Dalam kajian geografi, konsep lokasi merupakan hal yang sangat mendasar karena berkaitan dengan posisi suatu tempat di permukaan bumi.
Lokasi sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Keduanya sama-sama berfungsi untuk menunjukkan keberadaan suatu tempat, tetapi memiliki perbedaan yang cukup mendasar dari segi dasar penentuan, sifat, hingga pemanfaatannya.
Lokasi absolut adalah letak atau posisi suatu tempat yang ditentukan berdasarkan sistem koordinat yang bersifat tetap, misalnya garis lintang (latitude) dan garis bujur (longitude).
Lokasi absolut dapat juga ditentukan berdasarkan sistem grid pada peta atau melalui teknologi modern seperti GPS. Karena ditentukan dengan angka koordinat, maka sifat lokasi absolut tidak akan pernah berubah meskipun kondisi fisik atau politik wilayah tersebut mengalami perubahan.
Sebagai contoh, Kota Jakarta memiliki lokasi absolut sekitar 6°12’ Lintang Selatan dan 106°49’ Bujur Timur.
Posisi ini akan selalu sama dari masa ke masa, sehingga lokasi absolut banyak digunakan untuk kepentingan navigasi, pemetaan, transportasi, maupun penelitian ilmiah.
Sementara itu, lokasi relatif adalah posisi suatu tempat yang ditentukan berdasarkan hubungan atau keterkaitannya dengan tempat lain di sekitarnya.
Lokasi ini biasanya dijelaskan dengan arah mata angin, jarak, atau aksesibilitas terhadap wilayah lain.
Berbeda dengan lokasi absolut, lokasi relatif sifatnya bisa berubah seiring dengan perkembangan lingkungan, infrastruktur, maupun kondisi sosial dan ekonomi.
Sebagai contoh, Jakarta bisa dikatakan terletak di bagian barat laut Pulau Jawa, berdekatan dengan Kota Bekasi di sebelah timur, berbatasan dengan Laut Jawa di bagian utara, dan terhubung dengan berbagai kota besar melalui jaringan jalan tol, kereta api, maupun pelabuhan udara.
Dengan demikian, lokasi relatif lebih menekankan pada aspek keterhubungan dan potensi suatu wilayah terhadap lingkungan sekitar.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama antara lokasi absolut dan lokasi relatif terletak pada dasar penentuannya.
Lokasi absolut ditetapkan berdasarkan sistem koordinat geografis yang sifatnya tetap dan tidak dapat berubah, sedangkan lokasi relatif ditentukan berdasarkan hubungan suatu tempat dengan wilayah lain sehingga sifatnya lebih dinamis.
Dalam praktiknya, kedua konsep ini saling melengkapi. Lokasi absolut penting untuk kepastian posisi yang presisi, sedangkan lokasi relatif lebih relevan untuk memahami interaksi wilayah, potensi ekonomi, maupun strategi pembangunan.








