Tag: pendidikan

  • Dukung 8 Prioritas Presiden Prabowo 2027, Bupati Ipuk Sebut Selaras dengan Pembangunan Banyuwangi

    Dukung 8 Prioritas Presiden Prabowo 2027, Bupati Ipuk Sebut Selaras dengan Pembangunan Banyuwangi

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan delapan prioritas pembangunan yang akan menjadi fokus pemerintah pada 2027.

    Agenda tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan serta ketahanan terhadap bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, hingga percepatan penurunan kemiskinan.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai sejumlah agenda prioritas pemerintah pusat tersebut memiliki keterkaitan dengan berbagai program pembangunan yang telah dijalankan di Banyuwangi.

    “Delapan program tersebut selaras dengan agenda pembangunan daerah yang selama ini dijalankan Banyuwangi. Dengan adanya keselarasan antara kebijakan nasional dan program daerah, dengan demikian manfaat pembangunan akan semakin dirasakan masyarakat.” kata Bupati Ipuk, Sabtu (15/8).

    Delapan prioritas tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan terkait RAPBN 2027 di Gedung MPR RI, Jumat (14/8).

    Bupati Ipuk menyaksikan pidato tersebut secara langsung dari Gedung DPRD Banyuwangi.

    Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana beserta wakil dan anggota DPRD, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, perwakilan Forkopimda, serta jajaran OPD Banyuwangi.

    Untuk sektor pangan, Banyuwangi telah menjalankan sejumlah kebijakan guna mempertahankan produktivitas pertanian.

    Salah satunya melalui regulasi yang membatasi alih fungsi lahan sawah produktif menjadi bangunan permanen.

    Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung target swasembada pangan nasional.

    Banyuwangi selama ini menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur. Kontribusi tersebut antara lain terlihat dari produksi beras yang mencatat surplus 383.258,03 ton pada 2025.

    Sementara itu, produksi beras pada periode Januari hingga Juni 2026 telah mencatat surplus sebesar 174.005 ton.

    Di bidang pendidikan, berbagai program dijalankan Pemkab Banyuwangi untuk menekan angka putus sekolah, memperluas akses pendidikan tinggi, dan memperkuat pendidikan inklusif.

    Program tersebut di antaranya Beasiswa Banyuwangi Cerdas yang memberikan kesempatan kuliah gratis bagi warga kurang mampu serta Beasiswa Progresif (B-Pro) yang menyediakan dukungan pendidikan hingga jenjang dokter spesialis.

    Banyuwangi juga memiliki Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan), program inklusi Agage Pinter bagi Anak Berkebutuhan Khusus, serta Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang mendorong kepedulian antarsiswa.

    “Banyuwangi juga mendukung program Sekolah Rakyat dengan menyediakan lahan untuk pembangunannya,” kata Ipuk.

    Sementara di sektor kesehatan, Pemkab Banyuwangi memprioritaskan penanganan stunting, penguatan layanan kesehatan berbasis desa, serta peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah pelosok.

    Pembenahan sarana dan prasarana puskesmas juga terus dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan.

    Selain itu, dokter spesialis dijadwalkan memberikan layanan di puskesmas agar masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lebih dekat.

    “Semua ini untuk memberikan layanan kesehatan terbaik sebagaimana harapan Presiden Prabowo dalam pidatonya yang menjadikan Puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan rakyat Indonesia,” ujar Ipuk.

    Upaya pengentasan kemiskinan juga menjadi bagian dari agenda pembangunan Banyuwangi.

    Pemkab Banyuwangi menjalankan berbagai program dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan untuk menekan angka kemiskinan.

    “Banyuwangi juga fokus pada program pengentasan kemiskinan. Dengan berbagai upaya dan kolaborasi berbagai stakeholder daerah, Banyuwangi berhasil menurunkan angka kemiskinan daerah ke titik paling rendah sepanjang sejarah. Yakni menyisakan 6,13 persen angka kemiskinan di 2025,” tambah Ipuk. (*)

  • Banyuwangi Perkuat Potensi SDM Muda Lewat Akses Pendidikan Internasional

    Banyuwangi Perkuat Potensi SDM Muda Lewat Akses Pendidikan Internasional

    Banyuwangi terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) muda dengan memperluas akses pelajar dan mahasiswa terhadap informasi serta peluang pendidikan internasional.

    Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Blambangan Internasional Education Festival (BINEF) 2026.

    BINEF 2026 digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Kampus Poliwangi dan diikuti lebih dari 100 pelajar serta mahasiswa dari berbagai wilayah di Banyuwangi.

    Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda daerah untuk mengenal lebih jauh kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri sekaligus membangun jaringan dengan diaspora Indonesia.

    Kegiatan dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (12/8/2026). Sejumlah putra-putri Indonesia yang memiliki pengalaman pendidikan internasional turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Syaeful Mujab, penerima beasiswa LPDP untuk studi S2 di London School of Economics and Political Science, Inggris; Hardika Dwi Hermawan, penerima beasiswa LPDP yang menempuh Master of Science di Hong Kong University sekaligus pendiri Desamind; serta Achmad Roghib Mabrur yang kini menjalani pendidikan doktoral di National Chung Hsing University, Taiwan.

    BINEF 2026 mengangkat tema “Establishing Banyuwangi Student Connectivity to Prepare Superior Human Resources for Indonesia’s Future”.

    Program ini diarahkan untuk memperluas wawasan generasi muda mengenai studi luar negeri, memperkuat konektivitas diaspora, sekaligus mempersiapkan SDM Banyuwangi agar mampu berkompetisi di tingkat global.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menekankan pentingnya penguasaan teknologi, kecerdasan digital, serta kemampuan membangun jejaring internasional sebagai bagian dari persiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja.

    “Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan dan transisi energi, telah mengubah kebutuhan tenaga kerja secara drastis. Karenanya generasi muda harus memiliki penguasaan dan kemampuan dibidang ini sebagai bekal menghadapi masa depan. Dan yang penting berjejaring untuk mendapatkan peluang yang lebih luas,” ujar Ipuk.

    Ipuk juga mengingatkan bahwa perubahan kebutuhan dunia kerja membuat pendidikan perlu menyiapkan generasi muda bukan hanya untuk profesi yang tersedia saat ini, tetapi juga pekerjaan baru yang akan muncul di masa mendatang.

    Hal tersebut merujuk laporan World Economic Forum Future of Jobs 2025 yang memperkirakan 170 juta pekerjaan baru akan tercipta hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan berpotensi tergantikan.

    Kehadiran para penerima beasiswa dalam BINEF menjadi bagian dari upaya menghadirkan contoh nyata bahwa kesempatan menempuh pendidikan di kampus dunia dapat diraih oleh generasi muda dari daerah.

    Syaeful Mujab membagikan pengalamannya sekaligus mendorong pelajar dan mahasiswa Banyuwangi untuk tidak membatasi cita-cita hanya karena berasal dari daerah.

    “Jangan berkecil hati meskipun kita berasal dari daerah. Siapapun dari kita bisa mempunyai mimpi besar dengan berusaha untuk mencapainya. Persiapkan diri dengan baik insyaallah kita bisa mencapai mimpi itu,” ujar Mujab yang juga dikenal publik sebagai politikus muda dan menjadi Calon Wakil Bupati Tegal termuda pada 2024 di usia 28 tahun.

    Menurutnya, kemampuan berbahasa menjadi salah satu modal penting untuk memperluas akses generasi muda terhadap lingkungan pendidikan dan jejaring internasional.

    “Dengan bahasa membuka kesempatan untuk untuk sekolah, ikut konferensi hingga membangun jejaring internasional. Manfaatkan media sosial untuk mencari informasi beasiswa dan pertemanan global,” ungkapnya.

    Tidak hanya memberikan informasi, BINEF 2026 juga menghadirkan dukungan lanjutan bagi peserta.

    Ketua Penyelenggara BINEF 2026 Ahmad Roghib Mabrur mengatakan peserta memperoleh fasilitas bimbingan bahasa Inggris secara gratis selama satu tahun serta kesempatan mengikuti pre-test IELTS.

    “Karena bahasa inggris jadi kunci untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri. Mereka juga dapat bimbingan mentoring gratis setahun untuk coaching tips n trip mendapatkan beasaiswa di kampus internasional,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan tersebut, pengembangan potensi SDM muda Banyuwangi diarahkan tidak hanya pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga penguasaan teknologi, bahasa asing, dan jejaring global sebagai modal untuk meningkatkan daya saing generasi daerah.

  • Tingkatkan Literasi Sains Siswa, Dosen dan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Gelar Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Daun Mangga di SDN Jarangan 1

    Tingkatkan Literasi Sains Siswa, Dosen dan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Gelar Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Daun Mangga di SDN Jarangan 1

    Pembelajaran sains tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas.

    Melalui pemanfaatan potensi alam yang ada di sekitar lingkungan sekolah, dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa SDN Jarangan 1, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Literasi Sains Siswa SDN Jarangan 1 melalui Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Daun Mangga (Mangifera indica L.)” menjadi bukti nyata bahwa sains dapat dipelajari secara kontekstual melalui praktik langsung yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis, 16 Juli 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik sekaligus mengenalkan pemanfaatan tanaman lokal sebagai produk herbal bernilai tambah.

    Daun mangga yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah pekarangan diperkenalkan sebagai bahan baku teh herbal yang memiliki potensi manfaat bagi kesehatan apabila diolah dengan benar.

    Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui proses mengamati, mencoba, menganalisis, dan menarik kesimpulan berdasarkan fenomena yang mereka temui di lingkungan sekitar.

    pengabdian mahasiswa um di sd 1 jarangan

    Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Frida Kunti Setiowati, S.T., M.Si. dengan anggota Dr. Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si., Dr. Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si., Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si., Dr. Siti Imroatul Maslikha, S.Si., M.Si., Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes., Stevanus Purbadirja, dan Talita Dwi Ardiningrum.

    Tim pengabdian memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna dengan memanfaatkan permasalahan dan potensi yang ada di lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

    Menurut Stevanus Purbadirja, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan melalui pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

    “Ini merupakan langkah siswa untuk menghadapi tantangan di Era Globaliasi dan perkembangan di era 5.0, ini juga merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan bahan yang ada disekitar kita menjadi nilai guna,” ujar Stevanus Purbadirja (17/07).

    Sejak kegiatan dimulai, suasana belajar tampak hidup dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

    Diawali dengan pengenalan tanaman mangga beserta kandungan senyawa alaminya, peserta kemudian mempelajari manfaat daun mangga, prinsip pengolahan pangan herbal, hingga pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan selama proses produksi.

    Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, demonstrasi, permainan edukatif, serta tanya jawab sehingga mampu membangun keterlibatan aktif seluruh peserta.

    Puncak kegiatan berlangsung ketika siswa mempraktikkan secara langsung proses pembuatan teh herbal daun mangga. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa UM, peserta belajar memilih daun yang tepat, melakukan pencucian, pelayuan, penggulungan (rolling), pengeringan, hingga proses pengemasan sederhana.

    mahasiswa um di sd 1 jarangan

    Setiap tahapan tidak hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga memperkenalkan konsep-konsep ilmiah seperti perubahan fisika dan kimia, pengaruh suhu terhadap kadar air, pentingnya sanitasi, serta teknik pengawetan bahan pangan.

    Melalui pengalaman tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan teori sains dengan penerapannya dalam kehidupan nyata.

    Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan karakter ilmiah pada peserta didik.

    Siswa dilatih untuk mengamati secara teliti, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, serta menyampaikan hasil pengamatannya.

    Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi sebagai bagian dari kompetensi abad ke-21 yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini.

    Ketua tim pengabdian, Dr. Frida Kunti Setiowati, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa pemanfaatan daun mangga dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, memiliki nilai ekonomis, serta menyimpan potensi sebagai bahan pangan fungsional.

    “Pemanfaatan daun mangga dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, memiliki nilai ekonomis, serta menyimpan potensi sebagai bahan pangan fungsional. Melalui inovasi sederhana ini, siswa diperkenalkan pada konsep hilirisasi hasil alam sejak usia dini sehingga mereka memahami bahwa sumber daya di sekitar dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan apabila didukung oleh pengetahuan sains dan kreativitas,” ujar Dr. Frida Kunti Setiowati (17/07).

    Kepala SDN Jarangan 1, Suhartiwiningsih, S.Pd.SD., menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar memberikan pengalaman belajar baru yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.

    Pembelajaran yang memadukan teori dan praktik dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus memperkuat pemahaman konsep-konsep sains.

    Kehadiran dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Malang juga menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk terus semangat belajar dan bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

    “Ini merupakan momentum yang Istimewa bagi SDN Jarangan 1, bisa diatangai oleh Bapak/Ibu Dosen Universitas Negeri Malang, serta kita memperoleh Ilmu Baru untuk keberlanjutan,” ujarnya (18/07).

    Bagi Universitas Negeri Malang, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

    Dosen dan mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun kemitraan dengan sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.

    Melalui kolaborasi tersebut, hasil-hasil kajian akademik dapat diterapkan secara langsung sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

    Pelatihan pembuatan teh herbal daun mangga di SDN Jarangan 1 menjadi bukti bahwa literasi sains dapat ditumbuhkan melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

    Dengan mengintegrasikan potensi lokal, pembelajaran berbasis praktik, dan pendampingan dari perguruan tinggi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami konsep sains, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

    Dari selembar daun mangga, lahir semangat baru untuk belajar, berinovasi, dan membangun masa depan melalui sains. (IZ.Fathma Agmadina/AWN)

  • SMPN 3 Rogojampi Lepas 167 Lulusan, Kepala Sekolah Sampaikan Pesan Menyentuh Jelang Purna Bhakti

    SMPN 3 Rogojampi Lepas 167 Lulusan, Kepala Sekolah Sampaikan Pesan Menyentuh Jelang Purna Bhakti

    Suasana khidmat sekaligus penuh haru menyelimuti acara purnawiyata SMP Negeri 3 Rogojampi yang digelar pada Kamis (21/5).

    Sebanyak 167 peserta didik secara resmi dinyatakan lulus dalam prosesi tasyakur yang berlangsung sarat makna.

    Momentum sakral tersebut diawali dengan pembacaan Ikrar Alumni yang dipimpin mantan Ketua OSIS, Diesma Putra Sarfaras Alta, dan diikuti secara lantang oleh seluruh lulusan dengan iringan lagu kebangsaan Padamu Negeri.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kelulusan oleh Kepala Sekolah bersama Ketua Komite di atas panggung.

    Purnawiyata tahun ini mengusung tema puitis penuh optimisme, “Menyambut Putih Abu-Abu dari Putih Biru: Satu Titik Awal Merah Seribu Impian.”

    Dalam ikrar yang dibacakan, para alumni menegaskan komitmen untuk setia kepada Pancasila dan UUD 1945, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung nilai-nilai adab, serta menjaga silaturahmi dan nama baik almamater di mana pun mereka melanjutkan pendidikan.

    Tak sekadar seremoni kelulusan, SMPN 3 Rogojampi juga memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi.

    Penghargaan akademik diberikan berdasarkan akumulasi nilai rapor, hasil asesmen, serta capaian juara lomba sains tingkat Provinsi Jawa Timur.

    Penghargaan non-akademik juga menjadi sorotan. Sekolah memberikan apresiasi kepada siswa yang berhasil menembus kompetisi sepak bola Baretti tingkat internasional, penampil berbakat dalam kolosal Gandrung Sewu, juara Festival Puisi Using kategori Ibu, hingga pemenang lomba adzan.

    Diesma Putra Sarfaras Alta yang memimpin pembacaan ikrar alumni turut menerima penghargaan khusus berupa sertifikat, plakat, dan buket bunga atas dedikasinya selama menjabat sebagai Ketua OSIS.

    Menariknya, meskipun secara administratif tidak berstatus sebagai sekolah inklusi, SMPN 3 Rogojampi menunjukkan kepedulian besar terhadap peserta didik berkebutuhan khusus, termasuk penyandang difabel intelektual.

    Melalui pendampingan Guru Bimbingan Konseling (BK) dan Guru Pendamping Khusus (GPK), para siswa tersebut berhasil dibimbing hingga siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

    kepala sekolah smp 3 rogojampi

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, mengaku bangga atas perjalanan panjang sekolah dalam mencetak generasi unggul di bidang akademik, non-akademik, kepemimpinan, maupun keteladanan.

    “Dalam kebahagiaan hari ini, ada rasa haru yang mendalam saat harus berpisah. Teruslah belajar tanpa lelah sampai semua cita-cita kalian teraih,” ujar Sri Utami dengan mata berkaca-kaca.

    Suasana emosional semakin terasa mengingat Sri Utami juga akan memasuki masa purna bhakti pada 1 September mendatang.

    Pada kesempatan itu, ia turut menyampaikan pantun untuk para lulusan:

    Bunga melati berbau harum,
    Tumbuh subur di taman sekolah.
    Doa kami selalu menyertai,
    Semoga sukses anak-anakku semua.

    Apresiasi serupa disampaikan Ketua Komite Sekolah, Ir. Isnain. Ia menyampaikan terima kasih kepada para orang tua siswa atas keikhlasan dan dukungan penuh terhadap berbagai program sekolah sehingga mampu melahirkan generasi yang berprestasi dan berkarakter.

    Mantan guru MTsN 10 yang memiliki hobi bermain catur, bulutangkis, memelihara burung berkicau, dan ikan koi itu juga membagikan pesan kepada para lulusan dalam menentukan sekolah lanjutan.

    “Sadari potensi diri masing-masing, ukur kemampuan orang tua, disiplin, dan tetap fokus meraih cita-cita. Yang paling utama, terus mohon doa restu orang tua, serta jangan pernah meninggalkan salat dan sedekah,” pesannya.

    Kemeriahan purnawiyata turut diwarnai berbagai penampilan siswa, mulai dari Tari Gandrung Maesan, pertunjukan band, hingga musik tradisional.

    Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah pembacaan Nadhom Syifaul Jinan tentang ilmu tajwid oleh para santri program inovasi Madrasah Diniyah (Madin) SMPN 3 Rogojampi.

    Program keagamaan tersebut sebelumnya telah memperoleh apresiasi resmi dari Kementerian Agama (Kemenag).

    Di penghujung acara, seluruh alumni, pendukung kegiatan, guru, dan tenaga kependidikan tampak menikmati sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) secara bersama-sama.

    Sementara itu, jajaran komite sekolah dan perwakilan orang tua mendapatkan konsumsi dalam bentuk paket kotak.

    Ketua Panitia, Hj. Nurul Aini, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh wali kelas, pembina, pelatih ekstrakurikuler, pembina OSIS, serta jajaran komite sekolah yang telah bersinergi dengan wali murid dalam menyukseskan berbagai program sekolah, termasuk pelaksanaan purnawiyata tahun ini.

    Acara yang dipandu duet MC Iqbal Fahrezi dan Calista Sabrina tersebut ditutup dengan sesi bersalaman massal yang hangat.

    Momen itu menghadirkan suasana penuh kekeluargaan, layaknya tradisi halalbihalal yang sarat kebersamaan dan keakraban.

  • Tasyakur Kelulusan Angkatan ke-21, SMP Bustanul Makmur II Siapkan Generasi Bermartabat

    Tasyakur Kelulusan Angkatan ke-21, SMP Bustanul Makmur II Siapkan Generasi Bermartabat

    Tasyakur kelulusan siswa angkatan ke-21 Tahun Ajaran 2025-2026 SMP Bustanul Makmur II Banyuwangi berlangsung khidmat di Hall Hotel Mahkota Genteng, Sabtu (16/05).

    Kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keterangan Lulus serta prosesi pengalungan gordon oleh kepala sekolah kepada para siswa.

    Turut hadir dalam acara itu wali murid, Pengasuh Buma Pusat Kebunrejo KH Muafik Amir, keluarga ndalem Buma II bu Nyai Siti Munawaroh, Ketua Yayasan KH Robiathul Haq, S.Hub.Int beserta istri, Pengawas SMP Phujianto, M.Pd, hingga jajaran Muspindes.

    Kepala SMP Bustanul Makmur Imammudin, M.Pd.I mengatakan para siswa telah melewati proses pendidikan dan pembinaan selama tiga tahun, termasuk pembiasaan bangun pukul 03.00 dini hari untuk tahajud dan berjamaah Subuh.

    “Teruslah menuntut ilmu dengan jalan yang mulia untuk masa depan gemilang!” tutur alumni Ponpes Nurul Jadid Paiton ini.

    Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengejar kepintaran maupun popularitas semata.

    Menurutnya, siswa harus mampu menjadi pribadi yang benar dan bermartabat. Selain itu, ia berpesan agar para siswa menjaga diri dari godaan perkembangan zaman, terutama penggunaan handphone.

    Pihak sekolah, lanjut Imammudin, akan tetap mengawal para siswa hingga memperoleh sekolah lanjutan.

    Dari 160 siswa yang dinyatakan lulus, sebanyak 78 siswa telah diterima di MAN, baik di dalam maupun luar kota.

    Tasyakur Kelulusan SMP Bustanul Makmur

    Selain itu terdapat tujuh siswa yang melanjutkan pendidikan ke SMK, sementara sebagian lainnya mendaftar SMA berbasis pondok pesantren.

    Adapun sisanya masih menunggu hasil SPMB SMA/SMK negeri di dalam kota.

    Sementara itu, Pengasuh KH Robitul Haq, S.Hub.Int, M.Si berharap para santri mampu menjadi generasi Qurani yang berbekal ketakwaan dan akhlakul karimah sesuai tema tasyakur tahun ini.

    Ia juga mengenang masa awal para santri masuk pondok tiga tahun lalu. Saat itu masih banyak siswa yang menangis dan dijenguk orang tua setiap hari.

    Kini, menurutnya, para siswa dan wali murid sudah semakin tertata, bahkan banyak santri yang melanjutkan mondok di luar kota.

    “Ingat Allah, jaga iman dan ilmu kitab serta tetab beradab ke guru dan orang tua!” pesan kyai Robert seraya mengajak hadirin mengirim Al Fatihah untuk para pendiri pondok.

    Prosesi kelulusan berlangsung khidmat dengan penampilan paduan suara adik kelas yang membawakan lagu hymne, mars, lagu nasional hingga sejumlah lagu populer yang membuat suasana haru bercampur bahagia.

    Pembacaan puisi juga turut mewarnai jalannya acara.

    Siswa lulusan angkatan ke-21 tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Banyuwangi, tetapi juga dari Madura, Bali, hingga Kalimantan.

    Panitia turut memberikan penghargaan bagi siswa berprestasi di bidang akademik, seperti juara Olimpiade IPA dan OSN Matematika tingkat nasional Daffa Shobirul Haq.

    Penghargaan non-akademik juga diberikan kepada siswa berprestasi di bidang silat, jebeng thulik, puisi, dan bercerita.

    Penghargaan khusus diberikan kepada Istiqlal Syukri Ahmad yang berhasil menjadi jawara aksara dan geguritan basa Using dalam Festival Bahasa Ibu yang digelar Balai Bahasa Jawa Timur.

    Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Ketua OSIS dan siswa terbaik homestay.

    Santri Madin terbaik turut menerima sertifikat penghargaan dan berfoto bersama orang tua serta pengasuh pondok.

    Acara yang dipenuhi buket bunga dan kenangan tersebut juga diisi dengan ikrar alumni.

    Para santri menyatakan kesiapan menjadi kader agama sekaligus kader bangsa serta menjaga nama baik almamater.

    Pesan dan kesan dalam kegiatan itu turut disampaikan Sekretaris OSIS Claresta Azzarin Natania, perwakilan wali murid Bambang Harnowo, M.Pd, serta alumni angkatan ke-7 Dr. Rifki Firdaus, M.Pd.I.

    Dalam testimoninya, Rifki menyebut para guru di Buma tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, melatih, serta membentuk pembiasaan yang akhirnya menjadi karakter siswa melalui program di dalam kelas maupun luar sekolah.

    “Dan dari dulu hingga sekarang SMP BustanuI Makmur menjadi salah satu yang terbaik dan unggul di Kabupaten Banyuwangi!” ujar dosen UIIB ini.

  • KOPIWANGI Dampingi Penulis Lokal Banyuwangi Terbitkan Buku hingga Pengajuan ISBN

    KOPIWANGI Dampingi Penulis Lokal Banyuwangi Terbitkan Buku hingga Pengajuan ISBN

    Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem literasi di Banyuwangi.

    Melalui program pelatihan, pendampingan, hingga penerbitan karya, komunitas ini aktif menjadi jembatan literasi bagi para penulis lokal agar karya mereka dapat diterbitkan dan dikenal lebih luas.

    Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut terlihat dalam pendampingan penerbitan buku berjudul Seribu Cahaya Dari Satu Harapan.

    Proses penerbitan buku tersebut dilakukan bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Banyuwangi sebagai mitra pengembangan literasi daerah.

    KOPIWANGI tidak hanya fokus pada kegiatan menulis, tetapi juga mendampingi penulis sejak tahap awal penyusunan naskah hingga proses pengajuan ISBN.

    Program tersebut selaras dengan visi komunitas untuk bergerak bersama memajukan literasi Banyuwangi melalui penerbitan buku fisik maupun digital.

    Ketua KOPIWANGI, Andi Budi Setiawan, mengatakan bahwa banyak penulis lokal memiliki karya yang layak diterbitkan, tetapi terkendala akses ke penerbit komersial. Karena itu, komunitas hadir untuk memberikan alternatif agar karya tetap bisa diterbitkan menjadi buku.
    “Tidak semua penulis memiliki kesempatan menerbitkan karya di penerbit komersial. Karena itu,

    KOPIWANGI hadir memberikan pendampingan dan membuka jalan agar karya-karya lokal tetap bisa diterbitkan serta dibaca masyarakat luas,” ujarnya.

    Penulis dengan nama pena Bintang Senja menjadi salah satu anggota KOPIWANGI yang mendapatkan pendampingan intensif dalam penyelesaian buku pertamanya.

    Pendampingan dilakukan mulai dari penyusunan struktur buku, penulisan kata pengantar, daftar isi, hingga profil penulis.

    Menurut Bintang Senja, proses pendampingan tersebut sangat membantu dirinya dalam memahami tahapan penerbitan buku. Ia mengaku lebih percaya diri untuk menyelesaikan naskah karena mendapat arahan yang jelas dari komunitas.

    “Terima kasih KOPIWANGI yang telah mendampingi dalam penulisan buku. Mulai dari pembuatan kata pengantar, daftar isi, sampai penulisan profil penulis. Ini sangat membantu agar tulisan saya bisa segera diterbitkan,” jelasnya.

    Selain pendampingan penulisan, KOPIWANGI juga memberikan pelatihan layout buku bagi anggota yang ingin belajar secara mandiri. Pelatihan tersebut menjadi bekal penting agar penulis memahami tata letak buku sesuai kaidah penerbitan.

    Bintang Senja menilai pelatihan layout buku memberi manfaat besar bagi penulis pemula. Dengan kemampuan tersebut, penulis tidak hanya mampu menyusun naskah, tetapi juga mendesain buku sesuai kebutuhan.

    “Pelatihan layout buku ini sangat bermanfaat. Sebagai penulis, saya bisa mendesain layout buku sendiri sesuai keinginan, namun tetap mengikuti aturan yang ada. Harapannya, saya juga bisa membantu teman-teman penulis lain di KOPIWANGI,” tambahnya.

    Setelah proses layout selesai, naskah Seribu Cahaya Dari Satu Harapan kemudian dikirim ke Dispusip Banyuwangi untuk tahap verifikasi.

    Jika dinyatakan lengkap dan sesuai ketentuan, naskah dilanjutkan dengan penandatanganan surat keaslian karya sebelum diajukan ke Perpustakaan Nasional untuk memperoleh ISBN.

    Dalam proses tersebut, KOPIWANGI juga mendampingi penulis saat melakukan penandatanganan dokumen administrasi di Dispusip Banyuwangi.

    Selain itu, komunitas turut berdiskusi mengenai berbagai jenis karya tulis yang dapat diajukan ISBN.

    Pustakawan Ahli Madya Dispusip Banyuwangi, Yusup Choiri, menjelaskan bahwa peluang penerbitan ISBN terbuka untuk berbagai jenis karya tulis.

    Menurutnya, Dispusip Banyuwangi berkomitmen mendukung para penulis lokal agar karya mereka dapat dipublikasikan secara lebih luas.

    “Selain puisi, karya seperti cerpen, novel, esai, opini, dan artikel juga bisa diajukan ISBN. Kami terus berupaya memberikan fasilitasi dan pendampingan bagi penulis lokal agar karya yang dihasilkan bisa dikenal masyarakat lebih luas,” jelas Yusup Choiri.

    Kehadiran para penulis lokal dinilai menjadi tanda meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendokumentasian ide dan karya sastra dalam bentuk buku.

    Hal tersebut juga sejalan dengan semangat KOPIWANGI yang konsisten membangun jembatan literasi di lingkungan sekolah, komunitas, maupun masyarakat umum.

    Menutup kegiatan tersebut, Andi Budi Setiawan menegaskan bahwa KOPIWANGI hadir bukan untuk bersaing dengan pihak lain, melainkan menjadi pelengkap dalam membangun budaya literasi di Banyuwangi.

    “KOPIWANGI hadir dengan memberikan warna yang berbeda. Bukan sebagai kompetitor, tetapi pelengkap dalam membangun ekosistem literasi di Banyuwangi,” tutupnya.

    Melalui kolaborasi antara komunitas, penulis, dan pemerintah daerah, gerakan literasi di Banyuwangi diharapkan terus berkembang. Dukungan masyarakat untuk membaca, menulis, dan mengapresiasi karya lokal menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan budaya literasi di daerah.

  • Dies Natalis Ke-32 SMP Negeri 3 Rogojampi Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Kreativitas dan Kebersamaan Siswa

    Dies Natalis Ke-32 SMP Negeri 3 Rogojampi Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Kreativitas dan Kebersamaan Siswa

    Suasana meriah menyelimuti halaman SMP Negeri 3 Rogojampi pada Senin (11/5) dalam peringatan Dies Natalis ke-32 sekolah yang digelar penuh semangat dan antusiasme.

    Kegiatan yang diikuti seluruh warga sekolah tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menampilkan kreativitas siswa di berbagai bidang.

    Acara dibuka bersama oleh Ketua Komite dan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Rogojampi.

    Dalam sambutannya, Plt Kepala Sekolah Dra. Hj. Sri Utami menyampaikan bahwa Dies Natalis bukan sekadar perayaan hari lahir sekolah, melainkan juga refleksi perjalanan pendidikan serta upaya bersama dalam membangun generasi yang berprestasi dan berkarakter.

    Ia juga mengapresiasi para pendahulu yang telah purna tugas dan berjasa menjaga kejayaan “Sempega” hingga saat ini.

    “Momentum Dies Natalis ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjaga nama baik sekolah. Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang untuk tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar alumnus IKIP PGRI Banyuwangi yang akan memasuki masa pensiun tiga bulan lagi itu di hadapan siswa, guru, dan tamu undangan.

    Menurutnya, semangat gotong royong antara guru, siswa, komite sekolah, dan orang tua menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan perlu terus digalakkan.

    “Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. Saya berharap semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga demi kemajuan SMP Negeri 3 Rogojampi dan menjaga nama baik almamater kita,” tambahnya.

    Setelah sambutan kepala sekolah, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komite Sekolah, Ir. Isnain.

    Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

    “Anak-anak membutuhkan dukungan bersama. Ketika sekolah dan orang tua berjalan seiring, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial yang baik,” kata Ir. Isnain sembari menitipkan pesan kepada peserta didik untuk menyampaikan salam kepada orang tua terkait komitmen sekolah dalam mendukung aktivitas dan prestasi siswa, mulai tingkat lokal hingga nasional.

    Mantan Kepala SMK 6 Muhammadiyah sekaligus pensiunan guru MTsN 10 itu juga menjelaskan bahwa 32 tahun lalu, tepatnya 4 Mei, sekolah tersebut resmi beralih status dari Sekolah Kejuruan Keterampilan Putri (SKKP) menjadi SMP Negeri 3 Rogojampi.

    Ia menambahkan, tahun ini hingga tahun depan para guru yang pernah mengajar di era SKKP mulai memasuki masa pensiun.

    Sementara itu, Ketua Panitia Jumadi, S.Pd mengatakan kegiatan semacam ini mampu menjadi wadah bagi siswa untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus belajar berwirausaha.

    “Kegiatan seperti ini sangat positif karena siswa belajar langsung tentang tanggung jawab, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan melalui bazar per kelas. Ini pengalaman berharga yang tidak selalu didapat di dalam kelas,” tutur guru olahraga yang juga pembina OSIS tersebut.

    Puncak pembukaan acara ditandai dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol harapan dan cita-cita yang terus menjulang tinggi.

    Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.

    Setelah itu, penampilan tari kreatif dari para siswa sukses memukau penonton dengan gerakan energik dan kostum berwarna-warni yang menambah semarak suasana.

    Tidak hanya pertunjukan seni, Dies Natalis juga diramaikan dengan berbagai stan bazar yang dikelola siswa dari masing-masing kelas, termasuk pameran prakarya, aktivitas laboratorium IPA, serta literasi perpustakaan.

    Beragam makanan dan minuman dijajakan, mulai dari kuliner tradisional seperti cenil, klepon, dan tahu walik hingga makanan kekinian seperti dimsum, corndog, dan aneka minuman boba.

    Stan-stan tersebut dipadati pengunjung sejak pagi hari.

    Para siswa tampak antusias menawarkan dagangan mereka sambil menghias stan sekreatif mungkin agar menarik perhatian pembeli.

    Kegiatan bazar ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan Dies Natalis tahun ini.

    Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman belajar kewirausahaan bagi siswa.

    Mereka belajar mengatur keuangan, bekerja sama dalam tim, hingga melayani pembeli secara langsung.

    Perayaan Dies Natalis SMP Negeri 3 Rogojampi berlangsung penuh keceriaan dan kebersamaan selama tiga hari.

    Pada hari pertama, bazar diikuti siswa kelas 7, dilanjutkan kelas 8 pada hari kedua.

    Sementara hari ketiga akan ditandai dengan kegiatan jalan sehat yang menyediakan berbagai doorprize alat rumah tangga persembahan dunia usaha dan SMK swasta di sekitar sekolah.

    Melalui kegiatan ini, sekolah berharap semangat kreativitas, solidaritas, dan cinta terhadap almamater dapat terus tumbuh di kalangan siswa maupun seluruh warga sekolah.

    “Insya Allah saat tanggal merah Kamis, 14 Mei, kami para guru, tenaga kependidikan, ustaz madin, serta komite akan melakukan refreshing ke Pulau Merah. Sedangkan tasyakuran purna wiyata kelas 9 akan digelar Kamis, 21 Mei, di halaman sekolah,” tutur KTU Drs. Imam Anshori. (Bung Aguk/Affandi)

  • Siswa Kelas 12 Wajib Tahu! Begini Cara Daftar KIP Kuliah 2026 Agar Bisa Kuliah Gratis di PTN Impian, Jangan Sampai Salah Klik!

    Siswa Kelas 12 Wajib Tahu! Begini Cara Daftar KIP Kuliah 2026 Agar Bisa Kuliah Gratis di PTN Impian, Jangan Sampai Salah Klik!

    sastrawacana.id/ – Impian untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas kini bukan lagi hal yang mustahil bagi kamu yang terkendala biaya.

    Pemerintah melalui Kemendikbudristek kembali membuka pendaftaran KIP Kuliah 2026.

    Program ini tidak hanya membebaskan biaya kuliah sampai lulus, tapi juga memberikan uang saku bulanan yang langsung masuk ke rekening kamu.

    Namun, banyak siswa yang sering gagal di tahap pendaftaran karena kurang teliti dalam memasukkan data ekonomi atau salah memilih jalur seleksi di dashboard.

    Padahal, satu kesalahan kecil bisa membuat status kepesertaan kamu ditolak oleh sistem.

    Agar peluang kamu lolos semakin besar, tim Sastrawacana telah merangkum panduan pendaftaran yang paling praktis dan mudah kamu ikuti lewat ponsel maupun laptop.

    Baca juga: Ramalan Zodiak Februari 2026: 5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal Ketiban Rezeki Nomplok dan Bertemu Jodoh, Apakah Kamu Salah Satunya?

    Persiapan Dokumen Sebelum Mendaftar

    Sebelum membuka situs resmi, pastikan kamu sudah menyiapkan data-data berikut agar proses pengisian formulir tidak terhambat:

    • Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sudah online di Dukcapil.
    • Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
    • Alamat email pribadi yang aktif (jangan gunakan email orang lain).
    • Foto rumah tampak depan dan foto keluarga (untuk bukti pendukung ekonomi).

    Langkah Mudah Pendaftaran KIP Kuliah 2026

    • Akses Laman Resmi: Buka website kip-kuliah.kemdikbud.go.id melalui browser favorit kamu.
    • Pendaftaran Akun: Klik menu “Daftar Baru” dan masukkan NIK, NISN, serta NPSN kamu. Pastikan tidak ada angka yang salah ketik.
    • Verifikasi Email: Sistem akan mengirimkan nomor pendaftaran dan kode akses ke email kamu. Segera cek dan gunakan untuk login kembali.
    • Lengkapi Data Diri: Isi semua kolom mulai dari data keluarga, prestasi, hingga detail aset secara jujur. Ketidakjujuran dalam mengisi data bisa berakibat pembatalan bantuan di kemudian hari.
    • Pilih Jalur Seleksi: Di bagian dashboard, pilih jalur seleksi yang kamu ikuti (misalnya SNBP atau SNBT). Pastikan pilihan universitas di akun KIP Kuliah sama dengan pilihanmu di akun SNPMB.

    Keuntungan Jika Kamu Lolos KIP Kuliah

    Jika terpilih sebagai penerima, kamu akan mendapatkan fasilitas luar biasa yang mencakup:

    • Pembebasan Biaya Kuliah: Kamu tidak perlu membayar uang semester (UKT) sama sekali hingga lulus tepat waktu.
    • Uang Saku Bulanan: Kamu akan menerima bantuan biaya hidup yang berkisar antara Rp800.000 hingga Rp1.400.000 per bulan, tergantung pada zonasi wilayah universitasmu.
    • Bebas Biaya Pendaftaran: Kamu juga bisa mendapatkan fasilitas gratis biaya pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi tertentu.

    Baca Juga: KKS Bank Ini Terpantau Mulai Cairkan Bansos PKH dan BPNT Februari 2026 Pagi Ini, Segera Cek Saldo Kamu!

    Pesan Penting untuk Pendaftar

    Ingat, KIP Kuliah diprioritaskan untuk siswa yang memiliki kartu KIP saat sekolah atau keluarganya terdaftar dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

    Jika kamu belum terdaftar di DTKS, kamu masih bisa mendaftar dengan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh kelurahan atau desa setempat.

    Jangan menunda pendaftaran sampai mendekati hari penutupan jalur seleksi untuk menghindari gangguan pada server website yang biasanya sangat sibuk di detik-detik terakhir.

  • Ratusan Kepala Sekolah Dilantik, Sekda Aceh Tekankan Pemulihan dan Peningkatan Mutu Pendidikan

    Ratusan Kepala Sekolah Dilantik, Sekda Aceh Tekankan Pemulihan dan Peningkatan Mutu Pendidikan

    Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, resmi melantik sebanyak 201 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di bawah naungan Pemerintah Aceh.

    Prosesi pelantikan berlangsung pada Senin (26/1/2026) di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh.

    Dalam kesempatan itu, M Nasir menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai ujung tombak dalam menjaga dan membangun masa depan pendidikan di Aceh.

    Ia menyampaikan apresiasi atas prestasi Aceh yang berhasil menembus lima besar nasional dalam tingkat kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025.

    Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kontribusi besar para pendidik di berbagai daerah.

    “Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah mendorong peringkat Aceh di tingkat nasional,” ujarnya.

    Meski demikian, Sekda Aceh mengingatkan masih adanya tantangan serius yang perlu segera ditangani.

    Ia menyebutkan bahwa meskipun pada 2025 Pemerintah Aceh telah menyalurkan beasiswa kepada 93.579 anak yatim di seluruh kabupaten/kota dan berbagai jenjang pendidikan, masih terdapat sekitar 56 ribu remaja berusia 16 hingga 18 tahun yang belum mengenyam pendidikan.

    “Kalau ini tidak cepat kita tangani, maka akan menjadi bom waktu bagi proses pembangunan Aceh,” tegas M Nasir.

    Ia pun berharap para kepala sekolah yang baru saja dilantik dapat berkontribusi nyata dalam menekan angka putus sekolah tersebut secara signifikan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

    Lebih lanjut, M Nasir menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan amanah dan kepercayaan dari negara.

    Menurutnya, kualitas kepemimpinan kepala sekolah sangat menentukan suasana belajar serta arah kemajuan lembaga pendidikan.

    “Sekolah tidak hanya membutuhkan fasilitas, tetapi juga kepemimpinan yang mumpuni dan berkualitas,” katanya.

    Sekda juga menyinggung kondisi sejumlah sekolah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

    Ia mendorong para kepala sekolah untuk berperan aktif dalam memulihkan kondisi pendidikan sekaligus meningkatkan prestasi peserta didik.

    “Ciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan aman bagi anak,” pesan Sekda.

    Selain itu, M Nasir mengajak seluruh kepala sekolah untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis pemerintah dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting.

    Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRA Yahdi Hasan, Kepala Badan Kepegawaian Aceh Abdul Qohar, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.

    Sumber: acehprov

  • Kontingen MI Islamiyah Rogojampi Tembus Nasional di KOMPERASIA 2 UNESA

    Kontingen MI Islamiyah Rogojampi Tembus Nasional di KOMPERASIA 2 UNESA

    Kontingen MI Islamiyah Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, menorehkan prestasi membanggakan di ajang KOMPERASIA 2 (Kompetisi Pelajar Juara Indonesia ke-2) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Andima Smarthouse.

    Kompetisi bergengsi tersebut dilaksanakan secara luring pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

    Dalam keikutsertaan perdananya di tingkat nasional, MI Islamiyah Rogojampi berhasil membawa pulang tiga medali dari bidang akademik berbeda.

    Prestasi tersebut diraih oleh Ilman Rasyid Abdillah yang meraih medali perak bidang Bahasa Inggris, Hafiz Maulana Ishak yang memperoleh medali perunggu bidang Matematika, serta Brama Alaric Zeroun Al Faizullah yang menyabet medali perunggu bidang Sains.

    Ketiganya merupakan siswa kelas 6 MI Islamiyah Rogojampi yang mengikuti lomba secara individu.

    Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Para siswa menjalani persiapan intensif selama sekitar dua hingga tiga bulan.

    Selama pelaksanaan lomba di Surabaya, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari pihak sekolah dan orang tua.

    Pendampingan pembinaan akademik di sekolah oleh para pembina sesuai bidang lomba, yakni M.S. Rahdiyan Syah Tuasikal, S.Pd. (Bahasa Inggris), Mohamad Nurhadi, S.Pd. (Matematika), dan Maria Ulfa, S.Pd. (Sains).

    Peran pembina dan dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan diri, disiplin belajar, serta ketangguhan mental siswa saat berkompetisi di tingkat nasional.

    Pihak sekolah menyampaikan harapan agar capaian ini menjadi pemantik semangat belajar bagi seluruh siswa.

    Prestasi yang diraih diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi motivasi berkelanjutan agar peserta didik tumbuh sebagai anak-anak yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memenuhi harapan orang tua serta sekolah.

    Prestasi di KOMPERASIA 2 ini sekaligus menegaskan komitmen MI Islamiyah Rogojampi dalam mendorong budaya kompetitif yang sehat dan edukatif.

    Keberhasilan menembus ajang nasional pada keikutsertaan pertama menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, dukungan lembaga, dan semangat belajar yang kuat, siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.