Tag: BKPRMI

  • DPD BKPRMI Banyuwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Desa Gintangan, Dorong Layanan Preventif Berbasis Komunitas

    DPD BKPRMI Banyuwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Desa Gintangan, Dorong Layanan Preventif Berbasis Komunitas

    sastrawacana.id/ — DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

    Melalui Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI, organisasi kepemudaan berbasis masjid tersebut menggelar Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan Masyarakat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Sabtu (31/1/2026).

    Kegiatan yang dikoordinatori oleh Bd. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes., CH., ini dirancang sebagai program rutin mingguan yang akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai desa dan kecamatan di Banyuwangi.

    Program tersebut bertujuan memperluas akses layanan kesehatan preventif yang mudah dijangkau masyarakat.

    Sejak pukul 14.00 WIB, warga terlihat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis serta terapi akupunktur.

    Selain tim LKM BKPRMI Banyuwangi, kegiatan ini melibatkan sembilan terapis profesional akupuntur Banyuwangi.

    Brigade DPD BKPRMI juga diterjunkan untuk membantu pengaturan kegiatan agar berlangsung tertib.

    Sebelum menjalani terapi akupunktur, setiap peserta terlebih dahulu diperiksa tekanan darahnya untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan aman.

    Terapi kemudian dilakukan dengan metode penusukan jarum pada titik-titik tertentu, disesuaikan dengan keluhan masing-masing peserta.

    Sejumlah warga mengaku merasakan manfaat langsung dari terapi tersebut. Salah satu peserta yang sebelumnya mengalami nyeri pada kaki saat sujud menyebut keluhannya berangsur hilang setelah menjalani akupunktur.

    Peserta lain yang sempat memiliki tekanan darah 149/108 mmHg mengalami penurunan menjadi 140/100 mmHg usai terapi.

    “Alhamdulillah, setelah diterapi, tekanan darah saya turun dan badan terasa lebih ringan,” ujar salah satu warga.

    Salah seorang terapis menjelaskan bahwa akupunktur merupakan metode penyembuhan non-obat yang efektif untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan, selama dilakukan secara tepat dan profesional.

    Kegiatan ini turut mendapat dukungan pemerintah desa setempat. Kepala Desa Gintangan hadir dan ikut menjalani terapi akupunktur untuk mengatasi nyeri pada kedua kakinya.

    Usai terapi, ia mengaku kondisi kakinya terasa lebih nyaman untuk digerakkan.

    Di stan pemeriksaan kesehatan, para ibu rumah tangga memanfaatkan layanan cek kesehatan sekaligus konsultasi pola hidup sehat.

    Dengan pendekatan komunikatif, Bd. Diah Fitrianingsih memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada warga. Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut, terlebih karena seluruh layanan diberikan secara gratis.

    Terpisah, Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, menyampaikan bahwa program bakti sosial kesehatan ini merupakan bagian dari misi BKPRMI dalam menghadirkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat, tidak hanya di bidang spiritual, tetapi juga sosial dan kesehatan.

    “Melalui LKM BKPRMI, kami mendorong gerakan sadar sehat berbasis komunitas agar masyarakat tidak hanya berobat saat sakit, tetapi juga menjaga kesehatan sejak dini,” ujar H. Mujiono.

    Bakti sosial kesehatan ini berakhir sekitar pukul 16.30 WIB. Panitia dan tim terapis berpamitan dengan harapan dapat kembali menggelar kegiatan serupa di wilayah lain.

    Melalui program ini, DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi berharap dapat membangun model pelayanan kesehatan komunitas yang berkelanjutan dan berdampak langsung, khususnya bagi masyarakat pedesaan.

    Organisasi ini juga mengajak pemerintah desa, komunitas lokal, dan masyarakat luas untuk mendukung serta berpartisipasi aktif dalam agenda kesehatan LKM BKPRMI ke depan.

    Informasi jadwal dan lokasi kegiatan selanjutnya dapat diakses melalui kanal resmi DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi.

  • DPD LKM BKPRMI Banyuwangi Gaspol Aksi Nyata, Siapkan Baksos Kesehatan hingga Program Sinergi Lintas Lembaga

    DPD LKM BKPRMI Banyuwangi Gaspol Aksi Nyata, Siapkan Baksos Kesehatan hingga Program Sinergi Lintas Lembaga

    Sebagai wujud nyata gerakan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI Kabupaten Banyuwangi terus menggulirkan berbagai program sosial berbasis masjid dan pemberdayaan umat.

    Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar pada Minggu siang, 25 Januari 2026, di kediaman BD. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes., CH.

    Rapat ini membahas sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat hingga memasuki bulan Ramadan.

    Salah satu program utama yang akan direalisasikan adalah Bakti Sosial (Baksos) Cek Kesehatan Gratis yang dijadwalkan pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Blimbingsari.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan kesehatan berbasis masjid yang diinisiasi oleh LKM BKPRMI Banyuwangi.

    Selain itu, LKM BKPRMI juga akan membuka booth kesehatan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gintangan pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

    Booth tersebut akan memberikan edukasi kesehatan serta layanan kesehatan ringan bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.

    Agenda penting lainnya adalah pembentukan DUTA/Laskar LKM BKPRMI yang akan disinergikan dengan DPK LKM Kecamatan Blimbingsari. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di Masjid Patoman pada Jumat, 6 Februari 2026.

    Dalam rapat tersebut juga disampaikan sejumlah program kolaboratif lintas lembaga di bawah naungan BKPRMI.

    Salah satunya adalah kegiatan diklat SAR yang akan digelar oleh Brigade Masjid di Wonosobo selama satu hari penuh, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai salat Magrib, yang dilanjutkan dengan prosesi pembaretan.

    Dalam diklat ini juga akan diselipkan materi penyuluhan PPGD (Pelatihan Penanganan Gawat Darurat). Menariknya, panitia akan memilih satu peserta terbaik oleh pelatih yang akan mendapatkan hadiah berupa voucher umrah.

    Selain program pelatihan, BKPRMI Banyuwangi juga menyiapkan kegiatan kultum selama bulan Ramadan yang akan berlangsung selama 30 hari penuh.

    Kultum tersebut akan menjadi bagian dari syiar Islam dengan tema-tema yang telah disiapkan sebelumnya.

    Tak hanya itu, akan digelar pula kompetisi video bertajuk “Remaja Rijig-Rijig Masjid” yang dilaksanakan selama bulan Ramadan.

    Setiap DPK diwajibkan mengirimkan satu video sebagai bentuk partisipasi dalam syiar kreatif berbasis media digital.

    Di bidang pendampingan hukum, disepakati pula program sinergi dengan PERADI. Setiap satu DPK akan didampingi oleh satu orang advokat dari PERADI yang akan masuk dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di masing-masing kecamatan.

    Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang berada di lingkungan BKPRMI harus dilaksanakan dengan semangat sinergi dan kolaborasi antar lembaga.

    “Setiap kegiatan, walaupun diinisiasi oleh satu lembaga seperti LKM, maka lembaga lain di bawah naungan BKPRMI harus ikut berpartisipasi.

    Baik Brigade maupun lembaga-lembaga lainnya, semua harus bersinergi agar kegiatan semakin sukses, bersinar, dan dikenal luas oleh masyarakat,” tegasnya.

    Melalui berbagai program tersebut, BKPRMI Banyuwangi berharap peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial, kesehatan, dakwah, serta penguatan umat di tengah masyarakat.

    Sementara itu, LKM BKPRMI Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat gerakan dakwah yang solutif dan kolaboratif.

  • Rapat LPP SDM LPKS BKPRMI Digelar di Safinda Tukangkayu, Dihadiri Ketua Umum BKPRMI

    Rapat LPP SDM LPKS BKPRMI Digelar di Safinda Tukangkayu, Dihadiri Ketua Umum BKPRMI

    Banyuwangi — LPPSDM LPPKS BKPRMI menggelar rapat koordinasi pada Jumat, 23 Januari 2026.

    Kegiatan ini berlangsung di Safinda Tukangkayu, Banyuwangi, dengan suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

    Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum BKPRMI, H. Mujiono, S.H beserta jajaran pengurus dan perwakilan LPPSDM LPPKS BKPRMI.

    Kehadiran Ketua Umum memberikan motivasi tersendiri bagi seluruh peserta rapat untuk terus menguatkan peran BKPRMI dalam pengembangan kualitas SDM, khususnya di bidang pendidikan, keterampilan, dan pembinaan generasi muda masjid.

    Dalam sambutannya, Ketua Umum BKPRMI menekankan pentingnya sinergi antar lembaga di tubuh BKPRMI agar program-program yang dirancang benar-benar memberi dampak nyata bagi umat dan masyarakat.

    “Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat sinergi antar lembaga di tubuh BKPRMI. LPPSDM dan LPPKS harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mencetak kader-kader masjid yang berilmu, berakhlak, dan memiliki keterampilan yang relevan dengan tantangan zaman,” tutur H. Mujiono, S.H

    Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk terus menjaga semangat pengabdian, keikhlasan, dan profesionalisme dalam berorganisasi.

    Rapat membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya evaluasi program kerja, perencanaan kegiatan pengembangan SDM ke depan, serta penguatan peran LPPKS BKPRMI sebagai pusat pembinaan dan kader dakwah yang unggul.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus mempererat ukhuwah serta meningkatkan kualitas kontribusi BKPRMI bagi umat.

  • Perkuat Konsolidasi, DPK BKPRMI Kalipuro Gelar Rapat Persiapan MUSCAM 2026

    Perkuat Konsolidasi, DPK BKPRMI Kalipuro Gelar Rapat Persiapan MUSCAM 2026

    Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Kalipuro menggelar Rapat Persiapan Musyawarah Kecamatan (MUSCAM) Tahun 2026 pada Rabu malam, 21 Januari 2026.

    Kegiatan ini berlangsung di Lingkungan Krajan RT/RW 003/002, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro.

    Rapat yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung khidmat dan sarat dengan semangat kebersamaan.

    Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, jajaran pengurus DPK BKPRMI Kecamatan Kalipuro, serta perwakilan lembaga di bawah naungan DPD BKPRMI Banyuwangi, di antaranya LPPTKA, LPPKS, LPEKIN, LKM, dan lembaga terkait lainnya.

    Dalam sambutannya, H. Mujiono menegaskan pentingnya MUSCAM sebagai forum strategis organisasi.

    Menurutnya, MUSCAM menjadi momentum evaluasi kinerja, konsolidasi kepengurusan, sekaligus penentuan arah gerak BKPRMI ke depan.

    Ia juga menyampaikan sekilas sejarah BKPRMI yang berdiri sejak tahun 1977, serta kiprahnya dalam pembinaan pendidikan keislaman, pemuda, dan remaja masjid, khususnya melalui pengembangan TKA/TPQ di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyuwangi.

    Rapat berlangsung dinamis dengan berbagai agenda pembahasan, mulai dari teknis pelaksanaan MUSCAM, kesiapan panitia, hingga penguatan peran dan kontribusi BKPRMI di tingkat kecamatan.

    Beragam masukan dan gagasan konstruktif disampaikan oleh para peserta demi menyukseskan MUSCAM DPK BKPRMI Kecamatan Kalipuro Tahun 2026.

    Melalui rapat persiapan ini, diharapkan pelaksanaan MUSCAM nantinya dapat berjalan lancar dan demokratis, serta menghasilkan kepengurusan yang solid dan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya dalam pembinaan generasi muda Islam di Kecamatan Kalipuro.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar BKPRMI senantiasa istiqamah dalam pengabdian, serta terus menjadi wadah dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan pemuda remaja masjid.

  • Sinergi LBHA, BKPRMI Bersama Pemkab Banyuwangi Perkuat Perlindungan Hukum untuk Santri dan Guru Ngaji

    Sinergi LBHA, BKPRMI Bersama Pemkab Banyuwangi Perkuat Perlindungan Hukum untuk Santri dan Guru Ngaji

    Silaturahmi antara LBHA (Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi) dan DPD BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) dengan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi berlangsung hangat dan produktif di kantor Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi, pada Selasa (13/12).

    Dirda LBHA dan Ketua Umum BKPRMI, H. Mujiono, SH, diterima oleh perwakilan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi, Sadhu Bagas Suratno dan Nur Wahid Rosyadi.

    Dalam kesempatan ini, LBHA dan BKPRMI membahas sinergi dan kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran hukum serta perlindungan anak, khususnya bagi santri dan guru ngaji di Banyuwangi.

    Dirda LBHA menegaskan komitmen LBHA untuk terus mendukung program-program pemerintah daerah dalam upaya perlindungan hukum terhadap anak.

    Ketua Umum BKPRMI, H. Mujiono, SH juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan BKPRMI.

    “Dukungan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi sangat berarti bagi BKPRMI, kami mengucapkan terima kasih atas kerja samanya,” ujar H. Mujiono, SH.

    Selain itu, diskusi tersebut juga membahas rencana kerja sama lebih lanjut dalam meningkatkan kesadaran hukum dan perlindungan bagi santri serta guru ngaji di wilayah Banyuwangi.

    Perwakilan Bagian Hukum menyambut baik inisiatif LBHA dan BKPRMI, serta menyatakan kesiapan untuk mendukung dan memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat keagamaan, khususnya BKPRMI, dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di Banyuwangi.

    Momen silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih erat dan produktif antara BKPRMI, LBHA, dan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi dalam memperkuat kesadaran hukum serta perlindungan bagi santri dan guru ngaji di Banyuwangi.

  • Aklamasi Musda III, Duet Mujiono–Sururudin Nahkodai BKPRMI Banyuwangi Periode 2026-2030

    Aklamasi Musda III, Duet Mujiono–Sururudin Nahkodai BKPRMI Banyuwangi Periode 2026-2030

    BANYUWANGI — Musyawarah Daerah (Musda) III Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi secara aklamasi dan mufakat menetapkan duet H. Mujiono, SH sebagai Ketua Umum dan Achmad Sururudin, SE, M.Si, M.Pd sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) masa khidmat 2026–2030.

    Musda digelar pada Ahad (28/12/2025) atau bertepatan dengan 8 Rajab 1447 H di Hotel Aston Banyuwangi.

    Sidang Musda dipimpin Alim Sulaiman, M.Pd, Sekretaris Umum BKPRMI Wilayah Jawa Timur.

    Setelah kepengurusan demisioner dinyatakan berakhir, pimpinan sidang membuka peluang pencalonan Ketua Umum kepada peserta Musda yang terdiri dari jajaran DPD dan perwakilan 25 DPK kecamatan.

    Namun, tidak satu pun peserta mengajukan diri. Situasi tersebut kemudian disikapi oleh utusan DPK Rogojampi, Singojuruh, dan Kalipuro yang mengusulkan skema keberlanjutan kepemimpinan.

    Mereka mengusulkan agar Achmad Sururudin, mantan Ketua Umum dua periode untuk ditetapkan sebagai Ketua MPD, sementara H. Mujiono dipercaya sebagai Ketua Umum.

    Usulan tersebut diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta Musda.

    Dalam sambutannya, H. Mujiono mengawali dengan ungkapan haru.

    Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan mengemban amanah sebagai pimpinan organisasi yang bergerak dalam pemakmuran masjid dan pembinaan generasi, dengan ikon nasional Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) yang digelar berjenjang setiap dua tahun.

    “Baik, saya menerima amanat ini dengan syarat dukungan dari semuanya, termasuk tim formatur yang ditunjuk, agar bersama-sama memajukan organisasi,” ujarnya, yang langsung disambut hangat oleh hadirin.

    Musda III BKPRMI Banyuwangi mengusung tema besar Kaderisasi Mujahid Pemakmuran Masjid dan Pembinaan Generasi Qur’ani.

    Kegiatan ini dihadiri peserta pemilik suara dari 25 kecamatan, tujuh Direktur Daerah, Sekretaris Umum DPW BKPRMI Jawa Timur, unsur Forkopimda, serta perwakilan ormas dan lembaga keislaman seperti DMI, MUI, LPTQ, Kementerian Agama, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat.

    Pembukaan Musda diwarnai paduan suara para ustadzah Pondok Pesantren Safinda di bawah bimbingan Ustadzah Siti Ruqoyah, S.Pd, yang juga pengurus DPW LPKS-BKPRMI Jatim.

    Panitia turut menayangkan kilas balik aktivitas BKPRMI Banyuwangi selama empat hingga lima tahun terakhir dalam bentuk foto dan video.

    Musda secara resmi dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Banyuwangi, Yusdi Irawan, SE, M.Si, mewakili Bupati Banyuwangi.

    Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kontribusi BKPRMI dalam menjaga Banyuwangi tetap kondusif dan berprestasi.

    Sementara itu, Achmad Sururudin yang telah memimpin BKPRMI Banyuwangi selama dua periode menyatakan kesiapannya menyerahkan estafet kepemimpinan.

    Ia berharap pelantikan kepengurusan baru dapat dilaksanakan sebelum Ramadan, serta merencanakan kirab santri pada 1 Muharram sebagai bagian dari syiar dakwah.

    Dari aspek kaderisasi, Direktur LPSDM BKPRMI, KH. Achmad Zakariya, menegaskan pentingnya penguatan program BCM, metode ngaji paham makna yang menyenangkan, serta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi remaja masjid, mushalla, sekolah, dan kampus.

    “Kami bermimpi lahir pengurus muda BKPRMI usia 33–45 tahun dari desa ke desa,” ungkapnya.

    Musda ini juga menjadi ruang silaturahmi lintas generasi dengan menghadirkan para pendiri BKPRMI Banyuwangi sejak gerakan awal 1990-an, sekaligus doa bersama untuk para mujahid dakwah yang telah wafat, khususnya Ustadz Jazir Jogokariyan dan KH. As’ad Human, pelopor metode Iqra’ yang mendunia. (Affandi)

  • Ketua BKPRMI Banyuwangi Serukan Istigosah Demi Kedamaian dan Kondusivitas Daerah

    Ketua BKPRMI Banyuwangi Serukan Istigosah Demi Kedamaian dan Kondusivitas Daerah

    Dalam upaya menjaga suasana damai dan kondusif di wilayah Banyuwangi, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya remaja masjid dan Lembaga TPA/TPQ untuk mengadakan kegiatan istigosah bersama di wilayah masing-masing.

    Ketua DPD BKPRMI Banyuwangi, Achmad Sururuddin, SE, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan istigosah ini merupakan ikhtiar spiritual untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus memperkuat ketenangan batin masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, maupun ekonomi.

    “Kami mengajak seluruh DPK BKPRMI, remaja masjid, Lembaga TPA/TPQ, dan masyarakat luas untuk melaksanakan istigosah bersama sebagai bentuk doa dan harapan agar Banyuwangi tetap aman, damai, serta terhindar dari segala bentuk potensi konflik atau gejolak sosial,” ujar Achmad Sururuddin dalam keterangan resminya, Senin (1/9).

    Menurutnya, istigosah tidak hanya menjadi wadah untuk memanjatkan doa, tetapi juga sarana membangun kebersamaan dan sinergi antar elemen masyarakat.

    Kegiatan istigosah ini rencananya akan dilaksanakan secara serentak pada minggu pertama bulan September 2025, dengan lokasi utama di sejumlah masjid besar serta Lembaga TPA/TPQ yang berada di bawah binaan BKPRMI.

    BKPRMI juga mendorong agar kegiatan ini melibatkan tokoh agama, pemerintah desa, serta aparat keamanan setempat.

    Lebih lanjut, DPD BKPRMI Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat peran remaja masjid sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat.

  • BKPRMI Banyuwangi Gelar Rakerda 2024-2028, Fokus Pada Pendidikan dan Kesejahteraan Umat

    BKPRMI Banyuwangi Gelar Rakerda 2024-2028, Fokus Pada Pendidikan dan Kesejahteraan Umat

    Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) periode 2025-2028 di Pondok Pesantren Safinatul Huda (Safinda) yang berlokasi di Secawan, Dadapan, Kabat, Banyuwangi,Minggu (23/03/25).

    Acara ini dihadiri oleh Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) se-Banyuwangi, Camat Kabat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi yang mewakili Wakil Bupati, serta para pengasuh pondok pesantren.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars BKPRMI. Suasana penuh semangat dan khidmat terasa sejak awal acara berlangsung.

    Sambutan pertama disampaikan oleh Ustadz Ahmad Sururudin, S.E, M.Si yang menjelaskan struktur dan program kerja BKPRMI.

    Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa BKPRMI memiliki 7 lembaga utama, yaitu:

    Lembaga Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an (LPPTKA, Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPP SDM), Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah (LPKS), Lembaga Ekonomi dan Koperasi (LPP-Ekop), Lembaga Kesehatan Masyarakat, Lembaga Bantuan Hukum dan Brigade Masjid.

    Selanjutnya, Kabag Kesra Kabupaten Banyuwangi, Yusdi Irawan, S.E, M.Si memberikan apresiasi terhadap peran BKPRMI dalam membangun generasi muda Islami yang berakhlak dan berkarakter.

    Dalam sambutannya, Yusdi Irawan menekankan pentingnya pendidikan sebagai solusi utama dalam memutus mata rantai kemiskinan.

    “Pendidikan adalah kunci utama bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

    Baginya, BKPRMI memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan dan wawasan luas.

    Setelah sesi sambutan, masing-masing tim melakukan rapat koordinasi di tempat yang telah disediakan.

    Salah satu yang menjadi perhatian utama dalam rakor kali ini adalah tim IT yang dikomandoi oleh Ustaz Aguk Wahyu Nuryadi selaku Biro Digital dan Media Sosial BKPRMI.

    Dalam diskusi tim IT, disepakati bahwa perlu adanya pendataan yang lebih sistematis terkait guru ngaji dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di seluruh Banyuwang dengan operator tetap di aplikasi Emis Kemenag sekaligus kontributor reporter website.

    Tujuan dari pendataan ini adalah agar bantuan dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran khususnya guru ngaji.

    Setelah pendataan di lembaga yang sudah punya ijin operator tetap yang dibekali ilmu reportase untuk menghidupkan website BKPRMI.

    Dengan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan pengelolaan data semakin akurat dan transparan.

    Setelah rangkaian rapat koordinasi selesai, kegiatan Rakerda BKPRMI Banyuwangi ditutup dengan sesi buka bersama dan pembagian sarung.

    Suasana kebersamaan dan keakraban semakin terasa, menguatkan semangat para peserta untuk menjalankan amanah yang telah diberikan.

    Dengan adanya Rakerda ini, diharapkan BKPRMI Kabupaten Banyuwangi semakin solid dalam menjalankan program-programnya, khususnya dalam pengembangan pendidikan, kesejahteraan umat, serta pemanfaatan teknologi digital untuk kemajuan bersama.