Menahan diri dari perbuatan jelek dan merasa sangat tidak enak hati jika melakukan perbuatan tercela adalah pengertian?

Sastrawacana.id

malu
malu (pexels/Pragyan Bezbaruah)

Menahan diri dari perbuatan jelek dan merasa sangat tidak enak hati jika melakukan perbuatan tercela adalah pengertian rasa malu.

Rasa malu adalah perasaan internal yang muncul ketika seseorang menyadari bahwa perilaku atau tindakan yang mereka lakukan bertentangan dengan norma atau nilai-nilai moral yang dianggap baik.

Rasa malu dapat mendorong seseorang untuk menghindari perbuatan yang tidak pantas atau tidak etis, serta memotivasi mereka untuk bertindak sesuai dengan standar moral yang diakui oleh masyarakat atau kelompoknya.

Baca juga: Berkata lemah lembut dan bertingkah laku halus dan baik merupakan pengertian?

Rasa malu memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu:

  • Menahan diri dari perbuatan tercela: Seseorang yang memiliki rasa malu akan berusaha menghindari melakukan perbuatan yang dianggap tercela, seperti mencuri, berbohong, atau menyakiti orang lain.
  • Merasa tidak enak hati: Jika seseorang melakukan perbuatan tercela, dia akan merasa bersalah dan menyesal. Perasaan ini dapat mendorongnya untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut di masa depan.
  • Menjaga harga diri: Rasa malu membantu seseorang untuk menjaga harga diri dan martabatnya. Orang yang memiliki rasa malu akan berusaha untuk berperilaku baik dan terhormat agar tidak dicap sebagai orang yang buruk.

Baca juga: Bagaimana sikap toleran dapat membantu membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat yang beragam?

Rasa malu merupakan sifat yang terpuji dan bermanfaat bagi kehidupan. Orang yang memiliki rasa malu akan lebih terhindar dari perbuatan tercela dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Rasa malu juga dapat membantu menjaga hubungan baik dengan orang lain, karena orang yang memiliki rasa malu akan berusaha untuk menghormati dan tidak menyakiti orang lain.

Rasa malu dapat dipelajari dan ditumbuhkan sejak kecil. Orang tua dan pendidik memiliki peran penting dalam menanamkan rasa malu pada anak-anak.

Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan contoh yang baik, mengajarkan nilai-nilai moral, dan memberikan hukuman yang tepat jika anak melakukan perbuatan tercela.

Rasa malu juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Orang yang hidup di lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika akan lebih mudah memiliki rasa malu dibandingkan orang yang hidup di lingkungan yang permisif dan tidak peduli dengan nilai-nilai moral.

Baca Juga

Bagikan:

Sastrawacana.id

Sastrawacana.id

Media Literasi Indoenesia