Mengapa modernisasi di bidang industrialisasi dapat meningkatkan pengangguran?

Sastrawacana.id

modernisasi di bidang industrialisasi
modernisasi di bidang industrialisasi (pexels/Vanessa Loring)

Modernisasi di bidang industrialisasi meskipun membawa banyak manfaat seperti peningkatan efisiensi dan produktivitas, memang dapat meningkatkan pengangguran dalam jangka pendek.

Berikut beberapa alasannya:

1. Otomatisasi dan Substitusi Tenaga Kerja

Modernisasi dalam industrialisasi memang membawa banyak manfaat, namun tak lepas dari dampak negatifnya.

Salah satu yang dikhawatirkan adalah pengurangan tenaga kerja akibat otomatisasi dan peningkatan efisiensi.

Penggunaan mesin dan robot dalam proses produksi dapat menggantikan tugas-tugas manual yang sebelumnya dilakukan oleh manusia.

Hal ini terlihat jelas di pabrik-pabrik modern, seperti penggunaan robot di perakitan mobil yang menggantikan pekerjaan menyusun dan mengelas komponen.

Selain itu, modernisasi juga meningkatkan efisiensi produksi.

Artinya, dengan teknologi dan mesin baru, lebih banyak produk dapat dihasilkan dengan lebih sedikit tenaga kerja.

Hal ini berpotensi menyebabkan pemutusan hubungan kerja bagi beberapa karyawan, terutama yang pekerjaannya mudah digantikan oleh mesin.

Dampak ini lebih terasa di industri padat karya, seperti tekstil dan manufaktur, yang mengandalkan banyak tenaga kerja manual.

Relokasi industri ke negara dengan biaya tenaga kerja lebih murah juga bisa memperparah situasi.

2. Keterampilan yang Tidak Sesuai

Modernisasi di bidang industrialisasi tak hanya mengubah cara kerja, tetapi juga jenis pekerjaan yang tersedia.

Pekerjaan yang membutuhkan keterampilan manual dan repetitif seperti menyusun dan mengelas komponen pabrik, lebih rentan tergantikan oleh mesin.

Di sisi lain, kebutuhan akan keterampilan kognitif dan kreatif justru meningkat. Pekerjaan yang membutuhkan analisis data, desain, dan pemecahan masalah menjadi lebih dicari.

Pergeseran ini dapat memicu kesenjangan keterampilan bagi pekerja yang tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan.

Hal ini menyebabkan mereka berisiko kehilangan pekerjaan, terutama bagi pekerja yang kurang terampil atau yang tinggal di daerah pedesaan dengan akses pendidikan dan pelatihan yang terbatas.

3. Dampak Terhadap Industri Tertentu

Industri padat karya, seperti tekstil dan manufaktur, sangat rentan terhadap dampak negatif modernisasi.

Hal ini karena industri ini mengandalkan banyak tenaga kerja manual untuk melakukan tugas-tugas repetitif yang mudah digantikan oleh mesin dan robot.

Dampak ini diperparah dengan relokasi industri ke negara-negara dengan biaya tenaga kerja yang lebih murah.

Hal ini menyebabkan hilangnya lapangan kerja di negara-negara maju, dimana biaya tenaga kerja umumnya lebih tinggi.

4. Dampak Jangka Pendek vs Jangka Panjang

Meskipun modernisasi dapat meningkatkan pengangguran dalam jangka pendek, penting untuk diingat bahwa dampak ini tidak permanen.

Dalam jangka panjang, modernisasi justru dapat menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor, seperti teknologi, desain, dan layanan.

Kesimpulan

Modernisasi di bidang industrialisasi merupakan proses yang kompleks dengan berbagai dampak, termasuk peningkatan pengangguran dalam jangka pendek.

Namun, dengan kebijakan dan program yang tepat, dampak negatif ini dapat dikurangi dan manfaat modernisasi dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia