Tag: buku

  • Peluncuran E-Book Memoar Sang Veteran Karya IGB Sudharma, Jejak Seorang Pejuang yang Diabadikan dalam Rajutan Kata

    Peluncuran E-Book Memoar Sang Veteran Karya IGB Sudharma, Jejak Seorang Pejuang yang Diabadikan dalam Rajutan Kata

    Setiap manusia memiliki rencana, namun hanya Tuhan yang menentukan jodoh, rezeki, dan umur.

    Seperti pepatah mengatakan, “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang,” maka IGB Sudharma ingin namanya tetap abadi dengan meninggalkan karya berupa buku.

    Buku ini merupakan kumpulan kisah nyata pengalaman hidupnya sebagai Veteran Pembela, Pahlawan Seroja yang terlibat dalam Perang Timor Timur tahun 1975-1976 saat masih berusia 20 tahun sebagai anggota Brimob.

    Peluncuran buku “Memoar Sang Veteran” yang berisi kumpulan puisi dan cerpen berlatar sejarah gejolak Timor Timur saat ingin memisahkan diri dari NKRI, awalnya direncanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2024 atau Hari Jadi Banyuwangi 18 Desember 2024 di Villa Bahari Kemiren milik anaknya.

    Namun, karena kondisi kesehatan IGB Sudharma serta berbagai kendala teknis, proses penyelesaian naskah baru rampung pada awal Desember 2024.

    Penerbit Lintang Banyuwangi bergerak cepat dalam proses tata letak dan desain. Sayangnya, penerbitan ISBN tertunda akibat antrean akhir tahun, sehingga buku baru bisa dicetak pada awal Februari 2025.

    “Kami seakan berpacu dengan waktu. Penulis ingin melihat bukunya terbit. Saat kami menyerahkan buku, yang menerima adalah istrinya karena saat itu IGB Sudharma sedang dalam perawatan intensif di ICU RSI Fatimah,” ungkap Maulana Affandi, S.S., Direktur Penerbit Lintang.

    Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk peluncuran fisik, dipilih alternatif Plan B, yaitu peluncuran e-book sekaligus bedah karya di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banyuwangi.

    Namun, ketika kesehatan IGB Sudharma semakin menurun, Plan C ditetapkan: peluncuran e-book tanpa diskusi bedah buku.

    Rencananya, acara akan digelar setelah kontrol kesehatan pada Selasa, 18 Februari 2025, namun kembali tertunda hingga akhirnya bisa dilaksanakan pada Kamis, 20 Februari 2025.

    “Alhamdulillah, akhirnya buku ini bisa diluncurkan dalam keadaan saya masih diberikan umur. Saat di ICU, buku ini diperlihatkan kepada saya dan itu menjadi obat kuat untuk terus berkarya. Bahkan, saya sudah menyiapkan buku kedua yang akan menceritakan perjalanan saya masuk kepolisian, bertugas di Brimob, dikirim ke Kupang, lanjut ke Atambua, hingga pensiun,” ujar IGB Sudharma yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Paripurna Macab Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Banyuwangi dan Dewan Pembina Sanggar Merah Putih ’45.

    IGB Sudharma yang ditinggal istrinya, Ning Nuroniyah saat pandemi COVID-19 dan kini bersanding dengan Siti Alifah, mempersembahkan buku ini untuk ibu, kedua istrinya, serta generasi penerus agar tetap mencintai tanah air dengan jiwa, semangat, dan nilai juang ’45.

    Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya telah melewati berbagai pengalaman hidup, mulai dari pertempuran di Timor Timur, bentrokan dengan preman, isolasi pandemi, hingga tiga hari di ICU.

    “Dalam setiap doa setelah salat, saya selalu beristighfar dan meminta agar segala bentuk ilmu kekebalan yang tidak sesuai syariat dapat dilepaskan, sehingga saya kembali kepada Sang Pencipta dalam keadaan fitrah,” tuturnya.

    Ia juga mengaku telah melakukan ruqyah dan berbagai ikhtiar untuk melepaskan khodam dari guru-gurunya yang kini telah tiada.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, Drs. Zen Kastolani, M.Si., didampingi Pustakawan Ahli Madya Hj. Fitrin Kuntartini, S.Sos., dan H. Yusup Khoiri, S.STP., memberikan apresiasi atas buku ini.

    “Kami berterima kasih kepada penulis yang telah menuangkan pengalaman hidup dan spiritualnya dalam buku yang kini bisa diakses masyarakat melalui jaringan internet. Semoga ini menjadi amal jariyah dan kami menantikan karya berikutnya,” ujar Zen Kastolani.

    Sementara itu, Yusup Khoiri menjelaskan bahwa melalui program PUSAKA, semua tulisan tentang Banyuwangi—baik dari warga lokal maupun orang luar—bisa dipublikasikan lebih luas.

    Dengan begitu, buku “Memoar Sang Veteran” juga bisa dibaca lebih banyak orang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memahami sejarah serta semangat perjuangan.

  • Anatomi Cinta Karya Heri Iskandar

    Anatomi Cinta Karya Heri Iskandar

    Judul: Anatomi Cinta

    Karya: Heri Iskandar

    Anatomi cinta adalah sebuah penyatuan dari bagian bagian bagian penyusun sistem organ yang bernama rasa cinta, ekspresi yang dimunculkan merupakan aktualisasi dari nilai-nilai ketulusan hati yang murni tanpa pengaruh apapun.

    Disana ada sedih, disana ada gembira, disana ada rindu, disana ada kesal, disana ada terpuruk, disana ada bangkit, disana ada kasih, disan ada harapan, disana ada benci, disana ada  rindu, disana ada kejujuran, disana ada kebohongan, disana ada legowo, disana ada iri, disana ada semangat, disana ada putus asa, semua bergerak sesuai sang operator  utama yaitu hati.

    Bila sikap mulia yang ditunjukkan, maka kasih sayang yang dirasakan, tapi bila sakit yang di munculkan, maka kecewa yang di rasakan.

    Anatomi cinta mengajarkan kita untuk  lebih tahu batas antara cinta dan benci. Jangan membuang luka dihati yang penuh cinta karena dia akan membenci dengan pujian dan senyuman.

    Kata Penulis:

    Motivasi dan harapan penulis terhadap buku karya perdana ini adalah semoga dapat membuka
    cakrawala berfikir, merajut rasa dan menyamakan frekuensi pemikiran saat para
    pembaca menikmati tiap goresan kata yang berbanjar rapi di lembar demi lembar
    buku ini, sehingga menjadi inspirasi bagi para pemula untuk lebih menyukai
    dunia menulis puisi, dimanapun dan kapanpun.

    Salam hangat berupa
    persaudaraan dari hati paling dalam penulis sampaikan semoga buku ini dapat
    dinikmati, disukai dan berkesan di hati para pembacanya. Tentunya penulis
    menyadari akan ketidaksempurnaan dari karya ini, sehingga kritik dan saran
    selalu penulis nantikan untuk menjadi bahan perbaikan dalam buku-buku
    selanjutnya.

  • Buku Memoar Sang Veteran Karya IGB Sudharma

    Buku Memoar Sang Veteran Karya IGB Sudharma

    Puji syukur kita panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya buku “Memoar Sang Veteran” karya IGB Sudharma.

    Buku ini hadir sebagai sebuah cerminan perjalanan hidup, perjuangan, dan dedikasi seorang veteran yang telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara.

    Dalam setiap lembar memoarnya, penulis tidak hanya membagikan kisah perjalanan hidup yang penuh liku, tetapi juga menyelipkan pesan-pesan moral yang dapat dipetik untuk generasi muda.

    Melalui pengalaman nyata yang dikisahkan dengan penuh kejujuran, pembaca diajak menyelami arti perjuangan, pengorbanan, serta semangat juang yang tidak pernah pudar meski zaman telah berubah.

    Buku ini menjadi lebih dari sekadar sebuah kumpulan cerita, tapi jadi jendela ke masa lalu yang sarat nilai sejarah, kebijaksanaan, dan inspirasi.

    Harapan kami, “Memoar Sang Veteran” dapat menjadi pengingat akan pentingnya mengenang dan menghargai jasa para pahlawan, sembari membangun semangat untuk terus melanjutkan perjuangan dalam bentuk yang sesuai dengan tantangan zaman.

    Terima kasih kepada IGB Sudharma yang telah dengan tulus membagikan perjalanan hidupnya serta kepada semua pihak yang telah mendukung terbitnya buku ini.

    Semoga karya ini dapat memberikan manfaat, menjadi inspirasi, serta menyalakan kembali semangat nasionalisme di hati para pembaca.

    Maulana Affandi

    Pemimpin Redaksi Penerbit Lintang Banyuwangi

  • Rumah Ilalang Karya Andi Budi Setiawan

    Rumah Ilalang Karya Andi Budi Setiawan

    “Rumah Ilalang” merupakan metafora yang melambangkan tempat berkumpulnya ilalang-ilalang, meskipun terlihat sederhana, namun memiliki keindahan dan keistimewaan tersendiri.

    Ilalang, rimbun serta bunganya yang halus, menjadi pengingat bahwa keindahan sering kali muncul dari hal-hal yang sederhana, namun memiliki makna yang mendalam.

    Begitu pula puisi-puisi dalam buku ini, yang bila dirangkai bersama-sama, menciptakan harmoni keindahan yang menyentuh rasa.

    Rimbun Kata Teduhkan Rasa, sebuah frasa yang menjadi jiwa buku ini, lahir dari harapan bahwa setiap puisi yang tertuang mampu memberikan keteduhan dan kenyamanan bagi siapa saja yang membacanya.

    Puisi-puisi ini adalah refleksi dari berbagai rasa: bahagia, duka, rindu, dan syukur. Puisi-puisi ini ditulis dengan harapan dapat menyapa hati pembaca, menggugah kenangan, dan menghadirkan kedamaian.

    Buku ini penulis persembahkan teruntuk almarhum ayahanda tercinta, sosok yang menjadi teladan dalam mencintai dunia literasi.

    Lewat kecintaannya dalam membaca dan menulis, menanamkan benih-benih semangat dan konsistensi sehingga karya ketiga dengan judul “Rumah Ilalang – Rimbun Kata Teduhkan Rasa” ini bisa terbit.

    Dalam perjalanan menulis buku ini, penulis menyadari bahwa puisi adalah cara terbaik untuk merekam jejak perasaan.

    Seperti halnya ilalang yang tumbuh liar di tanah yang luas, puisi-puisi ini lahir dari berbagai sudut pandang serta pengalaman.

    Mereka adalah teman di saat sunyi, penghibur di kala sedih, dan penanda syukur di saat bahagia.

    Semoga buku ini menjadi rimbunan kata yang mampu meneduhkan rasa, seperti rindang ilalang di bawah sinar senja.

    Selamat membaca, dan semoga Anda menemukan keteduhan dan inspirasi dalam setiap bait yang tertuang.

    Salam hangat,

    Andi Budi Setiawan

  • Hasan Ali ‘Neko’ Nong Peluncuran Puisi Basa Using Suwidak Siji Karya Jaenuri NZ

    Hasan Ali ‘Neko’ Nong Peluncuran Puisi Basa Using Suwidak Siji Karya Jaenuri NZ

    Kumpulan 61 undharasa Using kanggo nyuguhaken sugihe budaya karya Drs. Ir. Jaenuri NZ, M.Pd Meluncur dino Ahad, 8 Desember 2024 ning LKP ambi TBM ELIT Lemahbang Dewo Rogojampi.

    Undharasa iki kanggo kado rabine hang diwelasi hang wis purnatugas dadi guru ring SMPN 2 Rogojampi setaun sabene: Dra. Yayuk Werdi Arini, MM hang umure 61 ambi kanggo kutha kelahiran hang wis ke-253 taun sakmarine Perang Puputan Bayu 18 Desember 1771.

    Buku Suwidak Siji (61) iki kumpulan ghurit hang ping 2 sakmarine taun sabene temane telulikur (23) mergo jumlah puisi 23 lan makna niat hajate.

    “Dongakno kesat terus nggawe puisi 99 Asmaul Husna dadi taun ngarep kene kumpul maning.Wis ana modal 23 puisi awal hang durung ISBN mung wis nyebar gratis nong 200 an SD/MI!” Jare penggowes onthel lan petani bonsai iki.

    Budayawan Aekanu Haryono seneng nyang kancane iku hang padha pinter Basa Inggris ambi miloni nerbitaken buku kanggo amal jariyah nyang generasi bangsa.

    “Selamat, prof Nuri spesial puisi bahasa dhaerah using hang saktemene kanggo tanah kelahiran!” Jare pendongeng wayang jajang hang seneng berudeng, kaos lukis gandrung ambi sarungan batik iki hang nyelipaken lagu nasional tepak cerita ring ngarepe lalare. Iyane uga siap sosialisasi karya bukune ring sekolah ambi sanggar sanggar seni.

    Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Drs. Hasan Basri tambah apresiasi seru nyang Kang Nuri hang melaku ring dalan hang bener ngeluri karyane nong dalan uripe hang endah nong keluarga, agama uga nulihi sak ubenge kauripan kuno nyang anak putu ambi generasi ring rejane jaman.

    “Kadhung gedigi isun iling ruwahe Hasan Ali hang sabar telaten muputi kosa kata hang suwi kependem!” jare guru agama SMPN 1 iki  ambi suaro mesesegen lan banyu moto ngoco.

    Acara hang diselingi maca puisi, pidato lan ngewer soko murid SMPN 3 Rogojampi hang prestasi nong Festival Sastra Using Dispendik iku, digongi sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Taufik Rohman, M.Si hang ngarep klendi karya sewidak siji iso gadhuk nong murid lan biso diakses ikawangi lewat e-book.Selamat lan kesuwun nambah nilai ana karya tulis hang langka iki!” jare wong Alas Malang Singojuruh iki ambi nompo buku bareng 45 undangan liyane.

    Undangan antara lain pencipta lagu,penyiar radio komunitas, wartawan, Youtuber Eko Ndut, seniman, pawang, guru, EO lan pegiat literasi.

    Marek gesah apresiasi soko hang hadir, penulis jawab,

    “Pastine buku terbitan Ide Bangsa Yogyakarta hang ISBN: 978-623-89159-6-5, sak durunge isun koreksi ambi kamus bahasa using Hasan Ali hang dadi cekelane mulok. Hang teka ulih buku  ambi madhang ngombe khas bumi belambangan.Hang hing teka monggo gandakno dewek.Hun papag tekan ndiko dulur lan bisa tahun ngarep lomba maca undharasa karya isun trophy souvenir ELIT Kiling Osing!” angene.

    Pemandu gesah Bung Aguk Darsono ugo pimpin dungo kirim Al Fatehah kanggo tuan rumah mugo kian samawa berkah keluargane lan ikhlase dulur kirim dungo kanggo arwahe Hasan Ali, Hasnan Singodimayan, AK Armaya, Andang CY, Bashir Nurdian, Sutejo Hadi, Sayun, Suoinah, Indra Gunawan lan pahlawan seniman budayawan Belambangan liyane: Al Fatehah!

  • Membanggakan, SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya Terbitkan Dua Buku Antologi Cerpen Siswa

    Membanggakan, SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya Terbitkan Dua Buku Antologi Cerpen Siswa

    SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya kembali mencetak sejarah baru di dunia pendidikan dengan meluncurkan dua buku antologi cerpen karya siswa kelas XI pada bulan November 2024.

    Buku-buku ini diberi judul Ada Apa di Balik Layar Ponselmu? dan Fragmen Masa Remaja SMA.

    Proyek literasi ini menunjukkan betapa sekolah tersebut tak hanya unggul dalam mencetak siswa-siswi berprestasi akademik, tetapi juga kreatif dan imajinatif.

    Karya tersebut lahir di bawah bimbingan penuh dedikasi dari dua guru inspiratif, Ainul Latifah, S.Pd., dan Dhimas Asih Kusuma Persadha, M.Pd.

    Dengan bimbingan pada pendidik, siswa-siswi mampu mengekspresikan ide-ide mereka melalui tulisan.

    Hasilnya, puluhan cerita pendek yang mengisahkan kehidupan sehari-hari, cinta, hingga cita-cita berhasil dirangkum menjadi dua buku yang menggambarkan realitas masa muda dengan penuh warna.

    Ada Apa di Balik Layar Ponselmu? menggali cerita-cerita yang terinspirasi dari dinamika kehidupan digital siswa.

    Mulai dari perjuangan menemukan jati diri di tengah hiruk-pikuk media sosial hingga kisah persahabatan yang diuji oleh teknologi.

    Buku ini menyentuh tema yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda masa kini.

    Sementara itu, Fragmen Masa Remaja SMA membawa pembaca menyelami berbagai perasaan, tantangan, dan keindahan masa SMA.

    Dari kisah cinta pertama yang penuh gejolak hingga perjuangan menggapai cita-cita di tengah keterbatasan, buku ini menawarkan beragam cerita yang memotret kehidupan remaja dengan jujur dan menyentuh hati.

    Kedua buku ini menjadi bukti bahwa siswa SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang luar biasa.

    Hal ini tidak lepas dari peran para pembimbing yang mendorong siswa untuk menyalurkan ide-ide mereka dengan cara yang positif.

    Setiap tahunnya, pihak sekolah selalu berusaha mengajak siswa untuk berkarya dan mengabadikan hasilnya dalam bentuk buku sebagai salah satu langkah konkret untuk membangun budaya literasi di sekolah kami.

    Kepala sekolah, Elis Santi, M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap proyek literasi ini.

    Dalam Kata Pengantar di kedua buku tersebut, ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap para siswa dan guru yang terlibat.

    “Terbitnya buku ini bukan hanya pembuktian bahwa SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya mampu mencetak generasi cerdas, tetapi juga kreatif dan penuh imajinasi,” tulis Elis.

    Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi, Ahmad Jaenuri, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi lahirnya karya dari siswa-siswi SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Dalam Kata Pengantar, Ahmad Jaenuri berharap jika karya tersebut bisa menjadi pemantik untuk terus menggali potensi diri yang terpendam.

    Menurutnya, setiap individu memiliki keunikan dan bakat yang berbeda-beda, sehingga langkah yang diambil oleh SMAN 1 Rogojampi sangat tepat.

    “Semoga kumpulan cerpen ini dapat menjadi pemantik bagi kalian untuk terus menggali potensi diri yang terpendam,” tulisnya.

    Dhimas Asih Kusuma Persadha, M.Pd, salah satu guru pembimbing mengungkapkan rasa bangga terhadap anak didiknya.

    Ia berharap kreativitas yang telah terasah ini dapat terus berkembang, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di kehidupan sehari-hari karena setiap kata dapat mengubah dunia.

    “Setiap kata memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Gunakan pena kalian untuk menginspirasi,” harap Dhimas.

    Sementara itu, Ainul Latifah, S.Pd., menambahkan bahwa proses menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga mengenali diri sendiri.

    Ia percaya bahwa menulis dapat menjadi alat untuk merefleksikan perasaan dan pengalaman hidup.

    “Menulis bukan hanya sekadar menuangkan kata-kata di atas kertas, tetapi juga sebuah perjalanan untuk mengenali diri sendiri dan dunia sekitar kita,” kata Ainul.

    Proyek literasi ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas siswa, tetapi juga langkah besar dalam upaya meningkatkan budaya literasi di SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Dengan adanya karya-karya seperti ini, sekolah berharap dapat memberikan inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan mereka.

    Keberhasilan ini menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang cara menyampaikan ide dan gagasan kepada dunia.

    SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya telah membuktikan bahwa mereka mampu menjadi pelopor dalam bidang ini.

    Sebagai institusi pendidikan, sekolah ini berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi.

    Dengan dukungan guru-guru yang berdedikasi dan kepala sekolah yang visioner, tidak diragukan lagi bahwa SMAN 1 Rogojampi akan terus mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berprestasi.

    Penulis: Maulana Affandi

  • Dua Buku Puisi Rissa Churria Resmi Diluncurkan, Jadi Inspirasi Penulis Muda Banyuwangi

    Dua Buku Puisi Rissa Churria Resmi Diluncurkan, Jadi Inspirasi Penulis Muda Banyuwangi

    Rissa Churria, penulis puisi asal Banyuwangi yang kini menetap di Depok resmi meluncurkan dua buku puisi terbarunya berjudul Kitab Puisi Kecup Selalu untuk Rasulullah dan Larung Murung.

    Acara peluncuran berlangsung khidmat di Arjuna Cafe dan Resto, Kemiren, Banyuwangi, pada Minggu (27/10/2024), dihadiri oleh sejumlah tokoh sastra serta komunitas seni Banyuwangi.

    Ketua Jagat Sastra Milenial, Riri Satria memberikan apresiasi atas konsistensi Rissa yang merupakan anggota komunitas tersebut dalam berkarya.

    Dalam sambutannya, Riri menyebutkan bahwa Rissa adalah sosok penulis produktif yang terus berkarya di sela-sela kesibukannya sebagai pengajar.

    “Karya-karya Rissa selalu menyiratkan pesan-pesan mendalam. Dedikasinya menjadi inspirasi bagi banyak penulis muda,” ungkap Riri.

    Syafaat, Ketua Komunitas Lentera Sastra, dan Hasan Basri, Ketua Dewan Kesenian Belambangan (DKB) turut hadir dan memberikan dukungan terhadap perkembangan sastra di Banyuwangi.

    Antariksawan Yusuf dari Media Belambangan.com dan Aekanu Haryono, Ketua Komunitas Killing Osing Banyuwangi juga hadir untuk menunjukkan dukungan mereka.

    Hasan Basri berharap semakin banyak penulis sastra dari Banyuwangi yang dapat dikenal di kancah internasional.

    Dalam momen spesial ini, Riri Satria juga memberikan bingkisan buku kepada dua kepala madrasah yang hadir, yakni Majidatul Himmah dari MI Darunnajah 2 Banyuwangi dan Sugeng Maryono dari MTsN 10 Banyuwangi.

    Keduanya menyampaikan rasa terima kasih atas buku-buku tersebut yang akan menjadi bacaan inspiratif bagi para siswa.

    Peluncuran buku ini menjadi bukti konsistensi Rissa Churria dalam memperkaya dunia sastra Banyuwangi meskipun tinggal di luar kota.

    Acara ini sekaligus menutup rangkaian Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) yang digelar pada 24-26 Oktober 2024.

    Diskusi hangat yang dipandu oleh Syafaat menambah semarak acara, dan sebagai bentuk apresiasi, Rissa memberikan buku kepada semua yang hadir.

  • UNESCO Nobatkan Rabat Maroko sebagai Ibu Kota Buku Dunia 2026

    UNESCO Nobatkan Rabat Maroko sebagai Ibu Kota Buku Dunia 2026

    Ibu kota Maroko, Rabat, telah resmi diakui oleh UNESCO sebagai Ibu Kota Buku Dunia untuk tahun 2026.

    Penghargaan ini tidak hanya menjadi prestasi bagi kota tersebut, tetapi juga mencerminkan pertumbuhan pesat industri buku lokal.

    Perlu diketahui, Rabat memiliki 54 penerbit yang aktif beroperasi dan dikenal sebagai tuan rumah pameran buku internasional terbesar ketiga di seluruh Afrika.

    Dengan pengakuan ini, diharapkan perekonomian kota akan semakin berkembang dan akses terhadap pengetahuan menjadi lebih merata di kalangan masyarakat.

    Sebelum Rabat terpilih, gelar Ibu Kota Buku Dunia telah diberikan kepada Rio de Janeiro di Brasil untuk tahun 2025 dan Strasbourg di Prancis untuk tahun 2024.

    Kota-kota ini bertugas untuk mempromosikan literasi dan buku kepada masyarakat di semua kalangan dan usia, baik di tingkat lokal maupun internasional.

    Rabat: Pusat Pengembangan Sastra dan Literasi

    Keputusan UNESCO untuk menobatkan Rabat sebagai Ibu Kota Buku Dunia didasarkan pada komitmen kota ini terhadap pengembangan industri buku.

    Selain itu, Rabat menunjukkan perhatian yang besar terhadap pemberdayaan perempuan dan pemuda melalui membaca serta upaya untuk mengurangi angka buta huruf.

    Semua ini sejalan dengan inisiatif nasional dan pertumbuhan industri penerbitan yang semakin berkembang.

    Sejak inisiatif ini diluncurkan pada tahun 2001, Rabat menjadi kota ke-26 yang mendapatkan penghargaan.

    Kota ini memiliki rencana ambisius untuk meluncurkan berbagai program yang bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memperkuat sektor penerbitan lokal.

    Selain itu, peningkatan literasi bagi seluruh warga negara juga akan menjadi fokus utama.

    Rabat dijadwalkan untuk secara resmi memulai perannya sebagai Ibu Kota Buku Dunia pada 23 April 2026, bersamaan dengan peringatan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia.

    Industri buku di Rabat tidak hanya berfungsi sebagai bagian penting dari ekonomi kreatif kota, tetapi juga berperan dalam mendemokratisasi pengetahuan.

    Dengan kehadiran 54 penerbit, pameran buku internasional terbesar ketiga di Afrika, serta meningkatnya jumlah toko buku, Rabat berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat literasi yang lebih inklusif.

    Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO, menekankan bahwa Rabat telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kemajuan literasi.

    Dia mencatat pentingnya pemberdayaan perempuan dan pemuda melalui membaca serta usaha melawan buta huruf di komunitas yang kurang terlayani.

    Dengan pengakuan ini, Rabat diharapkan dapat memfasilitasi pertumbuhan komunitas sastra yang lebih dinamis dan inklusif, memberikan kontribusi signifikan terhadap dunia literasi di tingkat global.

  • Syafaat Serahkan Buku Catatan Perjalanan Petugas Haji 2024 kepada Tim Irjen Kemenag di Banyuwangi

    Syafaat Serahkan Buku Catatan Perjalanan Petugas Haji 2024 kepada Tim Irjen Kemenag di Banyuwangi

    Dalam acara yang sederhana namun bermakna, Syafaat, seorang petugas haji tahun 2024, menyerahkan Buku Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji kepada Tim Irjen Kementerian Agama, Muh. Taqiyudin dan Adha Anggaini.

    Penyerahan tersebut berlangsung di ruang PTSP Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa (08/10/2024), bertepatan Taqiyudin sedang melaksanakan tugas di daerah tersebut.

    Perkenalan Syafaat dengan Taqiyudin terjadi saat keduanya bertugas sebagai Dalgas (Pengendali Petugas) di Terminal Jiyad, Makkah.

    Kala itu, mereka tengah menjalankan tugas untuk membantu jamaah yang membutuhkan dukungan, terutama setelah menyelesaikan ibadah thawaf.

    Salah satu momen penting terjadi ketika Taqiyudin dan timnya membantu jamaah dari kelompok SUB-58 yang menggunakan kursi roda setelah thawaf.

    Jamaah tersebut kemudian diantar kembali ke hotel Bilal di kawasan Misfalah.

    Pada saat yang sama, Syafaat bertugas mendampingi jamaahnya yang masih melaksanakan thawaf, menjadikannya saksi dari berbagai situasi yang mengharukan di tanah suci.

    Buku Catatan Kecil yang disusun oleh Syafaat mencatat berbagai pengalaman berharga yang diperolehnya selama bertugas sebagai petugas haji.

    Buku ini mengandung catatan tantangan-tantangan yang dihadapi, pelajaran yang dipetik, dan berbagai refleksi tentang tugas mulia tersebut.

    Syafaat mengungkapkan harapannya bahwa pengalaman ini bisa memberikan manfaat dan menjadi sumber inspirasi bagi rekan-rekannya.

    Ia juga berharap buku ini mampu mendorong petugas haji lainnya untuk terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah di masa mendatang.

    Muh. Taqiyudin sangat mengapresiasi dedikasi Syafaat yang telah menuangkan pengalamannya dalam bentuk catatan yang mendalam.

    “Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi juga menggambarkan dedikasi dan komitmen kita dalam melayani jamaah,” ungkap Taqiyudin.

    Bagi Syafaat, Buku Catatan Kecil ini bukan hanya sekadar dokumentasi pengalaman pribadi, tetapi juga cerminan dari kolaborasi yang harmonis antara petugas haji.

    Melalui buku ini, ia menekankan pentingnya kerjasama dan dukungan antara petugas demi memberikan layanan terbaik selama musim haji.

    Ia juga menyatakan bahwa silaturahmi antar petugas haji tidak boleh berhenti ketika musim haji selesai, melainkan harus terus dilanjutkan untuk menjaga solidaritas dan semangat melayani.

    Syafaat menyampaikan bahwa selain tugas formal yang diemban, ia merasa terpanggil untuk terus memberikan bimbingan dan bantuan kepada jamaah.

    Ia menekankan pentingnya pengabdian berkelanjutan kepada jamaah, baik yang sedang dalam perjalanan ibadah maupun yang baru bersiap untuk berangkat.

    Penyerahan Buku Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji ini menegaskan bahwa setiap pengalaman, sekecil apapun, memiliki nilai yang bisa dibagikan.

    Syafaat berharap karya sederhana namun penuh makna ini dapat menjadi pelajaran dan motivasi bagi para petugas haji di masa depan.

    Selain itu, diharap juga karyanya dapat menginspirasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan haji, demi tercapainya pengalaman ibadah yang semakin baik bagi para jamaah. (Syaf)

  • Perpustakaan Nasional Salurkan Hibah Buku untuk 38 Penerima di Pamekasan

    Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kembali memberikan hibah buku kepada perpustakaan di Pamekasan, dengan total 38 penerima yang terdiri dari berbagai lembaga.

    Hibah ini mencakup tiga taman bacaan masyarakat (TBM), 31 perpustakaan desa (perpusdes), dan empat perpustakaan kelurahan.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pamekasan, Achmad Sjaifudin, menyampaikan bahwa pihaknya aktif melakukan pembinaan terhadap perpustakaan.

    Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini, perpustakaan di Pamekasan juga menerima hibah buku dari Perpusnas.

    ”Hibah tahun ini diberikan langsung oleh Perpusnas ke perpustakaan di bawah,” katanya pada Selasa (1/10/2024).

    Bantuan ini ditujukan untuk pengembangan sarana dan prasarana perpustakaan, serta untuk meningkatkan potensi literasi di masyarakat.

    “Tahun ini ada 38 lembaga yang mendapatkan itu,” tambahnya.

    Setiap perpustakaan akan mendapatkan 1.000 buku beserta rak. Saat ini, yang telah disalurkan baru berupa rak buku, sementara untuk buku-buku masih menunggu laporan lebih lanjut.

    “Bentuk bantuan ini berupa buku dan rak,” jelasnya.

    Achmad menginformasikan bahwa bantuan tersebut langsung disalurkan ke masing-masing perpustakaan penerima.

    Hingga kini, baru satu perpustakaan yang memberikan laporan tentang bantuan tersebut, sedangkan 37 perpustakaan lainnya masih belum memberikan informasi.

    ”Yang lain kami belum mendapat laporan. Waktunya kami belum tahu karena buku ini langsung ke perpustkaan terkait,” paparnya.

    Salah satu penerima hibah, Ketua Komunitas Mandhala Senom Pamekasan, Ach. Rofiq, menyatakan bahwa komunitasnya telah menerima bantuan tersebut.

    Bantuan ini kini digunakan untuk bahan bacaan bagi anak-anak didik di komunitas serta untuk kegiatan pengembangan literasi.

    ”Memang bertahap penyalurannya. Rak dulu baru buku. Alhamdulillah datang semua 1.000 buku, tapi memang kecil,” tuturnya.

    Sumber: Radar Madura