Tag: pendidikan

  • Berdasarkan info grafis yang diberikan, luas panen dan hasil produksi padi tahun 2021 lebih tinggi

    Berdasarkan info grafis yang diberikan, luas panen dan hasil produksi padi tahun 2021 lebih tinggi

    Berdasarkan info grafis yang diberikan, luas panen dan hasil produksi padi tahun 2021 lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 terjadi selama….

    A. 5 bulan
    B. 6 bulan
    C. 7 bulan
    D. 8 bulan

    Jawaban:

    A. 5 bulan

    Pembahasan:

    Berdasarkan infografis “Perbandingan Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia Tahun 2020 dan 2021”, dapat disimpulkan bahwa terdapat 5 bulan di mana luas panen dan hasil produksi padi tahun 2021 lebih tinggi dibandingkan tahun 2020.

    Hal ini terlihat dari grafik batang yang menampilkan data bulanan sepanjang tahun, baik untuk luas panen (dalam juta hektar) maupun hasil produksi (dalam juta ton).

    Pada bulan Januari, Februari, Maret, Mei, dan Juni, grafik menunjukkan bahwa batang untuk tahun 2021 berada di atas batang tahun 2020, baik pada indikator luas panen maupun hasil produksi.

    Artinya, pada bulan-bulan tersebut, terjadi peningkatan baik dari segi lahan yang dipanen maupun total hasil panennya.

    Artinya kinerja pertanian padi pada bulan-bulan tersebut mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sementara itu, pada bulan-bulan lain, seperti April, Juli hingga Desember, data menunjukkan bahwa capaian tahun 2021 tidak melampaui atau hanya unggul pada salah satu indikator saja.

    Oleh karena itu, bulan-bulan tersebut tidak dihitung dalam penilaian ini.

    Peletakan data secara visual dalam bentuk infografis sangat membantu untuk memahami perbandingan antar tahun, karena pembaca bisa langsung melihat dan membandingkan tinggi grafik batang dari masing-masing indikator.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kenaikan luas panen dan produksi padi secara bersamaan terjadi selama lima bulan pada tahun 2021, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020.

  • Mengapa gambar aspek green jobs diletakkan di tengah paragraf?

    Mengapa gambar aspek green jobs diletakkan di tengah paragraf?

    Gambar aspek green jobs diletakkan di tengah paragraf untuk memperkuat pemahaman pembaca terhadap isi teks yang sedang dibahas.

    Penempatan gambar di posisi tersebut bersifat strategis karena biasanya bertepatan dengan uraian atau penjelasan inti mengenai konsep green jobs.

    Dengan demikian, gambar berfungsi sebagai ilustrasi visual yang membantu memperjelas informasi, menarik perhatian, dan memperkuat pesan utama dalam paragraf.

    Hal ini juga sejalan dengan prinsip keterpaduan antara teks dan media visual dalam penyajian informasi yang efektif.

    Dengan menempatkan gambar di tengah paragraf, pembaca dapat langsung mengaitkan informasi visual dengan kalimat atau penjelasan yang sedang mereka baca.

    Hal ini mempercepat proses pemahaman dan membuat pengalaman membaca menjadi lebih menarik dan interaktif.

    Misalnya, saat teks membahas contoh pekerjaan ramah lingkungan seperti petani organik, teknisi panel surya, atau pengelola limbah, gambar yang ditampilkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai profesi tersebut.

    Selain itu, secara estetika dan struktur tata letak, meletakkan gambar di tengah paragraf membantu menjaga keseimbangan antara elemen teks dan visual.

    Penempatan semacam ini juga mengikuti prinsip desain komunikasi visual yang menyarankan integrasi antara teks dan gambar secara harmonis untuk meningkatkan efektivitas pesan.

    Dalam konteks pendidikan atau penyampaian informasi berbasis literasi visual, integrasi gambar di tengah paragraf juga mendukung gaya belajar visual, yaitu mereka yang lebih mudah memahami informasi melalui gambar daripada teks panjang.

    Dengan demikian, penempatan gambar aspek green jobs di tengah paragraf bukan hanya untuk estetika, melainkan juga sebagai strategi komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan dengan lebih jelas, menarik, dan bermakna bagi pembaca.

  • Hidupkan Literasi, Gubernur Sulbar Wajibkan Siswa Baca 20 Buku Sebagai Syarat Lulus

    Hidupkan Literasi, Gubernur Sulbar Wajibkan Siswa Baca 20 Buku Sebagai Syarat Lulus

    Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) membuat kebijakan menarik demi menumbuhkan budaya baca di kalangan pelajar, khususnya siswa setingkat SMA/SMK.

    Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan setiap siswa untuk membaca minimal 20 judul buku sebagai syarat kelulusan.

    Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 000.4.14.1/174//11/2025 yang diteken pada 5 Juli 2025 dan disampaikan ke seluruh Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, serta instansi terkait di Sulawesi Barat.

    Menurut Gubernur Suhardi Duka, budaya membaca adalah pondasi penting dalam membangun kecerdasan bangsa.

    “Gerakan ini menjadi salah satu upaya nyata Pemprov Sulbar dalam membangun generasi literat sebagai fondasi pembangunan daerah menuju Sulawesi Barat maju dan sejahtera,” ujar Suhardi.

    Langkah ini juga sesuai dengan Undang‑Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

    Dengan mewajibkan siswa membaca 20 buku, diharapkan literasi mereka meningkat signifikan yang pada gilirannya mendukung perkembangan Sulawesi Barat yang lebih maju.

    “Pentingnya pengembangan budaya membaca sebagai bagian dari pembangunan kecerdasan bangsa, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan,” kata Suhardi.

    Dari 20 judul yang wajib dibaca, dua di antaranya harus membahas tokoh lokal, yaitu Andi Depu, pahlawan wanita asal Sulbar dan Baharuddin Lopa, mantan Jaksa Agung RI.

    Tujuannya bukan hanya mendorong minat baca, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah.

    Tidak hanya soal membaca, kebijakan ini juga mendorong kehadiran pojok baca atau perpustakaan mini di setiap sekolah dan kantor pemerintahan.

    Gubernur memerintahkan agar perpustakaan di sekolah diperbaiki dan dikelola dengan baik. Siswa diminta mengunjungi perpustakaan setidaknya satu kali seminggu.

    Tak ketinggalan, dana BOS dialokasikan untuk mendukung sarana dan buku perpustakaan sesuai Permendikbudristek No. 63 Tahun 2023.

    Tak hanya jenjang SMP dan SMK, Sekolah dasar (SD), madrasah, hingga instansi pemerintahan juga diimbau menerapkan program serupa.

    Dengan membangun budaya baca dari usia dini, pemprov berharap Sulbar mampu mengurangi kesenjangan informasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di semua jenjang.

    Program ini adalah contoh konkret bahwa literasi adalah kunci membangun bangsa cerdas yang dimulai dari sekolah dan terus menjalar ke seluruh lapisan masyarakat.

  • Semarak P5 dan Classmeeting SMP Negeri 2 Rogojampi: Peringati HARJABA ke-253 dengan Pasar Inovasi Kewirausahaan dan Lomba Olahraga

    Semarak P5 dan Classmeeting SMP Negeri 2 Rogojampi: Peringati HARJABA ke-253 dengan Pasar Inovasi Kewirausahaan dan Lomba Olahraga

    Di penghujung semester ganjil tahun ajaran 2024-2025 SMP Negeri 2 Rogojampi mengadakan kegiatan P5 dan Classmeeting yang dilaksanakan mulai tanggal 17-19 Desember 2024 sekaligus memperingati Hari Jadi Banyuwangi (HARJABA) yang ke-253.

    Dalam kegiatan P5 kali ini mengangkat tema Pasar Inovasi Kewirausahaan (PIK). Kegiatan berupa bazar kuliner dan minuman kekinian yang diikuti peserta dari kelas 7, 8 dan 9.

    Bazar kuliner dan minuman dibuka mulai pukul 07.00 Wib sampai selesai.

    Berbeda dengan kegiatan bazar umumnya pengunjung tidak menggunakan uang untuk membeli produk. Namun dengan menggunakan kupon sebagai alat pembayaran.

    Untuk jenis kupon minuman senilai Rp3.000, sedangkan kupon makanan berat senilai Rp7.000.

    Kupon telah disiapkan oleh kelas masing-masing bisa dibeli oleh peserta didik di kelas itu terlebih dulu sebelum kegiatan bazar berlangsung. Dalam waktu kurang lebih 3 jam semua produk ludes terjual.

    “Di momen bazar kali, saya sangat senang dan bersemangat sekali. Karena saya dan teman-teman bisa belajar menjadi seorang wirausaha. Mulai dari cara membuat produk, packing produk sampai mempromosikan dan menjual produk. Ini kesempatan baik buat kami untuk belajar menjadi wirausaha yang sukses” jelas Nayla peserta bazar kelas 7.

    Untuk kegiatan Classmeeting ada lomba Futsal dan bola Voli yang diikuti peserta kelas 7, 8 dan 9.

    Tim yang bertanding sangat antusias sekali meski lapangan diguyur hujan. Di tengah hujan mereka tetap semangat bertanding.

    “Apa yang menjadi harapan dan keinginan saya sudah terwujud. Di momen HARJABA kali ini kami bisa melaksanakan kegiatan P5 sekaligus Classmeting. Kegiatan P5 Bertujuan untuk mencetak jiwa kewirausahaan peserta didik. Anak-anak bisa belajar wirausaha dengan baik sebagai praktik baik budaya positif sekolah. Selain itu Classmeting bertujuan menggali potensi dibidang olah raga dan praktik baik untuk kegiatan ekskul yang ada” jelas Marhenyantoro, S.Pd., SH., MM, selaku Kepala SMP Negeri 2 Rogojampi.

    Beberapa prestasi SMP Negeri 2 Rogojampi di bidang non akademik diantaranya Juara 2 tingkat pelajar se-kabupaten Banyuwangi.

    Lomba Hadrah Juara tingkat 2 se-kabupaten.

    Bahkan untuk lomba karate, tari, musik tradisional dan fashion pernah menjadi juara tingkat Nasional.

    Ketua panitia pada kegiatan P5 kali ini digawangi Rendi Black. Sedangkan ketua panitia kegiatan Clasmeeting digawangi oleh Hari Pusdika Trisno Putra merupakan Guru Penggerak Angkatan 3.

    Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Pelatihan Menulis Puisi MI Darun Najah II, Majidatul Himmah: Menulislah untuk Dikenang dan Menjadi Ilmu yang Bermanfaat

    Pelatihan Menulis Puisi MI Darun Najah II, Majidatul Himmah: Menulislah untuk Dikenang dan Menjadi Ilmu yang Bermanfaat

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap literasi, MI Darun Najah II Banyuwangi menggelar pelatihan Menulis puisi bagi siswi.

    Kegiatan yang melibatkan 99 siswi ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu H. Syafaat, S.H, M.H.I (Ketua Yayasan Lentera Sastra) dan Maulana Affandi, S.S (Pemred Penerbit Lintang & media Sastrawacana)

    Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Majidatul Himmah. S. Ag  mengingatkan jika karya dapat membuat seseorang dikenang dan menjadi amal jariyah jika tulisan itu dimanfaatkan  orang banyak, sehingga ia mengajak kepada setiap siswi untuk berkarya.

    “Tanpa karya, seseorang akan dilupakan. Maka kita harus menulis, agar nama kita dikenang selamanya,” paparnya.

    Pemateri pertama, Syafaat menjelaskan pengetahuan dasar tentang puisi dan memberi motivasi agar para siswi dapat berkarya.

    Kemudian, Syafaat juga menegaskan bahwa tidak ada tulisan yang jelek, sehingga ia menyeru kepada siswi agar tidak malu dengan tulisannya.

    “Tidak ada tulisan yang jelek, semua karya itu bagus. Jadi jangan malu, ya!” tegasnya.

    Tak hanya itu, Syafaat juga berbagi buku ‘Hebat Bersama Ummat’ pada siswa yang bisa menjawab pertanyaan, yaitu Hawa Ummu Salamah yang punya prestasi Hafidz, serta Adelia yang punya prestasi baca puisi di event Porseni, event Komunitas Gotongroyong45 dan finalis lomba se Jawa Bali di Bustanul Makmur 2023.

    Pemateri selanjutnya, Maulana Affandi yang merupakan alumni Fakultas Sastra UNEJ menggiring siswi interaktif untuk ungkapkan perasaan dan tuangkan dalam puisi.

    “Itu kenapa puisi disebut ungkapan hati atau curhat dalam bentuk tulisan yang indah, tapi cukup beberapa bait saja, nggak sampai jadi pentigraf atau cerpen bahkan novel,” paparnya.

    Affandi mengajarkan beberapa trik menulis puisi bagi siswi madrasah, salah satunya adalah menulis daftar kata yang berkaitan dengan tema atau topik yang diangkat.

    Dengan beberapa trik yang diberikan, siswi menjadi lebih mudah dalam menulis puisi.

    Setelah dialog interaktif, Maulana Affandi mengajak para siswi untuk praktik menulis puisi dengan menekankan agar menulis dengan hasil pemikiran sendiri, bukan mencontek atau duplikasi.

    Di sesi akhir, Bung Aguk yang turut hadir juga memberi arahan kepada para siswi, sekaligus membantu mereka dalam mengoreksi puisi yang ditulis.

    Kegiatan yang dipandu Miss Aida dan Yusqi  serta dinotulensi Ust Bagas itu, akhirnya menghasilkan karya puisi spontan dengan waktu relatif cepat.

    “Harapannya saat perpisahan akhir tahun ajaran akan terbit buku kedua ‘Petualangan  Penaku’ karya guru dan siswi tentang cerita dan puisi!” tutur Miss Aida yang diamanati pengembangan literasi dan kesiswaan ini.

    Sebagai iformasi tambahan, madrasah dengan program unggulan hafidzah ini, memiliki ekstra puisi, pantomin, pidato, nasyid, renang, MTQ kaligrafi .

    Di akhir pelatihan, siswi yang ikut lomba menulis surat ke Bupati dikumpulkan via Kepala Madrasah untuk selanjutnya dikirim ke Radar Banyuwangi sebelum deadline jelang Asyar.

    Penulis: Maulana Affandi/Aguk

  • MI Darun Najah II Banyuwangi, Madrasah dengan Segudang Prestasi di Bidang Literasi

    MI Darun Najah II Banyuwangi, Madrasah dengan Segudang Prestasi di Bidang Literasi

    MI Darun Najah II Banyuwangi merupakan salah satu madrasah dengan pencapaian terbaik dalam bidang literasi di Kabupaten Banyuwangi.

    Dengan berbagai prestasi yang diraih oleh para siswi, madrasah ini semakin memantapkan posisinya sebagai percontohan pendidikan literasi di sekolah.

    Sejumlah penghargaan berhasil diraih oleh para siswi MI Darun Najah 2, seperti juara lomba puisi, bercerita, dan pidato di tingkat kabupaten.

    Hal ini mencerminkan komitmen MI Darun Najah II Banyuwangi dalam membentuk generasi yang unggul di bidang literasi.

    Maulana Affandi, pemimpin redaksi Penerbit Lintang Banyuwangi, berkunjung ke MI Darun Najah II pada Sabtu (14/12/2024).

    Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Kepala Madrasah, Majidatul Himmah, S.Ag., untuk membahas berbagai program literasi yang telah diterapkan di madrasah ini.

    Affandi juga memberikan kenang-kenangan berupa buku terbitan Penerbit Lintang Banyuwangi sebagai dukungan atas semangat literasi yang digalakkan di sana.

    Keberhasilan MI Darun Najah 2 Banyuwangi di bidang literasi tidak terlepas dari berbagai program unggulan yang diterapkannya.

    Salah satu program unggulannya adalah Gerbang (Gemar Berbahasa Asing), inisiatif dari Kementerian Agama Banyuwangi.

    “Setiap hari Rabu, anak-anak berbahasa Inggris, mulai dari masuk gerbang hingga di kelas, untuk membiasakan mereka menggunakan bahasa Inggris,” ujar Kepala Madrasah.

    Selain itu, setiap siswi diwajibkan mengikuti ekstrakurikuler tahfiz Quran. Kepala Madrasah menyebut bahwa keberhasilan para siswi juga dipengaruhi oleh barokah dari membaca Al-Quran setiap hari.

    “Mungkin salah satu rahasia keberhasilan siswi adalah barokah dari Al-Quran. Dengan membaca dan menghafalnya, para siswi menjadi lebih disiplin dan cerdas,” tuturnya.

    Keberhasilan literasi di MI Darun Najah II juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya Yayasan Lentera Sastra yang digawangi oleh Syafaat.

    Sebagai penggerak literasi di Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Syafaat sering memberikan pelatihan kepada para siswi.

    Ia menekankan pentingnya literasi dalam membentuk generasi madrasah yang cerdas dan berwawasan luas.

    “Sudah dua buku yang diterbitkan oleh para siswi MI Darun Najah II. Dalam pelatihan, kami memberikan panduan sehari penuh, lalu anak-anak langsung menulis cerita berdasarkan pengalaman mereka,” ungkap Syafaat.

    Buku berjudul Petualangan Penaku adalah salah satu hasil kolaborasi antara MI Darun Najah 2 dan Yayasan Lentera Sastra.

    Buku ini memuat cerita-cerita dari para siswi yang mengangkat kehidupan mereka sehari-hari.

    Sementara itu, Aida Aristia Dewi, S.Pd., salah satu guru di MI Darun Najah II, juga turut berperan aktif dalam menggerakkan semangat literasi.

    Sebagai pegiat sastra dan pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris, ia kerap menggunakan puisi sebagai medium untuk meningkatkan minat siswi dalam membaca dan menulis.

    “Kami anggap puisi sebagai kegiatan literasi yang menyenangkan. Harapannya, ketika siswi mulai menyukai puisi, mereka akan gemar membaca,” jelas Aida.

    Selain mengajarkan puisi, Aida juga mendorong siswi untuk menulis karya-karya kreatif yang nantinya dapat diterbitkan sebagai buku.

    Komitmennya dalam bidang literasi menjadikannya salah satu figur penting di MI Darun Najah 2 Banyuwangi.

    Hal senada juga disampaikan oleh Bung Aguk, seorang budayawan dan pengajar puisi di MI Darun Najah II yang turut berkontribusi dalam memajukan literasi di madrasah.

    Ia menuturkan bahwa anak-anak yang mendalami ilmu agama cenderung lebih cerdas dan mampu memahami pelajaran dengan lebih baik.

    “Mereka yang mempelajari ilmu agama memiliki daya tangkap yang lebih tajam dalam memahami pelajaran,” terangnya, sembari mengenalkan salah satu murid berprestasi bernama Nayla.

    Hal ini menunjukkan sinergi antara pendidikan agama dan literasi dalam membentuk karakter para siswi MI Darun Najah 2.

    Dengan berbagai program unggulan, dukungan guru, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, MI Darun Najah II Banyuwangi terus menjadi inspirasi dalam dunia pendidikan.

    Madrasah ini tidak hanya mencetak generasi berprestasi di bidang literasi, tetapi juga generasi yang unggul dalam nilai-nilai agama.

  • Dalam silsilah keluarga terdapat beberapa unsur sejarah sehingga kita mengetahui kehidupan manusia di masa lampau

    Dalam silsilah keluarga terdapat beberapa unsur sejarah sehingga kita mengetahui kehidupan manusia di masa lampau. Unsur tersebut termasuk dalam ….

    a. unsur manusia

    b. unsur waktu

    c. unsur ruang

    d. unsur sejarah

    Jawaban:

    d. unsur sejarah

    Pembahasan:

    ​Unsur sejarah dalam silsilah keluarga merujuk pada elemen-elemen yang memberikan gambaran tentang kehidupan manusia di masa lampau, seperti asal-usul, hubungan antaranggota keluarga, serta kejadian-kejadian penting yang membentuk sejarah keluarga tersebut.

    Dalam hal ini, silsilah keluarga berfungsi sebagai dokumentasi sejarah yang membantu kita memahami perjalanan waktu, perkembangan sosial, dan perubahan dalam struktur keluarga sepanjang generasi.

    Unsur sejarah dalam silsilah keluarga juga mencakup informasi tentang asal-usul leluhur, tradisi yang diwariskan, serta perubahan sosial yang mungkin memengaruhi kehidupan keluarga dari generasi ke generasi.

    Dengan memahami unsur sejarah ini, kita dapat lebih menghargai perjalanan hidup keluarga, serta mendapatkan perspektif yang lebih dalam mengenai latar belakang budaya, sosial, dan politik yang membentuk kehidupan mereka di masa lalu.

  • Bimbel Taman Belajar Indonesia, Solusi untuk Masa Depan Gemilang Anak

    Bimbel Taman Belajar Indonesia, Solusi untuk Masa Depan Gemilang Anak

    Taman Belajar Indonesia merupakan bimbingan belajar yang didirikan oleh Shandy Noor Susanto sejak tahun 2010 berlokasi di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

    Sebelum menggunakan nama Taman Belajar Indonesia, bimbel ini hanya tersedia satu ruang tamu dan beberapa peserta didik ruang tamu dalam kegiatan pembelajaran.

    Seiring berjalannya waktu, bimbel ini semakin eksis dan dikenal oleh masyarakat luas, kendati sebelumnya sempat hiatus karena pandemi Covid 19.

    Nama Taman Belajar Indonesia baru rilis di akhir tahun 2022 karena mengusung konsep sebaga tempat yang menyenangkan bagi anak-anak.

    “Nama Taman Belajar Indonesia diambil karena sarana atau tempat belajar seharusnya dibikin senyaman mungkin sebagaimana taman, di samping itu juga didampingi oleh tutor yang ramah serta profesional sehingga bisa maksimal dalam menyerap pembelajaran. Dimana tutor bukan hanya sebagai pengajar namun bisa juga menjadi teman belajar” jelas Shandy Noor Susanto, S.Pd.

    Bimbel Taman Belajar Indonesia memberikan fasilitas bimbel mulai dari SD/MI, SMP/MTs sampai SMA/SMK/MA.

    Mulai dari kelas calistung, mapel (IPA/IPS dll), matematika, Bahasa Inggris, fisika, kimia, biologi, Bahasa Arab, komputer, dan kelas menulis.

    Sementara kelasnya terbagi menjadi dua, yaitu kelas privat dan reguler atau kelompok.

    Bimbel yang beralamat di Dusun Gurit RT. 01/ RW. 03 Desa Pengatigan, Rogojampi ini memiliki jam operasional mulai pukul 14.00 s.d. 21.00 WIB.

    Bimbel Taman Belajar Indonesia menyediakan 8 tutor muda andal serta profesional di bidangnya karena sesuai kualifikasi linier dengan ijasah yang diampu.

    Dengan metode yang menyenangkan, para tutor Taman Belajar Indonesia juga dikenal ramah dalam membersamai peserta didik saat proses pembelajaran.

    Hal ini terbukti, dalam beberapa tahun terakhir jumlah peserta didik meningkat drastis.

    Kegiatan bimbel berjalan dengan sistem pembelajaran yang memotivasi, bermakna, mendalam, dan menyenangkan bagi peserta didik.

    Dengan pondasi tersebut, peserta didik dapat lebih mudah menguasai konsep materi yang dipelajari, sesuai dengan tagline Taman Belajar Indoensia “Learn In Fun Way”.

    Prestasi yang diraih bimbel Taman Belajar Indonesia melahirkan alumni yang banyak diterima di PTN.

    Salah satu alumni yang diterima di Universitas Gajah Mada, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Fisika atas nama I Gede Kenard V.

    Harapannya, Bimbel Taman Belajar Indonesia ikut berperan dalam mensukseskan pendidikan bagi generasi bangsa, melahirkan lulusan yang dapat memaksimalkan potensinya untuk bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi hingga berkarir setinggi-tingginya.

    Penulis: Andi BS

  • UIN Ar-Raniry Kirim Lima Mahasiswa Ikuti Program Student Mobility di Kyoto University Jepang

    UIN Ar-Raniry Kirim Lima Mahasiswa Ikuti Program Student Mobility di Kyoto University Jepang

    Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengirimkan lima mahasiswanya untuk mengikuti program Student Mobility yang diselenggarakan oleh Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) di Kyoto University, Jepang, sejak 17 hingga 23 November 2024.

    Kelima mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program ini adalah Fathiya Rahma, Syarifah Julia Fadhlul, Najmul Akhir, Faiz Ramadhana Surya, dan Muhammad Ariq Althaf.

    Program ini menjadi bagian dari komitmen UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswanya di tingkat internasional dan memperkuat kerja sama dengan universitas-universitas terkemuka di dunia.

    Selama seminggu, para mahasiswa mengikuti serangkaian perkuliahan intensif yang dipandu oleh para akademisi terkemuka, di antaranya empat sesi dengan Professor Michael Feener dari CSEAS, satu sesi bersama Professor Frank Korom dari Boston University, serta satu sesi lagi dengan Professor Sumanto Al Qurtuby, seorang fellow di CSEAS dan dosen di King Fadh University.

    Reza Idria, dosen UIN Ar-Raniry yang juga bertugas sebagai koordinator program, berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan lintas budaya dan memperdalam kajian kawasan bagi para mahasiswa. 

    “Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan mereka di bidang studi Asia Tenggara dan membangun jejaring internasional yang penting untuk masa depan mereka,” ungkap Reza.

    Di sisi lain, Saifullah Idris, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry, yang turut memimpin delegasi, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung visi UIN Ar-Raniry sebagai universitas bertaraf internasional.

    “Student Mobility Program ini adalah bukti nyata dari komitmen UIN Ar-Raniry untuk menjadi World Class University, sebagaimana dicanangkan oleh Rektor kami, Professor Mujiburrahman. Kami berharap program ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa untuk terus berprestasi di tingkat global,” ujarnya.

    Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program internasional seperti ini adalah bagian dari upaya mewujudkan visi universitas untuk menjadi World Class University.

    Melalui program ini, Rektor berharap para mahasiswa UIN Ar-Raniry dapat mengembangkan peluang kolaborasi akademik internasional serta memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan hubungan antarbangsa.

    “Keberhasilan mahasiswa mengikuti program ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk menjadikan UIN Ar-Raniry unggul dalam dunia pendidikan global. Kami percaya, dengan pengalaman internasional seperti ini, mahasiswa dapat memperluas wawasan dan membawa pulang pengetahuan serta pengalaman yang sangat berharga bagi pengembangan akademik dan riset di kampus kami,” ujar Mujiburrahman.

    Selain mengikuti perkuliahan, para mahasiswa juga akan mengikuti berbagai kegiatan pendukung, seperti kunjungan ke perpustakaan CSEAS, berdiskusi dengan mahasiswa internasional, serta mengeksplorasi budaya Jepang di Kyoto.

  • UIN KHAS Jember Mantapkan Langkah Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Dosen

    UIN KHAS Jember Mantapkan Langkah Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Dosen

    Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember memulai langkah strategis menuju peran barunya sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Sertifikasi Dosen (Serdos).

    Pada Jumat (22/11/2024), LPM menggelar kegiatan Penyamaan Persepsi Asesor Serdos untuk memberikan pemahaman mendalam tentang mekanisme dan teknis penilaian sertifikasi dosen.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan UIN KHAS Jember menghadapi tantangan baru sebagai institusi penyelenggara serdos.

    Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang meraih akreditasi unggul pada 2024, UIN KHAS mendapat kepercayaan dari Kementerian Agama untuk menilai profesionalisme dosen di lingkungan PTKIN secara nasional.

    Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni menegaskan bahwa akreditasi unggul bukan hanya capaian, tetapi juga amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

    “Kegiatan penyamaan persepsi ini menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Kami berharap, seluruh civitas akademika terus bersinergi untuk menjaga mutu pendidikan dan membangun reputasi kampus sebagai teladan dalam dunia pendidikan tinggi,” ujarnya.

    Kegiatan ini menghadirkan Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama RI, Muhammad Aziz Hakim, sebagai narasumber utama.

    Ia menekankan pentingnya peran strategis asesor dalam menjaga kualitas dan integritas proses sertifikasi dosen.

    “Peran asesor sangatlah strategis dalam menjaga kualitas dan integritas proses sertifikasi dosen. Melalui kegiatan ini, kami berharap para asesor UIN KHAS Jember dapat menjalankan tugasnya dengan profesionalisme tinggi, memastikan penilaian sertifikasi berjalan secara objektif dan transparan,” jelasnya.

    Wakil Rektor II, Ainur Rafik yang juga bertindak sebagai Plh. Wakil Rektor I, membuka acara secara resmi.

    Ia mengapresiasi inisiatif LPM serta menyoroti capaian UIN KHAS Jember, termasuk 207 dosen yang telah tersertifikasi.

    “Saya berharap para dosen yang hadir dapat menyerap dan mengimplementasikan ilmu dari narasumber untuk terus meningkatkan mutu akademik dan profesionalisme di UIN KHAS Jember,” ujarnya. ujarnya.

    Kegiatan yang diikuti oleh 54 asesor ini berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1.

    Selain menjadi ajang pembekalan, acara ini juga memperkuat komitmen UIN KHAS Jember sebagai perguruan tinggi unggul dan terpercaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

    Dengan langkah strategis ini, UIN KHAS Jember semakin mantap memantapkan posisinya sebagai pelopor pendidikan tinggi berkualitas yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan nasional.