Tag: parenting

  • Parenting di SMPN 3 Rogojampi, Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Akhlakul Karimah dan Prestasi

    Parenting di SMPN 3 Rogojampi, Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Akhlakul Karimah dan Prestasi

    Menjadi orang tua adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan.

    Untuk mencapai kebahagiaan, diperlukan pemahaman dan strategi yang tepat, serta penyesuaian dengan usia anak dan arahan dalam lingkungan pergaulan.

    Tak lupa pula, keteladanan dalam keluarga menjadi kunci utama dalam membentuk anak yang berakhlakul karimah.

    Hal ini disampaikan oleh mentor parenting, Wahyu Eko Febrianto, M.Pd., dari MGMP PAI yang sehari-hari mengajar di SMPN 2 Kluncing Licin.

    Wahyu yang pernah berbagi ilmu dengan kepala sekolah di Bengkulu serta menjadi narasumber IHT di berbagai sekolah, menekankan bahwa kunci sukses anak terletak pada doa seorang ibu.

    Selama menuntut ilmu di Malang, ia juga mengabdikan diri di ma’had pondok pesantren.

    Dalam sesi parenting yang diperuntukkan bagi orang tua siswa kelas 7 dan 8, Wahyu menyelingi materinya dengan icebreaking dan kuis interaktif.

    Ia juga membahas pola asuh OPDA (Otoriter, Permisif, Demokratis, dan Abai) menyesuaikannya dengan potensi unik yang dimiliki setiap anak.

    Plt. Kepala SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, menegaskan bahwa parenting merupakan upaya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung kebaikan serta prestasi anak.

    Oleh karena itu, kegiatan parenting rutin diadakan dengan narasumber yang berbeda-beda.

    Hasil dari sinergi ini telah membuahkan prestasi siswa SMPN 3 Rogojampi hingga tingkat nasional, berkat ketelatenan guru pembina serta dukungan orang tua dan komite sekolah.

    “Tahun ini kami mengikuti program SOBAT, yaitu Sekolah Orang Tua Hebat yang berkolaborasi dengan Bidang Keluarga Berencana dan Dinas Pendidikan. Saat ini, sudah ada 26 wali murid yang mendaftar dengan didampingi oleh 5 guru pembimbing. Kebetulan, beberapa kegiatan ekstrakurikuler kami seperti PIK-R, PMR, dan Pramuka juga telah berprestasi hingga tingkat provinsi,” ungkap Bu Sri yang memiliki latar belakang sebagai guru matematika.

    Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Muslih, S.Ag., turut mengapresiasi dukungan orang tua yang membantu inovasi Madin hingga memperoleh penghargaan dari Kemenag sebagai sekolah yang mengembangkan budaya religius.

    Ia juga menginformasikan bahwa SMPN 3 Rogojampi akan menyelenggarakan Pondok Ramadan pada 17-22 Maret, dengan buku panduan Sertifikasi Taqwa yang memuat materi “Kebiasaan Indonesia Hebat”.

    “Setiap tahun, kami juga memiliki momen berbagi zakat fitrah. Tahun ini, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 25 Maret. Selain mendapatkan kupon zakat fitrah, penerima manfaat juga berhak memilih busana pantas pakai yang telah disumbangkan oleh warga sekolah dan dipajang di gazebo,” tambahnya.

    Ketua Komite Sekolah, Ir. Isnain, menyambut baik kegiatan parenting ini karena selaras dengan visi dan misi sekolah dalam meningkatkan partisipasi orang tua untuk mendukung anak agar berakhlakul karimah dan berprestasi.

    Ia juga mengingatkan bahwa bekerja keras demi pendidikan anak merupakan bentuk amal jariyah yang pahalanya sama dengan ibadah lainnya.

    “Kami senang bisa belajar lebih sabar dan memahami anak. Materinya bagus dan menyenangkan!” ujar Ketut Arya, wali murid kelas 7E, setelah mendengarkan paparan narasumber.

    Sementara itu, wali murid kelas 8D, Ustadzah Nur Farihah, berharap kegiatan parenting ini bisa menjadi agenda rutin, mengingat pentingnya ilmu pengasuhan dalam menghadapi tantangan mendidik anak di era milenial.

  • 10 Cara Mendidik Anak di Rumah Untuk Kembangkan Potensinya

    Memiliki anak yang berprestasi tentu menjadi harapan setiap orang tua. Selain membanggakan, anak yang berprestasi yang juga dapat mengantarkannya menjadi pribadi yang baik di masa depan.

    Maka, sebagai orang tua hendaknya mengetahui bagaimana cara mendidik anak di rumah agar dapat menggali serta mengembangkan potensi yang dimiliki anak.

    Baca juga: 5 Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak dan Manfaatnya Untuk Kehidupan Anak

    Cara Mendidik Anak di Rumah

    Dikutip dari Explore Learning, berikut ini adalah beberapa kiat mendidik anak di rumah yang benar.

    1. Luangkan waktu untuk minat anak

    Orang tua hendaknya meluangkan waktu untuk berbicara dan menanyakan apa yang menjadi minat anak.

    Dengan mengetahuinya, orang tua bisa melakukan atau mempraktikkan minat tersebut secara berkala untuk mengasah kemampuan anak.

    2. Latihan fisik

    Setiap anak perlu melakukan latihan secara rutin karena hal tersebut dapat membantu otak untuk mendapatkan suplai oksigen yang cukup.

    Orang tua dapat mengajak anak untuk latihan fisik sederhana, seperti berjalan, menendang bola, menari, lompat trampolin, dan sebagainya.

    3. Makan bersama sambil berunding

    Momen makan bersama anak tidak boleh dilewatkan oleh orang tua. Sebab, dalam momen tersebut, orang tua dapat berbicara lebih dalam dengan anak.

    Misalnya, menanyakan apa yang telah dan akan dilakukan anak selanjutnya. Kemudian, orang tua juga bisa meminta anak untuk membagikan pandangannya terhadap sebuah hal yang berkaitan dengan masyarakat luas.

    4. Punya rutinitas yang fleksibel

    Maksud dari rutinitas yang fleksibel adalah kita tidak harus menuntut anak mengerjakan hal-hal yang diluar batas kemampuannya. Sebab, anak sudah rutinitas sendiri, seperti sekolah dan bermain.

    Jadi, meskipun fleksibel, tetapkan rutinitas yang berkaitan dengan sekolah dan belajar. Selebihnya, biarkan anak mengatur sendiri, semisal ia lelah dan ingin istirahat.

    5. Membiasakan baca buku

    Jika rumah memiliki ruang baca sendiri, itu akan sangat mendukung. Kendati pun tidak ada, kita bisa memberikan buku bacaan berkualitas yang dapat dibaca anak kapan saja dan di mana saja.

    Ada banyak contoh buku bacaan berkualitas untuk membentuk karakter anak, contohnya bisa baca di sini: 7 Rekomendasi Buku Pendidikan Karakter Untuk Mencetak Generasi Emas

    6. Memberi tugas

    Kemudian, orang tua juga bisa memberikan tugas berbeda setiap hari kepada anak, seperti pekerjaan-pekerjaan rumah, tujuannya untuk mengembangkan keterampilan anak.

    7. Mengikuti pelajaran online

    Saat ini begitu banyak tersedia platform belajar online yang bisa diikuti oleh anak, baik yang gratis maupun berbayar.

    Dengan mengikuti pelatihan serta pelajaran tersebut, waktu anak di rumah menjadi lebih produktif.

    8. Bermain game bersama

    Ajak anak untuk bermain game bersama, misalnya bermain puzzle, teka-teki, atau lego. Tujuannya adalah untuk mengasah kreativitas anak di rumah.

    9. Mencari teman belajar

    Ketika anak melihat ada teman-teman yang giat belajar, maka itu bisa menumbuhkan motivasi dan energi positif. Orang tua bisa mencari teman belajar bagi anak di platform-platform belajar online.

    10. Bantuan dari guru

    Tanpa guru, mendidik anak seorang diri sangatlah pekerjaan yang berat. Sehingga, peran guru sangat penting dan berjasa dalam mencetak generasi emas.

    Orang tua bisa mengundang guru ke rumah untuk les privat maupun mengajak anak te tempat bimbingan belajar untuk bertemu guru dan teman-teman barunya.

    Nah, itulah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mendidik karakter serta mengembangkan potensi anak.

    Sumber: explorelearning.co.uk

  • The Characteristics of Stale Breast Milk that is Not Suitable for Consumption, Mothers Must Know!

    The Characteristics of Stale Breast Milk that is Not Suitable for Consumption, Mothers Must Know!

    For a baby, breast milk is an essential source of nutrients. You can either give breast milk directly or express it, store it, and then give it when you need it.

    However, if it is first stored, its quality may be diminished and it may even spoil if improperly stored.

    A mother must be aware of the signs of spoilt breast milk in order to avoid endangering the infant.

    After four days, breast milk should not be consumed if it is kept in a refrigerator at 4 degrees Celsius.

    Stale breast milk will make your infant experience digestive issues including vomiting and diarrhea.

    Check how long the breast milk has been stored in order to prevent this. You must understand this as a mother.

    1. Bottled breast milk that is lumpy and soluble

    Breast milk will be separated into two layers of temperature depending on whether it is kept at room temperature or in the refrigerator.

    The breast milk will typically be thick and yellowish white in color at the upper layer.

    The breast milk will typically have a thinner texture and be clearer in color for the bottom layer.

    This is expected since breast milk fat content will be lighter and will float to the top like oil does when mixed with water.

    When the ball is shaken, the two layers in healthy breast milk will converge. Yet, it is a characteristic if the layers do not combine when shaken and even clump together.

    2. Breast Milk Has a Sour Scent

    Breast milk also has a little sour scent when the aroma is comparable to that of frozen cow’s milk, and some breast milk even smells like soap.

    Due to the breakdown of fat caused by the high concentrations of lipase enzymes in breast milk, this odor is still typical.

    Yet, it suggests that the breast milk is stale if the fragrance has become extremely sour, strong, and even rotten.

    3. Breast milk has a ruined milk flavor.

    Breast milk will taste sweet and light if it is still in good condition.

    Others claim that it tastes thinner than cow’s milk but otherwise identical. In fact, it occasionally has a taste that is similar to what you normally eat.

    Breast milk that has been stored should be thrown away if it feels sour or soured since it means it has gone bad and is no longer fit for ingestion.

    These are the signs of stale breast milk that every mother should be aware of, especially those who have recently given birth.

    Knowing this will help prevent youngsters from consuming stale breast milk, which can give them indigestion.

  • 5 Cara Mengajarkan Anak Membaca, Mudah dan Efektif

    Cara mengajarkan anak membaca bukan urusan gampang.

    Butuh metode yang tepat agar si kecil bisa membaca dengan lancar, bahkan sebelum masuk sekolah.

    Untuk para orang tua yang ingin anaknya bisa membaca dari kecil, berikut adalah beberapa tipsnya.

    Metode Mengajari Anak Belajar Membaca

    Agar si kecil mahir berliterasi, orang tua perlu mencari metode mengajari anak belajar membaca sejak dini. Beberapa metode ini berikut diantaranya.

    1. Membacakan Nyaring

    Membacakan nyaring ataupun read aloud untuk si kecil diyakini sebagai salah satu metode mengajari anak membaca dengan metode mengasyikkan.

    Sejak anak masih di dalam kandungan, aktivitas ini sudah dapat dicoba.

    Namun, orang tua hanya butuh mengambil satu buku, lalu membacakan dengan suara nyaring.

    Intonasi serta ekspresi juga berarti dalam tahap membacakan nyaring. Tujuannya buat membagikan pengalaman membaca yang mengasyikkan untuk anak.

    Saat anak sudah bisa diajak berbicara dengan baik, membacakan nyaring sebaiknya bertabiat interaktif.

    Misalnya dengan melibatkannya dalam pemakaian bermacam kosakata. Di akhir tahap membaca, anak dapat didorong untuk menceritakan kembali isi buku.

    2. Minta Anak Memilih Buku Sendiri

    Namun terkadang buku yang kita anggap bagus, malah tidak menarik untuk si kecil.

    Sebab itu kita perkenankan ia memilih sendiri buku yang hendak dibaca.

    Membaca buku kesukaan akan jadi aktivitas mengasyikkan, sekaligus metode mengajari anak membaca yang baik.

    Sering direkomendasikan, para pendidik akademis menganjurkan untuk membacakan buku kesukaan anak berkali-kali.

    Orang tua pula perlu mendesak anak untuk menggunakan jarinya, menunjuk kata yang sedang dibaca.

    Saat membacakan buku untuk anak, tidak perlu waktu yang lama.

    Kita dapat mengalokasikan 15 menit per hari.

    15 Menit itu juga dapat dipecah dalam 3 tahap, sehingga masing- masing sesi 5 menit saja.

    3. Mengenalkan Kosakata dengan Metode Menyenangkan

    Aktivitas yang mengasyikkan dapat membuat anak bersemangat dalam belajar.

    Salah satu metode mengasyikkan mengajari anak membaca adalah dengan menyanyi.

    Ya, orang tua dapat menyanyi di kala mengenalkan kosakata baru.

    Misalnya membaca puisi ataupun sajak di buku dengan metode menyanyikannya.

    4. Membangun Kebiasaan Membaca

    Membaca merupakan aktivitas yang perlu pembiasaan.

    Bila sejak kecil anak- anak terbiasa membaca, maka kebiasaan ini dapat terus dibawa sampai dewasa.

    Metode membangun kebiasaan membaca antara lain dengan membaca bersama di waktu- waktu tertentu.

    Contohnya membaca buku menjelang tidur malam.

    5. Mengenalkan pada Area Membaca

    Metode lain mengajari anak membaca merupakan dengan mengenalkan mereka pada lingkungan membaca.

    Misalnya dengan membuat pojok baca di rumah.

    Isinya adalah buku- buku favorit seluruh anggota keluarga.

    Orang tua juga dapat mengajak anak ke perpustakaan.

    Pada kesempatan yang lain, anak juga bisa diajak ke toko buku.

    Tempat- tempat tersebut memungkinkannya melihat serta mengeksplorasi banyak buku.

    Manfaat Belajar Membaca Sejak Kecil

    1. Baik untuk Otak

    Membaca adalah proses yang memerlukan koordinasi dari beberapa organ di dalam tubuh.

    Secara natural, aktivitas membaca mendesak otak untuk bekerja lebih keras serta lebih baik.

    Sebab itu, membaca tidak ubahnya sebagai olahraga untuk otak.

    Apabila diberi latihan sejak dini, pasti otak hendak tumbuh lebih maksimal.

    Tidak heran, World Literacy Foundation menyebutkan kalau anak kecil yang lebih banyak membaca biasanya lebih pintar.

    2. Memperbanyak Kosakata

    Perilaku yang harus ditanamkan pada usia dini adalah perilaku yang dipelajari seumur hidup.

    Dengan memaparkan kata – kata saat mengajari anak membaca berarti seperti halnya mengajari kata- kata baru.

    Semakin banyak membaca, akan semakin banyak kosakata yang dimiliki anak.

    Dengan begitu, ia mempunyai kemampuan bicara yang baik.

    Rasa percaya dirinya juga meningkat karena pengetahuannya yang luas.

    3. Meningkatkan Kemampuan Bahasa serta Komunikasi

    Mencari metode mengajari anak membaca sejak dini adalah hal penting sebab dapat menunjang komunikasi anak dalam berbicara.

    Dengan membaca, mereka ketahui ada beberapa kata yang sama, namun maksudnya berbeda.

    Anak juga jadi tahu penggunaan kata- kata tersebut cocok dengan konteks.

    Dengan begitu, kemampuan komunikasinya juga meningkat.

  • 5 Cara Agar Anak Tidak Kecanduan Game Online

    5 Cara Agar Anak Tidak Kecanduan Game Online

    Apakah anak Anda kecanduan game online? Jika benar, Anda perlu membatasi anak agar tidak menghilangkan kecanduannya tersebut.

    Sebab, kecanduan gadget dapat memberikan dampak negatif bagi anak. Mulai dari rasa malas belajar hingga gangguan kesehatan mata.

    Jika tidak ingin itu terjadi, Anda harus mulai membatasi jam bermain gadget dan mengalihkan perhatian mereka dari benda digital ini.

    Nah, bagaimana membatasi anak agar tidak kecanduan game atau gadget? Simak informasinya berikut ini.

    Cara Ampuh Membatasi Anak Agar Tidak Kecanduan Game Online

    Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar anak anda mau berpisah dengan gadgetnya.

    1. Kamarnya Harus Bebas Gadget

    Pastikan kamar anak Anda tidak ada satupun gadget seperti smartphone atau komputer. Kamarnya harus benar-benar tidak ada benda-benda yang membuat mereka terlalu nyaman hingga akhirnya bermalas-malasan.

    Jika di kamar ada smartphone atau semacamnya, anak Anda bisa mencuri-curi waktu untuk memainkannya. Jadi, jangan letakkan atau jangan belikan anak-anak smartphone ketika belum waktunya.

    2. Manfaatkan Fitur Parental Control

    Di dalam smartphone maupun aplikasi, biasanya terdapat fitur parental control. Bahkan di play store pun ada. Nah, manfaatkan fitur tersebut untuk memantau aktivitas anak Anda dalam menggunakan gadget..

    Dengan menggunakan fitur tersebut, Anda bisa mengijinkan dan tidak mengijinkan aplikasi serta permainan mana yang boleh dimainkan. Fitur ini juga ada di Youtube, sehingga Anda bisa membatasi apa yang dilihat anak.

    3. Berikan Aturan Sebelum Bermain

    Saat anak Anda akan meminjam smartphone untuk bermain, berikan aturan dulu. Misalnya dengan membatasi durasi permainan. Terapkan dengan tegas aturan tersebut.

    Jika Anda membatasi dalam waktu 1 jam, maka minta dengan tegas smartphone anda setelah 1 jam selesai.

    Bicarakan baik-baik dengan mereka sampai mengerti. Itulah cara membatasi anak agar tidak kecanduang game ataupun gadget.

    4. Ajak Bermain Seru di Luar Rumah

    Cara membatasi anak agar tidak kecanduan game online adalah dengan mengajaknya bermain di luar rumah. Buatlah permainan seru yang menarik perhatian mereka.

    Kegiatan outbond misalnya, di mana tidak hanya membuat mereka senang, tapi juga memberikan pengetahuan serta kesehatan tubuh.

    Menurut para ahli, kegiatan outbond bersama dapat menjaga kesehatan serta menjaga hubungan keluarga agar harmonis.

    5. Siapkan Kegiatan Menarik Setelah Jam Bermain Game Online Usai

    Pastinya, Anda pernah berupaya menghentikan anak agar melepaskan gadgetnya. Tapi, mereka sering mengelak atau tidak mau mendengarkan perkataan Anda.

    Untuk menghindari hal ini, Anda bisa menyiapkan permainan menarik setelah durasi bermain game online habis. Cobalah untuk mengajaknya bermain teka-teki gambar atau olahraga bersama.

    Kegiatan yang lebih asyik dapat membuat mereka tertarik dan berhenti memegang HP. Dalam hal ini, Anda harus selalu mendamping mereka saat beraktivitas.

    Tapi, jika Anda menggunakan jasa pengasuh, berarti Anda juga harus memberi tahu pada pengasuh tersebut tentang pola asuh anak terhadap game online.

    Memang tidak mudah membuat anak mau berhenti bermain game online, tapi dengan kesabaran dan ketelatenan, Anda pasti bisa melakukannya.

    Buatlah mereka hangat dengan Anda. Terapkan cara membatasi anak agar tidak kecanduan game online di atas untuk kebaikan kehidupan anak Anda.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • 5 Cara Membuat Anak Betah di Rumah

    Rumah adalah tempat paling nyaman untuk seorang anak.

    Sebab di dalam rumah, seorang anak bisa mendapatkan kasih sayang orang tua serta mendapat fasilitas yang dia butuhkan.

    Namun, bagaimana jadinya ketika seorang anak tidak betah di rumah?

    Pernahkah kamu menemui, atau bahkan anakmu merasa bosan dan tidak betah di rumah?

    Jika benar demikian, maka ada beberapa faktor penyebab anak tidak betah di rumah sendiri.

    Walau kegiatan di luar rumah juga bagus untuk perkembangan anak, tapi bagaimanapun juga sudah seharusnya seorang anak lebih betah berada di rumah, daripada di luar.

    Dengan begitu, orang tua bisa lebih dekat dan mudah mengawasinya.

    Cara Membuat Anak Betah di Rumah

    Nah, jika anak tidak betah di rumah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anaknya bisa merasa betah di dalam rumah.

    Apa saja cara tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Jangan Kekang Keinginannya

    Biasanya anak kecil memiliki rasa penasaran yang tinggi dengan hal-hal baru sehingga dia menjadi anak yang aktif dan selalu mencoba.

    Nah, saat itulah seharusnya orang tua mendukung dan tidak mengekang.

    Misalnya anak ingin mencoba masak di dapur, jangan marahi dia karena akan ada dampak buruk memarahi anak.

    Tapi awasi sembari ajarkan bagaimana cara memasak yang benar.

    Dengan begitu dia akan merasa betah di dalam rumah karena imajinasi serta kreativitasnya tidak terkekang.

    2. Ajak Bermain Bersama

    Salah satu alasan anak tidak betah berada di rumah adalah karena tidak ada teman bermain.

    Ya, teman sangat penting bagi anak. Oleh karenanya, orang tua harus bisa menjadi teman terbaik bagi anaknya

    Jangan terlalu sibuk dengan urusan pribadi, tapi luangkanlah waktu untuk anak agar dia memiliki teman bermain sehingga dia merasa betah di dalam rumah.

    3. Lengkapi Fasilitas Bermainnya

    Sering terjadi, anak suka bermain ke rumah temannya karena dia tidak memiliki mainan yang disukai.

    Oleh sebab itu, sebagai orang tua sudah seharusnya memberi fasilitas bermain bagi anak.

    Jangan sampai dia terus ke rumah temannya hanya untuk meminjam permainan yang disukainya.

    Selain itu, anak yang tidak punya fasilitas mainan juga pasti merasa sedih. Dia ingin memiliki permainan seperti teman-teman lainnya.

    4. Tanyakan Apa Keinginannya

    Ketika mengetahui anak tidak betah di rumah, sudah seharusnya orang tua melakukan pendekatan dan menanyakan alasan kenapa dia tidak betah di rumah.

    Dengan begitu, orang tua akan tahu penyebabnya sehingga bisa dicarikan solusi agar anak bisa betah berada di dalam rumah.

    Tapi ingat, berbicaralah dengan lembut, jangan membentak apalagi membuatnya takut.

    5. Memberi Pemahaman Sejak Dini

    Yang terakhir dan tak kalah penting adalah orang tua harus bisa memberi pemahaman kepada anak sejak dini.

    Tanamkan pemahaman bahwa rumah adalah tempat paling nyaman untuknya sehingga dia akan mengerti dan tidak suka ke luar rumah.

    Katakan juga kepada anak bahwa main ke luar rumah juga perlu, tapi harus tahu waktu dan tidak terlalu sering.

    Nah, itulah beberapa cara agar anak betah di rumah yang bisa kita lakukan. Semoga tips ini bermanfaat dan selamat mencoba.

    Author : Eva

  • 4 Dampak Buruk Sering Memarahi Anak

    4 Dampak Buruk Sering Memarahi Anak

    Sebagai orang tua tentu kita tidak ingin jika anak kita memiliki tingkah laku yang kurang terpuji, misalnya nakal atau membantah.

    Sebab, bagaimanapun juga orang tua selalu menginginkan anaknya tumbuh dengan budi pekerti dan etika yang baik agar bisa menjadi bekalnya di kemudian hari.

    Sehingga wajar saja setiap orang tua akan memarahi anaknya ketika melihat si anak melakukan kesalahan.

    Bahkan tidak sedikit orang tua yang sampai main tangan kepada anaknya jika kenakalan anak sudah melebihi batas kewajaran.

    Namun, apakah hal tersebut baik dilakukan?

    Tentu saja tidak. Sebagai orang tua sudah seharusnya kita memberi contoh dan mendidik anak dengan cara yang baik, lembut, dan tanpa kekerasan.

    Sebab, bukannya menjadi anak yang penurut, justru tindakan represif orang tua akan merugikan anak.

    Akibat Sering Memarahi Anak

    Lantas, apa saja kerugian yang dialami oleh anak ketika orang tua sering memarahinya? Simak informasinya berikut ini.

    1. Anak Menjadi Pembangkang

    Anak yang terlalu sering dimarahi akan membuatnya sangat marah. Boleh saja memarahinya, tapi jangan terlalu sering.

    Sebab, setiap kali dia dimarah, maka akan muncul rasa kecewa di dalam hati.

    Maka ketika rasa kecewa itu sudah menumpuk dan tidak bisa ditahan, dia akan menjadi seorang pembangkang.

    Dia akan melawan kepada orang tua karena merasa dirinya selalu salah.

    2. Anak Menjadi Pribadi yang Keras

    Percayalah, tingkah orang tua akan ditiru oleh anak. Ketika orang tua selalu berlaku keras kepada anak sama saja mengajarkan kekerasan kepadanya.

    Dia akan terbiasa dengan hal-hal yang sifatnya marah, emosi, bahkan memaki (mengeluarkan kata-kata kotor).

    Sebaliknya, ketika orang tua menasehati dengan cara yang baik, maka anak juga akan meniru. Dia akan menjadi pribadi yang lembut dan penuh kasih sayang.

    3. Anak Merasa Tidak Disayang

    Hal penting yang harus diketahui oleh orang tua adalah perasaan anak. Tanamkan rasa kasih sayang sehingga dia mengetahui dan merasa jika orang tua sangat menyayanginya.

    Jangan terlalu sering marah karena akan membuatnya sedih dan merasa bahwa orang tua tidak sayang kepadanya.

    4. Anak Menjadi Tidak Percaya Diri

    Ketika orang tua selalu memarahi anak, padahal kesalahannya ringan, maka secara tidak langsung orang tua tersebut sudah mematikan rasa percaya diri anak.

    Sebab, anak akan merasa segala hal yang dia lakukan salah. Maka dari itu, cukup nasehati jika melihat anak melakukan kesalahan kecil.

    Jangan terlalu sering memarahinya karena bisa membuat rasa percaya dirinya hilang.

    5. Anak Merasa Terkekang

    Dan yang tak kalah penting juga untuk dipahami adalah tumbuhkan rasa kebebasan pada diri anak.

    Hal ini bisa membuatnya menjadi orang yang pandai mengambil keputusan.

    Sebab, ketika terlalu sering dimarah, maka anak akan merasa terkekang sehingga dia bingung untuk melakukan sesuatu.

    Dia takut, dia merasa bersalah dan tidak ingin melakukan hal-hal baru. Tentu saja keadaan ini bisa berimbas kepada mentalnya saat sudah besar nanti.

    Nah, itulah beberapa dampak buruk ketika orang tua terlalu sering memarahi anaknya.

    Lebih baik lakukan pendekatan dan menasehati dengan penuh kasih sayang. Dengan begitu dia akan lebih mengerti untuk tidak melakukan kesalahan lagi.

  • 6 Cara Menjadi Orang Tua Terbaik Untuk Anak

    6 Cara Menjadi Orang Tua Terbaik Untuk Anak

    Setiap orang tua pasti memiliki cara tersendiri untuk merawat dan mendidik anak agar menjadi pribadi yang baik. Orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik?

    Tentunya, mereka akan rela melakukan apapun demi melihat anaknya bahagia dan merasa nyaman setiap harinya.

    Cara Menjadi Orang Tua yang Baik

    Sebenarnya, menjadi orang tua terbaik bukanlah perkara sulit. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Beberapa hal tersebut antara lain sebagai berikut:

    1. Jadilah Contoh yang Baik

    Faktor utama yang bisa membentuk watak dan karakter anak adalah lingkungan serta orang-orang di sekitarnya. Kemungkinan besar anak akan mengikuti bahkan mencontoh apapun yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya, baik dalam hal yang baik ataupun buruk.

    Dibandingkan dengan orang lain, anak akan lebih dekat dengan orang tua, bukan? Untuk itu, jadilah contoh yang baik untuk anak dalam segala hal.

    2. Jadilah Pendengar yang Baik

    Anak-anak biasanya memiliki segudang cerita yang selalu ingin diceritakan setiap harinya. Terkadang mereka ingin menceritakan bagaimana suasana di sekolah, teman sekolah, pelajaran di sekolah, dan tentang hal sekecil apapun.

    Sebagai orang tua, kita harus bisa meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, misalnya menjelang tidur atau saat sedang santai di ruang TV.

    3. Bermain dengan Anak

    Anak tidak melulu ingin bermain bersama teman-temannya. Terkadang, mereka juga ingin bermain dengan orang tua di waktu libur sekolah. Jangan segan-segan untuk mengajak anak bermain agar anak bisa lebih dekat dengan kita.

    4. Jadilah Orang Tua yang Percaya Diri

    Menjadi orang tua yang memiliki sifat percaya diri sangatlah menguntungkan. Sebab, jika kita selalu percaya diri dalam merawat dan mengasuh anak, maka mereka akan merasa nyaman dan percaya bahwa orang tuanya adalah yang terbaik.

    5. Jangan Pernah Memberikan Hukuman Fisik

    Ketika anak melakukan kesalahan, jangan pernah memberi hukaman fisik. Sebab, hukuman fisik bukan cara terbaik untuk menghukum anak, justru hukuman tersebut dapat mengakibatkan rasa takut dan trauma pada anak. Selain itu, juga membuat anak lebih rentan terhadap masalah fisik maupun psikis ke depannya nanti.

    6. Hindari Memberi Hadiah yang Mewah

    Saat anak melakukan hal yang membanggakan, misalnya mendapatkan peringkat di sekolah, sebisa mungkin hindari memberi hadiah yang terlalu mewah dan berlebihan karena akan membuat anak menjadi manja dan pamrih. Sebaiknya berikan hadiah sederhana yang memang sedang ia butuhkan saja.

    Nah, itulah beberapa cara untuk menjadi orang tua terbaik bagi anak. Selamat mencoba!

    Author  : Eva
    Editor   : Maulana Affandi

  • 4 Manfaat Baik Saat Anak Dekat dengan Ayahnya

    Hadirnya buah hati di tengah-tengah kehidupan rumah tangga tentu menjadi hal yang sangat membahagiakan. Pasalnya, seorang anak bisa menjadi pengikat hubungan antara suami-istri beserta keluarga agar tetap harmonis.

    Umumnya, seorang anak cenderung lebih dekat dengan ibu bila dibanding ayah. Hal ini dikarenakan ibulah yang selalu merawat dan menjaganya, sementara ayah sibuk bekerja.

    Akan tetapi, bukan berarti kehadiran seorang ayah tidak istimewa loh. Sebab, tidak sedikit seorang anak yang dekat dengan ayahnya memiliki kehidupan yang sehat dan bahagia.

    Manfaat Baik Ketika Anak Dekat dengan Ayah

    Selain itu, ada beberapa manfaat baik lainnya bila anak dekat dengan ayah. Beberapa manfaat tersebut diantaranya:

    1. Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan Sosial

    Saat anak bersama ayah, ia akan melakukan hal-hal menyenangkan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya bersama sang Ibu. Misalnya seperti bersepeda bersama, bermain sepak bola, saling kejar-kejaran, atau diayun-ayunkan di atas kepala. Kebersamaan tersebut membuat anak merasa berani dan lebih percaya diri.

    Sehingga, tidak menutup kemungkinan bahwa anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bisa beradaptasi dengan lingkungan sosial dengan mudah.

    2. Belajar Mandiri

    Biasanya, ibu cenderung lebih memanjakan anak daripada ayah. Maka tak heran jika banyak anak yang memiliki sifat manja karena apa yang dinginkan selalu dikabulkan. Bersama ayah, anak akan dididik menjadi pribadi yang lebih mandiri. Sebab, ayah bisa mendorong anaknya untuk berani melakukan sesuatu sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi anak untuk bisa lebih mandiri.

    3. Kecerdasan Emosional

    Seperti yang kita tahu bahwa seorang wanita memiliki emosional yang tidak stabil akibat perubahan hormon, begitu pula dengan seorang ibu. Berbeda dengan ayah yang justru bisa menstabilkan emosi sehingga bisa mengajarkan anak untuk dapat mengontrol emosi. Dengan demikian, anak tidak akan mudah menangis jika mengalami sebuah masalah di kemudian hari.

    4. Memiliki Keinginan untuk Melindungi

    Sosok ayah akan senantiasa melindungi keluarga kecilnya. Dengan begitu, anak akan merasa terlindungi. Jika anak (khususnya anak laki-laki) dekat dengan ayah, maka ia akan diajarkan bagaimana caranya melindungi kaum yang lemah. Sehingga, anak akan menjadi pribadi yang pemberani serta selalu memiliki keinginan untuk melindungi orang lain.

    Nah, itulah beberapa manfaat baik ketika anak dekat dengan ayahnya. Jadi, alangkah baiknya jika anak tidak hanya dekat dengan ibu saja, tapi juga dengan ayahnya.

    Author : Eva
    Editor  : Maulana Affandi

  • 5 Tips Mengatasi Anak yang Kecanduan Gagdet

    5 Tips Mengatasi Anak yang Kecanduan Gagdet

    Tak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini teknologi sudah semakin canggih, salah satu buktinya adalah kemunculan ponsel pintar.

    Kalau dulu ponsel hanya memiliki fitur untuk menelpon dan menerima pesan singkat, berbeda dengan ponsel sekarang yang telah dilengkapi dengan berbagai fitur yang super canggih.

    Maka tak heran jika hampir semua orang merasa ketergantungan olehnya, tidak terkecuali anak kecil.

    Padahal, terlalu sering memainkan ponsel atau gadget dapat memberikan dampak buruk bagi anak.

    Kecanduan memainkan alat tersebut juga bisa membuat anak menjadi anti sosial karena selalu asik bermain dengan gadgetnya tanpa pergi bermain dengan temannya.

    Jika terus dibiarkan, hal buruk lainnya akan menimpa kesehatan anak. Oleh sebab itu, diperlukan cara untuk bisa menghentikan kebiasaan anak memainkan gadget sehingga anak tidak merasa kecanduan lagi.

    Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan HP

    Nah, berikut adalah beberapa tips yang bisa ibu di rumah lakukan dalam mengatasi anak kecanduan bermain gadget, diantaranya:

    1. Berikan Mainan Lain

    Anak kecil biasanya suka sekali dengan mainan, seperti mobil-mobilan, boneka, robot-robotan, dan masih banyak lainnya.

    Mainan ini bisa ibu berikan pada anak agar mereka tidak mencoba untuk bermain gadget. Namun, tetap batasi juga pembelian mainan agar pengeluaran tidak membengkak.

    2. Jangan Larang Anak Bermain di Luar

    Bermain bersama teman-teman di taman bermain atau di luar ruangan bisa membuat mereka merasa lebih senang.

    Di samping agar lebih dekat dengan teman, bermain di luar ruangan juga dapat membuat anak lebih sehat karena terus bergerak. Selain itu, anak akan terhindar dari kecanduan bermain gadget.

    3. Ajak Anak Bermain Bersama

    Selain bermain dengan teman, anak juga akan merasa senang jika bermain dengan orangtua. Biasanya, orangtua yang selalu sibuk bekera tidak akan memiliki banyak waktu bersama anak sehingga anak melampiaskannya dengan cara bermain gadget.

    Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk anak saat pulang kerja atau setelah semua aktivitas selesai dilakukan.

    4. Memberikan Batasan Waktu

    Jika memang si kecil ingin bermain gadget, berikanlah ijin. Tapi, harus ada batasan waktu, misalnya satu hari hanya boleh memainkan gadget selama satu jam saja.

    Dan juga jangan lupa untuk selalu mengawasi anak ketika bermain gadget agar tidak melakukan hal negatif dengan gadgetnya.

    5. Sibukkan Kegiatan Anak dengan Hal yang Positif

    Setelah pulang sekolah, pasti anak akan menghabiskan banyak waktu di rumah. Biasanya mereka memilih untuk bersantai atau bermain dengan teman.

    Namun, tidak sedikit juga anak yang menghabiskan banyak waktu di rumah dengan bermain gadget. Untuk mengatasinya, buatlah jadwal anak dengan kegiatan yang positif. Biarkan mereka sibuk misalnya dengan ikut les, ekstrakurikuler, olahraga, dan kegiatan positif lainnya