Persoalan rendahnya produktivitas tebu nasional yang berimbas pada ketersediaan gula dalam negeri mendorong lahirnya riset doktoral di bidang Bioteknologi Universitas Jember (UNEJ).
Penelitian tersebut digagas oleh Dr. Intan Ria Neliana, S.Pd., M.Biotek, yang menjadi lulusan perdana Program Doktor Bioteknologi UNEJ.
Selama 3,5 tahun penelitian, Intan menelusuri penyebab kompleks penyakit mosaik pada tanaman tebu di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Hasil risetnya mengungkap fakta bahwa penyakit tersebut tidak hanya disebabkan oleh satu jenis virus, melainkan dapat melibatkan infeksi ganda bahkan hingga tiga virus sekaligus.
Temuan ini menjadi laporan pertama di Indonesia dan memberikan penjelasan ilmiah atas belum optimalnya upaya pengendalian penyakit mosaik selama ini.
“Hal yang paling menarik bagi saya adalah ketika berhasil membuktikan adanya infeksi double dan triple virus mosaik pada tanaman tebu di perkebunan Jawa Timur,” ungkap Intan.
“Temuan ini penting karena membuka pemahaman baru tentang kompleksitas penyakit mosaik dan langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menanganinya.”
Dalam disertasinya, Intan mengidentifikasi keberadaan Sugarcane Mosaic Virus (SCMV), Sugarcane Streak Mosaic Virus (SCSMV), serta Sorghum Mosaic Virus (SrMV) pada berbagai varietas tebu di empat lokasi berbeda.
Dari 61 sampel yang dianalisis menggunakan pendekatan molekuler, mayoritas terinfeksi SCMV dan SCSMV, bahkan beberapa tanaman menunjukkan infeksi ganda dan triple virus yang berdampak pada penurunan kemampuan fotosintesis.
Tak hanya memetakan persoalan, penelitian ini juga menghadirkan inovasi deteksi dini.
Intan mengembangkan antibodi poliklonal berbasis protein rekombinan yang mampu mengidentifikasi virus mosaik secara sensitif dan spesifik melalui teknik imunoblotting, Immuno-Capture RT-PCR, serta ELISA.
Metode ini diharapkan membantu petani mendeteksi penyakit sejak dini untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Sebagai upaya jangka panjang, riset ini turut mengarah pada penguatan ketahanan genetik tebu.
Melalui teknologi RNA interference (RNAi), Intan berhasil membangun konstruksi plasmid RNAi untuk gen coat protein SCMV dan SCSMV, yang menjadi fondasi pengembangan tanaman tebu dengan ketahanan ganda terhadap virus mosaik.
Varietas NX-04 yang rentan terhadap penyakit ini pun telah diperbanyak dan dimanfaatkan sebagai bahan awal transformasi genetik.
Temuan tersebut diharapkan berkontribusi pada peningkatan produktivitas tebu nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di sektor gula.








