Tag: majas

  • Pengertian Majas Repetisi dan Contohnya

    Pengertian Majas Repetisi dan Contohnya

    Pengertian Majas Repetisi

    Majas repetisi adalah gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata yang sama untuk mempertegas makna dari sebuah kalimat.

    Biasanya majas repetisi ini terdapat pada karya sastra seperti novel, sehingga teks cerita yang disampaikan lebih jelas dan dimengerti pembaca.

    Tak hanya novel, majas repetisi pun sering digunakan dalam puisi dalam setiap bait atau barisnya.

    Sementara menurut KBBI, majas repetisi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kunci yang terdapat di awal kalimat untuk mencapai efek tertentu dalam penyampaian makna ulangan (sandiwara dan sebagainya).

    Adapun tujuan majas repetisi adalah sebagai berikut:

    • Memberikan penekanan terhadap sesuatu.
    • Memperjelas sebuah kalimat.
    • Memperindah susunan kalimat.

    Contoh Majas Repetisi

    Agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa contoh majas repetisi.

    • Aku akan terus berjuang, berjuang demi menggapai kesuksesan.
    • Dialah yang kucinta, dialah orang yang berhasil membuatku tak berdaya.
    • Besok kita pergi ya, kan besok libur!
    • Jangan lupa bersyukur, bersyukur dengan nikmat yang diberi Tuhan.
    • Setiap bangun tidur aku merasa lapar, lapar karena dari semalam belum makan.
    • Tadi aku bertemu dia, dia yang dulu pernah kucinta.
    • Aku dapat hadiah boneka, boneka yang selama ini aku impikan.
    • Saya sangat bangga dengan diri saya.
    • Kita harus rajin belajar untuk menggapai cita-cita kita.
    • Adit saya pecat, Rani saya pecat, Dini saya pecat, kalian tidak becus bekerja!
    • Aku pergi, jangan hubungi aku ketika aku pergi.
    • Aku benar-benar meleleh, meleleh akan manisnya senyumanmu.
  • Pengertian Majas Pleonasme, Ciri-Ciri dan Contohnya

    Pengertian Majas Pleonasme, Ciri-Ciri dan Contohnya

    Pengertian Majas Pleonasme

    Majas Pleonasme adalah gaya bahasa yang menggunakan dua kata dengan makna serupa dalam sebuah kalimat.

    Sehingga, salah satu kata tersebut sebetulnya dianggap tidak perlu dan bisa dihilangkan atau tidak perlu digunakan.

    Sebab, ketika salah satu kata dihilangkan, maka tidak akan mengubah makna dari kalimat yang disampaikan.

    Sementara menurut KBBI, pleonasme adalah pemakaian kata-kata yang lebih daripada yang diperlukan, misalnya dalam kalimat kita harus dan wajib saling menghormati.

    Fungsi Majas Pleonasme

    Penggunaan kata-kata yang bermakna sama bisa dibilang tidak efektif, namun hal ini dilakukan untuk penegasan agar orang lain lebih mengerti kalimat yang disampaikan.

    ThoughtCo. (2017) mengungkapkan jika majas pleonasme digunakan untuk mempertegas sebuah ide atau gambaran.

    Christian Lehmann (2005) juga menyampaikan tentang majas pleonasme, jika pengulangan atau redundansi dapat meningkatkan pemahaman terhadap informasi yang disampaikan.

    Ciri-Ciri Majas Pleonasme

    Adapun ciri-ciri majas pleonasme antara lain.

    • Mengandung dua kata yang sama maknanya dalam satu kalimat.
    • Mengandung pengulangan kata dalam bentuk jamak.
    • Sifatnya berlebihan karena menjelaskan kata yang sudah jelas maknanya.
    • Kalimat menjadi tidak efektif.

    Contoh Majas Pleonasme

    Agar lebih jelas, berikut adalah contoh majas pleonasme.

    1. Waktunya makan, ayo segera turun ke bawah!

    2. Siapa yang bisa jawab, angkat tangan ke atas!

    3. Rani memajukan mobilnya ke depan supaya tidak menghalangi pintu.

    4. Kucing itu jalan mundur ke belakang karena takut.

    5. Kebakaran terjadi di rusun, semua penghuni bergegas turun ke bawah.

    6. Ayo masuk ke dalam, rapat segera dimulai!

    7. Kamu harus wajib menjadi juara kelas!

    8. Sejak dari kecil, ia memang pintar.

    9. Mari kita belajar agar supaya masa depan cerah.

    10. Rina suka usil memasukkan garam asin ke masakan ibunya.

    11. Semut itu suka gula manis yang berserakan di dapur.

    12. Dia rela kerja jadi kuli demi untuk menafkahi keluarga.

  • Pengertian Majas Alusio, Ciri-Ciri dan Contohnya

    Pengertian Majas Alusio, Ciri-Ciri dan Contohnya

    Majas alusio adalah salah satu jenis majas perumpamaan yang digunakan untuk menyerupakan suatu peristiwa, keadaan, tokoh, atau tempat di masa lalu dengan peristiwa yang terjadi pada masa sekarang.

    Kesamaan yang terdapat antara dua peristiwa ini membuat pembaca lebih mudah memahami maksud atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

    Secara umum, majas alusio bekerja dengan merujuk secara tidak langsung pada hal-hal yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, seperti tokoh terkenal, legenda, peristiwa bersejarah, atau budaya populer.

    Dengan demikian, majas ini memberikan perumpamaan yang akrab dan relevan, sehingga teks menjadi lebih hidup dan menarik untuk dibaca.

    Tujuan utama majas alusio adalah membantu pembaca memahami konteks atau maksud dari sebuah kalimat dengan menggunakan perbandingan yang sudah dikenal.

    Dengan cara ini, penulis tidak perlu menjelaskan secara panjang lebar karena pembaca akan langsung menangkap makna dari perumpamaan tersebut.

    Ciri-ciri Majas Alusio

    Majas alusio memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari majas lain. Adapun ciri-cirinya antara lain:

    • Menggunakan kalimat perumpamaan yang berkaitan dengan peristiwa di masa lalu atau kejadian yang sudah terkenal.
    • Memakai peribahasa atau ungkapan yang dapat mempermudah pembaca memahami maksud dari kalimat tersebut.
    • Mengacu pada tokoh, legenda, peristiwa penting, atau hal-hal yang dikenal luas sehingga pembaca dapat mengenalinya dengan mudah.
    • Kadang menggunakan peribahasa atau ungkapan yang tidak lengkap, namun maknanya tetap dapat ditangkap melalui konteks dan pengetahuan umum pembaca.

    Contoh Majas Alusio

    Berikut beberapa contoh majas alusio yang umum digunakan dalam kalimat sehari-hari atau karya sastra:

    “Kau dan kakakmu bertengkar terus seperti Tom dan Jerry.”

    “Jangan melawan orang tua kalau tidak mau seperti Malin Kundang.”

    “Kisah cinta mereka seperti Romeo dan Juliet.”

    “Meski tinggal di kampung, tapi cita-citanya seperti Laskar Pelangi.”

    “Kehidupan keluarga Pak Lurah seperti Keluarga Cemara.”

    “Suaramu merdu sekali seperti Mariah Carey.”

    “Ombak laut yang naik ke daratan mengingatkanku pada Tsunami Aceh.”

    “Ilmu agamamu sudah seperti ulama, meski masih berumur 10 tahun.”

    “Peristiwa semalam mengingatkan Tragedi Bali 2001.”

    “Pak Polisi di desaku sering disebut Superman.”

    “Kamu adalah tulang rusukku yang hilang.”

    “Ucapanmu seperti Pinokio.”

    “Kamu romantis dan pandai gombal seperti Dilan.”

    “Pukulanmu keras, mengingatkanku pada Muhammad Ali.”

    “Sikap dan kemandirianmu seperti R.A Kartini.”

    Dari contoh-contoh tersebut terlihat bahwa majas alusio mempermudah penyampaian pesan dengan merujuk pada hal-hal yang telah dikenal banyak orang, sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih hidup, jelas, dan mudah diingat.

  • Majas Sindiran: Pengertian Menurut Ahli dan Contohnya

    Majas Sindiran: Pengertian Menurut Ahli dan Contohnya

    Pengertian Majas Sindiran

    Majas sindiran adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan kritik, ejekan, atau rasa tidak setuju dengan cara halus maupun tajam.

    Majas ini biasanya dipakai ketika penutur ingin menegur atau menyinggung seseorang, tetapi tidak dilakukan secara langsung. Tujuannya agar pesan yang disampaikan tetap mengenai sasaran tanpa harus menimbulkan konflik terbuka.

    Dalam karya sastra, majas sindiran sering digunakan untuk menambah kekuatan ekspresi, memberikan efek humor, atau menyampaikan kritik sosial yang lebih halus.

    Bahasa sindiran ini membuat pembaca atau pendengar berpikir dua kali, karena makna yang tersirat sering kali lebih tajam daripada kata-kata yang diucapkan secara langsung.

    Jenis majas sindiran ada beberapa, di antaranya ironi (mengungkapkan sesuatu dengan makna yang bertentangan dari kenyataan), sinisme (sindiran yang lebih kasar dan langsung), serta sarkasme (sindiran paling tajam bahkan cenderung menyakitkan).

    Ketiga bentuk ini sama-sama bertujuan untuk menegur, namun tingkat kehalusan bahasanya berbeda.

    Pengertian Majas Sindiran Menurut Para Ahli

    Adapun definisi majas sindiran menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Fitri (2015: 102)

    Gaya bahasa sindiran ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca.

    2. Tim Ilmu Bahasa (2016: 77)

    Gaya bahasa atau majas sindiran ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca.

    3. Ratna (2013: 447)

    Majas sindiran ada 6, yaitu antifrasis, inuendo, ironi, permainan, sarkasme, dan sinisme.

    4. Waridah (2016: 372)

    Gaya bahasa sindiran terdiri atas ironi, sarkasme, sinisme, antifrasis, dan inuendo.

    5. Keraf (2010, hlm. 143)

    Mengungkapkan bahwa sarkasme ialah suatu acuan yang lebih kasar dari ironi yang mengandung kepahitan dan celaan yang getir.

    6. Waluyo (2002, hlm. 86)

    Berpendapat bahwa sarkasme adalah penggunaan kata-kata yang keras dan kasar untuk menyindir atau mengkritik.

    7. Tarigan (2009: 92)

    Ciri utama gaya bahasa sarkasme adalah selalu mengandung kepahitan dan celaan yang getir, menyakiti hati, dan kurang enak didengar.

    Contoh Majas Sindiran

    Berikut ini adalah beberapa contoh majas sindiran:

    • Kamu datang terlalu cepat, semua tiket perjalanan ke Surabaya sudah habis terjual.
    • Kamu sangat pintar memasak, nasi goreng ini rasanya asin sekali.
    • Bajumu sungguh bagus, sampai-sampai aku tak pernah melihat kamu pakai baju yang lain.
    • Kamu hebat! Karena kelakuanmu, kita semua dihukum oleh guru.
    • Rapormu bagus, sampai-sampai nilainya merah semua.
    • Murid di kelas ini rajin-rajin, tidak ada yang mengerjakan tugas sama sekali.
    • Kasurmu sungguh empuk, punggungku sampai sakit semua.
    • Tubuhmu sangat wangi, orang-orang sekitar sampai tutup hidung.
    • Makanan ini lezat, rasanya bikin nafsu hilang.
    • Tubuhmu sangat kuat, mengangkat benda seringan ini saja tidak bisa.
    • Selera musik Rani sangat bagus, sampai-sampai aku harus tutup telinga.
    • Desamu indah sekali, aku melihat banyak sampah berserakan.
    • Kamu pintar menggambar ya, tembok sekolah penuh coretanmu.
  • Pengertian Majas Antonomasia Dan Contohnya

    Pengertian Majas Antonomasia Dan Contohnya

    Pengertian Majas Antonomasia

    Majas antonomasia adalah sebuah ungkapan dengan gaya bahasa yang menyatakan suatu hal dengan menjelaskan sifat atau karakteristik dari hal tersebut.

    Dalam majas ini sifat atau karakteristik tersebut dijadikan sebagai identitas pengganti nama atau nama lain dari suatu hal yang dinyatakan dalam kalimat.

    Majas antonomasia sendiri termasuk dalam majas perbandingan yang menyebutkan sesuatu bukan dengan nama asli dari benda tersebut, melainkan dari salah satu sifat benda tersebut.

    Misalnya Kota Bandung yang disebut sebagai “Kota Kembang” karena kota ini dipenuhi bunga dan tanaman.

    Menurut Keraf (2007, hlm. 140), antonomasia adalah sebuah bentuk khusus dari metonimia yang berwujud penggunaan sebuah epitet untuk menggunakan julukan, gelar resmi, atau jabatan untuk menggantikan nama diri.

    Intinya, majas ini khusus untuk memayungi penggunaan epitet yang hanya menggunakan julukan sebagai pengganti dari maksud sebenarnya.

    Contoh Majas Antonomasia

    1. Si gemuk itu tak ada berhentinya nyamil jajan.

    Penjelasan :

    Majas antonomasia dalam kalimat di atas ditunjukkan dalam peryataan sifat “si gemuk”. Sapaan “si gemuk” telah menjadi pengganti identitas dan penjelasan terhadap nama atau sapaan lainnya pada subyek.

    2. Ratna selalu bisa menjawab soal yang sulit, tak heran jika dirinya dijuluki sebagai si cerdas.

    Penjelasan :

    Pada kalimat di atas sapaan “si cerdas” merupakan suatu identitas pengganti dari subyek.

    Sapaan tersebut juga menjelaskan tentang sifat dan karakteristik dari subyek yang melengkapi pernyataan penjelasan lainnya dalam kalimat.

    Contoh lain dari majas antonomasia:

    • Si Jangkung itu sukanya memetik buah mangga tetangganya.
    • Negeri Matahari Terbit memang benar-benar bagus pertumbuhan ekonominya.
    • Sudah lama tidak berkunjung ke Kota Gudeg untuk menjenguk nenek.
    • Perempuan berkepang itu meninggalkan bukunya karena terburu-buru pulang.
    • Youtuber jago pedas itu selalu memesan makanan dengan menambahkan cabe 1kg.
    • Aku jadi rindu si pipi tembem, sudah berapa hari dia tidak masuk sekolah.
    • Untung saja si cerewet itu tidak ada di sini.
    • Jangan percaya, si pembohong itu suka berdusta.
    • Aku tidak suka berteman dengan tukang usil sepertimu!
    • Jangankan lari, berjalan saja lama sekali si lambat itu!
  • Kumpulan Contoh Majas Alegori dan Penjelasannya

    Kumpulan Contoh Majas Alegori dan Penjelasannya

    Pengertian Majas Alegori

    Majas alegori adalah salah satu jenis majas perbandingan untuk menjelaskan suatu hal secara tidak langsung, melalui sebuah kiasan atau penggambaran yang berkaitan.

    Umumnya, majas alegori sering ditemukan pada karya sastra berupa novel, meski juga kadang ditemukan dalam karya ilmiah.

    Contoh Majas Alegori

    1. Cinta itu seperti menggenggam pasir. Bila tidak digenggam akan menghilang, tetapi jika digenggam terlalu erat maka akan terdesak keluar melalui celah jari dan akhirnya juga menghilang.

    2. Otak kita seperti pisau jika kita selalu rajin untuk mengasahnya maka dia akan menjadi sangat tajam, namun jika kita sangat jarang untuk mengasahnya maka lama kelamaan pisau tersebut akan tumpul bahkan bisa berkarat.

    3. Kitab suci adalah rambu lalu lintas manusia. Selama kita patuh akan rambu itu maka kita akan selamat sampai tujuan.

    4. Wajah yang tampan dan cantik ibaratkan bunga, indah mekar membuat semua yang melihatnya suka, saat layu semua akan pergi.

    5. Kedua orang tua kita digambarkan seperti seorang pelukis yang berperan untuk mewarnai kertas putih yang tidak lain yaitu anaknya sendiri. Bagaimana caranya seorang anak akan menjadi orang yang berhasil itu tinggal tergantung dari orang tuanya.

    6. Kegagalan seperti sebuah batu besar untuk kita lewati yang dengan batu tersebut kita akan mampu melompat lebih tinggi dari saat sebelum kita menemui batu tersebut.

    7. Mereka berdua akan mendayung bahtera rumah tangganya sendiri. Suami harus dapat menjadi nahkoda yang pandai mempertahankan kapal, sedangkan istri harus bisa menjadi juru mudi. Perjalanan tentu tidak akan mudah, di tengah laut tentu akan berhadapan dengan ombak dan badai.

    8. Hidup itu bagaikan sungai yang mengalir, pasti akan ada rintangan seperti gelombang, bebatuan, arus yang kencang, kedalaman yang sulit ditebak, dan hingga pada akhirnya berhenti saat bertemu dengan laut.

    9. Perjalanan hidup ini seperti sungai yang mengalir menyusuri sebuah tebing dan bebatuan, tetapi sangat sulit untuk menebak kedalamannya. Namun rela menerima segala kotoran dan sampah, yang pada akhirnya berhenti ketika sudah bertemu dengan sebuah lautan.

    10. Seorang suami adalah nahkoda dalam kapal rumah tangga.

    11. Kehidupan ibarat roda yang selalu berputar. Terkadang kita bernasib mujur terkadang kita juga mengalami kemalangan.

    12. Bekerja adalah menanam harapan di hamparan kehidupan.

    13. Iri dan dengki adalah duri-duri yang bisa menusuk dan membuat luka.

    14. Kehidupan ini ibarat aliran sungai dari pegunungan. Lalu turun menyusuri lereng-lereng yang kadang indah yang kadang juga penuh sampah.

    15. Harga dunia tak akan pernah mengenyangkan. Harta ibarat air laut yang semakin diminum akan semakin membuat haus.

    16. Amal yang ikhlas tak ubahnya seperti sebutir benih di tanah yang sangat subur. Ia akan tumbuh dan memberikan buah.

    17. Seorang anak bagaikan kertas putih. Orang tuanyalah yang akan menuliskan sesuatu.

    18. Bekerja merupakan kehormatan bagi seorang laki-laki.

    19. Kemarahan ibarat api yang membakar. Akan merusak segala sesuatu termasuk sesuatu yang kita cintai.

    20. Seorang musuh ibarat guru yang sedang menyamar. Ia akan mengajarkan berbagai hal kepada kita.

    21. Kasih sayang laksana embun pagi yang membasahi tanah kering. Siapapun yang mendapatkannya maka ia mendapatkan kesejukan.

    22. Shalat lima waktu ibarat sungai jernih yang mengalir di depan rumah. Siapapun yang shalat maka akan bersih jiwanya.

    23. Menyayangi seseorang bagaikan menangkap air. Jika terlalu keras maka akan hilang. Jika dibiarkan maka tak akan didapatkan.

    24. Wajah cantik adalah bunga yang berseri di pagi hari. Di sana kumbang dan kupu-kupu akan mendatanginya.

    25. Kebencian adalah pencuri yang paling ulung. Tanpa disadari ia akan mengambil satu persatu itu pun di kebahagiaan.

    26. Bulan Romadhan adalah pasar bagi seorang muslim. Di sanalah mereka akan menjual jiwa raganya untuk membeli surga .

    27. Rumah tangga serupa dengan bahtera yang berlayar di samudra.

    28. Seorang wanita adalah tawanan bagi suaminya. Dia harus diperlakukan dengan penuh kelembutan. Dijaga jangan sampai terluka.

    29. Pengakuan akan kesalahan adalah gerbang pertama menuju perbaikan. Mereka yang mengakui kesalahannya mereka juga yang akan berjalan di jalan kebaikan.

    30. Usia seseorang bagaikan batang pohon yang yang selalu tumbuh tinggi. Akan tetapi apabila tiba masanya ia akan kering dan mati.

    31. Kebaikan merupakan mata uang yang diterima di manapun.

    32. Kezaliman adalah kegelapan.

    33. Kelasku bagaikan pasar yang setiap hari di penuhi oleh keributan dan tidak ada aturan.

    34. Harta itu bagai pedang kita harus pandai pandai memakainya untuk hal yang berguna atau kita yang akan tertusuk sendiri.

    35. Cinta itu bagai air. Kita bisa jatuh ke dalamnya. Kita bisa tenggelam ke dalamnya tapi kita tidak bisa hidup tanpanya.

    36. Al Quran bagaikan lentera kehidupan. Dengan al quran kita tidak akan tersesat karena gelapnya kehidupan dunia yang fana. Kita tidak akan terperangkap dalam nikmat yang dunia suguhkan.

    37. Hidup di dunia ini ibarat kita berteduh di bawah pohon dan cepat atau lambat kita pasti akan melanjutkan perjalanan kita ke tempat tujuan utama kita yaitu akhirat. Hanya menunggu waktu saja.

    38. Wanita itu seperti ular. Mulutnya teramat berbisa dan dusta karena semua yang keluar dari mulutnya adalah kata kata yang menyakitkan seperti racun.

    39. Duit hanyalah sebuah alat tukar, namun duit dapat membuat orang mabuk kepayang, duit menjadikan orang jadi lupa daratan.

    40. Air mata melambangkan suka dan duka. Ketika mengiringi keduanya tak ada bedanya. Kadang mengalir tak terasa menerobos batas bendungan mata.
    Kematian adalah kehidupan yang panjang. Kehidupan yang akan dihadapkan dengan hasil semua perbuatan.

  • Pengertian Majas Alegori Beserta Contohnya

    Pengertian Majas Alegori Beserta Contohnya

    Pengertian Majas Alegori

    Majas alegori adalah salah satu jenis majas perbandingan untuk menjelaskan suatu hal secara tidak langsung, melalui sebuah kiasan atau penggambaran yang berkaitan.

    Umumnya, majas alegori sering ditemukan pada karya sastra berupa novel, meski juga kadang ditemukan dalam karya ilmiah.

    Jika merujuk dari bahasa, majas alegori berasal dari bahasa Yunani “Allegorein” yang artinya adalah bicara sebaliknya.

    Sedangkan menurut KBBI, alegori adalah cerita yang dipakai sebagai lambang (ibarat atau kias) peri kehidupan manusia yang sebenarnya untuk mendidik (terutama moral) atau menerangkan sesuatu (gagasan, cita-cita, atau nilai kehidupan, seperti kebijakan, kesetiaan, dan kejujuran).

    Adapun ciri-ciri majas alegori yaitu terbentuk dengan kalimat yang cukup panjang dan identik menggunakan kata-kata kiasan ataupun retorika untuk menggambarkan sebuah perbandingan tidak langsung.

    Contoh Majas Alegori

    1. Cinta itu seperti menggenggam pasir. Bila tidak digenggam akan menghilang, tetapi jika digenggam terlalu erat maka akan terdesak keluar melalui celah jari dan akhirnya juga menghilang.

    2. Otak kita seperti pisau jika kita selalu rajin untuk mengasahnya maka dia akan menjadi sangat tajam, namun jika kita sangat jarang untuk mengasahnya maka lama kelamaan pisau tersebut akan tumpul bahkan bisa berkarat.

    3. Kitab suci adalah rambu lalu lintas manusia. Selama kita patuh akan rambu itu maka kita akan selamat sampai tujuan.

    4. Wajah yang tampan dan cantik ibaratkan bunga, indah mekar membuat semua yang melihatnya suka , saat layu semua akan pergi.

    5. Kedua orang tua kita digambarkan seperti seorang pelukis yang berperan untuk mewarnai kertas putih yang tidak lain yaitu anaknya sendiri. Bagaimana caranya seorang anak akan menjadi orang yang berhasilitu tinggal tergantung dari orang tuanya.

    6. Kegagalan seperti sebuah batu besar untuk kita lewati yang dengan batu tersebut kita akan mampu melompat lebih tinggi dari saat sebelum kita menemui batu tersebut.

    7. Mereka berdua akan mendayung bahtera rumah tangganya sendiri. Suami harus dapat menjadi nahkoda yang pandai mempertahankan kapal, sedangkan istri harus bisa menjadi juru mudi. Perjalanan tentu tidak akan mudah, di tengah laut tentu akan berhadapan dengan ombak dan badai.

    8. Hidup itu bagaikan sungai yang mengalir, pasti akan ada rintangan seperti gelombang, bebatuan, arus yang kencang, kedalaman yang sulit ditebak, dan hingga pada akhirnya berhenti saat bertemu dengan laut.

    9. Perjalanan hidup ini seperti sungai yang mengalir menyusuri sebuah tebing dan bebatuan, tetapi sangat sulit untuk menebak kedalamannya. Namun rela menerima segala kotoran dan sampah, yang pada akhirnya berhenti ketika sudah bertemu dengan sebuah lautan.

  • Majas: Pengertian, Macam-Macam, dan Contohnya

    Majas: Pengertian, Macam-Macam, dan Contohnya

    Pengertian Majas

    Pengertian majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan suatu pesan dengan cara yang imajinatif atau kiasan. Sehingga secara umum, sifat majas adalah tidak pada makna yang sebenarnya sehingga.

    Menurut Kbbi, majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain; kiasan

    Sedangkan menurut Slamet Muljana, arti majas adalah susunan perkataan yang terjadi karena perasaan yang timbul atau hidup dalam hati penulis sehingga menimbulkan suatu perasaan tertentu dalam hati pembaca.

    Jadi, dapat disimpulkan jika majas adalah sebuah cara menyampaikan sesuatu dengan kiasan atau tidak pada arti yang sebenarnya.

    Penggunaan majas biasanya bertujuan untuk menyentuh emosional pendengar atau pembaca sehingga majas seringkali digunakan untuk menyindir secara halus.

    Macam Macam Majas

    Ada berbagai jenis majas dalam Bahasa Indonesia yang sering digunakan. Namun, secara garis besar, majas dibagi menjadi empat, yaitu: majas perbandingan, majas penegasan, majas sindiran, dan majas pertentangan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut ini.

    A. Majas Perbandingan

    Majas perbandingan adalah sebuah gaya bahasa atau kata-kata yang digunakan untuk menyatakan perbandingan terhadapa sesuatu.

    Misalnya kita akan membandingkan satu objek dan objek lainnya, maka kita bisa menggunakan majas perbandingan.

    Adapun macam atau jenis majas perbandingan adalah sebagai berikut:

    1. Majas Personifikasi

    Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang menggambarkan sebuah benda mati seolah-olah menjadi hidup dengan melakukan hal-hal atau tindakan layaknya manusia.

    Majas personifikasi banyak digunakan dalam menulis karya sastra, baik berupa puisi, pantun, prosa, novel, dan sebagainya. Ciri khas dari majas personifikasi adalah meletakkan sifat manusiawani (hidup) kepada benda (mati).

    Contoh majas personifikasi:

    1. Badai tsunami menyapu bersih apapun yang dilaluinya
    2. Kursi goyang itu menidurkan nenekku dengan ayunannya
    3. Gempa mengoyang goyang seluruh gedung pencakar langit
    4. Lonceng stasiun memberitahu para penumpang untuk bergegas naik kereta
    5. Setiap hari lampu merah di jalanan mengatur para pengguna jalan
    6. Matahari bersinar terik terasa menggigit seluruh kulit tanganku

    2. Majas Metafora

    Majas metafora adalah sebuah majas perbandingan yang menjelaskan sesuatu secara kiasan atau bukan pada makna sesungguhnya.

    Lebih mudah lagi, majas metafora bisa dikatakan sebagai majas yang menggambarkan barang mati seolah-olah menjadi hidup, misalnya jago merah yang berarti api.

    Contoh majas metafora:

    1. Si jago merah melalap rumah susun hingga tersisa debu.
    2. Raja siang terbit di hari yang cerah.
    3. Raja malam mulai mengawasi mangsanya.
    4. Pak Karno sangat sayang dengan buah hatinya.
    5. Sampah masyarakat selalu meresahkan warga.

    3. Majas Asosiasi

    Majas asosiasi adalah majas yang menggunakan ungkapan dengan membandingkan dua objek berbeda, namun dianggap sama.

    Penggunaan majas asisoasi dilakukan dengan memberikan tanda sambung: bagaikan, bak, layaknya, atau seperti.

    Contoh majas asosiasi:

    1. Nasibku pasti berganti seperti roda yang berputar.
    2. Hatiku melebur dengan hatimu bak menabur garam di lautan.
    3. Menasehati Agus itu percuma, layaknya berbicara dengan tembok.

    4. Majas Hiperbola

    Majas hiperbola adalah majas yang mengungkapkan sesuatu dengan kesan yang berlebihan. Bahkan majas hiperbola selalu membandingkan sesuatu dengan cara yang terkesan tak masuk akal.

    Contoh majas hiperbola:

    1. Larinya secepat kilat sampai tak ada yang bisa mengejarnya.
    2. Bu Guru sangat baik seperti malaikat.
    3. Ayah bekerja sampai memeras keringat untuk biaya sekolahku.

    Baca juga:

    5. Majas Eufisme

    Majas eufemisme adalah majas yang menggantikan kata-kata kasar/kurang pantas menjadi padanan kata yang lebih halus dan bermakna sepadan.

    Contoh majas eufisme:

    1. Agus adalah seorang tuna daksa.
    2. Kita jangan kasar dengan orang yang tuna wisma.
    3. Kasihan Andi, ia terlahir sebagai tuna rungu.

    6. Majas Metonimia

    Majas metonimia adalah majas yang fungsinya menyandingkan merek atau istilah tertentu yang sudah populer, tujuannya adalah untuk merujuk benda yang sebenarnya lebih umum.

    Contoh majas metonimia:

    1. Ayah sangat suka dengan gudang garam.
    2. Dia menyuruhku membeli djarum super.
    3. Tolong ambilkan Aqua, aku haus sekali.

    7. Majas Simile

    Majas simile adalah gaya bahasa perbandingan yang di tandai dengan kata depan dan penghubung. Seperti layaknya. Ibarat, bagaikan, seperti, bagai, seumpama.

    Contoh majas simile:

    1. Adikmu tampak sangat lapar, jalannya seperti singa kelaparan.
    2. Rapat hari ini sangat kacau, seperti hutan terserang angin ribut.

    8. Majas Alegori

    Majas alegori adalah majas yang menyandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan bermakna konotasi atau ungkapan.

    Contoh majas alegori:

    1. Dina sedang mencari pelabuhan cintanya, dan pada Deni lah ia berlabuh.
    2. Dalam perlombaan memenangkan hati, jurinya adalah perasaan.

    9. Majas Sinekdok

    Majas sinekdode adalah majas yang menyebutkan sebagian, tapi yang di maksud adalah sseluruh bagian atau bahkan sebaliknya.

    Majas sinekdode terbagi menjadi dua, yaitu pars pro toto (sebagian untuk seluruh) dan  totem pro parte (seluruh untuk sebagian).

    10. Majas Simbolik

    Majas simbolik adalah gaya bahasa yang membandingkan antara manusia dengan sikap makhluk hidup lain dalam bentuk ungkapan.

    Contoh majas simbolik:

    1. Agus sangat berani seperti raja hutan.
    2. Rani bak ratu lebah yang disukai banyak pria.

    B. Majas Pertentangan

    Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan yang bertentangan dengan yang maksud sesungguhhnya. Adapun jenis atau macam majas pertentangan adalah sebagai berikut.

    1. Majas Litotes

    Majas litotes adalah kebalikan dari majas hiperbola, tetapi lebih sempit pada ungkapan yang bertujuan untuk merendahkan diri, dan pada kenyataannya yang dimaksud tidak seperti yang dikatakan.

    Contoh majas litotes:

    1. Monggi dinikmatii makanan seadanya.
    2. Maaf kalau sedikit, ini ada uang pengganti untuk membeli es.
    3. Kami hanya bisa mobil butut.

    2. Majas Paradoks

    Majas paradoks adalah majas membandingkan situasi asli atau fakta dengan situasi yang berkebalikan.

    Contoh majas paradoks:

    1. Aku merasa lapar, padahal aku tinggal kawasan pusat kuliner.
    2. Agus tetap tersenyum, meski hatinya sedih karena ditinggal Dina.

    3. Majas Antitesis

    Majas antitesis adalah majas yang memadukan pasangan kata yang memiliki arti bertentangan.

    Contoh majas antitesis:

    1. Besar kecil jumlah gajinya, kita harus tetap bersyukur.
    2. Tinggi rendah martabat seseorang tergantung akhlaknya.
    3. Penilaian baik buruk tetap berlandaskan perilaku seseorang.

    4. Majas Kontradiksi Interminus

    Majas Kontradiksi Interminus adalah gaya bahasa dengan ungkapan menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya.

    Penggunaan majas ini biasanya diikuti konjungsi, seperti kata kecuali atau hanya saja.

    Contoh majas kontradiksi interminus:

    1. Hewan ternak milik Pak Agus sehat – sehat, tapi ada beberapa yang sakit – sakitan.
    2. Banyak mobil modern di dealer ini, kecuali satu mobil itu yang terlihat kuno.

    C. Majas Sindiran

    Majas sindiran adalah majas atau gaya bahasa yang tujuannya untuk menyindir seseorang atau perilaku tertentu dengan kata-kata kiasan. Adapun jenis atau macam majas sindiran adalah sebagai berikut.

    1. Majas Ironi

    Majas ironi adalah majas atau gaya bahasa untuk menyatakan suatu maksud sindiran atau berlainan/bertolak dengan maksud tersebut.

    Contoh majas ironi:

    1. Bersih sekali kamarmu, sampai-sampai bisa jadi sarang tikus.
    2. Wangi sekali rambutmu, sampai banyak lalat yang mengerubuti.
    3. Besar sekali hadiahmu, sampai bisa dimasukkan dalam kantong celana.

    2. Majas Sinisme

    Majas sinisme adalah gaya bahasa yang menyampaikan sindiran secara langsung. Sinisme tidak menggunakan ungkapan untuk memperhalus sindiran, namun sindiran juga tidak disampaikan secara kasar.

    Contoh majas sinisme:

    1. Kamarmu kotor sekali, sampai debu debu bertebaran di mana-mana.
    2. Apek sekali bantalmu seperti tidak pernah dicuci setahun.
    3. Kamu terlalu kurus, seperti orang yang tak makan setahun.

    3. Majas Sarkasme

    Majas sarkasme adalah majas atau gaya bahasa yang berisi sindiran secara kasar dan apa adanya.

    Contoh majas sarkasme:

    1. Kamu hanya sampah masyarakat yang tak berguna!
    2. Kenapa kamu sangat dungu dan tidak tahu apa-apa?
    3. Janganlah jadi anak tolol sehingga membuatku muak.

    D. Majas Penegasan

    Majas penegasan adalah majas yang tujuannya meningkatkan pernyataan penegas agar mempengaruhi pendengar/pembaca. Adapun jenis majas penegasan adalah sebagai berikut.

    1. Majas Pleonasme

    Majas pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata bermakna sama, sehingga terkesan tidak efektif. Tapi hal ini sengaja dilakukan untuk menegaskan.

    Contoh majas pleonasme:

    1. Silakan angkat tangan ke atas bagi yang setuju pendapat saya.
    2. Bagi yang merasa mampu mengerjakan, maju ke depan.
    3. Jangan pernah lupa akan sejarah di masa lalu.

    2. Majas Repetisi

    Majas repetisi adalah pengulangan kata, frase, atau bagian kalimat yang di anggap penting untuk memberikan penekanan.

    Contoh majas repetisi:

    1. Dia adalah tersangka, dia pencurinya, dialah yang mengambil dompetku.
    2. Saya ingin lebih baik, saya ingin rajin belajar, saya ingin pintar, saya ingin membanggakan orang tua.

    3. Majas Retorika

    Majas retorika adalah majas yang digunakan untuk memberi penegasan dalam bentuk kalimat tanya, yang sesungguhnya tidak perlu dijawab.

    Contoh majas retorika:

    1. Kapan Aku pernah memintamu untuk membohongiku?
    2. Apakah ada orang yang mau ditipu?
    3. Siapa yang rela jika harus kehilangan orang yang dikasihinya?

    4. Majas Klimaks

    Majas Klimaks adalah majas untuk menuturkan satu gagasan atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana meningkat ke gagasan atau hal yang lebih kompleks.

    Contoh majas klimaks:

    1. Kecil, sedang, besar, semua kue ini akan kubeli untukmu.
    2. S, L, M, XL, XXL, kita semua memiliki ukuran pakaian itu.

    5. Majas Antiklimaks

    Majas antiklimaks adalah kebalikan dengan klimaks, yaitu gaya bahasa yang tujuannya menegaskan sesuatu dengan mengurutkan suatu tingkatan dari tinggi ke tingkatan yang rendah.

    Contoh majas antiklimaks:

    1. Tua, muda, juga anak-anak punya hak yang sama.
    2. S3, S2. S1. juga D3, dipersilakan untuk mendaftar kerja di sini.

    6. Majas Pararelisme

    Majas paralelisme adalah gaya bahasa yang dilakukan dengan mengulang-ulang sebuah kata di dalam berbagai definisi berbeda. Jika pengulangan dilakukan di awal, maka disebut sebagai anafora.

    Contoh Majas Paralelisme:

    1. Cinta itu sabar.
    2. Cinta itu lemah lembut.
    3. Cinta itu memaafkan.
    4. Cinta itu tidak serakah.

    7. Majas Tautologi

    Majas tautologi adalah majas yang berupa pengulangan gagasan, pernyataan, atau kata secara berlebihan dan tidak perlu.

    Majas ini memiliki kemiripan dengan pleonasme karena sama-sama menambahkan kata atau keterangan yang tidak diperlukan.

    Contoh majas tautologi:

    1. Suasana di acara ini sangat ramai, meriah, gegap gempita.
    2. Kelasmu terasa begitu sepi, sunyi, senyap, tidak ada yang hadir.
    3. Aku sua dia, karena dia ceria, gembira, riang, dan penuh suka cita.
    4. Jika memilih celana, ia selalu memilih yang modis, elegan, modern, dan gaya.

  • Pengertian Majas Metafora dan Contohnya

    Pengertian Majas Metafora dan Contohnya

    Pengertian Majas Metafora

    Majas Metafora adalah sebuah majas perbandingan yang menjelaskan sesuatu secara kiasan atau bukan pada makna sesungguhnya.

    Lebih mudah lagi, majas metafora bisa dikatakan sebagai majas yang menggambarkan barang mati seolah-olah menjadi hidup, misalnya jago merah yang berarti api.

    Ada begitu banyak majas metafora dalam bahasa Indonesia dan digunakan untuk berinteraksi sehari-hari.

    Oleh karenanya, kita harus mengetahui apa itu majas metafora agar kegiatan komunikasi menjadi lebih lancar.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.

    Nah, supaya lebih jelas, berikut adalah 50 contoh majas metafora bahasa Indonesia.

    Contoh Majas Metafora

    Adapun contoh majas metafora adalah sebagai berikut:

    1. Daun-daun itu menari dengan sangat indahnya ketika angin kencang.

    2. Coba bertanya pada rumput yang bergoyang.

    3. Tangisan awan tak pernah berhenti di kota Bogor.

    4. Si jago merah melalap rumah susun hingga tersisa debu.

    5. Raja siang terbit di hari yang cerah.

    6. Raja malam mulai mengawasi mangsanya.

    7. Pak Karno sangat sayang dengan buah hatinya.

    8. Sampah masyarakat selalu meresahkan warga.

    9. Rani sangat pandai karena dia kutu buku.

    10. Lintah darat itu sungguh berbahaya dan membuat takut.

    11. Dialah kembang desa yang selalu menjadi impian.

    12. Harusnya tikus berdasi itu dihukum seberat-beratnya!

    13. Maling itu mati kutu setelah aksinya dipergoki warga.

    14. Jadilah anak emas di sekolah supaya nilaimu baik!

    15. Walau masih muda, dia sudah menjadi tulang punggung keluarga.

    16. Engkaulah belahan jiwaku.

    17. Perpustakaan adalah gudang ilmu, jangan malas ke sana!

    18. Buku adalah jendela dunia.

    19. Rani adalah bintang kelas karena dia rajin belajar.

    20. Kasihan si Joko, dia selalu menjadi kambing hitam di kelasnya.

    21. Dia bermulut harimau, pantas saja tidak ada yang menyukainya.

    22. Dasar kau otak udang!

    23. Jangan mau jika dia mencuci otakmu!

    24. Wasit itu berat sebelah yang membuat pertandingan menjadi ricuh.

    25. Doni angkat bicara ketika adiknya dimarahi oleh Ayahnya.

    26. Dia penurut, pantas saja dijadikan tangan kanan oleh majikannya.

    27. Ayahku naik pitam karena aku mendapat nilai buruk.

    28. Kebanyakan orang sukses selalu lupa daratan.

    29. Pak Polisi memiliki daftar hitam yang selalu diwaspadai.

    30. Rojer memang buaya darat, dia selalu merayu wanita di kelasnya.

    31. Angin puting beliung membabi buta dan menghancurkan rumah warga.

    32. Dia sangat berjiwa besar walau kondisi ekonomi pas pasan.

    33. Setelah kematian kedua orang tuanya, Andi sekarang hidup sebatang kara.

    34. Dasar hidung belang, kamu selalu merayu wanita lain!

    35. Dia hanya bisa gigit jari ketika tak mampu berbuat apa-apa.

    36. Sebaiknya kalian tutup mulut untuk kebaikan bersama.

    37. Kasian Ayah, bisnisnya gulung tikar karena tidak ada pembeli.

    38. Ayo unjuk gigi, jangan malu.

    39. Meja hijau menjadi saksi atas kelakukan kriminalnya.

    40. Dia selalu cuci tangan dengan segala perbuatannya.

    41. Anak baru itu selalu cari muka di depan guru.

    42. Lebih baik dengan kepala dingin, jangan selesaikan masalah dengan ringan tangan.

    43. Ratna menjadi buah bibir karena prestasinya yang membanggakan.

    44. Sudah tanggal tua, dompet jadi menipis.

    45. Orang bermuka dua selalu dijauhi oleh temannya.

    46. Wanita adalah tulang rusuk pria.

    47. Pekerjaan itu sudah diselesaikan dengan baik oleh tangan kanan Pak Rio.

    48. Riska adalah kembang desa di kampungnya.

    49. Prestasi Budi yang selalu jadi bintang kelas membuat bangga orang tuanya.

    50. Pak Sani adalah kaki tangan dari orang terkaya di desa ini.

    Nah, itulah pengertian dan contoh majas metafora. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • Pengertian Majas Beserta Jenis dan Contohnya

    Pengertian Majas Beserta Jenis dan Contohnya

    Pengertian Majas

    Pengertian majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tertulis maupun lisan yang digunakan dalam karya sastra untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif.

    Biasanya, penulis akan memberikan majas pada karyanya agar mampu mengarahkan emosional pembaca secara efektif.

    Sehingga pembaca mampu merasakan langsung tentang apa isi dari karya sastra tersebut.

    Majas sendiri bisa dikatakan sebagai kalimat kiasan yang mengandung unsur implisit dalam menyampaikan sebuah pesan.

    Masing-masing penulis memiliki cara tersendiri yang berbeda dalam menyampaikan majasnya.

    Nah, itulah yang disebut dengan gaya bahasa atau karakter penulisan.

    Jenis Jenis Majas

    Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa jenis majas beserta contohnya:

    1. Majas Personifikasi

    Majas personifikasi merupakan majas perbandingan yang menggambarkan sebuah benda mati menjadi seolah-olah hidup dan memiliki sifat manusia.

    Kegunaan dari majas personifikasi adalah membuat benda mati agar terkesan hidup dan bisa melakukan hal-hal yang dilakukan oleh manusia.

    Berikut adalah contoh majas personifikasi:

    • Padi itu saling berbisik menambah suasana syahdu siang ini.
    • Dedaunan menari-nari tertiup hembusan angin.

    2. Majas Metafora

    Majas metafora adalah majas yang digunakan untuk menjelaskan secara analogis.

    Biasanya, majas metafora berisi kalimat kiasan yang mengungkapkan unsur secara implisit (tidak dalam arti sebenarnya).

    Agar lebih jelas, simak contohnya berikut ini:

    Dia adalah tangan kanan dari atasan (Tangan kanan adalah orang kepercayaan)

    3. Majas Asosiasi

    Majas asosiasi adalah majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal berbeda yang digabungkan dalam kata penghubung sehingga memiliki makna sama. Contohnya:

    Kakak beradik itu sangat mirip bak pinang dibelah dua

    4. Majas Hiperbola

    Majas hiperbola adalah sebuah ungkapan yang terkesan melebihkan, mendramatisir, bahkan hampir tak masuk akal.

    Biasanya majas ini digunakan untuk menggambarkan apa yang dirasakan, namun secara halus. Berikut contohnya:

    • Rasa rindu ini telah meracuni pikiranku.
    • Remuk redam hatiku melihat kau bersamanya.

    5. Majas Metonimia

    Majas metonimia adalah majas yang digunakan untuk menyandingkan merek yang merujuk pada benda umum.

    Biasanya majas ini diungkapkan berdasarkan kebiasaan serta kepopuleran sebuah merek. Misalnya:

    • Perjalanan ke Surabaya lebih baik menggunakan Garuda.
    • Kalau haus, itu ambil Aqua di atas meja!

    6. Majas Alegori

    Majas alegori adalah majas yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan/maksud tertentu secara tak langsung dengan menggunakan kata kiasan. Misalnya:

    Aku adalah nahkoda di dalam bahtera rumah tangga(Suami adalah nahkoda/pemimpin keluarga)

    7. Majas Sinekdok

    Majas sinekdok adalah majas yang digunakan untuk menggambarkan seluruh unsur benda, namun hanya disebutkan sebagiannya saja. Contoh majas sinekdok:

    Sampai jam segini, batang hidung si Adi belum juga kelihatan (batang hidung adalah Adi secara keseluruhan)

    8. Majas simbolik

    Majas simbolik merupakan majas perbandingan yang digunakan untuk membandingkan antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya.

    Misalnya antara manusia dan hewan. Berikut adalah contoh majas simbolik:

    1. Mulutmu adalah harimaumu!

    2. Dia sedang mencari kambing hitam atas kesalahannya