Jelaskan Perbedaan Antara Meteoroid, Meteor, dan Meteorit

Sastrawacana.id

Perbedaan Meteoroid, Meteor, dan Meteorit
Perbedaan Meteoroid, Meteor, dan Meteorit (Pexels/Aleksandar Pasaric)

Meteoroid, meteor, dan meteorit adalah tiga istilah yang sering digunakan untuk menyebut benda-benda langit yang masuk ke atmosfer Bumi.

Sebelum mengetahui perbedaan, alangkah baiknya mengetahui definisi masing-masing terlebih dahulu.

Apa Itu Meteoroid?

Meteoroid adalah objek kecil dari materi luar angkasa yang berada di ruang antara planet.

Meteoroid biasanya terdiri dari batuan, logam, atau campuran keduanya dan dapat memiliki ukuran dari debu hingga beberapa meter dalam diameter.

Apa Itu Meteor?

Meteor atau yang sering disebut “bintang jatuh” terjadi ketika meteoroid memasuki atmosfer bumi dan mulai terbakar akibat gesekan dengan udara.

Proses pembakaran ini menghasilkan streak cahaya yang dapat terlihat dari permukaan bumi.

Apa Itu Meteorit?

Meteorit adalah sisa dari meteoroid yang berhasil mencapai permukaan bumi tanpa sepenuhnya terbakar di atmosfer.

Ini adalah fragmen keras dari meteoroid yang bertahan dari proses pemanasan dan mencapai permukaan bumi sebagai batuan atau logam.

Perbedaan Antara Meteoroid, Meteor, dan Meteorit

1. Lokasi

  • Meteoroid: Benda langit kecil yang terbuat dari batu, logam, atau es yang melayang di luar angkasa. Meteoroid umumnya berukuran lebih kecil dari sebutir pasir.
  • Meteor: Meteoroid yang memasuki atmosfer Bumi dan terbakar karena gesekan dengan atmosfer. Meteor terlihat sebagai garis cahaya di langit malam.
  • Meteorit: Bagian dari meteor yang berhasil mencapai permukaan Bumi. Meteorit dapat berupa batu, logam, atau campuran keduanya.

2. Ukuran

  • Meteoroid: Biasanya berukuran kurang dari 1 milimeter.
  • Meteor: Biasanya berukuran antara sebutir pasir hingga sebesar bola basket.
  • Meteorit: Dapat bervariasi dalam ukuran, dari beberapa gram hingga beberapa ton. Meteorit terbesar yang pernah ditemukan di Bumi adalah Hoba Meteorite di Namibia, yang memiliki berat sekitar 60 ton.

3. Komposisi

  • Meteoroid: Terbuat dari batu, logam, atau es.
  • Meteor: Komposisinya sama dengan meteoroid, tetapi karena terbakar di atmosfer, meteoroid mungkin mengandung partikel debu dan gas.
  • Meteorit: Dapat berupa batu (meteorit berbatu), logam (meteorit besi), atau campuran keduanya (meteorit besi-batu).

4. Fenomena yang Teramati

  • Meteoroid: Tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
  • Meteor: Terlihat sebagai garis cahaya di langit malam, yang sering disebut sebagai bintang jatuh.
  • Meteorit: Dapat dilihat di permukaan Bumi setelah jatuh dari atmosfer. Meteorit yang besar dapat menyebabkan kawah di permukaan Bumi.

Singkatnya, meteoroid adalah objek kecil di ruang antar planet, meteor adalah cahaya yang kita lihat ketika meteoroid terbakar di atmosfer bumi, dan meteorit adalah bagian dari meteoroid yang berhasil mencapai permukaan bumi.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia