Diskusikanlah faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas harga permintaan, dan apa yang menyebabkan permintaan suatu barang atau jasa dikatakan menjadi lebih elastis atau tidak elastis?

Sastrawacana.id

faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas harga permintaan
faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas harga permintaan (pexels/Polina Tankilevitch)

Diskusikanlah faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas harga permintaan, dan apa yang menyebabkan permintaan suatu barang atau jasa dikatakan menjadi lebih elastis atau tidak elastis? Berikan contoh masing-masing.

Jawaban:

Elastisitas harga permintaan menunjukkan seberapa besar perubahan kuantitas barang yang diminta akibat perubahan harga barang tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas harga permintaan antara lain:

1. Ketersediaan Barang Pengganti (Substitusi)

Semakin banyak barang pengganti yang tersedia, semakin elastis permintaan suatu barang.

Contoh: Permintaan beras akan lebih elastis jika banyak tersedia jenis karbohidrat lain seperti jagung, singkong, atau gandum.

2. Persentase Pengeluaran untuk Barang

Semakin besar persentase pengeluaran yang digunakan untuk membeli suatu barang, semakin elastis permintaannya.

Contoh: Permintaan sabun mandi akan lebih elastis dibandingkan permintaan mobil mewah karena sabun mandi merupakan kebutuhan pokok dengan persentase pengeluaran yang lebih kecil.

3. Kebutuhan vs Barang Mewah

Permintaan barang kebutuhan pokok (elastis) umumnya lebih elastis daripada permintaan barang mewah (inelastis).

Contoh: Permintaan beras (kebutuhan pokok) akan lebih elastis dibandingkan permintaan perhiasan berlian (barang mewah).

4. Jangka Waktu Analisis

Dalam jangka panjang, permintaan umumnya lebih elastis dibandingkan jangka pendek.

Contoh: Konsumen mungkin beralih ke kendaraan lain jika harga bensin naik dalam jangka panjang, namun dalam jangka pendek mereka mungkin hanya mengurangi penggunaan bensin.

5. Loyalitas Merek

Semakin tinggi loyalitas konsumen terhadap suatu merek, semakin inelastis permintaannya.

Contoh: Konsumen setia produk Apple mungkin tidak beralih ke merek lain meskipun harga produk Apple naik.

6. Produk yang Membuat Kecanduan

Permintaan produk yang membuat kecanduan, seperti rokok, umumnya inelastis.

Konsumen pecandu rokok mungkin tetap membeli rokok meskipun harganya naik karena sulit untuk berhenti merokok.

Faktor Lain:

  • Kebiasaan Konsumen: Kebiasaan konsumen dalam membeli suatu barang dapat memengaruhi elastisitas permintaan.
  • Tingkat Pendapatan: Konsumen dengan pendapatan tinggi umumnya memiliki permintaan yang lebih elastis untuk barang-barang tertentu.
  • Ketersediaan Informasi: Semakin banyak informasi yang tersedia tentang produk dan harga alternatif, semakin elastis permintaannya.

Contoh Permintaan Barang/Jasa yang Elastis dan Inelastis

Elastis:

  • Sabun mandi: Banyak tersedia sabun mandi dengan merek dan harga berbeda, sehingga konsumen mudah beralih ke merek lain jika harga sabun mandi naik.
  • Tiket pesawat: Tersedia berbagai maskapai penerbangan dengan harga tiket yang bervariasi, sehingga konsumen dapat memilih maskapai lain jika harga tiket pesawat naik.
  • Jasa potong rambut: Banyak salon potong rambut dengan harga yang berbeda, sehingga konsumen dapat memilih salon lain jika harga potong rambut di salon langganan naik.

Inelastis:

  • Obat-obatan: Konsumen yang membutuhkan obat tertentu mungkin tidak memiliki pilihan lain selain membeli obat tersebut meskipun harganya naik.
  • Air minum: Air minum merupakan kebutuhan pokok yang sulit disubstitusi, sehingga permintaannya cenderung inelastis.
  • Bensin: Dalam jangka pendek, konsumen mungkin sulit beralih ke kendaraan lain atau mengurangi penggunaan bensin meskipun harga bensin naik.

Pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas harga permintaan dapat membantu perusahaan dalam menentukan strategi penetapan harga dan memperkirakan dampak perubahan harga terhadap permintaan produk.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia