Berkedip adalah gerakan refleks menutup dan membuka kelopak mata yang biasanya berlangsung sangat cepat, sekitar sepersekian detik.

Rata-rata orang berkedip sekitar 15 hingga 20 kali per menit. Kalau dihitung, dalam sehari manusia bisa berkedip lebih dari 10.000 kali.

Walau tampak sederhana, sebenarnya berkedip punya banyak fungsi penting untuk kesehatan mata.

Fungsi Berkedip

Beberapa fungsi utama dari berkedip antara lain:

1. Melembapkan mata

Mata kita memiliki lapisan pelindung yang disebut tear film atau lapisan air mata. Saat kita berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan air mata secara merata ke seluruh permukaan bola mata.

Tanpa kelembapan ini, mata akan terasa kering, perih, bahkan bisa timbul rasa terbakar.

Baca juga: Untuk Apa Tubuh Kita Memiliki Rangka Sendi Otot dan Saraf?

2. Membersihkan mata dari kotoran

Setiap kali kelopak mata menutup, gerakannya seperti “wiper” yang menyapu debu, partikel halus, atau kotoran kecil yang menempel di permukaan mata.

Partikel tersebut kemudian terdorong menuju sudut mata dan bercampur dengan cairan sehingga bisa dikeluarkan secara alami.

3. Melindungi mata dari gangguan luar

Berkedip bisa terjadi secara refleks ketika ada benda asing yang mendekat ke mata, misalnya serangga kecil, kilatan cahaya, atau angin kencang.

Dengan menutup kelopak, mata terlindungi dari risiko cedera atau masuknya benda asing yang berbahaya.

4. Mengurangi ketegangan mata

Walau singkat, menutup mata saat berkedip memberi waktu sejenak bagi otot-otot mata untuk beristirahat.

Saat kita menatap layar komputer atau ponsel terlalu lama, intensitas berkedip biasanya menurun sehingga mata terasa cepat lelah.

Itulah sebabnya dokter mata sering menyarankan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit melihat layar, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).

5. Menyebarkan nutrisi dan menjaga kesehatan kornea

Air mata tidak hanya berisi air, tetapi juga mengandung nutrisi, garam mineral, enzim antibakteri, dan zat pelindung lain. Setiap kali kita berkedip, zat-zat ini tersebar ke seluruh permukaan kornea sehingga mencegah infeksi sekaligus memperbaiki jaringan yang rusak.

Apa yang Terjadi Jika Kita Tidak Berkedip?

Mungkin terlihat sepele, tetapi jika seseorang jarang atau bahkan tidak berkedip, dampaknya cukup serius bagi kesehatan mata. Berikut beberapa hal yang bisa terjadi:

1. Mata menjadi kering

Tanpa berkedip, lapisan air mata akan lebih cepat menguap. Permukaan mata pun kehilangan kelembapan. Kondisi ini bisa menyebabkan sindrom mata kering yang gejalanya berupa rasa perih, panas, gatal, dan seperti ada pasir di dalam mata.

2. Muncul iritasi dan kemerahan

Ketika tidak berkedip, mata tidak mendapat pelumasan yang cukup. Akibatnya, terjadi iritasi dan mata bisa terlihat merah. Kondisi ini sering dialami oleh orang yang terlalu lama menatap layar komputer atau bermain ponsel tanpa istirahat.

3. Pandangan kabur sementara

Berkedip membantu menjaga kejernihan lapisan air mata di atas kornea. Jika lapisan ini terganggu, cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus dengan baik sehingga pandangan bisa menjadi buram.

4. Risiko infeksi meningkat

Tanpa berkedip, kotoran dan bakteri lebih mudah menempel di permukaan mata. Hal ini meningkatkan risiko infeksi, misalnya konjungtivitis (mata merah).

5. Kerusakan kornea

Jika terlalu lama tidak berkedip, misalnya karena gangguan saraf atau kebiasaan tertentu, permukaan kornea bisa terluka. Luka ini disebut abrasi kornea, yang menimbulkan rasa sakit luar biasa, mata berair berlebihan, dan sensitif terhadap cahaya.

Pentingnya Berkedip dalam Kehidupan Sehari-hari

Mungkin kita tidak sadar, tetapi frekuensi berkedip bisa berubah tergantung aktivitas. Saat membaca buku atau menatap layar, kita cenderung lebih jarang berkedip.

Hal ini membuat mata cepat lelah. Sebaliknya, saat berbicara atau beristirahat, frekuensi berkedip meningkat.

Berkedip juga bisa menjadi bahasa tubuh. Misalnya, berkedip lebih cepat bisa menandakan seseorang gugup atau lelah. Pada bayi, frekuensi berkedip lebih sedikit dibanding orang dewasa, tetapi meningkat seiring pertumbuhan.

Kesimpulannya, berkedip adalah mekanisme sederhana namun vital. Ia berfungsi melembapkan, membersihkan, melindungi, dan menyehatkan mata.

Jika kita jarang atau tidak berkedip, dampaknya bisa serius mulai dari mata kering, iritasi, infeksi, hingga kerusakan kornea.

Karena itu, menjaga kebiasaan berkedip, terutama saat menggunakan layar digital, sangat penting untuk kesehatan mata dalam jangka panjang.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.