Tag: seni

  • Daftar Istilah Dalam Seni Teater

    Daftar Istilah Dalam Seni Teater

    Dalam seni teater, ada beberapa istilah yang biasa digunakan oleh pemeran atau aktor. Istilah-istilah tersebut memiliki arti/makna yang sesuai dengan fungsi dalam pementasan. Nah, apa saja istilah-istilah dalam teater? Berikut diantaranya.

    Adegan : Bagian dari babak yang menggambarkan satu suasana dari beberapa suasana dalam babak

    Additive Mixing : Pencampuran warna pada objek yang disinari dari dua atau lebih lampu yang berbeda

    Akting : Tingkah laku yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkan

    Aktor : orang yang melakukan akting

    Amphiteater : Panggung pertunjukan jaman Yunani Kuno

    Amplifikasi : Penguatan energi listrik setelah melalui rangkaian elektronik

    Apron : Daerah yang terletak di depan layar atau persis di depan bingkai proscenium

    Arena : Salah satu bentuk panggung yang tidak dibatasi oleh konvensi empat dinding imajiner

    Artikulasi : Hubungan antara apa yang dikatakan dan bagaimana mengatakanya, dan dipengaruhi oleh penguasaan organ produksi suara

    Aside : Dialog menyamping, atau suara hati dan pikiran tokoh

    Atmosfir : Isitlah teater untuk menyebutkan suasana atau kondisi lingkungan

    Audibility : Segala sesuatu yang berkaitan dengan pendengaran

    Auditorium : Ruang tempat duduk penonton dalam panggung proscenium

    Backdrop : Layar paling belakang. Kain yang dapat digulung atau diturun-naikkan dan membentuk latar belakang panggung

    Bahasa tubuh : Bahasa yang ditimbulkan oleh isyarat-isyarat dan ekspresi tubuh

    Bar : Pipa bisa yang digunakan sebagai baris untuk pemasangan lampu

    Barndoor : Sirip empat sisi yang diletakkan pada lampu dan digunakan untuk mebatasi lebar sinar cahaya

    Batten : (1) Lampu flood yang dirangkai dalam satu kompartemen (wadah). (2) Perlengkapan panggung yang dapat digunakan untuk mengaitkan sesuatu dan dapat dipindahpindahkan

    Beats : Satu kesatuan arti terkecil dari dialog

    Belly to Belly : Dua lensa yang dipasang berhadapan dalam sebuah lampu dan jaraknya bisa diatur

    Bifocal : Lampu Bifocal adalah lampu profile standar yang ditambahi dengan shutter tambahan

    Blocking : Gerak dan perpindahan pemain dari satu area ke area lain di panggung

    Boom : Baris lampu yang dipasang secara vertikal

    Border : Pembatas yang terbuat dari kain. Dapat dinaikkan dan diturunkan. Fungsinya untuk memberikan batasan area permainan yang digunakan

    Bracket : Pengait untuk memasang lampu pada boom. Disebut pula sebagai boom arm

    Catwalk : Permukaan, papan atau jembatan yang dibuat di atas panggung yang dapat menghubungkan sisi satu ke sisi lain

    Clamp : Klem atau pengait untuk memasang lampu pada bar, disebut juga sebagai C-clamp atau Hook Clamp

    Control Balance : Pengaturan tingkat kekerasan suatu sumber suara terhadap sumber suara yang lain

    Control Desk : Disebut juga Remote Control, alat untuk mengatur tinggi rendahnya intensitas cahaya dari jarak jauh

    Cyc Light : Lampu flood yang dikhususkan untuk menerangi layar belakang (siklorama)

    Denotasi : Arti yang sebenarnya sesuai dengan arti yang terdapat dalam kamus

    Dialog : Percakapan para pemain.

    Diafragma : Sekat yang memisahkan antara rongga dada dan rongga perut

    Diffuse : Jenis refleksi cahaya yang memiliki pantulan merata serta panjang sinarnya sama

    Diftong : Kombinasi dua huruf vokal dan diucapkan bersamaan

    Diksi : Latihan mengeja kata dengan suara keras dan jelas

    Dimmer : Alat pengatur tinggi rendahnya intensitas cahaya

    Distorsi : Hasil rekaman suara melebihi standar batas maksimal yang ditentukan

    Donut : Pelat metal yang digunakan untuk meningkatkan ketajaman lingkar sinar cahaya yang dihasilkan oleh lampu spot

    Drama : Salah satu jenis lakon serius dan berisi kisah kehidupan manusia yang memiliki konflik yang rumit dan penuh daya emosi tetapi tidak mengagungkan sifat tragedi

    Dramatic Irony : Aksi seorang tokoh yang berkata atau bertindak sesuatu, dimana tanpa disadari akan menimpa dirinya sendiri

    Ekstensi : Menambah besarnya sudut antara dua bagian badan

    Eksposisi : Penggambaran awal dari sebuah lakon, berisi tentang perkenalan karakter, dan masalah yang akan digulirkan

    Elastisitas : Tingkat kekenyalan suatu objek sehingga dengan mudah bisa diterapkan atau digunakan

    Ellipsoidal : Jenis reflektor yang memiliki bentuk elips

    Emosi : Proses fisik dan psikis yang kompleks yang bisa muncul secara tiba-tiba dan spontan atau diluar kesadaran

    Ephemeral : Sifat pertunjukan yang bermula pada suatu malam dan berakhir pada malam yang sama

    ERS : Elliposoidal Reflector Spotlight. Lampu spot yang menggunakan reflektor berbentuk elips disebut juga lampu profile atau leko

    ERS Axial : Lampu ERS yang bohlamnya dipasang secara horisontal

    ERS Radial : Lampu ERS yang bohlamnya dipasang miring 45 derajat

    Farce : Seni pertunjukan yang menyerupai dagelan tetapi bukan dagelan yang seperti di Indonesia

    Filter : Palstik atau mika berwarna untuk mengubah warna lampu

    Flashback : Kilas balik peristiwa lampau yang dikisahkan kembali pada saat ini

    Flat Karakter : Karakter tokoh yang ditulis oleh penulis lakon secara datar dan biasanya bersifat hitam putih

    Fleksi (flexion) : Membengkokkan suatu sendi untuk mengurangi sudut antara dua bagian badan

    Fleksibelitas : Daya lentur suatu objek / tingkat kelenturan suatu objek

    Flies : Disebut juga penutup. Bagian atas rumah panggung yang dapat digunakan untuk menggantung set dekor serta menangani peralatan tata cahaya

    Floodligth : Jenis lampu yang sinar cahayanya menyebar serta tidak bisa diatur fokusnya

    Focal Point : Titik temu (pusat) pendar cahaya

    FOH : Front Of House. Bagian depan baris kursi penonton dimana di atasnya terdapat pipa baris lampu

    Fokus : (1) Istilah dalam penyutradaraan untuk menonjolkan adegan atau permainan aktor. (2) Istilah tata cahaya untuk area yang disinari cahaya dengan tepat dan jelas

    Follow Spot : Jenis lampu spot yang dapat dikendalikan secara manual untuk mengikuti arah gerak pemain

    Fore Shadowing : Bayang-bayang yang mendahului sebuah peristiwa yang sesungguhnya itu terjadi

    Foyer : Ruang tunggu penonton sebelum pertunjukan dimulai atau saat istirahat

    Frequency Respon : Kemampuan dalam menangkap frekuensi pada batas maksimum dan minimum

    Fresnel : (1) Lensa yang mukanya bergerigi. (2) Jenis lampu yang menggunakan lensa bergerigi

    Gesture : sikap tubuh yang memiliki makna, bisa juga diartikan dengan gerak tubuh sebagai isyarat

    Gestus : Aksi atau ucapan tokoh utama yang beritikad tentang sesuatu persoalan yang menimbulkan pertentangan atau konflik antar tokoh

    Gimmick : Adegan awal dari sebuah lakon yang berfungsi sebagai pemikat minat penonton untuk menyaksikan kelanjutan dari lakon tersebut

    Globe : Panggung yang tempat duduk penontonnya berkeliling, digunakan dalam pementasan teater jaman Elizabeth di Inggris

    Gobo : Pelat metal yang dicetak membentuk pola atau motif tertentu dan digunakan untuk membuat lukisan sinar cahaya

    Groundrow : Lampu flood yang diletakkan di bawah untuk menerangi aktor atau siklorama dari bawah.

    Imajinasi : Proses pembentukan gambaran-gambaran baru dalam pikiran, dimana gambaran tersebut tidak pernah dialami sebelumnya atau mungkin hanya sedikit yang dialaminya

    Improvisasi : Gerakkan dan ucapan yang tidak terencana untuk menghidupkan permainan.

    Intonasi : Nada suara (dalam bahasa jawa disebut langgam), irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata, sehingga tidak datar atau tidak monoton.

    Insersio : Kearah mana otot itu berjalan atau arah jalannya otot yang bergerak.

    Irama : Gelombang naik turun, longgar kencangnya gerakkan atau suara yang berjalan dengan teratur

    Iris : Piranti untuk memperbesar atau memperkecil diameter lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan oleh lampu

    Jeda : Pemenggalan kalimat dengan maksud untuk memberi tekanan pada kata.

    Karakter : Gambaran tokoh peran yang diciptakan oleh penulis lakon melalui keseluruhan ciri-ciri jiwa dan raga seorang peran

    Karakter Teatrikal : Karakter tokoh yang tidak wajar, unik, dan lebih bersifat simbolis.

    Kolokasi : Asosiasi kata dengan bahasa yang tidak formal, bahasa percakapan sehari-hari pada suatu tempat dan masa tertentu.

    Komedi : salah satu jenis lakon yang mengungkapkan cacat dan kelemahan sifat manusia dengan cara yang lucu, sehingga para penonton bisa lebih menghayati kenyataan hidupnya

    Komedi Stamboel : Pertunjukan teater yang mendapat pengaruh dari Turki dan sangat populer di Indonesia pada jaman sebelum kemerdekaan

    Komunikan : Penerima komunikasi

    Komunikator : Penyampai kamunikasi

    Konflik : Ketegangan yang muncul dalam lakon akibat adanya karakter yang bertentangan, baik dengan dirinya sendiri maupun yang ada di luar dirinya.

    Konotasi : Arti kata yang bukan sebenarnya dan lebih dipengaruhi oleh konteks kata tersebut dalam kalimat.

    Konsentrasi : Kesanggupan atau kemampuan yang diperlukan untuk mengerah kan pikiran dan kekuatan batin yang ditujukan ke suatu sasaran tertentu sehingga dapat menguasai diri dengan baik.

    Lakon : Penuangan ide cerita penulis menjadi alur cerita yang berisi peristiwa yang saling mengait dan tokoh atau peran yang terlibat, disebut juga naskah cerita

    Lakon Satir : Salah satu jenis lakon yang mengemas kebodohan, perlakuan kejam, kelemahan seseorang untuk mengecam, mengejek bahkan menertawakan suatu keadaan dengan maksud membawa sebuah perbaikan

    Latar Peristiwa : Peristiwa yang melatari adegan itu terjadi dan bisa juga yang melatari lakon itu terjadi

    Latar Tempat : Tempat yang menjadi latar peristiwa lakon itu terjadi.

    Latar Waktu : Waktu yang menjadi latar belakang peristiwa, adegan, dan babak itu terjadi

    Level : (1) Istilah pemeranan dan penyutradraan untuk mengatur tinggi rendah pemain. (2) Isitilah tata suara untuk tingkat ukuran besar kecilnya suara yang terdengar

    Lever : Bilah yang dapat dinaikkan dan diturunkan yang terdapat pada control desk

    Ligamen : Jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang atau pembungkus sendi.

    Melodrama : Salah satu jenis lakon yang isinya mengupas suka duka kehidupan dengan cara yang menimbulkan rasa haru kepada penonton

    Membran : Selaput atau lapisan tipis yang sangat peka terhadap getaran

    Metacarpal : Disebut juga dengan metatarsus atau ossa metatarsalia yaitu tulang pertama dari jari

    Mime : Pertunjukan teater yang menitikberatkan pada seni ekspresi wajah pemain

    Mimetic/mimesis : 
    Peniruan atau meniru sesuatu yang ada

    Mimik : Ekspresi gerak wajah untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain

    Mixed : Jenis refleksi cahaya yang hasilnya bercampur antara relfeksi diffuse dan specular

    Monolog : Cakapan panjang seorang aktor yang diucapkan di hadapan aktor lain

    Noise : Gangguan suara yang tidak diinginkan dalam memproses suara atau rekaman

    Observasi : Kegiatan mengamati yang bertujuan menangkap atau merekam hal apa saja yang terjadi dalam kehidupan

    Orchestra Pit : Tempat para musisi orkestra bermain

    Origio : Tempat otot timbul atau tempat asal otot yang terkuat

    Pageant : Panggung kereta abad Pertengahan yang digunakan untuk mementaskan teater secara berkeliling

    Panoramic : Kesan suara yang terdengar pada telinga kiri atau telinga kanan

    Pantomimik : Ekspresi gerak tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain

    PAR : Parabolic Aluminized Reflector. Lampu yang menggunkan reflektor parabola terangkai dalam satu unit dengan lensanya

    Parafrase : Latihan untuk menyatakan kembali arti dialog dengan menggunakan kata-kata kita sendiri, dengan tujuan untuk membuat jelas dialog tersebut

    PC : (1) Planno Convex, jenis lensa yang permukaannya halus. (2) Jenis lampu yang menggunakan lensa tunggal baik lensa Planno Convex atau Pebble Convex

    Pebble Convex : Jenis lensa yang mukanya halus tapi bagian belakangnya bergerigi

    Pemanasan : Serial dari latihan gerakan tubuh dimaksudkan untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot dengan cara progresif (bertahap).

    Pemeran : Seorang seniman yang menciptakan peran yang digariskan oleh penulis naskah, sutradara, dan dirinya sendiri.

    Penonton : Orang yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan teater

    Pernafasan : Peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida

    Pita magnetic : Pita plastic yang dilapisi oleh serbuk magnet yang digunakan untuk menyimpan getaran listrik

    Planno Convex : Jenis lensa (lih. PC)

    Plot : Biasa disebut dengan alur adalah kontruksi atau bagan atau skema atau pola dari peristiwa-peristiwa dalam lakon, puisi atau prosa dan selanjutnya bentuk peristiwa dan perwatakan itu menyebabkan pembaca atau penonton tegang dan ingin tahu

    Polarity : Kemampuan maksimum dalam menangkap sumber suara

    Practical : Lampu sehari-hari atau lampu rumahan yang digunakan di atas panggung

    Preset : Pengaturan intensitas cahaya pada control desk disaat lampu dalam keadaan mati (tidak dinyalakan)

    Profile : Jenis lampu spot yang dapat ukuran dan bentuk sinarnya dapat disesuaikan

    Properti : Benda atau pakaian yang digunakan untuk mendukung dan menguatkan akting pemeran.

    Protagonis : Peran utama yang merupakan pusat atau sentral dari cerita

    Proscenium : Bentuk panggung berbingkai

    Proscenium Arc : Lengkung atau bingkai proscenium

    Resonansi : Bergema atau bergaung

    Rias Fantasi : Tata rias yang diterapkan untuk menggambarkan sifat atau karakter yang imajinatif

    Rias Karakter : Tata rias yang diterapkan untuk menegaskan gambaran karakter tokoh peran

    Rias Korektif : Tata rias yang diterapkan untuk memperbaiki kekurangan sehingga pemain nampak cantik

    Ritme : Tempo atau cepat lambatnya dialog akibat variasi penekanan kata-kata yang penting.

    Round Karakter : Karakter tokoh dalam lakon yang mengalami perubahan dan perkembangan baik secara kepribadian maupun status sosialnya

    Scoop : Jenis lampu flood yang menggunakan reflektor ellipsoidal

    Sendi : Hubugan yang terbentuk antara dua tulang.

    Sendratari : Pertunjukan drama yang di tarikan atau gabungan seni drama dan seni tari

    Side Wing : Bagian kanan dan kiri panggung yang tersem bunyi dari penonton, biasanya digunakan para aktor menunggu giliran sesaat sebelum tampil

    Skeneri : Dekorasi yang mendukung dan menguatkan suasana permainan

    Skenario : Susunan lakon yang diperagakan oleh pemeran

    Soliloki : Cakapan panjang aktor yang diucapkan seorang diri dan kepada diri sendiri

    Specular : Jenis refleksi yang memantulkan cahaya seperti aslinya (efek cermin)

    Snoot : Disebut juga Top Hat, piranti yang digunakan untuk mengurangi tumpahan cahaya

    Spherical : Jenis reflektor yang memiliki bentuk setengah lingkaran

    Spread : Jensi refleksi cahaya yang mengenai objek dengan intensitas lebih tinggi garis cahayanya akan memendar dan direfleksikan lebih panjang dari yang lain

    Stand : Pipa untuk memasang lampu yang dapat berdiri sendiri

    Struktur Dramatik : Rangkaian alur cerita yang saling bersinambung dari awal cerita sampai akhir.

    Suara Nasal : Suara yang dihasilkan oleh rongga hidung karena udara beresonansi.

    Suara Oral : Suara yang dihasilkan oleh mulut

    Subtractive Mixing: Pencampuran warna cahaya yang dihasilkan dari dua filter berbeda

    Surprise : Peristiwa yang terjadi diluar dugaan penonton sebelumnya dan memancing perasaan dan pikiran penonton agar menimbulkan dugaan-dugaan yang tidak pasti.

    Sutradara : Orang yang mengatur dan memimpin dalam sebuah permainan.

    Teknik Muncul : Suatu teknik seorang pemeran dalam memainkan peran untuk pertama kali memasuki sebuah pentas lakon.

    Teknik Timing : Teknik ketepatan waktu antara aksi tubuh dan aksi ucapan atau ketepatan antara gerak tubuh dengan dialog yang diucapkan.

    Tema : Ide dasar, gagasan atau pesan yang ada dalam naskah lakon dan ini menentukan arah jalannya cerita.

    Tempo : Cepat lambatnya suatu ucapan yang kita lakukan

    Thrust : Bentuk panggung yang sepertiga bagiannya menjorok ke depan

    Timbre : Warna suara yang memberi kesan pada kata-kata yang kita ucapkan

    Tirai Besi : Satu tirai khsusus yang dibuat dari logam untuk memisahkan bagian panggung dan kursi penonton. Digunakan bila terjadi kebakaran di atas panggung, tirai ini diturunkan sehingga api tidak menjalar keluar dan penonton bisa segera dievakuasi.

    Tragedi : Salah satu jenis lakon yang meniru sebuah aksi yang sempurna dari seorang tokoh besar dengan menggunakan bahasa yang menyenangkan supaya para penonton merasa belas kasihan dan ngeri sehingga penonton mengalami pencucian jiwa atau mencapai katarsis

    Trapezium : Tulang yang ada pada antara pergelangan tangan dan ibu jari tangan

    Trap Jungkit : Area permainan atau panggung yang biasanya bisa dibuka dan ditutup untuk keluar-masuk pemain dari bawah panggung.

    Wicara : Cara kita berbicara dan cara mengucapkan sebuah dialog dalam naskah lakon

    Under : (tata suara) Hasil rekaman suara yang sangat lemah

  • Biografi Raden Saleh, Perintis Seni Lukis Modern Indonesia

    Biografi Raden Saleh, Perintis Seni Lukis Modern Indonesia

    Siapa Raden Saleh?

    Raden Saleh adalah pelukis pertama Indonesia yang memperkenalkan teknik seni lukis modern di nusantara.

    Raden Saleh juga merupakan Perintis Seni Lukis Modern Indonesia yang karya lukisannya banyak dipajang museum di Eropa.

    Harga lukisan Raden Saleh juga sangat fantastis, salah satu karyanya yang berjudul “Berburu Banteng” laku seharga Rp 120 miliar pada 2018 lalu.

    Biografi Raden Saleh

    Raden Saleh Syarif Bustaman lahir di Semarang pada tahun 1811 yang merupakan keturunan Arab dan Jawa.

    Ayahnya bernama Said Husein bin Alwi bin Awal dan ibunya bernama Raden Ayu Syarif Husein.

    Sejak kecil Raden Saleh tinggal bersama pamannya yang bernama Raden Adipati Surohadimenggolo, Bupati Semarang yang terkenal terpelajar.

    Sang paman pernah membantu Thomas Stamford Raffles yang dikenal sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

    Pamannya membantu Gubernur Jenderal Hindia Belanda dalam menerjemahkan sejumlah teks dari kanon sastra klasik Jawa.

    Yang kemudian digunakan Thomas Stamford Raffles sebagai bahan menulis buku terkenalnya yakni the History Of Java.

    Pada 1822, Raden Saleh didaftarkan belajar di sebuah sekolah bangsawan Pribumi yang baru dibuka di Cianjur, Jawa Barat.

    Berkat keluasan pergaulannya, Raden Saleh yang berbakat menggambar sudah terlihat sejak masih muda.

    Ia bisa berkenalan dan belajar kepada AAJ Payen, pelukis keturunan Belgia yang didatangkan pemerintah Hindia-Belanda untuk melukis pemandangan Nusantara.

    Raden Saleh Belajar Seni Lukis di Belanda

    Pada tahun 1829, atas saran Payen pemerintah Hindia Belanda mengirim Raden Saleh ke negeri Belanda untuk belajar seni lukis.

    Pengalaman belajar serta hidup di negeri Belanda dan sejumlah negara Eropa lain kelak sangat mempengaruhi gaya melukis dan pemikiran seorang Raden Saleh.

    Petualangan hidup Raden Saleh di Eropa dimulai di negeri Belanda. Lima tahun pertamanya di Eropa digunakan Raden Saleh untuk belajar banyak hal.

    Dari memperdalam bahasa Belanda hingga belajar teknik melukis potret pada pelukis istana kerajaan Belanda Cornelis Kruesemen.

    Ia juga belajar melukis tema pemandangan pada Andris Bahan nama alat serta belajar melukis tema pemandangan pada Andries Schelfhout.

    Perlahan nama Raden Saleh mulai dikenal masyarakat Belanda.

    Selain berkesempatan menggelar pameran di Den Haag, Ia juga kerap diminta melukis potret sejumlah anggota kerajaan dan para pejabat Belanda.

    Tak jarang karya karya lukis Raden Saleh membuat masyarakat Belanda terperangah.

    Berpetualang di Jerman Hingga Perancis

    Pada tahun 1839, pemerintah Belanda mengirim Raden Saleh untuk melakukan perjalanan artistik ke sejumlah negara Eropa.

    Ia berkunjung dan menetap beberapa bulan di Dusseldorf Frankfurt dan Berlin, Jerman.

    Ia kemudian mengunjungi kota Dresden dan jatuh cinta dengan kota itu.

    Raden Saleh memutuskan tinggal di Dresden hingga sekitar lima tahun di kota itu. Di kota itu pula ia menjadi tamu kehormatan kerajaan Jerman.

    Kehadirannya diterima baik kalangan bangsawan. Untuk pertama kali dalam hidupnya Raden Saleh merasa diperlakukan sederajat sebagai manusia.

    Situasi ini membuatnya leluasa menemukan ekspresi artistik dan rasa percaya dirinya sebagai seniman.

    Raden Saleh juga tak ragu menunjukkan identitasnya sebagai orang Asia, orang Jawa serta sebagai seorang muslim.

    Selama di Dresden, Raden Saleh menjalin persahabatan erat dengan seorang bangsawan terpandang bernama Mayor Friedrich Anton Serres dan istrinya bernama Friederikadi Maxen.

    Salah satu jejak persahabatan Raden Saleh dengan keluarga Serres bisa dilihat pada bangunan Mushola yang dibangun keluarga Serres di kawasan bukit Mühlbach.

    Mushola yang bernama Blaue Häusel itu memang dibuat untuk menghormati Raden Saleh.

    Di mushola itu terdapat tulisan Raden Saleh dalam bahasa Jawa dan Jerman berbunyi : “..Hormati Tuhan, Cintai Manusia.”

    Terdorong oleh jiwa artistiknya, pada tahun 1845 Raden Saleh pergi ke Prancis dan menetap selama 5 tahun di kota pusat kesenian Eropa itu.

    Wawasan seni dan pengetahuan Raden Saleh kian bertambah.

    Ia banyak menyerap pengaruh gaya romantic pelukis legendaris Prancis, Eugene Delacroix yang kerap menonjolkan unsur drama dalam lukisan-lukisannya.

    Pada 1846 bersama pelukis terkenal Perancis yang bernama Horace Vernet, Raden Saleh tinggal beberapa bulan di Aljazair.

    Di daerah koloni Perancis ini, Raden Saleh mendapat ilham untuk melukis adegan perkelahian hewan-hewan buas yang menjadi salah satu tema favorit lukisan-lukisannya.

    Selama di Perancis, Raden Saleh juga menjadi saksi revolusi Prancis yang terjadi pada bulan februari 1848 di Paris.

    Peristiwa inilah yang ikut mempengaruhi wawasan kehidupannya. Raden Saleh diketahui tiga kali menggelar pameran lukisannya.

    Karya-karyanya diterima baik oleh penikmat seni dan kritikus di negara itu.

    Saat akhirnya pulang ke Hindia Belanda pada tahun 1851, Raden Saleh yang sudah menjadi pribadi baru.

    Raden Saleh menjelma sebagai manusia dengan pikiran dan perilaku modern.

    Raden Saleh Kembali ke Indonesia

    Pulang dari Eropa dan tinggal di Batavia, Raden Saleh yang bekerja sebagai pelukis dan konservator lukisan pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Ia merasa terasing dengan lingkungannya.

    Sebagai seorang yang menyerap budaya dan pendidikan Eropa, Oleh orang-orang Belanda di nusantara dia tetap dianggap sebagai seorang pribumi yang tidak sederajat dengan orang Eropa.

    Sementara saat harus bergaul dengan warga pribumi baik dari kalangan bangsawan maupun rakyat jelata, Raden Saleh juga kesulitan mendapatkan lawan bicara yang bisa mengimbangi tingkat pengetahuan dan pendidikannya.

    Kondisi ini membuatnya sangat kesepian.

    Pada tahun 1855 Raden Saleh menikah dengan Constancia von Mansfeldt. Ia merupakan seorang janda kaya asal Jerman.

    Pasangan ini kemudian membangun rumah mewah di kawasan Cikini.

    Rumah cantik yang diilhami gaya arsitektur istana Callenberg, di mana Raden Saleh pernah tinggal saat di Jerman.

    Rumah tersebut kini masih berdiri dan menjadi bagian dari Kompleks Rumah Sakit PGI.

    Sayangnya perilaku diskriminatif yang diterima Raden Saleh kemudian menyebabkan ia bercerai dengan Constancia.

    Praktek diskriminasi yang dirasakan Raden Saleh mendorongnya menciptakan sejumlah karya lukis yang mengekspresikan kritik atas kolonialisme yang dilakukan Belanda di Bumi Jawa atau wilayah nusantara lainnya.

    Nuansa kritik ini menurut sejumlah pihak misalnya terasa pada lukisan penangkapan Diponegoro, Lukisan sebuah banjir di Jawa, dan lukisan pertarungan antara banteng dan singa.

    Karya terpenting Raden Saleh yakni lukisan bersejarah penangkapan Diponegoro sangat tersohor di Indonesia dan melahirkan banyak tafsir.

    Dari tafsir yang mendukung Raden Saleh sebagai pendukung kolonialisme, hingga tafsir sebaliknya yang menyebut lukisan itu sebagai bentuk kritik Raden Saleh terhadap praktek kolonialisme Belanda terhadap tanah Jawa atau Nusantara.

    Raden Saleh Menikah

    Pada tahun 1867, Raden Saleh menikah dengan Raden Ayu Danudirja. Ia adalah gadis bangsawan dari Keraton Yogyakarta. Mereka berdua kemudian pindah ke Bogor.

    Menjelang akhir hayatnya, Raden Saleh sempat ditahan oleh penguasa kolonial Belanda.

    Hal ini karena tuduhan bahwa Raden Saleh terlibat pemberontakan Gerakan Ratu Adil di Karawang Dan Bekasi pada tahun 1867.

    Meski perjalanan hidupnya diwarnai kekecewaan dan kesepian, hidup Raden Saleh yang dilandasi semangat romantis dan ide kemanusiaan. Ini tetap menjadikan dirinya sosok yang dicintai dan dikagumi.

    Raden Saleh Wafat

    Saat Raden Saleh meninggal pada 23 April 1880, lebih dari 2 ribu orang yang berasal dari berbagai etnis dan kebangsaan mengantarkannya ke pemakaman di kampung Empang, Bogor.

  • Unsur-Unsur Seni dan Penjelasannya

    Unsur-Unsur Seni dan Penjelasannya

    Unsur Unsur Seni

    Unsur-unsur seni reka terdiri daripada enam elemen asas yang penting dalam pengubahan suatu karya seni visual hingga dapat dinikmati, yaitu:

    1. Garisan

    • Garisan yang pelbagai rupa boleh menghasilkan pelbagai rupa,bentuk atau objek.
    • Cantuman pelbagai garisan boleh menghasilkan pelbagai bentuk seperti bintang, kotak,rumah dsb.
    • Dari sudut matematik, garisan ialah (Bila satu titik bergerak, garisan terhasil. Bila dua titik disambung garisan terhasil).
    • Umumnya, garisan terhasil daripada percantuman titik-titik.

    Jenis-Jenis Garisan

    Garisan mempunyai pelbagai sifat. Ianya memberi pengertian dan fungsi yang berbeda. Terdapat garisan tebal, kasar, halus, panjang, pendek, lurus, bengkok, terputus, berbulu dan sebagainya.

    Fungsi Garisan

    Garisan berfungsi untuk menghasilkan jalinan, rupa, bentuk, ruang, ton dan pergerakan dalam sesuatu karya.

    2. Rupa

    Rupa ialah sesuatu yang rata dengan permukaannya yang kosong dan bersifat 2 dimensi. Rupa terhasil apabila satu garisan bercantum kedua ujungnya.

    Jenis-Jenis Rupa

    • Rupa positif dan negatif
    • Rupa geometri
    • Rupa organik

    Fungsi Rupa

    Rupa berfungsi untuk menghasilkan corak, bentuk, ruang dalam sesuatu karya.

    3. Bentuk

    Bentuk dibagi menjadi dua, yaitu bentuk geometris dan non geometris. Bentuk geometris adalah bentuk yang terdapat dalam ilmu ukur (kubistis) seperti balok, kubus, maupun bentuk silindris seperti tabung dan kerucut. Sedangkan bentuk non geometris merupakaan bentuk alamiah seperti bentuk yang meniru tubuh manusia, hewan, atau pohon.

    4. Ruang

    Ruang dapat dibagi menjadi dua, yakni ruang non fisik (ilusi), seperti ruang yang dihasilkan dari kesan lukisan. Sedangkan ruang berikutnya adalah ruang bentuk nyata, seperti ruang rumah.

    5. Jalinan

    Jalinan adalah sifat permukaan yang terdapat pada sesuatu objek.

    Jenis-Jenis jalinan

    • Jalinan sentuh (yang boleh dilihat dan pegang)
    • Jalinan tampak ( yang terdapat pada permukaan 2 dimensi yang tidak dapat disentuh tetapi dihayati secara visual- hanya kelihatan.

    Fungsi Jalinan

    • Menunjukkan konsep ruang/jarak di dalam sesuatu gubahan
    • Menimbulkan keindahan seperti corak pada badan rama-rama dan perhiasan jubin atau pada dinding rumah

    6. Warna

    • Warna merupakan unsur yang sangat penting dalam sesuatu hasil karya.
    • Warna mempengaruhi kehidupan manusia.
    • Warna terang dan cerah menimbulkan perasaan riang dan gembira manakala warna gelap dan kelam menimbulkan perasaan muram dan sedih.
    • Dalam seni visual warna dijadikan alat komunikasi yang sangat berkesan.
    • Tujuan utama teori warna dipelajari adalah bertujuan memahami ciri-ciri warna dan cara mengaplikasikannya dalam aktiviti seni visual.
    • Warna dihasilkan oleh cahaya. Ia terhasil apabila cahaya dibalikkan dari permukaan sesuatu objek. Tanpa cahaya warna tidak akan wujud.
    • Warna ialah tindak balas visual terhadap gelombang cahaya yang dikenal sebagai merah, biru, hijau dan sebagainya. Apabila cahaya putih menembusi prisma, spektrum warna-warna terhasil.
  • Macam Macam Batik dan Cara Membuatnya

    Macam Macam Batik dan Cara Membuatnya

    Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia sebagai karya seni yang unik dan bernilai tinggi.

    Pada tahun 2009, UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

    Batik tidak hanya sekadar kain bermotif, melainkan juga mengandung nilai filosofi, simbol, dan makna yang mencerminkan kehidupan masyarakat Indonesia.

    Setiap motif batik biasanya menggambarkan nilai-nilai moral, ajaran hidup, atau harapan tertentu, tergantung dari daerah asalnya.

    Proses pembuatan batik pun sangat menarik karena melibatkan teknik, keterampilan, serta kesabaran tinggi.

    Berdasarkan teknik pembuatan dan alat yang digunakan, batik dibedakan menjadi beberapa macam. Berikut penjelasan lengkap mengenai macam-macam batik dan cara pembuatannya.

    1. Batik Tulis

    Batik tulis merupakan jenis batik yang paling klasik dan bernilai tinggi. Pembuatan batik ini dilakukan sepenuhnya dengan tangan manusia tanpa bantuan mesin, sehingga setiap helai kain batik tulis memiliki keunikan tersendiri dan tidak ada yang benar-benar sama.

    Sesuai namanya, teknik pembuatannya dilakukan dengan cara menuliskan malam (lilin batik) pada kain menggunakan alat khusus bernama canting.

    Proses ini mirip seperti seseorang menulis atau menggambar di atas kain. Canting berfungsi untuk mengalirkan malam panas sesuai dengan pola yang sudah digambar sebelumnya.

    Tahapan pembuatan batik tulis meliputi:

    • Membuat pola (nggambar pola) di atas kain putih.
    • Menuliskan malam mengikuti garis pola menggunakan canting.
    • Mewarnai kain (nyelup) dengan pewarna alami atau sintetis.
    • Melorod, yaitu proses menghilangkan malam dengan air panas agar motif batik muncul.

    Proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung pada kerumitan motifnya.

    Karena prosesnya rumit dan detailnya tinggi, harga batik tulis relatif mahal dan biasanya digunakan untuk acara resmi atau upacara adat.

    2. Batik Cap

    Berbeda dengan batik tulis, batik cap dibuat menggunakan alat bantu berupa cap (stempel besar) yang terbuat dari tembaga dan memiliki pola tertentu.

    Alat ini digunakan untuk membubuhkan malam panas pada kain dengan cara menempelkannya seperti menyetem.

    Fungsi cap adalah untuk mempercepat proses pemberian motif, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk membuat batik jenis ini lebih singkat dibanding batik tulis.

    Namun, tetap diperlukan ketelitian tinggi agar hasil cap rapi, presisi, dan tidak bergeser.

    • Langkah-langkah pembuatan batik cap antara lain:
    • Menyiapkan cap tembaga sesuai motif yang diinginkan.
    • Memanaskan malam hingga cair, kemudian mencelupkan cap ke malam panas.
    • Menempelkan cap pada kain putih dengan tekanan merata.
    • Setelah semua pola tercetak, kain diwarnai dan melalui proses pelorodan seperti pada batik tulis.

    Meski lebih cepat dibuat, batik cap tetap memiliki nilai seni tersendiri. Motifnya terlihat lebih seragam dan biasanya digunakan untuk produksi dalam jumlah besar.

    3. Batik Lukis

    Batik lukis adalah jenis batik yang dibuat dengan cara melukis langsung pada kain putih polos tanpa menggunakan cap atau pola tetap.

    Teknik ini memungkinkan seniman batik untuk mengekspresikan kreativitasnya secara bebas, seperti melukis di atas kanvas.

    Proses pembuatan batik lukis dilakukan menggunakan kuas, canting, atau alat lain sesuai kebutuhan motif.

    Seniman batik biasanya membayangkan konsep dan pola hiasnya terlebih dahulu sebelum melukis agar hasilnya tampak harmonis dan artistik.

    Dalam pembuatannya, pemilihan warna, bentuk, dan goresan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir.

    Karena sifatnya yang bebas dan ekspresif, setiap karya batik lukis memiliki karakter dan keindahan yang unik, mencerminkan jiwa sang pembuatnya.

    Batik lukis sering dijadikan karya seni dekoratif, digunakan dalam pameran seni, busana modern, atau interior ruangan.

    Prosesnya bisa dilakukan lebih cepat dibanding batik tulis, namun tetap membutuhkan rasa seni dan pengalaman tinggi.

    4. Batik Kombinasi (Campuran)

    Selain tiga jenis utama di atas, ada juga batik kombinasi atau batik campuran, yaitu batik yang dibuat dengan menggabungkan dua teknik, misalnya batik tulis dan batik cap.

    Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pembuatan namun tetap mempertahankan detail dan kehalusan motif dari batik tulis.

    Jenis batik ini banyak dijumpai pada produk-produk modern, karena memiliki kualitas bagus namun waktu produksinya tidak terlalu lama. Motifnya bisa dibuat lebih bervariasi dengan perpaduan warna yang menarik.

  • Sejarah Singkat Seni Lukis Dunia

    Sejarah Seni Lukis

    Sejarah Seni Lukis secara umum dapat dibedakan kedalam 5 bagian, yaitu zaman prasejarah, zaman klasik, zaman pertengahan, zaman reinassance, dan zaman art nouveaou.

    Pembagian sejarah ini dibagi sesuai dengan perkembangan zaman, dan berikut adalah sejarah seni lukis secara dan perkembangan di dunia universal.

    Menurut sejarahnya, keberadaan seni lukis sangat erat hubunganya dengan gambar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

    Peninggalan-peninggalan historis dari zaman prasejarah menggambarkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah memulai kegiatan menggambarnya.

    Dimulai dari membuat gambar di tembok atau dinding gua untuk mengisyaratkan bagian-bagian penting yang terjadi dalam kehidupan.

    Diawal keberadaanya sebuah gambar hanya dibuat dengan material sederhana seperti kapur, arang, atau baan-bahan lainnya.

    Objek seni lukis pada zaman prasejarah didominasi dengan karya-karya yang menghasilkan lukisan manusia, binatang, dan objek-objek alam seperti pohon kulit, bukit, gunung, sungai, dan laut.

    Objek ini dilukis dengan menonjolkan bentuk yang dianggap sakral, misalnya untuk melukiskan binatang banteng maka orang-orang zaman prasejarah akan menonjolkan bagian tanduk banteng karena menggambarkan simbol vital seekor banteng.

  • 8 Definisi Teater Menurut Para Ahli

    8 Definisi Teater Menurut Para Ahli

    Definisi Teater

    Teater berasal dari bahasa Yunani, “theatereatron” (bahasa Inggris, Seeing Place) yang artinya tempat atau gedung pertunjukan.

    Dalam pengertian yang lebih luas, teater bisa diartikan sebagai pertunjukan yang dilakukan di hadapan orang banyak dalam sebuah ruangan atau gedung.

    Teater dapat dikatakan sebagai manifestasi dari aktivitas naluriah, seperti misalnya anak-anak yang berperan sebagai ayah atau ibu.

    Selain itu, teater juga merupakan manifestasi pembentukan strata sosial kemanusiaan yang berhubungan dengan masalah ritual.

    Misalnya, upacara adat maupun upacara kenegaraan, keduanya memiliki unsur-unsur teatrikal dan bermakna filosofis.

    Definisi Teater Menurut Para Ahli

    Adapun pengertin teater menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Harymawan (1993)

    Secara khusus teater mengacu kepada aktivitas melakukan kegiatan dalam seni pertunjukan (to act) sehingga tindak tanduk pemain di atas pentas disebut acting. Istilah acting diambil dari kata Yunani “dran” yang berarti, berbuat, berlaku, atau beraksi. Karena aktivitas beraksi ini maka para pemain pria dalam teater disebut actor dan pemain wanita disebut actress.

    2. Moulton

    Teater adalah kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk gerakan (life presented in action).

    3. Balthazar Vallhagen

    Menurut Balthazar Vallhagen, drama adalah sebuah kesenian yang melukiskan sifat dan watak manusia dengan gerakan.

    4. Budianta, dkk (2002)

    Menurut Budianta, dkk, drama adalah genre sastra dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya percakapan atau dialog diantara para tokoh yang ada.

    5. Ferdinand Brunetierre

    Menurut Ferdinand Brunetierre, sebuah drama harus melahirkan sebuah kehendak dengan action atau gerak.

    6. Tim Matrix Media Literata

    Drama adalah bentuk kisahan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan.

    7. Wildan

    Drama adalah komposisi berdasarkan beberapa cabang seni, sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

    8. Anne Civardi

    Drama adalah sebuah kisah yang diceritakan melalui kata-kata dan gerakan.

  • Pengertian Pagelaran Seni Tari dan Unsur Pendukungnya

    Pengertian Pagelaran Seni Tari dan Unsur Pendukungnya

    Pagelaran Seni Tari

    Pagelaran atau pergelaran adalah sebuah kegiatan mempertunjukkan hasil karya seni kepada masyarakat di tempat tertentu untuk mendapat tanggapan.

    Seni tari adalah salah satu seni pertunjukan yang menggunakan gerakan tubuh secara berirama diiringi dengan tempo yang tertata.

    Jadi, bisa disimpulkan jika pagelaran seni tari adalah sebuah kegiatan yang mempertunjukkan gerakan tubuh berirama (tari) kepada masyarakat luas pada tempat tertentu.

    Unsur Pendukung Pagelaran Seni Tari

    1. Seni Musik

    Seni musik digunakan sebagai pengiring tari dalam sebuah pergelaran seni tari. Tanpa musik, sebuah tarian akan terasa kurang hidup dan kurang menarik untuk disaksikan.

    2. Seni Rupa

    Seni rupa diperlukan sebagai properti atau penataan setting panggung. Properti adalah semua jenis peralatan yang dibutuhkan untuk digunakan dalam pergelaran tari, baik itu dipegang atau dipakai oleh penari.

    3. Tata Busana

    Tata busana atau kostum adalah semua yang dipakai penari di atas panggung dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kostum digolongkan menjadi lima bagian, yaitu pakaian dasar, pakaian kaki, pakaian tubuh, pakaian kepala, dan aksesoris.

    4. Seni Tembang atau Sastra

    Seni tembang digunakan untuk syair iringan tari. Seni tembang merupakan seni vokal sunda dengan alat musik kecapi indung, kecapi rincik, suling, atau rebab.

    5. Tata Rias

    Tata rias digunakan untuk rias tari. Tata rias pada tari berfungsi untuk mempertegas karakter tari yang dibawakan oleh penari.

    6. Tata Lampu

    Tata lampu sebai setting panggung berfungsi untuk memberikan penerangan pada penari di atas panggung. Tidak hanya itu, keberadaan tata lampu juga berfungsi untuk menghidupkan suasana seni tari yang ditampilkan.

    7. Tata Suara

    Pengaturan tata suara terkait dengan bunyi atau volume dalam sebuah pertunjukan, sehingga penari dan penonton dapat mendengar dengan jelas lagu yang digunakan sebagai pengiring tari.

    Cabang Seni Lain yang Mendukung Pagelaran Seni Tari

    1. Seni Tari dan Seni Rupa : Dekorasi pagelaran tari yang mendukung latar dan penghayatan.

    2. Seni Tari dan Musik : Iringan tarian dengan tetabuhan musik menambah penghayatan dan lain-lain.

    3. Seni Tari dan drama : Contohnya dalam sendratari Ramayana, menari dengan unsur drama atau cerita di dalamnya.

    Unsur Pendukung Gerakan Seni Tari

    Unsur utama dalam tari adalah gerak tubuh. Agar terjadi gerak, diperlukan beberapa unsur, yaitu tenaga, ruang, waktu, dan pola lantai.

    1. Tenaga

    Pengaturan tenaga yang kurang baik akan membuat penari kelelahan sehingga kehilangan keseimbangan. Untuk tarian yang banyak menggunakan gerak cepat, seperti loncat, maka membutuhkan tenaga yang tidak sedikit.

    2. Ruang

    Pengertian ruang di dalam tari bisa dilihat dari dua sisi, yaitu: ruang pentas tempat terjadinya aktivitas menari dan ruang gerak yang dihasilkan karena gerakan dari properti dan kostum penari.

    3. Waktu

    • Panjang pendeknya durasi penampilan.
    • Ritme/irama
    • Waktu tempuh untuk perpindahan gerak.
    • Tempo yang terkait dengan cepat lambatnya suatu pola gerak.

    4. Pola Lantai

    Pola lantai adalah teknik perpindahan tempat dan arah hadap. Saat penari berpindah tempat, penari akan membentuk garis imajiner di atas lantai pentas.

    Garis imajiner yang terbentuk bisa berupa lingkaran, garis lengkung, garis lurus mendatar, garis lurus vertikal atau diagonal.

    Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Pertunjukkan Tari

    Merencanakan serta menyusun kepanitiaan. Kepanitiaan dalam hal ini dibagi menjadi 2 yaitu :

    1. Steering Comitee (panitia pengarah/penasehat pemberi petunjuk bawahannya)

    2. Organizing Comitee (panitia pelaksana, yang melaksanakan segala sesuatu dilapangan)

    Tim Dalam Pertunjukan Seni Tari

    Dalam pertunjukan seni tari, biasanya tim terbagi menjadi dua, yaitu:

    1. Tim Produksi

    Tim Produksi ini dipimpin oleh pimpinan produksi yang bertugas mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. Pimpinan produksi membawahi beberapa anggota, seperti:

    2. Sekretaris produksi

    Orang yang bertanggungjawab dalam membukkukan dan mencatat semua kegiatan yang berhubungan dengan produksi seni pertunjukan.

    3. Bendahara

    Orang yang bertanggung jawab dalam hal keuangan.

    4. Seksi Dokumentasi

    Orang yang bertanggung jawab atas dokumentasi kegiatan.

    5. Seksi Publikasi

    Orang yang bertanggung jawab dengan segala hal yang berhubungan dengan kegiatan promosi/ publikasi kepa masyarakat yang dituju.

    6. Seksi Pendanaan

    Orang yang bertanggung jawab terhadap penyediaan dana yang dibutuhkan dalam proses dan pelaksanaan pementasan seni pertunjukkan.

    7. Tiket

    Orang yang bertanggung jawab atas penjualan dan pembelian kartcis pertunjukkan.

    8. House Manager

    Orang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab terhadap pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik.

    9. Keamanan

    Orang yang bertanggung jawab terhadap sistem keamanan pertunjukkan.

    10. Akomodasi

    Orang yang bertanggung jawab terhadap segala hal yang berhubungan dengan akomodasi setiap proses pelaksanaan penyelenggaraan pertunjukan.

    11. Konsumsi

    Orang yang bertanggung jawab terhadap urusan konsumsi (pemain, tim, dan penonton).

    12. Transportasi

    Orang yang bertanggung jawab terhadap urusan penyediaan transportasi.

    13. Seksi Gedung

    Orang yang bertanggung jawab terhadap penyewaan ataupun penyediaan gedung pertunjukkan.

    14. Tim Artistik

    Tim Produksi ini dipimpin oleh seorang sutradara/koreografer yang bertugas membuat konsep dari pertunjukkan, dan mengatur alur laku dari sebuah pertunjukkan.

    Kritik Tari

    Kritik adalah kegiatan memberi apresiasi atau penghargaan terhadap sebuah karya seni tari dengan tujuan evaluasi apresiasi agar pertunjukan lebih kreatif dan inofatif. Adapun kritik tari terbagi menjadi 4 jenis, yaitu:

    1. Kritik Jurnalistik

    Kritik yang ditulis untuk pembaca surat kabar/majalah yang tujuannya untuk memberikan informasi tentang berbagai peristiwa dalam dunia berkesenian.

    2. Kritik Akademis

    Kritik akademis adalah yang diterapkan dalam suatu lembaga pendidikan berkesenian. Tujuannya yaitu mengembangkan bakat dan potensi estetis siswa.

    3. Kritik Ilmiah

    Melakukan pengkajian nilai seni secara luas, mendalam dan sistematis menggunakan metode. Tujuannya untuk menyempurnakan dan mencari nilai karya seni yang sebenar-benarnya ditentukan oleh orang berpengalaman.

    4. Kritik Populer

    Ditulis oleh sebagian besar penulis yang tidak menuntut keahlian kritis (masyarakat).

    Jenis Kritik Berdasarkan Sifatnya

    Berdasarkan sifatnya, kritik tari terbagi menjadi 2, yaitu:

    1. Konstruktif

    Adalah jenis kritik tari yang bersifat positif dan optimis serta tidak menjatuhkan seniman yang membuatnya.

    2. Destruktif

    Adalah kritik yang berisi ulasan/tanggapan yang memiliki kecenderungan bersifat pesismis negatif dan seringkali menjatuhkan semangat seniman pembuatnya.

  • Pengertian Seni Musik (Unsur, Jenis, dan Contohnya)

    Pengertian Seni Musik (Unsur, Jenis, dan Contohnya)

    Pengertian Seni Musik

    Seni musik salah satu cabang seni yang berupa bunyi, disampaikan dengan menggunakan suara serta alat musik yang harmoni. Seni musik sendiri merupakan bentuk ekspresi dari seniman yang dituangkan ke dalam karya berupa lagu.

    Seni musik pada saat ini sudah menjadi sarana hiburan yang sangat populer di semua kalangan. Baik anak muda maupun orang tua, semuanya suka musik.

    Maka tak heran jika seniman-seniman yang bergelut dalam bidang musik selalu memiliki penggemar yang jumlahnya tidak sedikit.

    Unsur Unsur Seni Musik

    Adapun unsur-unsur dalam seni musik adalah sebagai berikut:

    1. Irama

    Irama adalah ritme dari sebuah seni musik yang tujuannya untuk membuat musik menjadi lebih enak di dengar. Irama juga sering disebut sebagai gerak musik yang teratur. Artinya, ada dinamika dan gerakan yang teratur di dalam sebuah karya musik sehingga bisa menggugah gairah pendengar.

    2. Melodi

    Melodi adalah susunan nada pada sebuah seni musik. Maksud dari susunan nada adalah bagaimana si pencipta lagu bisa mengatur rendah atau tingginya nada. Setiap melodi pasti memiliki interval yang dapat di jangkau oleh suara manusia maupun suara alat musik.

    3. Birama

    Birama adalah ketukan sebuah irama di dalam sebuah musik. Birama terbagi menjadi dua macam yaitu birama bainar (penyebutannya genap) serta birama ternair (penyebutannya ganjil). Selain itu, masih ada beberapa unsur-unsur seni musik lain. Berikut diantaranya:

    • Tangga nada
    • Harmoni
    • Tempo
    • Dinamika
    • Timbre

    Jenis Jenis Musik

    1. Musik Tradisional

    Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun-menurun. Musik tradisional juga bisa disebut sebagai warisan leluhur Indoneisa. Setiap musik tradisional dari berbagai daerah memiliki instrumen lagu serta alat musik yang berbeda-beda. Contoh seni musik tradisional adalah Gambang Kromo dari Jawa, Ole Olang dari Madura, dan Kendang Kempul dari Banyuwangi.

    2. Musik Modern

    Musik modern adalah jenis musik yang merupakan perkembangan dari musik tradisional. Sifat musik modern selalu berubah dan mengikuti perkembangan jaman. Tidak hanya itu, alat musik yang digunakan pada musik modern juga selalu mengalami perkembangan.

    Perbedaan yang paling menonjol antara musik tradisional dan musik modern adalah instrumen dan alat musik yang digunakan. Contoh musik modern adalah lagu Goyang Dua Jari, lagu Syantik, lagu Selow, atau lagu Semalam Bobo Di mana dari Lucinta Luna.

    3. Musik Keroncong

    Keroncong adalah jenis musik rakyat yang sudah ada sejak jaman dahulu. Menurut sejarahnya, musik keroncong merupakan musik khas Indonesia yang memiliki hubungan historis dengan musik Portugis.

    Musik keroncong identik dengan tarikan suara nada tinggi sehingga kebanyakan musik keroncong dinyanyikan oleh perempuan. Contoh dari hasil karya seni musik keroncong yang ada adalah lagu Bengawan Solo, Selendang Sutra, Kota Solo, dan masih banyak lagi.

    Itulah pembahasan tentang pengertian musik, unsur, jenis, dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • 5 Perbedaan Film dan Sinetron, Simak Yuk!

    Perbedaan Film dan Sinetron

    Bicara tentang dunia perfilman atau sinematografi, tentu saja ada banyak hasil karya yang dituangkan di dalamnya.

    Adapun hasil karya yang paling laris saat ini adalah film dan sinetron. Ya, begitu banyak jenis sinetron dan film hadir untuk menghibur kita semua.

    Namun,  pernahkah kamu pernah berpikir tentang perbedaan film dan sinetron?

    Walaupun keduanya nyaris sama, yakni menayangkan cerita yang dilakoni artis, tapi sebenarnya ada perbedaan yang signifikan dari kedua karya tersebut.

    Lantas, apa saja perbedaan antara film dan sinetron? Berikut diantaranya:

    1. Plot Cerita yang Berbeda

    Perbedaan antara film dan sinetron yang pertama adalah plot atau alur cerita yang berbeda.

    Film berisi plot yang disusun sedemikian rupa dengan alur cerita yang cukup singkat dan tidak bertele-tele. Namun, pesan dari cerita dalam film tersebut bisa sampai ke penonton.

    Sementara, sinetron memiliki plot utuh yang dipecah ke dalam beberapa episode dan cenderung berbelit-belit. Sehingga, terkadang membuat penonton merasa bosan.

    2. Tujuan Produksi dan Penayangan yang Berbeda

    Film diproduksi dan ditayangkan perdana hanya melalui bioskop saja. Walaupun setelahnya juga bisa ditayangkan di televisi dalam momen dan waktu tertentu.

    Sedangkan, sinetron diproduksi untuk televisi serta penayangannya hanya melalui televisi dan tidak pernah ditayangkan melalui bioskop.

    3. Durasi Penayangan yang Berbeda

    Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat gemar menonton film maupun sinetron. Sehingga, terkadang mereka menginginkan durasi cerita yang cukup panjang.

    Sayangnya, film dan sinetron memiliki durasi penayangan yang berbeda.

    Film hanya memiliki durasi atau jam tayang selama kurang lebih 1 hingga 2 jam hingga jalan cerita berakhir.

    Sebaliknya, sinetron memiliki durasi atau jam tayang selama 1 jam namun dengan jadwal tayang yang rutin baik perhari maupun per minggu.

    4. Akting yang Berbeda

    Walaupun film dan sinetron menyajikan akting dari beberapa aktor dan aktris, akan tetapi ada perbedaan di dalamnya.

    Dari segi akting, sinetron cenderung lebih lebay alias berlebihan. Berbeda dengan film, akting yang diperankan oleh aktor dan aktrisnya cukup detail dan lebih logis.

    5. Sumber Penghasilan yang Berbeda

    Membahas tentang penghasilan, tentu saja industri perfilman dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang sangat banyak, tak terkecuali dalam dunia akting yakni film dan sinetron.

    Bedanya hanya dari segi sumber penghasilan yang didapatkan. Film mendapatkan penghasilan dari sponsor dan hasil penjualan tiket.

    Sedangkan sinetron sumber pengahasilannya berasal dari stasiun TV yang mau menayangkan sinetron tersebut.

    Stasiun TV mau menayangkan dan membayar sebuah sinetron jika iklannya cukup banyak. Iklan sendiri datang apabila share dan rating sinetron tersebut cukup tinggi.

    Itulah beberapa perbedaan antara film dan sinetron yang masih belum diketahui oleh banyak orang. Semoga bermanfaat ya!

    Author : Eva

  • 5 Ide Dekorasi ini Akan Menyulap Kamar Tidurmu Jadi Lebih Cantik

    Kamar tidur merupakan tempat atau ruangan paling nyaman untuk melakukan aktivitas yang bersifat privasi. Oleh sebab itu, banyak orang yang memilih kamar tidur sebagai ruangan favorit di antara ruangan lainnya di dalam rumah.

    Mengingat banyaknya waktu yang dihabiskan di dalam kamar tidur, oleh karenanya kita harus bisa membuat kamar menjadi lebih indah dan terasa lebih nyaman, yakni dengan cara mendekorasinya.

    Akan tetapi, tidak sedikit orang yang merasa kesulitan dalam melakukannya, sebab dibutuhkan kreativitas dan konsentrasi tinggi dalam menentukan tema dan membuat berbagai macam hiasan sebagai bahan dekorasinya.

    Ide Dekorasi Kamar Tidur

    Nah, bagi kamu yang ingin mendekorasi kamar agar terasa lebih indah dan nyaman namun masih belum tahu bagaimana caranya. Berikut adalah beberapa ide dekorasi kamar tidur yang bisa kamu lakukan, diantaranya:

    1. Memilih Cat Dinding dengan Warna Cerah

    Saat masuk ke dalam kamar, pandangan kita akan langsung tertuju pada dinding kamar. Oleh sebab itu, dinding kamar haruslah berwarna cerah sehingga kamu harus memilih cat dinding kamar yang memiliki warna cerah dan menarik. Kamu bisa memilih warna seperti biru langit, hijau, kuning, atau oranye.

    2. Menutupi Dinding dengan Wallpaper

    Selain dengan cat, dinding kamar juga bisa didekorasi dengan wallpaper agar terlihat lebih indah. Berbeda dengan cat dinding yang hanya memiliki warna menarik, wallpaper justru terdiri dari berbagai jenis gambar hiasan unik dan penuh motif.

    Tidak hanya sebagai hiasan dinding, wallpaper juga bisa berfungsi untuk menutupi bagian dinding yang rusak ataupun terkena noda yang sulit hilang.

    3. Meletakkan Cermin Berukuran Besar

    Tidak hanya berfungsi untuk melihat penampilan, cermin ternyata bisa dimanfaatkan sebagai dekorasi kamar tidur. Dengan meletakkan cermin di dalamnya, maka akan membuat kamar tidur terlihat lebih luas.

    Selain itu, juga bisa membuat pencahayaan di dalam kamar tidur menjadi lebih sempurna. Untuk itu, kamu bisa coba meletakkam cermin berukuran besar di dalam kamarmu.

    4. Gunakan Kumpulan Foto-Foto

    Kalau biasanya kumpulan foto-foto hanya disimpan di dalam album foto, kini kamu bisa memanfaatkan kumpulan foto-fotomu menjadi sebuah dekorasi kamar tidur yang cukup menarik. Caranya, kamu hanya perlu menempelkan foto-foto pada dinding dan hias dengan lampu LED berukuran kecil. Kamu bisa menyusunnya sesuai dengan selera.

    5. Manfaatkan Kertas Origami atau Karton

    Seperti yang kita tahu bahwa kertas origami maupun karton bisa disulap menjadi berbagai macam hiasan, misalnya seperti bunga, burung, kupu-kupu, dan masih banyak lainnya. Nah, kamu bisa memanfaatkam kertas tersebut sebagai dekorasi kamat tidur.

    Kertas origami atau karton yang sudah kamu lipat menjadi hiasan, bisa kamu tempelkan dengan urutan atau penataan sesuai dengan seleramu.

    Well, itulah beberapa ide sederhana untuk dekorasi kamar tidur yang bisa kamu coba di rumah. Ayo kembangkan kreasimu!

    Author : Eva