Tag: Biografi

  • Meilysa Ajeng Kartika Putri, Perjalanan Inspiratif Seorang Dosen dan Aktivis Literasi

    Meilysa Ajeng Kartika Putri, Perjalanan Inspiratif Seorang Dosen dan Aktivis Literasi

    Meilysa Ajeng Kartika Putri, gadis kelahiran Banyuwangi tahun 1999, memiliki segudang prestasi yang membanggakan.

    Kecintaannya pada dunia pendidikan, khususnya literasi, tak diragukan lagi.

    Dengan latar belakang pendidikan Magister Pendidikan Matematika, Meilysa kini berprofesi sebagai pengajar sekaligus dosen, serta aktif menulis jurnal tentang pendidikan.

    Dikenal dengan sapaan akrab “Meme,” ia juga berperan sebagai instruktur di Guru Inspiratif Indonesia.

    Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam bidang pembelajaran, penelitian, dan penulisan karya tulis ilmiah secara daring, dengan cakupan wilayah seluruh Indonesia.

    Selain itu, Meilysa juga menjabat sebagai CEO sekaligus instruktur PTK di Mentor Guru.

    Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru secara daring, yang dapat diikuti oleh para pendidik dan dosen di seluruh Indonesia.

    Di tengah kesibukannya, Meilysa masih meluangkan waktu untuk menyalurkan hobi menulis, membaca, dan menyanyi.

    Ia kerap menulis puisi, esai, jurnal pendidikan, juga sesekali menjadi MC di berbagai acara formal maupun nonformal, serta tampil sebagai penyanyi solo.

    Sebagai aktivis literasi, Meilysa saat ini menjabat sebagai Koordinator Bidang Nonfiksi di Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI).

    Komunitas ini bergerak di bidang literasi dengan program pelatihan, pendampingan, hingga penerbitan karya, serta rutin menyelenggarakan berbagai acara literasi di Banyuwangi.

    Beberapa acara literasi yang pernah diikuti Meilysa:

    1. Event literasi KOPIWANGI
    2. Event Menulis Esai Guru Inspiratif Indonesia
    3. Event Menulis PTK bersama Guru Inspiratif Indonesia, Guru Cendekia, dan Mentor Guru

    Prestasi yang telah diraih:

    1. Juara 3 Event Menulis Puisi Tema Kemerdekaan KOPIWANGI 2024
    2. Penghargaan Indeks Prestasi Kumulatif Tertinggi Program Magister 2023

    Karya yang telah diterbitkan:

    1. Developing Student Worksheet for Grade Seven on Social Arithmetics and Its Use in Flipped Classroom Blended Learning (Jurnal Sinta 3, 2021)
    2. Antologi Puisi: Bangkit Pendidikan Sejahtera Indonesia (2022)
    3. Bagaimana Siswa Dapat Berkomunikasi Dalam Memecahkan Masalah Matematika? (Jurnal Sinta 2, 2022)
    4. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Lesson Study for Learning Community Bernilai Budaya Using untuk Meningkatkan Numerasi (Jurnal Sinta 2, 2022)
    5. Bagaimana Perangkat Pembelajaran Berbasis LSLC Bernilai Budaya Berpengaruh terhadap Kemampuan Numerasi? (Jurnal Ber-ISSN, 2023)
    6. Buku antologi puisi Lentera di Pengujung Asa – Pendidikan yang Memerdekakan (2024)

    Menurut Meilysa, literasi adalah kunci menuju kesuksesan.

    “Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, berkomunikasi efektif, hingga mengambil keputusan dengan bijak,” jelasnya.

    Ia juga memberikan pesan motivasi kepada generasi muda:

    “Jangan pernah berhenti belajar dan bereksplorasi. Dunia literasi sangat luas, selalu ada buku baru dan topik menarik untuk dijelajahi. Jadilah pembaca yang haus pengetahuan dan agen perubahan melalui literasi. Manfaatkan apa yang kalian pelajari untuk menginspirasi orang lain dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik.”

    Dedikasi dan kontribusi Meilysa dalam dunia pendidikan dan literasi menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda.

    Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Hizkil Achmad Dayan: Dari Pedesaan Hijau Menuju Panggung Literasi Nasional

    Hizkil Achmad Dayan: Dari Pedesaan Hijau Menuju Panggung Literasi Nasional

    Hizkil Achmad Dayan yang akrab dipanggil Hizkil merupakan pelajar berprestasi di MAN 1 Banyuwangi.

    Lahir di Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat Oktober 2006. Saat ini Hizkil duduk di bangku kelas XII dan aktif dalam kegiatan akademik maupun non akademik di tingkat kabupaten sampai nasional.

    Hizkil sejak kecil memiliki ketertarikan dalam literasi. Disela-sela kesibukannya, Hizkil meluangkan waktu untuk membaca buku dan menulis puisi serta esai.

    Selain hobi tersebut, Hizkil juga suka berkebun karena bertepatan tinggal di pedesaan yang masih hijau dan asri.

    Menurutnya literasi adalah ibadah, pilihan habituasi terbaik yang dibenarkan aqli (akal) dan naqli (dalil).

    Secara akal, tidak mungkin manusia bisa menjalani, mempertahankan, apalagi mengembangkan hidupnya jika tanpa literasi.

    Melalui literasilah, skema-skema alam terbaca, sumber-sumber daya ternilai guna, dan peradaban-peradaban perlahan tumbuh di lanskap-lanskap dunia.

    Secara naqli, terlampau sering kita dengar, bahwa Allah telah “berpagi-pagi” memerintahkan kepada kita (hamba-Nya) untuk senantiasa mengamati alam dengan membaca.

    Membaca apa saja, asal dengan menyebut nama-Nya. Di sinilah literasi berperan “agung” sebagai alat atau cara kita mengamati semesta, merenungkan penciptaannya, hingga dengan mantap meniscayakan keberadaan-Nya.

    Hizkil memiliki minat dan bakat di sastra, penelitian ilmiah, saintis, teknisi pertanian, desainer grafis, desainer UI/UX, public speaker, dan cendekiawan muda.

    Hal itu dibuktikan dengan aktif dalam kegiatan yang ada didalam sekolah mulai dari Club Kimia Mansaolympia, Eksis Jurnalistik, dan KIR Neo-Adisiswa (2022-2024).

    Ia juga aktif dalam organisasi di masyarakat diantaranya PR IPNU desa Pondoknongko, Remas Baiturrahim Pondoknongko, Karang Taruna Pondoknongko, PAC IPNU kecamatan Kabat.

    Tak hanya itu, Hizkil juga aktif dalam Komunitas Pecinta Leterasi Banyuwangi dikenal dengan KOPIWANGI.

    Prestasi yang pernah diraihnya antara lain:

    1. Juara 2 Lomba Artikel Opini dan Konten Instagram Feskom UI 2024 Kategori Pelajar SLTA dan Mahasiswa Tingkat Nasional

    2. Juara 1 Lomba Essay Gemnas Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) 2024 Kategori Pelajar SLTA Tingkat Nasional

    3. Juara 3 Lomba Essay Phoenix Universitas Airlangga (Unair) 2024 Kategori Pelajar SLTA Tingkat Nasional. 

    4. Juara 1 Lomba Cipta Puisi Ikatan Guru Inovator Literasi Nasional (IGINOS) 2024 Kategori Pelajar SLTA Tingkat Nasional. 

    5. Juara 1 Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Bidang Kimia Kategori Pelajar MA Tingkat Kabupaten Banyuwangi. 

    6. Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Kelompok Sadar Hukum (Kadarkum) mewakili Desa Pondoknongko, Kategori Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Banyuwangi. 

    7. Penghargaan Siswa Berprestasi MA Se-Kabupaten Banyuwangi dalam rangka Kemenag Banyuwangi (Kemangi) Award 2023.

    Adapun karya yang telah terbit, diantaranya:

    1. Buku Antologi Puisi dan Cerpen: Kearifan Lokal Kreativitas Sastra, terbitan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI). 

    2. Buku Antologi Cerpen Eksis Jurnalistik MAN 1 Banyuwangi: Sembagi Arutala, terbitan Penerbit Temalitera.

    3. Esai (Individu): PHY-SMART (Phytoremediation Stimulating Method with Partnership): Aplikasi Program Fitoremediasi Berbasis Kolaborasi Guna Memulihkan Lahan Tercemar Sebagai Upaya Pembangunan Berkelanjutan

    4. Esai Kelompok bersama Muhammad Reihan Rafsanzani dan Wildan Athala Rifqi: HUMBLE (Human Bioprocess Learning): Inovasi Edukasi Fisiologi Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat dalam Menyongsong Pembangunan Berkelanjutan, berhasil menjadi Juara 3 Essay Phoenix Unair 2024.

    5. Artikel Opini: Mengkaji Society 5.0: Di manakah Eksistensi Manusia?, berhasil menjadi Juara 2 Feskom UI 2024.

    6. Artikel Opini: Gen Z dan Pancasila Emas 2045, berhasil terbit di Times Indonesia (website) pada 20 Januari 2024.

    7. Artikel Opini: Flypast pada Upacara Kemerdekaan: Atraksi atau Polusi?, berhasil terbit di Radar Banyuwangi pada 23 Agustus 2023.

    8. Puisi: Entalpi Literasi, berhasil menjadi Juara 1 Cipta Puisi IGINOS 2024.

    9. Puisi: Madrasah Kauniyah, berhasil menjadi Juara 2 Cipta Puisi KOPIWANGI 2024.

    10. Puisi: Jika Kita Adalah Kupu-Kupu, peserta Cipta Puisi Internasional Sharepedia.id.

    Menurutnya di era media sosial, Gen Z lebih terpengaruh pada lingkungan eksternal dari pada internal.

    Mereka punya banyak kelebihan dibidang digital skill yang mumpuni, komunikatif, kreatif, dan cenderung peduli pada isu-isu global.

    Namun, ketergantungannya yang tinggi terhadap teknologi telah membuat mereka serba instan atau praktis, minim social skill, sehingga rawan gangguan mental.

    Hal-hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada interest nya terhadap literasi.

    Namun kecenderungan untuk terjebak dopamine effect, mendapat validasi publik, dan ihwal ketergantungan lainnya telah membuat mereka rapuh di dalam walau terlihat gagah di luar (strawberry generation).

    Orientasi “keren” generasi ini telah berubah, dari yang awalnya keren adalah produktif menyerap ilmu dan menghasilkan karya-karya setiap hari, kini bergeser menjadi: keren adalah update foto-foto narsis di Instagram, ikut geng-geng unfaedah, dan menjadi superior di suatu komunitas sosial.

    “Untuk teman-teman millenial, saya berharap bisa menumbuhkan kesadaran dan lebih menghargai waktu. Setidaknya dengan tulisan ini, ada sedikit insight yang di dapat untuk berbenah. Berbenah mindset, berbenah kata, berbenah sikap, berbenah budaya, berbenah karakter, dan berbenah masa depan. Perhatikan, rumus cepatnya adalah berbenah mindset sama dengan berbenah masa depan. Tanamkan kesadaran pentingnya literasi, mulai akrabi buku-buku, dan yakinlah Allah akan memberikan jalan untuk mewujudkan komitmen dan masa depanmu” jelas Hizkil.

    Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Profil Rohmaniah, Penulis Banyuwangi dengan Segudang Karya dan Prestasi

    Profil Rohmaniah, Penulis Banyuwangi dengan Segudang Karya dan Prestasi

    sastrawacana.id/ – Tak ada yang meragukan kecintaan Rohmaniah pada dunia literasi.

    Perjalanan hidupnya penuh jejak sastra dan tulisan yang bermakna, menjadikannya sosok inspiratif di bidang pendidikan sekaligus literasi.

    Sebagai seorang guru sekolah dasar, ia tak hanya mengajar, tetapi juga membangun fondasi literasi yang kokoh bagi anak didiknya dan masyarakat sekitarnya.

    Kecintaan terhadap literasi terlihat sejak Rohmaniah duduk di bangku sekolah dasar.

    Ia ingat sekali puisi pertama yang dibacanya berjudul “Renungan” karya NN.

    Puisi tersebut yang kemudian membuatnya jatuh hati pada puisi untuk pertama kali, hingga ingin membaca puisi lebih banyak lagi.

    Saat duduk di bangku SMA, ia mulai suka membaca buku-buku novel, mulai dari “Siti Nurbaya” karya Marah Roesli (1922), “Salah Asuhan” karya Abdoel Moeis (1928) dan “Tenggelammnya Kapal Van Der Wijck” karya Buya Hamka (1938).

    Tak sampai disitu, beberapa koleksi bukunya saat kuliah “Animal Farm” karya George Orwell (1945), “100 Tahun Kesunyian” karya Gabriel Garcia Marquez (1967) sampai novel tetralogi Laskar Pelangi ia rampungkan semua.

    Lebih dari itu, Rohmaniah juga sangat suka dengan sastra serta ruang lingkupnya.

    Pada tahun 2010, pertama kali ia menulis puisi dengan judul “Ibu” dengan diksi dan makna yang mendalam.

    Ia ingat sekali menulis puisi tersebut di sebuah kantor balai desa dengan momen di waktu senja temaram.

    Rohmaniah adalah sosok pendidik yang suka literasi dan dunia menulis.

    Pikirnya, dengan menulis maka ia akan meninggalkan karya yang bisa dinikmati oleh para pembaca, terlebih untuk anak didiknya nanti.

    Pada tahun 2020, ia menulis buku antologi cerpen berjudul “Putih Abu-Abu” karya penulis komunitas pecinta buku KGBN. Cerpennya berjudul “Adok” dalam bahasa Indonesia artinya “Nenek.”

    Pada tahun 2019, Ia diangkat menjadi PNS dan dinas di SD Negeri 2 Pakistaji. Tepat pada tahun 2023, Ia menyelesaikan pendidikan guru penggerak angkatan 9.

    Prestasi yang diraih diantaranya

    • Puisi Terpilih dalam Lomba Menulis Puisi Tema Pahlawan Nasional oleh KOPIWANGI (2024).
    • Juara 1 Lomba Menulis Puisi Tema Kemerdekaan RI ke-79 (2024).
    • Esai Terbaik Kedua pada Event Menulis Esai Tema Pendidikan Hari Pendidikan Nasional (2024).
    • Top 10 Vlog Merdeka Belajar Universitas Terbuka (2022).
    • Inovator Sehari Bersama Internet (Sabernet) tingkat nasional (2022).

    Aktif juga sebagai narasumber dalam beberapa acara Banyuwangi Ayo Mengajar (BAM) tahun 2022 di SD Negeri 2 Gumuk kecamatan Licin, Temu Pengajar Nusantara (TPN) ke-10 dan ke-11 di SD Negeri Penganjuran.

    Upaya serta kerja keras yang ia lakukan untuk meningkatkan literasi di sekolah tempat mengajar, sehingga bisa membantu meningkatkan rapot literasi sekolah.

    Di samping itu, ia berkolaborasi dengan perpustakaan daerah untuk meningkatkan minat baca peserta didiknya.

    “Seorang guru harus gemar membaca sehingga menjadi contoh untuk peserta didiknya. Salah satu wadah untuk menumbuh kembangkan kompetensi di bidang literasi adalah KOPIWANGI. Di mana KOPIWANGI sebagai katalisator literasi yang ada di Banyuwangi, bisa menjangkau semua elemen warga sekolah” jelas pengagum Chairul Anwar dengan diksi-diksinya yang paten.

    Menurutnya literasi memang tidak sebatas membaca, tapi membaca adalah ruh-nya.

    Penulis: Andi BS

  • Profil Habib Hasan bin Ja’far Assegaf, Pemimpin Majelis Nurul Musthofa

    Kabar duka datang dari Pemimpin Majelis Nurul Musthofa, Habib Hasan bin Ja’far Assegaf yang mengembuskan nafas terakhir pada hari ini, Rabu, 13 Maret 2024, bertepatan dengan 2 Ramadan 1445 Hijriyah.

    Habib Hasan meninggalkan dunia pada usia 47 tahun. Kabar duka diumumkan oleh keluarga melalui platform media sosial.

    “Segenap Keluarga Besar Rabithah Alawiyah turut berduka cita atas wafatnya Habib Hasan bin Ja’far bin Umar Assegaf (pimpinan Majelis Nurul Musthofa) pada hari Rabu, 13 Maret 2024,” tulis Rabithah Alawiyah, Rabu (13/3/2024).

    Profil Habib Hasan bin Ja’far Assegaf

    Habib Hasan bin Ja’far Assegaf lahir pada tahun 1977 di Kramat Empang Bogor.

    Masa pendidikannya dijalani di IAIN Sunan Ampel Malang, beliau belajar agama dari sejumlah ulama ternama seperti Syaikh Usman Baraja, Syaikh Abdul Qodir Ba’salamah, dan Syaikh Ahmad Bafadhol.

    Setelah menyelesaikan kuliah di IAIN Sunan Ampel Malang, Habib Jafar muda memilih untuk melanjutkan pendidikan agama bersama ulama-ulama terkemuka di Jakarta.

    Tahun 1997 menandai awal perjalanan dakwah Habib Hasan bin Ja’far Assegaf, yang dimulai di Sukabumi, Jawa Barat.

    Dengan izin Allah Swt, Habib Hasan berhasil menghimpun jama’ah sebanyak lima ratus orang di daerah tersebut.

    Namun, perjalanannya terpaksa terhenti karena Umi dari Habib Hasan mengalami sakit yang serius.

    Sebagai hasilnya, Habib Hasan kembali ke Bogor untuk mendampingi dan merawat Umi yang sedang sakit.

    Tahun 1998 Habib Hasan melanjutkan dakwahnya ke daerah yang jauh, yakni Timor Timur (kini menjadi negara terpisah dari Indonesia), terutama di daerah Palu.

    Dalam upaya dakwah ini, Habib Hasan ditemani oleh Al Habib Abubakar bin Hasan Alatas.

    Tahun 2001 menjadi tahun di mana Habib Hasan memperoleh ijazah maulid Simthuddurrar dari Habib Anis Al-Habsyi.

    Setelah itu, beliau memulai kegiatan pengajian dengan memanfaatkan marawis atau ketimpring (rabana) untuk menambah semarak suasana

    Habib Hasan mendirikan Majlis Nurul Musthofa dengan misi utama menyebarkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW serta memperkenalkan pribadi Rasulullah SAW sebagai teladan bagi manusia.

    Habib Hasan menikah dengan Syarifah Muznah binti Ahmad Al Haddad (Al Hawi) yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW. Dari pernikahan tersebut, mereka dianugerahi satu putri dan dua putra.

    Pengabdian dakwah Habib Hasan tidak terbatas hanya di Indonesia, melainkan juga mencakup wilayah Yaman, Abu Dabi, dan Arab Saudi.

  • Sinopsis Film Honest Thief, Kisah Tom Sang Pembobol Bank Ulung

    Honest Thief adalah film aksi thriller Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2020 dan disutradarai oleh Mark Williams. Sementara skenarionya ditulis oleh Williams bersama Steve Allrich.

    Beberapa nama yang membintangi film ini seperti Liam Neeson, Kate Walsh, Jai Courtney, Jeffrey Donovan, Anthony Ramos, dan Robert Patrick.

    Ceritanya mengikuti seorang mantan perampok bank, diperankan oleh Liam Neeson, yang memilih untuk menyerahkan diri kepada FBI.

    Namun, ia malah terperangkap dalam jaringan kecurangan oleh seorang agen yang korup.

    Sinopsis Honest Thief

    Film ini menceritakan Tom Dolan (diperankan oleh Liam Neeson), seorang veteran Angkatan Laut AS dan ahli penghancur gedung yang memutuskan untuk beralih profesi menjadi perampok bank ulung.

    Saking mahirnya, Tom sampai-sampai mendapat julukan In-and-Out Bandit karena selalu lolos dalam operasi perampokannya.

    Pada suatu hari, saat menyimpan uang di sebuah unit penyimpanan, Tom bertemu dengan Annie Wilkins, seorang mahasiswa pascasarjana psikologi yang bekerja di fasilitas tersebut.

    Percakapan pun dimulai, Tom menceritakan tentang pekerjaannya sebagai perampok bank menggunakan bahan peledak.

    Annie terkesima dengan potensi kekuatan dari perangkat peledak tersebut, hingga keduanya dengan cepat menjalin hubungan.

    Meskipun Tom sudah menikah, ia mengungkapkan pada Annie bahwa melihatnya sebagai mitra sehingga mereka bekerja sama menyimpan uang hasil rampokan.

    Satu tahun berlalu, Tom dan Annie yang sedang dalam masa pelarian menyadari konsekuensi berat yang akan mereka terima jika perbuatan mereka sampai terungkap.

    Keduanya berharap untuk melupakan setahun ke belakang dan meninggalkan kehidupan kejahatan mereka.

    Tampaknya satu-satunya jalan keluar adalah dengan Tom menyerahkan diri beserta uang hasil kejahatannya kepada pemerintah sebagai pertukaran untuk hukuman yang lebih ringan.

    Tom memutuskan untuk mengatur pertemuan dengan Agens FBI Sam Baker. Sayangnya, pertemuan itu diganggu oleh agen korup John Nivens dan Ramon Hall.

    Tom segera menyadari bahwa mereka telah menipunya untuk mengungkapkan lokasi uang curiannya.

    Dalam momen yang genting, Tom hampir kehilangan hidupnya, sementara Annie juga menyadari bahwa Nivens dan Hall ingin menyimpan uang tersebut untuk kepentingan pribadi.

    Dengan mengancam para agen tersebut menggunakan chip tawarannya yang tersembunyi dari dua pertiga uang yang tersisa, Tom membiarkan Annie melarikan diri dengan seluruh jumlah tersebut.

    Pada akhirnya, Tom memutuskan untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang karena ia sadar bahwa itu merupakan satu-satunya cara untuk keluar dari kehidupan kelamnya.

    Dengan melepaskan masa lalunya, Tom dan Annie akhirnya dapat memulai kehidupan pribadi mereka tanpa beban sejarah kejahatan.

  • Profil Helena Lim, Crazy Rich PIK yang Diduga Tersandung Korupsi Izin Tambang

    Helena Lim atau yang akrab disapa dengan sebutan “crazy rizh” Pantai Indah Kapuk (PIK) sedang menjadi sorotan publik akibat diduga terlibat dalam skandal korupsi komoditas timah.

    Pada tanggal 6-8 Maret 2024, penyidik Kejaksaan Agung Republik Indonesia berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai puluhan miliar rupiah dari beberapa lokasi, termasuk kantor PT QSE dan PT SD yang dimiliki oleh Helena Lim.

    Selain itu, Kejaksaan Agung Republik Indonesia juga mengamankan sejumlah barang elektronik dan dokumen terkait penyelidikan dugaan korupsi dalam tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk periode 2015-2022.

    Kejaksaan Agung Republik Indonesia juga berhasil mengamankan 65 keping emas logam mulia berbobot 1.062 gram, uang tunai sebesar Rp 75,4 miliar, 1.547 dolar Amerika Serikat, dan 411.400 dolar Singapura.

    Semenjak namanya ramai diberitakan, warganet penasaran dengan siapa sosok Helena Lim sebenarnya.

    Profil Helena Lim

    Helena Lim adalah seorang pengusaha sukses yang diketahui sering menjalin persahabatan dengan sejumlah artis top Tanah Air.

    Nama Helena mulai mencuri perhatian masyarakat karena sering memamerkan gaya hidup mewah dan kekayaannya yang melimpah di media sosial.

    Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa sebelum meraih kekayaan seperti sekarang, Helena pernah mengalami masa-masa sulit.

    Pasalnya, ia adalah seorang ibu tunggal dengan empat anak, sehingga penuh perjuangan untuk mencapai kesuksesan seperti saat ini.

    Dalam sebuah kesempatan podcast Youtube Boy William, Helena Lim membeberkan bahwa ia berasal dari keluarga sederhana.

    Wanita yang pernah merilis single berjudul “Pasrah” ini juga menceritakan bahwa dirinya adalah seorang yatim piatu yang serba kekurangan.

    Setelah sang ayah meninggal dunia, Helena Lim hanya tinggal di sebuah rumah kecil. Ibunya harus bekerja keras untuk membiayai pendidikannya hingga ia lulus dari SMA.

    Setelah menyelesaikan SMA, Helena mulai mencari penghasilan sendiri sebagai pegawai bank, sekretaris, dan bahkan sebagai marketing untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

    Helena mengakui di masa lalu, dirinya sering bermimpi memiliki rumah dengan fasilitas seperti kolam renang, gym, ruang karaoke, dan salon.

    Melalui upaya dan kerja kerasnya selama ini, akhirnya Helena berhasil mewujudkan impian tersebut.

    Ia memiliki kediaman mewah bak istana seluas 1.000 meter persegi di atas lahan seluas 500 meter dengan fasilitas super lengkap yang terletak di kawasan elit PIK Jakarta.

    Rumahnya dipenuhi ornamen klasik dan berlian yang diimpor secara langsung dari Italia. Selain itu, dilengkapi juga dengan kolam renang yang dirancang khusus oleh arsitek terkenal, Da Vinci.

    Selain rumah mewah, Helena Lim juga gemar mengoleksi barang-barang bermerek, seperti tas, jam tangan, hingga mobil mewah.

    Berkat beragam bisnis dan karier yang moncer, Helena Lim berhasil mendapat status crazy rich, alias wanita kaya di Indonesia.

    Sumber: Suara

  • Profil Calvin Verdonk, Pemain Belanda yang Dibidik Shin Tae-yong

    Baru-baru ini nama Calvin Verdonk tengah menjadi pembicaraan hangat di Indonesia lantaran Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong terlihat langsung menyaksikan penampilannya bersama klub Belanda, NEC Nijmegen.

    Foton Shin Tae-yong bersama Verdonk setelah NEC memenangkan pertandingan 2-0 melawan Thom Haye, Heerenveen pun seliweran di media sosial.

    Sehingga pertemuan antara Shin Tae-yong dan Verdonk menciptakan desas-desus bahwa pelatih asal Korea Selatan itu tertarik untuk memboyong Verdonk ke Timnas Indonesia.

    Profil Calvin Verdonk

    Calvin Verdonk adalah seorang bek kiri yang bermain untuk NEC Nijmegen, salah satu peserta kompetisi Liga Utama Belanda Eredivisie.

    Verdonk, seorang pemain keturunan atau diaspora yang lahir di Dordrecht pada 26 April 1997.

    Sebagai produk asli akademi Feyenoord, Verdonk telah menjadi bagian dari tim utama Feyenoord sejak tahun 2015.

    Ia juga telah membela beberapa klub, termasuk PEC Zwolle, Twente, dan klub Portugal, Famalicao, sebelum bergabung dengan skuad NEC saat ini.

    Di tingkat internasional, Verdonk, yang kini berusia 26 tahun, secara konsisten menjadi anggota Timnas Belanda di berbagai tingkatan usia

    Meski baru berusia 26 tahun, Verdonk telah menjadi bagian dari Timnas Belanda kategori U-21.

    Pada musim ini, ia telah tampil dalam 25 pertandingan, mencatatkan 2 gol dan 2 assist, serta menjadi bagian dari “Starting Line-up” sebanyak 11 kali.

    Menurut Football Talent Scout, Verdonk adalah pemain belakang serba guna di lapangan.

    Dia mampu bermain sebagai bek tengah, bek kiri, dan sayap kiri, bahkan dapat berperan sebagai gelandang bertahan karena kemampuannya dalam melakukan tekel yang baik.

    Kekuatan kaki utamanya terletak di sebelah kiri, membuatnya secara alami diposisikan sebagai bek kiri atau sayap kiri. Verdonk juga memiliki kemampuan umpan Crossing yang sangat baik.

    Menurut WhoScored, keahlian tambahan Verdonk melibatkan konsentrasi yang baik, sikap tenang di lapangan, dan daya tahan yang kuat.

    Pada tahun 2014, Verdonk mencuri perhatian dengan mencetak gol indah dalam kompetisi Piala Eropa U-17.

    Terungkap bahwa Calvin Verdonk memiliki keturunan Indonesia melalui ayahnya yang berasal dari Tanjung Meulaboh, Aceh Barat.

    Meskipun saat ini berstatus sebagai warga negara Belanda, Verdonk belum pernah dipanggil untuk membela Timnas Belanda di level senior.

    Karena Indonesia tidak mengizinkan sistem kewarganegaraan ganda, pemain kelahiran 1997 tersebut harus menjalani proses naturalisasi apabila berkeinginan memperkuat Timnas.

    Biodata Calvin Verdonk

    Nama: Calvin Verdonk
    Tempat lahir: Dordrecht
    Tanggal lahir: 26 April 1997
    Usia: 26 Tahun
    Tinggi badan: 174 cm
    Posisi bermain: Bek kiri, bek tengah
    Klub: NEC Nijmegen

  • Biografi Lengkap WS Rendra dan Karya-karyanya

    Biografi Lengkap WS Rendra dan Karya-karyanya

    Biografi Rendra

    Nama Pena : WS Rendra
    Nama Lengkap : Willibrordus Surendra Broto Rendra
    Lahir : Solo, 7 Nopember 1935
    Agama : Islam
    Istri : Ken Zuraida

    Kehidupan WS Rendra

    Rendra, yang bernama asli Willibrordus Surendra Broto, lahir di Solo pada tanggal 7 November 1935 dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah.

    Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik, Solo, di samping sebagai dramawan tradisional; sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta.

    Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu.

    Ia memulai pendidikannya dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya, SMA (1952), di sekolah Katolik, di kota yang sama.

    Setamat SMA Rendra pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri. Ternyata akademi tersebut telah ditutup.

    Lalu ia pergi ke Yogyakarta dan masuk ke Fakultas Sastra, Universitas Gajah Mada.

    Walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya, tidak berarti ia berhenti untuk belajar.

    Pada tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di Amerika, ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA).

    Ia juga mengikuti seminar tentang kesusastraan di Universitas Harvard atas undangan pemerintah setempat.

    Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP.

    Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi, cerpen, dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya.

    Bukan hanya menulis, ternyata ia juga piawai di atas panggung. Ia mementaskan beberapa dramanya, dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat.

    Ia petama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat.

    Setelah itu, puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu, seperti Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru.

    Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya, terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an.

    Prof. A. Teeuw, di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989), berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan 45, Angkatan 60-an, atau Angkatan 70-an.

    Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri.

    Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

    Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang, dan India.

    Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri, di antaranya :

    • The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979)
    • The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985)
    • Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985)
    • The First New York Festival Of the Arts (1988)
    • Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989)
    • World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992)
    • Tokyo Festival (1995)

    Pada tahun 1961, sepulang dari Amerika, Rendra mendirikan grup teater di Yogyakarta.

    Akan tetapi, grup itu terhenti karena ia pergi lagi ke Amerika. Ketika kembali lagi ke Indonesia (1968), ia membentuk kembali grup teater yang bernama Bengkel Teater.

    Bengkel Teater ini sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air.

    Sampai sekarang Bengkel Teater masih berdiri dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya.

    Pendidikan WS Rendra

    • SMA St. Josef, Solo
    • Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
    • American Academy of Dramatical Art, New York, USA (1967)

    Karya-Karya Drama WS Rendra

    • Orang-orang di Tikungan Jalan
    • SEKDA dan Mastodon dan Burung Kondor
    • Oedipus Rex
    • Kasidah Barzanji
    • Perang Troya tidak Akan Meletus

    Sajak/Puisi WS Rendra

    • Jangan Takut Ibu
    • Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
    • Empat Kumpulan Sajak
    • Rick dari Corona
    • Potret Pembangunan Dalam Puisi
    • Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta
    • Pesan Pencopet kepada Pacarnya
    • Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)
    • Perjuangan Suku Naga
    • Blues untuk Bonnie
    • Pamphleten van een Dichter
    • State of Emergency
    • Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
    • Mencari Bapak
    • Rumpun Alang-alang
    • Surat Cinta

    Penghargaan WS Rendra

    • Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (1957)
    • Anugerah Seni dari Departemen P & K (1969)
    • Hadiah Seni dari Akademi Jakarta (1975)
  • Biografi Ahda Imran, Karya, dan Prestasinya dalam Dunia Sastra

    Biografi Ahda Imran, Karya, dan Prestasinya dalam Dunia Sastra

    Ahda Imran adalah seorang penyair dan esais yang lahir di Payakumbuh pada 10 Agustus tahun 1966, kemudian besar dan berkarya di Cimahi, Jawa Barat.

    Selain dikenal sebagai penyair, Ahda Imran juga menulis beberapa naskah drama, salah satunya adalah untuk seri teater Monolog 3 Perempuan.

    Dalam karya tersebut, Ahda Imran berkolaborasi dengan Gunawan Maryanto dan Djenar Maesa Ayu.

    Kemudian pada tahun 2013, ia menulis naskah untuk Monolog Inggit Garnasih yang dimainkan oleh Happy Salma dan disutradarai oleh Wawan Sofwan.

    Sepanjang kariernya, ia telah melahirkan banyak karya juga mencetak berbagai penghargaan, salah satunya adalah Penghargaan Sastra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kategori kumpulan puisi yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tahun 2022.

    Selain itu, ia juga telah menulis banyak puisi yang sering dimuat dalam Harian Kompas, salah satunya puisi berjudul “Sajak Tan Malaka Kepada Harry A Poeze (2012)”.

    Berikut ini adalah beberapa karya dan prestasi yang telah diraih oleh Ahda Imran sepanjang kariernya.

    Karya Puisi Ahda Imran

    • Sajak Tan Malaka Kepada Harry A Poeze (2012)
    • Hujan Yang Berwarna Hitam (2013)
    • Dari Bahasa kepada Puisi (2013); puisi untuk Afrizal Malna
    • Hikayat Sebuah Meja (2013); puisi untuk Hanafi
    • Setenang Buddha (2013)
    • Kalajengking (2013)
    • Hikayat Tangan (2013)
    • Dalam Kapal Nuh (2013)
    • Hikayat Aradea (2013)
    • 24 Jam Berikutnya dalam Kepalamu (2013)
    • Dunia Perkawinan (buku puisi, 1999)
    • Penunggang Kuda Negeri Malam (buku puisi, 2008)
    • Rusa Berbulu Merah (buku puisi, 2014)
    • Ludah Orang Suci (buku puisi, 2021)

    Antologi Puisi Ahda Imran

    • 70 Puisi: Penunggang Kuda Negeri Malam (2008); diterbitkan oleh Akar Indonesia
    • Rusa Berbulu Merah: Kumpulan Puisi 2008-2013 (2014); diterbitkan oleh Pustaka Jaya

    Kumpulan Cerita Ahda Imran

    • 200 Ikon Bandung, Ieu Bandung Lur! (2010); bersama Zaki Yamari; diterbitkan oleh Pikiran Rakyat
      Naskah drama Ahda Imran
    • Monolog Inggit Garnasih (2013); dipentaskan oleh Happy Salma, disutradarai oleh Wawan Sofwan
    • Monolog 3 Perempuan (2014); bersama Gunawan Maryanto dan Djenar Maesa Ayu
    • Tan Malaka: Saya Rusa Berbulu Merah (buku naskah drama)
    • Sjahrir (buku naskah drama)
    • Amir Hamzah; Nyanyian Sunyi Revolusi (buku naskah drama)
    • The Sin Nio, Sepinya Sepi (buku naskah drama)
    • Annelis Mallema (buku naskah drama)
    • Kacamata Sjafruddin (buku naskah drama)

    Karya Nonfiksi Ahda Imran

    • Di Atas Viaduct (2009); diterbitkan oleh Kiblat Buku Utama
    • 5 Dasa Warsa Irawati Menari (2011); bersama Miftahul Malik dan Irawati Durban Ardjo

    Penghargaan Ahda Imran

    • Tahun 2014, antologi puisi Ahda Imran berjudul Rusa Berbulu Merah masuk dalam daftar lima besar nominasi ajang Kusala Sastra Khatulistiwa.
    • Tahun 2022 ia masuk dalam nominasi Penulis Skenario Adaptasi Terbaik bersama Kamila Andini dalam film Nana di Festival Film Indonesia 2022.
    • Buku puisi Rusa Berbulu Merah menjadi buku Rekomendasi Majalah Tempo (2015)
    • Buku puisi Ludah Orang Suci menjadi buku Rekomendasi Majalah Tempo (2021)
    • Buku puisi Ludah Orang Suci menerima Penghargaan Buku Puisi Kemendikbud (2022)
    • Pemenang Sayembara Naskah Teater Dewan Kesenian Jakarta (2022) untuk naskah Mesin Jemaat Rawayan Award.
    • Novel biografisnya “Jais Darga Namaku” diangkat ke layar lebar dengan judul  Before, Now & Then (Nana) dan terpilih mengikut Berlinale Festival 2022 di Berlin.
  • Profil dan Kisah Inspiratif Yurike Sanger, Tokoh Aktivis Kemanusiaan

    Profil dan Kisah Inspiratif Yurike Sanger, Tokoh Aktivis Kemanusiaan

    Yurike Sanger adalah seorang tokoh publik Indonesia yang banyak dihormati karena kiprahnya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

    Sebagai seorang aktivis dan filantropis, Yurike Sanger telah banyak berkontribusi dalam memperbaiki kehidupan masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi terpinggirkan.

    Profil Yurike Sanger

    Yurike Sanger lahir di Surabaya pada tanggal 17 Juni 1977. Dia adalah anak dari pasangan Almarhum Soedarsono Sanger dan Ibu Sri Hartini.

    Yurike tumbuh di lingkungan keluarga yang berkecukupan dan mendapat pendidikan yang baik.

    Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Yurike Sanger memutuskan untuk menjadi seorang aktivis dan pejuang hak asasi manusia.

    Sejak awal kiprahnya sebagai seorang aktivis, Yurike Sanger telah banyak berjuang untuk melindungi hak asasi manusia dan memperjuangkan keadilan sosial di Indonesia.

    Salah satu perjuangannya yang paling terkenal adalah dalam kasus perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual dan diskriminasi gender.

    Yurike Sanger juga aktif dalam memperjuangkan hak-hak anak dan hak-hak perempuan di Indonesia.

    Selain sebagai aktivis, Yurike Sanger juga dikenal sebagai seorang filantropis yang aktif memberikan bantuan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

    Melalui Yayasan Tangan Di Atas (TDA), Yurike Sanger telah membantu banyak anak-anak Indonesia yang terkena dampak kemiskinan dan bencana alam.

    Yayasan TDA juga memberikan bantuan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

    Kisah Inspiratif Yurike Sanger

    Meskipun Yurike Sanger tumbuh dalam lingkungan keluarga yang berkecukupan, namun ia tidak pernah lupa untuk berjuang bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Kisah inspiratif Yurike Sanger dimulai ketika ia menjadi seorang aktivis dan memperjuangkan hak asasi manusia di Indonesia.

    Dalam perjalanannya, ia harus menghadapi berbagai rintangan dan tantangan, namun ia tidak pernah menyerah.

    Salah satu momen paling berkesan dalam kisah inspiratif Yurike Sanger adalah ketika ia berhasil memenangkan kasus diskriminasi gender di Indonesia.

    Kemenangan ini menjadi bukti bahwa perjuangan Yurike Sanger tidaklah sia-sia, dan memberikan harapan bagi banyak perempuan Indonesia yang masih menghadapi diskriminasi gender.

    Yurike Sanger merupakan tokoh publik yang patut dihormati dan dicontoh dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

    Melalui kiprahnya sebagai aktivis dan filantropis, Yurike Sanger telah memberikan banyak kontribusi positif dalam memperbaiki kehidupan masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi terpinggirkan.

    Perjuangan Yurike Sanger dalam memperjuangkan hak asasi manusia, hak-hak perempuan, dan hak-hak anak di Indonesia tidaklah mudah.

    Kisah inspiratif Yurike Sanger mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi rintangan dan tantangan dalam hidup.

    Semua orang dapat berkontribusi dalam memperbaiki kehidupan masyarakat, terlebih lagi bagi mereka yang membutuhkan.

    Kita dapat belajar dari perjuangan Yurike Sanger dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita juga dapat berkontribusi dalam memperbaiki kehidupan masyarakat Indonesia.