Tag: pengertian

  • 19 Pengertian Teori Menurut Para Ahli

    19 Pengertian Teori Menurut Para Ahli

    Pengertian Teori

    Pengertian teori adalah pendapat atau konsep yang disandarkan pada hasil penelitian dan didukung oleh data serta argumentasi.

    Teori sendiri seringkali dianggap sebagai sebuah pemikiran saja, yang tanpa adanya tindakan. Namun, sesungguhnya setiap praktek memerlukan teori agar landasannya lebih terarah.

    Pengertian Teori Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian teori menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Jonathan H. Turner

    Teori adalah sebuah proses mengembangkan ide-ide yang membantu kita menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi.

    2. Littlejohn & Karen Foss

    Teori merupakan sebuah sistem konsep yang abstrak dan hubungan-hubungan konsep tersebut yang membantu kita untuk memahami sebuah fenomena.

    3. Kerlinger (1973)

    Definisi teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proporsi yang menyajikan gejala-gejala sistematis, merinci hubungan antar variable-variabel, dengan tujuan meramalkan dan menerangkan gejala tersebut,

    4. Nazir

    Teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian.

    5. Stevens

    Teori adalah suatu pernyataan yang isinya menyebabkan atau mengkarakteristikkan beberapa fenomena.

    6. Fawcett

    Definisi teori adalah suatu deskripsi fenomena tertentu, suatu penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau ramalan tentang sebab akibat satu fenomena pada fenomena yang lain.

    7. Travers

    Teori terdiri dar generalisasi yang dimaksudkan untuk menjelaskan dan memprediksi sebuah fenomena

    8. Emory-Cooper

    Teori merupakan suatu kumpulan konsep, definisi, proposisi, dan variable yang berkaitan satu sama lain secara sistematis dan telah digeneralisasikan , sehingga dapat menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena (fakta-fakta) tertentu

    9. Calvin S. Hall & Gardner Linzey

    Teori adalah hipotesis (dugaan sementara) yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum diketahui secara pasti

    10. King

    Teori adalah sekumpulan konsep yang ketika dijelaskan memiliki hubungan dan dapat diamati dalam dunia nyata.

    11. Manning

    Teori adalah seperangkat asumsi dan kesimpulan logis yang mengaitkan seperangkat variabel satu sama lain. Teori akan menghasilkan ramalan-ramalan yang dapat dibandingkan dengan pola-pola yang diamati.

    12. Menurut Siswoyo

    Dalam Mardalis, 2003:42, Teori diartikan sebagai seperangkat konsep dan definisi yang saling berhubungan yang mencerminkan suatu pandangan sistematik mengenai fenomena dengan menerangkan hubungan antar variable, dengan tujuan untuk menerangkan dan meramalkan fenomena.

    13. Menurut Hoy Dan Miskel

    Dalam Sugiyono, 2010:55, Teori ialah seperangkat konsep, asumsi dan generalisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan perilaku dalam berbagai organisasi.

    14. Menurut Mike Bal (1985)

    Teori merupakan “a theory is a systematic set of generalized statements about a particular segment of reality”.

    15. Menurut Heinan (1985)

    Teori merupakan ” a group of logically organized laws or relationships that constitute explainnation in a discipline”.

    16. Menurut John W Creswell, 1993:120

    Teori merupakan serangkain bagian atau variabel definsi dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variable, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah.

    17. Menurut Labovitz & Hagedorn

    Teori sebagai ide pemikiran “pemikiran teoritis” yang mereka definisikan sebagai “menentukan” bagaimana dan mengapa variable-variabel dan pernyataan hubungan dapat saling berhubungan.

    18. Menurut Talcott P dan Robert

    Definisi teori adalah seperangkat penyataan-pernayataan yang secara sistematit berhubungan atau sering disebut teori adalah sekumpulan definisi konsep dan porposisi yang saling berkaitan yang menghadirkan suatu tujuan yang sistematic atau fenomena yang ada dengan menunjukan hubungan yang khas di antara variabel-variabel.

    19. Menurut KBBI

    Menurut KBBI, teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian, azas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan, dan pendapat/cara/aturan untuk melakukan sesuatu.

  • Pengertian Analogi dan Jenisnya Menurut Para Ahli

    Pengertian Analogi dan Jenisnya Menurut Para Ahli

    Pengertian Analogi

    Analogi adalah kesimpulan yang ditarik dengan jalan menyampaikan atau memperbandingkan suatu fakta khusus dengan fakta khusus lain.

    Pemikiran ini juga biasa disebut pemikiran melalui persamaan atau pemikiran melalui analogi, atau disebut analogi logis.

    Analogi disebut juga sebagai analogi induktif yaitu proses penalaran dari satu fenomena menuju fenomena lain yang sejenis kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena yang pertama akan terjadi juga pada fenomena yang lain.

    Dengan demikian dalam setiap tindakan penyimpulan analogi terdapat 3 unsur yaitu: peristiwa pokok yang menjadi dasar analogi, persamaan prinsipal yang menjadi pengikat, dan ketiga fenomena yang hendak kita analogikan.

    Pengertian Analogi Menurut Para Ahli

    1. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia, analogi adalah persesuaian antara kedua benda yang berlainan (kamisa,1997:37).
    2. Analogi adalah berusaha untuk mencapai kesimpulan dengan menggantikan dengan apa ynag kita coba untuk membuktikan dengan sesuatu yang serupa dengan hal tersebut, namun yang lebih dikenal,dan kemudian menyimpulkan kembali apa yang mengawali penalaran kita (louis O. Kattsef,1992:32).
    3. Analogi adalah proses dari fenomena menuju fenomena yang lain yang sejenis kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena yang pertama akan terjadi pada fenomena yang lain (Mundiri, 2008:157).
    4. Analogi adalah proses berfikir untuk menyimpulkan sesuatu berdasarkan kesamaannya dengan sesuatu yang lain (Syarkawi dhofir, 2000:78).
    5. Analogi adalah suatu perbandingan yang dipakai untuk mencoba membuat suatu idea yang dapat dipercaya guna membuat suatu konsep yang sulit menjadi mudah dan jelas (poespoprodjo, 1999:179).
    6. Analogi adalah berbicara dua hal yang berlainan, yang satu bukan yang lain, dan dua hal ynag berlainan itu dibandingkan satu dengan yang lainnya (Soekadijo, tt:139).
    7. Analogi adalah pengertian yang menunjuk sesuatu yang sama tetapi dalam kesamaan itu ada sesuatu yang berbeda pula (Poedjawijatna, 2004:40).

    Jenis Jenis Analogi

    Analogi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

    1. Analogi Deklaratif

    Analogi deklaratif atau biasa disebut dengan analogi penjelas merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal.

    Sejak zaman dahulu analogi deklaratif merupakan cara yang amat bermanfaat untuk menjelaskan masalah yang hendak diterangkan.

    Contoh analogi deklaratif:

    Sinta berhasil meraih ranking 1 di kelas karena rajin belajar setiap hari.

    Maka Adi pun seharusnya bisa menjadi ranking 1 jika dia mau rajin belajar setiap hari.

    2. Analogi Argumentatif

    Analogi Argumentatif metode yang didasarkan pada kesimpulan bahwa apabila suatu hal mempunyai satu atau lebih ciri yang sama seperti terdapat pada suatu hal lain.

    Maka ciri-ciri lainnya dari hal yang pertama itu juga dimiliki oleh hal yang kedua tersebut. Dengan kata lain, analogi jenis ini merupakan analogi yang disusun berdasarkan persamaan principal yang ada pada dua fenomena.

    Kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama ada juga pada fenomena yang kedua. Analogi argumentatif juga biasa disebut dengan analogi induktif.

    Contoh analogi argumentatif:

    Anjing hitam menyalak, mengejar orang dan menggigit.
    Anjing coklat menyalak dan mengejar orang.

  • 10 Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli

    Pengertian Bahasa

    Pengertian bahasa adalah alat komunikasi manusia dengan manusia lainnya dengan bunyi (suara), gerakan, dan ekspresi. Jadi, bahasa tidak hanya berkutat soal bunyi sanya, tapi juga tanda yang mendukungnya.

    Secara etimologi, bahasa berasal dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāṣā. Sedangkan menurut Kbbi, bahasa adalah:

    • sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.
    • percakapan (perkataan) yang baik; tingkah laku yang baik; sopan santun.
    • sistem kata atau simbol yang memungkinkan untuk berkomunikasi dengan komputer, terutama untuk memasukkan instruksi-instruksi komputer melalui kata-kata yang mudah dipahami, dan kemudian diterjemahkan ke dalam kode mesin.

    Bahasa Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian bahasa menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Bill Adams

    Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif.

    2. Wittgenstein

    Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.

    3. Ferdinand de Saussure

    Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain.

    4. Plato

    Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut.

    5. Bloch & Trager

    Bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.

    6. Carrol

    Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia.

    7. Sudaryono

    Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.

    8. Saussure

    Definisi bahasa adalah objek dari semiologi.

    9. Mc. Carthy

    Arti bahasa adalah praktik yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir.

    10. William A. Haviland

    Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.

  • 12 Pengertian Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli

    12 Pengertian Bimbingan Konseling Menurut Para Ahli

    Pengertian Bimbingan Konseling

    Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari bahasa inggris, yaitu guidance and counseling. Kata “guidance” berasal dari kata kerja to guide yang berarti memimpin, menunjukkan, atau membimbing ke jalan yang baik.

    Jadi, kata “guidance” dapat diartikan sebagai pengarahan atau petunjuk kepada seseorang. Sedangkan “counseling” berasal dari kata kerja to counsel yang berarti menasehati atau menganjurkan kepada seseorang secara face to face.

    Sehingga bisa disimpulkan arti bimbingan konseling adalah sebuah proses pengarahan dan menasehati seseorang secara langsung dalam hal yang bermanfaat, misalnya tentang pola pikir, tingkah laku, dan cara berbicara.

    Pengertian Bimbingan Konseling Menurut Ahli

    Adapun pengertian bimbingan konseling menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Prayitno (2003)

    Memberikan pengertian bimbingan konseling sebagai suatu bentuk pelayanan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar peserta didik mandiri dan berkembang secara baik.

    2. Nur Faudjia (2011)

    Memberikan pengertian bimbingan konseling sebagai proses pemberian bantuan konselor yang dilakukan melalui wawancara untuk kemudian peserta didik mampu merencanakan masa depan yang lebih baik.

    3. Jainab Aqib (2010)

    Memberikan pengertian bimbingan konseling sebagai bentuk kegiatan yang integral, dimana bimbingan dan konseling tak terpisahkan dengan layanan bimbingan yang lain.

    4. Hikmawati (2011:1)

    Pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.

    5. Tohirin (2013:25)

    Bimbingan dan konseling merupakan proses bantuan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseli) melalui pertemuan tatp muka atau hubungan timbal balik antara keduanya, supaya konseli mempunyai kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mempunyai kemampuan memecahkan masalahnya sendiri.

    6. Jones (dalam Prayitno 2013: 100)

    Konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan dimana ia diberi bantuan pribadi dan langsung dakam pemecahan masalah itu.

    Konselor tidak memecahkan masalah untuk klien. Konseling harus ditunjukkan pada perkembangan yang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan.

    7. Willis (2011:14)

    Bimbingan merupakan ”proses bantuan terhadap individu agar ia memahami dirinya dan dunianya, sehingga dengan demikian ia dapat memanfaatkan potensi-potensinya”.

    8. Bernard & Fullmer (dalam Prayitno, 2013:95)

    Bimbingan merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu.

    9. Frank Parson (1951)

    Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya.

    10. Chiskolm (1959)

    Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri, yaitu membantu individu memahami dirinya sendiri, pengertian menitikberatkan pada pemahaman terhadap potensi diri yang dimiliki.

    11. Mathewson (1969)

    Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik. Maksudnya, bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan pada proses belajar. Pengertian ini menekankan bimbingan sebagai bentuk pendidikan dan pengembangan diri, tujuan yang diinginkan diperoleh melalui proses belajar.

    12. Crow (dalam Aqib, 2013:94)

    Bimbingan dapat diartikan bantuan yang diberikan oleh seseorang, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yag memadai dan telah terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri.

  • 9 Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

    Pengertian Apresiasi

    Jelaskan pengertian apresiasi? Apresiasi adalah sebuah bentuk penghargaan kepada suatu karya seni dan sastra yang dihasilkan dari proses pengamatan, penglihatan, pendengaran, dan penjiwaan.

    Menurut bahasa, apresiasi berasal dari bahasa latin, yaitu “Apreciatio” yang artinya menghargai. Sedangkan secara terminologi, arti apreasiasi adalah proses penilaian seorang ahli terhadap sesuatu.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti apreasiasi adalah:

    apresiasi/ap·re·si·a·si/ /aprésiasi/ n 1 kesadaran terhadap nilai seni dan budaya; 2 penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu; 3 kenaikan nilai barang karena harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah;

    Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian apresiasi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Alfred North Whitehead

    Apresiasi adalah proses pengapresiasian terhadap sebuah hal yang dilakukan oleh seseorang dalam sebuah kegiatan guna mendapatkan suatu hal, dan berpartisipasi di dalamnya dengan penilaian secara keseluruhan.

    2. Effendi

    Pengertian apresiasi menurut Effendi merupakan aktivitas menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra.

    3. Aminuddin

    Berdasarkan pandangan Aminuddin, apresiasi mengandung makna pengenalan melalui perasaan atau pun kepekaan batin dan pengakuan terhadap unsur-unsur keindahan yang diungkapkan oleh pengarangnya.

    4. Albert R. Candler

    Definisi apresiasi merupakan kegiatan mengartikan serta menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni, serta menjadi sensitif mengenai gejala estetis dan artistik, sehingga dapat menikmati dan menilai karya tersebut secara semestinya.

    Dalam aktivitas mengapresiasi, seorang penghayat melaksanakan aktivitas pencarian pengalaman estetis, sehingga motivasi yang timbul adalah motivasi pengalaman estetis (berupa kepuasan kontemplatif dan intuitif).

    5. Elliyati

    Berdasarkan pandangan Elliyati, apresiasi merupakan setiap kegiatan mengakrabi karya sastra secara bersungguh-sungguh. Berkaitan dengan hal itu, apresiasi membutuhkan kesungguhan penikmat sastra untuk mengenali, menghargai, dan menghayati, sehingga ia dapat menemukan penjiwaan yang benar-benar dalam.

    6. Effendi (1973)

    Apresiasi adalah sebuah aktifitas atau kegiatan untuk menggauli sastra yang diciptakan dengan ketulusan hati dan kesungguhan hingga dihasilkan karya yang menumbuhkan pengertian, kepekaan, kritis, penghargaan, dan kepekaan rasa yang cukup baik terhadap hasil cipta sastra.

    7. John Dewey

    Apa itu apresiasi? Definisi apresiasi adalah menikmati sebuah kesenangan atau pengalaman terhadap sesuatu.

    8. Jarret

    Definisi apresiasi adalah perhatian seseorang terhadap sesuatu yang bisa berupa ketertarikan, kesenangan, dan pemanfaatan terhadap sesuatu tersebut.

    9. Hornby

    Pengertian apresiasi menurut Horby apresiasi mengacu kepada pengertian pengenalan dan pemahaman yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian.

    Tujuan Apresiasi

    Apresiasi dilakukan bukan tanpa alasan. Adapun tujuan apresiasi adalah sebagai berikut:

    • Memberi penghargaan positif kepada sastrawan dan seniman.
    • Mengembangkan nilai estetika dari karya seni dan karya sastra.
    • Meningkatkan kemampuan imajinasi dan kreativitas para seniman.
    • Untuk menyempurnakan sebuah karya.
    • Memberi semangat agar seniman terus berkarya.
    • Memperbaiki karya agar menjadi lebih baik.
    • Mendukung/menghargai karya.
    • Menjelaskan kepada publik bahwa karya tersebut layak dikonsumsi/tidak.
    • Memberi masukan kepada seniman dan sastrawan.
  • Pengertian Biografi Adalah? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Pengertian Biografi Adalah? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Pengertian Biografi

    Biografi adalah kisah hidup seseorang yang diabadikan dalam bentuk tulisan, teks, atau naskah.

    Biografi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu Bios yang artinya hidup dan Graphien yang artinya tulis.

    Sehingga jika digabungkan maka bisa berarti tulisan yang mengisahkan hidup seseorang.

    Teks Biografi

    Lebih sederhana lagi, biografi bisa dikatakan sebagai riwayat hidup. Jadi, dalam mengisahkan riwayat hidup seseorang, teks yang digunakan dalam biografi bisa panjang ataupun pendek.

    Biasanya, jika teks biografi panjang, kisah yang dianggap cukup mendetail mengenai masa lalu sedari seseorang tersebut masih kecil hingga dewasa.

    Namun, kadang juga biografi hanya mengambil poin-poin penting dari kisah hidup seseorang.

    Poin-poin penting itu berupa tanggal lahir, nama lengkap, nama kecil, orang tua, pendidikan, karir, prestasi, pasangan, anak, dan tempat tinggal.

    Semua data tersebut dikemas menjadi teks yang ringkas sehingga menjadi sebuah bacaan yang informatif, alias informasi yang diberikan dapat dimengerti oleh pembaca.

    Struktur Teks Biografi

    Adapun struktur teks negosiasi meliputi:

    Orientasi

    Orientasi bisa berupa pengenalan awal terhadap sosok yang sedang ditulis biografinya.

    Pengenalan Lebih Lanjut

    Dalam pengenalan lebih lanjut, teks biografi biasanya berisi tentang latar belakang, silsilah keluarga, serta hari lahir dari tokoh.

    Peristiwa

    Selanjutnya, teks biografi harus berisi peristiwa. Maksud dari peristiwa di sini adalah teks biografi berisi rentetan kisah hidup serta masalah yang pernah dialami oleh seseorang. Baik itu dari kisah ekonomi, pendidikan, ataupun karir.

    Penutup

    Dalam bagian penutup, biasanya berisi mengenai pandangan penulis tentang tokoh atau seseorang yang sedang ditulis teks biografinya. Namun ini sifatnya opsional, kadang juga tidak dicantumkan.

    Siapa yang Layak Ditulis Biografinya?

    Tidak ada yang tidak layak, alias semua bisa ditulis teks biografinya, termasuk diri sendiri. Jadi, biografi tidak harus mengisahkan tokoh-tokoh ternama saja.

    Begitu banyak contoh biografi diri sendiri yang membuktikan bahwa biografi tidak harus mengisahkan tokoh-tokoh penting saja.

    Setiap orang bisa menulis biografi diri sendiri dengan tujuan agar orang lain mengetahui kisah hidupnya.

    Contoh Teks Biografi

    Supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh teks biografi singkat dari para tokoh-tokoh penting di Indonesia.

    1. Biografi Soekarno

    Nama Lengkap: Dr. Ir. H. Soekarno
    Nama Kecil: Koesno Sosrodihardjo
    Nama Panggilan: Bung Karno, Soekarno, Pak Karno
    Lahir: Surabaya, 6 Juni 1901
    Wafat: Jakarta, 21 Juni 1970
    Orang Tua : Soekemi Sosrodihardjo (Ayah), Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu),
    Istri: Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar
    Anak: Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Totok Suryawan Soekarnoputra, Karina Kartika Sari Dewi Soekarno, Ayu Gembirowati.

    2. Biografi R.A Kartini

    Nama Lengkap : Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat
    Nama lain : R.A Kartini
    Tempat dan Tanggal Lahir : Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879
    Wafat : Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904
    Agama : Islam
    Orang Tua : Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat (Ayah), M.A. Ngasirah (Ibu)
    Saudara Kandung : R.M Slamet Sosroningrat, P.A Sosrobusono, R.A Soelastri, Drs. R.M.P Sosrokartono, R.A Roekmini, R.A Kardinah, R.A Kartinah, R.M Muljono, R.A Soematri, R.M Rawito
    Suami : K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
    Anak : Soesalit Djojoadhiningrat

  • Pengertian Rasionalisme Menurut Para Ahli dan Tokoh-Tokohnya

    Pengertian Rasionalisme

    Rasionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa sumber pengetahuan satu-satunya yang paling benar adalah rasio (akal budi).

    Rasionalisme sendiri merupakan paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (resen) adalah modal serta alat terpenting dalam memperoleh pengatahuan.

    Jika empiresme mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh dengan alam mengalami objek empiris, maka rasionalisme mengajarkan bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir menurut kaidah-kaidah logis atau kaidah-kaidah logika.

    Usaha manusia untuk memberi kemandirian kepada akal sebagaimana yang telah dirintis oleh para pemikir renaisans, masih berlanjut terus sampai abad ke-17.

    Abad ke-17 adalah era dimulainya pemikiran-pemikiran kefilsafatan dalam artian yang sebenarnya.

    Semakin lama manusia semakin menaruh kepercayaan yang besar terhadap kemampuan akal, bahkan diyakini bahwa dengan kemampuan akal, segala macam persoalan dapat dijelaskan, semua permasalahan dapat dipahami dan dipecahkan, termasuk seluruh masalah kemanusiaan.

    Keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuan akal telah berimplikasi kepada perang terhadap mereka yang malas mempergunakan akalnya, terhadap kepercayaan yang bersifat dogmatis seperti yang terjadi pada abad pertengahan, terhadap norma-norma yang bersifat tradisi dan terhadap apa saja yang tidak masuk akal termasuk keyakinan-keyakinan dan serta semua anggapan yang tidak rasional.

    Dengan kekuasaan akal tersebut, orang berharap akan lahir suatu dunia baru yang lebih sempurna, dipimpin dan dikendalikan oleh akal sehat manusia. Kepercayaan terhadap akal ini sangat jelas terlihat dalam bidang filsafat.

    Tokoh-Tokoh Rasionalisme

    Perkembangan rasionalisme tidak lepas dari kontribusi sejumlah tokoh besar yang gagasannya telah membentuk fondasi kuat dalam sejarah pemikiran filsafat.

    Berikut ini adalah beberapa tokoh utama dalam aliran rasionalisme beserta sumbangsih pemikiran mereka.

    1. Deskartes ( 1596-1650)

    Descartes lahir pada tahun 1596 dan meninggal pada tahun 1650. Dalam bukunya yang berjudul di caurs deia methode ( 1537) dan meditations ( 1642)  ia menuangkan metodenya yang terkenal itu, metode ini juga sering disebut cogito Descartes, atau metode catigo saja.

    Ia mengetahui bahwa tidak mudah meyakinkan tokooh-tokoh gereja. Bahwa dasar filsafat vharuslah rasio (akal) untuk meyakinkan orang bahwa dasar filsafat haruslah akal, ia menyusun argumentasi yang sangat terkenal.

    2. Spinoza ( 1632-1677 M)

    Spinoza dilahirkan pada tahun 1632 dan meninggal dunia pada tahun 1677 M. Nama aslinya adalah banich SPINOZA. Setelah ia mengucilkan dirinya dari agama yahudi, ia mengubah namanya menjadi benedictus de Spinoza dan hidup di pinggiran kota.

    3. Lleibniz (1646-1716)

    Gotifried willheim von Leibniz lahir pada tahun 11646 dan meninggal pada tahun 1718. Ia merupakan seorang filosofi Jerman  yang membantu pejabat tinggi Negara. Pusat metafisikanya adalah ide tentang substansi yang dikembangkan dalam konsep monad.

  • Pengertian Etnografi Menurut Para Ahli

    Pengertian Etnografi Menurut Para Ahli

    Pengertian Etnografi

    Secara bahasa, kata etnografi merupakan istilah yang berasal dari Bahaya Yunani ‘ethos’ yang artinya deskripsi mengenai orang, suku, bangsa yang diuraikan dengan tulisan.

    Kemudian, secara harfiah bisa disebut bahwa etnografi adalah budaya dalam perspektif keilmuan.

    Istilah etnografi sendiri adalah sub cabang dari antropologi, yang artinya lahir dan merupakan embrio dari keilmuan antropologi.

    Diperkirakan bidang kajian ini lahir pada tahun 1800-an manakalah masa kerajaan di Indonesia yang sedang berupaya dalam memperebutkan daerah kekuasan serta hasil alam, berupa rempah-rempah.

    Menurut KBBI, makna etnografi adalah: deskripsi tentang kebudayaan suku-suku bangsa, ilmu tentang pelukisan kebudayaan suku-suku bangsa yang hidup tersebar di muka bumi

    Pengertian Etnografi Menurut Para Ahli

    Namun, ada peranan dan maksud lain dari kelahiran etnografi sendiri. Seperti pengertian etnografi menurut para ahli berikut ini.

    1. Michael H. Agar (1986:12-24)

    Memberikan tawaran baru tentang penelitian etnografi dengan dilandasi oleh pemikiran fenomenologi, mengutip pendapat Giddens (1976), adalah inti dari proses mediasi kerangka pemikiran.

    “Hakikat dari suatu mediasi tertentu akan bergantung dari hakikat tradisi dimana terjadi kontak penelitian lapangan”.

    2. Charles Winnick (1915:193)

    Mendefinisikan etnografi sebagai the study of individual cultures, it is primarily adescriptvie and non interpretative study.

    3. Roger M. Keesing (1989:250)

    Mendefinisikan etnogarafi sebagai pembuatan dokumentasi dan analisis budaya tertentu dengan mengadakan penelitian lapangan.

    Artinya dalam mendefinisikan suatu kebudayaan seorang etnografer (peneliti etnografi) juga menganalisis.

    4. Richards dkk, (1985)

    Etnografi adalah kajian tentang kehidupan dan kebudayaan suatu masyarakat atau etnik, misalnya tentang adat-istiadat, kebiasaan, hukum, seni, religi, bahasa.

    Bidang kajian vang sangat berdekatan dengan etnografi adalah etnologi, yaitu kajian perbandingan tentang kebudayaan dari berbagai masyarakat atau kelompok

    5. Wolcott (1977)

    Arti Etnografi adalah suatu metode khusus atau satu set metode yang di dalamnya terdapat berbagai bentuk yang mempunyai karakteristik tertentu, termasuk partisipasi etnografer, memahami dan mengikuti kehidupan sehari-hari dari seseorang dalam periode yang lama, melihat apa yang terjadi, mendengarkan apa yang dikatakan, bertanya kepada mereka, dan pada kenyataannya mengumpulkan data apa saja yang ada.

    Nah, itulah beberapa definisi etnografi menurut para ahli. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/