Kategori: Berita

  • Pemkot Jakbar Siapkan 20 Ribu Buku Baru untuk 158 Titik Baca

    Pemkot Jakbar Siapkan 20 Ribu Buku Baru untuk 158 Titik Baca

    Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) berencana menambah sebanyak 20 ribu eksemplar buku baru pada tahun 2026.

    Langkah ini dilakukan untuk memperbarui dan memperkuat referensi bacaan masyarakat di wilayah tersebut.

    Kepala Sudin Pusip Jakarta Barat, Achmad Jazuri, menyampaikan bahwa saat ini koleksi buku yang tersedia mencapai sekitar 66 ribu eksemplar dan akan terus ditingkatkan melalui pengadaan tahun ini.

    “Tahun ini kita bakal ada pengadaan 20 ribu eksemplar buku. Kalau sekarang, sudah ada 66 ribu eksemplar. Itu akan ditambah lagi,” ujar Jazuri di Jakarta, Selasa.

    Ia menjelaskan, pengadaan ribuan buku dengan anggaran lebih dari Rp2 miliar tersebut akan didistribusikan ke 158 titik baca yang tersebar di berbagai lokasi di Jakarta Barat.

    “Kita di Jakbar itu ada sekitar 158 titik baca. Nanti penyebaran buku itu lewat reses anggota dewan (DPRD), sesuai hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan sesuai yang sudah bersurat langsung ke kita,” katanya.

    Titik-titik baca tersebut meliputi beragam fasilitas, mulai dari perpustakaan di kantor Sudin Pusip, perpustakaan keliling, hingga Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) serta forum aspirasi masyarakat.

    “Mulai dari perpustakaan kantor Sudin Pusip, ada yang di perpustakaan keliling (pusling), RPTRA dan juga ada yang ke forum-forum aspirasi masyarakat,” lanjutnya.

    Menurut Jazuri, penambahan koleksi buku ini bertujuan untuk menggantikan buku-buku yang rusak, hilang, maupun yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman.

    “Koleksi buku itu ada penyusutan. Misalnya ada yang pinjam tapi tak kembali, ada yang rusak. Setiap tahun, kita juga mengadakan pergantian buku yang sudah ‘out of the date’ (tidak relevan lagi),” ujarnya.

    Ia pun mengajak masyarakat Jakarta Barat untuk memanfaatkan fasilitas literasi yang tersedia sebagai upaya membangun budaya membaca sejak dini.

    “Penyebaran buku-buku itu untuk mendekatkan literasi dengan masyarakat. Jadi, dibutuhkan juga kesadaran untuk mengakses literasi yang sudah tersedia itu,” tutupnya.

    Sumber: Antara

  • Dorong Minat Baca, Guru MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif Sumbangkan Buku untuk Perpustakaan

    Dorong Minat Baca, Guru MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif Sumbangkan Buku untuk Perpustakaan

    Para guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 14 Al-Azhar Asy-Syarif turut ambil bagian dalam Program Sedekah Buku dengan menyumbangkan sejumlah buku baru untuk memperkaya koleksi perpustakaan madrasah.

    Kegiatan ini berlangsung di area perpustakaan MIN 14 pada Rabu (21/1/2026) sebagai langkah nyata dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa.

    Program Sedekah Buku melibatkan seluruh warga madrasah untuk berbagi buku bacaan yang layak dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

    Melalui inisiatif ini, perpustakaan diharapkan memiliki koleksi yang semakin lengkap dan variatif guna mendukung kegiatan belajar mengajar.

    Beragam jenis buku diserahkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari cerita bergambar, dongeng dan fabel, cerita rakyat Nusantara, hingga buku sains sederhana, ensiklopedia anak, kisah Nabi dan Rasul, pembelajaran akhlak dan adab, serta buku-buku motivasi.

    Seluruh bahan bacaan dipilih sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan siswa MIN 14.

    Donasi buku diterima langsung oleh Penanggung Jawab Perpustakaan MIN 14, Inas.

    Ia mengungkapkan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi pengembangan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar di madrasah.

    “Program Sedekah Buku ini sangat berarti bagi kami. Buku-buku baru yang disumbangkan akan menambah koleksi perpustakaan dan membuat anak-anak semakin semangat membaca,” ujar Inas.

    Ia menambahkan, kehadiran buku-buku yang menarik dan relevan diharapkan mampu meningkatkan frekuensi kunjungan siswa ke perpustakaan.

    Perpustakaan pun tidak hanya berfungsi sebagai tempat meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang belajar yang nyaman dan inspiratif.

    Melalui kegiatan ini, madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta terus menguatkan gerakan literasi dengan melibatkan peran aktif para pendidik.

    Program Sedekah Buku menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang berdampak langsung bagi siswa dan lingkungan sekitar.

    Sumber: kemenag

  • Ratusan Kepala Sekolah Dilantik, Sekda Aceh Tekankan Pemulihan dan Peningkatan Mutu Pendidikan

    Ratusan Kepala Sekolah Dilantik, Sekda Aceh Tekankan Pemulihan dan Peningkatan Mutu Pendidikan

    Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, resmi melantik sebanyak 201 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di bawah naungan Pemerintah Aceh.

    Prosesi pelantikan berlangsung pada Senin (26/1/2026) di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh.

    Dalam kesempatan itu, M Nasir menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai ujung tombak dalam menjaga dan membangun masa depan pendidikan di Aceh.

    Ia menyampaikan apresiasi atas prestasi Aceh yang berhasil menembus lima besar nasional dalam tingkat kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025.

    Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kontribusi besar para pendidik di berbagai daerah.

    “Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah mendorong peringkat Aceh di tingkat nasional,” ujarnya.

    Meski demikian, Sekda Aceh mengingatkan masih adanya tantangan serius yang perlu segera ditangani.

    Ia menyebutkan bahwa meskipun pada 2025 Pemerintah Aceh telah menyalurkan beasiswa kepada 93.579 anak yatim di seluruh kabupaten/kota dan berbagai jenjang pendidikan, masih terdapat sekitar 56 ribu remaja berusia 16 hingga 18 tahun yang belum mengenyam pendidikan.

    “Kalau ini tidak cepat kita tangani, maka akan menjadi bom waktu bagi proses pembangunan Aceh,” tegas M Nasir.

    Ia pun berharap para kepala sekolah yang baru saja dilantik dapat berkontribusi nyata dalam menekan angka putus sekolah tersebut secara signifikan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

    Lebih lanjut, M Nasir menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan amanah dan kepercayaan dari negara.

    Menurutnya, kualitas kepemimpinan kepala sekolah sangat menentukan suasana belajar serta arah kemajuan lembaga pendidikan.

    “Sekolah tidak hanya membutuhkan fasilitas, tetapi juga kepemimpinan yang mumpuni dan berkualitas,” katanya.

    Sekda juga menyinggung kondisi sejumlah sekolah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

    Ia mendorong para kepala sekolah untuk berperan aktif dalam memulihkan kondisi pendidikan sekaligus meningkatkan prestasi peserta didik.

    “Ciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan aman bagi anak,” pesan Sekda.

    Selain itu, M Nasir mengajak seluruh kepala sekolah untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis pemerintah dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting.

    Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRA Yahdi Hasan, Kepala Badan Kepegawaian Aceh Abdul Qohar, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.

    Sumber: acehprov

  • PC ISNU Banyuwangi Gelar Lingkar Diskusi Teladani Jejak Perjuangan Gus Dur

    PC ISNU Banyuwangi Gelar Lingkar Diskusi Teladani Jejak Perjuangan Gus Dur

    Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Banyuwangi melalui Seksi Sosial Humaniora kembali melaksanakan kegiatan Lingkar Diskusi sebagai bagian dari ikhtiar penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.

    Diskusi yang mengusung tajuk “Kembali Meneladani Jejak Perjuangan dan Nilai Pedoman KH Abdurrahman Wahid” ini digelar pada Selasa malam, 27 Januari 2026, bertempat di Masjid At-Ta’awun, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Seksi Sosial Humaniora PC ISNU Banyuwangi, Ginanjar Prastyanto, yang didampingi oleh Mohamad Soleh Kurniawan, yang juga aktivis di DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi.

    Lingkar diskusi ini merupakan gelombang ke-3 setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kecamatan Kalipuro dan Kecamatan Pesanggaran.

    Konsistensi pelaksanaan diskusi ini menjadi bukti komitmen PC ISNU Banyuwangi dalam menghadirkan ruang dialektika intelektual yang sehat dan inklusif di tengah masyarakat.

    Dalam sambutannya, Ginanjar Prastyanto menyampaikan bahwa figur KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan sosok yang relevan untuk terus dikaji dan diteladani, terutama di tengah tantangan sosial dan keagamaan saat ini.

    Menurutnya, nilai-nilai moderasi beragama, pluralisme, serta kelapangan dada yang diperjuangkan Gus Dur merupakan pedoman penting bagi generasi sekarang dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial.

    “Gus Dur mengajarkan kepada kita bahwa Islam harus hadir sebagai rahmat bagi semua, bukan sebagai sumber konflik. Moderasi, sikap terbuka, dan penghormatan terhadap perbedaan adalah warisan besar yang harus terus kita rawat,” ungkap Ginanjar.

    Diskusi malam itu berlangsung dinamis dengan pembahasan mendalam seputar keteladanan Gus Dur dalam merawat keberagaman, memperjuangkan keadilan sosial, serta keberaniannya dalam membela kelompok-kelompok minoritas.

    Para peserta juga diajak merefleksikan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam konteks lokal Banyuwangi.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU Rogojampi, Irfan Hidayat, beserta jajaran pengurus.

    Kehadiran PAC ISNU Rogojampi menambah semarak diskusi sekaligus memperkuat sinergi antarstruktur organisasi ISNU di tingkat cabang dan anak cabang.

    Melalui lingkar diskusi ini, PC ISNU Banyuwangi berharap dapat terus menumbuhkan kesadaran kritis, memperkuat karakter intelektual kader, serta menjaga spirit perjuangan Gus Dur agar tetap hidup dan membumi di tengah masyarakat.

    Kegiatan serupa direncanakan akan terus berlanjut di kecamatan lain sebagai bagian dari gerakan intelektual dan sosial ISNU Banyuwangi.

  • PERGUNU Banyuwangi Gelar Workshop School Branding untuk Perkuat Citra dan Daya Saing Sekolah

    PERGUNU Banyuwangi Gelar Workshop School Branding untuk Perkuat Citra dan Daya Saing Sekolah

    Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Banyuwangi menggelar Workshop School Branding pada 25–27 Januari 2026.

    Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan citra, daya saing, serta kualitas pengelolaan lembaga pendidikan di bawah naungan PERGUNU.

    Workshop tersebut diikuti oleh para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan mutu serta penguatan identitas sekolah.

    Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., MM.

    Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya school branding sebagai instrumen untuk membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang berbasis nilai, profesionalisme, dan keberlanjutan.

    Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua PC PERGUNU Kabupaten Banyuwangi, Drs. H. Witjanarko, M.Pd., Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Banyuwangi, Haikal Kafili, M.Pd., serta Ketua Panitia Pelaksana, H. Wawuh Purnomo, S.T., Gr., bersama jajaran pengurus PERGUNU lainnya.

    Seluruh pihak memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan workshop sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas lembaga pendidikan.

    Materi utama disampaikan oleh Dr. Yusmia Widiastuti, S.P., M.M., yang mengulas secara komprehensif konsep, strategi, dan praktik school branding sesuai dengan tantangan dunia pendidikan saat ini.

    Peserta dibekali pemahaman mengenai penguatan identitas sekolah, pengelolaan citra lembaga, serta strategi komunikasi yang efektif dan berkelanjutan.

    Selain pemaparan materi, workshop juga dilengkapi dengan sesi simulasi yang meliputi pengembangan perencanaan (plan development) dan implementasi program (plan implementation).

    Seluruh sesi dipandu oleh fasilitator untuk memastikan peserta mampu menerapkan konsep branding secara praktis dan terstruktur.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi, di mana peserta memaparkan hasil perencanaan strategi branding sekolah masing-masing.

    Presentasi ini disertai pendampingan serta arahan dari fasilitator sebagai bentuk evaluasi dan penguatan konsep.

    Sebagai bentuk penguatan implementasi, workshop juga mencakup kegiatan fieldwork atau praktik lapangan di lembaga masing-masing peserta.

    Pada tahap ini, peserta mendapatkan pendampingan langsung guna memastikan penerapan school branding berjalan efektif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik sekolah.

    Melalui Workshop School Branding ini, PERGUNU Banyuwangi berharap para peserta mampu merumuskan serta mengimplementasikan strategi branding sekolah secara optimal, sehingga dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan mendorong kemajuan lembaga pendidikan di Kabupaten Banyuwangi.

  • DPD LKM BKPRMI Banyuwangi Gaspol Aksi Nyata, Siapkan Baksos Kesehatan hingga Program Sinergi Lintas Lembaga

    DPD LKM BKPRMI Banyuwangi Gaspol Aksi Nyata, Siapkan Baksos Kesehatan hingga Program Sinergi Lintas Lembaga

    Sebagai wujud nyata gerakan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI Kabupaten Banyuwangi terus menggulirkan berbagai program sosial berbasis masjid dan pemberdayaan umat.

    Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar pada Minggu siang, 25 Januari 2026, di kediaman BD. Diah Fitrianingsih, S.Keb., M.Kes., CH.

    Rapat ini membahas sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat hingga memasuki bulan Ramadan.

    Salah satu program utama yang akan direalisasikan adalah Bakti Sosial (Baksos) Cek Kesehatan Gratis yang dijadwalkan pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Blimbingsari.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan kesehatan berbasis masjid yang diinisiasi oleh LKM BKPRMI Banyuwangi.

    Selain itu, LKM BKPRMI juga akan membuka booth kesehatan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gintangan pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

    Booth tersebut akan memberikan edukasi kesehatan serta layanan kesehatan ringan bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.

    Agenda penting lainnya adalah pembentukan DUTA/Laskar LKM BKPRMI yang akan disinergikan dengan DPK LKM Kecamatan Blimbingsari. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di Masjid Patoman pada Jumat, 6 Februari 2026.

    Dalam rapat tersebut juga disampaikan sejumlah program kolaboratif lintas lembaga di bawah naungan BKPRMI.

    Salah satunya adalah kegiatan diklat SAR yang akan digelar oleh Brigade Masjid di Wonosobo selama satu hari penuh, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai salat Magrib, yang dilanjutkan dengan prosesi pembaretan.

    Dalam diklat ini juga akan diselipkan materi penyuluhan PPGD (Pelatihan Penanganan Gawat Darurat). Menariknya, panitia akan memilih satu peserta terbaik oleh pelatih yang akan mendapatkan hadiah berupa voucher umrah.

    Selain program pelatihan, BKPRMI Banyuwangi juga menyiapkan kegiatan kultum selama bulan Ramadan yang akan berlangsung selama 30 hari penuh.

    Kultum tersebut akan menjadi bagian dari syiar Islam dengan tema-tema yang telah disiapkan sebelumnya.

    Tak hanya itu, akan digelar pula kompetisi video bertajuk “Remaja Rijig-Rijig Masjid” yang dilaksanakan selama bulan Ramadan.

    Setiap DPK diwajibkan mengirimkan satu video sebagai bentuk partisipasi dalam syiar kreatif berbasis media digital.

    Di bidang pendampingan hukum, disepakati pula program sinergi dengan PERADI. Setiap satu DPK akan didampingi oleh satu orang advokat dari PERADI yang akan masuk dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di masing-masing kecamatan.

    Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang berada di lingkungan BKPRMI harus dilaksanakan dengan semangat sinergi dan kolaborasi antar lembaga.

    “Setiap kegiatan, walaupun diinisiasi oleh satu lembaga seperti LKM, maka lembaga lain di bawah naungan BKPRMI harus ikut berpartisipasi.

    Baik Brigade maupun lembaga-lembaga lainnya, semua harus bersinergi agar kegiatan semakin sukses, bersinar, dan dikenal luas oleh masyarakat,” tegasnya.

    Melalui berbagai program tersebut, BKPRMI Banyuwangi berharap peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial, kesehatan, dakwah, serta penguatan umat di tengah masyarakat.

    Sementara itu, LKM BKPRMI Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat gerakan dakwah yang solutif dan kolaboratif.

  • DPC Peradi Banyuwangi Gelar Arisan di Blimbingsari, Bahas Materi KUHP–KUHAP Baru

    DPC Peradi Banyuwangi Gelar Arisan di Blimbingsari, Bahas Materi KUHP–KUHAP Baru

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Banyuwangi menggelar kegiatan arisan yang bertempat di Rumah Makan Dapur Gebyok, Blimbingsari, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

    Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 advokat yang tergabung dalam DPC Peradi Banyuwangi.

    Acara arisan tersebut diselenggarakan sebagai upaya mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antaranggota.

    Dalam suasana yang hangat dan akrab, para advokat berkumpul untuk saling berbagi pengalaman sekaligus pengetahuan terkait profesi advokat.

    DPC Peradi Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme anggotanya dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum.

    Melalui kegiatan arisan ini, diharapkan tercipta semangat baru serta kerja sama yang semakin solid di antara para anggota.

    Dalam sambutannya, Ketua DPC Peradi Banyuwangi, Eko Sutrisno, SH, menyampaikan bahwa selain agenda arisan, pada hari yang sama juga akan dilaksanakan pembukaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) DPC Peradi Banyuwangi yang bekerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi.

    Oleh karena itu, ia berharap seluruh pengurus harian dapat hadir dalam agenda tersebut.

    Selain arisan, pertemuan ini juga diisi dengan penyampaian materi terkait pembuktian berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru berlaku. Materi tersebut disampaikan oleh Jaenuri, SH.

    “Dalam konteks pembuktian, KUHP dan KUHAP yang baru menekankan pentingnya keadilan restoratif serta perlindungan hak asasi manusia. Hakim dan jaksa juga diharapkan dapat mempertimbangkan berbagai faktor yang ada,” ujarnya.

    Sebagai tuan rumah kegiatan, H. Mujiono, SH menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPC Peradi Banyuwangi yang telah hadir.

    Ia berharap rasa kekeluargaan sebagai bagian dari keluarga besar Peradi dapat terus terjaga. Acara yang berlangsung guyub tersebut ditutup dengan sesi foto bersama, ramah tamah, serta makan bersama.

  • English TOEFL Junior dan Robotic Competition Meriahkan Dies Natalis ke-33 SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi

    English TOEFL Junior dan Robotic Competition Meriahkan Dies Natalis ke-33 SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi

    SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi menggelar English TOEFL Junior Competition dan Robotic Competition dalam rangka Dies Natalis ke-33, dengan mengusung tema “Tumbuh dalam Kebersamaan, Maju dalam Perubahan”, Sabtu (21/1/2026).

    Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMP/MTS sederajat se-Kabupaten Banyuwangi.

    Kepala SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi, Fahima Sholatin, M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan dies natalis tahun ini dirancang untuk membangkitkan semangat pelajar dalam mengenali potensi diri, khususnya di bidang bahasa internasional dan teknologi berbasis robotika.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kepercayaan diri pelajar sejak dini dalam berbahasa Inggris sekaligus mengenal perkembangan teknologi robotik,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak dua hari sebelumnya dengan pelatihan robotika kepada 10 SMP binaan SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi.

    Para siswa dilatih merakit robot secara mandiri, yang kemudian dilombakan pada hari puncak kegiatan.

    Robot hasil karya peserta tersebut selanjutnya dihibahkan kepada sekolah masing-masing sebagai upaya mendorong semangat belajar robotika.

    Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Eko Budi Santoso, S.Sos., M.M.

    Dalam sambutannya, Eko mengapresiasi langkah SMKS Muhammadiyah 6 Rogojampi yang dinilai tepat dalam mengarahkan pelajar SMP/MTS untuk mengenal kemampuan berbahasa Inggris dan teknologi robotik di era digital.

    “Daripada waktu habis untuk aktivitas gawai yang kurang bermanfaat, kegiatan seperti ini justru mendorong pelajar keluar dari zona nyaman dan mengenal ilmu pengetahuan serta teknologi yang berguna bagi masa depan mereka,” katanya.

    Eko juga menekankan pentingnya kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan diri, memperluas jejaring pertemanan, serta menumbuhkan motivasi belajar sejak dini.

    “Masa depan adalah milik mereka yang bersungguh-sungguh belajar,” tegasnya.

    Pembukaan acara ditandai dengan pembacaan basmalah dan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya kompetisi.

    Pernyataan Eko, “Kalian semua adalah pemenang dan kalianlah juaranya,” disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi serta Kasubbag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Banyuwangi.

    Selain peserta lomba, para guru pembimbing dan orang tua juga hadir memberikan dukungan moral dan doa.

    Rangkaian acara pembukaan dimeriahkan dengan penampilan Paduan Suara Gita Suara Barista, dilanjutkan tari Gandrung yang disambut antusias oleh seluruh hadirin.

    Usai pembukaan, peserta diarahkan ke ruang kompetisi untuk mengikuti lomba dengan sistem penilaian yang ketat dan terukur, termasuk penggunaan perangkat digital dalam pelaksanaan ujian.

    Sebanyak 104 peserta mengikuti English TOEFL Junior Competition, sementara 12 peserta berkompetisi dalam Robotic Competition.

    Para pemenang memperebutkan tropi, uang pembinaan, dan sertifikat, dengan total hadiah mencapai sekitar Rp5 juta.

    Untuk kategori robotika, ditetapkan juara I, II, dan III, sedangkan TOEFL Junior Competition menetapkan juara I, II, III, serta Harapan I, II, dan III.

  • Rapat LPP SDM LPKS BKPRMI Digelar di Safinda Tukangkayu, Dihadiri Ketua Umum BKPRMI

    Rapat LPP SDM LPKS BKPRMI Digelar di Safinda Tukangkayu, Dihadiri Ketua Umum BKPRMI

    Banyuwangi — LPPSDM LPPKS BKPRMI menggelar rapat koordinasi pada Jumat, 23 Januari 2026.

    Kegiatan ini berlangsung di Safinda Tukangkayu, Banyuwangi, dengan suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

    Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum BKPRMI, H. Mujiono, S.H beserta jajaran pengurus dan perwakilan LPPSDM LPPKS BKPRMI.

    Kehadiran Ketua Umum memberikan motivasi tersendiri bagi seluruh peserta rapat untuk terus menguatkan peran BKPRMI dalam pengembangan kualitas SDM, khususnya di bidang pendidikan, keterampilan, dan pembinaan generasi muda masjid.

    Dalam sambutannya, Ketua Umum BKPRMI menekankan pentingnya sinergi antar lembaga di tubuh BKPRMI agar program-program yang dirancang benar-benar memberi dampak nyata bagi umat dan masyarakat.

    “Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat sinergi antar lembaga di tubuh BKPRMI. LPPSDM dan LPPKS harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mencetak kader-kader masjid yang berilmu, berakhlak, dan memiliki keterampilan yang relevan dengan tantangan zaman,” tutur H. Mujiono, S.H

    Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk terus menjaga semangat pengabdian, keikhlasan, dan profesionalisme dalam berorganisasi.

    Rapat membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya evaluasi program kerja, perencanaan kegiatan pengembangan SDM ke depan, serta penguatan peran LPPKS BKPRMI sebagai pusat pembinaan dan kader dakwah yang unggul.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus mempererat ukhuwah serta meningkatkan kualitas kontribusi BKPRMI bagi umat.

  • DPR RI Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter untuk Cegah Kekerasan di Sekolah

    DPR RI Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter untuk Cegah Kekerasan di Sekolah

    Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan pemerintah serta seluruh satuan pendidikan agar memperkuat pendidikan karakter sebagai upaya mencegah maraknya tindak kekerasan di lingkungan pendidikan.

    Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak boleh diabaikan karena berperan penting dalam membentuk kepribadian dan akhlak peserta didik.

    Menurutnya, penguatan nilai-nilai tersebut perlu diluruskan dan diperbaiki agar sejalan dengan tujuan utama pendidikan nasional.

    “Pendidikan karakter tidak bisa dikesampingkan. Ini penting untuk membentuk karakter dan akhlak siswa. Itu yang harus kita luruskan dan perbaiki agar sesuai dengan tujuan dan fungsi utama pendidikan,” ujar Lalu Hadrian Irfani di Jakarta, Kamis, (22/12) menanggapi meningkatnya kasus kekerasan di dunia pendidikan sepanjang 2025.

    Ia menilai kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi sistem pendidikan nasional.

    Sepanjang tahun 2025, pihaknya mencatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan di sekolah dan perguruan tinggi, dengan berbagai bentuk mulai dari kekerasan verbal hingga fisik.

    Hadrian juga menyinggung kasus kekerasan antara guru dan siswa di sebuah SMK di Jambi. Dalam peristiwa tersebut, tindakan kekerasan yang dilakukan guru terhadap siswa berujung pada pengeroyokan guru oleh sejumlah siswa.

    Politisi dari Daerah Pemilihan NTB II itu turut menyoroti kasus guru yang membawa senjata tajam ke lingkungan sekolah.

    Menurutnya, tindakan tersebut sudah melampaui batas dan mencerminkan buruknya relasi edukatif antara guru dan siswa.

    “Saya melihat relasi edukasi antara guru dan siswa tidak berjalan sebagaimana mestinya. Guru tidak memahami sepenuhnya tugas dan kewajibannya, begitu juga siswa,” tegasnya.

    Ia menegaskan bahwa guru seharusnya menjadi teladan dan panutan bagi peserta didik.

    “Guru harus menjadi profil yang diidolakan” tutupnya.

    Sumber: Antara