Tag: pengertian

  • 10 Pengertian Hukum Dagang Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Hukum Dagang Menurut Para Ahli

    Hukum dagang merupakan bagian dari hukum yang mengatur seluruh aktivitas yang berkaitan dengan dunia usaha, perdagangan, dan transaksi bisnis.

    Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi, pemahaman mengenai hukum dagang menjadi semakin penting untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum dalam kegiatan komersial.

    Banyak ahli memberikan definisi yang beragam tentang apa itu hukum dagang, namun pada dasarnya semua mengarah pada aturan-aturan yang mengikat hubungan hukum antar pelaku usaha, baik individu maupun badan hukum.

    Pengertian Hukum Dagang Menurut Para Ahli

    Untuk memahami lebih dalam tentang konsep hukum dagang, berikut adalah pengertian menurut para ahli yang telah banyak dijadikan rujukan dalam dunia akademik maupun praktik hukum.

    1. Achmad Ihsan

    Pengertian hukum dagang adalah hukum yang mengatur soal-soal perdagangan, yaitu soal soal yang timbul karena tingkah laku manusia dalam perdagangan (Achmad Ichsan, 1987: 17).

    2. Purwosutjipto

    Hukum Dagang adalah hukum perikatan yang timbul khusus dari lapangan perusahaan (Purwosutjipto, 1991: 5)

    3. CST. Kansil

    Hukum perusahaan merupakan seperangkat aturan yang mengatur tingkah laku manusia yang ikut andil dalam melakukan perdagangan dalam usaha pencapaian laba.

    4. Sunaryati Hartono

    Hukum ekonomi keseluruhan keputusan yang mengatur kegiatan perekonomian.

    5. Munir Fuadi

    Segala perangkat aturan tata cara pelaksanaan kegiatan perdagangan, industri, atau kuangan yang dihubugkan dengan produksi atau kegiatan tukar menukar barang.

    6. R. Soekardono

    Hukum Dagang adalah bagian dari hukum perdata pada umumnya, yakni yang mengatur masalah perjanjian dan perikatan-perikatan yang diatur dalam Buku III Burgerlijke Wetboek (BW).

    Dengan kata lain, Hukum Dagang adalah himpunan peraturan-peraturan yang mengatur seseorang dengan orang lain dalam kegiatan perusahaan yang terutama terdapat dalam kodifikasi Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

    Hukum dagang dapat pula dirumuskan sebagai serangkaian kaidah yang mengatur tentang dunia usaha atau bisnis dan dalam lalu lintas perdagangan (R. Soekardono, 1963: 17)

    7. Fockema Andreae

    Hukum Dagang adalah keseluruhan dari aturanhukum mengenai suatu perusahaan di dalam lalu lintas perdagangan, sejauh mana diaturdalam KUHD dan beberapa Undang-undang tambahan.

    Di Belanda, hukum perdata dan Hukum dagang dijadikan dalam satu buku, yaitu buku II dalam BW baru belanda.

    8. Sri Rezeki Hardtono

    Hukum dagang dalam pemahaman konvensional merupakan suatu bagian dari bidang hukum perdata atau dengan perkataan lain selain disebut bahwa hukum perdata dalam pengertian luas.

    9. Subekti

    Hukum Dagang ialah hukum yang mengatur hubungan privat (istimewa) antara orang-orang sebagai anggota masyarakat dengan suatu badan hukum,diantaranya pemerintahnya sebagai badan hukum.

    10. Wikipedia

    Hukum dagang adalah ilmu yang mengatur hubungan antara suatu pihak dengan pihak lain yang berkaitan dengan urusan-urusan dagang.

    Definisi lain menyatakan bahwa hukum dagang merupakan serangkaian norma yang timbul khusus dalam dunia usaha atau kegiatan perusahaan.

  • 9 Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

    Pengertian menulis adalah menuangkan gagasan atau ide melalui kata demi kata yang tersusun menjadi kalimat dan paragraf sehingga dapat terbaca. Menulis juga bisa diartikan sebagai mencurahkan isi hati melalui diksi.

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2010: 1497), pengertian menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan.

    Sementara definisi menulis menurut para ahli sebagai berikut:

    1. The Liang Gie

    Pengertian menulis menurut The Liang Gie merupakan kegiatan menulis yang memasukan beberapa unsur penting dalam menulis. Jadi tidak sekedar menuangkan gagasan saja, tetapi juga harus mengikuti unsur lain seperti meninjau dari segi tuturan, wahana dan tatanan.

    2. Tarigan (1986: 21)

    Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang-orang dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut.

    3. Suparno (2009:13

    Pengertian menulis adalah sebagai suatu kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.

    4. Nurgiyantoro (2001: 273)

    Menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif sehingga penulis harus memiliki kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis, dan struktur bahasa.

    5. Suparno dan Mohammad Yunus (2008: 1.3)

    Menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan mengunakan bahasa tulis sebagai media atau alatnya. Dalam komunikasi tulis setidaknya terdapat empat unsur yang terlibat yaitu (1) penulis sebagai penyampai pesan, (2) isi tulisan atau pesan, (3) saluran atau medianya berupa tulisan dan (4) pembaca sebagai penerima pesan.

    6. Suyitno

    Menurut Suyitno, menulis dapat diartikan sebagai upaya mengungkapkan pikiran, pengetahuan, gagasan, dan pengalaman hidup pengarang dalam bahasa tulis. Jadi, agar tulisannya mudah dipahami dan mampu membangkitkan emosi, penulis menulis dengan runtut, mudah dibaca, ekspresif, dan mudah dipahami orang lain.

    7. Soemarmo Markam (1989:7)

    Menurut Soemarmo Markam (1989:7) yang juga menjelaskan bahwa menulis tidak hanya diekspresikan dalam bentuk lambang, tetapi juga dalam bentuk gambar.

    8. Rosidi (2009: 2)

    Mengemukakan bahwa menulis adalah sebuah kegiatan menuliskan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis.

    9. Nursisto (1999: 5)

    Mengemukakan bahwa menulis atau mengarang merupakan kemampuan berkomunikasi melalui bahasa yang tingkatannya paling tinggi

  • 11 Pengertian Belajar Menurut Para Ahli

    Belajar merupakan aktivitas fundamental dalam kehidupan manusia yang berlangsung sepanjang hayat.

    Setiap individu terlibat dalam proses belajar, baik secara formal melalui pendidikan di sekolah maupun secara informal dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui proses belajar, seseorang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang berguna bagi dirinya maupun lingkungannya.

    Namun, untuk memahami hakikat belajar secara mendalam, penting bagi kita untuk meninjau berbagai definisi yang dikemukakan oleh para ahli di bidang pendidikan dan psikologi

    Pengertian Belajar Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian belajar menurut para ahli yang dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai konsep belajar.

    1. Howard L. Kingsley dalam Dantes (1997)

    Pengertian belajar adalah suatu proses bukan produk. Proses dimana sifat dan tingkah laku ditimbulkan dan diubah melalui praktek dan latihan.

    2. Hilgard dalam Nasution (1997:35)

    Belajar adalah proses melahirkan atau mengubah suatu kegiatan melalui jalan latihan yang dibedakan dari perubahan-perubahan oleh faktor-faktor yang tidak termasuk latihan.

    3. Jauhari (2000:75)

    Belajar adalah proses untuk memperoleh perubahan yang dilakukan secara sadar, aktif, dinamis, sistematis, berkesinambungan, integratif, dan tujuan yang jelas.

    4. Fontana dalam Khoir (1991)

    Belajar adalah mengubah tingkah laku, perubahan adalah hasil dari pengalaman, perubahan terjadi dalam perilaku individu.

    5. Thorndike dalam Psikologi Pendidikan

    Belajar adalah asosiasi antara kesan panca indra dengan umpuls untuk bertindak.

    6. Drs. Slameto (1999)

    Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya.

    7. Moh. Surya (1981:32)

    Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.

    8. Darsono (2001:4)

    Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.

    9. Morgan, dkk (1984)

    Belajar adalah “Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which accurs as a result of practice or experience”. Yaitu bahwa perubahan perilaku itu sebagai akibat belajar karena latihan (practice) atau karena pengalaman (experience).

    10. Skiner (Syaiful Sagala, 2010:14)

    Belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif.

    11. Robert M. Gagne (Syaiful Sagala, 2010:17)

    Belajar merupakan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas, timbulnya kapabilitas disebabkan: (1) stimulasi yang berasal dari lingkungan; (2) proses kognitif yang dilakukan oleh pelajar.

  • 25 Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

    25 Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

    Setiap tindakan manusia hampir selalu dipengaruhi oleh suatu dorongan dari dalam diri yang dikenal dengan istilah motivasi.

    Dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari, motivasi menjadi kunci penting yang mendorong seseorang untuk bertindak, bertahan, dan mencapai tujuan tertentu. Namun, pengertian motivasi tidaklah tunggal.

    Banyak ahli dari berbagai bidang ilmu telah mencoba mendefinisikannya dari sudut pandang mereka masing-masing.

    Pemahaman ini menjadi penting agar kita bisa mengenali sumber dorongan dalam diri sendiri maupun orang lain, serta mengetahui bagaimana motivasi dapat dibentuk, diarahkan, dan dipelihara.

    Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

    Berikut adalah beberapa pandangan ahli yang menggambarkan definisi motivasi secara lebih luas dan mendalam

    1. Menurut Sujono Trimo

    Memberikan pengertian motivasi adalah suatu kekuatan penggerak dalam prilaku individu dalam prilaku individu baik yang akam menentukan arah maupun daya ahan (perintence) tiap perilaku manusia yang didalamnya terkandung pula ungsur-ungsur emosional insan yang berasangkutan.

    2. Menurut Sartain

    Motivasi adalah suatu pertanyaan yang komplek dimana dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang.

    3. Menurut Chifford T. Morgan

    Motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek-aspek dari pada motivasi. Ketiga hal tersebut adalah keadaan yang mendorong tingkah laku (Motiving states), yaitu tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut (Motiving Behavior), dan tujuan dari tingkah laku tersebut (Goal or Endsof Such Behavior).

    4. Menurut Fredrick J. Mc Donal

    Memberikan sebuah pernyataan yaitu motivasi adalah perubahan energi pada diri dari seseorang yang ditantai dengan perasaan dan juga reaksi untuk mencapai sebuah tujuan.

    5. Menurut Hasibuan dalam (Sutrisno, 2017)

    Mengemukan bahwa motivasi adalah perangsang keinginan dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang karena setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.

    6. Menurut Sardiman (2006:73)

    Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

    7. Menurut Hamalik (1992:173)

    Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.

    8. Menurut Mulyasa (2003:112)

    Pengertian Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi.

    9. Menurut Robbins dan Judge

    Arti motivasi adalah suatu proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan individu agar dapat mencapai tujuannya.

    10. Menurut Victor H. Vroom

    Definisi motivasi adalah sebuah akibat dari suatu hasil yang ingin diraih atau dicapai oleh seseorang dan sebuah perkiraan bahwa apa yang dilakukannya akan mengarah pada hasil yang diinginkannya.

    11. Edwin B. Flippo

    Disebutkan bahwa motivasi merupakan suatu keahlian dalam mengarahkan seorang pegawai & sebuah organisasi agar dapat bekerja supaya berhasil, hingga para pegawai dan tujuan dari organisasi tersebut tercapai.

    12. American Encyclopedia

    Disebutkan bahwa motivasi sebagai sebuah kecendrungan yang ada didalam diri seseorang yang membangkitkan topangan & mengarahkan tindak-tanduknya.

    13. G. R. Terry

    Menjelaskan bahwa motivasi ialah sebuah keinginan yang ada pada diri seseorang yang merangsangnya untuk melakukan berbagai tindakan.

    14. Barton dan Martin (dalam Marwansyah dan Mukaram, 2000: 151)

    Menjelaskan bahwa: “motivasi merupakan kekuatan yang menggerakkan perilaku yang memberi arah pada perilaku dan mendasari kecenderungan untuk tetap menunjukkan perilaku tersebut.”

    15. Djamarah (2002: 34)

    Mendefiniskan motivasi sebagai perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feelling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Perubahan energi dalam diri seseorang itu berbentuk suatu aktivitas nyata berupa kegiatan fisik. Karena seseorang mempunyai tujuan tertentu dan aktivitasnya, maka seseorang mempunyai motivasi yang kuat untuk mencapainya dengan segala upaya yang dapat ia lakukan untuk mencapainya.

    16. Menurut Winardi (2007)

    Motivasi berasal dari kata motivation yang berarti ”menggerakkan”. Motivasi merupakan hasil sejumlah proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap entutiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.

    17. Menurut H. Hadari Nawawi

    Mendefinisikan motivasi seseseorang melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung secara sadar.

    18. Menurut Henry Simamora

    Pengertian motivasi menurutnya adalah Sebuah fungsi dari pengharapan individu bahwa upaya tertentu akan menghasilkan tingkat kinerja yang pada gilirannya akan membuahkan imbalan atau hasil yang dikehendaki.

    19. Menurut Soemanto

    Secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia itu selalu bertujuan, kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan tenaga yang memberi kekuatan bagi tingkahlaku mencapai tujuan,telah terjadi di dalam diri seseorang.

    20. Menurut A. Anwar Prabu Mangkunegara

    Memberikan pengertian motivasi dengan kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara prilaku yang berubungan dengan lingkungan kerja.

    21. Menurut Uno (2007)

    Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Motivasi adalah sesuatu apa yang membuat seseorang bertindak.

    22. Sargent, (dikutip oleh Howard, 1999)

    Menyatakan bahwa motivasi merupakan dampak dari interaksi seseorang dengan situasi yang dihadapinya (Siagian, 2004).

    23. Morgan et al. (dalam Marwansyah dan Mukaram, 2002: 151)

    Menjelaskan bahwa: “motivasi merupakan kekuatan yang mengendalikan dan menggerakkan seseorang untuk melakukan tindakan atau perilaku yang diarahkan pada tujuan tertentu”.

    24. Menurut Weiner (1990) yang dikutip Elliot et al. (2000)

    Motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu.

    25. Menurut Stefan Invanko dalam (Hamli Arif Yusuf, 2018)

    Mendefinisikan
    motivasi sebagai keinginan dan energi seseorang yang diarahkan untuk mencapaian
    suatu tujuan. Motivasi adalah sebab dari tindakan”.

  • 10 Pengertian Pelatihan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Pelatihan Menurut Para Ahli

    Pengertian Pelatihan Menurut Para Ahli

    1. Menurut Daryanto (2007: 393)

    Dalam buku Kamus Bahasa Indonesia, kata “pelatihan” berasal dari kata “latih” (melatih) yang berarti mengajar seseorang atau binatang agar mampu melakukan sesuatu yang diharapkan (sesuatu latihan); membiasakan untuk melakukan atau berbuat sesuatu yang baik. Dan yang dimaksud dengan “pelatihan” adalah proses, cara, perbuatan melatih, kegiatan atau pekerjaan melatih.

    2. Menurut Shofiatun (2000 : 38)

    Menyatakan bahwa pelatihan adalah suatu proses belajar mengajar dengan menggunakan teknik dan metode tertentu guna meningkatkan keterampilan dan kemampuan bekerja seseorang.

    3. Menurut Sakula (1981)

    Dalam bukunya “Personnel Administration and Human Resources Management”, sebagaimana dikutip oleh Martoyo (2007: 57); Mendifinisikan “pelatihan” sebagai suatu pendidikan jangka pendek melalui suatu proses yang sistematis dan tepat guna serta terorganisir secara prosedural yang diikuti oleh beberapa orang untuk belajar teknik, ilmu pengetahuan, dan keterampilan yang telah ditentukan tujuannya.

    4. Payaman Simanjuntak (2005)

    Mendefinisikan pelatihan merupakan bagian dari investasi SDM (human investment) untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja, dan dengan demikian meningkatkan kinerja pegawai. Pelatihan biasanya dilakukan dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan jabatan, diberikan dalam waktu yang relatif pendek, untuk membekali seseorang dengan keterampilan kerja.

    5. Menurut DeCenzo dan Robin (1999:227)

    Training is a learning experience in that it seeks a relatively permanent change in an individual that will improve the ability to perform on the job. Ini berarti bahwa pelatihan adalah suatu pengalaman pembelajaran di dalam mencari perubahan permanen secara relatif pada suatu individu yang akan memperbaiki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaannya itu.

    6. Menurut Gary Dessler (2009)

    Pengertin pelatihan menurut Gary Dessler (2009) adalah Proses mengajarkan karyawan baru atau yang ada sekarang, ketrampilan dasar yang mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka”.

    7. Noe, Hollenbeck, Gerhart & Wright (2003:251)

    Mengemukakan, training is a planned effort to facilitate the learning of job-related knowledge, skills, and behavior by employee. Hal ini berarti bahwa pelatihan merupakan suatu usaha yang terencana untuk memfasilitasi pembelajaran tentang pekerjaan yang berkaitan dengan pengetahuan, keahlian dan perilaku oleh para pegawai.

    8. Menurut Gomes (2003:197)

    Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya, atau satu pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaannya.

    9. Menurut Robbins, Stephen P, (2001:282)

    Training meant formal training that’s planned in advanced and has a structured format. Ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dimaksudkan di sini adalah pelatihan formal yang direncanakan secara matang dan mempunyai suatu format pelatihan yang terstruktur.

    10. Menurut Gomez-Mejia, Balkin, dan Cardy (2001:259)

    Training is usually conducted when employees have a skill deficit or when an organization changes a system and employees need to learn new skill. Ini berarti bahwa pelatihan biasanya dilaksanakan pada saat para pekerja memiliki keahlian yang kurang atau pada saat suatu organisasi mengubah suatu system dan para perlu belajar tentang keahlian baru.

  • 10 Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli

    Pengertian Koperasi

    Secara bahasa, kata koperasi berasal dari bahasa Latin, yaitu cum yang berarti dengan, dan kata aperari yang berarti bekerja.

    Dari dua kata tersebut dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah co dan operation. yang dapat diartikan sebagai bekerja sama.

    Dalam bahasa Belanda digunakan istilah cooperative vereneging yang dapat diartikan sebagai kerjasama dengan orang untuk mencapai suatu tujuan.

    Kemudian, kata co-operation dibakukan menjadi istilah ekonomi sehingga menjadi kata koperasi yang kita kenal saat ini.

    Maka, pengertian koperasi adalah organisasi ekonomi dengan kerjasama keanggotaan yang sifatnya sukarela.

    Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) koperasi merupakan perserikatan yang bertujuan memenuhi keperluan kebendaan para anggotanya dengan cara menjual barang-barang kebutuhan dengan harga murah (tidak bermaksud mencari untung).

    Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian koperasi menurut para ahli.

    1. Menurut Moh. Hatta

    Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan ‘seorang buat semua dan semua buat seorang’.

    2. Menurut Dr. C.C. Taylor

    Dr. C.C. Taylor adalah  ahli Ilmu Sosiologi. Beliau menganggap bahwa Koperasi adalah konsep sosiologi. Menurutnya koperasi ada dua ide dasar yang bersifat sosiologi yang penting dalam pengertian kerja sama:

    Pada dasarnya orang lebih menyukai hubungan dengan orang lain secara langsung. Hubungan paguyuban lebih disukai daripada hubungan yang bersifat pribadi.
    Manusia (orang) lebih menyukai hidup bersama yang salig menguntungkan dan damai daripada persaingan.

    Sesuai dengan pandangan Taylor tersebut Koperasi dianggap lebih bersifat perkumpulan orang daripada perkumpulan modal, selain dari sudut pandang ETIS/ RELIGIOUS dan sudut pandang EKONOMIS.

    3. Menurut ILO

    ….. Cooperation is an association of person, usually of limited means, who have voluntaily joined together to achieve a common economic and through the formation of a democratically controlled buisness organization, making equitable.

    (Kerjasama adalah sebuah asosiasi dari orang, biasanya berarti terbatas, yang telah voluntaily bergabung bersama untuk mencapai ekonomi yang umum dan melalui pembentukan organisasi bisnis dikendalikan secara demokratis, membuat adil)

    4. Dalam UU Nomor 25 Tahun 1992

    Dalam UU Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian pada Bab I Pasal 1, yang dimaksud dengan koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

    5. Nindyo Pramono

    Mendefinisikan koperasi sebagai suatu perkumpulan atau organisasi yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota menurut peraturan yang ada, dengan bekerjasama secara kekeluargaan menjalankan suatu usaha dengan tujuan mempetinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

    6. Menurut R. S. Soerja Atmadja

    Koperasi adalah perkumpulan dari orang-orang yang berdasarkan persamaan derajat sebagai manusia, dengan tidak membedakan haluan agama atau politik dengan sukarela masuk untuk sekedar memenuhi kebutuhan bersama yang bersifat kebendaan atau tanggungjawab.

    7. Menurut Munker

    Pengertian koperasi adalah organisasi tolong menolongyang menjalankan “urusniaga” secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong menolong. Aktivitas dalam urusan niaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong-royong.

    8. Menurut Margono Djojohadikoesoemo

    Koperasi ialah perkumpulan manusia seorang-seorang yang dengan sukanya sendiri hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya.

    9. Menurut Richard Kohl dan Abrahamson

    Koperasi adalah badan usaha dengan kepmilikan dan pamakai jasa merupakan anggota koperasi itu sendiri serta pengawasan terhadap badan usaha tersebut harus dilakukan oleh mereka yang menggunakan jasa/pelayanan badan usaha itu.

    10. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan(PSAK)

    Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasaratas asas kekeluargaan.

  • Pengertian Kinerja Pegawai Menurut Para Ahli

    Pengertian Kinerja Pegawai Menurut Para Ahli

    Pengertian Kinerja Pegawai

    Pengertian pegawai tidak lepas dari pembahasan motivasi, karena motivasi merupakan sarana tercapainya kinerja yang tinggi bagi pegawai dalam setiap bentuk organisasi.

    Usaha menimbulkan motivasi agar tercapai suatu kinerja pegawai yang tinggi adalah merupakan suatu keharusan bagi seorang pimpinan suatu organisasi dalam menggerakkan bawahannya agar merupakan suatu hal yang individu.

    Karena setiap individu memiliki tingkat kinerja yang berbeda-beda sesuai dengan penilaian yang berlaku di organisasi. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan pada masing-masing individu.

    Pengertian Kinerja Pegawai Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kinerja pegawai menurut para ahli.

    1. Haris Munandar

    Dalam bukunya 13 Rahasia Kinerja Kekuatan (1995:325), yang mengutip dari Roger Dawson sebagai berikut: “kinerja pegawai adalah suatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan tentang kemampuan kerja pegawai sehingga menghasilkan sesuatu yang optimal”.

    2. Henry Simamora

    Mengemukakan pendapatnya mengenai kinerja pegawai dalam bukunya: Manajemen Sumber Daya Manusia (1995:325), sebagi berikut: “Kinerja pegawai adalah tingkat dimana para karyawan/pegawai mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan”.

    3. August W.Smith

    Sedangkan menurut August W.Smith yang dikutip oleh Sedarmayanti dalam bukunya Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja (2001:50) adalah sebagai berikut: “Kinerja pegawai adalah merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses”.

    4. TR Mitchell

    Dikutip oleh Sedarmayanti dalam bukunya Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja (2001:51), bahwa kinerja meliputi beberapa aspek yaitu :

    1. Kualitas kerja (Quality of work)

    Kualitas kerja yaitu mutu yang dihasilkan berhubungan dengan baik tidaknya hasil pekerjaan yang telah dicapai.

    Kualitas terdiri dari sejumlah keistimewaan produk yang memenuhi keinginan pelanggan dan dengan demikian memberikan kepuasan atas penggunaan produk itu atau hasil pekerjaan. Kualitas terdiri dari segala sesuatu yang bebas dari kekurangan atau kerusakan.

    2. Ketepatan (Promtness)

    Berkaitan dengan sesuai atau tidaknya waktu penyelesaian pekerjaan dengan target waktu yang telah direncanakan dan pemanfaatan waktu yang seefisien mungkin.

    Setiap pekerjaan diusahakan untuk selesai sesuai dengan rencana agar tidak mengganggu pada pekerjaan lain.

    3. Inisiatif (Initiative)

    Inisiatif ini adalah berupa wujud pengambilan keputusan yang dimiliki pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan.

    Seorang pimpinan harus memberikan dorongan dan kesempatan kepada bawahannya untuk berinisiatif, dengan memberikan kebebasan agar bawahannya aktif memikirkan dan menyelesaikan sendiri tugas-tugasnya. Maksudnya agar bawahan menjadi aktif berusaha tidak tergantung pada atasannya.

    4. Kemampuan (Capability)

    Kemampuan pegawai yaitu kecakapan, sikap mental dan unsur fisik yang dimiliki pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya.

    Setiap pegawai harus benar-benar mengetahui bidang pekerjaan yang ditekuninya. Serta mengetahui arah yang diambil organisasi, sehingga jika telah menjadi keputusan, mereka tidak ragu-ragu lagi untuk melaksanakannya dalam mencapai tujuan organisasi.

    5. Komunikasi (Communication)

    Komunikasi menyangkut kelancaran berinteraksi dalam organisasi baik secara vertikal maupun horizontal.

    Seorang pimpinan dalam mengambil keputusan terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada bawahannya mengemukakan saran dan pendapatnya.

    Pimpinan mengajak para bawahannya untuk ikut berpartisipasi dalam memecahkan masalah yang dihadapai, keputusan terakhir tetap berada ditangan pimpinan.

    Akan menimbulkan kerjasama yang lebih baik dan hubungan-hubungan yang semakin harmonis. Juga menimbulkan perasaan-perasaan senasib sepenanggungan.

  • Pengertian Earnings Response Coefficient (ERC)

    Pengertian Earnings Response Coefficient (ERC)

    Umumnya dalam mengetahui kualitas laba yang baik dapat diukur dengan menggunakan Earnings Response Coefficient, yang merupakan bentuk pengukuran kandungan informasi dalam laba.

    Pengertian Koefisien Respon Laba (Earnings Response Coefficient) menurut Cho dan Jung (1991) adalah sebagai berikut: Koefisien Respon Laba didefinisikan sebagai efek setiap dolar unexpected earnings terhadap return saham, dan biasanya diukur dengan slopa koefisien dalam regresi abnormal returns saham dan unexpected earning.

    Cho dan Jung ( 1991) mengklasifikasi pendekatan teoritis ERC menjadi dua kelompok yaitu (1) model penilaian yang didasarkan pada informasi ekonomi (information economics based valuation model) seperti dikembangkan oleh Holthausen dan Verrechia (1988) dan Lev (1989) yang menunjukkan bahwa kekuatan respon investor terhadap sinyal informasi laba (ERC) merupakan fungsi dari ketidakpastian di masa mendatang.

    Semakin besar noise dalam system pelaporan perusahaan (semakin rendah kualitas laba), semakin kecil ERC dan (2) model penilaian yang didasarkan pada time series laba (time series based valuation model) seperti dikembangkan oleh Beaver, Lambert dan Morse (1980).

  • 10 Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

    Asuransi adalah suatu perjanjian antara dua pihak, yaitu tertanggung dan penanggung, di mana penanggung berjanji untuk memberikan ganti rugi kepada tertanggung atas kerugian yang mungkin dialami akibat suatu risiko tertentu, dengan imbalan berupa pembayaran premi.

    Asuransi bukan lagi hal asing di kehidupan modern. Masyarakat kini semakin menyadari pentingnya perlindungan dari berbagai risiko tak terduga, baik itu kecelakaan, kehilangan aset, sakit, hingga kematian.

    Namun, meski sering terdengar, banyak orang masih belum benar-benar memahami apa sebenarnya makna asuransi secara mendalam.

    Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

    Untuk itu, mempelajari pengertian asuransi menurut para ahli menjadi langkah awal yang penting agar kita bisa memahami prinsip, fungsi, dan tujuan asuransi dengan lebih tepat.

    Pendapat para ahli ini memberikan gambaran teoritis yang jelas mengenai dasar pemikiran dan konsep di balik praktik asuransi.

    1. M. Nur Rianto (2012:212)

    Asuransi merupakan sebuah mekanisme perlindungan terhadap pihak tertanggung apabila mengalami resiko di masa yang akan datang dimana pihak tertanggung akan membayar premi guna mendapatkan ganti rugi dari pihak penanggung.

    2. Julius R. Latumaerissa (2011:447)

    Asuransi sebagai suatu perjanjian dimana terdapat pihak tertanggung yang membayar premi kepada pihak penanggung guna mendapatkan penggantian karena suatu keinginan, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang telah diharapkan yang kemungkinannnya tidak pasti akan terjadi di masa yang akan datang.

    3. Ktut Silvanita (2009:40)

    Asuransi merupakan suatu permintaan dimana satu pihak memiliki intensif untuk mentransfer resiko dengan membayar sejumlah dana untuk menjauhi resiko kehilangan sejumlah harta yang dimilikinya.

    4. Profesor Wirjono Prodjodikoro, S.H.

    Asuransi adalah persetujuan antara pihak pemberi jaminan dan yang dijamin. Yang mana pihak yang dijamin akan menerima sejumlah uang sebagai ganti rugi akibat peristiwa yang belum jelas.

    5. Abbas Salim

    Asuransi adalah suatu kemauan dalam hal penetapan kerugian kecil atau sedikit yang sudah pasti sebagai ganti kerugian besar yang belum pasti terjadi di masa depan.

    6. Subekti

    Asuransi adalah bentuk perjanjian yang termasuk dalam perjanjian untung-untungan.

    7. Robert I. Mehr

    Asuransi merupakan suatu alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi. Kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan didistribusikan secara proporsional di antara semua unit-unit dalam gabungan tersebut.

    8. Mark R. Greene

    Asuransi merupakan insitusi ekonomi yang mengurangi resiko dengan menggabungkan di bawah satu menajemen dan kelompok objek dalam suatu kondisi sehingga kerugian besar yang terjadi yang diderita oleh suatu kelompok yang tadi dapat diprediksi dalam lingkup yang lebih rinci.

    9. C Arthur Williams Jr. Dan Richard M. Heins

    Asuransi ialah alat yang aman risiko dua orang atau lebih atau perusahaan-perusahaan digabungkan melalui kontribusi premi yang pasti atau yang ditentukan sebagai dana yang dipakai untuk membayar klaim.

    10. Menurut UU RI No. 2 Tahun 1992

    Asuransi ialah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan.

    Atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

  • Memorandum: Pengertian, Ciri, Fungsi, Dan Contoh

    Memorandum: Pengertian, Ciri, Fungsi, Dan Contoh

    Pengertian Memorandum

    Dalam KBBI Memorandum /me·mo·ran·dum/ /mémorandum/ ialah :

    1. nota atau surat peringatan tidak resmi;
    2. surat pernyataan dalam hubungan diplomasi;
    3. bentuk komunikasi yang berisi saran, arahan, atau penerangan.

    Memo merupakan pesan ringkas, yakni pesan yang ditulis seseorang dengan singkat, jelas, dan mudah untuk dipahami. Menurut pemakaiannya, memo ada yang bersifat resmi dan bersifat pribadi (tidak resmi). Memo bersifat resmi dipakai sebagai surat pernyataan dalam hubungan resmi dari seorang pimpinan kepada bawahannya atau rekan kerja. Sedangkan memo bersifat pribadi dipakai sebagai nota atau surat pernyataan tidak resmi antar teman, saudara, atau orang lain yang memiliki hubungan akrab.

    Ciri-ciri Memo

    1. Surat khusus yang dibuat khusus untuk keperluan dalam kantor atau organisasi
    2. Dilihat dari peredarannya, sebuah kantor atau organisasi dapat menyampaikan memo secara horizontal maupun secara vertikal
    3. Penyampaian secara horizotal merupakan penyampaian memo kepada pihak yang memiliki jabatan setara
    4. Penyampaian secara vertikal merupakan penyampaian memo dari atasan kepada bawahan atau sebaliknya untuk mengingatkan atau memerintahkan sesuatu
    5. Merupakan bentuk komunikasi yang berisi saran, arahan, atau penerangan mengenai sesuatu hal
    6. Memiliki bagian surat yang lebih sederhana dibandingkan dengan surat resmi pada umumnya, terutama dalam isi surat.
    7. Karena pedarannya yang terbatas, memo biasanya tidak mencantumkan identitas kantor, seperti nama kantor, nomor telepon, faksimili, dan kode pos, secara lengkap.

    Fungsi Memorandum

    a. Membuat informasi tertulis yang spesifik dan dapat digunakan sebagai dasar kajian maupun tindakan.
    b. Memberitahu secara individu tentang kebijaksanaan, prosedur dan atau tindakan.
    c. Menetapkan tanggung jawab dengan menyebutkan pihak-pihak tertentu untuk bertindak secara pasti.
    d. Mencatat kebijaksanaan-kebijaksanaan, keputusan-keputusan, dan atau tindakan-tindakan sesuai dengan hasil rapat, konfrensi atau wawancara.
    e. Memuat ringkasan hasil rapat yang diberikan kepada peserta dan juga kepada mereka yang tidak hadir.
    f. Menetapkan suatu keputusan, persetujuan, atau kebijaksanaan yang disetujui sebelumnya oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

    Contoh Memrandum

    SMA 1 MAJU MUNDUR
    Jl. Imam Bonjol No. 1 Jakarta
    Telp. (021) 1111111
    MEMO

    Dari : Kepala SMA 1 Maju Mundur Jakarta
    Untuk : Panitia Study Tour

    Segera siapkan laporan hasil pengumpulan suara terbanyak perihal tujuan study tour siswa kelas XII yang akan dilaksanakan bulan depan. Hasil laporan dari pengumpulan suara tersebut, akan Saya pertimbangkan apakah tujuan yang paling banyak pemilihnya sesuai dengan kebutuhan anak-anak atau tidak. Terima kasih.

    Jakarta, 10 Oktober 2010

    Kepala Sekolah
    Faisal Mubarok