Tag: mahasiswa

  • 7 Tips Mendapat IPK Tinggi, Mahasiswa Wajib Tahu

    Bagi setiap Mahasiswa, mendapatkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang tinggi adalah sebuah impian yang diperjuangkan.

    Sebab, IPK yang tinggi bisa membuat Mahasiswa menjadi lebih mudah mencari pekerjaan setelah dia lulus nanti.

    Sebab, sampai sekarang masih ada tradisi bagi perusahaan swasta maupun negeri yang menetapkan batasan nilai IPK kepada setiap pegawai atau calon pegawai.

    Sehingga sangat sulit bagi Mahassiwa yang memiliki IPK rendah untuk bersaing, mengingat persaingan saat ini sangat ketat.

    Oleh karenanya, mendapatkan IPK yang tinggi adalah sebuah pilihan yang tepat dan tidak bisa ditawar lagi.

    Lantas, bagaimana cara mendapatkan IPK tinggi? Simak informasinya berikut ini.

    1. Menguasai Mata Kuliah

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah rajin belajar.

    Sebab, bagaimanapun juga nilai yang kita dapatkan adalah wujud dari apa yang kita lakukan.

    Semakin baik pemahaman kita pada mata kuliah, maka semakin baik pula nilai yang akan kita dapatkan.

    2. Menjadi Mahasiswa Aktif

    Perlu diketahui, sebenarnya kebanyakan dosen atau tenaga pendidik sangat suka dengan anak yang aktif.

    Aktif bukan hanya sekedar menjawab semua pertanyaan, melainkan juga aktif untuk bertanya sesuatu yang dirasa belum paham.

    Maka dari itu, jadilah Mahasiswa yang aktif untuk mendapatkan penilaian yang baik.

    3. Gabung dengan Organisasi

    Selagi masih aktif menjadi Mahasiswa, alangkah baiknya kita mengikuti organisasi.

    Namun ingat, organisasi yang dipilih harus organisasi yang resmi dari Universitas.

    Sebab, ada segudan manfaat yang bisa kita dapatkan dari organisasi, salah satunya adalah kedisiplinan dan kerja sama.

    Maka secara tidak langsung, kita akan menjadi orang yang disiplin sehingga meningkatkan penilaian dosen kepada kita.

    4. Menyelesaikan Tugas dengan Baik

    Kerjakan semua tugas yang diberikan dosen saat kuliah maupun praktikum.

    Sebaiknya kita tidak menunda-nunda mengerjakannya karena jika tugas sudah menumpuk, kita akan kewalahan.

    Akibatnya hasil yang kita kerjakan tidak akan maksimal.

    Jadi, selesaikan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiiknya.

    5. Kurangi Kebiasan Bolos

    Kebiasaan ini memang sering menjadi hobi bagi kebanyakan Mahasiswa.

    Ada saja alasan untuk membolos, misal tidak suka dengan dosen atau jam mata kuliah yang tabrakan dengan mata kuliah lain.

    Kalau ingin IPK tinggi, jangan menjadi Mahasiswa yang suka bolos.

    Sebab, sebenarnya dosen mengetahui dan bisa membedakan mana Mahasiswa yang rajin dan mana Mahasiswa yang pembolos.

    6. Budi Pekerti

    Sedari kecil kita sudah diajarkan budi pekerti oleh orang tua dan guru.

    Nah, budi pekerti ini sangat penting manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari, termasuk dunia perkuliahan.

    Junjung tinggi nilai luhur dan budi pekerti, seperti kejujuran, toleransi, tanggung jawab, kerja sama, gotong royong, dan sebagainya.

    Hal ini akan menambah nilai kita di mata dosen.

    7. Siap Menghadapi Ujian

    Dan yang terakhir adalah kita harus siap menghadapi ujian.

    Ketika kita sudah mempersiapkan diri dengan baik, maka kita tidak akan pernah takut menghadapi ujian.

    Jangan pernah mencontek ataupun melakukan kecurangan saat ujian karena itu hanya membuat rugi diri sendiri.

    Nah, itulah beberapa tips mendapatkan IPK tinggi yang bisa kita terapkan dari sekarang.

    Selamat mencoba dan semoga sukses, ya!

  • 11 Situs Jurnal Internasional Gratis untuk Mahasiswa

    11 Situs Jurnal Internasional Gratis untuk Mahasiswa

    Secara bahasa, jurnal bisa diartikan sebagai sebuah catatan atau tulisan ilmiah akademik yang ditulis oleh ahli dan berkompeten di bidangnya.

    Jurnal sendiri sangat erat kaitannya dengan pendidikan, khususnya di tingkat Perguruan Tinggi.

    Sebab, salah satu syarat untuk lulus adalah dengan mengerjakan tugas akhir atau skripsi yang merupakan sebuah karya ilmiah.

    Tidak hanya menggunakan jurnal nasional saja, umumnya banyak mahasiswa yang mencari rujukan pada jurnal internasional untuk memperkaya referensi dari berbagai sumber rujukan yang jelas dan terpercaya.

    Situs Jurnal Internasional

    Nah, walau jurnal internasional sangat diperlukan dalam menyusun karya ilmiah, tapi faktanya kebanyakan mahasiswa masih belum tahu di mana tempat mencari jurnal internasional.

    Maka dari itu, kali ini sastrawacana.id/ akan merangkum 11 Situs Jurnal Internasional Pendidikan yang terpercaya. Yuk disimak!

    1. E-resources.perpusnas.go.id

    Situs jurnal internasional pertama yang bisa kita kunjungi adalah E-resources.perpusnas.go.id yang merupakan situs resmi Perpustakaan Nasional Indonesia.

    Di sini, kita bisa mendapat banyak referensi dari berbagai disiplin ilmu.

    Untuk dapat mengunduh jurnal secara gratis, kita harus mendaftar terlebih dahulu. Adapun caranya sebagai berikut:

    • Pertama-tama, kunjung terlebih dahulu situsnya : E-resources.perpusnas.go.id
    • Selanjutnya kita akan diarahkan ke halaman pendaftaran. Jika sudah punya akun, tinggal log in saja.
    • Isi data-data yang dibutuhkan. Dalam mengisi data harus benar ya.
    • Setelah daftar, jangan lupa konfirmasi yang dikirimkan ke alamat emailmu.
    • Selamat, kamu sudah bisa mengunduh jurnal yang kamu perlukan.

    2. Jurnal Internasional Kesehatan – ScienceDirect

    Jurnal internasional ScienceDirect adalah salah satu situs jurnal pendidikan dan jurnal internasional kesehatan yang menyediakan lebih dari 10 juta konten dari 3.500 jurnal akademik dan 34.000 buku elektronik.

    Untuk dapat mengakses, kunjungi saja halaman situs resminya di sini ScienceDirect. Semua jurnalnya dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu:

    • Physical Sciences and Engineering
    • Life Sciences
    • Health Sciences
    • Social Sciences and Humanities

    3. Research Gate

    Jurnal internasional Research Gate adalah salah satu jurnal internasional gratis yang bisa kita kunjungi untuk mencari referensi.

    Hebatnya, di situs ini kita bisa request jurnal yang kita cari karena situs ini juga terdapat komunitas para peneliti.

    Selain itu, kita juga bisa sharing dan tanya jawab oleh para akademisi yang tergabung dalam komunitas.

    4. Cambridge Journal

    Jurnal internasional Cambridge Journal adalah salah satu situs yang menyediakan banyak jurnal sebagai referensi dalam penulisan karya ilmiah.

    Hampir sama dengan situs jurnal lain, kita hanya perlu menuju situs resminya Cambridge Journal dan mengetikkan kata kunci jurnal yang kita cari.

    5. Jurnal Internasional Akademia

    Jurnal Internasional Akademia adalah situs jurnal internasional yang terfokus pada bidang pendidikan.

    Jadi, situs ini cocok bagi kita yang sedang menulis karya ilmiah seputar pendidikan.

    Sebelum mengunduh jurnal, kita diharuskan untuk register terlebih dahulu di website Academia. Bisa menggunakan Facebook atau Google.

    6. Oxford Journal

    Oxfor University adalah salah satu Universitas terbaik di dunia. Ada banyak jenis jurnal dari para pakar yang tersedia di kampus ini.

    Jadi, saat kita sedang mencari referensi yang terpercaya, kita bisa mencari di Oxford Journal dengan mengunjungi langsung situs resminya.

    7. International Journal of Education & the Arts

    Situs jurnal internasional yang satu ini juga sering menjadi rujukan para peneliti. Di sini, kita bisa menemukan banyak jenis jurnal dalam bidang pendidikan dan seni.

    Cara mengunduhnya pun cukup mudah, kita hanya perlu mengunjungi situs International Journal of Education & the Arts dan mengetikkan kata kunci jurnal yang dicari.

    8. Directory of Open Access Journal

    Directory of Open Access Journal adalah salah satu jurnal internasional gratis yang bisa kita tuju untuk mencari referensi karya tulis ilmiah.

    Penggunaannya pun sangat mudah. Kita hanya perlu mengunjungi situs Directory of Open Access Journal dan langsung mengetikkan kata kunci bidang yang dicari.

    9. Google Scholar

    Google pun tak mau kalah dalam urusan pendidikan. Google ingin berkontribusi dengan meluncurkan sebuah situs bernama Google Scholar.

    Di situs ini, ada banyak jurnal ilmiah yang bisa kita unduh secara gratis. Untuk dapat mengunduhnya, kita harus login terlebih dahulu menggunakan akun Google.

    10. International Journal of Education and Research

    Situs jurnal internasional yang satu ini juga bisa kita gunakan sebagai rujukan untuk mencari referensi menulis karya ilmiah.

    Selain itu, di International Journal of Education and Research ada juga review jurnal yang dilakukan oleh para pakar sehingga kita bisa lebih selektif dalam memilih jurnal yang akan digunakan sebagai referensi.

    11. Jurnal Online LIPI

    Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian Republik Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kementerian Negara Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

    Sebagai lembaga yang berkontribusi untuk pendidikan, LIPI pun memiliki banyak jurnal yang bisa digunakan sebagai rujukan untuk menulis karya tulis ilmiah.

    Nah, itulah beberapa situs jurnal internasional yang bisa kita gunakan untuk mengerjakan karya tulis ilmiah.

    Semoga bermanfaat, ya! Jangan lupa untuk bagikan artikel sastrawacana.id/ ini kepada teman-teman yang membutuhkan.

  • Gagal Masuk Universitas Impian? Inilah yang Harus Kamu Lakukan

    Setelah lulus dari bangku SMA, kebanyakan orang akan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi dan memilih Universitas impiannya, termasuk kamu, bukan?

    Yap, menjadi Mahasiswa adalah sebuah keinginan dan harapan besar bagi setiap orang.

    Terlebih lagi jika berhasil menduduki bangku perkuliahan di Universitas impian.

    Sebab setiap orang pasti memiliki Universitas impiannya masing-masing.

    Untuk mewujudkan impian tersebut, berbagai proses seleksi akan dilakukan.

    Mulai dari SNMPTN, SBMPTN, sampai jalur lokal/mandiri pun ditempuh untuk bisa masuk di Universitas impiannya.

    Namun, kadang harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

    Terkadang usaha dan upaya yang sudah dilakukan tidak mendapat hasil maksimal.

    Setelah bersusah payah mengikuti seleksi, ternyata tidak diterima di Universitas impian yang dituju.

    Tentu saja hasil tersebut akan membuat rasa kecewa yang teramat besar.

    Bahkan dari kegagalan tersebut banyak yang enggan untuk melanjutkan kuliah dan memilih untuk bekerja saja.

    Apakah kamu mengalaminya juga?

    Nah, buat kamu yang mengalami kegagalan ini, jangan larut dalam kesedihan dan kekecewaan, ya!

    Sedih dan kecewa itu wajar, tapi ada baiknya kamu segera mengakhirinya karena sedih dan kecewa sama sekali tidak bermanfaat, apalagi untuk kesehatan.

    Kamu harus tetap melanjutkan pendidikan walau tidak di Universitas impian sekalipun.

    Ada beberapa pertimbangan penting kenapa kamu harus mengakhiri rasa sedih dan kecewa tersebut. Berikut diantaranya:

    1. Sadarlah Jika Ada Hikmah di Balik Kegagalanmu

    Hal pertama yang harus kamu ingat adalah tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan.

    Semua yang kamu alami sebenarnya sudah ditentukan oleh-Nya.

    Bisa jadi ini skenario terbaik Tuhan yang akan membuatmu semakin bersinar di kemudian hari.

    Kamu harus menerima apapun hasilnya, yang terpenting kamu sudah berusaha dengan maksimal.

    Terlepas hasil yang tidak sesuai harapan, itu sudah jadi rahasia Tuhan.

    Untuk itu jangan menyerah, apalagi memutuskan untuk tidak kuliah.

    Ingatlah, ada sesuatu yang besar akan menghampirimu.

    Bisa jadi suatu saat nanti kamu menjadi orang yang sukses walau tidak kuliah di Universitas impian.

    2. Mengenal Potensi Diri Lebih Dalam

    Dengan kegagalan, kamu bisa mengenali potensi dan kemampuan diri sendiri dengan lebih baik.

    Kamu akan tahu kekuranganmu dan penyebab kenapa tidak masuk di Universitas Impian.

    Nah, tugasmu selanjutnya adalah memperbaiki kekurangan dan mengasah potensi di dalam diri.

    Lantas coba lagi. Jangan pernah takut untuk gagal.

    Sebab kegagalan itu sebuah proses yang bisa kamu gunakan untuk introspeksi diri.

    Kebanyakan orang yang tidak pernah gagal akan sulit berkembang karena tidak mengetahui kekurangan dirinya sendiri.

    3. Sebagai Pengalaman untuk Orang Lain

    Yang tak kalah penting juga adalah pengalaman yang kamu dapat.

    Pengalaman ini bisa kamu salurkan kepada adik, ataupun orang lain yang ingin mendaftar ke Universitas suatu saat nanti.

    Sebab berbagi pengalaman itu tidak harus yang baik saja, tapi juga kadang pengalaman kurang baik pun harus dibagikan agar orang lain bisa belajar dari pengalaman tersebut.

    Jadi, kamu bisa berbagi pengalaman tentang kegagalanmu masuk ke Universitas impian.

    Tentu saja kamu harus menyampaikan lengkap dengan alasan dan solusinya.

    Hal ini bisa menjadi pelajaran yang akan memberi informasi tambahan bagi orang lain.

    Dan kamu pun akan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain atas pengalamanmu.

    4. Masih Banyak Universitas Lain Untuk Meraih Mimpi

    Jangan pernah terpaku dengan satu Universitas saja.

    Ingatlah, masih banyak Universitas lain yang tentunya tak kalah dengan Universitas impianmua.

    ketahui pula bahwa setiap Universitas pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Boleh jadi kamu tidak diterima di Universtias impianmu, tapi bukan berarti Universitas lain tidak baik.

    Kamu harus mencobanya. Masih banyak Universitas yang layak untuk kamu tuju, salah satunya adalah Masoem University.

    Yap, kampus yang terkenal dengan julukan ‘kuliah malam di Bandung‘ ini memang cukup populer di Kota Kembang.

    Ada banyak jurusan yang bisa kamu tempuh di sini, mulai dari Ilmu Komputer, Ilmu Ekonomi, Ilmu Pertanian, Pendidikan, sampai dengan Bahasa Inggris.

    Jadi buat kamu yang sedang mencari jurusan Bahasa Inggris di Bandung, maka Kampus ini adalah salah satu alternatif pilihan terbaik.

    Selain fasilitas dan pelayanan yang prima. Universitas yang berlokasi di Jl. Raya Cipacing No. 22 Jatinangor 45363 Jawa Barat ini juga terkenal dengan paket hemat, yang mana biayanya cukup terjangkau.

    Agar lebih jelas, berikut adalah detail biaya perkuliahan di Masoem University.

    KELAS REGULER BIAYA NORMAL

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 4.300.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.900.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 4.300.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.900.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 4.300.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.900.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 4.450.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.050.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 4.700.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.300.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 4.350.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.950.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 4.350.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.950.000)

    KELAS REGULER BIAYA DISKON 30 PERSEN

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 3.130.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.730.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 3.130.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.730.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 3.130.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.730.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 3.235.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.835.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 3.410.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.010.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 3.165.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.765.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 3.165.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.765.000)

    KELAS REGULER SORE/KARYAWAN BIAYA NORMAL

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 4.850.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.450.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 5.100.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.700.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    KELAS REGULER SORE/KARYAWAN BIAYA DISKON 30 PERSEN

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 3.515.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.115.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 3.690.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.290.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    Nah, itulah yang harus kamu pikirkan dan lakukan ketika gagal seleksi di Universitas impian.

    Jangan berkecil hati. Ingat, semua yang terjadi pasti ada maksud besar yang bermanfaat di baliknya. Tetap semangat!

  • Cara Mengetahui Akreditasi Kampus dengan Mudah dan Cepat

    Cara Mengetahui Akreditasi Kampus dengan Mudah dan Cepat

    Cara Mengetahui Akreditasi Kampus

    Saat ini memilih Universitas yang dituju, tentunya salah satu pertimbangan adalah akreditasinya.

    Sebab bagaimanapun juga akreditasi Universitas turut memengaruhi bagaimana kualitas serta layanan kepada Mahasiswa.

    Selain itu, akreditasi juga turut berperan penting dalam proses mencari kerja.

    Di mana banyak instasi, baik negeri maupun swasta yang menerapkan minimal akreditasi kampus pada setiap kandidatnya.

    Sehingga lulusan dari kampus dengan akreditasi baik, akan lebih diprioritaskan.

    Walau hal ini bukan hal yang prinpisal, mengingat masih banyak faktor lain penentu kesuksesan karir seseorang.

    Nah, bicara tentang akreditasi kampus, masih banyak yang bingung untuk mengetahuinya.

    Maka dari itu, kali ini Sastrawacana akan membagikan tips dan cara mengetahui akreditasi kampus dengan online.

    Bagaimana caranya? Simak informasinya berikut ini.

    • Pertama-tama, kamu harus mengunjungi website resmi BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dengan cara klik di sini: BAN-PT.
    • Kemudian, masukkan beberapa opsi pilihan, misalnya nama Universitas yang dicari pada kolom pencarian.
    • Maka Universitas yang dicari akan muncul lengkap dengan data, No.SK, tahun SK, hingga status kadaluarsa.
    • Selamat, proses pencarian akreditasi kampus sudah selesai.

    Nah, itulah cara melihat akreditasi kampus online dengan mudah.

    Selamat mencoba! Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • 5 Tips Meningkatkan Semangat Skripsi Supaya Tidak Molor Wisuda

    Pada kesempatan kali ini, sastrawacana.id/ akan memberikan beberapa tips untuk pejuang skripsi agar semangat tidak kendor.

    Sebab sering terjadi, Mahasiswa Akhir merasa frustasi karena skripsi yang tak ujung kelar.

    Bahkan ekstrimnya, ada juga yang memutuskan untuk berhenti berjuang, alias tidak meneruskan skripsinya.

    Tentu saja keputusan tersebut amat sangat disayangkan. Sebab tinggal selangkah lagi, gelar akan diraih.

    Tips Meningkatkan Semangat Skripsi

    Nah, buat kamu yang sedang kendor semangatnya. Berikut adalah beberapa tips yang harus kamu ketahui agar semangat mengerjakan skripsi bisa tumbuh lagi.

    1. Mengingat Bahwa ini Adalah Perjuangan Terakhir

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, proses penyusunan skripsi adalah perjuangan dan tugas terakhir bagi Mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana.

    Jadi sangat disayangkan jika kita menyerah pada perjuangan terakhir ini. Ingatlah, harapan besar ada di depan mata sehingga kita harus bisa meraihnya dengan semangat yang tinggi.

    2. Ingat Kepada Kedua Orang Tua

    Kemudian, kita harus ingat bagaimana perjuangan orang tua dalam menafkahi dan memberikan kita biaya untuk kuliah.

    Jangan sampai harapan yang selama ini ditunggu-tunggu, kandas begitu saja karena kita tidak mau menyelesaikannya.

    Buatlah orang tua bangga. Bayar semua perjuangan orang tua dengan semangat kita dalam menyelesaikan kuliah secara baik.

    3. Usia yang Terus Bertambah

    Kita harus ingat juga bahwa usia kita terus bertambah. Jangan sampai terlena dengan malasnya mengerjakan skripsi sehingga kita lulus di usia yang sudah tua.

    Perlu disadari bahwa banyak perusahaan yang menentukan batas usia bagi calon karyawan.

    Ketika kita lulus terlambat, tentu saja itu bisa membuat kesempatan kita menjadi lebih kecil dalam persaingan kerja.

    4. Fokus Skripsi, Kurangi Nongkrong

    Kadang juga, kendala utama dari mengerjakan skripsi adalah keasikan nongkrong dan main. Jika kita ingin segera merampungkan skripsi, maka ubahlah gaya hidup.

    Kurangi nongkrong atau traveling untuk fokus mengerjakan skripsi. Nongkrong dan traveling bukanlah alasan untuk melepas penat. Ingat pepatah lama, berakit-rakit dahulu, berenang kemudian.

    Kita harus berjuang terlebih dahulu, barulah bisa melepas penat dengan cara masing-masing.

    5. Datang ke Wisuda Teman

    Jika berkenan, kamu juga bisa datang ke acara wisuda teman.

    Dengan melihat teman-temanmu di wisuda, pasti akan muncul rasa ingin diwisuda juga sehingga bisa membangkitkan semangatmu dalam menyelesaikan skripsi.

    Nah, itulah beberapa cara dan tips menumbuhkan semangat dalam menyelesaikan skripsi. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • 5 Drama Skripsi yang Pasti Dialami Oleh Mahasiswa Akhir

    Skripsi adalah salah satu syarat yang harus dilalui oleh setiap Mahasiswa agar bisa bisa lulus dan menjadi sarjana.

    Skripsi juga dikenal sebagai Tugas Akhir, yang mana tidak akan ada tugas-tugas lain setelah skripsi berhasil dirampungkan.

    Namun, dalam menyusun skripsi bukanlah hal mudah. Ada begitu banyak Mahasiswa yang mengeluh bahkan ingin menyerah saat proses mengerjakan skripsi.

    Keluhan-keluhan tersebut tentu saja bukan tanpa alasan. Sebab setiap menjalani skripsi pasti selalu saja ada drama yang kadang membuat hidup semakin berat.

    Apa saja drama skripsi tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Tidak Ada Inspirasi

    Menyusun skripsi itu layaknya seorang penulis yang harus bisa merangkai kata-kata berdasarkan fakta dari hasil riset.

    Namun, kadang otak mendadak buntu. Tidak ada inspirasi datang sehingga kata-kata yang dirangkai menjadi tak karuan. Kalau sudah begini, rasanya bikin kepala pusing dan ingin segera menutup laptop.

    2. Di PHP Dosen

    Bagi kamu yang sedang berjuang dalam mengerjakan skripsi, pasti pernah mengalami di PHP dosen, kan? Yap, dosen kadang tiba-tiba suka membatalkan janji bimbingan dengan berbagai alasan.

    Mahasiswa yang sudah menunggu dari pagi, hanya bisa meratapi nasibnya yang di PHP. Sakit memang sakit. Tapi anggaplah ini sebagai bentuk perjuangan dan melatih kesabaran.

    3. Revisi Tak Kunjung Usai

    Kadang juga semangat menjadi luntur karena revisi demi revisi yang tak kunjung usai.

    Padahal kamu merasa bahwa skripsi yang dibuat sudah sempurna, tapi masih saja ada kekurangan menurut dosen.

    Hal ini sering menyurutkan semangat bagi pejuang skripsi. Tapi percayalah, dosen lebih mengetahui kekurangan dari skripsi yang kamu kerjakan.

    Turuti saja dan lakukan pembenahan agar skripsimu menjadi lebih baik dan bermanfaat.

    4. Flashdisk Hilang dan Laptop Error

    Kadang juga pejuang skripsi mengalami hal tak terduga dalam urusan teknis, misalnya laptop error dan bahkan flashdisk hilang.

    Hingga beberapa BAB yang sudah ditulis dengan perjuangan akan hilang begitu saja. Kalau sudah melalui tahap ini, selamat.

    Kamu akan segera menjadi seorang sarjana. Sebab kebanyakan Mahasiswa mengalami kendala teknis dalam detik-detik perjuangan terakhir.

    5. Mengumpulkan Tanda Tangan Dosen

    Setelah skripsimu kelar, jangan senang dulu. Sebab masih ada perjuangan terakhir yang harus kamu lakukan.

    Seperti mengumpulkan tanda tangan dosen, seperti dosen pembimbing, dosen penguji, ketua jurusan, sampai ketua dekan.

    Maksud dari pengumpulan tanda tangan ini adalah sebagai syarat untuk melakukan sidang skripsi untuk menentukan jadwal.

    Pada perjuangan ini, kamu akan menjadi orang yang benar-benar sabar. Karena kamu harus mencari jadwal kosong dari semua dosen yang terkait tersebut untuk datang pada sidang skripsimu.

    Jadi, proses ini kadang memakan waktu yang cukup lama hanya untuk memastikan bahwa semua dosen tersebut benar-benar ada waktu kosong. Sulit kan menyatukan beberapa dosen dalam satu waktu?

    Nah, itulah beberapa drama skripsi yang pasti akan kamu alami nanti. Tapi jangan khawatir sebab itu adalah proses yang nanti pasti akan kamu rindukan setelah lulus kuliah.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.

  • Merasa Salah Pilih Jurusan Kuliah? Inilah yang Harus Kamu Lakukan

    Setelah lulus SMA, kebanyakan siswa akan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi jika memiliki keinginan dan kemampuan finansial. Namun, kadang keinginan tersebut tidak berhasil mulus.

    Pasalnya, tidak sedikit orang yang merasa salah pilih jurusan sehingga proses kuliah menjadi tidak lancar.

    Ketika penyesalan mulai muncul karena merasa salah pilih jurusan, maka rasa tak nyaman pun akan dialami. Mulai dari tak nyaman belajar, tak nyaman pergi ke kampus, bahkan rasa ingin berhenti kuliah sangat besar.

    Apakah kamu merasakan hal yang sama?

    Jika benar demikian, alangkah baiknya kamu berpikir secara matang terlebih dahulu. Sebab berhenti kuliah bukan sebuah solusi yang baik hanya karena merasa salah pilih.

    Untuk mengatasinya, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan. Berikut diantaranya:

    1. Paksakan diri untuk tetap aktif kuliah

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memaksakan diri untuk tetap aktif kuliah. Ingatlah, semua butuh proses, termasuk dalam mencintai jurusan yang sedang ditempuh. Nanti lambat laun kamu akan merasa nyaman berada pada kampus yang sudah menjadi pilihanmu.

    2. Perbanyak teman di kampus

    Selanjutnya kamu harus bisa membangun relasi dengan memperbanyak teman di kampus. Sebab kampus tidak hanya digunakan untuk mencari ilmu saja, tapi juga sebagai ajang mencari teman. Dengan banyak teman, kamu akan semakin betah dan semangat pergi ke kampus.

    3. Aktif mengikuti UKM

    Kamu bisa menyalurkan bakat dan hobimu melalui UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Hal ini akan membuatmu semakin betah berada di kampus karena bertemu dengan orang-orang yang sehobi. Ada berbagai macam jenis kegiatan mahasiswa di Universitas. Usahakan untuk aktif melakukannya sehingga kamu akan menemukan sensasi baru yang menyenangkan.

    4. Sering sharing atau curhat ke dosen

    Dan yang tak kalah penting juga, kamu pun harus sering-sering berdiskusi dengan dosen. Tidak perlu semuanya, tapi pilihlah dosen yang bisa membuatmu nyaman dan memberi solusi atas keluh kesahmu. Ingatlah, dosen adalah orang tuamu di kampus, jadi kamu bisa meluapkan keluh kesah dengan meminta solusi darinya.

    Nah, itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan ketika merasa salah pilih jurusan kuliah. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Apa Perbedaan Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Lama?

    Banyak kaum muda yang sangat ingin melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

    Sebab, mereka yakin bahwa semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, maka akan semakin mudah pula mencari pekerjaan yang diinginkan.

    Akan tetapi, tidaklah mudah menjadi mahasiswa dan melewati masa-masa kuliah hingga 4 tahun.

    Jika rajin dan beruntung, kemungkinan besar kamu bisa lulus tepat waktu bahkan kurang dari 4 tahun.

    Namun, jika selama kuliah hanya bermalas-malasan, bisa jadi kamu akan menjadi mahasiswa abadi alias tidak lulus-lulus.

    Selama menjadi mahasiswa, tentunya terdapat banyak perbedaan yang tanpa sadar kamu rasakan.

    Mulai dari saat menjadi mahasiswa baru hingga bertransformasi menjadi mahasiswa lama yang sudah menginjak semester akhir.

    Perbedaan Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Lama

    Nah, apa saja perbedaan antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama? Berikut penjelasannya.

    1. Manajemen Waktu

    Perbedaan yang pertama adalah bagaimana cara memanajemen waktu. Mahasiswa baru biasanya akan mengatur waktu mereka sebaik mungkin.

    Misalnya, tidur sesuai jam yang sudah ditentukan agar bisa bangun pagi dan pergi ke kampus untuk mengikuti kuliah.

    Sementara, mahasiswa lama tidak peduli dengan waktu. Mereka hanya ingin melakukan hal yang diinginkan hingga lupa akan pentingnya waktu.

    Sebagai contohnya, mereka lebih suka begadang hingga pagi hanya demi bermain game online atau nongkrong, sehingga keinginan untuk pergi ke kampus pun kecil.

    2. Perlengkapan Kuliah

    Saat masih menjadi mahasiswa baru, perlengkapan belajar sangat diperhatikan, mulai dari buku, bolpoin, pensil, penggaris, penghapus, dan lain sebagainya.

    Namun, ketika sudah menjadi mahasiswa lama, semuanya akan berbeda. Perlengkapan yang dibawa tak lagi banyak, paling hanya satu buah bolpoin saja.

    Untuk kertas, nanti bisa minta ke teman sekelas. Benar begitu?

    3. Absensi

    Perbedaan mencolok selanjutnya antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama adalah urusan absensi. Absensi sangat penting dalam menentukan nilai. Mahasiswa baru biasanya sangat rajin kuliah sehingga tidak mungkin absensi mereka kosong.

    Berbeda dengan mahasiswa lama, mereka malas pergi ke kampus sehingga memilih untuk TA alias titip absen.

    4. Semangat Belajar

    Memang benar, semangat hanya datang di awal-awal saja, begitu pula yang dirasakan oleh mahasiswa.

    Mahasiswa baru memiliki semangat membara saat mengikuti perkuliahan, apalagi ketika mendapatkan nilai bagus.

    Mereka akan semakin bersemangat untuk belajar. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku pada mahasiswa lama.

    Jangankan semangat belajar, menginjakkan kaki ke kampus saja tidak ada semangat sedikitpun.

    5. Semangat Mencatat

    Jika ada penjelasan yang sangat penting, biasanya dosen akan mencatatnya di papan tulis yang nantinya juga bisa dicatat oleh mahasiswa.

    Ketika masih mahasiswa baru, materi yang dicatat di buku catatan sangatlah lengkap. Tentu saja, menggunakan tulisan tangan.

    Berbanding terbalik dengan mahasiswa lama. Mereka akan menggunakan kecerdikan mereka yakni dengan memotret papan tulis.

    Cukup sedergana memang, tapi ingat, itu hanya berguna untuk mahasiswa yang malas.

    6. Belajar Menjelang Ujian

    Menjelang ujian, hal terbaik yang harus dilakukan adalah belajar. Tujuannya, agar saat ujian bisa mengerjakan dengan lancar dan mendapatkam nilai bagus.

    Ada perbedaan antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama saat belajar menjelang ujian. Mahasiswa baru akan belajar satu minggu sebelum ujian.

    Bagi mereka, waktu belajar hanya beberapa hari saja tidak cukup. Namun, bagi mahasiswa lama, akan lebih baik jika belajar satu malam sebelum ujian.

    Mereka menggunakan sistem kebut semalam agar materi yang dipelajari tetap bisa diingat.

    Well, itulah beberapa perbedaan antara mahasiswa lama dan mahasiswa baru. Apakah kamu merasakan salah satu perbedaan di atas?

    Author : Eva

  • 4 Tipe Mahasiswa di Kampus, Kamu Tipe yang Mana?

    Mengenyam bangku pendidikan hingga ke Universitas tentunya menjadi dambaan banyak orang.

    Sebab, tidak sedikit yang berpendapat bahwa siapapun yang telah lulus dari perguruan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana, memiliki kemudahan dalam mencari pekerjaan dibanding dengan orang yang hanya lulus dari bangku sekolah menengah atas.

    Saat menjadi mahasiswa, kita akan memiliki pengalaman berbeda dibanding ketika masih duduk di bangku sekolah.

    Perbedaan yang bisa kita rasakan adalah seperti cara belajar, suasana sekolah, hingga tipe-tipe teman yang beragam.

    Walaupun telah menghabiskan banyak waktu di kampus, mungkin kamu masih belum tahu seperti apa tipe-tipe mahasiswa yang ada di kampus.

    Tipe Mahasiswa di Kampus

    1. Tipe Mahasiswa Aktivis

    Seperti yang kamu tahu bahwa sebagian besar para aktivis berasal dari mahasiswa. Mereka berkumpul untuk menyuarakan aspirasi rakyat yang tidak mendapatkan keadilan ataupun kesejahteraan dari pemerintah.

    Kesibukan mereka selain kuliah adalah unjuk rasa atau demonstrasi di depan instansi kepemerintahan demi membela rakyat lemah. Bahkan, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di luar kampus untuk berdiskusi.

    2. Tipe Mahasiswa Kupu-Kupu Alias Kuliah Pulang-Kuliah Pulang

    Selain mahasiswa yang aktif dalam organisasi dan juga sebagai aktivis di luar kampus, ada juga tipe mahasiswa yang hanya sibuk kuliah untuk mengejar nilai akademis.

    Tipe mahasiswa tersebut sering dijuluki dengan mahasiswa kupu-kupu alias kuliah pulang-kuliah pulang.

    Artinya, mahasiswa tipe ini hanya datang ke kampus untuk kuliah atau mengikuti pelajaran. Setelah pelajaran selesai, mereka langsung pulang.

    3. Tipe Mahasiswa Titip Absen

    Bukan rahasia umum lagi jika banyak mahasiswa yang malas pergi ke kampus karena berbagai alasan. Tipe mahasiswa seperti ini biasanya lebih memilih untuk menitip absen ke teman atau pacar. Ada yang sukses titip absen, ada pula yang ketahuan. Namun saat ketahuan, biasanya mereka memiliki segudang alasan yang dilontarkan kepada dosen.

    4. Tipe Mahasiswa Business-man atau Bussines-woman

    Kampus tidak hanya dijadikan sebagai tempat mencari ilmu saja. Ada banyak mahasiswa yang memanfaatkannya untuk berbisnis, seperti berjualan makanan, benda-benda kampus, dan masih banyak lainya. Selain itu, tidak sedikit mahasiswa yang juga memiliki usaha di luar kampus atau kerja paruh waktu sehingga jarang datang ke kampus.

    Well, itulah beberapa tipe-tipe mahasiswa yang bisa ditemui di kampus. Kalau kamu sendiri, tipe mahasiswa yang mana?

    Author : Eva
    Editor  : Maulana Affandi

  • Apa Sih Enaknya Jadi Mahasiswa Bahasa Inggris? Yuk Simak Ceritaku!

    Saat masih kecil kita tentu memiliki cita-cita, entah menjadi dokter, guru, pengusaha, polisi, tentara, dan masih banyak lainnya.

    Untuk menggapai cita-cita tersebut, tentunya kita akan melakukan berbagai usaha, salah satunya adalah dengan belajar di sekolah dari SD hingga perguruan tinggi.

    Memasuki bangku SMA, akan muncul rasa galau dalam memilih antara apakah berhenti menempuh pendidikan setelah lulus SMA atau tetap berusaha melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi?

    Bagi yang bercita-cita tinggi dan tentunya memiliki biaya yang cukup, kita pasti akan memilih untuk menempuh pendidikan hingga bangku kuliah.

    Sayangnya, memilih jurusan bukanlah hal yang mudah, apalagi saat kita belum tahu pasti apa yang ingin kita lakukan setelah lulus alias tidak tahu ingin bekerja sebagai apa.

    Aku termasuk orang yang juga merasakan hal tersebut. Aku bingung dalam memilih jurusan. Yang aku tahu, aku hanya menyukai mata pelajaran Bahasa Inggris saat masih SMA.

    Nilai bahasa inggrisku cukup bagus dan lebih tinggi dari nilai mata pelajaran yang lain.

    Karena alasan itulah, akhirnya aku membulatkan tekad untuk kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris.

    Dilihat dari namanya, setelah lulus pastilah aku akan menjadi seorang guru. Sebenarnya, cita-citaku bukanlah menjadi guru, tapi karena aku mencintai bahasa inggris sehingga aku memilih jurusan ini.

    Lagipula, memilih jurusan seperti yang kita mau dan sesuai dengan kemampuan sangatlah membantu kita dalam menyelesaikan pendidikan tanpa beban.

    Daripada harus memilih jurusan berdasarkan pilihan orangtua atau hanya sekedar “ikut-ikutan”, pasti kamu akan merasa terbebani.

    Pertama kali masuk kelas, memang terasa berat karena semua yang harus dipelajari menyangkut bahasa Inggris, mulai dari berbicara dengan dosen, materi yang dipelajari, semuanya berbahasa inggris.

    Hari pertama memang terasa stres, pusing, dan bingung. Tapi, setelahnya akan terbiasa dan mudah dijalani. Lantas, apa sih enaknya jadi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris?

    Menjadi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris banyak enaknya. Mengapa demikian? Coba bayangin deh, Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional yang pastinya digunakan di semua negara.

    Sehingga, tidak menutup kemungkinan jika kita menempuh pendidikan Bahasa Inggris maka kita akan bisa menaklukkan bahasa tersebut.

    Dengan demikian, kita bisa pergi keliling dunia tanpa bingung berkomunikasi dengan orang asing yang belum pernah kita temui sebelumnya.

    Selain itu, bisa berbahasa Inggris juga membuat kita terlihat lebih keren dan lebih pintar. Sebab, di Indonesia sendiri Bahasa Inggris masih menjadi Foreign Language atau bahasa asing sehingga masih sedikit yang mengetahuinya.

    Tidak hanya itu saja, menjadi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris juga memberikan keuntungan saat melamar pekerjaan di sebuah perusahaan.

    Pastinya, akan ada nilai plus jika seorang pelamar memiliki keahlian dalam berbahasa inggris.

    Dengan begitu, kita bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Apalagi, dengan latar belakang pendidikan bahasa inggris membuat kita lebih leluasa dalam memilih pekerjaan.

    Kita bisa melamar dalam segala bidang di perusahaan, menjadi guru bahasa inggris, menjadi tour guide, content writer, dan masih banyak lainnya.

    Terakhir, enaknya menjadi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris juga bisa memberikan pengetahuan penting tentang budaya dan kehidupan orang barat.

    Tentunya, pengetahuan tersebut sangat berharga bagi kita saat bepergian ke luar negeri. Kita bisa cepat beradaptasi dan tidak salah dalam melakukan sesuatu yang dapat membuat mereka tidak nyaman.

    Nah, itulah enaknya menjadi mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris. Tapi, itu hanya berdasarkan opiniku saja, ya.

    Jika kamu penasaran, cobalah untuk menempuh pendidikan Bahasa Inggris dan rasakan enaknya menjadi mahasiswa Bahasa Inggris.

    Author : Eva E.T
    Editor  : Maulana Affandi