Menurut Gagne (1984) belajar adalah suatu proses dimana suatu organisma berubah perilakunya akibat pengalaman.
Ada tiga unsur pokok penting dalam konsep belajar adalah proses, perubahan perilaku, dan pengalaman.
- Proses: Aktivitas-aktivitas yang terjadi selama pembelajaran adalah proses mental, emosional, dan pikiran siswa. Misalnya siswa bertanya, mempelajari, menjawab, dan diskusi.
- Perubahan perilaku: Seseorang yang belajar akan mengalami perubahan perilaku sebagai akibat dari kegiatan belajarnya.
- Pengalaman: Belajar dapat dilakukan melalui pengalaman langsung maupun pengalaman tidak langsung.
Sementara, Rifa’i dan Ani (2012, h. 68) mengatakan bahwa unsur-unsur dalam belajar yaitu:
- Pembelajar, meliputi peserta didik, pembelajar dan warga belajar.
- Rangsangan (stimulus), sesuatu yang merangsang pengindaraan pembelajar agar mampu belajar optimal.
- Memori, berisi berbagai kemampuan yang berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dihasilkan dari aktivitas belajar sebelumnya.
Dengan memperhatikan pandangan dari Gagne serta Rifa’i dan Ani, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu aktivitas kompleks yang melibatkan berbagai aspek dalam diri individu.
Tidak hanya sekadar menghafal atau menerima informasi, belajar mencakup proses internal yang aktif dan dinamis, dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu dan stimulus yang diterima.
Setiap pembelajar memiliki karakteristik unik yang menentukan cara dan kecepatan mereka dalam menerima serta mengolah informasi.
Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran, penting bagi pendidik untuk memberikan stimulus yang sesuai dan variatif agar dapat mengaktifkan memori serta meningkatkan motivasi belajar.





