Tag: mahasiswa

  • Banyuwangi Perkuat Potensi SDM Muda Lewat Akses Pendidikan Internasional

    Banyuwangi Perkuat Potensi SDM Muda Lewat Akses Pendidikan Internasional

    Banyuwangi terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) muda dengan memperluas akses pelajar dan mahasiswa terhadap informasi serta peluang pendidikan internasional.

    Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Blambangan Internasional Education Festival (BINEF) 2026.

    BINEF 2026 digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Kampus Poliwangi dan diikuti lebih dari 100 pelajar serta mahasiswa dari berbagai wilayah di Banyuwangi.

    Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda daerah untuk mengenal lebih jauh kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri sekaligus membangun jaringan dengan diaspora Indonesia.

    Kegiatan dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (12/8/2026). Sejumlah putra-putri Indonesia yang memiliki pengalaman pendidikan internasional turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Syaeful Mujab, penerima beasiswa LPDP untuk studi S2 di London School of Economics and Political Science, Inggris; Hardika Dwi Hermawan, penerima beasiswa LPDP yang menempuh Master of Science di Hong Kong University sekaligus pendiri Desamind; serta Achmad Roghib Mabrur yang kini menjalani pendidikan doktoral di National Chung Hsing University, Taiwan.

    BINEF 2026 mengangkat tema “Establishing Banyuwangi Student Connectivity to Prepare Superior Human Resources for Indonesia’s Future”.

    Program ini diarahkan untuk memperluas wawasan generasi muda mengenai studi luar negeri, memperkuat konektivitas diaspora, sekaligus mempersiapkan SDM Banyuwangi agar mampu berkompetisi di tingkat global.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menekankan pentingnya penguasaan teknologi, kecerdasan digital, serta kemampuan membangun jejaring internasional sebagai bagian dari persiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja.

    “Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan dan transisi energi, telah mengubah kebutuhan tenaga kerja secara drastis. Karenanya generasi muda harus memiliki penguasaan dan kemampuan dibidang ini sebagai bekal menghadapi masa depan. Dan yang penting berjejaring untuk mendapatkan peluang yang lebih luas,” ujar Ipuk.

    Ipuk juga mengingatkan bahwa perubahan kebutuhan dunia kerja membuat pendidikan perlu menyiapkan generasi muda bukan hanya untuk profesi yang tersedia saat ini, tetapi juga pekerjaan baru yang akan muncul di masa mendatang.

    Hal tersebut merujuk laporan World Economic Forum Future of Jobs 2025 yang memperkirakan 170 juta pekerjaan baru akan tercipta hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan berpotensi tergantikan.

    Kehadiran para penerima beasiswa dalam BINEF menjadi bagian dari upaya menghadirkan contoh nyata bahwa kesempatan menempuh pendidikan di kampus dunia dapat diraih oleh generasi muda dari daerah.

    Syaeful Mujab membagikan pengalamannya sekaligus mendorong pelajar dan mahasiswa Banyuwangi untuk tidak membatasi cita-cita hanya karena berasal dari daerah.

    “Jangan berkecil hati meskipun kita berasal dari daerah. Siapapun dari kita bisa mempunyai mimpi besar dengan berusaha untuk mencapainya. Persiapkan diri dengan baik insyaallah kita bisa mencapai mimpi itu,” ujar Mujab yang juga dikenal publik sebagai politikus muda dan menjadi Calon Wakil Bupati Tegal termuda pada 2024 di usia 28 tahun.

    Menurutnya, kemampuan berbahasa menjadi salah satu modal penting untuk memperluas akses generasi muda terhadap lingkungan pendidikan dan jejaring internasional.

    “Dengan bahasa membuka kesempatan untuk untuk sekolah, ikut konferensi hingga membangun jejaring internasional. Manfaatkan media sosial untuk mencari informasi beasiswa dan pertemanan global,” ungkapnya.

    Tidak hanya memberikan informasi, BINEF 2026 juga menghadirkan dukungan lanjutan bagi peserta.

    Ketua Penyelenggara BINEF 2026 Ahmad Roghib Mabrur mengatakan peserta memperoleh fasilitas bimbingan bahasa Inggris secara gratis selama satu tahun serta kesempatan mengikuti pre-test IELTS.

    “Karena bahasa inggris jadi kunci untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri. Mereka juga dapat bimbingan mentoring gratis setahun untuk coaching tips n trip mendapatkan beasaiswa di kampus internasional,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan tersebut, pengembangan potensi SDM muda Banyuwangi diarahkan tidak hanya pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga penguasaan teknologi, bahasa asing, dan jejaring global sebagai modal untuk meningkatkan daya saing generasi daerah.

  • Daya Tampung SNBP 2026 Resmi Dirilis, Begini Cara Cek Kuota PTN dan Rumus Hitung Keketatan Jurusan Agar Lolos

    Daya Tampung SNBP 2026 Resmi Dirilis, Begini Cara Cek Kuota PTN dan Rumus Hitung Keketatan Jurusan Agar Lolos

    sastrawacana.id/ – Tahapan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 kini memasuki fase krusial dengan dirilisnya data daya tampung resmi oleh masing-masing Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

    Bagi para siswa kelas 12, memahami ketersediaan kursi di jurusan impian adalah langkah wajib sebelum memencet tombol finalisasi pendaftaran.

    Pasalnya, strategi memilih jurusan bukan hanya soal nilai rapor yang tinggi, melainkan juga kecerdasan dalam membaca peluang melalui angka kuota dan tingkat persaingan.

    Informasi mengenai daya tampung ini menjadi penentu utama karena setiap kampus memiliki kebijakan distribusi kuota yang berbeda.

    Baca juga: Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB 2026: Jangan Sampai Salah Langkah, Ini Tahapan Terbarunya!

    Berdasarkan regulasi terbaru, setiap PTN wajib mengalokasikan minimal 20 persen kursi untuk jalur SNBP.

    Namun, angka tersebut bersifat dinamis tergantung pada akreditasi program studi dan kebijakan otonomi kampus masing-masing.

    Cara Cek Daya Tampung SNBP 2026 di Portal Resmi

    Siswa dapat memantau langsung sebaran kuota melalui laman resmi SNPMB yang diperbarui secara real-time.

    Proses pengecekan ini sangat penting dilakukan untuk memastikan apakah jurusan incaran mengalami penambahan atau justru pengurangan kursi dibandingkan tahun lalu.

    Caranya cukup mudah dengan mengakses menu daftar PTN, memilih universitas yang dituju, lalu melihat detail setiap program studi yang tersedia.

    Dalam laman tersebut, selain angka daya tampung tahun 2026, biasanya juga tercantum data peminat tahun 2025 yang bisa dijadikan tolok ukur awal.

    Rumus Menghitung Tingkat Keketatan Jurusan

    Setelah mendapatkan angka daya tampung dan jumlah peminat tahun sebelumnya, siswa sangat disarankan untuk menghitung tingkat keketatan secara mandiri.

    Rumus sederhana yang bisa digunakan adalah dengan membagi angka daya tampung dengan jumlah peminat tahun lalu, kemudian dikalikan 100 persen.

    Semakin kecil persentase yang dihasilkan, maka semakin tinggi tingkat persaingan di jurusan tersebut.

    Sebagai contoh, jika sebuah program studi memiliki daya tampung 20 kursi dengan jumlah peminat mencapai 1.000 orang, maka tingkat keketatannya adalah 2 persen, yang artinya hanya ada 2 kursi untuk setiap 100 pendaftar.

    Variabel Penentu Selain Daya Tampung

    Penting untuk diingat bahwa daya tampung hanyalah satu sisi dari koin seleksi. Variabel lain yang tidak kalah menentukan adalah jejak alumni sekolah di kampus tersebut.

    PTN cenderung memprioritaskan siswa dari sekolah yang memiliki rekam jejak akademik konsisten. Selain itu, faktor lintas jurusan juga menjadi perhatian serius pada SNBP 2026.

    Siswa disarankan untuk memastikan mata pelajaran pendukung mereka selaras dengan kurikulum jurusan yang dituju agar nilai rapor dapat terkonversi secara maksimal dalam sistem pembobotan.

    Dengan dirilisnya data daya tampung ini, siswa kini memiliki waktu yang cukup untuk melakukan analisis mendalam sebelum pendaftaran ditutup.

    Kejelian dalam memilih program studi dengan daya tampung yang stabil namun tingkat keketatan yang rasional seringkali menjadi kunci sukses bagi mereka yang berhasil menembus kampus impian tanpa harus melalui jalur tes.

    Bagaimana dengan pilihan jurusan kamu, apakah daya tampung di kampus incaranmu tahun ini memberikan angin segar atau justru membuatmu harus memutar otak mencari strategi cadangan?

  • Satu dari 103 Peserta Terpilih, Mahasiswi UNEJ Ikuti Program Internasional NSP 2025 di Taiwan

    Satu dari 103 Peserta Terpilih, Mahasiswi UNEJ Ikuti Program Internasional NSP 2025 di Taiwan

    Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) di kancah internasional.

    Scientiatari Cahyaning Adhi, mahasiswi angkatan 2023 Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), berhasil terpilih sebagai salah satu peserta New Southbound Policy (NSP) Short-term Study Program 2025 di National Quemoy University (NQU), Taiwan.

    Mahasiswi yang akrab disapa Scien ini menjadi satu dari 103 mahasiswa terpilih dari tujuh negara mitra NSP yang mengikuti program studi internasional bergengsi tersebut.

    Program ini tidak hanya berlangsung di NQU, tetapi juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi ternama di Taiwan, seperti Taipei Medical University, National Chung Hsing University, National Taipei University of Technology, serta National Pingtung University of Science and Technology.

    Selama satu semester penuh, mulai September 2025 hingga Januari 2026, Scien akan menjalani berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Ia akan mempelajari mata kuliah seperti New Southbound Policy, Cross-Strait Relations, Regional Security, dan International Relations.

    Selain itu, peserta juga mengikuti kursus intensif Bahasa Mandarin selama 12 jam per minggu, serta kegiatan kunjungan lapangan dan program kebudayaan untuk mengenal masyarakat Taiwan secara langsung.

    Untuk bisa lolos, Scien harus melewati proses seleksi yang cukup kompetitif, mulai dari tahap administrasi, penilaian motivation letter, hingga wawancara. Ia bersaing dengan ratusan pendaftar dari berbagai negara.

    “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga bisa terpilih. Ini adalah tantangan baru sekaligus kesempatan besar untuk berkembang, baik secara personal maupun profesional,” ungkap Scien.

    Ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi justru berasal dari sisi mental. Melihat banyaknya peserta dari berbagai latar belakang negara sempat membuatnya ragu.

    Namun, Scien memilih fokus mempersiapkan diri sebaik mungkin, khususnya dalam menyusun motivation letter dan menghadapi wawancara.

    “Dari situ saya sadar, it’s not only hard work, but also having the confidence to believe in yourself,” tuturnya.

    Ketertarikan Scien pada kajian hubungan lintas selat (cross-strait studies) menjadi motivasi utama mengikuti program ini. Menurutnya, program di NQU menawarkan pendekatan yang menghubungkan teori dengan realitas di kawasan.

    “Program di NQU ini unik karena menghubungkan teori dengan konteks nyata di kawasan. Saya harap bisa memperdalam pemahaman sekaligus melatih cara berpikir kritis untuk bekal di masa depan,” jelasnya.

    Lebih jauh, Scien berharap pengalaman internasional yang diperolehnya dapat memberikan kontribusi positif bagi UNEJ.

    Ia ingin berbagi ilmu serta memotivasi mahasiswa lain agar berani mengambil peluang global.

    “Saya ingin berbagi dengan teman-teman, sekaligus memotivasi agar lebih banyak mahasiswa UNEJ berani mengambil peluang internasional,” ujarnya.

    Sebagai penutup, Scien membagikan pesan bagi mahasiswa UNEJ yang ingin mencoba program serupa.

    Menurutnya, keberanian untuk memulai adalah kunci utama. Ia menyarankan agar calon pendaftar tidak terpaku pada kekurangan, seperti kemampuan bahasa atau minimnya sertifikat, melainkan lebih menonjolkan motivasi dan tujuan yang jelas dalam setiap kesempatan. (Humas UNEJ)

  • Kembangkan Teh Antioksidan dari Daun Mangga, Tim UM Sabet Juara 2 LKTI KSM FEST UI

    Kembangkan Teh Antioksidan dari Daun Mangga, Tim UM Sabet Juara 2 LKTI KSM FEST UI

    Universitas Negeri Malang (UM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

    Tim mahasiswa UM berhasil meraih Juara Dua dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) KSM FEST yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia tahun 2025.

    Kompetisi yang mengangkat tema “Investing in a Green Future: Empowering Economic Independence Through Sustainable Solutions” ini diikuti perguruan tinggi ternama dari seluruh Indonesia dan berlangsung secara daring pada 21 Oktober–23 November 2025.

    Ajang ini menjadi wadah bergengsi bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan riset di bidang sains berkelanjutan.

    Tim CIPTA HERBA NUSANTARA dari FMIPA UM yang beranggotakan Khezia Rachel D.P (S1 Bioteknologi), IZ Fathma Agmadina (S1 Bioteknologi), dan Stevanus Purbadirja (S1 Pendidikan Biologi) membawa karya penelitian berjudul “Inovasi Teh Herbal Fungsional: Mengubah Limbah Daun Mangga Varietas Alpukat Menjadi Sumber Antioksidan Potensial untuk Kesejahteraan Berkelanjutan.”

    Teh Daun Mangga Universitas Negeri Malang

    Penelitian ini mengangkat isu pemanfaatan limbah pertanian daun mangga varietas alpukat yang melimpah sebagai sumber antioksidan alami untuk diolah menjadi teh herbal fungsional.

    Inovasi tersebut tidak hanya menawarkan potensi ekonomi hijau, tetapi juga mendukung upaya pengurangan limbah agroindustri. Selama proses penelitian, tim dibimbing oleh Dr. Frida Kunti Setiowati, ST, M.Si.

    Keberhasilan meraih Juara Dua ini merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh anggota tim dalam menyusun riset hingga menyiapkan presentasi akhir.

    Bagi mereka, kompetisi ini menjadi pengalaman penting untuk mengasah kemampuan penelitian, komunikasi ilmiah, dan kerja tim.

    “Kami sangat bersyukur bisa meraih Juara 2 di kompetisi seprestisius ini. Proses dimulai dari penyusunan abstrak, kemudian lolos ke tahap KTI full paper, hingga presentasi final di depan dewan juri Universitas Indonesia. Dukungan tim dan bimbingan Ibu Dr. Frida Kunti Setiowati membuat semuanya mungkin,” ungkap Stevanus Purbadirja, ketua tim.

    Hal senada disampaikan Khezia Rachel D.P, yang menambahkan, “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan bimbingannya hingga kami bisa meraih prestasi ini.”

    Dr. Frida Kunti Setiowati

    Dosen pembimbing, Dr. Frida Kunti Setiowati, juga menyampaikan kebanggaannya.

    “Prestasi ini semakin menguatkan posisi Universitas Negeri Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap mencetak lulusan berkompeten dan peduli terhadap isu lingkungan serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya.

  • IGTC Adalah Program dari Badan Pengembangan Organisasi?

    IGTC Adalah Program dari Badan Pengembangan Organisasi?

    Dalam organisasi kemahasiswaan, pengembangan struktur dan kaderisasi merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan serta memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.

    Hal inilah yang menjadi dasar lahirnya program IGTC atau ILMPI Goes to Campus yang berada di bawah naungan Badan Pengembangan Organisasi (BPO) ILMPI.

    ILMPI sendiri adalah Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia, sebuah wadah nasional yang menghimpun organisasi mahasiswa psikologi di seluruh Indonesia.

    Sebagai organisasi besar, ILMPI memiliki berbagai badan yang bekerja sesuai dengan bidangnya, salah satunya adalah Badan Pengembangan Organisasi atau BPO.

    BPO bertugas memastikan bahwa ILMPI berkembang secara sehat, kuat, dan berkesinambungan.

    Tujuan Utama IGTC

    IGTC dirancang sebagai program sosialisasi untuk memperkenalkan ILMPI kepada masyarakat luas, khususnya kalangan mahasiswa.

    Program ini hadir karena masih banyak mahasiswa psikologi yang belum mengenal peran, fungsi, dan kontribusi ILMPI dalam dunia pendidikan dan organisasi kemahasiswaan.

    Dengan adanya IGTC, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang mengetahui keberadaan ILMPI, memahami visi misinya, serta terdorong untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan organisasi.

    Bentuk Kegiatan dalam IGTC

    Pelaksanaan IGTC biasanya berbentuk kunjungan ke kampus-kampus atau lembaga mahasiswa psikologi di berbagai wilayah.

    Di sana, pengurus ILMPI bersama BPO melakukan presentasi, diskusi, hingga berbagi pengalaman mengenai peran ILMPI di tingkat nasional.

    Tidak jarang, IGTC juga dikemas dengan kegiatan seminar atau talkshow yang mengangkat tema seputar pengembangan organisasi, kepemimpinan, hingga isu-isu aktual di bidang psikologi.

    Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapat pengetahuan tentang ILMPI sebagai organisasi, tetapi juga memperoleh inspirasi mengenai pentingnya berjejaring, berorganisasi, dan membangun kontribusi nyata bagi masyarakat.

    Manfaat IGTC bagi Organisasi dan Mahasiswa

    IGTC memiliki manfaat ganda, baik untuk ILMPI sebagai organisasi maupun untuk mahasiswa sebagai penerima manfaat.

    Bagi ILMPI, IGTC menjadi sarana efektif memperluas jaringan dan memperkuat eksistensi organisasi di kalangan mahasiswa psikologi.

    Bagi mahasiswa, IGTC membuka wawasan baru tentang pentingnya berorganisasi, memberikan ruang untuk bertukar pikiran, serta mendorong lahirnya kader-kader baru yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan.

    Lebih dari itu, IGTC juga menjadi bagian dari strategi pengembangan organisasi yang berkesinambungan.

    Dengan terus melakukan sosialisasi, ILMPI memastikan dirinya tetap dikenal, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa psikologi di seluruh Indonesia.

    Penutup

    Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa IGTC atau ILMPI Goes to Campus adalah program resmi dari Badan Pengembangan Organisasi ILMPI.

    Program ini bukan sekadar kegiatan sosialisasi, melainkan juga upaya strategis untuk memperkenalkan ILMPI lebih luas, memperkuat jejaring antar mahasiswa psikologi, dan memastikan keberlangsungan kaderisasi organisasi.

    Dengan adanya IGTC, ILMPI dapat terus tumbuh sebagai organisasi yang solid, dikenal, dan berkontribusi nyata bagi perkembangan psikologi serta dunia kemahasiswaan di Indonesia.

  • Rektor IPB Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Teknologi dan Iklim

    Rektor IPB Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Teknologi dan Iklim

    Di tengah derasnya perubahan zaman, mahasiswa tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengetahuan.

    Mereka harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan memimpin perubahan untuk menghadapi tantangan teknologi serta perubahan iklim global.

    Pesan tegas ini disampaikan Rektor Prof Arif Satria kepada lebih dari 8.000 mahasiswa baru IPB University angkatan 62, baik dari program Sarjana (S1) maupun Sarjana Terapan (D4), dalam acara Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) yang berlangsung pada 11–12 Agustus.

    “Setiap tahun kebutuhan skill berubah. Karena itu, kita harus menjadi pembelajar sepanjang hayat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), akan menggeser banyak peran tradisional.

    Selain AI skill dan digital skill, saat ini berkembang pula green skill, kemampuan mengelola sumber daya alam secara efisien dan ramah lingkungan.

    “Setiap kenaikan satu derajat celcius suhu global dapat menurunkan produksi beras 10-20 persen. Bahkan, jika perubahan iklim tidak diantisipasi, kopi bisa punah pada 2080,” tambahnya.

    Menurut dia, era Society 5.0 menempatkan isu lingkungan dan kemanusiaan sebagai pusat perhatian.

    Banyak perusahaan besar mulai mencari ahli sosial, kemanusiaan, dan lingkungan. “Kita harus lead change sekaligus lead the future,” tegasnya.

    Kepada mahasiswa baru angkatan 62 ‘Jatayu Harsakala’, Prof Arif juga memberikan tiga pesan utama.

    Pesan pertama adalah menjadi insan inspiratif, yaitu orang yang mampu menggerakkan orang lain melalui gagasan, kepemimpinan, dan karya.

    “Ciri insan inspiratif adalah punya visi, mindset positif, semangat belajar, kegigihan, keberanian, dan empati,” ucapnya.

    Pesan kedua adalah memiliki growth mindset. Menurutnya, mahasiswa harus mampu melihat kegagalan sebagai peluang belajar, bukan batas kemampuan.

    “Masalah dan kegagalan akan selalu ada, tapi berhenti dari kegagalan adalah kesalahan terbesar. Pembelajar sejati adalah mereka yang mampu mengambil pelajaran dari siapa pun dan di mana pun,” katanya.

    Pesan ketiga adalah menjadi insan inovatif. Mahasiswa dituntut memiliki rasa ingin tahu tinggi, berpikir kreatif, berani mengambil risiko, fokus pada future practice, dan memiliki daya adaptasi.

    Semua orang bisa menuju puncak, tetapi bertahan di puncak adalah soal karakter,” ucap Rektor dengan penuh semangat.

    Bagi mahasiswa baru, pesan ini menjadi motivasi yang berarti. Hal itu diungkapkan oleh Rizki, peserta MPKMB, “Motivasi ini benar-benar membuat saya sadar bahwa pada akhirnya karakter menjadi hal yang sangat penting dalam hidup ini.”

    Menutup penyampaiannya, Prof Arif memaparkan visi IPB University sebagai Innopreneur University, yang memadukan riset dan inovasi untuk kepentingan bisnis (techno-preneurship) maupun sosial (socio-preneurship).

    “IPB University menyiapkan ekosistem pendidikan, riset, dan pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa sejak awal perkuliahan, termasuk melalui Talent Mapping, pelatihan 7 Habits, business mentoring, dan Startup School,” pungkasnya.

  • Kuliah Gratis Tanpa Biaya! Ini Cara Daftar KIP Kuliah 2025 Jalur Mandiri yang Masih Dibuka

    Kuliah Gratis Tanpa Biaya! Ini Cara Daftar KIP Kuliah 2025 Jalur Mandiri yang Masih Dibuka

    Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali membuka pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025, sebuah program bantuan pendidikan yang memberikan kesempatan kuliah gratis hingga lulus bagi siswa-siswi berprestasi dari keluarga kurang mampu.

    Program ini berlaku untuk seluruh jalur masuk ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, termasuk jalur mandiri yang saat ini masih terbuka di berbagai kampus.

    Pendaftaran KIP Kuliah tahun 2025 dimulai sejak 4 Februari 2025 dan akan ditutup hingga 31 Oktober 2025.

    Artinya, para calon mahasiswa masih memiliki waktu untuk mendaftarkan diri melalui portal resmi, terlebih bagi mereka yang mengikuti seleksi mandiri di kampus tujuan masing-masing.

    Pendaftaran ini juga menjadi peluang besar untuk siswa yang tidak lolos seleksi nasional seperti SNBP atau SNBT, agar tetap bisa kuliah tanpa dibebani biaya pendidikan.

    Akses Pendidikan Tinggi yang Lebih Merata

    KIP Kuliah menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang adil dan merata.

    Program ini tidak hanya membebaskan biaya kuliah sepenuhnya, tetapi juga memberikan bantuan biaya hidup yang besarannya disesuaikan dengan wilayah tempat mahasiswa kuliah.

    Dengan bantuan tersebut, diharapkan mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tanpa terkendala masalah finansial.

    Menurut informasi yang dihimpun, calon penerima KIP Kuliah harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain merupakan lulusan SMA/sederajat pada tahun berjalan atau dua tahun sebelumnya, telah diterima di program studi yang memiliki akreditasi A atau B, serta berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi.

    Syarat dan Prosedur Pendaftaran

    Untuk mendaftar, calon mahasiswa wajib membuat akun KIP Kuliah melalui laman resmi kip-kuliah.kemdikbud.go.id atau aplikasi KIP Kuliah Mobile. Data yang dibutuhkan antara lain:

    • NIK (Nomor Induk Kependudukan)
    • NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)
    • NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional)
    • Alamat email aktif

    Setelah akun berhasil dibuat, peserta akan diminta melengkapi informasi pribadi, akademik, serta kondisi ekonomi keluarga.

    Pendaftar yang telah diterima di perguruan tinggi melalui jalur manapun wajib mengisi data program studi yang mereka tempati untuk proses seleksi bantuan.

    Bagi calon mahasiswa yang belum mendapatkan beasiswa lain, program ini bisa menjadi satu-satunya penyelamat untuk tetap bisa kuliah.

    Apalagi, program ini tidak hanya berlaku di perguruan tinggi negeri, tetapi juga mencakup perguruan tinggi swasta yang sudah terdaftar sebagai mitra resmi.

    Bantuan yang Diberikan

    Mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan dua jenis bantuan, yaitu:

    • Biaya Pendidikan: seluruh biaya kuliah dibayarkan langsung oleh pemerintah kepada perguruan tinggi.
    • Biaya Hidup: diberikan langsung kepada mahasiswa dengan besaran yang disesuaikan dengan wilayah dan indeks kebutuhan, mulai dari Rp800.000 hingga Rp1.400.000 per bulan.

    Pencairan dana dilakukan secara berkala setiap semester dan akan terus diberikan hingga mahasiswa lulus, dengan catatan mahasiswa aktif dan menunjukkan kemajuan akademik yang baik.

    Jalur Mandiri Masih Dibuka

    Sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta masih membuka jalur mandiri hingga Agustus 2025.

    Kesempatan ini sangat penting dimanfaatkan oleh siswa yang belum mendapatkan kampus melalui jalur nasional.

    Pendaftar melalui jalur mandiri tetap berhak untuk mengajukan KIP Kuliah selama memenuhi syarat.

    Ada banyak perguruan tinggi ternama seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (Unnes), hingga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang masih membuka pendaftaran jalur mandiri sekaligus menerima calon mahasiswa penerima KIP Kuliah.

    Sejak pendaftaran dibuka, animo pendaftar cukup tinggi. Banyak siswa dari daerah terpencil yang berharap bisa menempuh pendidikan tinggi tanpa membebani orang tua.

    Pemerintah melalui Kemendikbudristek mengimbau agar para siswa yang memenuhi kriteria segera mendaftar dan tidak menunggu batas akhir.

    Proses verifikasi data memerlukan waktu, dan semakin cepat mendaftar, semakin besar peluang untuk mendapat bantuan tersebut.

    Selain itu, calon mahasiswa diminta memastikan seluruh data identitas (NIK, NISN, dan NPSN) benar dan aktif agar tidak terjadi kesalahan pada saat verifikasi.

  • Polije Ciptakan Aplikasi AnemiaGo untuk Bantu Cegah Stunting di Masyarakat

    Polije Ciptakan Aplikasi AnemiaGo untuk Bantu Cegah Stunting di Masyarakat

    Tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember (Polije) baru-baru ini meluncurkan aplikasi berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama AnemiaGo.

    Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat Desa Yosowilangun Kidul, Lumajang, Jawa Timur dalam mendeteksi dan mencegah anemia, salah satu faktor yang berperan dalam masalah stunting.

    Program ini juga menjadi bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dari Polije.

    Tujuan utama dari aplikasi AnemiaGo adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya anemia dan pentingnya pencegahannya untuk mencegah stunting di masa depan.

    Dengan berbagai fitur yang mudah diakses dan dipahami, aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih memahami masalah anemia dan mengambil langkah-langkah preventif yang tepat.

    Sabran, ketua tim pengabdian masyarakat Polije menjelaskan bahwa aplikasi ini menyediakan informasi lengkap yang dapat diakses oleh siapa saja yang menggunakannya.

    “Dengan demikian, masyarakat diharapkan bisa lebih sadar akan pentingnya pencegahan anemia dan potensi dampaknya terhadap stunting,” kata Sabran.

    Aplikasi AnemiaGo ini didanai oleh program hibah dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi tahun anggaran 2024.

    Dilengkapi dengan antarmuka pengguna yang sederhana dan ramah, aplikasi ini sangat mudah digunakan oleh masyarakat, bahkan bagi mereka yang tidak terlalu familiar dengan teknologi.

    “AnemiaGo juga memiliki beberapa fitur unggulan, di antaranya fitur edukasi yang memberikan informasi mengenai anemia dan cara pencegahannya, fitur deteksi dini untuk mengetahui risiko anemia, jurnal kesehatan yang memungkinkan pengguna mencatat perkembangan kondisi mereka, serta fitur komunitas yang menghubungkan pengguna dalam satu platform untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait kesehatan,” jelas Sabran.

    Dian Kartika, anggota tim lainnya yang turut mengembangkan AnemiaGo menambahkan bahwa inovasi ini tidak hanya menawarkan teknologi canggih, tetapi juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal kesehatan, terutama dalam mencegah anemia dan stunting.

    “Kami berharap, dengan adanya aplikasi AnemiaGo, masyarakat di Desa Yosowilangun Kidul dapat lebih aktif dalam menjaga kesehatannya dan mencegah masalah kesehatan yang bisa berdampak jangka panjang,” ujar Dian.

    Kegiatan pelatihan dan sosialisasi aplikasi AnemiaGo berlangsung di Kantor Desa Yosowilangun Kidul dan mendapat sambutan positif dari warga.

    Warga sangat antusias mengikuti pelatihan mengenai cara penggunaan aplikasi dan manfaatnya untuk kesehatan.

    Harapannya, aplikasi ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat di Desa Yosowilangun Kidul, tetapi juga bisa diterapkan di wilayah lainnya.

    Selain Sabran dan Dian, pengembangan aplikasi AnemiaGo melibatkan dosen Polije lainnya, yakni Malinda Capril Nurul Satya.

    Program ini juga mengajak tiga mahasiswa Polije untuk terlibat langsung dalam pengembangan dan implementasi aplikasi ini.

  • Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar

    Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar dan pengetahuan mengenai hubungan antara…

    a. Warga negara Indonesia dengan Negara

    b. Negara- negra dalam satu regional

    c. Warga Negara Indonesia dengan warga Negara Asing

    d. Negara dengan negara lain

    Jawaban:

    a. Warga negara Indonesia dengan Negara

    Pembahasan:

    Pendidikan kewarganegaraan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta memahami peran dan tanggung jawab dalam berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Pendidikan kewarganegaraan memainkan peran penting dalam membangun karakter dan kesadaran berbangsa di kalangan mahasiswa.

    Melalui pendidikan ini, mahasiswa diajarkan tentang hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara Indonesia, yang meliputi pemahaman tentang undang-undang, sistem pemerintahan, serta nilai-nilai demokrasi dan pluralisme.

    Hal ini membantu mereka memahami peran aktif yang dapat dimainkan dalam masyarakat, baik dalam konteks lokal maupun nasional.

    Selain itu, pendidikan kewarganegaraan juga mendorong mahasiswa untuk lebih peduli terhadap isu-isu sosial dan politik, sehingga mereka dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

    Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran civitas akademika untuk berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  • Pelatihan Entrepreneur PROMAHADESA di Kemiren: Optimasi Media Sosial untuk UMKM

    Pelatihan Entrepreneur PROMAHADESA di Kemiren: Optimasi Media Sosial untuk UMKM

    Desa Kemiren menggelar pelatihan entrepreneurship dalam rangkaian kegiatan PROMAHADESA (Program Mahasiswa Berdesa) Universitas Jember pada Jumat, 18 Oktober 2024.

    Pelatihan ini diisi oleh narasumber Maulana Affandi, founder Rumah Kreatif Lintang dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat setempat, termasuk Kepala Desa Kemiren Muhammad Arifin, Ketua BPD Agus Humaidi, Sekretaris Desa Suprianto, serta Ketua HIPAM Levis.

    Pelatihan bertajuk “Pelatihan Entrepreneurship” ini merupakan bagian dari kontribusi kelompok mahasiswa yang telah mengabdi selama beberapa bulan di Desa Kemiren.

    Acara dibuka dengan sambutan hangat dari ketua panitia, Indriana Laili yang juga mewakili kelompok mahasiswa dalam pamitannya kepada masyarakat.

    Dalam sambutannya, Indriana mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan masyarakat selama pengabdian mereka di Kemiren yang selama ini dikenal sebagai desa dengan produk kopi unggulan.

    Selama pengabdian, kelompok mahasiswa ini tak hanya memberikan pelatihan tetapi juga membantu masyarakat setempat untuk mengembangkan UMKM dengan mengajarkan cara membuat masker dan sabun dari kopi.

    Inisiatif tersebut diambil karena potensi kopi Kemiren yang sudah diakui secara luas dan mahasiswa berharap agar produk-produk tersebut bisa menjadi inovasi baru yang meningkatkan perekonomian warga.

    Maulana Affandi dan Kepala Desa Kemiren
    Maulana Affandi dan Kepala Desa Kemiren (Dok. sastrawacana.id/)

    Kepala Desa Kemiren Muhammad Arifin juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa.

    Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan upaya mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat Kemiren, khususnya dalam hal pengembangan usaha kecil menengah (UMKM).

    Menurut Arifin, pelatihan semacam ini sangat penting bagi masyarakat desa untuk menghadapi tantangan ekonomi masa kini.

    "Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa karena telah mengabdi untuk masyarakat selama ini," ujarnya.

    Ia juga berharap agar masyarakat dapat benar-benar mempraktikan ilmu yang selama ini didapat dari program PROMAHADESA.

    Pada sesi inti, yakni pelatihan entrepreneurship oleh Maulana Affandi, founder Rumah Kreatif Lintang yang memiliki pengalaman luas dalam bidang wirausaha dan pemberdayaan masyarakat.

    Dalam materinya, ia mengupas tuntas bagaimana media sosial dapat dioptimalkan untuk promosi produk UMKM.

    Menurutnya, internet dan media sosial adalah alat yang efektif dan murah untuk meningkatkan visibilitas produk.

    “Jika harus menyewa tempat usaha, biayanya cukup besar, namun dengan media sosial, kita dapat menjangkau lebih banyak orang secara gratis,” kata Affandi.

    Affandi juga memberikan panduan praktis mengenai cara membuat dan mengoptimalkan akun media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

    Ia menjelaskan pentingnya konsistensi dalam mengelola akun media sosial, termasuk cara memposting konten yang menarik perhatian calon pelanggan, interaksi dengan followers, serta penggunaan hashtag yang relevan untuk meningkatkan keterlihatan konten.

    Pelatihan ini tidak hanya berupa teori, tetapi juga dilengkapi dengan contoh-contoh praktis yang mudah diikuti oleh peserta.

    Para peserta terlihat antusias, terutama saat Affandi membagikan tips-tips bagaimana meningkatkan engagement dan menjaring pelanggan baru melalui strategi promosi di dunia digital.

    Maulana Affandi dan Tokoh Masyarakat Kemiren

    Pada akhir sesi, Maulana Affandi memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya.

    Beberapa pertanyaan yang diajukan mendapatkan respon positif dari Affandi dan peserta yang berhasil memberikan jawaban terbaik mendapat doorprize menarik sebagai bentuk apresiasi.

    Acara berlangsung dengan sukses dan penuh semangat, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.

    Pelatihan ini menutup rangkaian kegiatan pengabdian kelompok mahasiswa di Kemiren yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat setempat.

    Harapannya, masyarakat Kemiren dapat terus mengembangkan UMKM mereka, terutama dalam memanfaatkan potensi media sosial untuk memasarkan produk-produk unggulan desa, seperti kopi dan produk turunannya.