Mengubah cerpen menjadi teks prosedur berarti mengalihkan sebuah cerita yang biasanya berisi alur, tokoh, latar, dan konflik menjadi sebuah teks yang berisi langkah-langkah sistematis untuk melakukan sesuatu.

Proses ini tidak sekadar menyalin isi cerpen, melainkan menata ulang informasi agar sesuai dengan ciri-ciri teks prosedur. Berikut cara yang bisa dilakukan:

1. Membaca dan memahami cerpen secara keseluruhan

Langkah pertama adalah membaca cerpen dengan penuh perhatian untuk memahami inti cerita. Dari pemahaman tersebut, kita dapat menentukan kegiatan atau tindakan utama yang dilakukan tokoh.

Misalnya, jika sebuah cerpen menceritakan seorang anak yang membantu ibunya membuat kue tradisional, maka kegiatan utama yang bisa diambil adalah proses pembuatan kue. Dengan memahami keseluruhan cerita, kita bisa memilah bagian mana yang relevan untuk dijadikan teks prosedur.

Contoh: Dalam cerpen, tokoh A diceritakan membantu ibunya membuat kue cucur. Ceritanya menggambarkan dari membeli bahan di pasar hingga kue selesai dimasak. Dari sini, inti yang bisa diambil adalah “cara membuat kue cucur”.

2. Mengidentifikasi kegiatan yang bisa dijadikan langkah prosedural

Cerpen biasanya penuh dengan detail, termasuk perasaan tokoh, percakapan, atau latar tempat. Namun, dalam teks prosedur, yang diambil adalah tindakan nyata yang berurutan. Oleh karena itu, kita perlu menyeleksi kegiatan tokoh yang dapat dijadikan langkah praktis.

Contoh: Dari cerpen tadi, bagian percakapan ibu dan anak di pasar tidak perlu masuk ke teks prosedur, tetapi kegiatan membeli tepung, menyiapkan wajan, dan menggoreng adonan adalah rangkaian yang bisa dijadikan langkah prosedur.

3. Menyusun tujuan teks prosedur

Setiap teks prosedur selalu diawali dengan tujuan yang jelas agar pembaca tahu hasil akhir yang ingin dicapai. Dari cerpen, kita perlu merumuskan tujuan utama yang akan dicapai tokoh.

Contoh: Jika cerpen menceritakan pembuatan kue cucur, maka tujuan teks prosedurnya adalah “Cara membuat kue cucur tradisional yang lezat”. Jika cerpen menceritakan perjalanan ke desa, maka tujuan teks prosedurnya bisa berupa “Langkah-langkah melakukan perjalanan ke desa dengan aman”.

4. Menuliskan alat dan bahan bila diperlukan

Apabila cerpen yang diubah berkaitan dengan pembuatan sesuatu, penting untuk menuliskan daftar alat dan bahan yang digunakan. Bagian ini biasanya muncul sebelum langkah-langkah prosedur.

Contoh: Dari cerpen tentang kue cucur, alat dan bahan yang perlu ditulis adalah tepung beras, gula merah, air, wajan, kompor, dan spatula. Dalam cerpen aslinya, mungkin hal ini diceritakan sambil lalu, tetapi dalam teks prosedur harus dituliskan secara jelas.

5. Mengubah alur cerita menjadi langkah-langkah sistematis

Bagian terpenting dalam mengubah cerpen menjadi teks prosedur adalah menyusun tindakan tokoh dalam bentuk urutan langkah. Setiap langkah ditulis secara singkat, jelas, dan menggunakan kata kerja imperatif, misalnya “siapkan”, “masukkan”, “panaskan”, atau “aduk”.

Contoh: Dari cerpen tentang kue cucur, alur cerita diubah menjadi langkah-langkah seperti:

  • Siapkan tepung beras, gula merah, dan air.
  • Rebus gula merah dengan air hingga larut, lalu dinginkan.
  • Campurkan tepung beras dengan larutan gula merah, aduk hingga rata.
  • Panaskan minyak dalam wajan.
  • Tuangkan adonan sedikit demi sedikit, lalu goreng hingga matang.

6. Menambahkan penutup berupa hasil atau tujuan akhir

Setelah langkah-langkah dijabarkan, teks prosedur biasanya diakhiri dengan hasil yang dicapai atau penutup yang menjelaskan tujuan akhir. Penutup ini berfungsi sebagai konfirmasi bahwa langkah-langkah sebelumnya akan menghasilkan sesuatu yang jelas.

Contoh: “Kue cucur siap disajikan selagi hangat.” Atau dalam contoh perjalanan: “Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, perjalanan ke desa dapat dilakukan dengan lancar dan aman.”

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.