Hormon anti nyeri alami yang berhubungan erat dengan adiksi atau kecanduan adalah endorfin. Endorfin termasuk dalam kelompok neurotransmiter yang diproduksi oleh sistem saraf pusat, khususnya di otak dan sumsum tulang belakang.
Fungsinya mirip dengan morfin, yaitu memberikan rasa nyaman, menenangkan, dan mengurangi rasa sakit secara alami.
Saat seseorang mengalami luka, stres, berolahraga, atau bahkan tertawa, tubuh akan melepaskan endorfin untuk meredakan nyeri sekaligus menimbulkan sensasi senang dan rileks.
Baca juga: Indikator status gizi anak yang menilai apakah tinggi badan anak pendek atau tidak adalah?
Hubungan endorfin dengan adiksi sangat erat karena zat ini bekerja pada sistem penghargaan otak (brain reward system).
Ketika endorfin dilepaskan, seseorang merasa euforia atau “high” secara alami. Perasaan ini kemudian bisa membuat seseorang ingin mengulang pengalaman yang memicu pelepasan endorfin tersebut.
Inilah yang menjelaskan mengapa aktivitas tertentu seperti olahraga intens, konsumsi makanan manis, seks, hingga penggunaan zat adiktif seperti narkotika dapat menimbulkan rasa candu.
Zat-zat narkotika seperti opiat (misalnya heroin atau morfin) bekerja dengan cara meniru kinerja endorfin, menempel pada reseptor opioid di otak, dan menghasilkan rasa nyaman yang sangat kuat.
Masalah muncul ketika tubuh terbiasa dengan “rangsangan eksternal” dari obat-obatan atau kebiasaan tertentu yang memicu pelepasan endorfin berlebihan.
Pada kondisi ini, tubuh dapat menurunkan produksi endorfin alami karena merasa sudah mendapatkan asupan dari luar.
Akibatnya, tanpa rangsangan eksternal tersebut, seseorang akan merasa gelisah, sedih, atau kesakitan. Inilah mekanisme biologis yang menjelaskan munculnya kecanduan.
Endorfin sendiri sejatinya sangat bermanfaat bagi tubuh karena membantu mengatasi rasa nyeri, mengurangi stres, meningkatkan imunitas, serta mendukung kesehatan mental.
Namun, ketika mekanisme alaminya diganggu oleh zat adiktif atau kebiasaan berlebihan, ia bisa berbalik menjadi faktor yang memperkuat lingkaran kecanduan.
Oleh karena itu, penting bagi manusia untuk menjaga keseimbangan pelepasan endorfin dengan cara sehat, misalnya melalui olahraga rutin, meditasi, musik, hobi, atau interaksi sosial positif.
Dengan begitu, hormon anti nyeri ini tetap memberikan manfaat tanpa menjerumuskan pada perilaku adiktif yang merugikan.








