Tag: guru

  • Mengenal Apa Itu Kerja Bakti di Sekolah, Contoh, dan Manfaatnya

    Kerja bakti di sekolah adalah kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif siswa, guru, dan staf dalam membersihkan, memelihara, dan memperbaiki lingkungan sekolah.

    Tujuan utama dari kerja bakti ini adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, bersih, dan aman bagi semua penghuninya.

    Kerja bakti di lingkup sekolah biasanya dilakukan secara teratur, seperti setiap minggu atau setiap bulan.

    Kegiatan ini melibatkan semua anggota komunitas sekolah, termasuk siswa dari berbagai tingkat, guru, staf administrasi, dan bahkan orang tua siswa yang sukarela turut serta.

    Contoh Kerja Bakti di Sekolah

    Berikut adalah contoh kerja bakti di sekolah, antara lain:

    1. Pembersihan Lingkungan Sekolah

    Salah satu tugas utama dalam kerja bakti adalah membersihkan lingkungan sekolah dari sampah, dedaunan, atau kotoran lainnya.

    Kegiatan ini dilakukan dengan membersihkan ruang kelas, koridor, toilet, perpustakaan, dan area lain di lingkup sekolah.

    Siswa dan guru bekerja sama untuk mengumpulkan sampah, menyapu lantai, mencuci toilet, dan membersihkan meja dan kursi.

    2. Perawatan taman dan kebun

    Banyak sekolah memiliki taman atau kebun yang perlu dirawat.

    Selama kerja bakti, siswa dan guru dapat merawat tanaman, memangkas pohon, menyiram tanaman, dan memastikan bahwa taman tetap rapi dan indah.

    Hal ini juga dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang tanaman dan lingkungan alam.

    3. Perbaikan dan pemeliharaan fasilitas

    Kegiatan kerja bakti sekolah juga mencakup perbaikan dan pemeliharaan fasilitas fisik.

    Misalnya, siswa dan guru dapat membantu memperbaiki meja dan kursi yang rusak, mengecat dinding yang memudar, atau memperbaiki peralatan sekolah yang rusak.

    Tujuannya untuk menjaga fasilitas sekolah agar tetap dalam kondisi baik dan nyaman untuk digunakan sebagai fasilitas belajar.

    4. Penanaman kebersihan dan kesadaran lingkungan

    Selain tugas-tugas fisik, kerja bakti juga merupakan kesempatan untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya kebersihan dan kesadaran lingkungan.

    Guru dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan bersih, pengelolaan sampah yang baik, dan praktik-praktik ramah lingkungan lainnya.

    5. Pengorganisasian perpustakaan

    Siswa dapat membantu menyusun dan merapihkan buku-buku di perpustakaan sekolah, seperti mengklasifikasikan buku, memberikan label, atau membuat sistem peminjaman yang efisien.

    Manfaat Kerja Bakti di Sekolah

    Adapun beberapa manfaat kerja bakti di sekolah adalah sebagai berikut:

    1. Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman

    Melalui kerja bakti, lingkungan sekolah dapat menjadi lebih bersih, rapi, dan teratur.

    Sehingga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi siswa dan guru, yang dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi dalam proses pembelajaran.

    2. Mengembangkan tanggung jawab dan rasa memiliki

    Melalui partisipasi dalam kerja bakti, siswa belajar untuk bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah.

    Alhasil para siswa merasa memiliki dan peduli terhadap sekolah, serta merasa tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya.

    3. Mempertajam kerjasama dan kolaborasi

    Kerja bakti melibatkan siswa, guru, dan staf dalam bekerja bersama-sama sehingga bisa memperkuat kerjasama dan kolaborasi di antara anggota komunitas sekolah.

    Siswa belajar bekerja dalam tim, berbagi tugas, dan saling membantu, yang merupakan keterampilan sosial penting dalam kehidupan sehari-hari.

    4. Mengajarkan nilai-nilai kebersihan dan kepedulian lingkungan

    Melalui kerja bakti, siswa dapat belajar tentang pentingnya kebersihan, pengelolaan sampah yang baik, dan kepedulian terhadap lingkungan.

    Siswa juga dapat memahami dampak positif dari tindakan-tindakan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan ruang kelas.

    5. Mempererat hubungan antara siswa, guru, dan staf sekolah

    Kerja bakti menciptakan kesempatan bagi siswa, guru, dan staf untuk berinteraksi di luar kegiatan pembelajaran formal.

    Hal tersebut bisa memperkuat hubungan dan ikatan sosial, menciptakan atmosfer yang harmonis dan saling mendukung di sekolah.

    6. Mendorong kesadaran sosial

    Melalui kerja bakti, siswa dapat memperluas wawasan tentang masalah-masalah sosial dan kebutuhan di sekitar mereka.

    Selain itu, siswa juga terlibat dalam pengumpulan donasi, aksi sosial, atau kerjasama dengan komunitas sekitar. Ini membantu mengembangkan kesadaran sosial dan empati pada diri siswa.

    7. Meningkatkan nilai-nilai kepemimpinan

    Melalui kerja bakti, siswa memiliki kesempatan untuk memimpin dan mengorganisir kegiatan.

    Sebab, siswa dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan, seperti mengatur tugas, menginspirasi orang lain, dan mengoordinasikan kegiatan dengan efektif.

    8. Memupuk kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan diri

    Melalui kerja bakti, siswa belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan kesehatan.

    Siswa terlibat dalam tugas-tugas seperti membersihkan toilet atau menyapu lantai, yang mengajarkan mereka kebersihan pribadi dan menjaga kebersihan lingkungan.

    Nah, itulah pengertian kerja bakti di sekolah, contoh, dan manfaatnya. Sekarang sudah tahu, kan? Yuk jaga kebersihan sekolah dengan ikut kerja bakti!

  • TPP Guru Adalah? Ini Penjelasan, Syarat dan Jumlahnya

    TPP Guru Adalah? Ini Penjelasan, Syarat dan Jumlahnya

    TPP Guru

    TPP guru adalah salah satu bentuk dana tunjangan dari negara, selain dari tunjangan sertifikasi untuk guru yang memiliki sertifikat Profesi dan Tamsil untuk guru ASN Daerah yang bukan bersertifikasi.

    Syarat Mendapat TPP Guru

    Untuk mendapatkan dana tunjangan tersebut, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

    Bagi guru yang ingin mendapatkan TPP harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

    1. Memiliki jam kerja yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

    2. Guru yang mendapatkan tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah dan Kepala Sekolah mengajar harus sesuai dengan ketentuan jam mengajar yakni minimal 6 jam dan juga 12 jam per minggunya.

    3. Guru mengajar harus sesuai dengan ketentuan dalam jam belajar paling dikit sebesar 24 jam per minggunya.

    4. Penerimaan TPP untuk guru dengan tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru dikurangi sebesar 2,5% untuk tiap kurangnya 1 jam mengajar.

    Besaran TPP Guru

    Selain itu, guru juga akan dinilai dalam hal kedisiplinan yang dapat mempengaruhi besaran TPP yang diterima.

    Untuk menentukan bobot kedisiplinan akan dihitung dengan cara sebagai berikut:

    1. Tidak masuk atau hadir kerja maka akan dikurangi sebesar 4% perhari dari Bobot Kedisiplinan, kecuali untuk tugas luar yang dibuktikan dengan surat tugas yang sah

    2. Datang terlambat dari ketentuan jam kerja, maka akan dikurangi 2% perhari dari Bobot Kedisiplinan, kecuali adanya tugas luar yang dibuktikan dengan surat kerja yang sah

    3. Pulang lebih awal dari ketentuan jam kerja, maka akan dikurangi 2% perhari dari Bobot Kedisiplinan, kecuali adanya tugas luar yang dibuktikan dengan surat kerja yang sah.

    4. Tidak hadir pada saat hari libur sesuai dengan tahun kalender pendidikan, maka akan dikurangi 4% perharinya dari Bobot Kedisiplinan, kecuali jika diperintahkan untuk mengerjakan tugas atau piket lain yang dibuktikan dengan surat tugas yang sah.

    Setelah menghitung dan mendapatkan bobot nilai kinerja, maka guru akan mendapatkan TPP Guru berdasarkan nilai kinerja tersebut.

    Cara penghitungannya adalah sebagai berikut:

    • Nilai kinerja 80 sampai 100 akan mendapatkan TPP 100%
    • Nilai kinerja 70 sampai 79 akan mendapatkan TPP 90%
    • Nilai kinerja 60 sampai 69 akan mendapatkan TPP 80%
    • Nilai kinerja kurang dari 59 maka hanya akan mendapatkan TPP sebanyak 70%.

    TPP guru akan membuat para guru mendapatkan tambahan penghasilan yang akan diberikan pada PNS.

    Semoga dengan adanya tunjangan ini akan membuat guru lebih giat dalam mendidik generasi penerus bangsa.

  • Sebagai guru apa saja pengalaman belajar yang perlu dimaknai oleh murid?

    Sebagai guru apa saja pengalaman belajar yang perlu dimaknai oleh murid?

    A. Pengetahuan, keterampilan, dan wawasan keilmuan, serta pendidikan karakter
    B. Pengetahuan, pengalaman, dan sikap untuk terus belajar.
    C. Pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk terus belajar, serta mendampingi murid untuk bisa memahami dan mencapai tujuan belajarnya.
    D. Keterampilan, wawasan pengetahuan, dan mengajarkan mereka bersosialisasi.

    Jawaban:

    A. Pengetahuan, keterampilan, dan wawasan keilmuan, serta pendidikan karakter

    Pembahasan:

    Sebagai seorang guru, tanggung jawab utama bukan hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi setiap murid. Pengalaman belajar inilah yang nantinya akan menjadi bekal mereka dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun masa depan. Maka dari itu, pengalaman belajar yang perlu dimaknai oleh murid mencakup pengetahuan, keterampilan, wawasan keilmuan, serta pendidikan karakter.

    Pertama, murid perlu memperoleh pengetahuan yang memadai. Pengetahuan menjadi dasar dari segala proses pembelajaran, karena melalui pengetahuan murid dapat memahami konsep-konsep penting, menguasai teori, serta mampu melihat hubungan antara ilmu yang dipelajari dengan realitas kehidupan. Pengetahuan ini tidak hanya terbatas pada ilmu akademik, tetapi juga meliputi informasi umum yang bermanfaat bagi perkembangan diri murid.

    Kedua, murid juga perlu dibekali dengan keterampilan. Pengetahuan yang dimiliki tidak akan maksimal apabila tidak disertai keterampilan untuk mengaplikasikannya. Misalnya, pengetahuan tentang teknologi informasi harus diikuti dengan keterampilan mengoperasikan perangkat digital. Begitu pula dalam bidang bahasa, murid tidak hanya mengetahui tata bahasa, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik. Keterampilan ini sangat penting karena akan mendukung murid dalam menghadapi tantangan kehidupan yang nyata.

    Selain itu, guru juga memiliki peran penting dalam menanamkan wawasan keilmuan kepada murid. Wawasan keilmuan membuat murid mampu berpikir lebih luas, terbuka, dan kritis. Dengan wawasan yang luas, murid tidak hanya memahami sesuatu dari satu sudut pandang, tetapi bisa melihat dari berbagai perspektif. Hal ini melatih mereka untuk lebih bijaksana dalam menyikapi perbedaan serta terbiasa mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang muncul di sekitarnya.

    Tidak kalah penting adalah pendidikan karakter. Pendidikan sejati bukan hanya melahirkan manusia cerdas, tetapi juga melahirkan manusia yang berakhlak mulia. Karakter menjadi fondasi dalam kehidupan sosial, karena orang yang berkarakter baik akan mampu menempatkan diri di tengah masyarakat. Guru memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik murid agar memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama. Pendidikan karakter inilah yang akan membimbing murid untuk menjadi pribadi yang bermanfaat, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi lingkungannya.

    Dengan demikian, pengalaman belajar yang dimaknai oleh murid bukanlah satu aspek saja, melainkan gabungan dari pengetahuan, keterampilan, wawasan keilmuan, dan pendidikan karakter. Keempat hal tersebut saling melengkapi dan membentuk murid menjadi pribadi yang cerdas, terampil, berwawasan luas, sekaligus berkarakter baik. Inilah esensi pendidikan yang sesungguhnya, sebagaimana yang diamanatkan oleh para tokoh pendidikan, termasuk Ki Hajar Dewantara, bahwa tujuan pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

  • Berikut ini langkah langkah awal yang harus dilakukan oleh seorang pendidik kecuali

    Berikut ini langkah langkah awal yang harus dilakukan oleh seorang pendidik kecuali?

    Berikut ini langkah-langkah awal yang harus dilakukan oleh seorang pendidik untuk menuntun murid-murid menjadi manusia yang merdeka, kecuali …

    A. Memahami peran diri menjadi pendidik
    B. Menambah kapasitas diri sebagai pendidik
    C. Membuat perencanaan kegiatan belajar
    D. Adaptif, relevan dengan tujuan belajar murid-murid

    Jawaban: B

    Berikut ini langkah langkah awal yang harus dilakukan oleh seorang pendidik kecuali menambah kapasitas diri sebagai pendidik.

    Pembahasan:

    Dalam proses pendidikan, seorang guru atau pendidik memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan arah perkembangan murid-muridnya. Guru bukan hanya sosok yang bertugas menyampaikan materi, tetapi juga sebagai penuntun, pembimbing, sekaligus teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, langkah awal yang dilakukan seorang pendidik dalam menuntun murid menjadi manusia merdeka harus benar-benar dipahami dan diterapkan dengan baik.

    Secara umum, terdapat beberapa langkah penting yang harus dilakukan seorang pendidik. Pertama, memahami peran diri sebagai pendidik. Hal ini sangat mendasar, sebab seorang guru harus menyadari bahwa dirinya bukan hanya pengajar, melainkan juga pendidik yang menuntun murid sesuai dengan kodrat alam dan zamannya. Guru harus memahami bahwa tugasnya adalah membimbing, bukan memaksa; menuntun, bukan mengekang.

    Langkah kedua, membuat perencanaan kegiatan belajar. Perencanaan pembelajaran menjadi pedoman penting agar proses belajar mengajar berjalan terarah dan sistematis. Guru perlu menyusun tujuan pembelajaran, metode yang digunakan, materi yang disampaikan, hingga evaluasi yang dilakukan. Dengan adanya perencanaan, proses belajar akan lebih efektif karena setiap tahapnya sudah dipikirkan dengan matang.

    Langkah ketiga, seorang pendidik juga dituntut untuk bersikap adaptif dan relevan dengan tujuan belajar murid-murid. Artinya, guru harus mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik. Tidak semua murid memiliki kemampuan, minat, dan gaya belajar yang sama. Oleh karena itu, guru perlu fleksibel, kreatif, dan inovatif agar tujuan belajar dapat tercapai sesuai dengan kondisi nyata di kelas.

  • 9 Tipe Guru Yang Pasti Ada di Setiap Sekolah

    Siapa orang yang memiliki andil besar dalam mencerdaskan generasi bangsa? Jawabannya pasti guru.

    Ya, guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang tanpa lelah mengajarkan kita untuk keluar dari zona kebohodan.

    Berkat guru, kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga kita bisa menjadi generasi penerus yang memiliki ilmu serta budi pekerti luhur.

    Tapi, bicara tentang guru, sadarkah kamu bahwa ternyata ada banyak tipe guru di sekolah?

    Ya, ada berbagai macam tipe guru yang pasti ada di setiap sekolah. Apa saja tipe-tipe guru tersebut? Simak informasinya berikut ini.

    1. Tipe Guru Killer

    Julukan guru killer memang sudah tidak asing lagi di sekolah.

    Predikat guru killer ini diberikan kepada guru yang galak dan kejam.

    Sebenarnya, mereka bersikap seperti itu hanya untuk kebaikan kita.

    Sebab, seperti yang kita tahu bahwa tidak sedikit siswa yang nakal dan tidak mau mengikuti pelajaran di kelas.

    Sehingga, dengan adanya guru killer ini, mereka bisa menjadi siswa yang patuh terhadap peraturan sekolah.

    2. Tipe Guru Bersahabat

    Berbeda dengan guru killer yang kerap ditakuti, tipe guru bersahabat justru sangat dicintai oleh kebanyakan siswa.

    Tipe guru ini biasanya suka merangkul siswa dan mendidiknya dengan cara pendekatan yang baik dan lembut.

    Walau saat pelajaran di kelas cukup tegas, namun setelah di luar kelas ia menganggap siswanya sebagai sahabat.

    Sehingga banyak siswa yang sangat menghormatinya.

    3. Tipe Guru Pendongeng

    Tipe guru selanjutnya adalah tipe guru pendongeng.

    Yups, tipe guru ini biasanya suka menyelipkan cerita di sela-sela materi yang sedang dia jelaskan.

    Biasanya, ia akan membagikan cerita tentang kehidupannya, keluarganya atau hanya sekedar membagikan pengalamannya selama menjadi siswa di masa lalu.

    4. Tipe Guru Motivator

    Ada banyak tipe guru motivator di sekolah.

    Tipe guru ini sangat bagus untuk meningkatkan semangat belajar siswa di sekolah maupun di rumah.

    Sama halnya dengan tipe guru pendongeng, tipe guru motivator juga kerap menceritakan pengalaman hidupnya namun dari sisi yang inspiratif.

    Dengan demikian, siswa dapat termotivasi setelah mendengarkannya.

    5. Tipe Guru Penulis

    Dikatakan sebagai tipe guru penulis dikarenakan suka sekali menulis.

    Umumnya, tipe guru seperti ini hanya menjelaskan materi sedikit dan lebih banyak menulis di papan.

    Tak jarang pula, semua siswa di kelas juga harus ikut menulis dan ia akan memeriksanya satu per satu. Lumayan melelahkan, ya.

    6. Tipe Guru Pelawak

    Hampir semua siswa di sekolah pasti akan menyukai tipe guru ini, ialah tipe guru pelawak.

    Pelajaran di kelas dengan waktu berjam-jam pasti akan sangat membosankan.

    Namun, hal tersebut tidak berlaku jika tipe guru pelawak yang mengajar.

    Sebab, di sela-sela pelajaran, ia akan bercerita tentang hal-hal lucu yang akan membuat siswa tertawa.

    7. Tipe Guru tak Kasat Mata

    Tipe guru tak kasat adalah tipe guru yang paling disukai oleh siswa pemalas, bahkan melebihi tipe guru lainnya.

    Bagaimana tidak?

    Tipe guru ini jarang sekali masuk kelas. Kalaupun masuk, tidak akan bertahan lama.

    Ia hanya akan memberikan tugas kepada siswa lalu pergi meninggalkan kelas.

    8. Tipe Guru Pelupa

    Tipe guru terakhir adalah tipe guru pelupa.

    Tidak sedikit siswa pemalas yang suka terhadap tipe guru ini.

    Sebab, guru pelupa biasanya akan lupa menanyakan tugas yang telah ia berikan sebelumnya.

    Bahkan, dalam kasus lain ada pula guru yang lupa jadwal mengajarnya sehingga kelas tidak ada yang mengisi pelajaran.

    9. Tipe Guru Idaman

    Dan yang tak kalah menarik perhatian juga adalah guru idaman.

    Guru yang satu ini biasanya memiliki usia yang masih muda serta paras rupawan.

    Kebanyakan siswa sangat suka dengan guru seperti ini.

    Bahkan mereka menganggap bahwa guru muda dengan wajah rupawan bisa membuat semangat belajar naik drastis.

    Nah, itulah beberapa tipe guru yang selalu ada di setiap sekolah. Kalau kamu lebih suka tipe guru yang mana?

  • 6 Fakta Guru Yang Harus Kamu Ketahui

    Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tak ada satu orang pun yang bisa hidup sejahtera tanpa jasa guru.

    Ilmu yang diberikan bisa membawa semua orang keluar dari zona kebodohan. Bahkan, ilmu yang diberikan oleh guru bisa merubah kondisi suatu bangsa.

    Guru tidak hanya memberikan pendidikan dalam bidang akademisi saja, tapi guru juga memiliki tugas untuk membimbing dan mendidik etika, moral, serta tingkah laku setiap anak sejak kecil.

    Sehingga saat dewasa kelak, para generasi penerus bangsa ini punya kepribadian serta tingkah laku yang baik dan terpuji.

    Jadi, sebagai orang yang sadar akan besarnya jasa guru, sudah seharusnya menghormati. Sebab ucapan terima kasih saja tidak akan mampu membayar semua yang telah diberikan.

    Fakta Tentang Guru

    Nah, terlepas dari itu semua ternyata ada beberapa fakta tentang guru yang harus kamu ketahui. Apa saja fakta tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Status Sosial yang Diakui

    Menjadi seorang guru adalah sebuah profesi mulia. Kebanyakan guru akan mendapatkan posisi serta status sosial yang diakui dalam masyarakat.

    Hal tersebut dikarenakan guru memiliki ilmu yang bisa membuat anak-anak menjadi pintar. Oleh karenanya kebanyakan masyarakat sangat segan terhadap guru.

    2. Guru Tidak Pernah Mengeluh

    Menjadi seorang guru tidaklah mudah. Sebab, setiap hari harus mengayomi puluhan bahkan ratusan murid. Tapi apakah guru pernah mengeluh dengan tingkah laku muridnya?

    Tentu saja tidak. Justru guru akan sangat sedih ketika tidak bisa membuat anak didiknya menjadi lebih baik.Itulah perjuangan seorang guru yang tidak pernah mengeluh dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa.

    3. Melahirkan Orang-Orang Hebat di Dunia

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak ada orang sukses jika tanpa jasa dari guru.
    Orang-orang hebat di dunia itu muncul karena jasa guru yang mendidik serta memberi ilmu sedari kecil.Maka tak heran jika orang-orang hebat di dunia amat sangat peduli dengan dunia pendidikan karena merasa menyadari jika posisi yang mereka dapatkan saat ini tak terlepas dari jasa seorang guru.

    4. Guru Selalu Adil dan Bijaksana

    Puluhan bahkan ratusan murid yang dididik tentunya memiliki karakter serta kepribadian berbeda. Namun, seorang guru tetap bisa mempersatukan mereka.

    Itu semua karena sifat adil dan bijaksana yang dimiliki oleh guru. Jadi, masihkah kita mempertanyakan nilai-nilai dari seorang guru?

    5. Guru Selalu Rela Berkorban

    Perlu disadari, seorang guru juga punya kehidupannya sendiri, yaitu keluarga. Guru juga punya anak yang harus dirawat setiap hari. Tapi dia sering berkorban waktu meninggalkan anaknya hanya untuk mencerdaskan anak-anak lain.

    Di pagi buta harus siap-siap berangkat ke sekolah, belum lagi jika ada pelajaran tambahan yang membuatnya pulang hingga larut.

    6. Guru Akan Terus Berjuang

    Perlu diingat juga bahwa guru tidak akan pernah berhenti berjuang dalam mendidik serta mencerdaskan generasi penerus bangsa. Setiap tahun selalu menerima murid baru dan itu akan dilakukan sampai dia pensiun atau fisik sudah tidak mendukung lagi.

    Itulah beberapa fakta tentang guru yang harus kamu ketahui. Jadi, masih pantaskah kita untuk membangkang kepada guru?

  • 5 Cara Mengambil Hati Guru di Sekolah

    Dalam lingkungan sekolah, peran guru sangatlah penting untuk mendidik serta membina setiap siswa. Sebab tugas guru bukan hanya sebagai pendidik bidang akademis saja, tapi juga urusan etika serta moral yang sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa.

    Maka dari itu, setiap siswa harus mengikuti dan patuh terhadap guru agar ilmu yang diberikan bisa dipahami dengan baik dan bermanfaat.

    Selain itu, proses belajar mengajar juga akan menjadi lebih menyenangkan jika terjalin sebuah ikatan emosional yang baik antara siswa dan guru. Maka dari itu, setiap siswa harus bisa mengambil hati guru agar disayang dan diperhatikan.

    Cara Mengambil Hati Guru

    Bagaimana cara disayang guru? Caranya cukup mudah dan bisa dilakukan oleh setiap siswa. Untuk lebih jelas, simak informasinya berikut ini:

    1. Mengenal Pribadi Guru

    Hal pertama yang harus kita lakukan sebagai siswa adalah mengenali pribadi guru. Kita harus tahu bagaimana karakter dari guru.

    Misalnya guru memiliki kepribadian yang serius, maka kita juga harus serius. Intinya, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan karakter guru.

    2. Menjadi Siswa yang Aktif

    Guru mana yang tidak suka dengan siswa aktif? Tentu saja setiap guru pasti akan senang ketika melihat siswanya aktif di kelas.

    Selain senang, guru juga merasa bangga ketika siswanya aktif. Itu menandakan bahwa ilmu yang dia berikan benar-benar dicerna dengan baik oleh siswanya.

    Maka dari itu, jadilah siswa yang aktif di kelas, aktif bertanya maupun aktif menjawab pertanyaan.

    3. Mengerjakan Tugas dengan Baik

    Penting untuk diketahui, ketika guru sedang mengoreksi tugas yang dia berikan. Maka saat itu juga guru menilai hasil tugas siswa.

    Jadi, guru akan mengetahui apakah kita mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh atau tidak. Kerjakanlah tugas dengan baik dan semaksimal mungkin agar bisa mencuri perhatian guru.

    4. Sopan Santun

    Indonesia terkenal dengan negara yang penuh sopan santun. Budaya ini jangan sampai kita lupakan. Tetaplah menjadi pribadi yang santun kepada siapapun, terutama guru. Dengan begitu, guru akan merasa bahwa dia benar-benar dihargai oleh siswanya. Maka, guru pun akan menjadi sayang kepada kita.

    5. Menjadi Siswa Berprestasi

    Cara agar disayang guru selanjutnya adalah menjadi siswa yang berprestasi. Ketika kita menjadi siswa berprestasi, tidak hanya guru saja yang suka, tapi orang tua dan keluarga pun ikut bangga.

    Oleh karena itu, rajin belajar adalah sebuah pilihan yang tidak boleh diabaikan agar menjadi siswa berprestasi di sekolah.

    Nah, itulah beberapa tips dan cara mengambil hati guru di sekolah. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.