Tag: buku

  • Resensi Novel Kamulah Pemeran Utama Karya Maulana Affandi

    Resensi Novel Kamulah Pemeran Utama Karya Maulana Affandi

    Judul : Kamulah Pemeran Utama
    Penulis : Maulana Affandi
    Tebal : 162 halaman
    Penerbit : Penerbit Renjani

    Resensi Novel Kamulah Pemeran Utama

    Bara adalah seorang mahasiswa berprestasi di kampusnya. Dia menjadi nomor satu dalam urusan nilai, bahkan melebihi kekasihnya, Nay. Melihat kemampuan akademis yang cukup baik,akhirnya tak sedikit dosen yang menawarkannya untuk mengikuti penelitian. Itulah Bara, yang indah kehidupannya di awal perkuliahan.

    Saat tahun ketiga masa kuliahnya, Bara mulai masuk ke dalam persimpangan jalan. Mahasiswa yang berprestasi, kini berubah menjadi mahasiswa abadi yang tak kunjung lulus. Bara mengenal game online dan membuatnya tak kenal waktu. Setiap hari selalu bermain hingga tanggungjawabnya dilupakan. Sama sekali dia tak memikirkan skripsi lagi.

    Di tengah asyiknya masuk ke dalam jurang kehancuran, Bara mengenal seorang wanita sesama Gamer, Bernama Furi. Bara tertarik karena Furi adalah seorang gamer, ditambah lagi dia memiliki tubuh yang seksi. Hingga pada suatu hari, Nay menyadari jika Bara menjalin hubungan dengan Furi.

    Alhasil, Nay langsung memuncak dan tak ingin meneruskan hubungannya. Nay sangat kecewa karena pengorbanannya selama ini tidak berarti. Hingga akhirnya Nay pergi meninggalkan Bara, untuk pulang ke kampung halamannya. Kini Bara sendiri. Dia mencoba kembali dengan Nay, bagaimana pun caranya.

    Agar bisa kembali merebut hati Nay, Bara mendekati teman se kos Nay yang bernama Reni. Di sinilah kisah baru Bara dimulai. Bara mulai dekat dengan Reni karena hampir setiap hari mereka bersama. Bara yang awalnya ingin menggali informasi tentang Nay, kini sedikit menaruh hati pada Reni.

    Padahal, Reni sengaja mendekatinya sebagai bahan penelitian untuk pacarnya yang bernama Giri. Giri adalah mahasiswa psikologi yang butuh bahan observasi tentang seseorang yang ditinggal oleh kekasihnya. Mengetahui keadaan Bara, maka Giri meminta Reni untuk meneliti, tanpa sepengetahuan Bara.

    Bara yang dilema, antara merindukan Nay dan menaruh harapan pada Reni akhirnya bingung dengan perasaannya sendiri. Hingga akhirnya Bara memberanikan diri untuk datang ke acara pernikahan Nay. Sesampainya di gedung pernikahan, Nay menceritakan semua rahasia tentang hubungan mereka.

    Ternyata selama ini Nay sudah menjalin hubungan dengan suaminya, yaitu Mas Aris. Bara merasa tertipu selama bertahun-tahun lamanya. Tapi kali ini dia bisa lebih tenang karena ada Reni, anggapnya. Tapi naasnya, Bara sama sekali tak menyadari jika Reni memanfaatkannya.

    Link baca novel: Klik di sini

  • Cara Membuat Resensi Buku dan Contohnya

    Cara Membuat Resensi Buku dan Contohnya

    Pengertian Resensi

    Resensi adalah sebuah ulasan atau penilaian terhadap suatu karya, baik berupa buku, film, atau karya lainya.

    Kata resensi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Sederhananya, resensi adalah tulisan yang berisi tentang ulasan suatu buku.

    Menulis resensi pada dasarnya sama saja dengan menulis artikel, hanya saja untuk menulis resensi ada aturan yang harus dipatuhi agar tulisan tersebut menjadi resensi yang baik.

    Unsur Unsur Resensi

    Secara umum, ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam menulis resensi. Adapun unsur-unsur tersebut diantaranya:

    1. Judul Resensi

    Judul sebuah resensi harus mempunyai korelasi dengan isi resensi. Tidak lupa juga, judul resensi harus dibuat semenarik mungkin agar bisa memberikan nilai tersendiri.

    2. Menyusun Data Buku

    Selanjutnya adalah menyusun data buku. Adapun hal yang dapat dilakukan dalam penyusunan data buku adalah sebagai berikut.

    Judul
    Pengarang
    Penerbit
    Tahun terbit beserta cetakannya
    Dimensi buku
    Harga

    3. Isi Resensi Buku

    Isi resensi biasanya selalu berisi tentang sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat yang dianggap penting. Tidak lupa juga, perlu dicantumkan kelebihan serta kelemahan buku.

    4. Penutup Resensi Buku

    Pada bagian penutup resensi, bisa diisi dengan kesimpulan yang berisi aalasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.

    Jadi ketika beberapa unsur tersebut sudah terpenuhi, maka tulisan bisa dikatakan sebagai resensi yang baik dan bisa diterima oleh pembaca.

    Langkah Langkah Menulis Resensi

    Setelah mengetahui unsur-unsur resensi, penulis juga harus tahu bagaimana langkah-langkah dalam menulis resensi. Adapun langkahnya sebagai berikut:

    • Mengenal secara detail tentang buku yang akan diresensi, mulai dari tema, deskripsi, isi, kalau perlu tebal buku juga.
    • Membaca buku yang akan diresensi dengan cermat dan teliti agar tidak terjadi kekeliruan dalam meresensi.
    • Menentukan judul resensi, usahakan semenarik mungkin agar menimbulkan rasa penasaran bagi pembaca.
    • Menandai beberapa kutipan yang dianggap penting untuk dijadikan data/bahan tulisan.
    • Membuat sinopsis dari buku yang akan diresensi.
    • Memberikan nilai terhadap buku yang diresensi.
    • Mengajak orang lain untuk membaca buku yang diresensi.

    Contoh Resensi

    Untuk lebih jelas, berikut adalah contoh resensi buku yang berjudul Serpihan Masa Lalu karya Utami Panca Dewi.

    Judul : Serpihan Masa Lalu
    Penulis : Utami Panca Dewi
    Penerbit : Nuansa
    Cetakan : Pertama, 2016
    Tebal : 155 halaman
    ISBN : 978-602-73112-7-5

    Novel remaja ini bercerita tentang perjalanan seorang wanita bernama Dara.

    Sejak kepergian ibunya, Dara menjadi anak yang pendiam. Tentunya hal membuat itu ayahnya, Farid menjadi prihatin.

    Ayahnya yang berprofesi sebagai dokter berinisiatif mengajak Dara mengunjungi Rumah Singgah Bina Insani, yang sekaligus panti asuhan bagi anak-anak yang kurang beruntung, milik Bu Respati.

    Dokter Farid ingin Dara memiliki keceriaan kembali seperti sebelum ditinggal ibunya.

    Diawali dengan memperkenalkan diri di kelas barunya, banyak anak panti yang meminta Dara menjelaskan cara penyelesaian soal-soal IPA.

    Sebab, Dara merupakan siswi paling cerdas di kelas XI IPA 2. Dia mampu menjelaskan soal-soal secara mudah, melebihi teman-teman sekelasnya.

    Melihat keceerdasan Darai, Bu Respati mintanya menjadi guru atau pengajar mata pelajaran IPA bagi anak-anak panti.

    Kebetulan Rumah Singgah itu belum memiliki guru IPA dan Dara menyetujuinya. Jadi, setiap Jumat sore, Dara memberi pelajaran IPA pada anak-anak panti.

    Setelah berbulan-bulan mengajar di Rumah Singgah, akhirnya Dara sadar akan passion-nya. Seketika Dara ingin menjadi guru.

    Dia benar-benar menikmati momen saat berada di tengah anak-anak panti tersebut.

    Dia merasa jika menemukan kepuasan ketika murid-muridnya bisa memahami materi yang dijelaskannya. Bisa dikatakan sebagai sebuah kebanggaan tersendiri.

    Tentu saja cita-cita ini bertolak belakang dengan keinginan dokter Farid, ayahnya.

    Sebagai seorang dokter senior, Farid ingin Dara menjadi dokter juga agar dapat menggantikan mengelola klinik tersebut.

    Banyak pihak yang heran dengan cita-cita Dara. Salah satunya adalah Ruben, kakak kelasnya yang diam-diam menyukai Dara.

    Namun, Dara tetap teguh dengan harapannya. Dia menganggap bahwa setiap anak bebas memilih jalan yang diinginkan tanpa harus memenuhi permintaan orang tuanya.

    Padahal Dara memiliki rasa kepada Ruben. Tapi, Dara memilih mengubur perasaannya karena cita-citanya tersebut.

    Selain itu, dia juga memikirkan perasaan Mela, sepupu Dara, juga menyukai Ruben.

    Karena orang tua Mela baru saja bercerai, Mela harus pindah tempat tinggal dan sekolah. Terlebih lagi Mela mengidap thallasemia.

    Dara tak ingin sepupunya bersedih. Jika bersama Ruben bisa membuat Mela bahagia, Dara rela mengesampingkan perasaannya, walau harus sedikit terluka.

    Di sisi lain, Dara juga tertarik pada Ale, seorang remaja seusianya yang menjadi penjaja koran di lampu merah.

    Adik Ale, Adelia, seorang berkebutuhan khusus merupakan salah satu anak asuh Rumah Singgah Bina Insani, murid Dara.

    Setelah ayahnya meninggal, Ale berjuang membesarkan adiknya. Dia rela putus sekolah asal adiknya bisa mengenyam pendidikan.

    Dokter Farid tidak senang melihat kedekatan Dara dengan Ale.

    Menurutnya, anak jalanan seperti Ale yang berambut gondrong tidak punya sopan santun dan tidak punya masa depan sehingga tidak layak untuk dicintai.

    Apalagi mengetahui Dara terlambat pulang karena pergi bersama Ale, makin beranglah Dokter Farid.

    Untuk menjauhkan anak kesayangannya dari Ale, Farid mengizinkan Dara mengambil program studi Pendidikan Biologi di Yogyakarta.

    Bagi Dara, tak masalah dijauhkan dari Ale, selama tidak dilarang menjadi guru. Sebab, cita-citanya sudah bulat menjadi seorang guru yang berguna bagi setiap anak.

  • Cara Download Buku di Google Book Gratis

    Google Book adalah sebuah fitur layanan terbaru dari mesin pencari Google. Jadi, ketika kita mengetik kata kunci di kolom pencarian, maka akan muncul beberapa fitur, seperti artikel, gambar, video, berita, dan buku (Google Books).

    Tentu saja Google menghadirkan fitur ini bukan tanpa alasan. Sebab dari data terbaru mengatakan bahwa minat orang untuk baca buku online sudah semakin meningkat. Sehingga Google memanfaatkan fitur ini untuk memberi kenyamanan bagi setiap user atau warganet.

    Di dalam fitur Google Books, kita bisa melihat garis besar dari buku tersebut. Mulai dari judul buku, cover buku, sinopsis, pengarang, jumlah halaman, tahun terbitan, dan penerbit buku.

    Cara Download Buku di Google Books

    Namun, untuk mengunduh buku di Google Books terbilang cukup rumit. Nah, untuk memudahkannya, berikut adalah cara download buku di Google Book dengan mudah. Mari disimak.

     

     

    1. Pertama, silakan instal software di Google Books Downloader.
    2. Setelah selesai menginstal, kamu bisa cari buku yang diinginkan.
    3. Kemudian Copy URL Link / alamat link buku yang mau di download.
    4. Buka software Google Books Downloader.
    5. Masukkan link tersebut ke kotak yang tersedia
    6. Klik Start!
    7. Selamat, buku sudah siap untuk dibaca.

    Nah, itulah cara download buku di Google Books terbaru 2019. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • Pengertian Perpustakaan Serta Perannya dalam Dunia Pendidikan

    Pengertian Perpustakaan

    Secara umum, perpustakaan bisa diartikan sebagai sebuah tempat atau wadah yang menyediakan berbagai macam koleksi buku, mulai dari buku fiksi, non fiksi, jurnal, dan sebagainya.

    Perpustakaan sendiri disusun sedemikian rupa agar posisi buku tidak tercampur aduk dengan buku lainnya.

    Sebab, dalam ilmu pustakawan, ada cara sendiri dalam menata buku tersebut sesuai dengan kode yang belaku.

    Perpustakaan Menurut Ahli

    Dikutip dari pandangan Sutarno NS, mengatakan bahwa perpustakaan adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung / bangunan atau gedung tersendiri yang berisi bukubuku koleksi, yang diatur dan disusun demikian rupa. Sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca.

    Lebih dalam lagi, perpustakaan juga bisa dikatakan sebagai unit kerja dari sebuah lembaga pendidikan yang ditujukan untuk mendukung segala aktivitas belajar mengajar. Maka tak heran, jika di setiap sekolah maupun Universitas selalu tersedia perpustakaan.

    Manfaat Perpustakaan

    Pengelolanya pun salah satu orang dari lembaga itu. Kadang pula, ada salah satu murid atau Mahasiswa yang bertugas menjaga perpustakaan dengan upah sesuai dengan kesepakatan.

    Jika pada Universitas, biasanya perpustakaan dipenuhi dengan buku bacaan yang bisa dijadikan referensi bagi Mahasiswa dalam mengerjakan tugas maupun tugas akhir (skripsi).

    Biasanya juga, setiap Mahasiswa yang sudah lulus akan menghibahkan satu bundle skripsinya kepada perpustakaan sebagai bahan referensi bagi adik tingkat yang ingin mengkaji hal serupa.

    Namun, seiring perkembangan zaman, perpustakaan pun mengalami perubahan secara berangsur-angsur.

    Perubahan itu berupa tata ruangan, penataan rak, cara registrasi, cara peminjaman, hingga cara penyimpanan buku itu sendiri.

    Perubahan ini sangat diperlukan, sebab mengingat minat baca yang semakin menurun, pihak lembaga pun harus memerhatikan bagaimana cara menata perpustakaan agar menjadi lebih menyenangkan.

    Dengan suasana yang menyenangkan, maka akan membuat banyak pelajar yang semakin betah dan berlama-lama di perpustakaan.

    Semakin betah di perpustakaan, maka semakin banyak pula buku yang dibaca. Oleh karenanya, perubahan itu perlu jika untuk hal yang positif, misalnya meningkatkan minat baca seseorang.

  • Mengenal Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Karya Sastra

    Mengenal Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Karya Sastra

    Unsur Intrinsik

    Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Unsur-unsur intrinsik karya sastra adalah :

    1. Tema
    2. Amanat
    3. Alur/Plot
    4. Perwatakan/Penokohan
    5. Latar/setting
    6. Sudut Pandang
    7. Unsur-unsur Intrinsik

     1. Tema

    Tema adalah sesuatu yang menjadi ide pokok/pokok masalah/pokok pikiran dari pengarang yang ditampilkan dalam karyanya.

    2. Amanat

    Amanat adalah pesan/kesan yang dapat memberikan tambahan pengetahuan, pendidikan, dan sesuatu yang bermakna dalam hidup yang memberikan penghiburan, kepuasan dan kekayaan batin kita terhadap hidup.

    3. Plot/Alur

    Plot adalah jalan cerita/rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir.

    A. Tahap-tahap alur

    1. Tahap perkenalan/eksposisi

    Tahap perkenalan adalah tahap permulaan suatu cerita yang dimulai dengan suatu kejadian, tetapi belum ada ketegangan (perkenalan para tokoh, reaksi antarpelaku, penggambaran fisik, penggambaran tempat.

    2. Tahap pertentangan/Konflik

    Tahap pertentangan/konflik adalah tahap dimana mulai terjadi pertentangan antara pelaku-pelaku (titik pijak menuju pertentangan selanjutnya).

    3. Tahap klimaks

    Tahap klimaks adalah ketika pertentangan atau konflik mencapai puncaknya. Baik konflik batin maupun konflik fisik.

    4. Tahap penyelesaian

    Tahap penyelesaian adalah ketika ada solusi dari masalah yang terjadi.

    B. Macam-macam alur

    1. Alur maju adalah peristiwa –peristiwa diutarakan mulai awal sampai akhir/masa kini menuju masa datang.

    2. Alur mundur/Sorot balik/Flash back adalah peristiwa-peristiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu/masa kini, baru menceritakan peristiwa-peristiwa pokok melalui kenangan/masa lalu salah satu tokoh.

    3. Alur gabungan/Campuran adalah peristiwa-peristiwa pokok diutarakan. Dalam pengutararaan peristiwa-peristiwa pokok, pembaca diajak mengenang peristiwa-peristiwa yang lampau, kemudian mengenang peristiwa pokok (dialami oleh tokoh utama) lagi.

    4. Perwatakan/Penokohan

    Perwatakan/Penokohan adalah bagaimana pengarang melukiskan watak tokoh dalam karya sastranya.

    Setidaknya ada tiga cara untuk melukiskan watak tokoh dalam sebuah karya, diantarnya.

    1. Analitik

    Analitik adalah pengarang langsung menceritakan watak tokoh.

    Contoh : Siapa yang tidak kenal Pak Edi yang lucu, periang, dan pintar. Meskipun agak pendek justru melengkapi sosoknya sebagai guru yang diidolakan siswa. Lucu dan penyanyang.

    2. Dramatik

    Dramatik adalah pengarang melukiskan watak tokoh dengan tidak langsung.

    Bisa melalui tempat tinggal, lingkungan,percakapan/dialog antartokoh, perbuatan, fisik dan tingkah laku, komentar tokoh lain terhadap tokoh tertentu, jalan pikiran tokoh.

    Contoh : Begitu memasuki kamarnya Yayuk, pelajar kelas 1 SMA itu langsung melempar tasnya ke tempat tidur dan membaringkan dirinya tanpa melepaskan sepatu terlebih dahulu. (tingkah laku tokoh)

    3. Campuran

    Campuran adalah gabungan analitik dan dramatik. Pelaku dalam cerita dapat berupa manusia , binatang, atau benda-benda mati yang diinsankan.

    5. Pelaku/Tokoh

    1. Tokoh utama

    Tokoh utama adalah tokoh yang memegang peranan utama dalam cerita dan selalu hadir/muncul pada setiap satuan kejadian.

    2. Tokoh pembantu

    Tokoh pembantu adalah tokoh yang berfungsi membantu pelaku utama dalam cerita.Bisa bertindak sebagai pahlawan mungkin juga sebagai penentang pelaku utama.

    3. Tokoh protagonis

    Tokoh protagonis adalah tokoh yang memegang watak tertentu yang membawa ide kebenaran.(jujur,setia,baik hati dll)

    4. Tokoh antagonis

    Toko antagonis adalah tokoh yang berfungsi menentang pelaku protagonis (penipu, pembohong dll)

    5. Tokoh tritagonis

    Tokoh tritagonis adalah tokoh yang dalam cerita sering dimunculkan sebagai tokoh ketiga yang biasa disebut dengan tokoh penengah.

    6. Latar/Setting

    Latar/setting adalah sesuatu atau keadaan yang melingkupi pelaku dalam sebuah cerita. Adapun macam-macam latar, sebagai berikut:

    1. Latar tempat adalah latar dimana pelaku berada atau cerita terjadi (di sekolah, di kota, di ruangan dll)

    2. Latar waktu adalah kapan cerita itu terjadi (pagi, siang,malam, kemarin, besuk dll)

    3. Latar suasana adalah dalam keadaan dimana cerita terjadi. (sedih, gembira, dingin, damai, sepi dll)

    7. Sudut Pandang Pengarang

    Sudut pandang adalah posisi/kedudukan pengarang dalam membawakan cerita. Sudut pandang dibedakan atas :

    1. Sudut pandang orang kesatu adalah pengarang berfungsi sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam cerita, terutama sebagai pelaku utama. Pelaku utamanya(aku, saya, kata ganti orang pertama jamak : kami, kita)

    2. Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang berada di luar cerita, ia menuturkan tokoh-tokoh di luar, tidak terlibat dalam cerita. Pelaku utamanya (ia, dia, mereka,kata ganti orang ketiga jamak, nama-nama lain)

    Unsur Ekstrinsik

    Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar, seperti:

    1. Latar Belakang Penciptaan adalah kapan karya sastra tersebut diciptakan

    2. Kondisi masyarakat pada saat karya sastra diciptakan adalah keadaan masyarakat baik itu ekonomi, sosial, budaya, politik pada saat karya sastra diciptakan

    3. Pandangan hidup pengarang/Latar belakang pengarang.

  • Sinopsi Buku Goblok Pangkal Kaya – Bob Sadino

    Sinopsi Buku Goblok Pangkal Kaya – Bob Sadino

    Judul : Bob Sadino, Goblok Pangkal Kaya

    Penulis : Hana Wisteria

    Penerbit : Genesis Learning

    Cetakan : I, 2016

    Tebal : 161 hal

    ISBN` : 978-602-6805-89-8

    Bob Sadino, Goblok Pangkal Kaya

    Dunia bisnis Tanah Air tentunya sudah sangat mengenal pria berpakaian khas celana pendek dan berambut putih.

    Dialah Bob Sadino atau Om Bob, seorang pengusaha sukses yang tidak menonjolkan keberhasilan.

    Sampai akhir hidupnya, Om Bob masih menunjukkan kesederhanaan.

    Meskipun sudah meninggalkan pemikiran bagi dunia bisnis sampai masih relevan diaplikasikan.

    Isi buku Bob Sadino, Goblok Pangkal Kaya sangatlah sederhana, tetapi mengena dan relevan kondisi sekarang.

    Bisa dilihat orang berlomba menciptakan dan mencari peluang karena semakin sempitnya lapangan kerja.

    Banyak orang yang mulai “patah arang” karena gagal mencari pekerjaan. Tidak sedikit pula yang menganggur.

    Semakin banyak yang merasa tidak mampu bersaing.

    Ini bagus karena malah memunculkan para wirausaha “dadakan.” Mereka berhasil mengembangkan bisnis.

    Namun, tidak sedikit juga yang merasa takut melangkah dan berkecimpung menjadi seorang entrepreneur.

    Padahal untuk berwirausaha harus berani mengambil langkah konkret dengan memanfaatkan modal dan tidak terlalu banyak berpikir.

    Semakin banyak berpikir tambah takut terjerumus dalam belenggu (hal 55).

    Dunia bisnis bisa dikatakan perpaduan antara peluang dan kegagalan.

    Banyak orang berusaha mencari keuntungan agar bisnisnya bisa langgeng.

    Hanya sedikit yang berani mendekati risiko kegagalan dalam berbisnis.

    Padahal, semakin banyak kegagalan justru semakin besar peluang keberhasilan.

    Tak ada kesuksesan yang diraih tanpa kegagalan (hal 121).

    Bob memberi beberapa sandaran mental yang dibutuhkan untuk memulai berkecimpung dalam dunia bisnis.

    Sendiri ini merupakan hasil analisisnya selama lebih 40 tahun mengarungi lautan bisnis.

    Pertama, memiliki kemauan menjadi pengusaha. Kedua, harus mempunyai komitmen kuat. Ketiga, keberanian mengambil peluang.

    Keempat, kemandirian. Kelima, syukur kepada Tuhan (hal 104).

    Di samping sendi-sendi yang bisa menjadi bekal dalam mengarungi lautan bisnis.

    Dia juga mengingatkan para entrepreneur agar berani menjadi yang pertama atau be the first, menjadi yang terbaik be the best, dan menjadi yang berbeda be different (hal 65).

    Buku ini perlu dibaca mereka yang akan belajar bisnis.

    Buku Bob Sadino, Goblok Pangkal Kaya juga menceritakan jatuh bangun Bob ketika memulai usaha.

    Dia mulai berjualan telur dari rumah ke rumah sampai berhasil membuka toko Kemchicks.

  • Sinopsis Buku Tuhan Tidak Salah Desain

    Sinopsis Buku Tuhan Tidak Salah Desain

    Judul : Tuhan Tidak Salah Desain
    Pengarang : Nita Nathan
    Penerbit : Gramedia
    Cetakan : I November 2016
    Tebal : 166 hlm
    ISBN` : 978-602-03-3594-0

    Saat bertemu anak berkebutuhan khusus, maka pikiran akan langsung diisi rasa kasihan. Persepsi orang “biasa,” anak itu tidak bisa apa-apa, masa depannya suram, hidup hanya menyusahkan orangtua, dan tidak berarti. Semua berkelindan memenuhi otak yang iba.

    Namun, ketika kemudian direnungkan, siapa yang telah menciptakan anak berkebutuhan khusus itu? Tentu saja Tuhan. Lalu, apakah Tuhan telah salah mencipta? Manusia harus berpikir, Tuhan tidak pernah salah. Manusia diciptakan dalam keadaan yang baik dan sempurna.

    Anak-anak berkebutuhan khusus pun sempurna. Di sinilah buku Tuhan Tidak Salah Desain akan menggugah pembaca dalam memahami dan mendidik anak berkebutuhan khusus. Buku menjelaskan bahwa anak berkebutuhan khusus sama istimewanya dengan putra-putri normal. Mereka diciptakan tidak dalam keadaan salah desain.

    Anak-anak ini juga memiliki keistimewaan yang sama dengan manusia umumnya (hlm 17). Untuk itu, anak-anak istimewa tersebut harus diterima sebagai bentuk perwujudan sikap menerima setiap anugerah Tuhan.

    Dengan penerimaan, mereka akan memiliki kedudukan sama dengan lainnya. Anak akan mendapat hak dan kewajiban sama alias tidak didiskriminasikan. Sebaliknya, mereka mendapat perlakukan khusus. Kehebatan anak berkebutuhan khusus hanya bisa temukan dan dieksplorasi dengan cara-cara yang istimewa pula (hlm 31).

    Buku juga menguraikan pendidikan istimewa yang bisa dberikan pada anak-anak tersebut. Alternatif pendidikan dilakukan penulis yang juga memiliki anak-anak berkebutuhan khusus (hlm 97). Jadi, buku ini merepresentasikan pengalaman penulis. Konsep pendidikan praktis yang dibahas dalam buku bertumpu pada enam metode yang diakronimkan dengan istilah Revive. Kepanjangannya adalah reframe, evolve, victory, inspire, volunteer, dan emplower (hlm 145).

    Pendidikan dengan konsep revive dimulai dari perspektif paradigma (reframe) (hlm 21). Orangtua dan guru harus berpikir bahwa anak berkebutuhan khusus yang istimewa itu ciptaan Tuhan yang tidak salah desain. Jadi mereka harus diperlakukan sebaik mungkin sebagai wujud rasa cinta pada Tuhan.

    Dengan spirit ini manusia akan bisa terus mendukung tumbuh kembang (envolve) anak (hlm 63) sesuai dengan bakat dan potensi sehingga bisa memperoleh kemenangan (victory). Mereka menang bila sudah berhasil mengembangkan potensi anak untuk bisa meraih kehidupan yang sebenarnya. Anak-anak inilah yang kemudian akan menginspirasi (inspire) banyak orang. Mereka mampu melampaui keterbatasan (hlm 131).

    Di sinilah buku membimbing pembaca untuk bisa mejadi relawan (volunteer) dalam mendidik anak (hlm 139). Melalui basis kerelawaanan inilah orangtua bisa menjadi pelatih (emplower) yang terus mendidik anak-anak berkebutuhan khusus dengan baik (hlm 145). Buku ini akan menyadarkan pembaca untuk bisa menghargai anak berkebutuhan khusus sebagai generasi istimewa yang memerlukan pendidikan istimewa pula. Mereka tak boleh diremehkan, apalagi diperlakukan secara diskriminatif.