CEO Amazon Dituduh Langgar UU Ketenagakerjaan Karena Melarang Serikat Pekerja

Sastrawacana.id

Andy Jassy
Andy Jassy (wsj)

CEO Amazon Andy Jassy melanggar undang-undang ketenagakerjaan ketika membuat “pernyataan paksaan” tentang serikat pekerja selama wawancara yang dilakukan pada tahun 2022, seorang hakim untuk Dewan Hubungan Nasional (NLRB) memutuskan pada hari Rabu.

Putusan tersebut, yang berasal dari pengaduan yang diajukan pada Oktober 2022, mengutip tiga contoh di mana Jassy berkomentar negatif tentang serikat pekerja.

Selama wawancara dengan CNBC pada April 2022, Jassy mengatakan karyawan “lebih baik” tidak membentuk serikat pekerja.

Baca juga: Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) Tuduh petinggi Amazon Telah Hilangkan Bukti Potensial dengan Menggunakan Aplikasi Seperti Signal

Jassy membuat pernyataan serupa selama acara DealBook The New York Times dan Bloomberg’s Technology Summit.

“Apa yang kami katakan kepada karyawan kami di pusat pemenuhan kami adalah bahwa kami pikir mereka lebih baik tanpa serikat pekerja karena beberapa alasan,” kata Jassy di DealBook Summit. “Salah satunya adalah kami mencoba mempekerjakan orang yang kamiberdayakan, jika mereka menemukan cara yang dapat membuat pengalaman lebih baik bagi pelanggan atau rekan tim mereka, mereka dapat memperbaikinya. Anda tahu, mereka, mereka tidak harus melalui serikat pekerja. Ini tidak birokrasi, tidak lambat.”

Dalam putusannya, Hakim NLRB Brian Gee mengatakan bahwa pernyataan Jassy “mengancam karyawan,” yang berarti “jika mereka memilih serikat pekerja, mereka akan menjadi kurang diberdayakan dan akan kesulitan menyelesaikan sesuatu dengan cepat.”

Hakim Gee merekomendasikan agar Amazon berhenti dan tidak membuat pernyataan ancaman tentang serikat pekerja.

Dia juga merekomendasikan agar Amazon memasang pemberitahuan di fasilitasnya yang mengingatkan pekerja tentang hak-hak mereka.

“Kami sangat tidak setuju bahwa any bagian dari komentar ini tidak pantas dan berniat untuk mengajukan banding,” kata juru bicara Amazon Mary Kate Paradis, dikutip dari The Verge.

“Keputusan tersebut mencerminkan keadaan buruk dari hak-hak kebebasan berbicara saat ini, dan kami tetap optimis bahwa kami dapat terus terlibat dalam diskusi yang wajar tentang masalah-masalah ini di mana semua perspektif memiliki kesempatan untuk didengar.”

Amazon memiliki sejarah kelam dengan NLRB. Perusahaan ini telah menghadapi banyak pelanggaran dan pengaduan undang-undang ketenagakerjaan di masa lalu dan bahkan mengklaim bahwa badan tersebut tidak konstitusional.

Sumber: The Verge

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia