Cara penerjemahan dalam penyerapan kosakata adalah proses ketika suatu bahasa mengambil kosakata dari bahasa lain dengan cara menerjemahkan maknanya ke dalam bentuk kata baru yang sesuai dengan bahasa penerima.
Berbeda dengan adopsi langsung (meminjam kata apa adanya) atau adaptasi (mengubah ejaan dan lafal), penerjemahan menekankan pada pengalihan arti atau konsep dari bahasa sumber ke bahasa target.
Dalam bahasa Indonesia, cara ini banyak digunakan terutama untuk istilah-istilah baru dalam ilmu pengetahuan, teknologi, atau budaya yang pada awalnya muncul dari bahasa asing.
Penerjemahan dilakukan agar kosakata baru terasa lebih dekat dengan pemakai bahasa Indonesia dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Contohnya, kata skyscraper dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi gedung pencakar langit. Istilah ini bukan diadopsi apa adanya, melainkan diterjemahkan sesuai makna: sky berarti langit dan scraper berarti pencakar.
Begitu juga kata software yang diterjemahkan menjadi perangkat lunak dan hardware menjadi perangkat keras. Semua istilah tersebut menggambarkan makna yang sama dengan bahasa asalnya, tetapi disajikan dalam kosakata yang mudah dimengerti pengguna bahasa Indonesia.
Cara penerjemahan dalam penyerapan kosakata juga dapat menghasilkan istilah baru yang kreatif. Misalnya, brainstorming diterjemahkan menjadi curah pendapat, yang bukan hanya sekadar terjemahan kata demi kata, tetapi lebih kepada penerjemahan makna konsepnya.
Hal ini menunjukkan bahwa penerjemahan tidak selalu harus harfiah, tetapi bisa bersifat idiomatis sesuai konteks budaya bahasa penerima.
Singkatnya, penerjemahan dalam penyerapan kosakata bertujuan menjaga kejelasan makna sekaligus memperkaya bahasa Indonesia.
Dengan cara ini, istilah asing dapat dipahami lebih luas tanpa harus selalu menggunakan bentuk aslinya, sehingga bahasa Indonesia tetap berkembang namun tetap akrab di telinga penuturnya.
Berikut daftar contoh kosakata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia melalui cara penerjemahan:
1. Greenhouse – Rumah kaca
Diterjemahkan sesuai makna, green berarti hijau dan house berarti rumah. Namun dalam konteks ilmu pertanian, maknanya adalah bangunan dengan atap kaca untuk menanam tanaman.
2. Fingerprint – Sidik jari
Kata finger berarti jari, print berarti cetakan. Diubah menjadi istilah “sidik jari” untuk menggambarkan pola unik pada jari manusia.
3. Black market – Pasar gelap
Diterjemahkan secara makna, bukan secara harfiah warna hitam, tetapi menunjuk pada aktivitas perdagangan ilegal.
4. Fast food – Makanan cepat saji
Diterjemahkan sesuai konteks. Fast artinya cepat, food artinya makanan. Disesuaikan menjadi istilah yang lazim digunakan di Indonesia.
5. Data base – Basis data
Diterjemahkan langsung. Base berarti dasar atau basis, data tetap digunakan sebagaimana adanya.
6. Public speaking – Berbicara di depan umum
Tidak diterjemahkan kata per kata, tetapi makna konsepnya dialihkan agar sesuai pemahaman penutur bahasa Indonesia.
7. Input – Masukan
Kata kerja dan kata benda ini diterjemahkan menjadi “masukan,” baik dalam konteks komputer maupun gagasan.
8. Output – Keluaran
Lawan dari input, diterjemahkan dengan makna hasil dari suatu proses.
9. Social distancing – Jaga jarak
Istilah yang populer saat pandemi COVID-19, diterjemahkan agar lebih mudah dipahami masyarakat luas.
10. Mother tongue – Bahasa ibu
Kata mother diterjemahkan menjadi ibu, tongue menjadi bahasa atau lidah, sehingga makna keseluruhan diubah menjadi istilah yang sesuai.









