Tag: sejarah

  • Kumpulan Peninggalan Sejarah Islam di Eropa

    Kumpulan Peninggalan Sejarah Islam di Eropa

    Eropa memang terkenal akan destinasi wisata yang membuat para wisatawan berlomba-lomba ingin ke sana.

    Tidak hanya tempat wisata umum yang gemerlapan, tapi di Eropa juga terdapat peninggalan sejarah Islam yang bisa dikunjungi sebagai wisata religi.

    Hal tersebut melihat pada sejarah dimana sejak abad ke-7, peradaban Islam sudah mulai memasuki Eropa.

    Sehingga terdapat banyak peninggalan atau situs yang hingga saat ini masih ramai dikunjungi oleh umat Islam dari seluruh penjuru dunia.

    Salah satunya adalah Andalusia (komunitas otonomi Spanyol) yang tercatat dalam sejarah Islam di Eropa.

    Bahkan, disebutkan jika Andalusia pernah berada pada masa kejayaan hingga 700 tahun lamanya.

    Peninggalan Sejarah Islam di Eropa

    Nah, selain itu, masih ada lagi wisata religi Islam yang tersebar di Eropa yang layak untuk dikunjungi.

    Adapun tempat wisata Islam di Eropa tersebut, diantaranya:

    1. Museum Louvre, Prancis

    Bicara tentang wisata Prancis tidak hanya tentang menara Eiffel, tapi ada juga destinasi Islami yang layak dikunjungi, yaitu Museum Louvre yang berada di tepi Sungai Seine, kota Paris.

    Museum yang satu ini menyimpan kurang lebih 350 ribu benda bersejarah di dunia, salah satunya adalah lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci.

    Namun, selain menyimpan karya seni dan sastra dari seniman kenamaan Eropa zaman dulu, ternyata Musem Louvre juga menyimpan banyak benda-benda peninggalan sejarah peradaban Islam yang dikumpulkan di satu area bernama Islamic Art Department.

    Di dalam Islamic Art Department, benda-benda peninggalan Islam sudah dikelompokkan menjadi empat, yaitu:

    – Periode abad ke-7 Masehi sampai abad ke-11 Masehi
    – Periode abad ke-11 Masehi sampai pertengahan abad ke-13 Masehi
    – Periode abad ke-13 Masehi sampai abad ke-16 Masehi
    – Periode abad ke-16 Masehi sampai abad ke-18 Masehi

    Selain dikelompokkan berdasarkan periode, Islamic Art Department juga memiliki dua lantai sehingga ada banyak benda bersejarah yang bisa kita lihat dan pelajari.

    Seperti keramik-keramik peninggalan pemimpin pada masa khilafah, mushaf, serpihan mihrab masjid yang bertuliskan ayat Alquran, lampu-lampu, dan masih banyak benda bersejarah lainnya.

    2. La Grande Mosquee de Paris, Prancis

    Masih di Prancis, tak hanya Islamic Art Department, ada juga destinasi Islami yang berada di dekat pusat kota Paris, yaitu La Grande Mosquee de Paris.

    Destinasi ini merupakan sebuah masjid yang konon katanya masuk dalam kategori masjid tertua di Paris karena telah berdiri sejak tahun 1926.

    Tidak hanya memiliki arsitektur yang cantik, tapi masjid ini juga menjadi pusat pembelajaran dan berkumpulnya para umat Islam di Prancis.

    Menurut historisnya, La Grande Mosquee de Paris dibangung sebagai penghormatan kepada 1.000 pejuang muslim yang tewas karena membela negara saat Perang Dunia I.

    3. Masjid Qolsharif, Rusia

    Masjid Qolsharif menjadi salah satu simbol perjalanan Muslim Tatar di Rusia yang dibangun pada abad ke-16.

    Namanya sendiri diambil dari nama seorang penyair sekaligus ulama asal Kazan, sebuah kota di Republik Tatarastan, di bawah Federasi Republik Rusia.

    Pada tahun 1552, bangunan awal masjid sudah tak tersisa akibat agresi Ivan atas tanah Kazan.

    Hingga akhirnya pada tahun 1996, Masjid Qolsharif didesain ulang yang arsitekturnya dipercayakan kepada I Sayfullin dan S Shakurov, arsitek kenamaan pada saat itu.

    Dilihat dari bentuknya, masjid ini memadukan antara dua kiblat seni arsitektur barat dan timur yang terepresentasikan dalam konsep arsitektur Renaisans dan Ottoman.

    Yang paling mencolok adalah corak kubah yang didominasi gaya Ottoman.

    Saat ini, Masjid Qolsharif Rusia tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pendidikan, museum, perpustakaan, dan pusat pembelajaran sejarah peradaban Islam.

    4. Masjid Kordoba

    Masjid Kordoba juga dikenal sebagai Masjid-Katedral Kordoba ini dulunya adalah masjid terbesar di Spanyol.

    Bahkan ada klaim yang mengatakan jika masjid ini adalah yang paling besar di Eropa. Namun, saat ini Masjid Kordoba sudah berubah menjadi Katedral.

    Masjid Kordoba dibangun pada tahun 786 Masehi oleh Abdurrahman ad-Dakhil, seorang ulama terkemuka saat itu.

    Masjid Kordoba difungsikan sebagai tempat ibadah dan juga sebagai pusat peradaban Islam.

    Salah satu bentuk bangunan yang paling menarik adalah bagian mihrabnya yang terpenuhi oleh lukisan serta mozaik yang dilapisi emas.

    5. Istana Alhambra, Spanyol

    Masih di Spanyol, selain Masjid Kordoba, ada juga wisata Islami Eropa yang layak dikunjungi di sini, yaitu Istana Alhambra.

    Lokasinya berada di bukit La Sabica. Istana ini merupakan saksi bisu kejayaan Islam di Spanyol.

    Namanya sendiri diambil dari Bahasa Arab, yaitu Alhambra yang artinya merah.

    Penamaan tersebut dikarenakan banyak bangunan di istana yang dihiasi dengan ubin dan dinding yang berwarna merah.

    Selain itu, istana ini juga dikelilingi oleh benteng yang berwarna kemerahan pula.

    Bentuk bangunannya sangat kental dengan nuansa khas Islami yang didukung dengan kaligrafi.

    Menurut sejarahnya, masjid ini dibangun pada tahun 1232 M oleh Sultan Muhammad bin Al-Ahmar.

    Hingga pada akhirnya, di tahun 1984, Alhambra diresmikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO bersamaan dengan dua situs Islam lainnya; Albaicín (atau Albayzín) dan Taman Generalife.

  • Sejarah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)

    Sejarah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)

    Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah perguruan tinggi negeri tertua di Aceh yang berdiri pada tanggal 2 September 1961 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 11 tahun 1961, tanggal 21 Juli 1961.

    Pendirian Unsyiah dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia, nomor 161 tahun 1962, tanggal 24 April 1962 di Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

    Unsyiah berkedudukan di Ibukota Provinsi Aceh dengan kampus utama terletak di Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam, Banda Aceh.

    Saat ini, Unsyiah memiliki lebih dari 30.000 orang mahasiswa yang menuntut ilmu di 12 Fakultas dan Program Paska Sarjana.

    Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi, Unsyiah memiliki fungsi yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik untuk kebutuhan lokal, nasional maupun regional.

    Sebagai universitas Jantung Hati Rakyat Aceh yang mengutamakan mutu, Unsyiah mengintegrasikan nilai-nilai universal, nasional, dan lokal untuk melahirkan sumberdaya manusia yang memiliki keselarasan dalam antara IPTEK dan IMTAQ.

    Keseimbangan diantara keduanya menjadi komponen utama dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, berbudi pekerti, menjunjung tinggi etika, estetika serta berakhlak mulia.

    Diawali dengan pembentukan Yayasan Dana Kesejahteraan Aceh (YDKA) pada tanggal 21 April 1958 yang dibentuk untuk mengadakan pembangunan dalam bidang rohani dan jasmani guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat.

    YDKA menyusun program antara lain (a) Mendirikan perkampungan pelajar/ mahasiswa di ibukota provinsi dan setiap kota kabupaten dalam wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, (b) Mengusahakan berdirinya satu Universitas untuk daerah Nanggroe Aceh Darussalam.

    Selaras dengan ide tersebut, tanggal 29 Juni 1958, Penguasa Perang Daerah Istimewa Aceh membentuk KOMISI PERENCANA DAN PENCIPTA KOTA PELAJAR/MAHASISWA.

    Komisi yang dipandang sebagai saudara kandung YDKA ini mempunyai tugas sebagai komisi pencipta, badan pemikir, dan inspirasi bagi YDKA, sehingga komisi ini dipandang sebagai modal utama pembangunan perkampungan pelajar/mahasiswa.

    Sumber: https://unsyiah.ac.id/

  • Sejarah Palang Merah Internasional dan Tokoh Pendirinya

    Sejarah Palang Merah Internasional dan Tokoh Pendirinya

    Sejarah Lahirnya Gerakan Palang Merah

    Pada tanggal 24 Juni 1859 di kota Solferino, Italia Utara, pasukan Perancis dan Italia sedang bertempur melawan pasukan Austria dalam suatu peperangan yang mengerikan.

    Pada hari yang sama, seorang pemuda warganegara Swiss, Henry Dunant , berada di sana dalam rangka perjalanannya untuk menjumpai Kaisar Perancis, Napoleon III.

    Puluhan ribu tentara terluka, sementara bantuan medis militer tidak cukup untuk merawat 40.000 orang yang menjadi korban pertempuran tersebut.

    Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant bekerjasama dengan penduduk setempat, segera bertindak mengerahkan bantuan untuk menolong mereka.

    Beberapa waktu kemudian, setelah kembali ke Swiss, dia menuangkan kesan dan pengalaman tersebut kedalam sebuah buku berjudul “Kenangan dari Solferino”, yang menggemparkan seluruh Eropa.

    Dalam bukunya, Henry Dunant mengajukan dua gagasan:

    • Pertama, membentuk organisasi kemanusiaan internasional , yang dapat dipersiapkan pendiriannya pada masa damai untuk menolong para prajurit yang cedera di medan perang.
    • Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera di medan perang serta perlindungan sukarelawan dan organisasi tersebut pada waktu memberikan pertolongan pada saat perang.

    Pada tahun 1863, empat orang warga kota Jenewa bergabung dengan Henry Dunant untuk mengembangkan gagasan pertama tersebut.

    Mereka bersama-sama membentuk “Komite Internasional untuk bantuan para tentara yang cedera”, yang sekarang disebut Komite Internasional Palang Merah atau International Committee of the Red Cross (ICRC).

    Dalam perkembangannya kelak untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan di setiap negara maka didirikanlah organisasi sukarelawan yang bertugas untuk membantu bagian medis angkatan darat pada waktu perang.

    Organisasi tersebut yang sekarang disebut Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah.

    Berdasarkan gagasan kedua, pada tahun 1864, atas prakarsa pemerintah federal Swiss diadakan Konferensi Internasional yang dihadiri beberapa negara untuk menyetujui adanya “Konvensi perbaikan kondisi prajurit yang cedera di medan perang”.

    Konvensi ini kemudian disempurnakan dan dikembangkan menjadi Konvensi Jenewa I, II, III dan IV tahun 1949 atau juga dikenal sebagai Konvensi Palang Merah.

    Konvensi ini merupakan salah satu komponen dari Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI) suatu ketentuan internasional yang mengatur perlindungan dan bantuan korban perang.

    Palang Merah Internasional

    1) Komite Internasional Palang Merah / International Committee of the Red Cross (ICRC), yang dibentuk pada tahun 1863 dan bermarkas besar di Swiss.

    ICRC merupakan lembaga kemanusiaan yang bersifat mandiri, dan sebagai penengah yang netral.

    ICRC berdasarkan prakarsanya atau konvensi-konvensi Jenewa 1949 berkewajiban memberikan perlindungan dan bantuan kepada korban dalam pertikaian bersenjata internasional maupun kekacauan dalam negeri.

    Selain memberikan bantuan dan perlindungan untuk korban perang, ICRC juga bertugas untuk menjamin penghormatan terhadap Hukum Perikemanusiaan internasional.

    2) Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah, yang didirikan hampir di setiap negara di seluruh dunia, yang kini berjumlah 176 Perhimpunan Nasional, termasuk Palang Merah Indonesia.

    Kegiatan perhimpunan nasional beragam seperti bantuan darurat pada bencana, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pelatihan P3K dan pelayanan transfusi darah.

    Persyaratan pendirian suatu perhimpunan nasional diantaranya adalah :

    Mendapat pengakuan dari pemerintah negara yang sudah menjadi peserta Konvensi Jenewa.
    Menjalankan Prinsip Dasar Gerakan.

    Bila demikian ICRC akan memberi pengakuan keberadaan perhimpunan tersebut sebelum menjadi anggota Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

    3) Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah / International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC).

    Pendirian Federasi diprakarsai oleh Henry Davidson warga negara Amerika yang disahkan pada suatu Konferensi Internasional Kesehatan pada tahun 1919 untuk mengkoordinir bantuan kemanusiaan.

    Khususnya saat itu untuk menolong korban dampak paska perang dunia I dalam bidang kesehatan dan sosial.

    Federasi bermarkas besar di Swiss dan menjalankan tugas koordinasi anggota Perhimpunan Nasional dalam program bantuan kemanusiaan pada masa damai, dan memfasilitasi pendirian dan pengembangan organisasi palang merah nasional.

    Pertemuan Organisasi Palang Merah Internasional

    Sesuai dengan Statuta dan Anggaran Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menyebutkan empat tahun sekali diselenggarakan Konferensi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Internasional Red Cross Conference).

    Konferensi ini dihadiri oleh seluruh komponen Gerakan Palang Merah Internasional ( ICRC, perhimpunan nasional dan Federasi Internasional) serta seluruh negara peserta Konvensi Jenewa.

    Konferensi ini merupakan badan tertinggi dalam Gerakan dan mempunyai mandat untuk membahas dan memutuskan semua ketentuan internasional yang berkaitan dengan kegiatan kemanusiaan kepalangmerahan yang akan menjadi komitmen semua peserta.

    Dua tahun sekali, Gerakan Palang Merah Internasional juga mengadakan pertemuan Dewan Delegasi (Council of Delegates), yang anggotanya terdiri atas seluruh komponen Gerakan.

    Dewan Delegasi akan membahas permasalahan yang akan dibawa dalam konferensi internasional.

    Suatu tim yang dibentuk secara khusus untuk menyiapkan pertemuan selang antar konferensi internasional yaitu Komisi Kerja (Standing Commission).

    Bersamaan dengan pertemuan tersebut khusus untuk Federasi Internasional dan anggota perhimpunan nasional juga mengadakan pertemuan Sidang Umum (General Assembly) sebagai forum untuk membahas program kepalangmerahan dan pengembangannya.

    Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah & Bulan Sabit Merah Internasional

    Prinsip dasar Palang Merah dikenal dengan 7 Prinsip Palang Merah yang disahkan di Wina (Austria) oleh Konferensi International Palang Merah dan Bulan Sabit Merah XX tahun 1965. Adapun isi dari prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Kemanusiaan (Humanity)

    Bahwa gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah didirikan berdasarkan keinginan untuk memberikan pertolongan tanpa membedakan korban dalam pertempuran, berusaha mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia dengan humaniora.

    2. Kesamaan (Importiality)

    Bahwa gerakan ini tidak membedakan bangsa, suku, agama dan politik, tujuannya semata-mata untuk mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan yang paling parah.

    3. Kenetralan (Neutrality)

    Bahwa gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan Politik, agama, suku,atau ideologi agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak.

    4. Kemandirian (Independence)

    Bahwa gerakan ini bersifat mandiri, tugasnya membantu pemerintah dalam bidang kemanusiaan, harus mentaati peraturan negaranya dan harus menjaga otonomi negaranya sehingga dapat bertindak sesuaidengan prinsip pelang merah.

    5. Kesukarelaan (Voluntari Service)

    Gerakan ini memberi bantuan secara sukarela bukan keinginan mencari keuntungan.

    6. Kesatuan (Unity)

    Gerakan ini dalam suatu negara hanya terdapat satu perhimpunan palng merah atau bulan sabit merahyang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.

    7. Kesemestaan (Universality)

    Bahwa gerakan ini bersifat semesta dimana setiap perhimpunan mempunyai hak dan tanggung jawabyang sama dalam menolong sesama.

  • Pembagian Bangsa Melayu di Indonesia

    Pembagian Bangsa Melayu di Indonesia

    Pembagian Bangsa Melayu Indonesia

    Sebutan Melayu Indonesia bagi orang-orang Austronesia secara umum berlaku untuk semua dari mereka yang menetap di wilayah Nusantara.

    Akan tetapi, berdasarkan waktu kedatangan serta daerah yang pertama kali ditempati, Bangsa Melayu Indonesia dapat dibedakan menjadi 3 sub Bangsa yang antara lain: bangsa proto melayu, bangsa deutro melayu, dan bangsa primitif.

    Berikut penjelasan dari masing-masing sub bangsa tersebut:

    1. Bangsa Proto Melayu (Melayu Tua)

    Bangsa proto melayu atau Melayu Tua adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang Austronesia yang pertama kali datang ke nusantara pada gelombang pertama (sekitar tahun 1500 SM).

    Bangsa porto melayu memasuki wilayah Indonesia melalui dua jalur, yaitu (1) Jalur Barat melalui Malaysia–Sumatera dan (2) Jalur Utara atau Timur melalui Philipina–Sulawesi.

    Bangsa Melayu Tua ini dianggap memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan manusia purba umumnya pada masa itu.

    Ini dibuktikan dengan penemuan bukti kebudayaan neolithikum telah berlaku dengan hampir semua peralatan mereka terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.

    Hasil kebudayaan zaman neolithikum dari orang-orang Austronesia yang terkenal yaitu kapak persegi.

    Kapak persegi sendiri banyak ditemukan di wilayah Indonesia Barat yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dan Sulawesi Utara.

    Dan perlu diketahui bahwa suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan Proto Melayu ialah suku Dayak dan Toraja.

    2. Bangsa Deutero Melayu (Melayu Muda)

    Bangsa Deutro Melayu atau bangsa melayu muda adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang austronesia yang datang ke nusantara pada gelombang kedatangan kedua, yakni pada kurun waktu 400-300 SM.

    Bangsa melayu muda (Deutero Melayu) berhasil melakukan asimilsasi dengan para pendahulunya yang tak lain adalah bangsa melayu tua (proto melayu).

    Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ditemukan, diketahui bahwa Bangsa Deutero Melayu masuk ke wilayah nusantara melalui jalur Barat, dimana rute yang mereka tempuh dari Yunan (Teluk Tonkin), Vietnam, Malaysia, hingga akhirnya tiba di Nusantara.

    Bangsa Melayu Tua juga dianggap mempunyai kebudayaan yang jauh lebih maju dibandingkan pendahulunya, bangsa Proto Melayu.

    Mereka sudah berhasil membuat barang-barang dari perunggu dan besi, di ana beberapa diantaranya antara lain kapak serpatu, kapak corong, dan nekara, serta menhir, dolmen, sarkopagus, kubur batu, dan punden berundak-undak.

    Suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan bangsa Melayu muda adalah suku Jawa, Melayu, dan Bugis.

    3. Bangsa Primitif

    Sebetulnya, sebelum kelompok bangsa Austronesia masuk ke wilayah Nusantara, sudah ada beberapa kelompok manusia purba yang sudah lebih dahulu menempati wilayah tersebut.

    Mereka adalah bangsa-bangsa primitif dengan budaya yang sangat sederhana. Mereka di antaranya adalah manusia pleistosin, suku wedoid, dan suku negroid.

    Manusia Pleistosin;

    Kehidupan manusia purba ini selalu berpindah tempat dengan kemampuan yang sangat terbatas.

    Demikian juga dengan kebudayaannnya sehingga corak kehidupan manusia purba ini tidak dapat diikuti lagi, kecuali beberapa aspek saja.

    Suku Wedoid;

    Sisa-sisa suku Wedoid hingga kini masih ada dan dapat kita temukan.

    Mereka hidup meramu dan mengumpulkan makanan dari hasil hutan dan memiliki kebudayaan yang sangat sederhana.

    Suku Sakai di Siak dan suku Kubu di perbatasan Jambi dan Palembang adalah dua contoh peninggalan Suku Wedoid di masa kini.

    Suku Negroid;

    Di Indonesia sudah tidak terdapat lagi sisa-sisa kehidupan suku negroid. Namun, di pedalaman Malaysia dan Philipina, keturunan suku ini rupanya masih ada Suku Semang di Semenanjung Malaysia dan Suku Negrito di Philipina merupakan bukti nyatanya.

  • 5 Kasus Korupsi Paling Besar di Dunia

    5 Kasus Korupsi Paling Besar di Dunia

    Korupsi Terbesar di Dunia

    Korupsi adalah sebuah tindakan penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara untuk kepentingan pribadi.

    Uang yang harusnya digunakan untuk kemakmuran negara dan masyarakat, justru 'ditilep' oleh oknum koruptor yang tak bertanggungjawab.

    Dampak yang ditimbulkan dari praktik korupsi sangat besar karena berhubungan dengan nasib orang banyak.

    Apalagi negara yang jumlah penduduknya padat seperti Indonesia. Jika kasus korupsi terus berlanjut, maka kesejahteraan rakyat menjadi taruhannya.

    Nah, bicara tentang kasus korupsi, kali ini sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa skandal koruspi paling parah di dunia yang ceritanya akan terus dicatat oleh sejarah. Berikut diantaranya:

    1. Kasus Korupsi Mantan Presiden Nigeria Sani Abacha

    Sani Abacha merupakan presiden diktator yang memimpin Nigeria sejak tahun 1993 hingga kematiannya pada tahun 1998.

    Dilansir dari laman Quartz, selama 5 tahun memerintah terjadi banyak skandal korupsi yang akhirnya terungkap setelah kematiannya.

    Tak tanggung-tanggung, uang yang ia korupsi sekitar Rp43 triliun sampai Rp72 triliun dalam kurs rupiah.

    Lalu pada tahun 2014, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkapkan bahwa mereka membekukan US$458 juta (Rp6,6 triliun) dana gelap yang disembunyikan Sani Abacha di berbagai penjuru dunia.

    Dari praktik korupsi itu, Nigeria harus berjuang untuk memulihkan kondisi ekonomi kembali.

    2. Kasus Korupsi Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori

    Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori merupakan salah satu pemimpin yang terlibat kasus korupsi dan pelanggaran HAM.

    Menurut Transparency International, ia menggunakan lebih dari 75 persen anggaran Badan Intelijen Nasional untuk menyuap hakim, politis, dan media.

    Alberto Fujimori ingin selalu memiliki citra bersih di publik selama masa kepemimpinannya. Padahal, sebenarnya ia sangat melanggar HAM.

    Fujimori pernah melakukan pembunuhan kepada para gerilyawan dan diduga menggelapkan dana publik sekitar US$600 juta (Rp8,7 triliun).

    3. Kasus Korupsi Mantan Perdana Menteri Ukraina

    Mantan Perdana Menteri ke-5 Ukraina, Pavlo Ivanovych Lazarenko diduga menyedot dana sejumlah US$200 juta (Rp2,9 triliun) dari kas negara, menurut perhitungan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Dana tersebut ia salurkan ke rekening Bank di Polandia, Antigua, dan Swiss.

    Kemudian dicuci lewat perusahaan kulit Amerika untuk membeli properti.

    Menurut laporan BBC, Pavlo Ivanovych Lazarenko ditahan oleh otoritas Swiss karena tuduhan pencucian uang.

    4. Kasus Korupsi Mantan Presiden Kongo Mobutu Sese Seko

    Mobutu Sese Seko adalah mantan presiden Republik Kongo pada tahun 1965-1997.

    Semasa menjabat, ia melakukan banyak tindak kasus korupsi yang menyebabkan negara mengalami kerugian besar.

    Dilaporkan ia telah menggelapkan dana negara sekitar USD 5 miliar.

    Akibatnya, hutang, devaluasi, dan inflasi menjadi tinggi.

    Hingga akhirnya pada tahun 1997 ia dilempar dari bangku kekuasaan oleh pasukan pemberontak dan pada tahun yang sama ia meninggal dunia.

    Kini, namanya dikenang sebagai pemimpin terkorup di dunia.

    5. Kasus Korupsi Mantan Presiden Serbia Slobodan Milosevic

    Slobodan Milosevic adalah mantan presiden Serbia (1989-1997) dan Republik Federal Yugoslavia (1997-2000).

    Pada tahun 2001, Slobodan Milosevic ditangkap atas tuduhan penggelapan uang negara dan penyalahgunaan kekuasaan.

    Milosevic diserahkan ke pengadilan kejahatan perang PBB di Den Haag dan didakwa melakukan kejahatan kemanusiaan serta penggunaan dana secara ilegal senilai 2,1 miliar dolar AS.

    Namun, sebelum persidangan berakhir, ia meninggal terlebih dahulu.

    Nah, itulah beberapa sejarah kasus korupsi paling besar di dunia.

    Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuanmu.

    Jangan pernah lupakan sejarah, ya!

  • 5 Krisis Terparah yang Membuat Uang Tak Ada Artinya

    5 Krisis Terparah yang Membuat Uang Tak Ada Artinya

    Jauh sebelum ada uang, sistem transaksi dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah barter, yaitu saling tukar barang.

    Namun, ketika uang sudah mulai beredar, maka barter mulai ditinggalkan karena semua sepakat jika uang adalah alat pembayaran yang sah.

    Maka dari itu, semua orang bekerja keras untuk mencari uang demi memperbaiki kondisi ekonomi.

    Bahkan, demi memperbanyak jumlah uang, tak jarang ada yang melakukannya dengan cara-cara yang kurang terpuji, misal mencuri, korupsi, dan sebagainya. Hal tersebut dikarenakan uang sangatlah berarti.

    Krisi Ekonomi Terparah

    Namun, meski uang sangat berarti, nilainya tetap tak ada arti jika krisis ekonomi sedang melanda sebuah negeri.

    Ya, ketika sedang krisis, maka nilai uang akan jatuh dan tak ada harganya lagi. Dalam sejarah dunia, ada beberapa peristiwa yang membuat uang tak berarti, diantaranya:

    1. Krisis Jerman Akibat Perang Dunia I dan II

    Jerman merupakan salah satu negara yang paling merasakan dampak dari PD I dan PD II.

    Setelah Perang Dunia pertama, Jerman berjuang membangun kembali negaranya dengan mencetak uang sebanyak-banyaknya sehingga membuatnya hiperinflasi.

    Akibatnya, semua harga barang melonjak tinggi. Puncaknya, pada tahun 1923 harga barang di Jerman bisa sekitar satu triliun kali lebih tinggi dari harga normalnya.

    Hanya untuk sepotong roti, orang-orang harus membayar dengan uang sekarung pada saat itu.

    Saking tidak ada nilainya, uang juga digunakan untuk bahan bakar membuat api tungku.

    Sedangkan anak-anak, menjadikan uang sebagai mainan, salah satunya adalah layangan.

    Setelah Perang Dunia II pecah, Jerman kembali mengalami nasib yang sama. Sekutu memberikan sanksi ekonomi yang membuat negara ini hancur secara finansial.

    Alhasil Reichsmark melemah hingga tidak ada harganya. Kemudian diganti Deutschmark.

    Selang beberapa waktu, Jerman mampu bangkit setelah beradaptasi dengan Deutschmark.

    2. Krisis Revolusi Prancis

    Pada awal Revolusi Prancis pada tahun 1789-1799, Prancis mengalami krisis akibat beban hutang yang tinggi.

    Hingga pada akhirnya segala cara dilakukan untuk memperbaiki kondisi ekonomi, termasuk merebut tanah gereja dan melelangnya, sebuah ide dari Seorang uskup Prancis bernama Charles Maurice de Talleyrand.

    Semenjak itu, Prancis menetapkan jika semua gereja adalah aset negara dan mulai mengeluarkan uang kertas bernama Assignat.

    Namun, sayangnya cara ini justru menyebabkan hiperinflasi. Pada tahun 1796, nilai nominal Assignat melonjak 20 kali lipat dari perkiraan properti gereja yang dinasionalisasi.

    Kondisi ini semakin runyam, apalagi ketika beberapa negara lain mencetak Assignat palsu dan menyebarkannya ke Prancis.

    Hingga akhirnya Assignat diganti menjadi Mandat, tapi juga tak bisa menyelesaikan masalah.

    3. Krisis Abad ke-3: Dinar Romawi

    Akibat perang saudara yang semakin menjadi-jadi, membuat kekasiaran Romawi kocar-kacir selama abad ke tiga.

    Apalagi ditambah dengan wabah sehingga menyebabkan kemiskinan serta kelaparan yang begitu parah. Akibatnya, keuangan kekaisaran Romawi menciut.

    Untuk mengatasinya, dilakukan penurunan nilai mata uang Dinar.

    Dengan cara ini, kekaisaran Romawi memang mendapat keuntungan finansial, namun juga dihantui risiko yang tinggi.

    Benar, tak berselang lama akhirnya terjadi hiperinflasi yang menyebabkan nilai dinar terus menurun.

    Kemudian Gallienus mengambil alih kekuasaan di tahun 253 M, Dinar sudah menjadi Antoninianus, koin tembaga dicat perak (5 persen).

    Saat itu, masyarakat Romawi mengabaikan Dinar karena garam lebih berharga dari Dinar sehingga dijadikan metode barter.

    4. Krisis Perang Revolusi AS: Kontinental

    Selama pecahnya Perang Revolusi, krisis Amerika pun menghantui.

    Kala itu, Kongres Kontinental membiayai pemberontakan Amerika bukan dengan pajak rakyat, tapi dengan tagihan kredit, kontinental, dari 1/6 dolar hingga 80 dolar.

    Masing-masing negara bagian ikut mengedarkan kontinental masing-masing.

    Hal itu menyebabkan AS kebanjiran uang kertas kontinental hingga mengalami inflasi dan nilainya tak berarti lagi.

    Kemudian, negara-negara bagian merespon dengan mencetak lebih banyak kontinental dan mewajibkan perusahaan-perusahaan kala itu untuk menggunakan kontinental sebagai metode pertukaran.

    5. Krisis Venezuela

    Para ekonom dunia mengatakan jika jatuhnya perekonomian Venezuela adalah keruntuhan ekonomi tunggal terbesar di luar perang dalam 45 tahun terakhir.

    Saking parahnya, bahkan disebutkan jika krisis Venezuela melebihi krisis di Uni Soviet, Kuba, dan Zimbabwe.

    Pada tahun 2013, Presiden Venezuela Nicolás Maduro, mengumumkan langkah baru untuk mengatasi hiperinflasi di negerinya, yaitu dengan denominasi.

    Hingga akhirnya pada tahun 2018, ia mengumumkan mata uang baru, Bolivar.

    Tapi langkah ini menai kontroversi. Banyak pakar ekonomi mengkritik upaya pemerintah karena justru akan menyebabkan hiperinflasi.

    Ternyata benar, dengan denominasi Bolivar, mata uang Venezuela malah mengalami devaluasi hingga 96 persen!

    Akibatnya, banyak kelaparan, kemiskinan, dan kematian.

  • Sejarah Panjat Pinang, Permainan Khas di Hari Kemerdekaan

    Sejarah Panjat Pinang, Permainan Khas di Hari Kemerdekaan

    Untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, ada banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat, seperti mengadakan lomba-lomba.

    Salah satu lomba yang selalu ada di setiap perayaan HUT RI adalah panjat pinang.

    Lantas, tahukah kamu kenapa panjat pinang selalu ada di setiap acara agustusan? Tentu saja hal tersebut tidak luput dari aspek historis di dalamnya.

    Alasan utama kenapa lomba panjat pinang menjadi tradisi ketika Hari Kemerdekaan adalah karena ada nilai sejarah yang lekat dengan kisah perjuangan para pahlawan bangsa.

    Sejarah Panjat Pinang

    Dinukil dari buku Indonesia Poenja Tjerita yang menceritakan tentang sejarah perjuangan, termasuk sejarah panjat pinang, disebutkan bahwa permainan panjat pinang memang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

    Banyak versi tentangnya, termasuk siapa yang lebih dulu memainkan.

    Namun dalam buku ini dijelaskan bahwa rakyat pribumi telah mengenal panjat pinang jauh lebih dulu daripada orang Belanda.

    Pada masa penjajahan Belanda, permainan ini sering digunakan saat orang Belanda mengadakan pesta atau acara penting.

    Misalnya hajatan, pernikahan, dan sebagai peringatan hari ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina setiap tanggal 31 Agustus.

    Panjat pinang dikenal dengan nama de Klimmast yang artinya memanjat tiang.

    Konsepnya sama. Sebuah batang pohon pinang dipasang dengan dilumuri pelicin berupa minyak.

    Hanya saja yang berbeda adalah hadiah yang direbutkan.

    Dulu, hadiah dari permainan panjat pinang adalah sembako seperti beras, gula, roti, tepung, pakaian.

    Semua hadiah tersebut adalah sebuah kemewahan bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas hidup dalam kondisi kekurangan.

    Pada saat itu, ketika masyarakat Indonesia sedang gotong-royong mendapatkan sembako untuk bertahan hidup, para petinggi Belanda justru menertawakan.

    Apalagi jika sampai ada yang terjatuh. Itu dianggap lelucon, padahal tidak bagi masyarakat Indonesia.

    Oleh karenanya, tradisi panjat pinang sempat menimbulkan kontroversi.

    Ada beberapa pihak yang tidak setuju permainan panjat pinang diadakan untuk peringatan HUT RI.

    Sebab dianggap hanya membawa kenangan buruk di masa penjajahan, yang mana saat itu masyarakat pribumi ditindas dan ditertawakan.

    Tapi di satu sisi, ada juga pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini karena ada berbagai nilai positif.

    Salah satunya adalah mengukuhkan strata sosial di kalangan masyarakat.

    Selain itu, panjat pinang juga dianggap bisa sebagai tonggak sejarah untuk mengingatkan generasi muda akan perjuangan para pendahulu sang pahlawan bangsa.

  • Perang Kuning, Perlawanan Rakyat Jawa-Tionghoa Melawan VOC

    Perang Kuning, Perlawanan Rakyat Jawa-Tionghoa Melawan VOC

    Perang Kuning atau dalam bahasa Belanda yaitu Geel Ooorlog disulut dari munculnya konflik peristiwa “Geger Pacinan” di Batavia pada tahun 1740.

    Setelah kejadian ini, terjadi migrasi besar-besaran penduduk Tionghoa dari Batavia ke Semarang dan Lasem.

    Saat itu, Lasem merupakan daerah yang berada di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram yang dipimpin oleh seorang Adipati bernama Tumenggung Widyaningrat, yang merupakan keturunan Tionghoa bernama Oe Ing Kiat.

    Peristiwa Geger Pacinan dan migrasi besar-besaran ini memicu kemarahan rakyat Lasem terhadap Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

    Hingga akhirnya terjadilah pemberontakan yang dikenal sebagai Perang Kuning yang juga dikenal dengan Perang Jawa, yaitu di Jawa Tengah dan Jawa Timur (1741-1743).

    Perlawanan rakyat dalam Perang Kuning ini dilakukan oleh orang-orang Jawa Lasem, santri, dan warga keturunan Tionghoa di wilayah.

    Beberapa tokoh dalam Perang Kuning ini diantaranya Raden Panji Margono, Tumenggung Widyaningrat (Oei Ing Kiat), Tan Kee Wie (pendekar Kung Fu keturunan Tionghoa), dan Kyai Ali Badawi seorang ulama besar Lasem bersama para santrinya.

    Namun, peperangan ini tidak berpihak pada pribumi.

    Setelah cukup banyak korban berjatuhan, akhirnya Belanda memenangkan Perang Kuning.

    Hingga setelah bertahun-tahun mundur, akhirnya Kyai Ali Badawi kembali mengobarkan perlawanan terhadap kolonial Belanda.

    Perang Kuning merupakan kisah paling bersejarah di Lasem.

    Untuk mengenang sejarah, dipasang patung Raden Panji Margono di Klenteng Gie Yong Bio di Desa Bagan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang.

  • 5 Gerhana Matahari Paling Fenomenal Sepanjang Sejarah

    5 Gerhana Matahari Paling Fenomenal Sepanjang Sejarah

    Gerhana Matahari

    Gerhana matahari adalah sebuah fenomena alam yang terjadi ketika bulan berada pada posisi yang sejajar pada satu garis lurus dengan matahari dan bumi sehingga cahaya matahari tertutup sebagian atau bahkan keseluruhan.

    Gerhana matahari terbilang sebagai sebuah peristiwa langka yang berlangung hanya hitungan menit. Oleh karenanya, banyak orang yang tidak melewatkan kesempatan ini.

    Namun, saat gerhana matahari, tidak semua wilayah di bumi kehilangan cahaya. Hanya beberapa wilayah saja yang dapat menyaksikannya,

    Nah, bicara tentang matahari, kali ini sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa peristiwa gerhana matahari yang paling fenomenal sepanjang sejarah. Yuk disimak!

    1. Gerhana Ugarit

    Gerhana Ugarit adalah salah satu gerhana matahari paling awal yang pernah tercatat dalam sejarah.

    Nama “Ugarit” diambil karena gerhana ini terjadi di kota kuno Ugarit yang sekarang bernama Siria.

    Ada dua golongan yang berdebat tentang tahun munculnya gerhana matahari pertama di dunia ini.

    Golongan pertama mengatakan gerhana Ugarit terjadi pada tahun 1375 SM, sedangkan golongan kedua meyakini pada tahun 1223 SM.

    2. Gerhana Assyrian

    Gerhana Assyrian juga dikenal dengan gerhana Babylonia karena dua kerajaan tersebut lokasinya berdekatan, sama-sama masuk di daerah Mesopotamia (sekarang Irak, Kuwait, Turki, dan Siria).

    Gerhana ini terjadi ketika masyarakat setempat baru saja mengembangkan alat untuk memprediksi gerhana matahari dan bulan. Selain itu, ada mitos beredar jika gerhana adalah sebuah pertanda kematian raja.

    3. Gerhana Tiongkok Awal

    Menurut study dari Journal of Astronomical History and Heritage, pada tahun 1302 SM telah terjadi gerhana matahari pertama di Cina.

    Sedangkan pada saat itu, matahari adalah simbol kekaisaran. Maka, setelah terjadi gerhana matahari, kaisar merasa mendapat teguran dan langsung melakukan beberapa ritual, salah satunya menjadi vegetarian.

    4. Gerhana di India

    Peristiwa gerhana matahari di India pada tahun 1868 merupakan sebuah fenomena alam yang sangat berpengaruh pada dunia sains.

    Pasalnya, saat terjadi gerhana matahari, seorang ahli astronomi Pierre Jules Cesar Janssen berhasil menemukan helium.

    Dinukil dari laman Ask an Astronomer, helium adalah zat kimia pembentuk Matahari yang akan terlihat saat gerhana datang. Penampilannya berupa garis cahaya berwarna kuning terang.

    5. Gerhana di Amerika Serikat

    Hampir sama dengan gerhana di India, gerhana matahari yang terjadi di Amerika pada tahun 1919 juga memiliki pengaruh besar dalam dunia sains.

    Yang mana pada saat itu para peneliti mencoba membuktikan teori relativitas general milik Einstein. Alhasil, teori itu benar dengan percobaan yang terjadi pada gerhana matahari pada tahun 1919.

    Nah, itulah beberapa peristiwa gerhana matahari yang cukup fenomenal sepanjang sejarah. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/, ya!

  • Hand of Glory, Tangan Mayat yang Punya Kekuatan Gaib

    Hand of Glory, Tangan Mayat yang Punya Kekuatan Gaib

    Hand of Glory

    Hand of Glory adalah potongan tangan mayat manusia yang diawetkan selama ratusan tahun. Jika merujuk dari bahasa, Hand of Glory juga bisa diartikan sebagai tangan kemuliaan.

    Penamaan ini bukan tanpa alasan. Konon katanya, potongan tangan mayat ini menyimpan sejarah dan kisah magis yang cukup mengerikan.

    Tidak sedikit yang mengatakan Hand of Glory hanya sebuah mitos. Padahal, potongan tangan ini benar adanya.

    Sampai sekarang, potongan tangan sakral ini masih tersimpan di Museum Whitby, Yorkshire, Inggris.

    Hand of Glory menjadi salah satu koleksi yang paling seram di Museum Whitby. Namun, dari kepopulerannya itu, Hand of Glory justru menjadi incaran para sejarawan maupun pengunjung yang datang ke museum tersebut meskipun cukup mengerikan.

    Sejarah Hand of Glory

    Dilansir dari laman thewhitbyguide.co.uk, konon katanya sejarah Hand of Glory ditemukan pertama kali pada abad ke 16 silam yang mana kekuatan dari “tangan kemuliaan” ini digunakan oleh orang jahat yang akan mencuri atau merampok.

    Cara menggunakannya adalah dengan menempelkan sebuah lilin yang menyala di atas Hand of Glory.

    Kemudian dalam waktu sekejap, penghuni rumah pun akan tertidur lelap tak sadarkan diri sehingga pencuri bisa melakukan aksinya dengan leluasan.

    Versi lain menyebutkan jika yang dibakar bukanlah lilin, tapi jari-jari dari Hand of Glory.

    Menukil dari laman atlasobscura.com, konon katanya Hand of Glory adalah potongan tangan penjahat yang dihukum mati dengan cara digantung.

    Tangan penjahat yang mati itu kemudian dipotong pada malam hari dan digunakan untuk ritual khusus untuk mentransfer kekuatan gaib, menurut kepercayaan masyarakat Eropa Kuno.

    Proses Pembuatan Hand of Glory

    Proses pembuatannya pun cukup mengerikan. Menurut Curious Myths of Middle Ages, sebuah jurnal yang ditulis oleh Sabine Baring Gould (1873), dikatakan bahwa Hand of Glory terbuat dari potongan tangan penjahat yang dihukum gantung.

    Kemudian potongan tangan itu akan dibungkus dalam sebuah gulungan dan kemudian ditarik sekuat tenaga untuk mengeluarkan darahnya.

    Setelah tak ada darah yang tersisa, potongan tangan itu kemudian diletakkan pada sebuah tembikar dengan memberi bumbu-bumbu khusus yang dipercaya bisa mengundang aura magis menurut kepercayaan masyarakat saat itu.

    Lantas, tangan tersebut didiamkan selama kurang lebih dua minggu sampai benar-benar mengering. Kemudian, akan dikeringkan lagi di bawah terik matahari.

    Apakah proses berhenti sampai di situ? Tentu tidak. Agar tangan bisa ditempeli lilin, maka potongan tangan yang sudah kering itu akan dilapisi oleh lemak orang yang dihukum mati.

    Jadi, ketika ada penjahat yang dihukum mati, maka para pakar spiritual pada saat itu akan siap-siap untuk memotong tangan dan menyeset sedikit lemak si penjahat pada malam hari untuk proses pembuatan Hand of Glory.

    Asal Usul Nama Hand of Glory

    Sebelum disebut Hand of Glory, tangan mayat ini tidak punya nama yang tersohor. Sebab, masing-masing pemilik atau kelompok yang terlibat akan memberi nama berbeda.

    Namun, seiring berjalannya waktu, para sejarawan menamakan tangan mayat ini dengan Hand of Glory, merujuk pada spesies tumbuhan mandrake “French Maine De Glorie”.