Tag: pendidikan indonesia

  • Pemerintah Targetkan 500 Sekolah Terintegrasi Beroperasi pada 2026

    Pemerintah Targetkan 500 Sekolah Terintegrasi Beroperasi pada 2026

    Pemerintah menyiapkan pelaksanaan Program Sekolah Terintegrasi yang akan mulai digulirkan tahun ini dengan target menjangkau 500 sekolah di berbagai daerah.

    Program ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan di Indonesia.

    “Program Sekolah Terintegrasi menargetkan 500 sekolah pada tahun 2026,” kata Kepala Kantor Staf Kepresidenan M. Qodari dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 9 Maret 2026.

    Ia menjelaskan bahwa program yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut dirancang untuk menghadirkan sistem layanan pendidikan yang lebih terpadu melalui pengelolaan yang terkoordinasi.

    “Program ini bertujuan mengintegrasikan layanan pendidikan agar lebih efektif dan mampu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperluas pemerataan akses bagi masyarakat,” ujar Qodari.

    Program Sekolah Terintegrasi merupakan model pendidikan satu atap yang menggabungkan jenjang PAUD hingga SMA/SMK dalam satu kawasan dan manajemen.

    Konsep ini dirancang untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

    Selain menyatukan jenjang pendidikan dalam satu lingkungan, konsep ini juga menekankan integrasi fasilitas pendidikan, kesinambungan kurikulum, serta pengembangan sarana vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

    Qodari juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan dasar hukum untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

    “Landasan hukum sedang disiapkan dalam bentuk Instruksi Presiden,” kata dia.

    Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan anggaran yang cukup besar untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

    Menurut Qodari, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp60 triliun melalui skema Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk menjalankan program Sekolah Terintegrasi.

    Ia menambahkan bahwa implementasi program akan dilakukan secara bertahap dengan kebijakan yang terpusat, sambil menyesuaikan kesiapan regulasi serta kondisi pelaksanaan di lapangan.

    “Pemerintah memastikan arah kebijakan tetap konsisten dengan target nasional untuk memperkuat tata kelola pendidikan dan menghadirkan sistem pendidikan yang lebih terintegrasi,” kata dia.

    Melalui program ini, pemerintah berharap transformasi tata kelola pendidikan dapat berjalan lebih efektif sehingga kualitas pendidikan nasional meningkat dan akses pendidikan yang layak dapat dinikmati masyarakat secara lebih merata di berbagai daerah.

    Sumber: metro

  • Mendikdasmen Izinkan Revitalisasi Sekolah Menyesuaikan Kearifan Lokal Daerah

    Mendikdasmen Izinkan Revitalisasi Sekolah Menyesuaikan Kearifan Lokal Daerah

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa proses revitalisasi satuan pendidikan dapat menyesuaikan dengan kearifan lokal di wilayah masing-masing sekolah, termasuk dalam pemilihan bahan bangunan.

    Menurutnya, standar pemilihan material bangunan sekolah di berbagai daerah tidak dapat disamaratakan dengan standar yang berlaku di Jakarta.

    Karena itu, masyarakat diharapkan dapat melihat pelaksanaan program revitalisasi sekolah secara lebih menyeluruh.

    “Banyak orang Jakarta melihat Indonesia itu semuanya seperti ukuran Jakarta. Jadi, kalau ada sekolah kok dindingnya itu kayu dianggap di bawah standar,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Jakarta pada Senin (9/3).

    Ia menegaskan bahwa kebijakan revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kemendikdasmen memberi ruang bagi sekolah untuk tetap mempertahankan identitas budaya serta kearifan lokal di daerah masing-masing.

    Menurut Abdul Mu’ti, jika suatu daerah memiliki tradisi membangun bangunan dengan bahan kayu, maka pemerintah tidak akan memaksakan penggunaan bahan lain seperti semen atau batu bata.

    “Kalau memang local wisdom-nya kayu, ya jangan dipaksa pakai semen dan batu bata atau tembok, karena itu local wisdom. Kemudian memang ya local wisdom itu kita akomodir,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

    Ia juga menambahkan bahwa pemerintah turut mempertimbangkan lokasi pembangunan sekolah, terutama yang berada di kawasan hutan.

    Apabila kebijakan di wilayah tersebut tidak memperbolehkan pembangunan sekolah permanen, maka Kemendikdasmen akan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.

    “Nah, yang begini kan kadang-kadang snapshot aja kan yang muncul di permukaan, tapi on the ground sesungguhnya terjadi itu tidak banyak yang tahu. Karena memang ya sekali lagi, banyak kita melihat masalah dari Jakarta, bukan langsung ke daerahnya,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

    Sebagai informasi, berdasarkan laman Museum Pendidikan Nasional, kearifan lokal merupakan pandangan atau gagasan yang bernilai baik, tertanam, diikuti, dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

    Nilai tersebut umumnya mencerminkan adat istiadat, pengetahuan lokal, serta etika yang berkembang di suatu daerah.

    Sumber: Antara

  • RESMI! Pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu Tahap 1 2026 Dimulai, Simak Jadwal dan Aturan Teknis Pendaftarannya

    RESMI! Pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu Tahap 1 2026 Dimulai, Simak Jadwal dan Aturan Teknis Pendaftarannya

    sastrawacana.id/ – Kabar yang dinantikan oleh tenaga pendidik di seluruh Indonesia akhirnya tiba.

    Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara resmi mengumumkan dimulainya pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2026.

    Pengumuman ini merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru nomor 1117/B.B2/GT.00.08/2025 yang diterbitkan pada Desember lalu.

    Berdasarkan hasil seleksi administrasi periode 5 tahun 2025, pemerintah kini siap memproses puluhan ribu peserta untuk mempercepat penuntasan sertifikasi pendidik secara nasional.

    Program ini dirancang secara teknis untuk memastikan para guru yang telah memenuhi syarat administrasi dapat segera meningkatkan profesionalitas mereka.

    Dalam pelaksanaannya, Direktorat PPG menekankan pentingnya akurasi data dan disiplin jadwal agar proses transformasi kompetensi ini berjalan maksimal tanpa kendala birokrasi yang menghambat.

    Berikut adalah detail fungsional dan panduan teknis lengkap yang wajib dipahami oleh setiap calon peserta:

    Kriteria dan Sasaran Peserta Tahap 1

    Berdasarkan rekapitulasi data dari seleksi administrasi yang dilakukan pada 19 hingga 31 Desember 2025, terdapat total 33.975 guru yang terpilih sebagai sasaran peserta untuk Tahap 1 Tahun 2026.

    Para peserta ini telah melalui proses kurasi ketat dengan kriteria sebagai berikut:

    • Peserta wajib terdaftar secara aktif dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
    • Peserta belum memiliki Sertifikat Pendidik.
    • Telah dinyatakan lulus dan memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan.
    • Tidak sedang menjadi peserta program PPG di kementerian lain selain Kemendikdasmen.
    • Berstatus aktif mengajar pada tahun ajaran 2023/2024.
    • Memiliki linearitas ijazah dengan Bidang Studi PPG yang tersedia pada LPTK Penyelenggara yang ditunjuk.

    Linimasa dan Jadwal Teknis Pelaksanaan

    Disiplin waktu menjadi kunci utama dalam pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu. Para guru diminta untuk memantau akun SIMPKB masing-masing secara rutin sesuai dengan jadwal berikut:

    • Pemanggilan Peserta di SIMPKB: 18 s.d 23 Februari 2026.
    • Pembelajaran Mandiri di Ruang GTK: 18 Februari s.d 11 Maret 2026.
    • Lapor Diri di LPTK: 26 Februari s.d 2 Maret 2026.
    • Orientasi di LPTK: 5 Maret 2026.
    • Pembelajaran Terbimbing secara Daring: 6 s.d 11 Maret 2026.
    • Pendaftaran UKPPPG (First Taker): 12 s.d 16 Maret 2026.
    • Pendaftaran UKPPPG (Retaker): 12 s.d 15 Maret 2026.

    Prosedur Validasi NIK dan Lapor Diri

    Salah satu poin teknis krusial dalam tahap awal ini adalah validasi data kependudukan.

    Peserta diharapkan segera mengecek status validitas NIK melalui aplikasi SIMPKB atau INFO GTK.

    Jika ditemukan data NIK yang belum valid, peserta dapat melakukan perbaikan di aplikasi Verval PTK selama periode lapor diri atau memperbaikinya secara mandiri melalui aplikasi Dapodik dengan bantuan operator sekolah.

    Setelah data valid dan melakukan konfirmasi kesediaan di SIMPKB, peserta wajib melakukan lapor diri secara daring ke LPTK Penyelenggara dengan mengunggah dokumen-dokumen berikut:

    • Pakta Integritas (bermaterai 10.000).
    • Biodata Mahasiswa sesuai format PD DIKTI.
    • Scan ijazah S1/DIV dan Transkrip Nilai (asli atau legalisir).
    • Scan kartu identitas (KTP/SIM) dan Pas Foto Berwarna ukuran 4×6.
    • Surat Keterangan Sehat, SKCK dari Kepolisian, dan Surat Bebas NAPZA (dari Puskesmas/RSUD/BNN).
    • Scan NPWP bagi yang sudah memiliki.

    Mekanisme Pembelajaran dan Uji Kompetensi

    Proses pembelajaran bagi Guru Tertentu dilakukan melalui mekanisme pembelajaran mandiri di platform Ruang GTK.

    Setelah seluruh tahapan pembelajaran tuntas, peserta berhak mendaftarkan diri untuk mengikuti Uji Kompetensi PPG (UKPPPG).

    Pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui platform Ruang GTK atau laman resmi ujian UKPPPG.

    Informasi lebih mendalam mengenai teknis ujian akan disampaikan kemudian oleh masing-masing perguruan tinggi penyelenggara.

    Direktorat PPG berkomitmen memberikan pelayanan yang transparan dan bebas gratifikasi dalam rangka pembangunan Zona Integritas.

    Oleh karena itu, para guru diimbau untuk hanya mempercayai informasi resmi yang tersedia melalui laman https://ppg.kemendikdasmen.go.id.

    Sumber: ppg.kemendikdasmen.go.id

  • Persiapan Simulasi TKA SD 2026: Strategi Ampuh Bantu Anak Hadapi Tes Kemampuan Akademik Tanpa Stres

    Persiapan Simulasi TKA SD 2026: Strategi Ampuh Bantu Anak Hadapi Tes Kemampuan Akademik Tanpa Stres

    sastrawacana.id/ – Memasuki bulan Februari 2026, kalender pendidikan mulai dipenuhi dengan jadwal Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk tingkat Sekolah Dasar.

    Tes ini menjadi krusial karena sering kali menjadi salah satu parameter utama dalam pemetaan kemampuan siswa serta seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.

    Bagi kamu para orang tua dan pendidik, menghadapi simulasi TKA bukan hanya soal melatih anak mengerjakan soal, tapi juga soal menjaga mentalitas anak agar tetap percaya diri.

    Berikut adalah panduan lengkap mengenai apa yang harus dipersiapkan dalam Simulasi TKA SD 2026.

    1. Memahami Struktur Soal TKA 2026

    TKA SD tahun ini tidak hanya fokus pada hafalan, tetapi lebih menekankan pada Literasi Dasar dan Numerasi Logis. Struktur soal biasanya terbagi menjadi beberapa bagian utama:

    • Penalaran Verbal: Mengukur kemampuan anak dalam memahami kosa kata, sinonim, antonim, dan analogi kata.
    • Numerasi Logis: Bukan sekadar hitungan matematika biasa, melainkan soal cerita yang menuntut anak berpikir logis dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
    • Pola Gambar (Figural): Menguji kemampuan spasial anak dalam melihat pola dan perubahan bentuk objek.

    2. Pentingnya Simulasi Mandiri di Rumah

    Simulasi yang diadakan sekolah mungkin terbatas frekuensinya. Oleh karena itu, dukungan di rumah sangat penting.

    Kamu bisa membantu anak dengan memberikan latihan soal yang memiliki batasan waktu (timer).

    Hal ini bertujuan agar anak terbiasa dengan tekanan waktu tanpa merasa terintimidasi saat tes sesungguhnya berlangsung.

    3. Hindari “Drilling” Berlebihan

    Kesalahan umum di tahun 2026 adalah memaksa anak belajar berjam-jam tanpa jeda. Di tingkat SD, otak anak membutuhkan istirahat yang cukup untuk mengonsolidasi memori.

    Gunakan metode belajar pendek namun konsisten (misalnya 30 menit belajar, 10 menit istirahat).

    Ingat, simulasi bertujuan untuk membiasakan, bukan untuk membuat anak kelelahan sebelum hari-H.

    4. Menyiapkan Kondisi Fisik dan Psikis

    Banyak siswa gagal dalam TKA bukan karena tidak mampu, melainkan karena cemas.

    Pastikan asupan nutrisi anak terjaga dan mereka mendapatkan tidur yang berkualitas sebelum jadwal simulasi.

    Berikan pengertian bahwa simulasi adalah sarana belajar, sehingga jika ada kesalahan, itu adalah bagian dari proses perbaikan.

    Kesimpulan: Fokus pada Proses, Bukan Sekadar Nilai

    Simulasi TKA SD 2026 adalah jembatan untuk membantu anak mengenali potensi dan kelemahannya.

    Dengan persiapan yang matang dan dukungan emosional yang tepat, anak akan melihat tes ini sebagai tantangan yang menyenangkan, bukan momok yang menakutkan.

  • TUGU SAJUTA, Gerakan Literasi Membangun Budaya Membaca di SDN 3 Siliragung

    TUGU SAJUTA, Gerakan Literasi Membangun Budaya Membaca di SDN 3 Siliragung

    Di era digital, ketika gawai lebih menarik daripada buku, SD Negeri 3 Siliragung menemukan cara unik untuk menghidupkan kembali semangat membaca di kalangan siswanya.

    Lewat program TUGU SAJUTA (Satu Minggu Satu Judul Cerita), sekolah ini menyalakan kembali api literasi yang sempat meredup pascapandemi.

    Program TUGU SAJUTA lahir dari keprihatinan akan rendahnya nilai literasi dalam Rapor Pendidikan sekolah.

    Kepala SD Negeri 3 Siliragung, Nanik Ermawati, S.Pd.Gr , menuturkan bahwa ide ini berangkat dari kebutuhan sederhana, yaitu mengembalikan minat baca anak-anak yang kian menurun.

    SD Negeri 3 Siliragung

    “Program TuGu SaJuTa ini memang sangat bagus untuk sekolah kami yang sedang membenahi nilai literasi di dalam Rapor Pendidikan. Dengan program ini sangat membantu Bapak dan Ibu guru untuk lebih fokus dalam mendampingi anak-anak membaca, terlebih ada kolaborasi langsung dari wali murid yang sudah terjadwal setiap harinya. Sehingga ketika ada ruang perlombaan kami sudah memiliki aset baik yaitu siswa berbakat ini untuk mengeksplornya. Dan alhamdulillah hasil dari pendampingan ini membuahkan juara 2 kategori bercerita tingkat Kecamatan,” jelasnya.

    Melalui TUGU SAJUTA, siswa diajak membaca minimal satu cerita setiap minggu. Setelah itu, mereka bisa menuliskan kembali kisah yang telah dibaca, menggambarkannya, atau bercerita secara langsung di depan guru dan teman-temannya.

    Hasil karya mereka kemudian dipajang di Mading TUGU SAJUTA atau diunggah ke media sosial sekolah, menjadikan literasi sebagai aktivitas yang hidup dan menarik.

    Program ini juga merupakan pengembangan dari inovasi sebelumnya, MEKAR MERATA (Meningkatkan Kreativitas Siswa Melalui Literasi Digital), yang fokus pada penguatan fasilitas literasi di tiap kelas.

    Kini, TUGU SAJUTA melangkah lebih jauh dengan menghadirkan budaya membaca yang menyenangkan dan partisipatif.

    Yang membuatnya semakin istimewa adalah kolaborasi aktif dengan wali murid. Setiap kelas memiliki jadwal khusus pendampingan membaca bersama orang tua.

    Mereka tidak hanya membantu anak memahami isi bacaan, tetapi juga turut menjadi narasumber kecil atau motivator.

    Kolaborasi ini mempererat hubungan antara guru, siswa, dan orang tua, sekaligus memperkuat ekosistem literasi di sekolah.

    Literasi SD Negeri 3 Siliragung

    Dari kegiatan yang awalnya sederhana ini, lahirlah berbagai manfaat nyata. Anak-anak menjadi lebih percaya diri saat tampil bercerita, lebih fokus, dan terlatih berpikir kritis.

    Guru pun lebih mudah mengenali potensi literasi siswanya. Sementara bagi orang tua, keterlibatan langsung ini menumbuhkan rasa memiliki terhadap proses pendidikan anak.

    Kini, setiap pekan di SD Negeri 3 Siliragung selalu ada cerita baru yang lahir dari tangan dan imajinasi siswa.

    TUGU SAJUTA bukan sekadar program membaca, tapi gerakan yang menumbuhkan karakter, membangun kolaborasi, dan menghidupkan kembali budaya literasi di sekolah.

    Dari satu cerita setiap minggu, lahir seribu inspirasi bagi masa depan yang lebih cerdas dan berdaya.