dies Natalis ke-41 SMP Negeri 1 Glenmore dengan Semangat Literasi dan Kreativitas Siswa

    Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-41, SMP Negeri 1 Glenmore menggelar berbagai acara lomba yang dapat diikuti oleh peserta didik mulai dari jenjang SD/MI hingga SMP.

    Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 4 hingga 9 November 2024, dengan mengusung tema SPENSANIA dan tagline ‘Tunjukkan Aksimu, Raih Prestasimu’.

    Lomba yang diselenggarakan memiliki berbagai kategori, baik individu maupun kelompok.

    Beberapa jenis lomba yang diadakan antara lain Market Day, Pantomim, Puisi, E-Sport, Clash of Champions, Run 5Km, Pioneering, Hadang, dan Futsal.

    Puncak acara SPENSANIA akan berlangsung pada 9 November 2024.

    Di sela-sela kegiatan tersebut, peserta didik SMP Negeri 1 Glenmore juga membuka bazar dan pameran produk yang menampilkan berbagai macam hasil karya siswa, mulai dari makanan dan minuman hingga produk-produk kreatif lainnya.

    Terdapat berbagai stand yang menyuguhkan jajanan tradisional yang dikemas secara modern, serta minuman kekinian yang patut untuk dicicipi.

    Semua produk yang dipamerkan merupakan hasil karya peserta didik SMP Negeri 1 Glenmore.

    Menurut Joko Sugiharto, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Glenmore, Dies Natalis ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan.

    Tujuan dari lomba-lomba ini adalah untuk menumbuhkan semangat dan sportifitas di kalangan peserta didik.

    Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melatih jiwa kewirausahaan para siswa, agar kelak mereka dapat menjadi entrepreneur yang sukses.

    Dalam bazar, para peserta didik diajarkan mulai dari perencanaan, promosi produk, proses produksi, hingga penjualan produk.

    Pada hari Kamis (7/11), juga diadakan lomba Baca Puisi tingkat SD/MI sederajat yang diikuti oleh peserta didik dari beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

    Lomba ini dilanjutkan dengan lomba Baca Puisi tingkat SMP.

    Peni Lestari, S.Pd., selaku Koordinator Lomba Baca Puisi, mengatakan, “Event ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi peserta didik yang memiliki bakat dan minat di bidang sastra, khususnya dalam membaca puisi.”

    Hal ini merupakan bagian dari komitmen SMP Negeri 1 Glenmore untuk meningkatkan literasi serta memperkuat penguasaan bahasa dan sastra di kalangan peserta didik.

    Peserta lomba Baca Puisi menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam membacakan puisi-puisi mereka.

    Kriteria penilaian lomba ini mencakup penghayatan, ekspresi, vokal, dan totalitas dalam membawakan puisi.

    Para peserta membawakan puisi dengan semangat dan ekspresi yang mendalam, sehingga mampu memukau penonton.

    Dewan juri lomba Baca Puisi terdiri dari Andi Budi Setiawan, Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI), Samsuri, anggota Komunitas Paras Blambangan sekaligus purna guru SMP Negeri 1 Glenmore, dan Akira Luhaning Walaranti, guru bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Glenmore.

    Karena banyaknya penampilan peserta yang luar biasa hebat, dewan juri mengaku kesulitan dalam menentukan siapa yang pantas keluar sebagai juara.

    Pada akhir kegiatan, tepatnya pada 9 November 2024, akan diumumkan para pemenang dari masing-masing lomba.

    Pemberian hadiah akan dilakukan dengan mengundang peserta lomba beserta para pembimbing untuk hadir dalam acara tersebut.

    Kegiatan ini akan ditutup dengan penampilan ekstrakurikuler dari SMP Negeri 1 Glenmore sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta dan sebagai ajang promosi kepada masyarakat umum, khususnya SD/MI yang ada di wilayah Kecamatan Glenmore.

  • Perkins Internasional Gelar Seminar Dukungan Anak Berkebutuhan Khusus di Banyuwangi

    Perkins Internasional Gelar Seminar Dukungan Anak Berkebutuhan Khusus di Banyuwangi

    Perkins Internasional yang telah lama berkomitmen untuk mendukung Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kembali menggelar acara akbar di Hotel Aston Banyuwangi, pada 4-5 November 2024.

    Acara ini melibatkan berbagai pihak dan fokus pada seminar serta lokakarya yang menjalin kerjasama antara orangtua dan guru dalam menyusun Program Individual yang berpusat pada anak.

    Mrs. Chen Min Parerra, perwakilan dari Las Vegas, USA, yang bertugas di wilayah Asia Pasifik menyampaikan rasa cintanya terhadap Banyuwangi dalam sebuah sambutan yang diterjemahkan oleh Candra Padmasvasti dan JBI Firdaus Alvian.

    “Saya lama mendengar, maka saya sayang Banyuwangi,” ujar Chen Min Parerra.

    Dalam pidatonya, ia mengharapkan agar guru tidak hanya berperan di sekolah, tetapi juga di rumah, seperti dalam aktivitas panen atau memasak.

    “Penting untuk menjaga kualitas pendidikan agar anak-anak mandiri dan mampu menjaga keselamatan diri. Mereka harus dapat bermain, bekerja, dan berkontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.

    Chen Min juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kaum disabilitas.

    Sutikno, S.Pd., M.Pd., Kabid Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa Banyuwangi telah mengambil langkah signifikan untuk kaum disabilitas melalui berbagai inovasi, seperti Festival Kita Bisa serta produk hukum berupa Perda dan peraturan bupati.

    Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Jawa Timur di Banyuwangi yang bertanggung jawab atas SMA/SMK dan SLB, juga memberikan pesan kepada orangtua yang memiliki anak difabel.

    Ia mengingatkan agar tidak berkecil hati dan selalu bersyukur.

    “Allah Yang Maha Sempurna pasti memberikan hikmah bagi kita yang bersabar dan terus berdoa. Tugas kami adalah melayani dan bersinergi untuk semua!” ujarnya dengan penuh semangat seraya salut kepada Yayasan Matahati pimpinan Masfufah, M.Pd yang menggelar acara Perkins se-Jawa Bali di Banyuwangi.

    Fanti, seorang ibu yang membawa anaknya penyandang tunarungu menekankan pentingnya peran guru dalam mendampingi siswa di rumah, serta mendorong orangtua untuk berkomunikasi aktif dengan guru mengenai perkembangan anak.

    “Jangan ajari saya untuk sabar. Saya terus belajar untuk bersyukur!” kata Pipit, yang memiliki putra tunadaksa.

    Sementara itu, Ketua Aura Lentera, Nurhadi Windoyo (tunanetra), menekankan bahwa pendidikan bagi orangtua dengan anak cacat sangat penting untuk masa depan anak-anak mereka.

    Acara ini menandai langkah positif dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan anak berkebutuhan khusus di Banyuwangi, memberikan harapan bagi orangtua dan anak-anak untuk masa depan yang lebih baik. (AW/Q’Nin)

  • Bawaslu Banyuwangi Gelar Sosialisasi Pemilu Ramah Difabel Bareng Komunitas Aura Lentera

    Bawaslu Banyuwangi Gelar Sosialisasi Pemilu Ramah Difabel Bareng Komunitas Aura Lentera

    Bawaslu Kabupaten Banyuwangi adakan sosialisasi partisipasi pemilu bagi penyandang disabilitas di Hotel El Royal Banyuwangi, pada Minggu (3/11/24).

    Gelaran ini bertujuan untuk memastikan kesetaraan hak politik bagi para difabel dalam pilkada 27 November mendatang.K

    Komisioner Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Khomisa Kurnia Indra membuka acara yang dihadiri oleh organisasi difabel diantaranya DMI, PPDI, Pertuni, Difawangi, HWDI, Gerkatin, INAF, Taliwangi, Aura Lentera, serta media komunitas pendukung difabel, yaitu JRKBB dan JRKI.Y

    Yel-yel “Setara untuk Indonesia Jaya” disampaikan juga dalam bahasa isyarat yang dipimpin oleh Divisi Program Komunitas Aura Lentera Indah Catur Cahyaningtyas dengan penerjemah bahasa isyarat Firdaus.

    Kehadiran Firdaus memastikan seluruh peserta difabel tuna rungu dapat mengikuti sosialisasi dengan baik.

    Materi utama disampaikan oleh Indah Catur Cahyaningtyas, aktivis difabel yang pernah jadi PPK Banyuwangi dah Caleg Dapil 1 yang mengajak peserta memahami hak politik mereka.

    Indah menegaskan pentingnya partisipasi difabel dalam pemilu untuk menentukan arah pembangunan daerah.

    Selain itu, ia menyoroti perlunya Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ramah difabel agar akses pemilih difabel lebih mudah.

    Dalam sesi diskusi interaktif, ia mengajak peserta berbagi pengalaman tentang kendala yang pernah dihadapi dalam pemilu sebelumnya sebagai bahan evaluasi bagi Bawaslu untuk perbaikan di masa depan.

    Di akhir sesi tanya jawab, Windoyo, Ketua Aula Lentera menyampaikan apresiasinya dan berharap agar Bawaslu memberikan dukungan penuh terhadap hak politik difabel.

    “Kami berharap Bawaslu bareng KPUD benar-benar memperhatikan kebutuhan difabel dalam pemilu kali ini,” paparnya.

    Sosialisasi ini menunjukkan komitmen Bawaslu Banyuwangi dalam menciptakan pemilu yang inklusif dan merata bagi seluruh warga, tanpa terkecuali.

    Kami ingin partisipasi pemilih meningkat dan berkualitas sesuai regulasi serta damai hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara saling sinergi dan peduli tanpa melihat perbedaan yang ada,” tutur pimpinan sekretariat Banwaslu Abdul Aziz,SH,MH. (AW/AWN)

  • Memukau, Siswa Ekskul Teater SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi Menghipnotis Penonton di Peringatan Hari Pahlawan Banyuwangi

    Memukau, Siswa Ekskul Teater SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi Menghipnotis Penonton di Peringatan Hari Pahlawan Banyuwangi

    Siswa ekstra kurikuler teater SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi tampil menawan dalam acara peringatan Hari Pahlawan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Komunitas Gotong Royong 45, Asosiasi Usaha Mikro Kecil Koperasi Sinergi Gotong Royong 45 (Asosiasi UMKK Segoro 45), Sanggar Merah Putih 45, dan Jaringan Radio Komunitas dan Broadcast Banyuwangi (JRKBB).

    Acara yang diselenggarakan pada Minggu, 3 November 2024 di Masjid Al Hilal 2 ini bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia sekaligus mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menghargai sejarah bangsa.

    Dalam penampilannya, enam siswa ekskul teater yang didampingi oleh Rifkian Kurniawan selaku guru menyuguhkan teatrikal puisi berjudul “Merdekaku Merdekamu”.

    Terbilang sukses, mereka berhasil menggambarkan bagaimana perjuangan para pahlawan yang gugur dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

    Melalui ekspresi dan penjiwaan yang mendalam, penampilan mereka tidak hanya memukau, tetapi juga berhasil mengharukan hati seluruh penonton yang hadir, bahkan tak sedikit yang mengurai air mata.

    Teatrikal puisi yang diperagakan oleh enam siswa tersebut juga menjadi pengingat bagi generasi muda yang saat ini sering terlena dengan dunia maya, sehingga cenderung melupakan sejarah bangsanya.

    Dengan iringan lagu “Tanah Airku”, suasana semakin terbangun, menghipnotis penonton dan membangkitkan semangat nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda.

    Budayawan dan praktisi teater kawakan, Bung Aguk, memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan siswa SMK Muhammadiyah 6.

    Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dan penting untuk mengingatkan generasi muda akan sejarah bangsanya.

    Bung Aguk juga memuji kemampuan akting dan penjiwaan siswa yang mampu menarik perhatian serta emosi penonton.

    “Penjiwaannya dapat, penampilan kalian bisa membuat penonton hanyut ke dalam cerita pencipta literasinya,” paparnya.

    Selain itu, Bung Aguk juga menuturkan bahwa penampilan dari para siswa SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi berhasil menggugah rasa nasionalisme yang saat ini mulai memudar di kalangan remaja.

    “Penampilan ini mampu menggugah rasa nasionalisme yang mungkin mulai memudar di kalangan anak muda,” terang Bung Aguk Wahyu Nuryadi yang saat ini aktif melatih literasi dan dolanan teater di berbagai sekolah, sekaligus baru saja mengikuti Jambore Sastra Asia Tenggara.

    Sementara itu, sutradara sekaligus pelatih ekstra kurikuler teater SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Maulana Affandi menyatakan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya.

    Ia berharap agar para siswa tidak hanya berperan di atas panggung, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

    “Harapan saya adalah anak-anak ini tidak hanya menjadi pemeran yang baik di atas panggung, tetapi juga bisa menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Mereka harus menyadari bahwa seni dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan moral,” ujarnya.

    Sebagai informasi tambahan, SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi dikenal memiliki prestasi yang membanggakan di bidang teater.

    Sekolah ini pernah meraih juara 1 dalam lomba Porfesi pada tahun 2023 tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Banyuwangi.

    Prestasi tersebut menunjukkan bakat siswa dalam seni peran serta dukungan dari pihak sekolah untuk menumbuhkan potensi yang dimiliki oleh siswa.

    Saat ini, SMK Muhammadiyah 6 juga sedang fokus pada peningkatan bakat dan minat siswa dalam bidang seni dan literasi melalui berbagai program yang dirancang untuk menggali potensi siswa.

  • Polresta Banyuwangi Gelar Sarasehan Bersama Media untuk Wujudkan Kondusifitas Jelang Pilkada 2024

    Polresta Banyuwangi Gelar Sarasehan Bersama Media untuk Wujudkan Kondusifitas Jelang Pilkada 2024

    Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menyelenggarakan sarasehan yang melibatkan ratusan jurnalis dari berbagai media di Warung Seblang, Kecamatan Singojuruh, Senin (28/10/2024).

    Tujuan utama acara ini adalah mempererat kolaborasi antara Polresta Banyuwangi dengan media demi menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah Banyuwangi, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada 2024.

    Dalam sambutannya, Kombes Pol Rama menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan media sebagai salah satu upaya menjaga keamanan wilayah Banyuwangi. Ia memulai dengan apresiasi bagi rekan-rekan media yang bersedia hadir.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah meluangkan waktu hadir di sini. Kegiatan ini menunjukkan komitmen kita untuk membangun komunikasi yang baik dan efektif dalam menjalankan tugas kita masing-masing,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Kombes Pol Rama menyampaikan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri oleh kepolisian. Dukungan dan sinergi dengan media adalah kunci utama keberhasilan tugas ini.

    “Kami dari Polresta Banyuwangi sebagai penanggung jawab keamanan tentu tidak dapat bekerja sendiri. Kami butuh bantuan dan dukungan dari teman-teman awak media,” katanya tegas.

    Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Rama mengingatkan pentingnya media untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan menyejukkan.

    Ia berharap pemberitaan yang disampaikan tidak memancing konflik atau provokasi yang dapat memicu situasi tidak kondusif di masyarakat.

    “Saya berharap media di Banyuwangi bukan hanya menyajikan berita yang akurat dan faktual, tetapi juga memberikan kesejukan, tidak justru memprovokasi yang membuat kondisi tidak kondusif,” jelasnya.

    Ia mengajak seluruh awak media untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif di Banyuwangi, terutama menjelang Pilkada 2024. Kolaborasi ini diharapkan bisa menjamin pelaksanaan Pilkada yang aman dan damai.

    “Saya sangat berharap sinergitas antara Polresta Banyuwangi dengan teman awak media, mari kita bergandengan tangan. Saya kira kita semua sepakat, kita semua berkomitmen bagaimana Pilkada 2024 ini dapat berjalan aman, kondusif, dan lancar,” tutup Kombes Pol Rama.

    Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Polresta Banyuwangi berkomitmen merangkul seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan menjaga keamanan serta ketertiban di Banyuwangi.

    Warung Seblang di Kecamatan Singojuruh dipilih sebagai lokasi acara karena memiliki suasana nyaman yang mendukung terciptanya komunikasi yang santai namun mendalam antara kepolisian dan media.

    Sarasehan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polresta Banyuwangi dan awak media, sehingga kolaborasi yang lebih solid dan efektif dapat terjalin dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Banyuwangi menjelang Pilkada 2024.

  • Olimpiade Literasi KOPIWANGI 2024 Sukses Digelar, Antusias Pelajar Banyuwangi pada Literasi Kian Meningkat

    Olimpiade Literasi KOPIWANGI 2024 Sukses Digelar, Antusias Pelajar Banyuwangi pada Literasi Kian Meningkat

    Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) menggelar Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita, Minggu (27/10/2024).

    Event ini menjadi ajang istimewa bagi para pelajar untuk mengeksplorasi kemampuan literasi dalam atmosfer yang penuh semangat dan apresiasi terhadap karya sastra.

    Program Olimpiade ini adalah implementasi dari salah satu program unggulan KOPIWANGI yang bertujuan mengembangkan keterampilan literasi bagi anggotanya maupun peserta didik di seluruh Banyuwangi.

    KOPIWANGI sebagai komunitas literasi terus mengedepankan tiga program utama, antara lain:

    1. Pelatihan, pendampingan sampai penerbitan karya untuk anggota KOPIWANGI maupun peserta didik.

    2. Mengadakan event literasi baik via daring atau pun luring diantaranya lomba cipta puisi, lomba menulis esai, lomba baca puisi, bercerita sampai menulis buku bersama.

    3. Program pemberdayaan untuk anggota KOPIWANGI maupun peserta didik.

    Olimpiade Baca Puisi dan Bercerita ini merupakan bagian dari program literasi KOPIWANGI yang kedua, yakni penyelenggaraan berbagai kompetisi literasi.

    Ratusan Peserta Antusias dari Berbagai Sekolah

    Olimpiade Literasi ini diikuti oleh 123 peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA di Banyuwangi.

    Dalam kategori lomba Baca Puisi, tercatat 91 peserta dengan rincian 42 dari SD/MI, 33 dari SMP/MTs, dan 16 dari SMA/SMK/MA.

    Sedangkan lomba Bercerita diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari 14 peserta SD/MI, 9 peserta SMP/MTs, dan 9 peserta SMA/SMK/MA.

    Setiap kategori mempertandingkan kemampuan peserta dalam menyampaikan makna puisi dan cerita dengan ekspresi dan emosi yang kuat.

    Ajang ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah bakat dalam bidang literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sastra Indonesia.

    Adapun dewa juri yang terlibat dalam Olimpiade Literasi Baca Puisi & Bercerita diantaranya H. Abdullah Fauzi penulis sastra asal Banyuwangi, Maulana Affandi direktur Penerbit Lintang Banyuwangi sekaligus pimred dari media sastrawacana.id/ dan Tawangalun.com, dan kak Putri Nurul Azizah yang merupakan penulis Balai Besar Bahasa Provinsi Jawa Timur.

    Daftar Pemenang Olimpiade Literasi Baca Puisi dan Bercerita

    Berikut adalah daftar para juara dalam masing-masing kategori:

    Lomba Baca Puisi Jenjang SD/MI

    Juara 1: Sakura Nohana P

    Juara 2: RR Qyara Arkana P

    Juara 3: Avilla Fikratus P.Y

    Juara Harapan 1: Syifa Aulia

    Juara Harapan 2: Atika Zahra R

    Juara Harapan 3: Daffa Adiba Y

    Lomba Baca Puisi Jenjang SMP/MTs

    Juara 1: Sirojun Nawafil

    Juara 2: Sofhiatur Rizkia P

    Juara 3: Andri Maulana

    Juara Harapan 1: Ilham

    Juara Harapan 2: Rafa Tabina P

    Juara Harapan 3: Isma Ayu Arifin

    Lomba Baca Puisi Jenjang SMA/SMK/MA

    Juara 1: Ana Hurin M J

    Juara 2: Dewi Puspita

    Juara 3: Queen Fatimatus Zahra

    Juara Harapan 1: Novi Fitriatul M

    Juara Harapan 2: M. Rizky Yulleo

    Juara Harapan 3: Akmal Deban

    Lomba Bercerita Jenjang SD/MI

    Juara 1: Avila Fikratus Putri Y

    Juara 2: Muhammad Hafis Mahardika

    Juara 3: Alya Ayu Putri Sasaki

    Juara Harapan 1: Jophian Abid Aqila Pranaja

    Juara Harapan 2: Atika Zahra Ratifa

    Juara Harapan 3: Marsya Adelia Vanda

    Lomba Bercerita Jenjang SMP/MTs

    Juara 1: Siska Anindita

    Juara 2: Hudansyah Ahmad Madhani

    Juara 3: Friska Bahtiar R

    Juara Harapan 1: Melan Agustian Ramadhani

    Juara Harapan 2: Ivana Prita Nabila

    Juara Harapan 3: Dina Ayudyah Putri Wahyudi

    Lomba Bercerita Jenjang SMA/SMK/MA

    Juara 1: Nur Alyuni Citra

    Juara 2: Gita Maharani

    Juara 3: Virdiana Agustina

    Juara Harapan 1: Irma Wildani Silvia

    Juara Harapan 2: Mareta Maulida Putri

    Juara Harapan 3: Risma Nur Aini Reza

    Kehadiran Maestro Sastra D. Zawawi Imron

    D. Zawawi Imron di Olimpiadi Literasi KOPIWANGI
    D. Zawawi Imron di Olimpiadi Literasi KOPIWANGI

    Momen istimewa dalam Olimpiade Literasi ini adalah hadirnya maestro sastra nasional, D. Zawawi Imron, yang dikenal dengan julukan “Celurit Emas”.

    Meskipun memiliki agenda padat di Banyuwangi, D. Zawawi menyempatkan hadir untuk memberikan motivasi kepada peserta olimpiade.

    Dengan senyum penuh ketulusan, beliau duduk bersama para peserta dan guru pendamping, menyampaikan nasihat dan inspirasi bagi generasi muda yang memiliki minat di dunia literasi.

    Sebagai bentuk penghargaan dan kecintaannya terhadap literasi, D. Zawawi juga membacakan puisi berjudul “Ibu”, yang menggetarkan hati dan membuat para hadirin terpukau.

    Dalam suasana yang penuh kehangatan, beliau mengakhiri sesi dengan sebuah pantun perpisahan yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dan guru.

    Olimpiade Literasi sebagai Agenda Tahunan

    Selain menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan minat baca puisi dan bercerita, olimpiade ini juga bertujuan untuk mempererat komunitas literasi di Banyuwangi.

    Dengan dukungan dari berbagai pihak, KOPIWANGI berharap Olimpiade Literasi ini dapat diselenggarakan setiap tahun sebagai agenda rutin.

    Hal ini diharapkan akan menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya literasi, serta memberikan kesempatan bagi anggota komunitas literasi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.