SASTRAWACANA.id – Di tengah euforia pencairan Bansos PKH dan BPNT di awal Februari 2026 ini, masyarakat diminta untuk ekstra waspada terhadap gelombang penipuan siber yang semakin canggih.

Sejak pagi tadi, tim Sastrawacana menerima banyak laporan mengenai pesan berantai di WhatsApp yang berisi tawaran “Dana Kaget” hingga “Bonus Saldo Bansos” dengan menyematkan link (tautan) yang mencurigakan.

Penjahat siber memanfaatkan antusiasme masyarakat yang sedang menantikan bantuan pemerintah untuk menjebak korban.

Sekali kamu mengeklik link tersebut, risiko kehilangan data pribadi hingga saldo di rekening bank menjadi ancaman yang sangat nyata.

Baca juga: Waspada NIK Dicatut Orang Lain! Cara Cek Nomor HP yang Terdaftar atas Nama NIK KTP Anda, Segera ‘Unreg’ Jika Ada Nomor Asing!

Bagaimana Cara Penipu Menjebak Kamu?

Modus yang paling sering ditemukan di tahun 2026 ini adalah phishing atau pengelabuan. Penipu akan mengirimkan pesan dengan narasi yang sangat meyakinkan, seperti:

  • “Selamat! Nomor HP Anda terpilih menerima Dana Kaget Rp500.000 dari Pemerintah. Klik link ini untuk klaim.”
  • “Pendaftaran Bansos Tambahan Februari 2026 segera ditutup. Cek nama Anda di sini sebelum kuota habis.”

Ketika link tersebut diklik, kamu akan diarahkan ke situs palsu yang tampilannya sangat mirip dengan situs resmi pemerintah.

Di sana, kamu akan diminta memasukkan nomor KTP, nomor HP, hingga kode OTP (One-Time Password) perbankan kamu. Inilah saat di mana mereka mulai menguras isi rekening atau akun dompet digitalmu.

Ciri-Ciri Link Penipuan yang Wajib Diwaspadai

Agar kamu tidak menjadi korban berikutnya, perhatikan ciri-ciri berikut ini:

  • Alamat Link yang Aneh: Situs resmi pemerintah selalu menggunakan domain .go.id. Jika link yang dikirimkan menggunakan domain gratisan seperti https://www.google.com/search?q=.blogspot.com, .xyz, .online, atau pendekan link seperti bit.ly yang tidak jelas tujuannya, segera hapus pesan tersebut.
  • Meminta Kode OTP atau PIN: Instansi pemerintah manapun tidak pernah meminta kode OTP atau PIN melalui website atau pesan singkat. OTP adalah kunci rahasia milikmu sendiri.
  • Tekanan Waktu: Penipu sering menggunakan kata-kata “Segera”, “Batas Waktu Tinggal 1 Jam”, atau “Kuota Terbatas” agar korban panik dan tidak sempat berpikir panjang.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terlanjur Klik?

Jika kamu atau keluargamu secara tidak sengaja sudah mengeklik link tersebut dan memasukkan data:

  • Segera Ubah Password: Ganti kata sandi m-banking dan akun media sosialmu.
  • Hubungi Call Center Bank: Minta pemblokiran sementara jika kamu sempat memasukkan data kartu ATM atau kode OTP.
  • Laporkan Nomor Penipu: Gunakan fitur “Report and Block” di WhatsApp agar nomor tersebut tidak memakan korban lain.

Saluran Informasi Resmi Bansos 2026

Ingat, informasi resmi mengenai bantuan sosial hanya bersumber dari kanal resmi Kementerian Sosial (kemensos.go.id) atau akun media sosial resmi yang bercentang biru.

Pastikan kamu selalu melakukan cross-check informasi melalui website Sastrawacana.id yang berkomitmen menyajikan berita valid untuk masyarakat.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.