Tag: pengertian

  • 35 Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

    35 Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

    Korupsi adalah tindakan yang melibatkan penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan oleh individu atau kelompok dalam rangka mendapatkan keuntungan pribadi atau menguntungkan pihak lain secara ilegal.

    Sementara menurut KBBI, pengertian korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

    Tindakan korupsi umumnya terjadi di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, bisnis, dan lembaga publik lainnya.

    Korupsi merugikan masyarakat dan negara secara luas.

    Ketika seseorang yang memiliki kekuasaan atau jabatan memanfaatkannya untuk tujuan pribadi, mereka mengkhianati kepercayaan publik dan merugikan kepentingan umum.

    Alhasil, korupsi dapat menghambat pembangunan ekonomi, merusak lembaga-lembaga negara, dan mempengaruhi kualitas pelayanan publik.

    Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian korupsi menurut para ahli.

    1. Alatas (1987)

    Pengertian korupsi berdasarkan Alatas yaitu pencurian yang melalui penipuan dalam situasi yang mengkhianati kepercayaan.

    Korupsi merupakan wujud perbuatan immoral dari dorongan untuk mendapatkan sesuatu menggunakan metode penipuan dan pencurian.

    Poin penting yang harus anda tahu bahwa nepotisme dan korupsi otogenik itu merupakan bentuk korupsi.

    2. Kusuma (2003)

    Korupsi yaitu pemanfaatan kekuasaan untuk mendapat laba pribadi. Bila anda perhatikan dengan secama definisi korupsi ini maka kolusi, dan nepotisme merupakan kepingan dari korupsi atau bentuk korupsi itu sendiri.

    3. Asyumardi Mazhar

    Pengertian korupsi yaitu aneka macam tindakan gelap dan tidak sah (illicit or illegal activities) untuk mendapatkan laba pribadi atau kelompok.

    4. Guy Benveniste

    Guy Benveniste membagi pengertian korupsi menjadi tiga kepingan yaitu korupsi ilegal (corruption illegal), mercenery corruption dan ideological corruption (korupsi ideologis).

    5. Nurdjana (1990)

    Pengertian Korupsi Menurut Nurdjana, korupsi berasal dari bahasa Yunani yaitu “corruptio” yang berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, sanggup disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama materiil, mental dan hukum.

    6. Agus Mulya Karsona (2011 :23)

    Mendefinisikan korupsi sebagai sesuatu perbuatan yang busuk, jahat, dan merusak yang menyangkut perbuatan yang bersifat amoral, sifat dan keadaan yang busuk, menyangkut jabatan instansi atau aparatur pemerintah, penyelewengan kekuasaana dalam jabatan lantaran pemberian, menyangkut factor ekonomi dan politik dan penempatan keluarga atau golongan ke dalam kedinasaan di bawah kekuasan jabatan.

    7. Haryatmoko

    Korupsi yaitu upaya campur tangan menggunakan kemampuan yang didapat dari posisinya untuk menyalahgunakan informasi, keputusan, pengaruh, uang atau kekayaan demi kepentingan laba dirinya.

    8. Brooks

    Menurut Brooks, korupsi yaitu dengan sengaja melaksanakan kesalahan atau melalaikan kiprah yang diketahui sebagai kewajiban, atau tanpa laba yang sedikit banyak bersifat pribadi.

    9. Poerwadarminta

    Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia ia menyimpulkan bahwa korupsi ialah perbuatan yang jelek ibarat penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan sebagainya.

    10. Soedarsono

    Ia menyimpulkan bahwa korupsi yaitu penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan sebagai daerah seseorang bekerja untuk kepentingan pribadi atau orang lain.

    11. Kartono (1983)

    Arti Korupsi Menurut Kartono yaitu tingkat laris individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk laba pribadi, dan atau merugikan kepentingan umum dan negara.

    12. Robert Klitgaard

    Korupsi yaitu suatu tingkah laris yang meyimpang dari tugas-tugas resmi jabatannya dalam negara, dimana untuk memperoleh laba status atau uang yang menyangkut diri pribadi (perorangan, keluarga dekat, kelompok sendiri), atau melanggar aturan pelaksanaan yang menyangkut tingkah laris pribadi. Pengertian korupsi yang diungkapkan oleh Robert yaitu korupsi dilihat dari perspektif manajemen negara.

    13. Nathaniel H. Left

    Pengertian Korupsi yaitu suatu cara diluar aturan yang dipakai oleh perseorangan atau golongan-golongan untuk mensugesti tindakan-tindakan birokrasi.

    14. Jose Veloso Abueva

    Korupsi yaitu mempergunakan kekayaan negara (biasanya uang, barang-barang milik negara atau kesempatan) untuk memperkaya diri.

    15. Juniadi Suwartojo (1997)

    Definisi Korupsi Menurut Juniadi Suwartojo yaitu tingkah laris atau tindakan seseorang atau lebih yang melanggar norma-norma yang berlaku dengan menggunakan dan/atau menyalahgunakan kekuasaan atau kesempatan melalui proses pengadaan, penetapan pungutan penerimaan atau pemberian akomodasi atau jasa lainnya yang dilakukan pada acara penerimaan dan/atau pengeluaran uang atau kekayaan, penyimpanan uang atau kekayaan serta dalam perizinan dan/atau jasa lainnya dengan tujuan laba pribadi atau golongannya sehing pribadi atau tidak pribadi merugikan kepentingan dan/atau keuangan negara/masyarakat.

    16. Philip

    Pengertian Korupsi yaitu tingkah laris dan tindakan seseorang pejabat publik yang menyimpang dari tugas-tugas publik formal untuk mendapatkan laba pribadi, atau laba bagi orang yang tertentu yang berkaitan erat dengan pelaku korupsi ibarat keluarga koruptor, karib kerabat koruptor, dan teman koruptor.

    17. Jeremy Pope (2002)

    Bahwa korupsi sebagai penyalahgunaan kekuasaan dan kepercayaan untuk kepentingan pribadi atau sikap tidak memathui prinsip mempertahankan jarak (keeping distance).

    Dalam artian dalam mengambil keputusan (decision making) di bidang ekonomi, apakah ini dilakukan oleh perorangan di sektor swasta atau oleh pejabat publik (elite) , korelasi pribadi (personal relationship) atau keluarga tidak memainkan peranan.

    Dalam pengertian korupsi oleh Jeremy pope ditekankan bahwa korupsi disebabkan oleh lantaran seseorang lalai dalam wacana mempertahankan jarak.

    18. Anwar (2006:10)

    Pengertian Korupsi Menurut Anwar yaitu penyalahgunaan amanah untuk kepentingan pribadi.

    19. Mohtar Mas’oed (1994)

    Korupsi yaitu sikap yang menyimpang dari kewajiban formal suatu jabatan publik lantaran kehendak untuk memperoleh laba hemat atau status bagi diri sendiri, keluarga erat atau klik.

    20. Alfiler (1986)

    Pengertian Korupsi Menurut Alfiler yang disebut sebagai korupsi birokrasi yaitu sebagai suatu sikap yang dirancang yang tolong-menolong merupakan suatu sikap yang menyimpang dari norma-norma yang dibutuhkan yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan imbalan material atau penghargaan lainnya.

    21. Prof R.Subekti, SH. dan Tjitrosudibio

    Pengertian Korupsi Menurut Prof R.Subekti, SH. dan Tjitrosudibio yaitu perbuatan curang tindakan pidana yang sanggup menciptakan rugi keuangan negara dan perusahaan.

    22. Prof. Subekti

    Arti korupsi yaitu suatu tindakan perdana yang memperkaya diri yang secara pribadi merugikan negara atau perekenomian negara.

    23. Jacob Van Klaveren

    Definisi Korupsi Menurut yaitu suatu hal apabila seorang abdi negara (pegawai negeri) yang berjiwa korup menganggap kantor/instansinya sebagai perusahaan dagang, sehingga dalam pekerjaanya diusahakan pendapatannya akan diusahakan semaksimal mungkin.

    24. Huntington (1968)

    Pengertian Korupsi Menurut Huntington yaitu sikap pejabat publik yang menyimpang dari norma-norma yang diterima oleh masyarakat, dan sikap menyimpang ini ditujukan dalam rangka memenuhi kepentingan pribadi.

    25. Dr. Kartini Kartono

    Korupsi yaitu tingkah laris yang menggunakan jabawan dan wewenang guna mengeruk laba pribadi, merugikan kepentingan umum.

    26. Nye, J.S (1967)

    Pengertian Korupsi Menurut Nye, J.S dalam Corruption and political development yaitu sebagai sikap yang menyimpang dari aturan etis formal yang menyangkut tindakan seseorang dalam posisi otoritas publik yang disebabkan oleh motif pertimbangan pribadi, ibarat kekayaan, kekuasaan dan status.

    27. Montesquieu

    Bahwa suatu proses yang disfungsional par execellence dimana suatu sistem politik menjelma sistem yang buruk. Contohnya, suatu monarki menjelma despotisme (Hasibuan).

    28. Rousseau

    Menjelaskan bahwa korupsi disebabkan oleh sistem politik yang salah.

    29. Waterbury (1976)

    Dua pengertian korupsi diajukan oleh Waterbury dalam Corruption, Political stability and development bahwa pengertian korupsi berdasarkan aturan dan pengertian korupsi berdasarkan norma.

    Pengertian korupsi dalam aturan yaitu tingkah laris yang mengurus kepentingan sendiri dengan merugikan orang lain oleh pejabat pemerintah yang pribadi melanggar batas batas aturan atas tingkah laris tersebut.

    Pengertian korupsi berdasarkan norma ialah apabila aturan dilanggar oleh pelaku korupsi ibarat pejabat yang menyalahgunakan kekuasaannya dalam prosesnya. Dalam negara tertentu, dua pengertian korupsi ini disamakan.

    30. Gunnar Myrdal

    Pengertian korupsi yaitu suatu dilema dalam pemerintahan lantaran kebiasaan melaksanakan penyuapan dan ketidakjujuran membuka jalan membongkar korupsi dan tindakan-tindakan penghukuman terhadap pelanggar. Tindakan pemberantasan korupsi biasanya dijadikan pembenar utama terhadap KUP Militer.

    31. Gunnar Myrdal

    Korupsi yaitu suatu dilema dalam pemerintahan lantaran kebiasaan melaksanakan penyuapan dan ketidakjujuran membuka jalan membongkar korupsi dan tindakan-tindakan penghukuman terhadap pelanggar. Tindakan pemberantasan korupsi biasanya dijadikan pembenar utama terhadap KUP Militer.

    32. Syeh Hussein Alatas

    Mengemukan pengertian korupsi, berdasarkan dia korupsi ialah subordinasi kepentingan umum di bawah kepentingan pribadi yang meliputi pelanggaran norma, kiprah dan kesejahteraan umum, yang dilakukan dengan kerahasian, penghianatan, penipuan dan kemasabodohan akan akhir yang diderita oleh rakyat.

    33. S. Hornby

    Definisi Korupsi Menurut S.Hornby yaitu suatu pemberian atau penawaran dan penerimaah hadian berupa suap, serta kebusukan atau keburukan.

    34. Henry Campbell Black

    Pengertian Korupsi yaitu suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menunjukkan suatu laba yang tidak sesuai dengan kewajiban resmi dan hak-hak dari pihak lain.

    35. Fockema Andreae

    Kata “korupsi” berasal dari bahasa latin yaitu “corruptio atau corruptus“. Namun kata “corruptio” itu berasal pula dari kata asal “corrumpere“, yaitu suatu kata dalam bahasa latin yang lebih tua.

    Dari bahasa latin ini kemudian turun ke banyak bahasa Eropa ibarat Inggris yaitu corruption, Prancis yaitu corruption, Belanda yaitu corruptie.

    Dari bahasa Belanda inilah yang kemudian turun ke bahasa Indonesia, sehingga menjadi korupsi.

  • 30 Pengertian Sistem Menurut Para Ahli

    30 Pengertian Sistem Menurut Para Ahli

    Sistem berasal dari bahasa Latin systēma atau bahasa Yunani sustēma yang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi.

    Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak.

    Menurut KBBI, sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas pencernaan makanan, pernapasan, dan peredaran darah di tubuh.

    Susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dsb. Contoh: pemerintahan negara (demokrasi, totaliter, parlementer, dsb); Metode. Contoh: pendidikan (klasikal, individual, dsb)

    1. C.W. Churchman

    Sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan dengan selaras dan harmonis untuk melaksanakan seperangkat pada tujuan.

    2. L. James Havery

    Sistem merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.

    3. Henry Prat Fairchild dan Eric Kohler

    Sistem adalah sebuah rangkaian yang saling terkait antara beberapa bagian dari yang terkecil, jika suatu bagian/sub bagian terganggu, maka bagian yang lainnya ikut merasakan ketergangguan tersebut.

    4. Musanef

    Sistem adalah suatu sarana yang menguasai pekerjaan dan keadaan agar mampu menjalankan tugas dengan teratur.

    5. Gordon B. Davis

    Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran dan maksud.

    6. Poerwadarminta

    Sistem adalah sekelompok bagian-bagian berupa alat dan lain sebagainya yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan tertentu.

    7. Salisbury

    Sistem adalah sekelompok bagian atau komponen-komponen yang bekerja sama sebagai suatu kesatuan fungsi.

    8. Murdick, R. G

    Sistem adalah seperangkat elemen-elemen yang membentuk suatu kumpulan dari berbagai prosedur atau berbagai bagan pengolahan untuk mencari sebuah tujuan bersama dengan cara mengoperasikan data maupun barang untuk menghasilkan suatu informasi.

    9. John Mc Manama

    Sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efisien.

    10. Davis, G. B

    Sistem adalah sekumpulan elemen yang beroperasi secara bersama untuk menyelesaikan dan mencapai sasaran tertentu.

    11. A. Hall dan R. Fagen

    Sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan diantara objek tersebut serta hubungan antara sifat yang mereka miliki.

    12. Ludwig Von Bartalanfy

    Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

    13. Colin Cherry

    Sistem adalah suatu keseluruhan yang dibentuk dari banyak bagian dari berbagai macam sifat.

    14 Indrajid

    Sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.

    15. Prajudi

    Sistem adalah suatu jaringan dari prosedur-prosedur yang berkaitan satu sama lain menurut skema atau pola yang bulat untuk menggerakkan suatu fungsi utama.

    16. Sumantri

    Sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang bekerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud.

    17. Andri Kristanto

    Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

    18. Inu Kencana Syafie

    Sistem adalah kesatuan yang utuh dari sesuatu rangkaian yang terikat satu dengan yang lainnya.

    19. Pilecki

    Sistem adalah sekumpulan objek dan menghubungkan objek itu dengan atributnya atau dengan kata lain, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian-bagian, atribut dari bagian dan hubungan antara bagian dengan atribut.

    20. J.C. Hinggins

    Sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.

    21. Anatol Raporot

    Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

    22. Robert Allen dan Mark Victor Hansen

    Sistem adalah prosedur yang terorganisir dan mapan yang membuahkan hasil.

    23. Edgar F. Huse dan James L. Bowdict

    Sistem merupakan suatu seri atau rangkaian beberapa bagian yang berhubungan dan bergantung sedemikian rupa, hingga menimbulkan interaksi dan saling pengaruh.

    24. O’brien

    Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam transformasi yang teratur.

    25. Bertalanffy

    Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.

    26. Djekky R. Djoht

    Sistem adalah agregasi atau pengelompokan objek-objek yang dipersatukan oleh beberapa bentuk interaksi yang tetap atau saling tergantung, sekelompok unit yang berbeda, yang dikombinasikan sedemikian rupa oleh alam atau oleh seni sehingga membentuk suatu keseluruhan yang integral dan berfungsi, beroperasi, atau bergerak dalam satu kesatuan.

    27. L. Ackof

    Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

    28. Jogianto

    Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    29. Azhar Susanto

    Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

    30. Zulkufli A.M.

    Sistem adalah himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, dan saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.

  • 10 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

    Sejarah merupakan salah satu bidang ilmu yang mempelajari peristiwa dan kejadian yang telah terjadi pada masa lalu.

    Berbagai pandangan dari para ahli menekankan bahwa sejarah bukan sekadar catatan peristiwa, tetapi juga sarana untuk memahami perubahan, perkembangan, dan interaksi manusia dalam kehidupan sosial, politik, budaya, maupun ekonomi.

    Pemahaman sejarah membantu kita melihat bagaimana keputusan, tindakan, dan peristiwa di masa lalu membentuk kondisi saat ini, sekaligus memberi pelajaran untuk masa depan.

    Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

    Berikut ini pengertian sejarah menurut beberapa ahli beserta pandangan mereka tentang makna dan fungsi sejarah dalam kehidupan manusia

    1. Heredotus (484-425 SM)

    Heredotus mendefinisikan sejarah bukan berkembang dan bergerak lurus kedepan dengan tujuan yang pasti, akan tetapi bergerak melingkar yang tinggi dan rendahnya lingkaran disebabkan oleh keadaan manusia itu sendiri.

    2. Ibnu Khaidun (1332-1406 M)

    Ibnu Khaidun mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang manusia dan peradabannya dengan seluruh proses perubahan secara nyata dengan segala sebab dan akibatnya.

    3. R.G Colling Wood (1889-1943)

    R.G Colling Wood mendefinisikan sejarah sebagai penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan manusia pada masa yang lampau.

    4. Muhammad Yamin (1903-1962)

    Muhammad Yamin mendefinisikan sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan dari berbagai peristiwa yang dapat dibuktikan.

    Dengan demikian sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang didalamnya mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting yang telah terjadi dalam kehidupan manusia pada masa lalu yang bisa dibuktikan.

    5. Sartono Kartohardjo (1921-2007 M)

    Sartono Kartohardjo mendefinisikan sejarah pada hakikatnya dibatasi oleh dua hal, yakni sejarah dalam arti objektif dan subjektif.

    Sejarah objektif adalah sejarah yang menunjukkan kejadian atau peristiwa itu sendiri.

    Sedangkan sejarah subjektif adalah sejarah yang dipengaruhi oleh emosi dan pikiran sejarawan atau penulis sejarah tentang suatu peristiwa.

    6. R Mohammad Ali

    R Mohammad Ali mendefinisikan sejarah sebagai berikut dibawah ini :

    • Sejarah adalah keseluruhan perubahan, kejadian, peristiwa dan kenyataan yang memang benar-benar terjadi disekitar kita.
    • Sejarah merupakan cerita tentang perubahan-perubahan itu sendiri.
    • Sejarah yaitu ilmu yang menyelidiki tentang perubahan-perubahan peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

    7. I Gede Widja (1989: 9)

    Sejarah menurut Widja adalah suatu studi yang telah dialami manusia diwaktu lampau dan telah meninggalkan jejak diwaktu sekarang, di mana tekanan perhatian diletakkan, terutama dalam pada aspek peristiwa sendiri.

    Dalam hal ini terutama pada hal yang bersifat khusus dan segi-segi urutan perkembangannya yang disusun dalam cerita sejarah.

    8. Gazalba (1981: 13)

    Sejarah menurut Sidi Gazalba adalah gambaran masa lalu tentang manusia dan sekitarnya sebagai makhluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap, meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan, yang memberi pengertian tentang apa yang telah berlalu.

    9. J. Bank

    Berpendapat bahwa Sejarah merupakan semua kejadian atau peristiwa masa lalu. Sejarah untuk memahami perilaku masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

    10. Henry Steele Commager

    Berpendapat bahwa Sejarah merupakan rekaman keseluruhan masa lampau, kesusatraan, hukum, bangunan, pranata sosial, agama, filsafat.

  • Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut Ahli

    Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut Ahli

    Dalam kehidupan bermasyarakat, kita tidak bisa lepas dari dua konsep mendasar yang menjadi fondasi dalam interaksi sosial maupun sistem hukum, yakni hak dan kewajiban.

    Dua istilah ini seringkali disebut beriringan karena keduanya saling melengkapi. Hak memberikan kita ruang untuk memperoleh atau melakukan sesuatu, sementara kewajiban menuntut kita untuk menjalankan sesuatu demi menjaga keseimbangan hak tersebut.

    Dengan memahami pengertian hak dan kewajiban secara mendalam, seseorang dapat bersikap lebih adil, bijak, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

    Pengertian Hak Menurut Para Ahli

    Namun, makna hak dan kewajiban tidak selalu sesederhana itu. Banyak ahli, baik dari kalangan hukum, filsafat, hingga praktisi sosial, memberikan definisi yang beragam sesuai sudut pandang keilmuannya.

    Definisi-definisi ini penting untuk dipahami agar kita tidak hanya sekadar tahu istilahnya, tetapi juga memahami konteks dan penerapannya secara tepat.

    1. Soerjono Soekanto

    Soerjono Soekanto mengupas hak menjadi dua hal yang berbeda. Pertama, hak berhubungan dengan perjanjian yang dilakukan.

    Kedua, hak berhubungan dengan kepribadian, kekeluargaan, dan juga objek material.

    Masing-masing dari pengelompokan tersebut mengungkapkan apabila hak merupakan suatu hal yang telah melekat pada individu.

    2. Sukamto Notonegoro

    Sukamto Notonegoro mengemukakan jika hak merupakan segala sesuatu yang bisa diterima atau ditolak oleh setiap individu berdasarkan prinsip yang dianutnya.

    Artinya, seseorang boleh menerima atau menolak pemberian hak dari orang lainnya apabila memang bertentangan dengan prinsip yang dimiliki.

    3. John Salmond

    Menurut Salmond, hak bisa diklasifikasikan menjadi empat bagian penting.

    • Pertama, seseorang bisa memperoleh hak apabila telah melakukan kewajibannya.
    • Kedua, seseorang boleh menjalankan haknya asal tidak mengganggu yang lainnya.
    • Ketiga, seseorang bisa mendapatkan haknya melalui kekuasaan, jabatan, dan jalur hukum lainnya.
    • Lalu yang keempat, seseorang memiliki hak untuk terbebas dari ikatan dengan orang lain.

    4. Koentjoro Poerbapranoto

    Pengertian hak ialah sesuatu yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga sifatnya suci.

    5. John Locke

    Definisi hak adalah individu sesuai kodratnya merupakan makhluk-makhluk yang bebas dan setara. Manusia memiliki hak kodrati yang tidak dapat diganggu gugat atau bersifat mutlak.

    6. Srijanti

    Hak merupakan unsur normatif yang berfungsi pedoman berperilaku, melindungi kebebasan, kekebalan, serta menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya. (Srijanti,2007:121)

    7. KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hak memiliki pengertian tentang sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang dan aturan), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat.

    Pengertian Kewajiban Menurut Para Ahli

    Sementara pengertian kewajiban menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Sukamto Notonegoro

    Menurut Sukamto Notonegoro, kewajiban merupakan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh setiap individu agar mereka bisa menerima atau menjalankan haknya dengan semestinya.

    Beliau juga menegaskan jika kewajiban bukanlah suatu beban yang diberatkan kepada individu sehingga dalam proses menjalankannya harus dilakukan sepenuh hati. Hal ini juga selaras dengan pengetian hak dan kewajiban.

    2. Curzon

    Curzon telah membagi kewajiban menjadi lima klasifikasi utama.

    • Pertama, sebagai kewajiban mutlak yang artinya telah melekat pada diri sendiri sejak lahir.
    • Kedua, kewajiban primer yang artinya kemunculannya berdasarkan akibat dari perbuatan melawan hukum.
    • Ketiga, kewajiban universal yang ditujukan kepada semua orang pada umumnya.
    • Keempat, kewajiban positif yang menuntut setiap individu untuk melakukan suatu hal.
    • Terakhir, kewajiban publik yang berhubungan dengan interaksi sosial.

    3. KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan).

    4. Fredrick Pollock

    Kewajiban memiliki makna yang sama dengan tugas Dalam pengertian hukum, kewajiban merupakan sesuatu yang mengikat secara hukum antara dua orang atau lebih.

    5. John Salmond

    Menurut John Salmond, kewajiban adalah hal yang harus dilakukan oleh seseorang dan akan mendapatkan sanksi jika tidak melakukan hal tersebut tersebut.

  • 15 Pengertian Game Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Game Menurut Para Ahli

    Pengertian Game Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian game menurut para ahli.

    1. Ivan C Sibero

    Game merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak dipakai dan dinikmati oleh pengguna media elektronik saat ini.

    2. Samuel Henry

    Game adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian anak-anak.

    3. Fauzia A

    Game adalah salah satu bentuk hiburan yang dapat dijadikan sebagai penyegar pikiran dari kepenatan akibat dari padatnya aktivitas sehari-hari.

    4. John Naisbitt

    Game merupakan sistem partisipatoris dinamis karena game memiliki tingkat penceritaan yang tidak dimiliki film.

    5. Wijaya Ariyana & Arifianto

    Pengertian Game adalah salah satu kebutuhan sekaligus menjadi masalah besar bagi para pengguna komputer, hal tersebut dikarenakan untuk dapat menjalankan suatu game dengan nyaman, maka dibutuhkan spesifikasi komputer yang relatif tinggi dibanding komputer untuk penggunaan biasa.

    6. John C Beck & Mitchell Wade

    Game adalah penarik perhatian yang telah terbukti. Game adalah lingkungan pelatihan yang baik bagi dunia nyata dalam organisasi yang menuntut pemecahan masalah secara kolaborasi.

    7. Andik Susilo

    Game adalah salah satu candu yang susah dihilangkan, bahkan ada yang mengatakan bahwa candu game online setara dengan narkoba.

    8. Albert Einstein

    Game adalah bentuk investigasi paling tinggi.

    9. Ernest Adam

    “A game is a type of play activity, conducted in the context of a pretended reality, in which the participant(s) try to achieve at least one arbitary, nontrivial goal by acting in accordance with rules”

    10. Katie Salen and Eric Zimmerman : 2003

    Sebuah permainan adalah sebuah sistem di mana pemain terlibat dalam konflik buatan, ditentukan oleh aturan, yang menghasilkan hasil yang terukur.

    11. Clark C. Abt

    Game adalah kegiatan yang melibatkan keputusan pemain, berupaya mencapai tujuan dengan “dibatasi oleh konteks tertentu” (misalnya, dibatasi oleh peraturan). (Serious Games.New York,:Viking Press, 1970)

    12. David Parlett

    Game adalah sesuatu yang memiliki “akhir dan cara mencapainya”: artinya ada tujuan, hasil dan serangkaian peraturan untuk mencapai keduanya.

    13. Agustinus Nilwan

    Game merupakan permainan komputer yang dibuat dengan teknik dan metode animasi. Jika ingin mendalami pengunaan animasi haruslah memahami pembuatan game. Atau jika ingin membuat game, maka haruslah memahami teknik dan metode animasi, sebab keduanya saling berkaitan.

    14. Ridwan Arif Rahman dan Dewi Tresnawati (2016)

    Game atau permainan adalah sesuatu yang dapat dimainkan dengan aturan tertentu sehingga ada yang menang dan ada yang kalah, biasanya dalam konteks tidak serius atau dengan tujuan refreshing.

    15. Arif Wibisono

    Game merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan suatu pesan kepada masyarakat umum dalam bentuk permainan yang dapat menghibur.

  • 17 Pengertian Uang Menurut Para Ahli

    17 Pengertian Uang Menurut Para Ahli

    Uang bukan hanya sekadar alat pembayaran, melainkan juga bagian tak terpisahkan dari sistem ekonomi yang menggerakkan kehidupan masyarakat modern.

    Sejak dulu, para ekonom dan pemikir keuangan mencoba merumuskan definisi uang berdasarkan sudut pandang fungsi, nilai, hingga perannya dalam transaksi ekonomi.

    Beragam pendapat ini memberikan gambaran yang lebih dalam tentang apa itu uang, bukan hanya sebagai benda fisik, tetapi sebagai simbol kepercayaan dan alat pengukur nilai yang diakui secara luas.

    Untuk memahami konsep uang secara menyeluruh, penting bagi kita untuk melihat bagaimana para ahli dari berbagai masa dan latar belakang mendefinisikannya.

    Pengertian Uang Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian uang menurut para ahli yang hingga kini masih relevan dalam dunia ekonomi dan keuangan

    1. Menurut R.S. Sayers

    Definisi uang menurut R. S. Sayers tertuang dalam bukunya yang berjudul Modern Banking menyatakan bahwa “money is something that is widely accepted for the settlement of debts”, yang artinya menyatakan bahwa “uang ialah segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayaran utang”

    2. Menurut Dennis Home Robertson

    Definisi uang menurut Dennis home Robertson tertuang dalam bukunya yang berjudul Money mengatakan bahwa “money is something accepted in payment for goods” yang artinya menyatakan bahwa “uang ialah segala sesuatu yang dapat diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang”.

    3. Menurut Albert Gailort Hart

    Dalam bukunya yang berjudul Money Debt and Economic Activity, ia mendefinisikan uang sebagai suatu kekayaan yang dimiliki uantuk dapat melunasi utang dalam jumlah tertentu dan pada waktu yang tertentu pula.

    4. Menurut A. C. Pigou

    Definisi uang menurut A. C. Pigou tertuang dalam bukunya yang berjudul the Veil of Money “money are those things that are widely used as a media for exchange” yang artinya menyatakan bahwa “uang ialah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat penukar”.

    5. Menurut Tri Kunawangsih & Anto Pracoyo

    Uang merupakan alat tukar yang diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran yang saha atas kesatuan hitungnya.

    6. Menurut Rolling G. Thomas

    Definisi uang menurut Rolling G. Thomas tertuang dalam bukunya yang berjudul Our Modern Banking and Monetary System, ia mengatakan bahwa “money is something that is readily and generally accepted by public in payment for goods, services and other valuable assets and for the payments for debts, yang artinya menyatakan bahwa “uang ialah suatu benda yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk pembayaran pembelian barang, jasa dan barang berharga lainnya serta untuk pembayaran utang”.

    7. Menurut Anto Pracoyo & Tri Kunawangsih

    Pengertian uang adalah sebagai alat tukar yang mampu untuk dipergunakan oleh para pelaku ekonomi global pada umumnya.

    8. Menurut Walker

    Mendefinisikan uang dengan mengatakan “money is what money does”, yang artinya uang ialah semua hal yang dapat dilakukan oleh uang itu, dengan kata lain uang ialah uang karena fungsinya sebagai uang dan bukan karena fungsi-fungsi yang lain.

    9. Menurut Rismsky K. Judisseno

    Uang merupakan satu media yang mampu untuk diterima yang digunakan oleh setiap pelaku ekonomi atau pun pelaku pasar uang guna mempermudah pada saat bertransaksi.

    10. Menurut Irma Rahmawati

    Uang merupakan suatu benda yang mampu untuk disetujui oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai alat untuk penukaran dalam perdagangan.

    11. Menurut Hukum

    Menurut hukum, uang ialah benda yang merupakan alat pembayaran yang sah, secara fungsional uang ialah suatu benda yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, bila dilihat menurut nilainnya, uang itu merupakan satuan hitungan yang dapat menyatakan sebuah nilai.

    12. Menurut George N. Halm

    Uang merupakan hal untuk mempermudah perantara tukar-menukar dalam mengatasi masalah sistem barter atau kesulitan-kesulitan dalam transaksi kredit

    13. Menurut Ensiklopedia Indonesia

    Uang merupakan segala sesuatu hal yang dapat digunakan dan juga umumnya dapat diterima sebagai alat penukar atau sebagai alat standar dalam pengukur sebuah nilai, seperti, pengukur standar uang, garansi penanggung utang serta sebagai pengukur standar daya beli.

    14. Menurut Walker

    Uang merupakan semua hal yang dapat dijadikan sebagai uang, maksudnya uang memang memiliki banyak fungsi, namun fungsi utamanya ialah sebagai alat tukar.

    15. Menurut Rolling G. Thomas

    Uang merupakan segala sesuatu yang telah tersedia dan pada umumnya dapat untuk diterima sebagai alat untuk membayar barang atau pun jasa, serta sebagai alat untuk melunasi utang.

    16. Menurut Mankiw

    Uang ialah persediaan aset yang bisa dengan segara digunakan untuk melakukan transaksi, selain itu uang merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai atau diterima untuk melakukan pembayaran baik barang, jasa maupun hutang, uang memiliki satu tujuan fundamental dalam sistem ekonomi, memudahkan pertukaran barang dan jasa, mempersingkat waktu dan usaha yang diperlukan untuk melakukan perdagangan.

    17. Menurut Kasmir

    Uang ialah alat tukar menukar, dalam hal ini uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun jasa. Dengan kata lain uang dapat dilakukan untuk membayar terhadap barang yang akan dibeli atau diterima sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa.

  • 27 Pengertian Rekrutmen Menurut Para Ahli

    27 Pengertian Rekrutmen Menurut Para Ahli

    Dalam dunia manajemen sumber daya manusia, rekrutmen memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan organisasi atau perusahaan.

    Melalui proses rekrutmen yang tepat, organisasi dapat memperoleh tenaga kerja yang kompeten, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan jabatan yang tersedia.

    Tanpa adanya proses rekrutmen yang baik, perusahaan akan kesulitan dalam mencapai tujuan karena tidak didukung oleh sumber daya manusia yang memadai.

    Oleh sebab itu, rekrutmen menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan sistem kepegawaian di suatu organisasi.

    Pengertian Rekrutmen Menurut Para Ahli

    Untuk memahami lebih jauh mengenai makna rekrutmen, para ahli telah memberikan berbagai definisi berdasarkan sudut pandang dan pengalaman mereka dalam bidang manajemen sumber daya manusia.

    Meskipun terdapat perbedaan dalam penyusunan kalimat dan penekanan, pada dasarnya seluruh definisi tersebut menegaskan bahwa rekrutmen merupakan proses mencari, menarik, dan memilih calon tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan organisasi.

    Berikut ini beberapa pengertian rekrutmen menurut para ahli yang dapat dijadikan acuan dalam memahami konsep rekrutmen secara lebih mendalam.

    1. Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997:227)

    Dalam Nanang Nuryanta (2008), Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson menjelaskan Rekrutmen antara lain meliputi upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada.

    2. Schermerhorn, 1997

    Rekrutmen (Recruitment) adalah “proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa peluang pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya memenuhi spesifikasi pekerjaan.

    3. Noe at. all ( 2000 )

    Rekrutmen didefinisikan sebagai “pelaksanaan atau aktifitas organisasi awal dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mencari tenaga kerja yang potensial.

    4. Faustino Cardoso Gomes (1995:105)

    Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi.

    5. Hasibuan (2008)

    Menyatakan bahwa rekrutmen merupakan usaha mencari dan mempengaruhi tenaga kerja, agar mau melamar lowongan pekerjaan yang ada dalam suatu organisasi. Sedangkan pengertian rekrutmen menurut.

    6. Handoko (2008)

    Menjelaskan bahwa rekrutmen merupakan proses pencarian dan “pemikatan” para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan. Lebih jauh lagi, Rivai (2009) menjelaskan rekrutmen sebagai suatu rangkaian kegiatan yang dimulai ketika sebuah perusahaan memerlukan tenaga kerja dan membuka lowongan sampai mendapatkan calon yang diinginkan atau memenuhi kualifikasi sesuai dengan jabatan atau lowongan yang ada.

    7. Simamora (2004)

    Merupakan serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan untuk menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Aktivitas rekrutmen dimulai pada saat calon mulai dicari, dan berakhir pada saat lamaran mereka diserahkan.

    8. Dubois (2004:96)

    menyatakan bahwa rekrutmen adalah proses untuk menarik sebanyak mungkin kualifikasi pelamar untuk lowongan yang ada dan bukan diantisipasi. Ini merupaka pencarian bakat, pengajaran kelompok terbaik pelamar untuk posisi yang tersedia.

    10. Marwansyah, (2012:106)

    Proses menarik orang-orang atau pelamar yang mempunyai minat dan kualifikasi yang tepat untuk mengisi posisi atau jabatan tertentu.

    11. Drs. H. Sadili Samsudin, M.M. M.Pd. (2006:81)

    Rekrutmen adalah proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang kualifaid untuk jabatan/pekerjaan tertentu dalam satu organisasi atau perusahaan.

    12. Prof. Dr. Sondang P.siagian, M.P.A. (2009:102)

    Adalah proses mencari,menemukan dan menarik para pelamar yang kapabel untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi.

    13. Jackson, Schuler, Werner, (2010 : 242)

    Perekrutan (recruitment) adalah mencari dan mendapatkan pelamar berkualitas bagi perusahaan untuk mengisi jabatan yang kosong.

    14. Dr. Ir. Tb. Sjafri Mangkuprawira, (2004:95)

    Rekrutmen adalah suatu proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Peluang yang efektif akan membawa peluang pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan ketrampilannya memenuhi spesifikasi pekerjaan.

    15. Meldona (2009:132)

    Rekrutmen dapat didefinisikan sebagai sebuah proses mencari dan menarik (pembujuk untuk melamar) pelamar yang memenuhi syarat untuk mengisi jabatan/posisi tertentu yang lowong, yang telah diidentifikasi dalam perencanaan sumber daya manusia.

    16. Marihot tua efendi haradja (2009:96)

    Perekrutan diartikan sebagai proses penarikan sejumlah calon yang berpotensi untuk diseleksi menjadi pegawai.

    17. Raymond A. Noe Dkk, (2011:266)

    Rekrutmen SDM didefiniskan sebagai praktik atau aktivitas apapun yang dijalankan oleh organisasi untuk mengidentifikasikan dan menarik para karyawan potensial.

    18. H.Hadari Nawawi (2000:169)

    Rekrutmen (penarikan) adalah proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang kualifaid untuk jabatan atau pekerjaan utama (produk lini dan penunjangnya) di lngkungan atau organisasi atau perusahaan.

    19. Kaswan (2012:66)

    Rekrutmen adalah praktik atau aktifitas yang dilakukan organisasi dengan tujuan utama mengidentifikasi dan mengikat pegawai yang potensial / qualified.

    20. Stephen.P.Robbins and Mary coultler, (2010:270)

    Proses Melokasikan mengidentifikasi dan menarik para pelamar kerja yang kompeten.

    21. T.Hani Handoko ,(2001:69)

    Proses pencarian dan pemikiran para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan.

    22. Bernadin dan Rusell (2003:134)

    Rekrutmen adalah proses penemuan dan penarikan para pelamar yang terbaik dan memiliki kualifikasi terhadap lowongan yang dibutuhkan.

    23. Rivai Sagala (2008:147)

    Rekrutmen adalah proses untuk mendapatkan sejumlah sumber daya manusia (karyawan)yang berkualitas untuk menduduki suatu jabatan atau pekerjaan dalam suatu perusahaan.

    24. Robert L.Mathis (2011:207)

    Rekrutmen adalah proses menghasilkan suatu kelompok pelamar yang memenuhi syarat untuk pekerjaan.

    25. Hendry simamora (1997:212)

    Rekruitmen adalah serangkaian aktifitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan Pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang di identifikasi dalam perencanaan kepegawaian.

    26. R.Wayney Mondy (2008:132)

    Perekrutan adalah proses menarik orang-orang pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang cukup, dan dengan persyaratan yang layak, untuk mengisi lowongan dalam organisasi

    27. Soekidjo Notoadmodjo (2003:130)

    Rekrutmen adalah suatu proses pencarian dan pemikatan para calon tenaga kerja yang mempunyai kemampuan sesuai dengan rencana kebutuhan suatu organisasi.

  • Pengertian Idiom Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Idiom Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Idiom

    Pengertian idiom adalah ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.

    Pada dasarnya yang di maksud dengan idiom adalah suatu susunan kata yang tidak bisa di artikan berdasarkan kata per kata.

    namun susunan kata yang diartikan berdasarkan makna secara keseluruhan yang telah menjadi kebiasaan dalam berkomunikasi.

    Pengertian Idiom Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi idiom menurut para ahli.

    1. Kridalaksana (1993:80)

    Menyatakan bahwa idiom umumnya dianggap merupakan gaya bahasa yang bertentangan dengan prinsip penyusunan kekomposisian (Principle of Compositionality).

    2. Alwasilah (1985:147)

    Menyebutkan idiom adalah grup kata-kata yang mempunyai makna tersendiri yang berbeda dari makna tiap kata dalam grup itu.

    Idiom tidak bisa diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa asing. Idiom adalah persoalan pemakaian bahasa oleh penutur asli.

    3. Longman (2003:741)

    “Idiom is a phrase which something different from the meanings of the separate words from which it formed”. Dapat diartikan bahwa idiom adalah kalimat yang mempunyai arti berbeda dari arti kata yang membentuknya.

    4. Rey (1989:VI)

    Menjelaskan bahwa idiomes, c’est-à-dire combinaisons intraduisibles mot à mot. Maksud penjelasan tersebut bahwa idiom adalah gabungan kata yang tidak dapat diartikan kata perkata.

    5. Kridalaksana (1980:62)

    Idiom adalah konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota- anggotanya.

    Contoh kambing hitam, secara keseluruhan maknanya tidak sama dengan makna “kambing” dan “hitam”.

    Jenis-Jenis Idiom

    Idiom dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yakni:

    1. Idiom penuh

    Yaitu idiom atau ungkapan yang seluruh unsure pembentuknya tidak dapat dikembalikan kepada makna denotasinya/sebenarnya.

    Contoh:

    a Gulung tikar berarti bangkrut.
    b Pantat kuning berarti pelit/kikir.

    Kata gulung dan kata tikar sudah kehilangan makna denotasinya. Demikian juga kata pantat dan kata kuning.

    2. Idiom sebagian

    Yaitu idiom atau ungkapan yang sebagian unsur pembentuknya masih dapat dikembalikan kepada makna denotasinya.

    Contoh:

    a Kabar burung berarti kabar atau berita yang belum tentu kebenarannya.
    b Daftar hitam berarti daftar nama orang yang terlibat dalam tindak kejahatan.

    Dalam hal ini, kata kabar dan daftar masih dapat dikembalikan pada makna denotasinya.

    Contoh Idiom

    1. Selaras dengan, insaf akan, berbicara tentang, terima kasih atas, berdasarkan pada/kepada.
    2. Membanting tulang, bertekuk lutut, mengadu domba, menarik hati, berkeras kepala

    Pada contoh (1) terlihat bahwa kata tugas dengan, akan, tentang, atas, dan pada/kepada dengan kata-kata yang digabunginya merupakan ungkapan tetap sehingga tidak dapat diubah atau digantikan dengan kata tugas yang lain.

    Demikian pula pada contoh (2). Idiom-idiom tersebut tidak dapat diubah dengan kata-kata yang lain.

    Contoh idiom lainnya

    Idiom dengan Bagian Tubuh

    hati kecil = maksud yang sebenarnya
    kecil hati = agak marah; penakut
    besar hati = a) sombong; b) bangga
    hati terbuka = senang hati
    berat hati = kurang suka melakukan
    lapang hati = sabar
    tinggi hati = sombong
    setengah hati = segan-segan
    berkeras hati = a) menurut kemauannya sendiri; b) tidak mau mundur
    jatuh hati = menjadi cinta
    mendua hati = bimbang
    sampai hati = tega
    berhati jantung = berperasaan halis
    berhati batu = tidak menaruh belas kasihan
    berhati tungau = penakut
    mengandung hati = a) menaruh dendam; b) merasa cinta
    darah daging = anak kandung; keluarga
    mendarah daging = sudah menjadi kebiasaan
    darah panas = pemarah
    darah putih = keturunan bangsawan
    mengisap darah = terlalu banyak mengambil dari orang lain
    mandi darah = berperang hebat sekali sehingga banyak yang luka atau mati
    naik darah = marah
    tumpah darah = tanah air
    kepala angin = bodoh
    kepala batu = tidak mau menurut perintah orang lain
    berat kepala = tidak mudah mengerti
    kepala dingin = tenang dan sabar
    ringan kepala = mudah belajar
    kepala udang = bodoh sekali
    tergadai kepala = malu sekali
    orang berkepala dua = memihak ke sana ke sini
    muka masam = rupa muka yang menyatakan perasaan kecewa
    tebal muka = tak mempunyai rasa malu
    kehilangan muka = mendapat malu
    mencari muka = berbuat sesuatu agar dipuji orang
    tarik muka dua belas = sangat kecewa
    tatap muka (bersemuka) = berhadapan muka
    melihat dengan mata kepala = secara langsung
    memasang mata = melihat baik-baik
    membuang mata = melihat-lihat
    terbuka matanya = mulai tahu/mengerti
    mata telinga = kaki tangan
    mata hati = perasaan dalam hati
    mulut manis = lemah lembut dan sangat menarik hati tutur katanya
    berat mulut = tak suka berbicara
    besar mulut = suka membual/menyombong
    buah mulut = sebut-sebutan; yang selalu dipercakapkan orang
    gatal mulut = selalu hendak berkata-kata apa saja
    panjang mulut = suka menyampaikan perkataan orang kepada orang lain dan ditambah-tambah
    ringan mulut = suka berbicara/bertanya
    tutup mulut = diam
    cepat mulut = lancang
    perang mulut = berbantah
    keras mulut = tidak mudah menurut (tentang kuda)
    berat bibir = tidak peramah; pendiam
    tipis bibir = pandai benar berkata-kata; cerewet
    menghapus bibir = kecewa; tak berhasil
    buah bibir = yang selalu menjadi pembicaraan orang
    panjang bibir = suka menyampaikan perkataan orang (mengadu)
    lidah api = ujung nyala api
    keras lidah = tak pandai melafalkan kata-kata asing
    lidah bercabang = perkataannya selalu berubah-ubah
    pahit lidah = apa yang dikatakan selalu terbukti manjur
    panjang lidah = suka mengadu
    patah lidah = tidak pandai berkata-kata
    ringan lidah = lancar dan fasih tutur katanya
    cepat lidah = lancang mulut; suka mengeluarkan kata-kata yang kurang baik
    mengerat lidah = memenggal/menyela kata orang
    tergelincir lidah = salah mengatakan
    tergigit lidah = tidak mempunyai rasa malu
    terkalang lidah = tak berani membantah/menjawab
    berlidah dua = tidak teguh pendirian; mudah berpihak pada orang lain
    tebal telinga = tak mau mendengarkan kata orang
    tipis telinga = lekas marah kalau mendengar kata yang kurang baik
    memberi telinga = suka mendengarkannya
    terangin-angin ke telinga = kedengaran tentang desas-desus
    memasang telinga = mendengar-dengarkan kabar
    alas perut = sarapan
    duduk perut = mengandung
    membawa perut= datang ke rumah orang untuk makan
    buruk perut = mudah kena penyakit
    buta perut = asal makan saja; tak peduli rasa makanan
    tangan besi = tindakan/kekuasaan keras
    tangan kanan = pembantu yang utama
    tangan dingin = segala yang ditanam, diobati, dan sebagainya selalu berhasil
    tangan baik = selalu menang dalam berjudi
    tangan turun = selalu kalah dalam berjudi
    berat tangan = malas bekerja
    buah tangan = barang yang dibawa dari bepergian
    hampa tangan = tidak membawa/mendapat apa-apa
    makan tangan = kena tinju; beruntung
    ringan tangan = suka bekerja
    turun tangan = turut campur tangan
    berpangku tangan = tidak bekerja apa-apa
    kaki lima = lantai di muka pintu/di tepi jalan
    kaki seribu = berlari ketakutan
    kaki telanjang = tidak bersepatu
    kaki tangan = pembantu; orang kepercayaan
    cepat kaki, ringan tangan = suka membantu
    bertukar bulu = bertukar pendapat
    tidak memandang bulu = tidak memilih-milih kedudukan seseorang
    memperlihatkan bulunya = memperlihatkan keadaan yang sebenarnya
    berbulu mata melihat = merasa benci sekali
    berbulu hatinya = suka mendengki

    Idiom dengan Kata Indera

    dingin hati = tidak bergembira/tidak bersemangat
    perang dingin = perang tanpa senjata, hanya saling menggertak
    tidak lekang oleh panas = tidak berubah sedikitpun
    uang panas = uang pinjaman dengan bunga yang banyak; uang yang tidak halal
    panas rezeki = sukar mencari rezeki
    tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan kejahatan
    sepala-pala mandi biarlah basah = melakukan sesuatu janganlah setengah-setengah
    kering kerontang = kering sekali
    kurus kering = kurus sekali
    kabar yang hangat = kabar yang baru terjadi dan sedang menarik perhatian umum (aktual)
    sambutan yang hangat = meriah
    pengalaman pahit = pengalaman yang tidak menyenangkan
    sepahit semanis = bersama-sama dalam suka dan duka
    mendapat kopi pahit = mendapat teguran keras/marah
    muka manis = menarik hati
    kritik yang pedas = keras dan kejam
    merasakan asin garam = senang dan susah dalam hidup
    tahu asam garamnya = tahu seluk beluknya
    panjang akal = tidak picik; pandai mencari akal
    menarik napas panjang = mengeluh
    pendek permintaan = singkat umurnya
    besar kepala = sombong
    besar perut = rakus; lahap
    besar cakap = suka membual
    pakaian kebesaran = kehormatan
    orang kecil = rakyat kebanyakan
    tinggi rezeki = sukar mencari rezeki
    rendah hati = tidak angkuh
    rendah budi = hina
    luas pengalaman = banyak pengalaman
    sempit hati = lekas marah

    Idiom dengan Warna

    merah muka = kemalu-maluan
    merah telinga = marah sekali
    lampu merah = tanda sesuatu yang membahayakan
    jago merah = api kebakaran
    buku putih = buku yang berisi keterangan pemerintah mengenai suatu peristiwa politik
    berputih tulang = mati
    berdarah putih = keturunan bangsawan
    hitam di atas putih = dengan tertulis; tidak secara lisan
    belum tentu hitam putihnya = ketentuannya
    masih hijau = belum berpengalaman
    naik kuda hijau = mabuk
    lapangan hijau = gelanggang olah raga
    lampu hijau = sesuatu yang akan membuat menjadi lancar/lebih baik karena sudah disetujui/diizinkan
    kartu kuning = suatu peringatan dalam sepak bola
    mengelabui mata = menipu

    Idiom dengan Nama Benda-benda Alam

    jadi bumi langit = orang yang selau diharapkan pertolongannya
    dibumihanguskan = dimunaskan/dihancurkan sama sekali
    tanah tumpah darah = tanah tempat lahir
    gerakan di bawah tanah = gerakan rahasia
    makan tanah = miskin sekali
    kejatuhan bulan = beruntung besar
    menjadi bulan-bulanan = sasaran/tujuan
    menentang matahari = melawan orang yang berkuasa
    terang bintangnya = beruntung
    berbintang naik = mulai mujur
    bintang lapangan = pemain yang terbaik
    salah air = salah didikan
    telah jadi air = habis modalnya/uangnya
    pandai berminyak air = pandai bermuka-muka
    bersuluh minta api = bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui
    semangat berapi-api = berkobar-kobar, bersemangat skali
    kabar angin = desas-desus
    perasa angin = mudah tersinggung
    menangkap angin = sia-sia belaka
    hujan jatuh ke pasir = kebaikan yang tidak berbalas
    seri gunung = tampak elok jika dilihat dari jauh
    rendah gunung tinggi harapan = harapan yang sangat besar
    tak lari gunung dikejar = tidak usah tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu yang sudah tentu

    Idiom dengan Nama Binatang

    kambing hitam = orang yang dipersalahkan
    kelas kambing = kelas paling murah
    kuda hitam = pemenang yang tak diduga-duga
    mengadu domba = mempertentangkan kita dengan kita sendiri
    berkulit badak = tidak tahu malu, tidak berperasaan
    tenaga badak = kuat sekali
    banteng ketaton = mengamuk dengan hebatnya
    akal kancil = tipu muslihat yang sanat licik, sangat cerdik
    buaya darat = penjahat; orang laki-laki yang gemar kepada perempuan
    ular kepala dua = orang yang munafik, ikut ke sana kemari saja
    membebek(membeo) = hanya meniru-niru perkataan/perbuatan orang lain
    menantikan kucing bertanduk = menantikan sesuatu yang mustahil
    membabi buta = melakukan sesuatu dengan menekat saja
    buta ayam = mata kabur pada waktu malam
    mati ayam = mati konyol
    tidur-tidur ayam = sudah tidur tetapi belum lelap benar
    kabar burung = kabar yang tidak boleh dipercaya karena belum pasti kebenarannya
    otak udang = bodoh sekali

    Idiom dengan Bagian Tumbuh-tumbuhan

    pohon kejahatan = asal mula
    batang air = sungai
    sebatang kara = hidup seorang diri
    bercabang hatinya = tidak hanya satu yang dipirkan
    lidah bercabang = kata-katanya tidak dapat dipercaya
    lari beranting = lari bersambung(estafet)
    berurat berakar = sudah mendalam benar
    naik daun = mendapat nasib baik
    bunga api = petasan
    bunga rampai = kumpulan karangan yang terpilih
    bunga kampung = gadis yang tercantik di kampung itu
    buah pena = karangan
    buah pembicaraan = hasil pembicaraan
    biji mata = kekasih

    Idiom dengan Kata Bilangan

    bersatu padu = bersatu benar-benar
    bersatu hati = seiya sekata
    berbadan dua = hamil
    tiada duanya = tidak ada bandingannya
    telah dua kepalanya = mabuk
    mendua hati = ragu-ragu
    setengah hati = tidak dengan bersungguh-sungguh
    bekerja setengah-setengah = tanggung
    jalan tengah = keputusan yang diambil dari dua pendapat secara adil, tidak memihak salah satu pendapat itu
    setengah tiang = pengibaran bendera tanda berduka cita
    masuk tiga, keluar empat = membenjakan uang lebih besar dari penghasilannya
    pertemuan empat mata = pertemuan hanya dua orang
    kaki lima = lantai di muka pinti atau di tepi jalan
    tujuh keliling = nama penyakit kepala yang sangat keras
    diam seribu bahasa = diam sama sekali, tidak berkata sepatah pun

  • Contoh Rumusan Masalah dan Pengertiannya Menurut Para Ahli

    Contoh Rumusan Masalah dan Pengertiannya Menurut Para Ahli

    Dalam proses penyusunan karya ilmiah, baik itu makalah, skripsi, tesis, maupun penelitian lainnya, salah satu komponen penting yang tidak boleh dilewatkan adalah rumusan masalah.

    Bagian ini menjadi pijakan utama dalam menentukan arah penelitian, karena berfungsi mengarahkan fokus pembahasan terhadap permasalahan inti yang ingin dikaji.

    Oleh karena itu, penting untuk memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan rumusan masalah, terutama berdasarkan pandangan para ahli di bidang metodologi penelitian.

    Pengertian Rumusan Masalah Menurut Para Ahli

    Dengan merujuk pada definisi dari berbagai ahli, kita akan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya menyusun rumusan masalah secara tepat dan sistematis.

    Berikut ini adalah beberapa pengertian rumusan masalah menurut para ahli, diantaranya:

    1. Andrew dan Hildebrad

    Andrew dan Hildebrad (1982), rumusan masalah yang baik yang dibuat secara terencana, efektif dan memiliki karakteristik.

    Dirinya menyebutkan ada empat karakteristik, yaitu masalah yang diangkat mencerminkan kebutuhan yang dirasakan.

    Adapun karakteristik lain, masalah yang diambil adalah non-hipotesis, yaitu harus didasarkan pada bukti faktual.

    Tidak sekedar itu, rumusan masalah yang baik mendukung hipotesis penelitian agar dapat dilakukan pengujian.

    Karakteristik yang terakhir adalah, masalah yang diangkat harus relevan dan dapat dikelola.

    2. Albert Einstein

    Menurut Albert Einstein, rumusan masalah jauh lebih penting daripada solusinya. Einstein mengungkapkan bahwasanya pengajuan rumusan masalah didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan baru, sehingga mendukung kemungkinan baru dan mempertimbangkan masalah lama menjadi sesuatu yang baru yang lebih kreatif dan imajinatif.

    3. Alan Byrman

    Alan Byrman berpendapat jika rumusan masalah adalah pernyataan yang jelas terhadap hal-hal tertentu. Dimana hal itulah yang dijadikan sebagai perhatian dan yang diberi titik fokus untuk diteliti lebih lanjut. Tentu sifat penelitian selalu menawarkan solusi dan hal yang jelas dan luas.

    4. Sugiyono

    Sugiono memandang rumusan masalah adalah sebuah pertanyaan yang mencari sebuah jawaban lewat pengumpulan data dan penelitian. Dimana penelitian dapat dilakukan berdasarkan tingkat eksplanasi.

    Contoh Rumusan Masalah

    1. Contoh Rumusan Masalah Tentang Kesehatan

    Apa pengertian kesehatan?
    Bagaimana kondisi seseorang dikatakan sehat?
    Bagaimana kondisi seseorang dikatakan tidak sehat?
    Apa penyebab seseorang tidak sehat?
    Bagaimana agar seseorang sehat kembali?
    Bagaimana menjaga kesehatan?
    Apa tujuan menjaga kesehatan?

    2. Contoh Rumusan Masalah Tentang Internet

    Apa pengertian internet?
    Apa fungsi internet untuk manusia?
    Apa dampak dari munculnya internet di dunia?
    Apa sisi positif dan sisi negatif dari internet?

    3. Contoh Rumusan Makalah Tentang Pengolahan Kopi

    Bagaimana alur produksi pada pengolahan kopi?
    Bagaimana proses pengolahan kopi di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao?
    Bagaimana proses fermentasi kopi yang dilakukan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao?
    Bagaimana prinsip kerja alat yang digunakan dalam proses penyangraian kopi?
    Bagaimana proses penyangraian kopi dilakukan?
    Bagaimana perubahan biokimia pada biji kopi yang telah di fermentasi?

    4. Contoh Rumusan Masalah Tentang Ekonomi Syariah

    Apa yang dimaksud ekonomi syari’ah?
    Apakah bank syari’ah di Indonesia sudah sesuai dengan sistem ekonomi syari’ah?
    Bagaimana cara menerapkan sistem ekonomi syari’ah?
    Apakah sistem ekonomi syari’ah dapat diterapkan di Indonesia?
    Apa yang menjadi hambatan dalam menerapkan sistem ekonomi syari’ah?
    Apakah keuntungan menerapkan sistem ekonomi syari’ah?

    5. Contoh Rumusan Masalah Tentang Pendidikan di Indonesia

    Karakteristik pendidikan di Indonesia
    Kualitas pendidikan di Indonesia
    Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia
    Solusi permasalahan pendidikan di Indonesia

    6. Contoh Rumusan Masalah Tentang Sekolah Daring

    Bagaimana kondisi mental anak selama pembelajaran daring?
    Bagaimana peran orang tua dalam mendampingi anak selama sekolah daring?
    Bagaimana peran guru, sekolah, dan pemerintah dalam memperhatikan kondisi mental anak?

    7. Contoh Rumusan Masalah Tentang Pendidikan

    Apakah permasalahan pendidikan yang terjadi saat ini?
    Apakah penyebab permasalahan pendidikan?
    Bagaimana solusi yang dapat dilakukan demi mengatasi permasalahan pendidikan saat ini?

    8. Contoh Rumusan Masalah Tentang Sampah

    Apa dampak dari sampah yang berserakan?
    Bagaimana cara menyadarkan orang lain untuk buang sampah pada tempatnya?
    Bagaimana cara mengajak generasi muda untuk mengubah kebiasaan
    penggunaan plastik sekali pakai?

    9. Contoh Rumusan Masalah Tentang Game Online

    Bagaimana dampak game online terhadap sikap kedisiplinan siswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari?
    Apa saja yang harus dilakukan siswa, dalam mengatasi kencaduan game online yang berakibat pada kedislipinan yang buruk bagi siswa tersebut?
    Apa saja seharusnya peran orang-orang disekitar siswa tersebut, guna mengatasi kecanduan game online yang berdampak pada kedisiplinan siswa tersebut?
    Bagaimana cara mengelola bermain game online dengan baik?
    Bagaimana cara agar bermain game online memberikan suatu manfaat?

    10. Contoh Rumusan Masalah Tentang Bullying

    Apa itu bullying?
    Kenapa bullying bisa terjadi?
    Apa dampaknya jika seseorang menjadi korban bullying?
    Bagaimana cara mengembalikan mental seseorang yang terkena bullying?
    Bagaimana kiat untuk mencegah terjadinya bullying?

  • 7 Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

    Wacana merupakan salah satu konsep penting dalam kajian linguistik, sastra, dan ilmu komunikasi.

    Pemahaman terhadap wacana tidak hanya terbatas pada sekumpulan kalimat, tetapi mencakup satuan bahasa yang lengkap dan memiliki makna utuh.

    Dalam praktiknya, wacana digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan, maupun pesan tertentu baik secara lisan maupun tertulis.

    Karena itu, memahami pengertian wacana secara mendalam akan membantu kita mengenali struktur, makna, dan konteks dari sebuah teks atau percakapan.

    Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian wacana menurut para ahli yang dapat menjadi rujukan dalam memahami konsep tersebut secara lebih komprehensif.

    1. Harimurti Kridalaksana

    Menurut Harimurti Kridalaksana, wacana (discourse) adalah satuan bahasa terlengkap dan merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar dalam hierarki gramatikal. (1983:179 dalam Sumarlam, 2009:5).

    2. Henry Guntur Tarigan (1987:27)

    Mengemukakan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang paling lengkap, lebih tinggi dari klausa dan kalimat, memiliki kohesi dan koherensi yang baik, mempunyai awal dan akhir yang jelas, berkesinambungan, dan dapat disampaikan secara lisan atau tertulis.

    3. James Deese

    Dalam karyanya Thought into Speech: the Psychology of a Language (1984:72, sebagaimana dikutip ulang oleh Sumarlam, 2009:6) menyatakan bahwa wacana adalah seperangkat proposisi yang saling berhubungan untuk menghasilkan suatu rasa kepaduan atau rasa kohesi bagi penyimak atau pembaca.

    Kohesi atau kepaduan itu sendiri harus muncul dari isi wacana, tetapi banyak sekali rasa kepaduan yang dirasakan oleh penyimak atau pembaca harus muncul dari cara pengutaraan, yaitu pengutaraan wacana itu.

    4. Fatimah Djajasudarma (1994:1)

    Mengemukakan bahwa wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan, menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain, membentuk satu kesatuan, proposisi sebagai isi konsep yang masih kasar yang akan melahirkan pernyataan (statement) dalam bentuk kalimat atau wacana.

    5. Hasan Alwi, dkk (2000:41)

    Menjelaskan pengertian wacana sebagai rentetan kalimat yang berkaitan sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu.

    Dengan demikian sebuah rentetan kalimat tidak dapat disebut wacana jika tidak ada keserasian makna. Sebaliknya, rentetan kalimat membentuk wacana karena dari rentetan tersebut terbentuk makna yang serasi.

    6. I.G.N. Oka dan Suparno (1994:31)

    Menyebutkan wacana adalah satuan bahasa yang membawa amanat yang lengkap.

    7. Sumarlam, dkk (2009:15)

    Menyimpulkan dari beberapa pendapat bahwa wacana adalah satuan bahasa terlengkap yang dinyatakan secara lisan seperti pidato, ceramah, khotbah, dan dialog, atau secara tertulis seperti cerpen, novel, buku, surat, dan dokumen tertulis, yang dilihat dari struktur lahirnya (dari segi bentuk bersifat kohesif, saling terkait dan dari struktur batinnya (dari segi makna) bersifat koheren, terpadu.

    Berdasarkan beberapa pendapat mengenai batasan wacana di atas pengertian wacana adalah satuan bahasa lisan maupun tulis yang memiliki keterkaitan atau keruntutan antar bagian (kohesi), keterpaduan (koheren), dan bermakna (meaningful), digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial.

    Berdasarkan pegertian tersebut, persyaratan terbentuknya wacana adalah penggunaan bahasa dapat berupa rangkaian kalimat atau rangkaian ujaran (meskipun wacana dapat berupa satu kalimat atau ujaran).

    Wacana yang berupa rangkaian kalimat atau ujaran harus mempertimbangkan prinsip-prinsip tertentu, prinsip keutuhan (unity) dan kepaduan (coherent).

    Wacana dikatakan utuh apabila kalimat-kalimat dalam wacana itu mendukung satu topik yang sedang dibicarakan, sedangkan wacana dikatakan padu apabila kalimat-kalimatnya disusun secara teratur dan sistematis, sehingga menunjukkan keruntututan ide yang diungkapkan.