Tag: sejarah

  • Tulisan yang berjudul als ik eens nederlander was merupakan artikel yang ditulis oleh?

    Tulisan yang berjudul als ik eens nederlander was merupakan artikel yang ditulis oleh?

    Tulisan yang berjudul Als ik eens Nederlander Was merupakan artikel yang ditulis oleh Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).

    Als ik eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) adalah artikel yang ditulis oleh Ki Hajar Dewantara sebagai bentuk protes keras atas kolonial Belanda.

    Artikel tersebut termuat dalam surat kabar De Express milik Dr. Douwes Dekker pada tahun 1913.

    Ki Hajar Dewantara adalah pahlawan yang lahir Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889 yang kini diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

    Ki Hajar Dewantara terlahir dari keluarga Bangsawan, yang mana ia merupakan anak dari GPH Soerjaningrat, cucu dari Pakualam III.

    Dalam beberapa versi menyebutkan jika Ki Hajar Dewantara sekolah di ELS yaitu Sekolah Dasar untuk anak-anak Eropa/Belanda dan juga kaum bangsawan.

    Selepas dari ELS Ki Hajar Dewantara kemudian melanjutkan pendidikannya di STOVIA yaitu sekolah yang untuk pendidikan dokter pribumi di kota Batavia pada masa kolonial Hindia Belanda.

    Di waktu muda, Ki Hadjar Dewantara bergabung dengan organisasi Budi Utomo.

    Ia berperan sebagai aktivis untuk menyadarkan masyarakat pribumi tentang pentingnya semangat kebersamaan dan pentingnya pendidikan untuk kemajuan bangsa.

  • Masa praaksara seringkali disebut zaman nirleka yang mempunyai arti sebagai masa dimana

    Masa praaksara seringkali disebut zaman nirleka yang mempunyai arti sebagai masa dimana

    Masa praaksara seringkali disebut zaman nirleka yang mempunyai arti sebagai masa dimana orang-orang pada saat itu belum mengenal tulisan.

    Kata nirleka sendiri berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu gabungan kata nir yang berarti tidak ada dan leka yang berarti tulisan.

    Jika disatukan, maka nirleka dapat dimaknai sebagai masa tanpa tulisan. Itulah mengapa masa ini sering disebut pula sebagai zaman prasejarah, sebab tidak ada sumber tertulis yang bisa dijadikan acuan mengenai kehidupan manusia pada periode tersebut.

    Dalam ilmu sejarah, zaman prasejarah atau praaksara merujuk pada suatu periode yang sangat panjang, yakni masa sebelum manusia mengenal sistem tulisan.

    Segala informasi tentang kehidupan mereka tidak dicatat dalam bentuk dokumen atau naskah, melainkan hanya bisa diketahui melalui peninggalan arkeologi seperti peralatan dari batu, tulang, logam, lukisan dinding gua, fosil manusia purba, serta berbagai benda budaya lainnya.

    Semua peninggalan tersebut menjadi sumber penting bagi para arkeolog dan sejarawan untuk merekonstruksi bagaimana manusia hidup di masa lalu.

    Zaman prasejarah dimulai sekitar 2,6 juta tahun yang lalu ketika manusia purba mulai muncul di bumi.

    Beberapa di antaranya adalah Homo habilis yang dikenal sebagai manusia terampil karena sudah mampu membuat peralatan sederhana dari batu, serta Homo erectus yang dianggap lebih maju karena sudah mengenal api dan hidup dengan cara yang lebih teratur.

    Masa praaksara kemudian berakhir sekitar 6.000 tahun yang lalu ketika peradaban-peradaban awal mulai mengembangkan sistem tulisan, seperti bangsa Sumeria di Mesopotamia yang menciptakan tulisan paku atau bangsa Mesir kuno dengan hieroglifnya.

    Selama periode yang sangat panjang tersebut, manusia menjalani kehidupan yang sederhana dengan mengandalkan alam.

    Pada tahap awal, mereka hidup dengan cara berburu hewan dan mengumpulkan makanan dari alam seperti buah-buahan, umbi, serta tumbuhan liar.

    Kehidupan mereka berpindah-pindah atau nomaden, mengikuti ketersediaan sumber makanan. Mereka juga menciptakan alat-alat dari batu, kayu, dan tulang untuk membantu kegiatan sehari-hari.

    Seiring berjalannya waktu, manusia mulai menemukan cara bercocok tanam dan beternak. Perubahan besar ini menandai peralihan dari kehidupan berburu dan meramu ke kehidupan menetap di suatu tempat.

    Manusia tidak lagi hanya mengandalkan hasil alam secara langsung, tetapi sudah bisa menghasilkan makanan sendiri. Mereka juga mulai membangun tempat tinggal permanen, hidup berkelompok dalam komunitas yang lebih besar, serta mengembangkan kebudayaan sederhana.

    Selain itu, manusia praaksara juga sudah mengenal seni dan kepercayaan. Hal ini terbukti dari adanya lukisan pada dinding gua yang menggambarkan aktivitas berburu, hewan, maupun simbol-simbol tertentu.

    Peninggalan tersebut menunjukkan bahwa manusia praaksara telah memiliki daya imajinasi, perasaan estetis, serta keyakinan terhadap hal-hal yang bersifat gaib atau transendental.

    Kepercayaan itu biasanya diwujudkan dalam bentuk pemujaan roh nenek moyang atau kekuatan alam yang diyakini memengaruhi kehidupan mereka.

    Masa praaksara merupakan salah satu babak terpenting dalam perjalanan sejarah umat manusia.

    Dari kehidupan yang sangat sederhana, manusia perlahan-lahan mengembangkan berbagai pengetahuan, keterampilan, serta kebudayaan yang menjadi dasar bagi munculnya peradaban.

    Meskipun tidak ada catatan tertulis dari masa ini, berbagai peninggalan arkeologis yang ditemukan membantu kita untuk memahami bagaimana nenek moyang manusia berjuang, beradaptasi, dan menciptakan fondasi kehidupan yang akhirnya membawa pada lahirnya peradaban modern.

  • Zaman Pra Aksara Disebut Juga Zaman? Simak Jawabannya

    Zaman Pra Aksara Disebut Juga Zaman? Simak Jawabannya

    Zaman pra aksara disebut juga zaman nirleka, yang artinya orang-orang pada zaman tersebut belum mengenal tulisan.

    Menurut bahasa, kata nirleka berasal dari kata nir yang artinya tidak ada, sedangkan leka artinya tulisan. Sehingga, jika digabungkan dapat berarti masa dimana tidak ada tulisan.

    Zaman prasejarah merujuk pada periode dalam sejarah manusia sebelum adanya catatan tertulis atau dokumen sejarah.

    Ini adalah masa ketika manusia belum mengembangkan sistem tulisan dan informasi tentang kehidupan mereka hanya dapat dipelajari melalui bukti arkeologi, fosil, dan peninggalan materi lainnya.

    Zaman prasejarah mencakup jangka waktu yang sangat panjang, yang dimulai sekitar 2,6 juta tahun yang lalu dengan munculnya manusia purba, seperti Homo habilis dan Homo erectus,

    Dan kemudian berakhir sekitar 6.000 tahun yang lalu dengan munculnya peradaban-peradaban awal yang mengembangkan sistem tulisan.

    Selama zaman prasejarah, manusia hidup dalam masyarakat berburu dan mengumpulkan, bergantung pada sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka.

    Mereka mengembangkan alat-alat dari batu dan tulang, menggunakan api, dan secara perlahan mengembangkan teknologi dan keahlian untuk bertahan hidup dan beradaptasi dengan lingkungan mereka.

    Studi tentang zaman prasejarah melibatkan bidang arkeologi, antropologi, paleontologi, dan ilmu lainnya yang berfokus pada penelitian dan interpretasi bukti-bukti materi dan fosil yang ditemukan.

    Zaman nirleka berperan penting dalam memahami sejarah dan evolusi manusia.

    Melalui penelitian dan penemuan arkeologi, kita dapat mengungkap sejarah awal manusia, perkembangan teknologi, migrasi manusia, dan perubahan sosial dan budaya yang terjadi selama ribuan tahun sebelum adanya catatan tertulis.

  • Zaman Nirleka Adalah? Simak Penjelasannya Berikut Ini

    Zaman Nirleka Adalah? Simak Penjelasannya Berikut Ini

    Apakah zaman nirleka itu?

    Zaman nirleka adalah zaman dimana manusia belum mengenal tulisan.

    Menurut bahasa, kata nirleka berasal dari kata nir yang artinya tidak ada, sedangkan leka artinya tulisan.

    Sehingga, jika digabungkan dapat berarti masa dimana tidak ada tulisan.

    Zaman nirleka juga disebut sebagai zaman prasejarah, dimana belum ada tulisan sehingga tidak ada jejak sejarah tercatat.

    Meskipun tidak ada dokumen sejarah yang dapat menjadi panduan, para ahli telah berhasil mengungkap banyak rahasia tentang kehidupan manusia pada masa itu melalui penelitian arkeologi, penemuan fosil, dan analisis ilmiah.

    Salah satu aspek menarik tentang zaman prasejarah adalah perkembangan manusia sebagai spesies yang berbeda.

    Pada awalnya, manusia purba hidup sebagai pemburu dan pengumpul makanan, bergantung pada keahlian mereka dalam berburu hewan liar dan mengumpulkan sumber daya alam.

    Mereka menggunakan alat-alat yang sederhana, seperti batu, tulang, dan kayu, untuk bertahan hidup.

    Seiring waktu, manusia prasejarah mulai mengembangkan keterampilan dan pengetahuan baru.

    Mereka belajar membuat alat yang lebih canggih, seperti alat pemotong yang terbuat dari logam dan senjata yang lebih efektif.

    Perkembangan ini mencerminkan kemajuan dalam pemahaman mereka tentang alam dan teknologi.

    Selain itu, zaman nirleka juga mencakup perkembangan sosial dan budaya.

    Manusia prasejarah hidup dalam kelompok-kelompok kecil, membentuk komunitas yang saling bergantung satu sama lain.

    Mereka mengembangkan bahasa dan sistem komunikasi untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan dengan sesama anggota kelompok.

    Kemudian, bukti arkeologi menunjukkan adanya praktik keagamaan dan kepercayaan spiritual yang terkait dengan kehidupan sehari-hari mereka.

    Pentingnya zaman prasejarah tidak hanya terletak pada penemuan alat dan artefak, tetapi juga pada pemahaman kita tentang evolusi manusia sebagai spesies.

    Bukti fosil manusia purba telah memberikan petunjuk tentang perubahan morfologi dan perkembangan otak manusia selama periode ini.

    Ini membantu kita memahami bagaimana manusia berevolusi dan beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah.

  • Pengertian Prehistori, Ilmu Tentang Kebudayaan Zaman Pra Aksara

    Pengertian Prehistori, Ilmu Tentang Kebudayaan Zaman Pra Aksara

    Prehistori merupakan cabang antropologi budaya yang mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran kebudayaan manusia di bumi sejak zaman pra aksara.

    Prehistori adalah periode dalam sejarah manusia yang terjadi sebelum adanya catatan tertulis atau dokumentasi sejarah.

    Ini adalah masa ketika manusia belum mengembangkan sistem tulisan dan informasi tentang kehidupan mereka hanya dapat diketahui melalui penemuan arkeologi, fosil, dan peninggalan materi lainnya.

    Menurut Haviland (1999:12) cabang antropologi budaya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu prehistori, etnolinguistik, dan etnologi.

    • Prehistori: Mempelajari sejarah kebudayaan manusia sebelum mengenal tulisan
    • Etnolinguistik: Mempelajari tentang fenomena keragaman bahasa
    • Etnologi: Mempelajari kebudayaan suku yang tersebar pada zaman dahulu

    Dalam ilmu sejarah, perkembangan kebudayaan umat manusia mulai kira-kira 800.000 tahun yang lalu hingga sekarang. Dibagi menjadi dua, yaitu: Zaman sebelum mengenal tulisan dan Zaman setelah mengenal tulisan

    Dalam prehistori, manusia hidup dalam keadaan primitif, tergantung pada sumber daya alam untuk bertahan hidup.

    Mereka mengandalkan kegiatan berburu, meramu, dan mengumpulkan makanan dari lingkungan sekitar.

    Alat-alat yang digunakan manusia pada periode ini umumnya terbuat dari bahan-bahan alami seperti batu, tulang, dan kayu.

    Prehistori terbagi menjadi beberapa periode, seperti Paleolitikum (Zaman Batu Tua), Mesolitikum (Zaman Batu Pertengahan), dan Neolitikum (Zaman Batu Baru).

    Setiap periode memiliki ciri khas dan perkembangan budaya yang berbeda-beda.

    Selama prehistori, manusia juga mengalami evolusi biologis dan perkembangan sosial.

    Mereka membentuk kelompok-kelompok kecil yang berkelana, mengembangkan sistem sosial sederhana, dan memiliki kehidupan yang sangat tergantung pada alam.

    Studi tentang prehistori dilakukan oleh para arkeolog dan antropolog dengan menggunakan metode penelitian dan analisis ilmiah.

    Mereka mempelajari peninggalan manusia purba, seperti alat-alat, lukisan dinding gua, atau fosil tulang manusia, untuk mencari informasi tentang kehidupan dan budaya manusia pada masa itu.

  • Siapa Pencipta Lagu Indonesia Raya?

    Siapa Pencipta Lagu Indonesia Raya?

    Pencipta lagu Indonesia Raya adalah Wage Rudolf Soepratman pada tahun 1924.

    WR Soepratman lahir tanggal 9 Maret 1903 di Jatinegara Jakarta. Ia adalah anak dari seorang sersan di Batlyon VIII yang bernama Senen.

    WR Soepratman adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara.

    Kepiawaian WR Soepratman dalam bermusik tak luput dari peran kakak iparnya, Willem van Eldik.

    Sewaktu tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya.

    Selain belajar musik dari kakak iparnya, WR Soepratman juga menunjukkan minat besar terhadap dunia seni sejak usia muda.

    Ia belajar bermain biola, gitar, serta menguasai dasar-dasar teori musik. Dari sinilah bakatnya semakin terasah hingga kelak mampu menciptakan lagu yang menggerakkan semangat kebangsaan.

    Pada tahun 1920-an, semangat nasionalisme mulai bangkit di kalangan pemuda Indonesia. Berbagai organisasi pergerakan lahir untuk melawan penjajahan Belanda.

    WR Soepratman yang saat itu sudah fasih bermusik merasa terpanggil untuk menyumbangkan kemampuan seninya bagi perjuangan bangsa. Ia percaya bahwa musik dapat menjadi sarana yang ampuh untuk membangkitkan kesadaran rakyat akan pentingnya persatuan dan kemerdekaan.

    Tepat pada tahun 1924, ia menciptakan lagu Indonesia Raya. Lagu ini pertama kali diperkenalkan secara resmi pada Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia (sekarang Jakarta).

    Saat dimainkan dengan biola secara instrumental, lagu tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari para pemuda yang hadir.

    Lagu Indonesia Raya kemudian menjadi simbol kebangkitan nasional, karena berhasil menyatukan semangat para pemuda dari berbagai daerah untuk memperjuangkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia.

  • Sejarah Koperasi Indonesia Singkat

    Sejarah Koperasi Indonesia Singkat

    Sejarah Koperasi Indonesia Singkat

    Koperasi di Indonesia pertama kali didirikan pada tahun 1895 di Leuwiliang yang didirikan oleh Raden Ngabei Aria Wiriaatmadja (Patih Purwokerto) dkk.

    Koperasi tersebut merupakan koperasi simpan pinjam yang diberi nama “De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Hoofden” yang berarti “Bank Simpan Pinjam para Priyayi Purwokerto”.

    Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang penjajahan.

    Berdirinya Boedi Oetomo, pada tahun 1908 mencoba memajukan koperasi rumah tangga (koperasi konsumsi).

    Serikat Islam pada tahun 1913 membantu memajukan koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan Toko Koperasi.

    Pada tahun 1927, usaha koperasi dilanjutkan oleh Indonesische Studie Club yang kemudian menjadi Persatuan Bangsa Indonesia ( PBI ) di Surabaya.

    Partaui Nasional Indonesia (PNI) di dalam kongresnya di Jakarta berusah menggelorakan semangat kooperasi sehuingga kongres ini sering juga disebut “ kongres koperasi ”.

    Pergerakan koperasi selama penjajahan Belanda tidak dapat berjalan lancar.

    Pemerintah Belanda selalu berusaha menghalanginya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Selain itu, kesadaran masyarakat atas koperasi sangat rendah akibat penderitaan yang dialaminya.

    Untuk membatasi laju perkembangan koperasi, pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan koperasi Besluit 7 April No. 431 tahun 1915.

    Berdasarkan peraturan ini rakyat tidak mungkin mendirikan koperasi karena :

    1. mendirikan koperasi harus mendapat izin dari gubernur jenderal
    2. akta dibuat dengan perantaraan notaris dan dalam bahasa Belanda
    3. ongkos materai sebesar 50 golden
    4. hak tanah harus menurut hukum Eropa
    5. harus diumumkan di Javasche Courant yang biayanya juga tinggi

    Masa Kemerdekan

    Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, dengan tegas perkoperasian ditulis di dalam UUD 1945. DR. H. Moh Hatta sebagai salah seorang “Founding Father” Republik Indonesia, berusaha memasukkan rumusan perkoperasian di dalam “konstitusi”.

    Sejak kemerdekaan itu pula koperasi di Indonesia mengalami suatu perkembangan yang lebih baik.

    Pasal 33 UUD 1945 ayat 1 beserta penjelasannya menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.

    Dalam penjelasannya disebutkan bahwa bangun perekonomian yang sesuai dengan azas kekeluargaan tersebut adalah koperasi.

    Di dalam pasal 33 UUd 1945 tersebut diatur pula di samping koperasi, juga peranan daripada Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Swasta.

    Pada akhir 1946, Jawatan Koperasi mengadakan pendaftaran koperasi dan tercatat sebanyak 2500 buah koperasi di seluruh Indonesia.

    Pada tanggal 12 Juli 1947 diselenggarakan kongres koperasi se Jawa yang pertama di Tasikmalaya.

    Dalam kongres tersebut diputuskan antara lain terbentuknya Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia yang disingkat SOKRI; menjadikan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi serta menganjurkan diselenggarakan pendidikan koperasi di kalangan pengurus, pegawai dan masyarakat.

    Selanjutnya pada tanggal 15 sampai dengan 17 Juli 1953 dilangsungkan kongres koperasi Indonesia yang ke II di Bandung.

    Keputusannya antara lain merubah Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) menjadi Dewan Koperasi Indonesia (DKI).

    Di samping itu mewajibkan DKI membentuk Lembaga Pendidikan Koperasi dan mendirikan Sekolah Menengah Koperasi di Provinsi-provinsi.

    Keputusan yang lain ialah penyampaian saran-saran kepada Pemerintah untuk segera diterbitkannya Undang-Undang Koperasi yang baru serta mengangkat Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

    Pada tahun 1956 tanggal 1 sampai 5 September diselenggarakan Kongres Koperasi yang ke III di Jakarta.

    Keputusan Kongres di samping hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan perkoperasian di Indonesia.

    Juga mengenai hubungan Dewan Koperasi Indonesia dengan International dan pada tahun 1958 diterbitkannya Undang-Undang tentang Perkumpulan Koperasi No. 79 Tahun 1958 yang berupa Tambahan Lembar Negara RI No. 1669.

    Undang-Undang ini disusun dalam suasana Undang- Undang Dasar Sementara 1950 dan mulai berlaku pada tanggal 27 Oktober 1958.

    Berdasarkan data dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM, sejarah koperasi dan perkembangannya di Indonesia tahun 2000 sampai dengan tahun 2008, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, pada tahun 2000 jumlah koperasi sebanyak 103.077 unit, dan pada tahun 2008 meningkat menjadi 155.301 unit atau meningkat 50,67%.

  • Sejarah Kereta Api di Dunia dan Perkembangannya

    Sejarah Kereta Api di Dunia dan Perkembangannya

    Jalan rel yang biasa di sebut dengan jalur gerobak telah di gunakan di Jerman pada awal tahun 1550.

    Jalan rel primitif ini terbuat dari kayu, dimana kuda dapat menarik gerbong nya lebih cepat di bandingkan dengan jalan yang beralaskan tanah.

    Jalan rel untuk gerobak merupakan permulaan awal dari penggunaan jalan rel modern.

    Pada tahun 1776 besi mulai menggantikan penggunaan kayu pada rel dan roda gerobak.

    Jalur gerobak berevolusi menjadi jalur tram (trem), dan menyebar di seluruh daratan eropa.

    Kuda masih merupakan penggerak utama dari jenis kendaraan ini.

    Pada tahun 1789 William Jessup, seorang yang berkebangsaan Inggris mendesain roda bergelang seperti yang digunakan pada kereta masa kini.

    Roda yang bergelang memungkin kan roda untuk mengcengkram rel lebih baik, ini merupakan design yang nanti nya dibawa dalam pembuatan desain lokomotif.

    Penemuan dari mesin uap merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi penemuan jalan rel modern dan kereta api.

    Pada tahun 1803 seorang yang bernama Samuel Homfray, memutuskan untuk membiayai pengembangan dari kendaraan bertenaga uap untuk menggantikan penggunaan kuda pada jalur tram.

    Richard Trevitchik (1722-1833) membangun kendaraan tersebut.

    Lokomotif bertenaga uap pertama yang digunakan pada jalur tram, pada tanggal 22 februari 1804 lokomotif mengangkut 10 ton besi, 70 orang dan 5 gerbong ekstra, perjalanan sejauh 9 miles antara bengkel besi di Pen-y-Darron, di kota Merthyr Tydfil, Wales menuju sebuah bukit yang bernama Abercynnon, perjalanan tersebut menempuh sekitar 2 jam perjalanan.

    Pada tahun 1821 seorang berkebangsaan Inggris yaitu Julius Griffiths menjadi orang pertama yang mempatenkan jalur lokomotif untuk penumpang.

    Pada tahun 1825 The Stockton & Darlington Railroad Company, memulai penggunaan jalur kereta api untuk pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan jadwal reguler, menggunakan lokomotif yang di design oleh seorang penemu Inggris bernama George Stephenson.

    Lokomotif George Stephenson menarik enam gerbong yang bermuatan batubara, dan 21 gerbong sejauh 9 miles, dan memakan waktu sekitar satu jam.

    George Stephenson dianggap sebagai penemu dari mesin lokomotif uap pertama yang menggunakan jalur kereta api.

    Sementara Richard Trevitchik di sebut sebagai penemu lokomotif jalur tram yang pertama, karena lokomotif jalur tram, di design untuk di gunakan di jalan raya, bukan di jalur kertea api.

    Stephenson merupakan seorang yang tumguh dalam kemiskinan dan hanya mendapatkan pendidikan formal yang sebentar, dia bekerja di penambang batu bara, yang memiliki hobi membaca dan menulis.

    Pada tahun 1812 dia menjadi teknisi pembuat mesin batubara.

    Pada tahun 1814 dia mulai membuat lokomotif untuk The Stockton & Darlington Railway.

    Stephenson disewa sebagai insinyur perusahaan dan dalam waktu yang singkat berhasil meyakinkan pemilik perusahaan untuk menggunakan jenis mesin bertenaga uap dan membangun jalur lokomotif yang dikenal dengan The Locomotion.

    Pada tahun 1825 Stephenson pindah ke Liverpool and Manchester Railway, bersama dengan anak nya Robert membangun The Rocket pada tahun 1826-1829.

    Pada tahun 1831 Robert Stevens, anak dari Colonel John Stevens yang merupakan bapak kereta api Amerika mengunjungi Inggris dan mulai merakit kereta yang disebut dengan The Jonh Bull untuk Camden & Amboy Railroad di New Jersey.

    Dibangun oleh mekanik Isaac Dripps, dimana dia tidak pernah melihat mesin uap sebelum nya, dan di bangun tanpa manual perakitan, dia merupakan mekanik yang pertama kali melengkapi kereta api dengan dengan bell, lampu dan peluit penangkap sapi.

  • Zaman Arkaekum: Pengertian, Periode, dan Ciri-Cirinya

    Zaman Arkaekum: Pengertian, Periode, dan Ciri-Cirinya

    Pengertian Zaman Arkaekum

    Berdasarkan (Worosetyaningsih, 2019:5), tiap periode atau zaman tersebut kemudian dibagi berdasarkan Geologi menjadi empat zaman yaitu Arkeozoikum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum.

    Dari empat pembabakan zaman tersebut, zaman paling awal ialah Arkeozoikum atau disebut juga Zaman Arkaekum.

    Zaman Arkaekum atau Azoikum merupakan sebuah zaman tertua di bumi yang diperkirakan berusia sekitar 2.500 juta tahun.

    Pada zaman Arkaekum, kulit bumi masih panas dan belum stabil suhunya karena mempunyai temperatur yang sangat tinggi.

    Sehingga tidak memungkinkan adanya tanda-tanda kehidupan karena makhluk hidup tidak akan mampu untuk bertahan.

    Pada zaman Arkekum, gas metana dominan di bumi sehingga langit menjadi warna kemerahan.

    Sedangkan suhu yang sangat panas tersebut dikarenakan pengaruh dari pembentukan inti bumi oleh unsur radioaktif.

    Sedangkan lautan memiliki warna kehijauan yang dikarenakan tingginya ion besi dalam air pada masa itu.

    Batuan kerak bumi yang nantinya akan menjadi lapisan luar kulit bumi masih dalam proses pembentukan.

    Kemudian, pergeseran lempeng bumi membuat terjadinya gempa di berbagai tempat yang menjadi faktor munculnya kerak bumi.

    Pembagian Periode Arkaekum

    Zaman Arkaekum ini terbagi menjadi beberapa periode, yaitu:

    1. Periode Eoarkhaean

    Merupakan zaman paling awal melalui perhitungan skala waktu. Usia dari periode ini dilihat dari usia batuan tua, seperti Isua Greenstoen Belt di Barat daya Greenland, yang memiliki magnesium yang tinggi yang merupakan lava dari meletusnya gunung merapi.

    2. Periode Neoarchean

    Pada periode ini oksigen mulai dihasilkan dalam jumlah yang besar oleh Cyanobacteria, namun membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menumpuk oksigen.

    3. Periode Mesoarkean

    Pada periode ini induk benua yang telah berkembang mulai mengalami perluasan. Bakteri juga mengalami perkembangan dan menciptakan oksigen dengan kandungan yang masih rendah.

    4. Periode Neoarchaean

    Bakteri Cyanobacteria mendominasi dan menciptakan oksigen dalam jumlah yang besar pada periode ini. Sehingga menciptakan bencana oksigen besar di Bumi, dan Bumi tidak terlindungi oleh sinar UV. Periode ini menjadi akhir dari Zaman Arkhaekum.

    Ciri Ciri Zaman Arkaekum

    Berikut ini adalah ciri-ciri zaman arkaekum, antara lain:

    • Belum ada tanda-tanda kehidupan.
    • Bumi masih berbentuk planet bola gas dengan suhu panas.
    • Terjadi pada kurang lebih 2.500 juta tahun yang lalu.
    • Suhu bumi sangat tinggi dan panas.
    • Rotasi bumi sangat cepat.
    • Merupakan periode pembentukan lempeng dan lapisan bumi.
    • Disebut zaman tertua di bumi.
    • Terbentuknya gunung-gunung api.
    • Masa pembentukan kerak bumi.
  • 10 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

    Sejarah merupakan salah satu bidang ilmu yang mempelajari peristiwa dan kejadian yang telah terjadi pada masa lalu.

    Berbagai pandangan dari para ahli menekankan bahwa sejarah bukan sekadar catatan peristiwa, tetapi juga sarana untuk memahami perubahan, perkembangan, dan interaksi manusia dalam kehidupan sosial, politik, budaya, maupun ekonomi.

    Pemahaman sejarah membantu kita melihat bagaimana keputusan, tindakan, dan peristiwa di masa lalu membentuk kondisi saat ini, sekaligus memberi pelajaran untuk masa depan.

    Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

    Berikut ini pengertian sejarah menurut beberapa ahli beserta pandangan mereka tentang makna dan fungsi sejarah dalam kehidupan manusia

    1. Heredotus (484-425 SM)

    Heredotus mendefinisikan sejarah bukan berkembang dan bergerak lurus kedepan dengan tujuan yang pasti, akan tetapi bergerak melingkar yang tinggi dan rendahnya lingkaran disebabkan oleh keadaan manusia itu sendiri.

    2. Ibnu Khaidun (1332-1406 M)

    Ibnu Khaidun mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang manusia dan peradabannya dengan seluruh proses perubahan secara nyata dengan segala sebab dan akibatnya.

    3. R.G Colling Wood (1889-1943)

    R.G Colling Wood mendefinisikan sejarah sebagai penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan manusia pada masa yang lampau.

    4. Muhammad Yamin (1903-1962)

    Muhammad Yamin mendefinisikan sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan dari berbagai peristiwa yang dapat dibuktikan.

    Dengan demikian sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang didalamnya mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting yang telah terjadi dalam kehidupan manusia pada masa lalu yang bisa dibuktikan.

    5. Sartono Kartohardjo (1921-2007 M)

    Sartono Kartohardjo mendefinisikan sejarah pada hakikatnya dibatasi oleh dua hal, yakni sejarah dalam arti objektif dan subjektif.

    Sejarah objektif adalah sejarah yang menunjukkan kejadian atau peristiwa itu sendiri.

    Sedangkan sejarah subjektif adalah sejarah yang dipengaruhi oleh emosi dan pikiran sejarawan atau penulis sejarah tentang suatu peristiwa.

    6. R Mohammad Ali

    R Mohammad Ali mendefinisikan sejarah sebagai berikut dibawah ini :

    • Sejarah adalah keseluruhan perubahan, kejadian, peristiwa dan kenyataan yang memang benar-benar terjadi disekitar kita.
    • Sejarah merupakan cerita tentang perubahan-perubahan itu sendiri.
    • Sejarah yaitu ilmu yang menyelidiki tentang perubahan-perubahan peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

    7. I Gede Widja (1989: 9)

    Sejarah menurut Widja adalah suatu studi yang telah dialami manusia diwaktu lampau dan telah meninggalkan jejak diwaktu sekarang, di mana tekanan perhatian diletakkan, terutama dalam pada aspek peristiwa sendiri.

    Dalam hal ini terutama pada hal yang bersifat khusus dan segi-segi urutan perkembangannya yang disusun dalam cerita sejarah.

    8. Gazalba (1981: 13)

    Sejarah menurut Sidi Gazalba adalah gambaran masa lalu tentang manusia dan sekitarnya sebagai makhluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap, meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan, yang memberi pengertian tentang apa yang telah berlalu.

    9. J. Bank

    Berpendapat bahwa Sejarah merupakan semua kejadian atau peristiwa masa lalu. Sejarah untuk memahami perilaku masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

    10. Henry Steele Commager

    Berpendapat bahwa Sejarah merupakan rekaman keseluruhan masa lampau, kesusatraan, hukum, bangunan, pranata sosial, agama, filsafat.