Lifestyle

Freelance: Pengertian, Keuntungan, Contoh, dan Tips Agar Sukses

Di era digital saat ini, dunia kerja sangat cepat mengalami perubahan dan pertumbuhan. Salah satu buktinya adalah dengan berkembangnya profesi dan sistem kerja yang baru.

Salah satu sistem kerja yang saat ini cukup populer, khususnya bagi kalangan anak muda adalah freelance.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren pekerjaan freelance meningkat secara signifikan, terutama karena perkembangan teknologi yang memungkinkan kolaborasi jarak jauh sehingga komunikasi jadi lebih mudah.

Nah, bicara tentang freelance, mungkin kamu sudah sering mendengar istilah freelance, kan?

Tapi, meskipun istilah ini sudah cukup familiar, nyatanya tak sedikit yang masih bingung apa arti freelance dan bagaimana sistem kerjanya sehingga bisa diminati oleh generasi muda.

Untuk itu, Sastrawacana.id akan menjelaskan apa itu freelance secara lengkap, mulai dari pengertian, sistem kerja, potensi, manfaat, hingga tips untuk menjadi freelancer sukses.

Baca juga: Apa Itu Supervisor? Ini Pengertian dan Tugasnya dalam Lingkungan Kerja

Pengertian Freelance

Freelance adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang secara mandiri atau bebas, tanpa adanya ikatan kontrak jangka panjang dengan satu perusahaan atau organisasi tertentu.

Dalam bahasa sederhana, freelance artinya adalah pekerjaan lepas yang dilakukan seseorang tanpa jadwal kerja dan tidak terikat dengan sebuah perusahaan.

Seseorang yang bekerja freelance disebut freelancer yang kerjanya bebas dan fleksibel waktu sehingga tidak memiliki jadwal kerja yang pasti.

Freelancer dapat bekerja sesuai dengan keinginan dan kenyamanannya. Semisal nyaman bekerja di malam hari, maka dapat dilakukan di malam hari.

Namun, meski tidak ada jadwal kerja, freelance tetap memiliki deadline pekerjaan. Jadi, sebisa mungkin freelancer harus menyelesaikan pekerjaannya dalam tenggat waktu yang ditentukan.

Baca juga: 7 Cita-Cita yang Bagus Bagi Generasi Milenial dengan Upah Menjanjikan

kerja freelance
Kerja freelance tidak terikat waktu dan tempat (pexels.com/Mikhail Nilov)

Sistem Kerja Freelance

Layaknya pekerjaan lain, menjadi freelancer juga harus menjalin hubungan dengan klien atau perusahaan. Jadi, antara freelancer dengan klien tetap ada kesepakatan.

Umumnya kesepakatan itu hanya berupa lisan, meski ada beberapa yang melakukan kerjasama kontrak melalui hitam di atas putih.

Tapi pada intinya, klien menyewa jasa freelancer untuk menyelesaikan sebuah tugas. Nah, tugas tersebut harus diselesaikan oleh freelancer pada tenggat waktu yang telah disepakati.

Biasanya freelancer hanya pergi ke kantor jika ada meeting atau laporan mengenai progres kerja. Jika lokasi tidak memungkinkan, alias jauh, maka bisa dibincangkan melalui platform online seperti Zoom.

Terlihat mudah dan nyaman, tapi tak mudah menjadi freelancer sukses. Dibutuhkan pengetahuan serta skill mendalam tentang suatu bidang tertentu.

Selain itu, freelancer juga harus memiliki koneksi yang luas serta kredibilitas agar jasanya digunakan oleh pihak lain.

Untuk menjadi freelance sukses akan kita bahas pada poin selanjutnya. Jadi, baca artikel ini sampai habis, ya!

Baca juga: 10 Asuransi Pendidikan Anak Terbaik Lengkap dengan Brosurnya

Keuntungan Freelance

Menjadi seorang freelancer memberikan sejumlah keuntungan bagi yang ingin mengambil jalur karier ini. Berikut ini adalah beberapa keuntungan menjadi freelancer:

1. Fleksibel Waktu

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kerja freelance adalah kerja lepas yang tidak terikat oleh waktu. Maka, ini menjadi sebuah keuntungan yang tidak akan didapat oleh pekerja full time.

Freelancer memiliki jam kerja yang fleksibel dan kontrol penuh atas pekerjaan sehingga dapat melakukan aktivitas lainnya tanpa ada batasan.

Sistem kerja seperti ini tampaknya menjadi harapan dari sebagian besar generasi muda saat ini. Sebab, anak muda cenderung mudah merasa bosan, apalagi harus duduk di kantor selama berjam-jam.

2. Fleksibel Tempat

Selain tidak ada jadwal kerja, freelancer juga tidak terikat tempat, alias bisa bekerja di mana saja sesuai dengan kenyamanan.

Meski sedang menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan, freelancer tetap dapat mengerjakan tugasnya di mana saja tanpa harus ke kantor setiap hari.

Bahkan, beberapa freelancer sering menyelesaikan tugasnya di kafe, taman, dan tempat-tempat yang dirasa nyaman. Jadi, bisa dibilang bahwa freelancer itu bekerja sambil jalan-jalan.

3. Tarif Ditentukan Sendiri

Keuntungan menjadi freelance adalah dapat menentukan tarif sendiri. Jadi, setiap freelancer memiliki tarifnya sendiri yang bervariasi.

Beberapa jenis tarif freelancer yang umum digunakan saat ini seperti hitungan jam, hitungan hari, hingga hitungan per proyek.

Urusan tarif memang ditentukan oleh freelancer sendiri, namun tetap ada negosiasi dengan perusahaan untuk mencapai sebuah kesepakatan.

Ketika freelancer memiliki rekam jejak yang baik dan jam terbang tinggi, maka tarifnya bisa cukup fantastis, bahkan melebihi gaji bulanan pegawai kantoran.

Baca juga: 15 Peluang Bisnis dengan Modal Kecil di Bawah 1 Juta

4. Memiliki Banyak Relasi

Menjadi seorang freelancer juga memungkinkan kita untuk memiliki relasi yang luas secara profesional.

Dengan banyak relasi dari berbagai pihak, tentu saja dapat meningkatkan potensi karier dan kesempatan berkolaborasi dengan banyak perusahaan.

5. Dapat Bekerja Ganda

Karena fleksibel waktu dan tempat, freelancer dapat bekerja sama dengan lebih dari satu klien.

Waktu ditentukan oleh freelancer sendiri sehingga dapat membagi waktu untuk mengerjakan beberapa job freelance sekaligus.

Namun, usahakan untuk menyelesaikan tugas tepat waktu untuk menunjukkan bahwa kita profesional dan bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan.

Jika tidak mampu membagi waktu, maka tidak perlu mengambil beberapa job karena bisa membuat kita keteteran.

contoh freelance
Contoh pekerjaan freelance (pexels.com/Vlada Karpovich)

Contoh Kerja Freelance

Ada banyak contoh pekerjaan freelance yang saat ini dilakukan oleh freelancer di luar sana.

Agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa daftar pekerjaan freelance di rumah yang umum dilakukan oleh para freelancer:

1. Freelance Penulisan dan Penyuntingan

Jika kita memiliki kemampuan menulis, maka itu bisa menjadi modal untuk menjadi seorang freelancer writer.

Sebab, kemampuan menulis saat ini dibutuhkan banyak orang. Misalnya sebagai penulis artikel, konten blog, naskah iklan, buku, atau menyunting dan mengoreksi tulisan untuk klien.

Salah satu pekerjaan freelance yang paling populer saat ini adalah sebagai content writer yang tugasnya menulis narasi serta deskripsi sesuai kebutuhan dari klien.

2. Freelance Desain Grafis

Contoh freelance yang populer selanjutnya adalah desain grafis. Saat ini, ada begitu banyak desainer yang bekerja dari rumah sebagai freelance.

Adapun jenis pekerjaan yang biasa dilakukan seperti membuat desain logo, brosur, kartu nama, poster, infografis, atau desain visual lainnya untuk kebutuhan klien.

Bahkan, jika kita sudah memiliki nama dan kepercayaan banyak pihak, kita dapat membuka agensi sendiri yang menjual jasa untuk memproduksi desain.

3. Penerjemahan

Pekerjaan freelance yang satu ini sudah ada sejak dulu, tapi semakin populer belakangan ini.

Sebagai penerjemah, tugas kita adalah menerjemahkan dokumen, materi pemasaran, situs web, atau konten lain dari satu bahasa ke bahasa lain.

Jika kita memiliki kemampuan berbahasa asing, tak ada salahnya mencoba menjadi freelancer. Ada banyak situs freelance Indonesia yang mencari jasa penerjemah.

Baca juga: Mengenal Habit Tracker, Manfaat, dan Cara Menerapkannya

4. Pengembangan Web dan Desain

Pekerjaan freelance yang saat ini dicari banyak orang adalah sebagai pengembang dan merancang situs web serta aplikasi.

Sebab, hampir semua perusahaan saat ini sudah mulai beralih ke dunia digital, sehingga jasa freelance seperti ini sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan.

5. Digital Marketing

Contoh pekerjaan digital marketing adalah manajemen media sosial, optimasi mesin pencari (SEO), kampanye iklan online, atau pembuatan konten pemasaran.

Pekerjaan ini sangat cocok buat kamu yang kreatif untuk memproduksi konten-konten menarik. Biasanya, digital marketing adalah pekerjaan freelance untuk mahasiswa.

Sebab, mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik dan kreatif dalam menciptakan konten untuk mempromosikan produk tertentu.

6. Fotografi dan Videografi

Hobi fotografi dan buat video? Kenapa tidak jadi freelancer saja?

Saat ini, jasa fotografi dan videografi sangat dibutuhkan oleh banyak pihak, baik perusahaan maupun perorangan.

Apalagi saat ini kita hidup di dunia digital, dimana banyak konten kreator seperti Youtuber yang tentu saja membutuhkan jasa videografi profesional.

Selain itu, kita juga bisa menawarkan jasa fotografi atau videografi untuk berbagai acara, pernikahan, iklan, atau proyek komersial.

7. Konsultasi Bisnis dan Keuangan

Jika kita memiliki pengalaman bisnis dan pengetahuan tentang manajemen keuangan, maka kita juga bisa menjadi freelancer dalam bidang tersebut.

Kita dapat berkontribusi dalam memberikan konsultasi kepada klien tentang manajemen, keuangan, atau pemasaran kepada klien yang membutuhkannya.

8. Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pernah lihat orang yang memberi kelas di seminar? Ya, pembicara itu adalah seorang freelancer dalam bidang pelatihan dan pengembangan SDM.

Mereka menyediakan pelatihan yang sesuai dengan bidangnya. Semisal untuk urusan Sumber Daya Manusia, mentor akan memberi materi seputar pengelolaan karyawan untuk mengembangkan perusahaan.

Contoh lain jika mentor ahli di bidang pemasaran, maka ilmu tentang memasarkan produk dan strategi berbisnis yang akan diberikan.

9. Voice-over dan Dubbing

Jika kita memiliki keterampilan mengolah vokal, itu bisa jadi jembatan untuk bekerja freelance. Kita bisa menawarkan jasa dubbing untuk iklan, film, video, atau presentasi audio.

Baca juga: 7 Contoh Soal Tes Psikotes dan Cara Mengerjakannya

10. Analisis Data

Ada satu lagi jenis pekerjaan freelance yang cukup populer saat ini, yaitu freelance data analyst.

Pekerjaannya adalah menganalisis data, membuat laporan, dan memberikan wawasan bisnis berdasarkan data yang ada.

freelance sukses
Freelance Sukses (Pexels.com/Anna Shvets)

Tips Menjadi Freelance Sukses

Berikut adalah beberapa tips untuk menjadi seorang freelancer sukses:

1. Fokus Satu Bidang

Jika ingin menjadi freelancer yang punya citra baik, maka hendaknya kita harus fokus pada satu bidang tertentu sesuai dengan bakat dan minat.

Dengan fokus, kita dapat meningkatkan keterampilan lebih cepat hingga menjadi ahli, daripada terlalu banyak menggarap berbagai bidang.

2. Membuat Portofolio yang Menarik

Sebelum menawarkan jasa kepada klien, kita harus membuat portofolio yang menarik dan lengkap untuk mencerminkan keterampilan dan pengalaman.

Tak lupa juga, sertakan sampel kerja yang pernah kita selesaikan sebelumnya untuk menunjukkan kepada calon klien.

Dengan portofolio yang menarik dan pengalaman yang tinggi, maka dapat meningkatkan ketertarikan calon klien untuk menggunakan jasa kita.

Baca juga: 7 Cara Mendapatkan Uang dari Tiktok Untuk Pemula

3. Menjaga Kualitas Pekerjaan

Sebagai freelance, menyelesaikan pekerjaan adalah sebuah kewajiban. Tapi, lebih baik lagi jika pekerjaan dituntaskan dengan baik, bukan asal selesai saja.

Sebab kualitas kerja yang baik dan tepat waktu adalah kunci untuk membangun hubungan baik dengan klien.

Ketika klien puas dengan hasil kerja kita, tidak menutup kemungkinan klien akan menggunakan kembali jasa kita. Klien juga bisa mempromosikan jasa kita kepada orang lain.

4. Membangun Citra

Kita harus dapat membangun citra yang baik agar semakin meyakinkan di mata klien. Kita dapat memanfaatkan platform online dan jejaring sosial untuk mempromosikan diri dan membagikan portofolio.

Buat profil profesional yang menarik, sampaikan nilai yang kita tawarkan, dan aktiflah dalam komunitas untuk membangun jaringan demi mendapatkan peluang kerja baru.

5. Mengatur Keuangan dengan Baik

Sebagai seorang freelancer, kita tidak memiliki gaji bulanan. Maka dari itu, kita harus benar-benar mengatur keuangan dengan baik.

Kesalahan yang umum terjadi adalah ketika freelancer terlena dengan penghasilan tinggi kemudian menghambur-hamburkan uang begitu saja.

Padahal, jika mendapat penghasilan tinggi, dapat kita gunakan untuk membeli produk yang berguna untuk mendukung pekerjaan kita.

Semisal kita adalah freelancer design grafis, maka jika ada rezeki lebih, hendaknya membeli barang yang dapat digunakan untuk bekerja, seperti komputer dengan spek yang lebih tinggi.

6. Jalin Hubungan yang Baik dengan Klien

Jangan lupa untuk tetap menjaga etika dan sopan santun kepada klien. Saat menawarkan jasa, komunikasikan dengan baik, dengarkan kebutuhan klien, dan berikan informasi secara detail.

Jalin hubungan kerja yang baik dengan klien dengan memberikan layanan yang memuaskan dan profesional.

Kendati pekerjaan sudah selesai, hendaknya tetap menjaga komunikasi karena ada kemungkinan klien akan menggunakan jasa kita kembali di kemudian hari.

7. Terus Belajar dan Mengembangkan Keterampilan

Industri dan teknologi terus berkembang, jadi pastikan kita selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang yang digeluti.

Investasikan waktu untuk mengembangkan keterampilan baru dengan belajar, bisa dari buku maupun media lainnya agar tetap kompetitif di pasar.

8. Menjaga Keseimbangan dalam Hidup

Kendati kita berupaya untuk bekerja sebaik mungkin, tapi penting juga untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Tetapkan batas waktu kerja yang jelas, beristirahatlah dengan cukup, dan luangkan waktu untuk kegiatan yang menyenangkan di luar pekerjaan.

Hal ini akan membantu kita tetap produktif dan menjaga kesehatan fisik. Ketika fisik bugar, maka pekerjaan dapat diselesaikan dengan lancar.

Baca juga: 6 Cara Mendapatkan Uang dari Google, Efektif di Tahun 2023

9. Bangun Jaringan Profesional

Menjadi freelancer tidak boleh individual. Artinya, kita juga harus menjalin hubungan dengan profesional lain, khususnya dengan sesama pekerja lepas.

Jika memungkinkan, kita juga dapat terlibat dalam acara-acara yang berkaitan dengan pekerjaan atau komunitas untuk berbagi pengetahuan, mendapatkan inspirasi, dan memperluas jaringan.

10. Berani Mengambil Peluang dan Tantangan

Dan yang tak kalah penting juga adalah jangan takut untuk mengambil proyek-proyek baru yang menantang dan melangkah keluar dari zona nyaman kita.

Sebab, peluang baru sering kali menjadi pintu menuju pertumbuhan dan pengembangan karier yang lebih baik.

Jika kita diberi tawaran pekerjaan yang sulit, jangan langsung ditolak. Selagi masih dalam industri atau bidang yang sama, kita dapat mempelajarinya atau berkolaborasi dengan freelancer lain.

Nah, itulah pembahasan tentang apa itu freelancer, keuntungan menjadi freelancer, contoh pekerjaan, dan tips agar menjadi freelancer sukses.

Semoga artikel ini bermanfaat, jangan lupa ikuti Google Berita Sastrawacana.id agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya.

Author: Maulana Affandi

Adblock Detected

Harap Matikan Ad Blocker :)