Tag: pendidikan

  • Made Divayani, Siswi SMK PGRI Rogojampi yang Menoreh Prestasi Tingkat Provinsi

    Made Divayani, Siswi SMK PGRI Rogojampi yang Menoreh Prestasi Tingkat Provinsi

    Made Divayani, seorang gadis asal Banyuwangi, telah membuktikan dirinya  sebagai pelajar berprestasi di SMK PGRI Rogojampi, Banyuwangi.

    Selain menonjol di bidang akademik, Diva juga meraih sejumlah penghargaan di dunia non-akademik, khususnya di dunia model dan fesyen.

    Beberapa prestasi gemilang yang berhasil diraih Diva antara lain, terpilih sebagai Top Model Jawa Timur 2023 dan meraih posisi 5th Runner-Up Putri Remaja Jawa Timur 2023 pada ajang yang diselenggarakan oleh Mas Aris Musaini.

    Ajang ini bertujuan untuk memajukan industri kreatif di bidang jasa kecantikan, fesyen, serta sektor lokal di Jawa Timur.

    Diva juga menorehkan prestasi membanggakan lainnya, yakni menjadi pemenang dalam ajang Miss Putri Cheongsam 2024 yang diadakan oleh Miss Jatim Winner, ajang bergengsi di Jawa Timur yang mengedepankan bidang fashion show.

    Di tingkat kabupaten, gadis kelahiran 2007 ini juga berhasil menjadi finalis dalam Jebeng Thulik Banyuwangi 2023.

    Event tahunan ini merupakan ajang bergengsi yang hanya diikuti oleh putra-putri terbaik Banyuwangi melalui proses seleksi ketat.

    Selain itu, Diva juga aktif sebagai Duta Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi 2023 hingga sekarang.

    Dalam peran ini, Diva mempromosikan produk-produk UMKM lokal melalui konten video, sebagai wujud dedikasinya dalam memajukan sektor ekonomi kreatif dan memperkenalkan budaya daerah Banyuwangi.

    Salah satu pencapaian terbarunya adalah meraih gelar Best Costume pada ajang Banyuwangi Ethno Carnival 2024.

    Prestasi ini semakin mengukuhkan namanya sebagai sosok yang tak hanya berbakat, tetapi juga konsisten dalam berkarir di dunia model dan fashion.

    Kesuksesan Diva tentu tidak terlepas dari dukungan keluarga, sahabat, serta guru-guru di SMK PGRI Rogojampi yang senantiasa memberikan semangat dan motivasi.

    Semua pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolahnya, sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda Banyuwangi memiliki potensi besar untuk bersinar di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

    “Jangan pernah takut bermimpi. Percayalah pada diri sendiri, teruslah bekerja keras, dan jangan lupa berdoa. Dengan usaha dan niat baik, semua impian akan menjadi mungkin. Jadilah versi terbaik dirimu untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, ” ujarnya.

    Segudang prestasi yang ditorehkan Diva membuktikan bahwa generasi muda Banyuwangi memiliki potensi besar untuk bersinar di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

    Penulis: Andi BS

    Editor: Maulana Affandi

  • Membanggakan, SMK PGRI Rogojampi Raih Prestasi di SCOTH Politeknik Negeri Banyuwangi

    Membanggakan, SMK PGRI Rogojampi Raih Prestasi di SCOTH Politeknik Negeri Banyuwangi

    SMK PGRI Rogojampi (SMKPRO) kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih prestasi di ajang Seminar and Competition of Tourism Hospitality (SCOTH) yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Banyuwangi (POLIWANGI).

    Kompetisi ini diikuti oleh berbagai SMK se-Kabupaten Banyuwangi pada 19-20 November 2024, bertempat di kampus POLIWANGI, satu-satunya politeknik negeri di Banyuwangi.

    Pada kompetisi cooking tahun ini, tema yang diusung adalah “Sculpting the Value of Contemporary Fusion Cuisine.”

    Kegiatan berlangsung selama dua hari, di mana hari pertama diisi dengan seminar dan gala dinner, sementara hari kedua menjadi puncak kompetisi.

    Tantangan Mystery Box

    Pada hari kedua, peserta dari jurusan Tata Boga menghadapi tantangan mystery box. Dalam tantangan ini, bahan masakan baru diumumkan saat perlombaan dimulai.

    Para peserta hanya memiliki waktu 90 menit untuk mengolah bahan-bahan tersebut menjadi hidangan utama (main course) yang kreatif dan berkualitas.

    Dengan keterampilan dan kreativitasnya, tim SMK PGRI Rogojampi berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi ini.

    Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kemampuan siswa SMKPRO di bidang kuliner.

    Apresiasi dan Harapan

    Gracia Widyawati, S.Pd., selaku Kepala Program Kuliner SMK PGRI Rogojampi menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ini.

    Ia memberikan apresiasi kepada siswa peserta lomba, guru pembimbing, serta seluruh elemen sekolah yang mendukung penuh keberhasilan mereka.

    “Kami sangat bangga dengan capaian ini. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa kami mampu bersaing di ajang bergengsi dan menunjukkan kualitas terbaiknya,” ungkap Gracia.

    Kepala sekolah, H. Danang Bagiono, S.Si., juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa terus diadakan untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengasah kreativitas dan keterampilan mereka.

    “Semoga ke depan, siswa kami dapat terus mengukir prestasi yang lebih gemilang dan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk berkembang lebih jauh,” tuturnya.

    Komitmen SMK PGRI Rogojampi

    Sebagai SMK Pusat Keunggulan di bidang hospitality, SMK PGRI Rogojampi terus berkomitmen untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan dan pengalaman praktik terbaik.

    Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan program pembelajaran yang inovatif, sekolah ini bertekad mencetak generasi yang kompeten dan berdaya saing di dunia kuliner dan pariwisata.

    Semakin meningkatnya minat generasi muda di Banyuwangi terhadap dunia kuliner, SMK PGRI Rogojampi optimis dapat terus menghasilkan siswa-siswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

  • Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda: Madrasah Berprestasi dengan Kualitas Unggul

    Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda: Madrasah Berprestasi dengan Kualitas Unggul

    Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda Badean terus menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di Banyuwangi.

    Dengan sederet prestasi di bidang akademik dan non-akademik, madrasah ini semakin mengukuhkan diri sebagai institusi yang layak diperhitungkan.

    Kepala MTs Nurul Huda, Halili, M.HI, menegaskan bahwa madrasah berbasis pondok pesantren ini tidak hanya unggul dalam pencapaian akademik tetapi juga fokus pada pembentukan karakter dan integritas peserta didik.

    MTs Nurul Huda memiliki sejumlah program yang mendukung pengembangan siswa, baik akademik maupun non-akademik.

    • Kreasi Baris-Berbaris (LKBB): Program ini menjadi andalan di bidang non-akademik.
    • Kelas Khusus Akademik: Termasuk kelas Sains, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris yang bertujuan mempersiapkan siswa untuk berbagai kompetisi akademik tingkat daerah hingga nasional.

    Dengan latihan terstruktur, siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan terbaiknya sehingga dapat tampil maksimal dalam setiap lomba atau kompetisi.

    Sepanjang tahun 2024, MTs Nurul Huda aktif mengikuti berbagai event di bidang akademik dan non-akademik.

    Bidang Non-Akademik

    • LKBB se-Jawa Bali di MAN 3 Banyuwangi, Februari 2024, dengan satu peleton beranggotakan 16 siswa.
    • LKBB Tingkat Kabupaten Banyuwangi, September 2024, di GOR Banyuwangi, diselenggarakan oleh Dispora Banyuwangi.
    • LKBB Tingkat Jawa Timur, September 2024.

    Program ini dibimbing oleh Khoironi sebagai pembina, bersama dua pelatih, M. Rozin Fuadi dan Sirojunnur.

    Bidang Akademik

    • Kompetisi Sains Nasional di SMPN 2 Puger, Jember, pada November 2024. Kompetisi ini diikuti oleh 14 siswa yang berkompetisi di tiga mata pelajaran, yaitu IPA, IPS, dan Bahasa Inggris.
    • Bimbingan diberikan oleh tim guru yang kompeten, yakni Vivin Kusumaningrum, S.Pd., M.Pd., Nikmatul Mardiyah, S.Pd., dan A. Nurbudiono, S.Pd.

    Prestasi Gemilang

    MTs Nurul Huda berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi, antara lain:

    • Juara 2 LKBB se-Jawa Bali 2024.
    • Juara 2 LKBB Kabupaten Banyuwangi 2024.
    • Juara 1 Kategori Mula LKBB Jawa Timur 2024.
    • Juara 3 Make Up Terbaik LKBB Jawa Timur 2024.
    • Lima medali perunggu Olimpiade Sains Nasional (IPA, IPS, dan Bahasa Inggris) yang diselenggarakan oleh Digniti Jakarta.

    Halili berharap MTs Nurul Huda terus mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, dan multi-talenta yang relevan dengan tantangan zaman.

    Komitmen MTs Nurul Huda terhadap pengembangan literasi, karakter, dan bakat siswa menjadi salah satu alasan mengapa madrasah ini selalu terdepan.

    Dengan dukungan penuh dari para guru, pelatih, dan kepala madrasah, madrasah ini terus membuktikan bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu bersaing dan berprestasi di berbagai bidang.

    Penulis: Andi BS

    Editor: Maulana Affandi

  • Membanggakan, SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya Terbitkan Dua Buku Antologi Cerpen Siswa

    Membanggakan, SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya Terbitkan Dua Buku Antologi Cerpen Siswa

    SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya kembali mencetak sejarah baru di dunia pendidikan dengan meluncurkan dua buku antologi cerpen karya siswa kelas XI pada bulan November 2024.

    Buku-buku ini diberi judul Ada Apa di Balik Layar Ponselmu? dan Fragmen Masa Remaja SMA.

    Proyek literasi ini menunjukkan betapa sekolah tersebut tak hanya unggul dalam mencetak siswa-siswi berprestasi akademik, tetapi juga kreatif dan imajinatif.

    Karya tersebut lahir di bawah bimbingan penuh dedikasi dari dua guru inspiratif, Ainul Latifah, S.Pd., dan Dhimas Asih Kusuma Persadha, M.Pd.

    Dengan bimbingan pada pendidik, siswa-siswi mampu mengekspresikan ide-ide mereka melalui tulisan.

    Hasilnya, puluhan cerita pendek yang mengisahkan kehidupan sehari-hari, cinta, hingga cita-cita berhasil dirangkum menjadi dua buku yang menggambarkan realitas masa muda dengan penuh warna.

    Ada Apa di Balik Layar Ponselmu? menggali cerita-cerita yang terinspirasi dari dinamika kehidupan digital siswa.

    Mulai dari perjuangan menemukan jati diri di tengah hiruk-pikuk media sosial hingga kisah persahabatan yang diuji oleh teknologi.

    Buku ini menyentuh tema yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda masa kini.

    Sementara itu, Fragmen Masa Remaja SMA membawa pembaca menyelami berbagai perasaan, tantangan, dan keindahan masa SMA.

    Dari kisah cinta pertama yang penuh gejolak hingga perjuangan menggapai cita-cita di tengah keterbatasan, buku ini menawarkan beragam cerita yang memotret kehidupan remaja dengan jujur dan menyentuh hati.

    Kedua buku ini menjadi bukti bahwa siswa SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang luar biasa.

    Hal ini tidak lepas dari peran para pembimbing yang mendorong siswa untuk menyalurkan ide-ide mereka dengan cara yang positif.

    Setiap tahunnya, pihak sekolah selalu berusaha mengajak siswa untuk berkarya dan mengabadikan hasilnya dalam bentuk buku sebagai salah satu langkah konkret untuk membangun budaya literasi di sekolah kami.

    Kepala sekolah, Elis Santi, M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap proyek literasi ini.

    Dalam Kata Pengantar di kedua buku tersebut, ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap para siswa dan guru yang terlibat.

    “Terbitnya buku ini bukan hanya pembuktian bahwa SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya mampu mencetak generasi cerdas, tetapi juga kreatif dan penuh imajinasi,” tulis Elis.

    Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi, Ahmad Jaenuri, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi lahirnya karya dari siswa-siswi SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Dalam Kata Pengantar, Ahmad Jaenuri berharap jika karya tersebut bisa menjadi pemantik untuk terus menggali potensi diri yang terpendam.

    Menurutnya, setiap individu memiliki keunikan dan bakat yang berbeda-beda, sehingga langkah yang diambil oleh SMAN 1 Rogojampi sangat tepat.

    “Semoga kumpulan cerpen ini dapat menjadi pemantik bagi kalian untuk terus menggali potensi diri yang terpendam,” tulisnya.

    Dhimas Asih Kusuma Persadha, M.Pd, salah satu guru pembimbing mengungkapkan rasa bangga terhadap anak didiknya.

    Ia berharap kreativitas yang telah terasah ini dapat terus berkembang, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di kehidupan sehari-hari karena setiap kata dapat mengubah dunia.

    “Setiap kata memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Gunakan pena kalian untuk menginspirasi,” harap Dhimas.

    Sementara itu, Ainul Latifah, S.Pd., menambahkan bahwa proses menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga mengenali diri sendiri.

    Ia percaya bahwa menulis dapat menjadi alat untuk merefleksikan perasaan dan pengalaman hidup.

    “Menulis bukan hanya sekadar menuangkan kata-kata di atas kertas, tetapi juga sebuah perjalanan untuk mengenali diri sendiri dan dunia sekitar kita,” kata Ainul.

    Proyek literasi ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas siswa, tetapi juga langkah besar dalam upaya meningkatkan budaya literasi di SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Dengan adanya karya-karya seperti ini, sekolah berharap dapat memberikan inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan mereka.

    Keberhasilan ini menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang cara menyampaikan ide dan gagasan kepada dunia.

    SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya telah membuktikan bahwa mereka mampu menjadi pelopor dalam bidang ini.

    Sebagai institusi pendidikan, sekolah ini berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi.

    Dengan dukungan guru-guru yang berdedikasi dan kepala sekolah yang visioner, tidak diragukan lagi bahwa SMAN 1 Rogojampi akan terus mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berprestasi.

    Penulis: Maulana Affandi

  • Dies Natalis ke-40 SMAN 1 Rogojampi Berlangsung Meriah dengan Segudang Prestasi Siswa

    Dies Natalis ke-40 SMAN 1 Rogojampi Berlangsung Meriah dengan Segudang Prestasi Siswa

    SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya merayakan Dies Natalis ke-40 dengan semangat “Man Jadda Wajadda” dan tagline inspiratif “Maju Bersama Hebat Semua.”

    Perayaan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 November 2024, di lingkungan sekolah yang menjadi rumah bagi siswa-siswi berbakat dari kelas X hingga XII.

    Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Elis Santi, M.Pd, SMAN 1 Rogojampi telah menjadi salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Banyuwangi.

    Sebagai informasi, Elis Santi, M.Pd, merupakan Kepala Sekolah Berprestasi Kategori Kepemimpinan Koordinatif dan Kolaboratif (kelompok SMA & PKPLK) dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi.

    Perayaan Dies Natalis ini dikemas dalam rangkaian acara yang berfokus pada kreativitas, kebersamaan, dan apresiasi terhadap bakat siswa. Berikut jadwal kegiatannya:

    1. Hari Pertama: Gelar Karya P5 (Selasa, 19 November 2024)

    Kegiatan dibuka dengan Gelar Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang diikuti siswa kelas X dan XI.

    Acara ini menjadi ajang unjuk gigi para siswa dalam menampilkan proyek-proyek inovatif dan kreatif yang mendukung semangat Kurikulum Merdeka.

    2. Hari Kedua: Jalan Sehat & Kompetisi Kreatif (Rabu, 20 November 2024)

    Hari kedua dimulai dengan kegiatan Jalan Sehat yang diikuti oleh seluruh warga sekolah, menciptakan momen kebersamaan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan.

    Setelah itu, giliran siswa-siswi berbakat kelas X dan XI yang memukau dengan penampilan band mereka. Suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize menarik dari sponsor acara.

    Salah satu momen yang paling dinantikan adalah Penobatan Putra Putri SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Para peserta tampil penuh percaya diri di atas catwalk dengan mengenakan busana khas yang mencerminkan karakter mereka masing-masing.

    Di sela-sela acara, terdapat bazar makanan dan minuman hasil kreativitas siswa kelas X.

    Beragam produk kuliner yang kekinian turut memeriahkan suasana, sekaligus menunjukkan kemampuan siswa dalam berwirausaha.

    3. Hari Ketiga: Acara Puncak & Guest Star (Kamis, 21 November 2024)

    Acara puncak Dies Natalis ke-40 menghadirkan Rizwan Fadillah, putra ketiga komedian ternama Entis Sutisna (Sule), sebagai guest star.

    Kehadirannya menambah semarak perayaan yang dikhususkan untuk warga SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

    Momen ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang sekolah selama empat dekade dalam dunia pendidikan.

    Selama 40 tahun berdiri, SMAN 1 Rogojampi telah mencatatkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional, antara lain:

    • Juara 2 Lomba Fotografi Tingkat Nasional oleh Himpunan Mahasiswa Gizi Kesehatan UGM.
    • The Best Director Banyuwangi Short Movie Festival 2024 oleh Media Rekam DKB.
    • Juara 2 dan Favorit Photo Contest IPB dengan tema Daily Life in Rural Area.
    • Juara 2 Olimpiade Nasional Bahasa Indonesia dan Juara 1 Fisika di STIKES Science Olympiad 2024.

    Prestasi ini menjadi bukti dedikasi sekolah dalam mendukung bakat dan potensi siswa di berbagai bidang.

    Dengan semangat “Man Jadda Wajadda,” SMAN 1 Rogojampi berkomitmen untuk terus mencetak siswa-siswi berprestasi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga siap bersaing di tingkat global.

    Sekolah ini juga berupaya untuk mengikuti perkembangan zaman melalui implementasi kurikulum yang relevan dan mendukung kreativitas siswa.

  • MI Islamiyah Rogojampi Borong Juara dalam Ajang Pemilihan Jebeng Thulik Cilik 2024

    MI Islamiyah Rogojampi Borong Juara dalam Ajang Pemilihan Jebeng Thulik Cilik 2024

    sastrawacana.id/ – MI Islimiyah Rogojampi merupakan madrasah favorit yang ada di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

    Bukan hanya diminati oleh masyarakat di Rogojampi saja, namun beberapa kecamatan lain, mulai dari Kabat, Blimbingsari, Singojuruh dan Songgon.

    Selama ini, segudang prestasi telah diraih MI Islamiyah Rogojampi baik bidang akademik maupun non akademik.

    Hal ini tidak terlepas dari peran Kepala Madrasah, pendidik, tenaga pendidik dan komite sekolah dalam berkomitmen untuk memajukan MI Islamiyah Rogojampi.

    Terbaru, MI Islamiyah Rogojampi menjadi juara dalam ajang Pemilihan Jebeng Thulik Cilik 2024 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Jebeng Thulik Banyuwangi, didukung oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, pada 17 November 2024 di auditorium STIKES Banyuwangi.

    Pemilihan Jebeng Thulik Cilik 2024 terdiri dari beberapa kategori, diantaranya kategori TK, kategori SD A (Kelas 1-3), kategori SD B (Kelas 4-6), dan kategori SMP.

    Nur Kholifah, S.Pd.I selaku koordinator peserta Jebeng Thulik MI Islamiyah menerangkan ada 9 peserta dari MI Islamiyah yang ikut serta dalam event tersebut.

    Para peserta cukup antusias dalam mengikuti latihan persiapan event jebeng thulik ini. Kurang lebih 3 pekan durasi waktu latihan berjalan.

    “Alhamdulillah kepala MI Islamiyah Rogojampi, bapak Nur Khoriri, SH sangat mendukung sekali kegiatan ini. Tidak tanggung-tanggung, MI Islamiyah mendatangkan pelatih dari luar yang berkompeten di bidang fashion dan model agar memperoleh hasil yang maksimal. Tidak sampai disitu saja MI Islamiyah Rogojampi juga mendatangkan alumni yang pernah berprestasi di ajang serupa untuk memberikan semangat dan dukungan kepada adik kelasnya” tutur Nur Kholifah.

    Pada hari pelaksanaan Pemilihan Jebeng Thulik Cilik 2024 ini, semua peserta diminta untuk tampil satu persatu berjalan di atas panggung dengan menggunakan pakaian khas Banyuwangi, Jebeng & Thulik dengan masing-masing gaya khas peserta.

    Setelah semua peserta unjuk gigi, kemudian dipilih 5 besar dan 1 juara favorit masing-masing kategori.

    MI Islamiya Rogojampi menyabet beberapa juara dalam beberapa kategori diantaranya:

    • Juara Jebeng Cilik kategori SD B: RIKA NUR ANGGRAINI dari kelas 6 Al khawarizmi
    • Juara Wakil 1 Thulik Cilik kategori SD A : ALFARIZQI KHAIRAN ADIWANGSA RADHANA dari Kelas 1 Al Ghazali
    • Juara Harapan 1 Thulik Cilik kategori SD A: REFLI AHSAN MUBAROQI dari Kelas 2 Jalaluddin Rumi
    • Juara harapan 2 thulik cilik kategori dari SD A: QAISAR ALGHANI PRAMONO dari Kelas 2 Salman Alfarisi.

    Pencapaian ini menjadi sebuah prestasi yang cukup membanggakan, sekaligus membuktikan bahwa MI Islamiyah Rogojampi terus menjadi sekolah yang berprestasi.

    Adapun kesuksesan yang diraih tidak terlepas dari semua elemen madrasah, mulai dari Kepala Madrasah, dewan guru dan juga komite sekolah.

    Dalam hal ini, wali murid juga menjadi figur yang berjasa dalam mendukung anak-anaknya di kegiatan Jebeng Thulik Cilik.

    Madrasah berharap dalam kegiatan Jebeng Thulik Cilik ini bisa meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap budaya lokal yang ada di Banyuwangi, mulai dari pakaian adat, Bahasa Using dan juga adat yang ada di Banyuwangi.

    Selanjutnya bisa mempertahankan prestasi yang sudah diraih pada tahun 2024 ini dan meningkatkan prestasi pada tahun selanjutnya.

  • Jelaskan Hubungan Ki Hajar Dewantara dan Konsep Sosiologi dalam Pendidikan Nasional Indonesia

    Jelaskan Hubungan Ki Hajar Dewantara dan Konsep Sosiologi dalam Pendidikan Nasional Indonesia

    Ki Hajar Dewantara adalah tokoh pendidikan nasional Indonesia yang memperkenalkan konsep pendidikan berbasis pada budaya dan karakter bangsa.

    Pemikiran Ki Hajar Dewantara memiliki hubungan erat dengan prinsip-prinsip sosiologi, terutama dalam konteks pendidikan nasional Indonesia.

    Berikut adalah beberapa kaitan penting antara konsep Ki Hajar Dewantara dan sosiologi dalam pendidikan nasional:

    1. Pendidikan sebagai Alat Transformasi Sosial

    Ki Hajar Dewantara memandang pendidikan sebagai sarana untuk mengubah masyarakat dan memperbaiki kondisi sosial.

    Konsep ini berkaitan dengan fungsi sosiologi pendidikan yang melihat pendidikan sebagai sarana sosialisasi dan instrumen perubahan sosial.

    Dalam konteks pendidikan nasional, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk menyiapkan individu secara akademis, tetapi juga sebagai alat transformasi agar masyarakat lebih berdaya dan bermartabat.

    2. Konsep Tri Pusat Pendidikan dan Interaksi Sosial

    Ki Hajar Dewantara memperkenalkan konsep Tri Pusat Pendidikan, yaitu pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

    Konsep ini relevan dengan teori sosiologi yang menekankan pentingnya berbagai agen sosial dalam membentuk kepribadian individu.

    Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang lebih luas, seperti keluarga dan masyarakat.

    Tri Pusat Pendidikan ini memperkuat bahwa pembentukan karakter bangsa merupakan tanggung jawab bersama, selaras dengan nilai gotong royong dalam budaya Indonesia.

    3. Prinsip Tut Wuri Handayani dalam Konteks Sosiologi

    Prinsip “Tut Wuri Handayani” yang berarti “di belakang memberi dorongan” mencerminkan konsep kepemimpinan dalam pendidikan yang menempatkan guru sebagai fasilitator, bukan sebagai otoritas yang menekan.

    Dalam sosiologi, prinsip ini dapat dikaitkan dengan pendekatan pembelajaran yang partisipatif, di mana siswa berperan aktif dalam proses belajar.

    Ki Hajar Dewantara menginginkan agar pendidikan mengembangkan kreativitas, kritis, dan kemampuan kolaborasi melalui pendekatan yang menghormati keunikan masing-masing individu.

    4. Pendidikan Berbasis Kebudayaan dan Identitas Bangsa

    Ki Hajar Dewantara menginginkan pendidikan yang menumbuhkan kesadaran budaya dan nasionalisme.

    Dalam sosiologi, konsep ini terkait dengan teori identitas sosial, di mana pendidikan berperan dalam membangun identitas kebangsaan.

    Pendidikan harus berakar pada budaya lokal dan kearifan bangsa, dengan tujuan untuk memperkuat persatuan dan kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

    Pemikiran ini menjadi dasar bagi pendidikan nasional yang tetap menghargai keberagaman budaya di Indonesia.

    5. Pendidikan Humanis dan Konsep Solidaritas Sosial

    Ki Hajar Dewantara menekankan pendidikan yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas.

    Hal ini berkaitan dengan konsep solidaritas sosial dalam sosiologi, di mana pendidikan berfungsi untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.

    Pendidikan yang bersifat humanis ini berusaha mengembangkan rasa empati, gotong royong, dan tanggung jawab sosial pada peserta didik, yang pada akhirnya akan membentuk masyarakat yang lebih harmonis.

    6. Peran Pendidikan dalam Mengatasi Kesenjangan Sosial

    Ki Hajar Dewantara menyadari bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam mengatasi ketidakadilan sosial.

    Dalam sosiologi, pendidikan juga dipandang sebagai cara untuk mengurangi kesenjangan sosial dengan memberikan akses yang adil bagi semua lapisan masyarakat.

    Melalui sistem pendidikan yang inklusif, Ki Hajar Dewantara mendorong pemerataan kesempatan belajar bagi semua anak bangsa, sehingga pendidikan bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

  • Dalam penentuan apakah harus membayar atau menolak suatu klaim

    Dalam penentuan apakah harus membayar atau menolak suatu klaim, penilai mengikuti prosedur penyelesaian dengan empat langkah pokok, jelaskan langkah-langkah tersebut.

    Jawaban:

    Dalam menentukan apakah perusahaan harus membayar atau menolak suatu klaim, penilai mengikuti prosedur penyelesaian dengan empat langkah berikut:

    1. Pemberitahuan Klaim

    Langkah pertama adalah pemberitahuan klaim oleh pemegang polis kepada perusahaan asuransi.

    Pemegang polis harus melaporkan kejadian yang mengakibatkan klaim secepat mungkin.

    Pemberitahuan ini biasanya harus sesuai dengan prosedur dan waktu yang ditetapkan dalam polis.

    Tahap ini memungkinkan perusahaan asuransi untuk memulai proses evaluasi klaim dan mempersiapkan tindakan investigasi jika diperlukan.

    2. Bukti Klaim

    Setelah pemberitahuan, pemegang polis diminta untuk memberikan bukti klaim yang mendukung kejadian yang diklaim.

    Bukti ini bisa berupa dokumen seperti laporan kerusakan, faktur, catatan medis, laporan kepolisian, foto, atau video.

    Penilai klaim memeriksa apakah dokumen-dokumen yang diajukan memenuhi syarat yang diatur dalam polis.

    Bukti yang kuat dan lengkap mempermudah proses klaim dan memastikan klaim tersebut valid.

    3. Penyelidikan Klaim

    Pada tahap ini, penilai klaim melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memverifikasi kebenaran klaim.

    Penyelidikan dapat melibatkan peninjauan lokasi, wawancara dengan saksi, pengecekan dokumen tambahan, atau kerja sama dengan pihak ketiga.

    Tujuan dari penyelidikan adalah untuk memastikan bahwa klaim sesuai dengan syarat dalam polis dan tidak ada unsur kecurangan atau ketidaksesuaian yang dapat memengaruhi keputusan klaim.

    4. Penyelesaian Klaim

    Setelah penyelidikan selesai dan penilai klaim memiliki cukup informasi, perusahaan akan memutuskan untuk menyetujui atau menolak klaim.

    Jika klaim disetujui, perusahaan akan menentukan jumlah pembayaran sesuai dengan ketentuan polis dan mengurus administrasi penyelesaian klaim.

    Jika klaim ditolak, perusahaan wajib memberi penjelasan kepada pemegang polis mengenai alasan penolakan sesuai dengan ketentuan dalam polis.

    Penjelasan ini memungkinkan pemegang polis untuk memahami alasan di balik keputusan dan memberikan opsi jika ingin mengajukan banding atau solusi lebih lanjut.

  • Rumah Literasi Indonesia, Pusat Inspirasi dan Edukasi untuk Masyarakat Banyuwangi

    Rumah Literasi Indonesia, Pusat Inspirasi dan Edukasi untuk Masyarakat Banyuwangi

    Rumah Literasi Indonesia yang terletak di Ketapang, Banyuwangi adalah pusat edukasi dan literasi bagi anak-anak dan remaja.

    Tidak hanya menyediakan berbagai koleksi buku bacaan, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.

    Konsep yang diusung oleh sang penggagas, Tunggul Harwanto berhasil menarik perhatian berbagai pihak untuk berkolaborasi, termasuk lembaga internasional seperti UNICEF dan USAID hingga sejumlah perusahaan dalam negeri.

    Sebagai informasi, Tunggul Harwanto yang merupakan sosok di balik Rumah Literasi Indonesia memiliki latar belakang pendidikan yang menarik.

    Alumni SMAN 1 Jembrana, Bali ini melanjutkan pendidikannya di bidang keperawatan di STIKES Banyuwangi, lalu meraih gelar S2 di bidang Kedokteran Keluarga di sebuah perguruan tinggi negeri di Solo.

    Tunggul pernah menjadi dosen di Universitas Bhakti Indonesia Banyuwangi jurusan Keperawatan, namun ia memutuskan berhenti mengajar untuk fokus mengembangkan dunia literasi.

    Baginya, dunia literasi lebih dari sekadar menyediakan akses buku, tapi bentuk perjuangan untuk membuka wawasan dan masa depan generasi muda.

    “Rumah Literasi Indonesia ini adalah upaya kami untuk memberikan kesempatan bagi setiap anak dan remaja di pelosok daerah agar memiliki akses terhadap buku dan ilmu pengetahuan,” jelas Tunggul.

    Ia berharap Rumah Literasi Indonesia dapat membantu mengatasi kesenjangan dalam akses literasi, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

    Program Kegiatan di Rumah Literasi Indonesia

    Rumah Literasi Indonesia menjalankan beberapa program inovatif yang dirancang untuk menjangkau masyarakat luas.

    Program unggulannya adalah Gerakan 1000 Rumah Baca, sebuah gerakan untuk mengajak masyarakat mendirikan rumah baca berbasis komunitas di berbagai daerah.

    Gerakan ini dilandasi oleh visi bahwa keluarga memainkan peran penting dalam mendidik generasi muda.

    Dengan adanya 1000 rumah baca di seluruh pelosok negeri, anak-anak di daerah terpencil akan memiliki akses buku dan kegiatan literasi yang dapat membantu mengembangkan kemampuan mereka.

    Selain itu, Tunggul dan timnya juga aktif melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di daerah terpencil.

    Melalui kegiatan ini, mereka mengajak siswa untuk bermimpi besar dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang sama dengan anak-anak di kota.

    Cara ini dianggap lebih proaktif dan berfokus pada “menjemput bola” sehingga para siswa merasa lebih dekat dengan dunia literasi.

    Tunggul dan relawan juga mengemas kunjungan ini dengan aktivitas kreatif dan inspiratif untuk membangun cita-cita dan imajinasi anak-anak.

    Kemudian, Rumah Literasi Indonesia juga menjalankan program Wisata Literasi yang unik.

    Program ini menggabungkan unsur pendidikan dengan kegiatan wisata yang menarik, sehingga cocok untuk semua usia, mulai dari pelajar hingga profesional.

    Para pengunjung dapat ikut serta dalam berbagai kegiatan, seperti pengumpulan sampah organik yang kemudian dapat ditukar dengan uang, hingga belajar tentang budidaya lobster dan maggot.

    Pengalaman wisata ini mengajarkan nilai keberlanjutan dan memberikan kesadaran lingkungan bagi para pengunjung.

    SocioPreneur dan Ekonomi Mandiri

    Untuk mendukung keberlangsungan Rumah Literasi, Tunggul menerapkan konsep socio-preneur di mana Rumah Literasi yang berfungsi sebagai ruang belajar dan juga sirkulasi ekonomi mandiri.

    Konsep ini memberi kesempatan kepada para relawan muda untuk mengembangkan bisnis yang berfokus pada penyelesaian masalah sosial, seperti kesehatan masyarakat, pendidikan, dan lingkungan.

    Program ini diharapkan tidak hanya membantu perekonomian komunitas sekitar, tetapi juga melatih para relawan muda dalam mengelola bisnis berkelanjutan dengan tujuan sosial.

    Berkat konsep socio-preneur yang diterapkan, Rumah Literasi Indonesia kini menarik berbagai pihak untuk berkolaborasi.

    Sejumlah lembaga, seperti UNICEF, Alibaba, Gramedia, ASDP, BUMN, dan Rotary International telah bekerja sama dengan Rumah Literasi Indonesia dalam mendukung program-program edukasi.

    Dukungan dari Para Relawan dan Apresiasi Masyarakat

    Setiap harinya, Rumah Literasi Indonesia dikunjungi oleh berbagai tamu, mulai dari perorangan, lembaga, hingga perusahaan yang tertarik untuk berkontribusi.

    Saat ini, lebih dari 500 relawan terlibat aktif dalam mendukung kegiatan di Rumah Literasi.

    Kehadiran para relawan ini menjadi bukti bahwa semangat literasi telah menyebar dan mengakar kuat di masyarakat.

    Bung Aguk, seorang aktivis sosial dan pegiat literasi yang pernah mengikuti Jambore Sastra Asia Tenggara mengapresiasi Rumah Literasi Indonesia.

    “Apa yang dilakukan Rumah Literasi Indonesia ini adalah contoh nyata bagaimana literasi bisa menyentuh dan memberdayakan masyarakat, bukan hanya sebagai sarana membaca, tetapi sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masa depan generasi muda,” ungkapnya.

    Bagi Bung Aguk, program ini bukan sekadar inisiatif lokal, melainkan gerakan besar yang sangat berarti dalam pembangunan masyarakat.

    Harapan di Masa Depan

    Tunggul berharap Rumah Literasi Indonesia bisa terus mengembangkan sayap dan menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia.

    Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak, ia optimis Rumah Literasi bisa menjadi contoh model literasi yang berkelanjutan.

    Baginya, Rumah Literasi Indonesia adalah upaya untuk memberikan setiap anak kesempatan yang sama untuk meraih ilmu pengetahuan.

    “Rumah Literasi Indonesia hadir bukan hanya untuk memberikan buku, tetapi untuk menginspirasi dan membentuk generasi yang berdaya,” tegas Tunggul.

    Ia berharap, apa yang mereka lakukan di Rumah Literasi Indonesia bisa memicu munculnya lebih banyak gerakan literasi di berbagai daerah, terutama di pelosok negeri. (MA)

  • Polije Ciptakan Aplikasi AnemiaGo untuk Bantu Cegah Stunting di Masyarakat

    Polije Ciptakan Aplikasi AnemiaGo untuk Bantu Cegah Stunting di Masyarakat

    Tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember (Polije) baru-baru ini meluncurkan aplikasi berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama AnemiaGo.

    Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat Desa Yosowilangun Kidul, Lumajang, Jawa Timur dalam mendeteksi dan mencegah anemia, salah satu faktor yang berperan dalam masalah stunting.

    Program ini juga menjadi bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dari Polije.

    Tujuan utama dari aplikasi AnemiaGo adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya anemia dan pentingnya pencegahannya untuk mencegah stunting di masa depan.

    Dengan berbagai fitur yang mudah diakses dan dipahami, aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih memahami masalah anemia dan mengambil langkah-langkah preventif yang tepat.

    Sabran, ketua tim pengabdian masyarakat Polije menjelaskan bahwa aplikasi ini menyediakan informasi lengkap yang dapat diakses oleh siapa saja yang menggunakannya.

    “Dengan demikian, masyarakat diharapkan bisa lebih sadar akan pentingnya pencegahan anemia dan potensi dampaknya terhadap stunting,” kata Sabran.

    Aplikasi AnemiaGo ini didanai oleh program hibah dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi tahun anggaran 2024.

    Dilengkapi dengan antarmuka pengguna yang sederhana dan ramah, aplikasi ini sangat mudah digunakan oleh masyarakat, bahkan bagi mereka yang tidak terlalu familiar dengan teknologi.

    “AnemiaGo juga memiliki beberapa fitur unggulan, di antaranya fitur edukasi yang memberikan informasi mengenai anemia dan cara pencegahannya, fitur deteksi dini untuk mengetahui risiko anemia, jurnal kesehatan yang memungkinkan pengguna mencatat perkembangan kondisi mereka, serta fitur komunitas yang menghubungkan pengguna dalam satu platform untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait kesehatan,” jelas Sabran.

    Dian Kartika, anggota tim lainnya yang turut mengembangkan AnemiaGo menambahkan bahwa inovasi ini tidak hanya menawarkan teknologi canggih, tetapi juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal kesehatan, terutama dalam mencegah anemia dan stunting.

    “Kami berharap, dengan adanya aplikasi AnemiaGo, masyarakat di Desa Yosowilangun Kidul dapat lebih aktif dalam menjaga kesehatannya dan mencegah masalah kesehatan yang bisa berdampak jangka panjang,” ujar Dian.

    Kegiatan pelatihan dan sosialisasi aplikasi AnemiaGo berlangsung di Kantor Desa Yosowilangun Kidul dan mendapat sambutan positif dari warga.

    Warga sangat antusias mengikuti pelatihan mengenai cara penggunaan aplikasi dan manfaatnya untuk kesehatan.

    Harapannya, aplikasi ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat di Desa Yosowilangun Kidul, tetapi juga bisa diterapkan di wilayah lainnya.

    Selain Sabran dan Dian, pengembangan aplikasi AnemiaGo melibatkan dosen Polije lainnya, yakni Malinda Capril Nurul Satya.

    Program ini juga mengajak tiga mahasiswa Polije untuk terlibat langsung dalam pengembangan dan implementasi aplikasi ini.