Tag: puisi lama

  • Puisi rakyat yang bersajak a-a b-b c-c disebut?

    Puisi rakyat yang bersajak a-a b-b c-c disebut?

    Puisi rakyat yang bersajak a-a b-b c-c disebut gurindam.

    Secara umum, gurindam adalah puisi lama yang terdiri dari dua baris kalimat dalam setiap baitnya. Kedua baris tersebut saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan makna.

    Biasanya, baris pertama berisi semacam soal, peringatan, atau janji, sementara baris kedua memberikan jawaban, akibat, atau penegasan dari baris pertama.

    Dengan bentuk yang sederhana, gurindam tetap memiliki kedalaman makna yang tinggi karena berisi nasihat, ajaran moral, serta petuah kehidupan.

    Gurindam adalah salah satu bentuk puisi lama yang tumbuh dalam tradisi sastra Melayu dan hingga kini masih dikenal sebagai warisan budaya yang penuh dengan nilai moral dan nasihat kehidupan.

    Gurindam sering digunakan sebagai media pendidikan moral bagi masyarakat pada masa lalu. Isinya berfokus pada nilai-nilai kebaikan, budi pekerti, dan etika dalam pergaulan sehari-hari.

    Karena sifatnya yang singkat, gurindam mudah diingat, sehingga sering dijadikan sarana untuk menyampaikan pesan bijak dari orang tua, guru, atau tokoh masyarakat kepada generasi muda.

    Ciri-Ciri Gurindam

    Untuk lebih mudah mengenal gurindam, berikut adalah beberapa ciri khasnya:

    • Setiap bait terdiri atas dua baris atau larik.
    • Menggunakan pola rima sama atau lurus, biasanya berbentuk a-a.
    • Setiap baris terdiri dari 4 sampai 6 kata atau sekitar 8 sampai 12 suku kata.
    • Hubungan antara baris pertama dan baris kedua bersifat sebab-akibat atau pernyataan dan jawabannya.
    • Isinya berfokus pada nasihat, ajaran moral, petuah, atau amsal yang mengandung kebenaran hidup.

    Contoh Gurindam

    Berikut beberapa contoh gurindam yang sarat makna:

    Jikalau engkau belajar kitab
    Maka haruslah taati adab

    Barang siapa tidak berilmu
    Bagaikan kursi tidak bertumpu

    Guru yang tak bisa jadi teladan
    Bagaikan bayang tanpa si badan

    Kepada guru harus beradab
    Kepada rekan jangan biadab

    Jangan hanya pandai saja di benak
    Namun juga harus pandai di tindak

    Contoh-contoh tersebut menunjukkan bagaimana gurindam mampu menyampaikan pesan bijak dengan singkat namun sangat jelas. Ia tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai pedoman moral yang membentuk karakter masyarakat.

  • Apa Saja Ciri Ciri Puisi Lama dan Puisi Baru?

    Apa Saja Ciri Ciri Puisi Lama dan Puisi Baru?

    Pengertian Puisi

    Sebelum membahas tentang ciri-ciri puisi, alangkah baiknya jika kita membahas pengertian puisi terlebih dahulu.

    Jadi, puisi adalah sebuah karya sastra yang dihasilkan dari buah pikir, ide, dan pengalaman pribadi yang dikemas dengan menggunakan kata-kata indah.

    Puisi pun dibedakan menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi baru. Kedua jenis puisi tersebut memiliki perbedaan mendasar, yaitu aturan.

    Puisi lama selalu mengikuti aturan yang terikat. Sedangkan puisi baru atau puisi modern sifatnya bebas, alias tidak terikat aturan-aturan tertentu dalam penulisannya.

    Ciri Ciri Puisi

    Setelah mengetahui definisi puisi singkat di atas, berikut ini adalah ciri-ciri puisi secara umum.

    1. Ciri Ciri Puisi Secara Umum

    • Ditulis dalam bentuk bait yang berisi beberapa baris
    • Tidak berbentuk paragraf layaknya naskah drama
    • Menggunakan diksi yang indah
    • Menggunakan majas secara dominan
    • Memiliki makna tersirat
    • Tidak menjelaskan alur, seting, dan tokoh
    • Padat dan langsung pada inti

    2. Ciri Ciri Puisi Lama

    • Kebanyakan puisi lama sifatnya anonim (tidak diketahui pengarangnya)
    • Terikat aturan, meliputi irama, ritme, notasi, diksi
    • Gaya bahasa yang digunakan statis
    • Lebih sering disampaikan secara lisan
    • Lebih banyak bernuansa perjuangan

    3. Ciri Ciri Puisi Baru

    • Nama pengarang diketahui
    • Tidak terikat aturan
    • Gaya bahasa yang digunakan dinamis
    • Lebih sering disampaikan pada tulisan
    • Lebih banyak bernuansa percintaan
  • Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru Beserta Contohnya

    Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru Beserta Contohnya

    Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru

    Puisi adalah sebuah karya sastra yang diciptakan oleh rajutan kata indah sesuai dengan apa yang dirasakan oleh penyair.

    Puisi sendiri biasanya dipenuhi dengan kata-kata imajinatif yang mengandung makna dalam sehingga banyak yang beranggapan jika puisi adalah salah satu karya sastra yang sifatnya sakral.

    Puisi Lama

    Dalam perkembangannya, puisi terbagi menjadi dua jenis, yaitu puisi lama dan baru. Puisi Lama adalah puisi yang terikat dengan aturan-aturan tertentu dalam pembuatannya. Aturan tersebut berhubungan dengan kata, baris, bait, rima dan irama.

    Sedangkan puisi baru atau yang juga disebut dengan puisi modern adalah kebalikan dari puisi lama, yang mana puisi baru tidak lagi terikat dengan aturan-aturan tersebut, alias bebas.

    Macam Macam Puisi Lama

    Nah, agar lebih jelasnya, berikut adalah beragam puisi lama yang masih digunakan sampai saat ini:

    1. Pantun

    Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat populer di Indonesia. Pantun sendiri berasal dari Bahasa Minangkabau, yaitu ‘panutun’.  Adapun ciri-ciri pantun sebagai berikut:

    • Setiap bait terdiri dari empat baris
    • Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
    • Memiliki irama (a-a-a-a/ a-b-a-b / a-a-b-b)
    • Baris pertama dan kedua adalah sampiran
    • Baris ketiga dan keempat adalah isi

    Contoh Pantun :

    Anjing bermain dengan tali
    Kera duduk membaca koran
    Bagaimana hati tak geli
    Kepala botak suka sisiran

    2. Karmina

    Karmina juga bisa disebut sebagai pantun kilat yang hanya terdiri dari dua baris saja. Karmina sendiri biasanya disajikan dalam acara-acara kebudayaan serta sebagai materi pembelajaran di sekolah.

    Berikut adalah ciri-ciri Karmina:

    • Setiap bait terdiri dari dua baris
    • Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 kata
    • Memiliki irama pada setiap frasa dengan pola a-b-a-b
    • Baris pertama adalah sampiran
    • Baris kedua adalah isi

    Contoh Karmina:

    Satu titik dua koma
    Kamu cantik saya yang punya

    3. Talibun

    Talibun adalah kebalikan dari Karmina. Jika Karmina merupakan puisi singkat, Talibun adalah puisi yang memiliki baris lebih panjang. Adapun ciri-ciri dari Talibun adalah sebagai berikut:

    • Setiap bait terdiri dari lebih dari empat baris (harus genap)
    • Setap baris memiliki 8 sampai 12 suku kata
    • Irama a-b-c-a-b-c
    • Setengah baris pertama adalah sampiran
    • Setengah baris selanjutnya adalah isi

    Contoh Talibun:

    Telah penat hamba mendaki
    Mendaki batu berjenjang
    Bulan tak juga terang-terangnya
    Telah penat hamba menanti
    Telah putih mata memandang
    Tuan tak kunjung datang juga

    4. Seloka

    Seloka adalah puisi lama yang hampir mirip dengan pantun, hanya saja yang membedakannya adalah letak isi. Berikut adalah ciri-ciri seloka:

    • Setiap bait terdiri dari 4 sampai 8 baris (genap)
    • Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
    • Memiliki irama a-b-a-b
    • Setiap baris adalah isi

    Contoh Seloka:

    Jalan-jalan kekota bertemu umi pipik
    Naik motor milik si Dahlan
    Jadilah pengendara yang baik
    Agar selamat sampai tujuan

    Naik motor milik si Dahlan
    Pergi ke pasar membeli nanas
    Agar selamat sampai tujuan
    Selalu taatilah lalu lintas

    5. Gurindam

    Gurindam adalah bentuk puisi lama yang berupa pantun singkat. Berikut adalah ciri-ciri dari gurindam:

    • Setiap bait terdiri dari dua baris
    • Tiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
    • Memiliki irama a-a atau b-b
    • Setiap baris adalah isi

    Contoh Gurindam:

    Hendaklah pemimpin memegang amanat
    Supaya dicintai dan dihormati oleh rakyat

    6. Mantra

    Mantra memang terkenal dengan unsur gaib dan mistis, tapi mantra sendiri merupakan jenis puisi lama yang digunakan oleh nenek moyang kita.

    Walaupun tidak selalu terbentur aturan, tapi mantra juga kadang memiliki irama dalam setiap baitnya. Selain itu, mantra juga memiliki unsur seni dengan menggunakan kata-kata yang imajinatif.

    Puisi Baru

    Puisi baru atau yang juga disebut dengan puisi modern adalah kebalikan dari puisi lama, yang mana puisi baru tidak lagi terikat dengan aturan-aturan tersebut, alias bebas.

    Macam Macam Puisi Baru

    Adapun jenis-jenis puisi baru sebagai berikut:

    1. Balada

    Balada merupakan puisi baru yang berisi cerita atau kisah. Ciri-cirinya adalah:

    • Terdiri dari 3 bait
    • Setiap bait terdiri dari 8 baris
    • Memiliki irama a-b-a-b-c-c-b
    • Beralih menjadi a-b-a-b-b-c-c-b-c

    Contoh Balada:

    Balada Ibu yang Dibunuh
    karya WS Rendra

    Ibu musang di lindung pohon tua meliang
    Bayinya dua ditinggal mati lakinya.
    Bualan sabit terkait malam memberita datangnya
    Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.
    Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
    Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas nyawa.
    Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa
    Menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.
    Membubung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba
    Oleh lengking pekik yang lebih menggigitkan pucuk-pucuk daun
    Tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.
    Tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya
    Ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula dedaun tua.
    Tiada tahu akan meraplah kolik meratap juga
    Dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin tenggara
    Lalu satu ketika di pohon tua meliang
    Matilah anak-anak musang, mati dua-duanya.
    Dan jalannya semua peristiwa
    Tanpa dukungan satu dosa, tanpa.

    2. Hymne

    Hmne merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisi tentang rasa syukur serta pujian kepada Tuhan, pahlawan, Tanah Air, Almamater, hingga tempat tertentu. Dalam perkembangannya, hymne sering dijadikan musik atau lagu yang dinyanyikan.

    contoh hymne:

    Doa
    Karya: Taufik Ismail

    Tuhan kami
    Telah nista kami dalam dosa bersama
    Bertahun membangun kultus ini
    Dalam pikiran yang ganda
    Dan menutupi hati nurani
    Ampunilah kami
    Ampunilah
    Amiin

    Tuhan kami
    Telah terlalu mudah kami
    Menggunakan asmaMu bertahun di negeri ini
    Semoga Kau rela menerima kembali
    Kami dalam barisanMu
    Ampunilah kami
    Ampunilah
    Amiin

    3. Epigram

    Epigram adalah puisi baru yang berisi tentang etika, moral, serta tuntunan hidup manusia.

    Contoh Epigram:

    Hari ini tak ada tempat berdiri
    Sikap lamban berarti mati
    Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
    Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas

    4. Romansa

    Romansa merupakan jenis puisi baru yang cukup populer di kalangan anak muda karena unsur atau isi dari romansa merupakan ungkapan serta luapan rasa cinta dan kasih sayang

    Contoh Romansa:

    Sajak Putih
    Karya: Chairil Anwar

    Buat tunanganku Mirat
    Bersandar pada tari warna pelangi
    Kau depanku bertudung sutra senja
    Di hitam matamu kembang mawar dan melati
    Harum rambutmu mengalun bergelut senda

    Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
    Meriak muka air kolam jiwa
    Dan dalam dadaku memerdu lagu
    Menarik menari seluruh aku

    Hidup dari hidupku, pintu terbuka
    Selama matamu bagiku menengadah
    Selama kau darah mengalir dari luka
    Antara kita Mati datang tidak membelah

    Buat miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
    Dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
    Kucuplah aku terus, kucuplah
    Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku

    5. Satire

    Satire adalah jenis puisi baru yang sifatnya mengenai sindiran halus kepada penguasa atau orang yang memiliki jabatan khusus dalam sebuah lembaga, Negara, hingga kerajaan.

    Contoh satire:

    Aku bertanya
    Oleh : WS Rendra

    Aku bertanya…
    tetapi pertanyaan-pertanyaanku
    membentur jidat penyair-penyair salon,
    yang bersajak tentang anggur dan rembulan,

    sementara ketidakadilan terjadi
    di sampingnya,
    dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
    termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian.