Tag: penerbit

  • Cara Kirim Naskah ke Mizan dan Tips Agar Lolos Seleksi

    Cara Kirim Naskah ke Mizan dan Tips Agar Lolos Seleksi

    Bagi banyak penulis di Indonesia, Mizan adalah salah satu nama besar yang identik dengan dunia penerbitan.

    Penerbit ini telah melahirkan banyak buku populer, mulai dari novel fiksi, buku anak, hingga karya nonfiksi yang mewarnai rak toko buku di seluruh Indonesia.

    Karena itu, tidak mengherankan jika banyak penulis pemula maupun yang sudah berpengalaman ingin sekali mengirimkan naskah mereka ke Mizan dengan harapan bisa diterbitkan.

    Namun, proses mengirimkan naskah bukan hanya soal menulis lalu mengirim begitu saja. Ada alur, etika, dan standar tertentu yang harus dipahami agar peluang naskah diterima menjadi lebih besar.

    Bagi penulis pemula, mengetahui bagaimana prosedur mengirimkan naskah ke Mizan adalah langkah awal yang penting agar tidak salah langkah dan akhirnya justru membuat karya berharga mereka terhenti di meja editor.

    Baca juga: Cara Kirim Naskah ke Penerbit Haru dan Tips Agar Diterima

    Mengenal Karakter Penerbit Mizan

    Sebelum berbicara soal teknis pengiriman, penulis perlu memahami dulu karakter Mizan sebagai penerbit.

    Mizan dikenal sebagai rumah bagi berbagai genre buku, mulai dari novel populer, literatur Islami, biografi, motivasi, hingga bacaan anak-anak.

    Filosofi yang dipegang Mizan adalah menghadirkan bacaan yang mencerahkan, mendidik, dan memberi nilai tambah bagi pembacanya.

    Dengan memahami hal ini, penulis akan lebih mudah menilai apakah naskah mereka cocok dengan lini penerbitan Mizan atau tidak.

    Misalnya, jika seseorang menulis novel bergenre fantasi Islami atau buku motivasi Islami, kemungkinan besar naskah tersebut memiliki peluang lebih besar karena sejalan dengan karakter penerbit.

    Sementara itu, karya yang terlalu eksperimental atau tidak sesuai dengan visi penerbit bisa jadi ditolak sejak awal.

    Persiapan Sebelum Mengirim Naskah

    Salah satu kesalahan umum penulis pemula adalah terburu-buru mengirim naskah.

    Padahal, editor di penerbit besar seperti Mizan menerima ratusan naskah setiap bulan. Karena itu, sebuah karya harus siap secara matang agar tidak langsung tersisih.

    Persiapan yang perlu dilakukan antara lain memastikan naskah sudah selesai, rapi, dan bebas dari kesalahan pengetikan.

    Selain itu, penulis juga perlu menyiapkan sinopsis yang jelas, ringkas, dan menggambarkan isi cerita secara menyeluruh.

    Sinopsis ini penting karena sering kali editor menilai kelayakan sebuah karya dari sinopsis terlebih dahulu.

    Selain sinopsis, proposal naskah juga kerap diminta. Dalam proposal, penulis bisa menambahkan profil singkat tentang diri mereka, target pembaca, keunikan buku, serta alasan mengapa buku tersebut penting untuk diterbitkan.

    Hal-hal semacam ini menjadi nilai tambah karena menunjukkan bahwa penulis memahami pasar pembaca dan bukan sekadar menulis untuk diri sendiri.

    Cara Mengirim Naskah ke Mizan

    Secara umum, Mizan menerima naskah dalam format digital yang dikirim melalui email resmi. Naskah dikirim dalam bentuk file Word atau PDF, disertai sinopsis dan proposal.

    Mengirim naskah ke Mizan kini jauh lebih mudah dibandingkan dulu ketika penulis harus mengirimkan berkas cetak lewat pos.

    Mizan sudah menyediakan portal khusus bernama kirimnaskah.mizan.com.

    Melalui situs ini, siapa pun yang memiliki karya bisa mengajukannya ke penerbit di bawah naungan Mizan Grup dengan cara yang lebih praktis dan terorganisir.

    Berikut adalah langkah-langkahnya:

    1. Kunjungi situs kirimnaskah.mizan.com

    2. Klik masuk jika sudah punya akun atau register jika belum memiliki akun

    3. Pilih penerbit yang sesuai dengan naskahmu (Mizan memiliki beberapa lini penerbitan, seperti Mizan Publishing House, Qanita, Bentang Pustaka, atau DAR! Mizan)

    4. Upload naskah yang sudah selesai

    5. Naskah akan direview kurang lebih selama 3 bulan

    6. Jika naskah disetujui, maka akan dihubungi oleh editor

    Ingat, kesabaran menjadi kunci dalam tahap ini. Banyak penulis yang merasa cemas karena tidak mendapat balasan cepat lalu mencoba mengirim naskah ke banyak penerbit lain tanpa memperhatikan etika.

    Padahal, lebih baik menunggu jawaban dari Mizan sambil terus menulis karya baru daripada terjebak dalam rasa gelisah.

    Tips Agar Naskah Lolos Seleksi

    Berikut ini beberapa tips agar naskah lebih besar peluangnya lolos seleksi di Mizan:

    1. Pilih imprint yang tepat: Pastikan naskah dikirim ke lini penerbitan yang sesuai dengan genre tulisanmu, misalnya novel remaja, buku anak, atau nonfiksi populer.

    2. Buat sinopsis yang menarik: Tulis sinopsis yang singkat, jelas, dan mampu menggambarkan keunikan cerita atau gagasan utama.

    3. Perhatikan kerapian naskah: Gunakan bahasa yang baik, ejaan sesuai, serta format rapi agar mudah dibaca editor.

    4. Tawarkan ide yang orisinal: Hindari ide klise. Usahakan hadirkan sudut pandang baru atau pendekatan segar dalam tulisanmu.

    5. Lengkapi dengan proposal: Sertakan biodata penulis, target pembaca, dan alasan mengapa naskah penting diterbitkan.

    6. Siap dengan proses review: Bersabar menunggu kabar, dan jangan menyerah jika ditolak. Gunakan kesempatan itu untuk memperbaiki karya.

  • Apa Itu Tajuk Rencana? Simak Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Ketika kita membaca surat kabar, maka kita akan melihat beberapa rubrik yang disediakan oleh redaksi, salah satunya adalah Tajuk Rencana.

    Meski rubrik ini cukup populer bagi pembaca, tapi masih banyak yang belum mengetahuinya.

    Maka, pada artikel ini sastrawacana.id/ akan memberikan informasi seputar apa itu Tajuk Rencana dan contohnya.

    Pengertian Tajuk Rencana

    Tajuk Rencana atau yang sering disebut Editorial adalah rubrik khusus yang berisi pandangan atau opini penerbit terhadap masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan masyarakat.

    Tajuk Rencana ditulis oleh redaksi berdasarkan situasi aktual dengan memberi pandangan, kritik, dan saran terhadap fenomena yang sedang terjadi.

    Karena sifatnya adalah opini, maka Tajuk Rencana sifatnya adalah non fiksi yang isinya mencerminkan arah penerbit dalam menjelaskan sebuah isu publik.

    Bisa juga disebut sebagai ideologi atau representasi dari penerbit yang mencerminkan visi serta misinya.

    Umumnya Tajuk Rencana ditulis oleh editor maupun pemimpin redaksi dari sebuah surat kabar.

    Kalimatnya juga tidak kaku, karena cenderung berisi narasi-narasi berdasarkan fakta yang dikemas secara singkat dan logis sehingga mudah dimengerti oleh pembaca.

    Ciri-Ciri Tajuk Rencana

    Tajuk Rencana memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis rubrik lain. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

    1. Tulisan bersifat opini, bukan berita.

    2. Mengangkat isu publik yang sedang hangat.

    3. Masalah berskala nasional.

    4. Tertuang arah perspektif dari penerbit.

    5. Menggunakan bahasa baku.

    6. Tulisan berupa narasi singkat dan jelas.

    7. Ditulis berdasarkan fakta-fakta yang terjadi.

    8. Ditulis oleh editor ataupun pemimpin redaksi.

    Contoh Tajuk Rencana

    Berikut ini adalah contoh Tajuk Rencana seputar virus rabies yang beberapa waktu belakangan ini tengah hangat dibincangkan oleh masyarakat.

    Saat ini masyarakat Indonesia sedang heboh dengan pemberitaan virus rabies yang telah merenggut banyak nyawa.

    Rabies adalah salah satu penyakit paling mematikan yang telah merenggut jutaan nyawa di seluruh dunia.

    Ketika seseorang terkena rabies, maka kemungkinan hidupnya sangat kecil sehingga masyarakat harus lebih waspada terhadap penyebaran dari virus rabies ini.

    Pakar medis dengan pemerintah bekerja sama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait bahaya virus rabies, penyebab, dan cara penanganan pertama.

    Salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyebaran rabies adalah dengan memberi vaksin terhadap hewan peliharaan seperti kucing dan anjing.

    Namun, rumor mengatakan jika vaksin yang diberikan tidaklah mampu mengobati hewan yang sudah terinfeksi.

    Vaksin tersebut dipercaya hanya mampu menjadi pencegah penyebaran, ketika hewan belum terinfeksi.

    Kendati demikian, vaksin tetaplah penting bagi hewan karena dengan vaksin, tubuh hewan mampu melawan virus rabies.

    Kemudian, bagi orang yang baru saja kena gigit atau cakar dari hewan yang dicurigai terkena rabies, harus segera divaksin juga.

    Hal tersebut bertujuan agar virus tidak menyebar lebih lanjut yang bisa mengancam nyawa.

    Nah, itulah pengertian Tajuk Rencana dan contohnya. Jangan lupa baca artikel lainnya di sastrawacana.id/.

  • Penerbit Novel Wattpad Terbaik, Bisa Cetak Satuan

    Penerbit Novel Wattpad Terbaik, Bisa Cetak Satuan

    Penerbit buku adalah sebuah industri yang menerbitkan buku-buku bacaan, baik fiksi maupun non fiksi, seperti novel, prosa, pengembangan diri, antologi, dan sebagainya.

    Tidak sampai di situ saja, ada juga penerbit Alquran yang fokus menerbitkan atau menggandakan alquran saja.

    Lantas, penerbit buku sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu penerbit mayor dan penerbit minor atau yang dikenal sebagai penerbit indie.

    Untuk mengetahui perbedaan penerbit mayor dan penerbit minor, kamu bisa baca di artikel ini : Perbedaan Penerbit Mayor dan Penerbit Minor.

    Bicara tentang sebuah karya, tentu saja naskah yang akhirnya diterbitkan menjadi buku adalah sebuah impian dan kebanggan tersendiri bagi penulis.

    Maka, sejak dulu banyak penulis yang berjuang agar naskahnya bisa diterbitkan, seperti mengirim hard copy ke penerbit.

    Namun, itu dulu. Sekarang kita sudah masuk era digital yang mana semuanya dapat dilakukan dengan mudah hanya bermodalkan kuota.

    Apalagi sekarang media sosial sudah semakin maju, sehingga kita dapat dengan mudah menghubungi penerbit dengan mencari akun resminya.

    Bicara tentang dunia digital, tentu saja saat ini hampir semuanya sudah mulai merambat ke online, termasuk aktivitas menulis.

    Bisa dilihat sendiri, begitu banyak platform menulis online bermunculan, seperti NovelMe, Wattpad, Storial, Noveltoon, dan masih banyak lagi.

    Namun, dari sekian banyak aplikasi menulis online tersebut, yang terbilang paling populer adalah Wattpad.

    Ya, Wattpad menjadi salah satu rujukan bagi para penulis, baik pemula maupun penulis senior.

    Bahkan, dari situ mereka bisa mendapat ratusan hingga jutaan penggemar.

    Maka tak heran, saat ini penerbit buku pun mulai mencari-cari naskah melalui platform satu ini.

    Penerbit Novel Wattpad

    Meskipun ada banyak penerbit yang siap menerbitkan naskah di Wattpad, tapi pada kenyataannya tidak sedikit penulis Wattpad yang masih bingung.

    Hal tersebut bukan tanpa alasan, tapi karena syarat yang dianggap rumit yang menjadikan penulis merasa enggan.

    Salah satu rekomendasi penerbit yang bisa menerbitkan novel Wattpad adalah Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Penerbit yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur ini cukup ternama di kalangan penerbit buku indie.

    Selain terkenal akan kecepatan terbitnya, Penerbit Lintang Banyuwangi juga dilirik oleh banyak penulis karena syarat yang sangat mudah.

    Bahkan, tidak ada minimal cetak. Mau cetak 1 eksemplar pun bisa.

    Hingga saat ini, Penerbit Lintang Banyuwangi sudah menerbitkan banyak naskah, mulai dari karya solo hingga antologi.

    Buat kamu yang sedang bingung mencari penerbit novel Wattpad, Penerbit Lintang Banyuwangi adalah solusinya.

    Lalu bagaimana dengan biaya?

    Jangan khawatir, Penerbit Lintang Banyuwangi terkenal dengan tarif terbit yang relatif murah.

    Bahkan, harga buku-buku terbitannya pun tidak sampai menjulang tinggi, alias cukup terjangkau bagi kalangan anak muda.

    Fasilitas selanjutnya adalah penulis akan diberikan dua pilihan cover sehingga bisa mengajak teman untuk vote cover.

    Hal ini juga bisa menjadi ajang promosi pra-terbit. Jadi, orang-orang akan tahu jika kamu akan menerbitkan buku.

    Covernya keren-keren, bisa kamu lihat sendiri di sosial medianya.

    Kalau beruntung, kamu bisa terbit gratis tanpa syarat, loh!

    Selain itu, penulis juga dibantu promosi untuk memaksimalkan penjualan.

    Adapun contoh fasilitas promosi yang disediakan seperti seminar, launching buku, lomba, dan banyak lagi.

    Semua itu dilakukan agar penulis menjadi lebih terkenal di masyarakat luas.

    Jadi, mulai sekarang tidak perlu bingung lagi menerbitkan naskah Wattpad.

    Kamu bisa menghubungi Penerbit Lintang Banyuwangi melalui akun Instagram resminya @penerbitlintang atau mengunjungi websitenya www.penerbitlintang.com

    Semoga artikel ini bermanfaat, khususnya buat kamu para penulis Wattpad yang masih bingung akan menerbitkan buku di mana.

    Tetap berkarya dan salam literasi!

  • Perbedaan Penerbit Mayor dan Minor

    Perbedaan Penerbit Mayor dan Minor

    Siapa yang tidak ingin namanya tertera dalam sebuah buku dan dibaca oleh semua orang?

    Tentu saja hal tersebut menjadi sebuah impian besar bagi seorang penulis (senior maupun junior).

    Setelah berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun menyelesaikan karyanya, naskah siap untuk disodorkan ke penerbit agar menjadi sebuah buku yang layak baca dan tersebar ke seluruh pelosok negeri.

    Perjuangan belum selesai.

    Setelah merampungkan karya yang cukup tebal, penulis juga direpotkan dan dibuat gundah gulana untuk memilih penerbit yang cocok bagi karyanya.

    Pasalnya, setiap penerbit mempunyai kriteria dan tema berbeda sesuai dengan pasar yang dituju.

    Selain dibingungkan dengan memilih penerbit yang cocok, penulis juga pasti selalu bertanya-tanya dalam hati “apakah setelah diterima nanti, buku saya akan dipajang di toko buku?”.

    Begitulah singkatnya kegalauan seorang penulis saat sudah menyelesaikan naskahnya dan ingin segera menerbitkan bukunya.

    Perlu diketahui, penerbit yang siap menerbitkan buku Anda sangatlah banyak!

    Namun, tidak semua penerbit menjualnya di toko buku. Inilah yang menjadi salah satu pembeda antara penerbit mayor dan minor.

    Penerbit mayor merupakan sebuah penerbit besar dan sudah terkenal.

    Jadi, naskah yang diterima oleh penerbit mayor akan dipublish dan didistribusikan ke seluruh pelosok negeri.

    Tapi tidak semudah itu karya bisa menembus proses cetak di penerbit mayor.

    Sebab naskah harus melewati bangku editor yang sudah handal di bidangnya.

    Begitu banyaknya antusias penulis untuk menerbitkan karya di penerbit mayor, membuat naskah di bangku editor menumpuk!

    Maka dari itu, setidaknya perlu 3-5 bulan untuk memproses naskah yang sudah masuk.

    Sedangkan, penerbit minor merupakan penerbit indie yang tergolong masih penerbit kecil atau individu.

    Siapapun dapat menerbitkan karyanya di penerbit minor tanpa seleksi! Ya, tanpa seleksi.

    Namun, dana mulai dari proses cetak, editing, covering, dsb dibebankan langsung kepada penulis.

    Prosesnya pun tidak rumit dan tidak memerlukan waktu yang lama.

    Naskah diterima, lantas siap untuk diedit dan mengatur jadwal cetak.

    Apakah penerbit minor menjual buku ke toko buku? Tidak semua.

    Umumnya, penerbit minor hanya menjual karya penulis secara online melalu media sosial dan secara lisan sebab penerbit minor tidak memiliki agen dan jaringan distributor seperti penerbit mayor.

    Penulis pun harus gencar promosi agar naskahnya mampu terjual secara luas.

    Bagaimana dengan masalah royalti?

    Penerbit mayor tidak pernah meminta uang serupiahpun kepada penulis.

    Jika naskahnya diterima, penerbit mayor biasanya menawarkan sistem kontrak royalti dan jual putus kepada penulis.

    Yang dimaksud sistem royalti adalah penulis mendapatkan 10-15% (tergantung penerbit) dari setiap buku yang terjual.

    Sedangkan jual putus adalah membeli naskah tersebut hanya dengan sekali bayar.

    Jadi berapapun eksemplar naskah yang terjual, penulis tidak mendapat bagian royalti lagi.

    Sedangkan penerbit minor selalu memberikan royalti 10-15% (tergantung penerbit) dari setiap naskah yang terjual walau semua dana dari awal sampai cetak dibebankan kepada penulis.

    Bedanya lagi, penerbit minor biasanya menerapkan sistem POD (Print on Demand) yang tidak pernah menyetok buku. POD (Print on Demand) yaitu mencetak buku jika ada yang membeli saja.

    Jika tidak ada yang membeli maka buku maka naskah tidak akan dicetak alias disimpan oleh penerbit.

    Sebenarnya, menerbitkan buku di penerbit mayor ataupun minor sama saja tergantung kualitas karya dan naskah penulis.

    Jika naskah itu benar-benar berkualitas dan memiliki ide-ide baru di dalamnya, tentu saja buku tersebut akan laris keras di pasar.

    Dan tidak lupa juga, selalu menerapkan nilai-nilai positif di dalam naskah untuk membangun generasi yang lebih baik.

    Demikian ulasan sederhana mengenai perbedaan antara penerbit mayor dan penerbit minor yang kerap ditanyakan oleh penulis (junior umumnya). Semoga artikel ini dapat membantu Anda.

    Salam literasi!

    Penulis : Maulana Affandi

  • 6 Alasan Kenapa Ebook Lebih Mahal Dari Buku Cetak

    6 Alasan Kenapa Ebook Lebih Mahal Dari Buku Cetak

    Di zaman yang serba digital ini, hampi semua sektor sudah mulai beralih ke online, termasuk industri penerbitan buku.

    Ya, beberapa tahun belakangan ini, produk buku digital atau ebook sedang naik daun.

    Tidak sedikit yang lebih suka dan tertarik untuk membaca ebook, daripada buku cetak dengan alasan lebih praktis dan mudah dibawa ke mana saja.

    Tentu saja fenomena ini menggeser kedudukan buku cetak yang kini mulai menurun peminatnya.

    Kenapa Ebook Lebih Mahal Dari Buku Cetak?

    Padahal, secara umum, harga ebook lebih mahal daripada buku fisik. Tapi tetap saja, dengan alasan praktis, orang-orang lebih memilih ebook.

    Namun, terlepas dari itu semua, tahukah kamu kenapa ebook lebih mahal daripada buku cetak? Kalau belum tahu, mari simak beberapa faktanya berikut ini.

    1. Ebook Lebih Praktis dan Nyaman

    Ketika seseorang sudah nyaman dengan satu pilihan, maka ia akan siap berkorban. Begitupula dengan ebook.

    Banyak yang merasa nyaman dengan ebook sehingga mereka rela mengeluarkan nominal yang lebih tinggi.

    Selain itu, membeli ebook juga tak serumit membeli buku cetak. Kamu hanya perlu membuka platform toko buku, kemudian klik pesan dan bayar.

    Berbeda dengan buku cetak. Kamu harus ke toko buku terlebih dahulu. Walaupun bisa pesan online, tapi kamu tidak bisa langsung membaca karena menunggu buku datang.

    2. Ebook Lebih Awet

    Salah satu alasan yang membuat ebook bernilai lebih tinggi adalah kekuatannya. Jika file tidak terhapus, maka ia tidak akan pernah usang sampai kapanpun.

    Berbeda dengan buku cetak yang rentan rusak, misalnya sobek atau terkena air. Jadi, secara teknis, ebook lebih awet sehingga harganya pun menjadi lebih tinggi.

    3. Penerbit Ingin Buku Cetak Tetap Eksis

    Kebanyakan penerbit serta penulis masih ingin buku cetak tetap eksis. Oleh karenanya, salah satu pertimbangan menaikkan harga ebook adalah agar posisi buku cetak tidak terlalu tergeser.

    Sebab, ketika ebook dibanderol dengan harga yang murah, maka itu adalah sebuah mimpi buruk bagi buku cetak. Jadi, dengan pertimbangan itulah kenapa ebook dijual dengan harga yang lebih tinggi.

    4. Pajak Ebook Cukup Tinggi

    Beberapa negara memiliki aturan pajak yang cukup tinggi pada produk buku digital.

    Contohnya di Inggris, pemerintah setempat mengenakan pajak yang cukup tinggi untuk ebook, yakni sebesar 20 persen. Oleh karenanya, harga ebook cukup fantastis di sana.

    5. Risiko Pembajakan Tinggi

    Semua karya memang memiliki risiko dibajak.

    Tapi untuk ebook, risikonya lebih tinggi karena pembajak tidak butuh alat cetak, kertas, dan sebagainya.

    Tentu saja pembajakan ini juga memberi dampak pada pemasaran serta penjualan.

    Sehingga kebanyakan penerbit mengantisipasi terjadinya pembajakan ini dengan cara menjual ebook dengan harga yang lebih tinggi.

    6. Sistem Penjualan Berbeda

    Sistem penjualan ebook berbeda dengan buku cetak. Jika buku cetak biasanya melibatkan agen atau pengecer, maka ebook tidak.

    Ebook langsung dijual oleh penerbit dan tanpa perantara lagi.

    Penerbit akan bekerjasama dengan beberapa platform jual beli buku digital seperti Google Play Book.

    Tentunya penerbit akan membayar pajak kepada platform ketika ebook terjual.

  • Pengertian dan Tujuan Penyuntingan

    Pengertian dan Tujuan Penyuntingan

    Pengertian Penyuntingan Naskah

    Menurut KBBI (2007:1106) definisi penyuntingan adalah proses, cara, perbuatan menyunting atau sunting-menyunting. Sedangkan secara umum, definisi menyunting adalah:

    1. Menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat).

    2. Merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah).

    3. Menyusun atau merakit (film, pita rekaman) dengan cara memotong-motong dan memasang kembali.

    Untuk menjadi penyunting naskah ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

    Persyaratan itu meliputi penguasaan ejaan bahasa Indonesia, penguasaan tata bahasa Indonesia, ketelitian dan kesabaran, kemampuan menulis, keluwesan, penguasaan salah satu bidang keilmuan, pengetahuan yang luas dan kepekaan bahasa.

    Salah satu tugas dan kewajiban ilmuwan (scientist) dan pandit (scholars) yang melakukan penelitian ialah melaporkan hasil kegiatannya kepada masyarakat lingkungan yang mendukungnya.

    Laporan itu harus ditulis selengkapnya secara jelas, tepat tetapi singkat dan lugas untuk kemudian diterbitkan.

    Dalam proses penyiapan penerbitan laporan itu terlibat penyunting yang akan membantu pengolahan naskah tertulis untuk menjadi bahan tercetak yang akan disampaikan ke masyarakat luas untuk dibaca.

    Salah satu tugas pokok penerbit adalah menerbitkan naskah pengarang/penulis menjadi buku. Definisi naskah sendiri menurut KBBI (2007:776) adalah:

    1. karangan yang masih ditulis dengan tangan

    2. karangan seseorang yang belum diterbitkan

    3. bahan-bahan berita yang siap untuk diset

    Perlu ditekankan sekali lagi bahwa tugas penyunting karya terbatas pada pengolahan naskah menjadi suatu bahan yang siap, dan menawasi pelaksaan segi teknis sampai naskah tadi.

    Penyunting bukan penerbit, jadi mereka tidak bertanggung jawab atas masalahkeuangan, penyebaluasan serta pengelolaan suatu penerbitan.

    Para penyunting bertanggung jawab atas isi dan bukan atas produksi bahan yang diterbitkan.

    Tujuan Penyuntingan

    Tujuan Penyuntingan yang dilakukan oleh para penyunting adalah sebagai berikut.

    1. Untuk menjadikan taipskrip sebagai karya yang sempurna yang dapat dibaca dan dihayati dengan mudah oleh pembaca apabila diterbitkan kelak.

    2. Untuk memastikan pengaliran atau penyebaran ide dari penulis kepada pembaca sehingga dapat disampaikan dalam bahasa yang gramatis, jelas, indah, dan menarik.

    3. Untuk menjadikan persembahan e-buku yang akan diterbitkan itu dapat menggambarkan nilai dan identiti karya itu sendiri sehingga dapat menarik. minat pembaca.

    4. Untuk memastikan pengaliran dan fakta berkenaan disampaikan dengan jelas, tepat, dan tidak menyalahi agama, undang-undang, dan norma masyarakat.

    Dalam penyuntingan, kita mengenal dua tahap penyuntingan, yaitu penyuntingan substansif dan penyuntingan kopi.

    Berdasarkan tahap-tahap penyuntingan yang ada, maka ada beberapa tujuan lain dari penyuntingan.

    Penyuntingan Substantif

    Tujuan penyuntingan subtantif dilakukan adalah untuk memastikan hasrat atau ide penulis dapat disampaikan setepat, sepadat, dan sejelas yang mungkin.

    Semasa membuat penyuntingan subtantif, editor akan membaca taipskrip sepintas lalu dengan memberikan tumpuan kepada kandungan, pendekatan secara menyeluruh, bahasa, susunan atau konsep taipskrip berkenaan.

    Berdasarkan hal diatas, editor akan membuat teguran dan cadangan kepada penulis untuk sama ada melengkapkan taipskrip, menulis semula, menyusun semula, menggugurkan atau memotong bahagian teks atau ilustrasi yang tidak perlu, dan membuat tambahan.

    Perkara yang perlu diteliti saat penyuntingan substantif:

    1. Tajuk tepat dan jelas

    2. Pembahagian bab dan tajuk kecil jelas

    3. Adanya kesinambungan antara bahagian, bab dan paragraf.

    4. Keseimbangan antara setiap bab dan paragraf.

    5. Taipskrip tidak bertentangan dengan undang-undang, moral dan agama.

    6. Penguasaan bahasa, keselarasan istilah dan ejaan.

    7. Bahan awalan, teks dan akhir hendaklah lengkap mengikuti halaman kandungan.

    8. Petikan bahan daripada karya lain telah mendapat keizinan.

    Baca juga: 5 Aplikasi Menulis Novel Dibayar Untuk Menghasilkan Uang

    Penyuntingan Copy

    Tujuan penyuntingan kopi adalah untuk menghapuskan semua halangan yang wujud antara pembaca dengan apa yang hendak disampaikan oleh penulis.

    Penyuntingan kopi memerlukan perhatian yang teliti terhadap setiap butiran di dalam taipskrip.

    Editor perlu berpengetahuan tentang apa yang patut disunting dan gaya yang patut diikuti di samping mempunyai kebolehan untuk membuat keputusan dengan cepat, lojik, dan yang boleh dipertahankan.

    Semasa membuat suntingan kopi, editor akan membaca taipskrip berkenaan dengan teliti, iaitu membaca perkataan demi perkataan, ayat demi ayat, baris demi baris dan kadang-kadang melihat huruf demi huruf.

    Kebanyakan dari masa penyuntingan itu, editor akan berurusan dengan hal penyusunan, bahasa dan kebolehbacaan taipskrip itu.

    Tahapan dalam penyuntingan kopi:

    a) Membuat penyuntingan baris demi baris.

    b) Memberi tumpuan khusus kepada fakta dan bahasa.

    c) Memastikan keselarasan ejaan, istilah dan gaya bahasa.

    d) Memastikan ketepatan dan keselarasan ilustrasi dan bahan lain dalam teks tersebut.

    Hal-hal yang perlu diteliti saat penyuntingan kopi:

    a) Fakta

    Pastikan semua butiran dalam teks betul. Editor perlu menyemak dengan teliti untuk memastikan ketepatan.

    Kadang-kadang kesilapan fakta boleh berlaku semasa teks ditaip.

    Contohnya, papan lapis menjadi papan lapik dan tidak mahal harganya menjadi mahal harganya.

    Selain itu ada sesetengah pernyataaan yang tidak tepat dan berunsur negatif sehingga boleh membawa kepada tindakan undang-undang.

    b) Bahasa, bahasa yang dimaksud mencakup

    1. Diksi ialah pemilihan penggunaan kata-kata. Dalam hal ini editor kopi perlu memastikan

    2. Kata-kata yang dipilih berkesan dari segi maksud dan

    3. Kata-kata yang dipilih sesuai dengan laras bahasa yang digunakan.

    C) Kode Etik Penyuntingan Naskah

    Dalam penyuntingan naskah, ada rambu-rambu yang perlu diperhatikan penyunting naskah sebelum mulai menyunting.

    Dengan demikian, tidak terjadi persoalan/masalah di kemudian hari, terutama dalam kaitannya dengan penulis/pengarang.

    Rambu-rambu ini merupakan pedoman/pegangan bagi penyunting dalam menyunting naskah.

    Rambu-rambu inilah yang kita sebut “Kode Etik Penyuntingan Naskah”. Adapun kode etik dalam penyuntingan naskah adalah:

    • Penyunting naskah wajib mencari informasi mengenai penulis naskah sebelum mulai menyunting naskah.
    • Penyunting naskah bukanlah penulis naskah.
    • Penyunting naskah wajib menghormati gaya penulis naskah.
    • Penyunting naskah wajib merahasiakan informasi yang terdapat dalam naskah yang disuntingnya.
    • Penyunting naskah wajib mengonsultasikan hal-hal yang mungkin akan diubahnya dalam naskah.
    • Penyunting naskah tidak boleh menghilangkan naskah yang akan, sedang, atau telah disuntingnya.
  • 5 Alasan Kenapa Penerbit Selalu Menolak Naskahmu

    5 Alasan Kenapa Penerbit Selalu Menolak Naskahmu

    Menjadi seorang penulis buku memang tidak mudah dan butuh waktu yang cukup panjang. Jangan kira perjuangan sudah usai ketika naskah berhasil dirampungkan.

    Setelah itu, masih ada upaya dan perjuangan selanjutnya yang harus dilalui, mulai dari menerbitkan naskah menjadi buku, sampai dengan promosi agar bukunya bisa terjual dalam jumlah banyak.

    Terlebih lagi jika minat masyarakat terhadap buku tersebut tinggi, sehingga pesanan membludak hingga akhirnya dicetak ulang.

    Namun, sebelum ke sana, kadang ada kendala yang banyak dialami oleh penulis, yaitu penolakan naskah. Ya, tidak sedikit penulis baru yang mengalami penolakan naskah dari penerbit mayor. Bahkan, penolakan itu kadang tidak satu kali, tapi berkali-kali.

    Apakah kamu mengalaminya juga? Kalau benar, maka kamu harus mengetahui kalau sebenarnya penolakan tersebut bukan tanpa alasan.

    Alasan Naskah Selalu Ditolak Penerbit

    Lantas, kira-kira apa yang menyebabkan naskah selalu ditolak? Agar lebih jelas, simak informasinya berikut ini.

    1. Naskah Kurang Berkualitas

    Walau terdengar sedikit menyakitkan, tapi hal ini perlu disampaikan. Kadang editor tidak sampai hati untuk mengatakan bahwa naskah belum memenuhi standar kelayakan.

    Namun sebagai penulis yang bijak, kamu harus bisa introspeksi diri dengan menilai karyamu sendiri. Kalau perlu, minta pendapat dari orang lain sebagai masukan untuk menyempurnakan naskah.

    2. Tidak Cocok dengan Penerbit

    Penolakan naskah buku juga terjadi ketika kamu salah sasaran. Maksud dari salah sasaran adalah kamu mengirimkan naskah ke penerbit yang jelas-jelas berbeda genre.

    Oleh karenanya, sebelum mengirim naskah ke penerbit, perhatikan dulu bagaimana kriteria dan kecocokan naskahmu dengan penerbit tersebut.

    3. Tidak Mematuhi Aturan dalam Mengirim Naskah

    Setiap penerbit pasti selalu memberikan aturan-aturan dasar untuk setiap penulis yang ingin mengirimkan naskahnya.

    Misalnya format penulisan, spasi, font, dan sebagainya. Tak kalah penting juga, sebagai penulis harus memberi kata pengantar yang lengkap dan sopan agar bisa merebut hati editor.

    4. Konsep Naskah Jarang Diminati

    Penulis harus mengetahui tren yang sedang hangat di dalam masyarakat. Misalnya di tahun 2019 ini tren yang paling gencar adalah masalah teknologi, maka penulis harus siap ‘ngos-ngosan’ merampungkan naskah bertema teknologi dan segera dikirim ke penerbit. Sebab bagaimanapun juga penerbit akan mempertimbangkan pasar agar buku yang diterbitkan bisa laku keras.

    5. Naskah Kebanyakan Plagiat

    Dan yang paling penting bagi setiap penulis adalah harus mampu memberikan ide baru yang murni pemikiran sendiri, bukan plagiat.

    oleh saja mencari referensi di buku lain, asal tidak sama persis. Usahakan untuk menulis naskah yang fresh dan belum pernah dibahas oleh buku lain. Kemurnian naskah merupakan poin tambahan yang bisa membuat editor tertarik dengan naskahmu.

    Nah, itulah beberapa alasan yang menyebabkan naskah selalu ditolak penerbit. Ingat, penolakan adalah hal yang wajar. Tanpa penolakan, kamu tidak akan mengetahui kekurangan dari naskah yang ditulis.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • Naskah Ditolak Penerbit? Inilah 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan

    Setiap penulis baru atau pemula pasti ingin sekali jika karya tulisnya bisa terbit dan terjual di seluruh toko buku Indonesia.

    Terlebih lagi jika karyanya laku keras dan diangkat menjadi film. Ya, itu adalah harapan dari setiap penulis baru dalam kiprahnya di dunia literasi.

    Namun, untuk menuju ke sana bukanlah hal yang mudah. Jangankan diangkat menjadi layar lebar, naskah yang ditulis pun tidak menjamin lolos seleksi di meja redaksi penerbit.

    Banyak sekali naskah-naskah dari penulis baru yang ditolak oleh penerbit mayor dengan berbagai alasan, salah satunya adalah karena naskah kurang berbobot. Penolakan inilah yang sering menjadi polemik tersendiri bagi penulis.

    Semangat yang dipupuk sekian lama akhirnya menyurut ketika mendapat kabar penolakan. Alhasil, tidak ada hasrat menulis lagi.

    Nah, bagi kamu yang mengalami hal serupa, jangan patah semangat atau putus asa dulu. Sebab, mimpi tidak berhenti di sini, masih banyak jalan menuju Roma.

    Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan ketika mendapat penolakan dari penerbit mayor, berikut diantaranya:

    1. Bangkit dari Kekecewaan

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bangkit dari kekecewaan. Rasa kecewa ketika naskah ditolak itu adalah hal yang wajar. Tapi sebaiknya kamu tidak larut dalam kekecewaan itu karena hanya akan menghilangkan semangat dan cita-cita menjadi penulis.

    2. Revisi Naskah

    Biasanya ada beberapa penerbit yang menyertakan alasan ketika menolak naskah. Ketika kamu mengetahui apa kekurangan dari naskahmu, maka segeralah melakukan revisi. Jangan ditunda. Semakin sering direvisi, maka naskahmu akan menjadi lebih baik.

    3. Mengirim ke Penerbit Lain

    Setelah direvisi, kamu bisa mencoba untuk mengirim ke penerbit lain. Sebab salah satu alasan naskah ditolak adalah karena tidak cocok dengan penerbit. Maka dari itu, kamu harus perhatikan genre dari masing-masing penerbit agar naskahmu tidak salah sasaran.

    4. Memberi Kata Pengantar Email yang Baik

    Penting untuk diketahui, editor di penerbitan buku tidak hanya melihat isi naskah saja, tapi juga attitude penulis. Hal tersebut bisa dilihat dari kata pengantar ketika mengirimkan naskah. Buatlah kata pengantar yang baik, sopan, dan jelas.

    5. Menerbitkan Secara Indie

    Menerbitkan buku tidak harus melalui penerbit mayor. Kamu pun bisa menerbitkan secara indie. Namun ketika ingin menerbitkan naskah secara indie, kamu harus menyiapkan dana pribadi untuk prose editing, layout, desain cover, ISBN, dan cetak.

    Menerbitkan buku secara indie bukan pilihan buruk. Sebab banyak juga penulis yang mengawali karirnya dengan secara mandiri. Nanti ketika pengalaman dan kepopuleran meningkat. Kamu bisa mencoba untuk menembus penerbit mayor.

    Nah, itulah beberapa hal yang harus kamu lakukan ketika gagal menembus penerbit mayor. Jangan putus asa karena gagal. Sebab kegagalan adalah awal dari keberhasilan.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Cara Kirim Naskah ke Penerbit Mayor (Dijamin Lolos)

    Cara Kirim Naskah ke Penerbit Mayor (Dijamin Lolos)

    Cara Mengirim Naskah ke Penerbit Mayor

    Setelah berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan menyusun naskah hingga rampung, lalu apa yang harus dilakukan?

    Tentu saja mengirim ke penerbit mayor. Siapa tahu naskah lolos, diterbitkan oleh penerbit besar dan dijual ke seluruh toko buku Indonesia. Kalau hoki, naskah akan laku keras dan diangkat menjadi film.

    Tentu saja itu adalah harapan dari setiap penulis, khususnya penulis baru dalam industri literasi. Benar bukan?

    Yap, setiap penulis baru pasti sangat ingin sekali jika naskahnya berhasil menembus penerbit mayor.

    Sebab ketika lolos, naskah tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi penulis, seperti mata pencaharian dan popularitas.

    Namun, menembus meja editor bukanlah hal yang mudah. Apalagi saingan begitu ketat.

    Penting untuk diketahui, setiap hari sang editor di perusahaan penerbit menerima puluhan naskah. Kalau dikalkulasi, setiap bulan mungkin ada ratusan naskah yang masuk.

    Maka tak heran jika setiap penulis harus menunggu waktu penilaian setidaknya 3 sampai 5 bulan, mengingat begitu banyaknya naskah yang masuk.

    Melihat fakta tersebut, berarti persaingan juga sangat ketat sehingga naskah yang dikirim harus naskah final, alias naskah yang sudah rampung agar kesempatan lolos semakin besar.

    Cara Mengirim Naskah Melalui Email

    Ada 2 metode pengiriman naskah yang ditetapkan oleh setiap penerbit. Pertama adalah via pos. Kedua adalah via surel atau email.

    Namun mengingat saat ini kita sudah bergumul dengan digital, maka sebagian besar penerbit akan menerima naskah melalui email. Juga untuk mengurangi sampah kertas demi kesehatan lingkungan.

    Ada tata cara dalam mengirim naskah. Jangan merasa naskah sudah bagus atau punya kepopuleran, lantas mengabaikan aturan serta tata krama dalam bertegur sapa.

    Ingatlah, penulis adalah bagian dari perubahan. Penulis adalah penuang ide, opini, serta gagasan yang akan dihantarkan ke publik. Jadi, tetap menjaga etika adalah nilai moral yang tidak bisa ditawar.

    Selain itu, editor juga tidak hanya melihat isi naskah saja, melainkan juga attitude dari penulis. Cara editor melihat attitude adalah dengan membaca kata pengantar di badan email.

    Editor akan sangat merasa dihargai dan suka jika ada penulis yang memberi kata pengantar lengkap dengan kalimat yang baik dan sopan.

    Maka dari itu, faktor ini cukup penting dalam melancarkan proses seleksi naskah di penerbit mayor.

    Contoh Surat Pengantar Naskah untuk Penerbit

    Nah, agar lebih jelas berikut adalah cara mengirim naskah ke penerbit via email dengan kata pengantar yang baik dan benar.

    Surabaya, 1 Januari 2019

    Perihal      :  Pengiriman Naskah Fiksi (Judul)

    Kepada Yth.
    Redaksi/Editor
    PT. Gramedia Pustaka Utama
    di tempat

    Bersama surat email ini saya yang bernama Indah bermaksud mengirimkan sebuah naskah fiksi dengan rincian sebagai berikut:

    Judul Naskah                     :  Menunggu Senja
    Genre                                     :  Young Adult
    Target Pembaca                :  Usia ramaja, sekitar 15 – 19
    Tebal Halaman                  :  150 Halaman A4. 1,5 spasi, Arial
    Keunggulan Naskah        :  Naskah ini bercerita tentang kehidupan nyata dari kebanyakan anak sekolah saat ini. Sehingga pembaca akan merasa bahwa mereka adalah tokoh utama di dalam naskah ini.

    Besar harapan saya agar naskah ini diterima sehingga saya bisa bekerja sama dengan PT. Gramedia Pustaka Utama.

    Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

    Salam hormat saya,

    Indah

    Kira-kira begitu format penulisan kata pengantar yang baik dan enak dibaca oleh editor. Setelah berhasil mengirimkan naskah, bersabarlah. Tunggu sampai editor mengkonfirmasi apakah naskah layak terbit atau tidak.

    Jangan sering bertanya karena editor pun sangat sibuk sehingga kemungkinan besar akan melewatkan pertanyaanmu.

    Nah, selain itu, sastrawacana.id/ akan memberikan daftar penerbit mayor yang siap menerima naskahmu. Berikut diantaranya:

    Daftar Penerbit Mayor di Indonesia

    1. Pro-U Media

    Naskah yang harus bernuansa Islami.
    Naskah tidak berbau SARA maupun pornografi.
    Minimal 100 halaman; font Time News Roman ukuran 12.
    Bisa melalui pos (Jl. Jogokarian 41, Jogjakarta 55143).
    Email : [email protected]
    Kepastian naskah 2-3 bulan.

    2. Bentang Pustaka

    Fiksi/nonfiksi untuk remaja, dewasa, anak-anak.
    Tema menarik, up to date, dan ide baru.
    Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
    Via Pos (Jl. Plemburan no 1 Pogung Lor RT 11 RW 48 SIA XV, Mlati – Sleman 55284).
    Email : [email protected]
    Kepastian naskah 3-4 bulan.

    3. Gagas Media

    Fiksi/nonfiksi 75-150 halaman font Time News Roman ukuran 12.
    Tema menarik, up to date, dan ide baru.
    Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
    Via pos (Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630).
    Kepastian naskah 3 – 5 bulan.

    4. Grasindo

    Fiksi, Nonfiksi, Buku Referensi.
    Panjang naskah 75-100 halaman font Time News Roman ukuran 12.
    Naskah wajib meyertakan sinopsis, proposal, dan data diri.
    Email : [email protected]
    Kepastian naskah 3 bulan.

    5. Erlangga

    Naskah pendidikan, fiksi.
    Tidak berbau SARA dan unsur pornografi.
    Via pos (Jl. H. Baping Raya No. 100 Ciracas, Jakarta Timur 13740).
    Kepastian naskah 3 bulan.

    6. Bukune

    Naskah bersifat komedi.
    Panjang 80-150 halaman font Time News Roman ukuran 12 margin standart.
    Naskah tidak berbau SARA, pornografi, ataupun menghina instansi lain.
    Via pos (Jl. H. Montong No. 57 Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan 12630).
    Kepastian naskah 3 bulan.

    7. Media Kita

    Naskah fiksi/nonfiksi lengkap, bukan outline atau kerangka.
    Panjang minimal 100 halaman font Time News Roman.
    Tulisan sendiri tidak menjiplak tulisan lain.
    Via pos (Jl. H. Montong no.57 Ciganjur Jagakarsa 12630).
    Email : [email protected]
    Kepastian naskah 2-3 bulan.

    8. Agromedia

    Naskah tentang pertanian.
    Naskah orisinil.
    Inspiratif dan penuh edukasi.
    Via pos (Jl. H. Montong No. 57 Ciganjur – JagakarsaJakarta Selatan 12630).
    Kepastian naskah 2-4 bulan.

    9. Tiga Serangkai

    Buku sekolah atau umum.
    Naskah tidak berbau SARA dan pornografi.
    Panjang naskah minimal 100 halaman.
    Tidak menerima naskah dalam bentuk hardcopy.
    Naskah dikirim dalam format word atau PDF.
    Email : [email protected]
    Kepastian naskah 3 bulan.

    10. Stiletto

    Penerbit buku perempuan.
    Naskah fiksi/nonfiksi panjang minimal 100 halaman.
    Font Time News Roman ukuran 12 spasi 1,5.
    Tema mengenai dunia perempuan.
    Email : [email protected] subjek : naskah fiksi – nama penulis.
    Kepastian naskah 1-3 bulan.

    11. Penerbit Quanta

    Menerbitkan buku Islami
    Naskah fiksi, motivasi, atau tips kehidupan.
    Panjang minimal 120 halaman.
    Font Time News Roman ukuran 12 spasi 1,5.
    Email : [email protected], [email protected]
    Kepastian naskah 1-3 bulan.

    12. Gramedia Pustaka Utama (GPU)

    Naskah yang kamu kirimkan haruslah berjumlah 100 sampai dengan 200 halaman.
    Jika kamu mengirimkan naskah untuk buku anak, terlebih naskah buku berseri, lengkapilah naskah dengan ilustrasi serta konsep cerita.
    Naskah diketik dalam ukuran font 12 pt dan spasi 1,5.
    Kamu dapat menulis naskah dengan tema apapun asalkan tidak menyinggung SARA dan tidak vulgar.

    Untuk mempermudah penulis, Penerbit GPU memiliki beberapa bentuk pengiriman naskah yang cukup dipilih salah satu saja. Kamu dapat mengirimkan naskah dalam bentuk print out, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

    • Naskah print pada kertas ukuran A4 atau kertas folio
    • Naskah yang telah kamu print haruslah dijilid
    • Sertakan ringkasan cerita/synopsis mengenai naskah yang kamu tulis
    • Cantumkan data dirimu (nama, alamat, nomor telepon, dan email) pada saat mengirim naskah
    • Naskah yang sudah kamu kirimkan, akan dipertimbangkan oleh tim editor paling lambat tiga bulan. Jika naskah kamu tidak lolos seleksi, naskah tidak dapat dikembalikan dan akan dimusnahkan
    • Dan yang terakhir, jangan lupa untuk mencantumkan jenis naskah yang kamu tulis (fiksi, nonfiksi, remaja, dewasa, dll) di sudut kiri atas untuk memudahkan Penerbit dalam melakukan proses seleksi/pengategorian

    E-mail:

    Kalau kamu ingin cara yang lebih instan, kamu dapat mengirimkan naskah melalui email yaitu dengan cara menuliskan data diri dan naskah yang sudah kamu tulis ke [email protected] atau [email protected]. Naskah yang dikirim, jangan lupa untuk diberi subject Naskah: JUDUL

    13. Penerbit Serambi

    Naskah yang diterima Penerbit Serambi:

    Thriller/suspense/detektif,
    Kisah-kisah cinta,
    Humor/komedi, horor/gothic,
    Fiksi sejarah,
    Fiksi-sains/fantasi,
    Memoar,
    Fiksi populer,
    dan lainnya.

    Ketentuan Umum

    Jika Anda mempunyai naskah novel orisinal (bukan karya terjemahan) yang cocok untuk Serambi, silakan kirimkan:

    Satu kopi naskah dalam bentuk print-out
    Sinopsis (tidak lebih dari satu halaman)
    Biografi ringkas penulis, termasuk biodata, riwayat pendidikan, dan karya yang telah diterbitkan

    Jika Anda ingin menerjemahkan sebuah novel asing untuk Serambi atau jika Anda memiliki sebuah naskah terjemahan, silakan kirimkan:

    Sinopsis novel asing tersebut menurut Anda (tidak lebih dari satu halaman)
    Biografi ringkas penulis asli
    Biografi ringkas penerjemah, termasuk biodata, riwayat pendidikan, dan karya yang telah diterbitkan
    Satu atau dua bab contoh naskah terjemahan berikut teks aslinya (untuk kami nilai kualitas terjemahannya)

    A. Penerbit Serambi

    Naskah yang ditujukan ke Penerbit Serambi (sasaran utama pembaca dewasa dan umum) dikirim ke alamat Redaksi Penerbit Serambi atau melalui email ke [email protected] cc ke [email protected]

    B. Penerbit Atria/Ikon

    Untuk Naskah yang memiliki sasaran utama Anak (5-12 tahun) atau Remaja (13-23 tahun) akan diterbitkan oleh imprint kami, Penerbit Atria atau Penerbit Ikon. Naskah dapat berupa fiksi, nonfiksi, catatan harian, pengalaman pribadi, humor, buku anak islami, akhlak, sains–naskah dalam bentuk apa pun, kecuali fanfiction dan kumpulan cerpen.

    Sila kirim naskah dalam bentuk softcopy ke [email protected], cc ke [email protected] atau hard copy ditujukan ke Redaksi Penerbit Ikon/Atria

    14. Penerbit Mizan

    Syarat dan ketentuan kirim naskah ke penerbit Mizan

    1. Naskah harus karya original.
    2. Belum pernah dipublikasikan penerbit lain.
    3. memiliki cerita unik dan tidak klise.
    4. Naskah ditulis dengan rapi (logis dan sistematis).
    5. Memiliki peluang pasar yang bagus.
    6. Tulisan utuh dan padu (bukan kumpulan tulisan).
    7. Tidak berpotensi memunculkan konflik SARA
    8. Tidak menimbulkan kontroversi, terutama berhubungan dengan moral dan agama.
    9. Sertakan sinopsis.

    Format naskah:

    Font menggunakan “Times New Roman”

    • Ukuran font 12pt
    • Naskah ditulis dengan spasi 1,5
    • Naskah dikirim dalam bentuk teks.
    • Ilustrasi dan cover akan dibuat oleh tim Desainer Redaksi Penerbit Mizan
    • Naskah dikirim dalam keadaan diketik, diprint dan dijilid rapi.

    Kirim naskah ke

    Jalan Cinambo No. 135, Cisaranten Wetan, Bandung 40294, Indonesia.
    Hubungi kami di:
    Telepon: 022-7834310 — Fax: 022 – 7834311
    Mail To: [email protected]

    15. Wahyu Media

    1. Tebal naskah 100-200 halaman, atau 40.000-60.000 karakter. Naskah yang melebihi jumlah halaman yang ditetapkan, akan dipertimbangkan apabila sesuai dengan Wahyumedia.
    2. Font times new roman 12 pt atau calibri 11 pt, spasi 1,5.
    3. Ukuran kertas A4 atau quarto. 4. Naskah yang dikirimkan adalah naskah utuh, bukan naskah setengah jadi.
    4. Sertakan sinopsis cerita dari awal sampai akhir.
    5. Sertakan biodata dengan rincian nama, nomor telepon, alamat, dan alamat Email.
    6. Tema naskah bebas, tidak menyinggung SARA.
    7. Naskah yang masuk ke redaksi akan dievaluasi oleh redaksi, selambat-lambatnya 3 bulan setelah naskah diterima/dikonfirmasi.
    8. Naskah bisa dikirimkan ke alamat Email: [email protected] dengan subject NAMA_JUDUL NASKAH_JENIS NASKAH.
    9. Naskah juga bisa dikirimkan via pos ke: Redaksi Wahyumedia, Jl. M. Kahfi No. 12 Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tuliskan genre naskah di sudut kiri amplop.
    10. Beberapa jenis naskah adalah:
    o Fiksi anak (dongeng, kisah teladan)
    o Nonfiksi anak (penunjang pelajaran, keterampilan, parenting)
    o Keterampilan dan hobi

    Author : Maulana Affandi