Kategori: Berita

  • Perkuat Konsolidasi, DPK BKPRMI Kalipuro Gelar Rapat Persiapan MUSCAM 2026

    Perkuat Konsolidasi, DPK BKPRMI Kalipuro Gelar Rapat Persiapan MUSCAM 2026

    Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Kalipuro menggelar Rapat Persiapan Musyawarah Kecamatan (MUSCAM) Tahun 2026 pada Rabu malam, 21 Januari 2026.

    Kegiatan ini berlangsung di Lingkungan Krajan RT/RW 003/002, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro.

    Rapat yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung khidmat dan sarat dengan semangat kebersamaan.

    Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, jajaran pengurus DPK BKPRMI Kecamatan Kalipuro, serta perwakilan lembaga di bawah naungan DPD BKPRMI Banyuwangi, di antaranya LPPTKA, LPPKS, LPEKIN, LKM, dan lembaga terkait lainnya.

    Dalam sambutannya, H. Mujiono menegaskan pentingnya MUSCAM sebagai forum strategis organisasi.

    Menurutnya, MUSCAM menjadi momentum evaluasi kinerja, konsolidasi kepengurusan, sekaligus penentuan arah gerak BKPRMI ke depan.

    Ia juga menyampaikan sekilas sejarah BKPRMI yang berdiri sejak tahun 1977, serta kiprahnya dalam pembinaan pendidikan keislaman, pemuda, dan remaja masjid, khususnya melalui pengembangan TKA/TPQ di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyuwangi.

    Rapat berlangsung dinamis dengan berbagai agenda pembahasan, mulai dari teknis pelaksanaan MUSCAM, kesiapan panitia, hingga penguatan peran dan kontribusi BKPRMI di tingkat kecamatan.

    Beragam masukan dan gagasan konstruktif disampaikan oleh para peserta demi menyukseskan MUSCAM DPK BKPRMI Kecamatan Kalipuro Tahun 2026.

    Melalui rapat persiapan ini, diharapkan pelaksanaan MUSCAM nantinya dapat berjalan lancar dan demokratis, serta menghasilkan kepengurusan yang solid dan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya dalam pembinaan generasi muda Islam di Kecamatan Kalipuro.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar BKPRMI senantiasa istiqamah dalam pengabdian, serta terus menjadi wadah dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan pemuda remaja masjid.

  • Kontingen MI Islamiyah Rogojampi Tembus Nasional di KOMPERASIA 2 UNESA

    Kontingen MI Islamiyah Rogojampi Tembus Nasional di KOMPERASIA 2 UNESA

    Kontingen MI Islamiyah Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, menorehkan prestasi membanggakan di ajang KOMPERASIA 2 (Kompetisi Pelajar Juara Indonesia ke-2) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Andima Smarthouse.

    Kompetisi bergengsi tersebut dilaksanakan secara luring pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

    Dalam keikutsertaan perdananya di tingkat nasional, MI Islamiyah Rogojampi berhasil membawa pulang tiga medali dari bidang akademik berbeda.

    Prestasi tersebut diraih oleh Ilman Rasyid Abdillah yang meraih medali perak bidang Bahasa Inggris, Hafiz Maulana Ishak yang memperoleh medali perunggu bidang Matematika, serta Brama Alaric Zeroun Al Faizullah yang menyabet medali perunggu bidang Sains.

    Ketiganya merupakan siswa kelas 6 MI Islamiyah Rogojampi yang mengikuti lomba secara individu.

    Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Para siswa menjalani persiapan intensif selama sekitar dua hingga tiga bulan.

    Selama pelaksanaan lomba di Surabaya, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari pihak sekolah dan orang tua.

    Pendampingan pembinaan akademik di sekolah oleh para pembina sesuai bidang lomba, yakni M.S. Rahdiyan Syah Tuasikal, S.Pd. (Bahasa Inggris), Mohamad Nurhadi, S.Pd. (Matematika), dan Maria Ulfa, S.Pd. (Sains).

    Peran pembina dan dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan diri, disiplin belajar, serta ketangguhan mental siswa saat berkompetisi di tingkat nasional.

    Pihak sekolah menyampaikan harapan agar capaian ini menjadi pemantik semangat belajar bagi seluruh siswa.

    Prestasi yang diraih diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi motivasi berkelanjutan agar peserta didik tumbuh sebagai anak-anak yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memenuhi harapan orang tua serta sekolah.

    Prestasi di KOMPERASIA 2 ini sekaligus menegaskan komitmen MI Islamiyah Rogojampi dalam mendorong budaya kompetitif yang sehat dan edukatif.

    Keberhasilan menembus ajang nasional pada keikutsertaan pertama menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, dukungan lembaga, dan semangat belajar yang kuat, siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

  • Pengajian Isra Mikraj di Masjid Baitul Huda Kabat, Jamaah Diajak Menelaah Sholat sebagai Benteng Agama

    Pengajian Isra Mikraj di Masjid Baitul Huda Kabat, Jamaah Diajak Menelaah Sholat sebagai Benteng Agama

    Masjid Baitul Huda, Dusun Jurangjero, Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, dipenuhi jamaah dalam pengajian peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Jumat malam (16/1/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung khidmat, meriah, dan tertib hingga selesai.

    Pengajian rutin tahunan ini diselenggarakan oleh Takmir Masjid Baitul Huda bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI), bekerja sama dengan GP Ansor Ranting Kalirejo.

    Jamaah yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, perangkat desa, banom NU, hingga warga sekitar.

    Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Ketua Takmir Masjid Baitul Huda, Mohamad Jakpar, serta Kepala Desa Kalirejo, Moch. Arifin.

    Dalam sambutannya, Ketua Takmir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan peringatan Isra Mikraj dapat terselenggara dengan lancar.

    Suasana pengajian semakin semarak saat sesi selingan yang diisi oleh Hadrah Syafaatul Azka, yang menambah kekhidmatan sekaligus membangkitkan semangat jamaah sebelum memasuki acara inti berupa mauidhoh hasanah.

    Pengajian inti disampaikan oleh Ustadz Qomaruzaman, Lc, penceramah asal Desa Badean, Kecamatan Kabat.

    Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema “Menelaah Sholat sebagai Benteng Agama dan Kisah Perjuangan Rasulullah”.

    Jamaah diajak menempatkan peristiwa Isra Mikraj sebagai momentum penting untuk meneguhkan kembali kewajiban sholat.

    “Sholat merupakan kunci dari amal-amal yang lain,” ujar Ustadz Qomaruzaman.

    Ia menegaskan bahwa sholat bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan fondasi utama yang menjaga keimanan, akhlak, dan arah kehidupan seorang muslim.

    Menurutnya, perintah sholat yang diterima langsung oleh Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mikraj menunjukkan betapa agung dan sentralnya ibadah tersebut. Ketika sholat terjaga, maka aspek kehidupan lainnya akan ikut terarah dan terpelihara.

    Sementara itu, Kepala Desa Kalirejo, Moch. Arifin, mengapresiasi kekompakan panitia dan partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi peringatan hari besar Islam.

    Ia berharap kegiatan keagamaan semacam ini terus dilestarikan sebagai sarana memperkuat iman, persaudaraan, dan kebersamaan warga.

    Pengajian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan serta keteguhan iman bagi seluruh jamaah.

    Melalui peringatan Isra Mikraj ini, panitia berharap nilai-nilai perjuangan Rasulullah SAW dan makna sholat dapat semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya warga Desa Kalirejo dan sekitarnya.

  • Majestic Basketball Event 3×3 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelajar Jawa Timur Ramaikan Banyuwangi

    Majestic Basketball Event 3×3 2026 Resmi Digelar, Ratusan Pelajar Jawa Timur Ramaikan Banyuwangi

    Upaya pembinaan prestasi olahraga bola basket pelajar di Jawa Timur kembali menemukan momentumnya melalui Majestic Basketball Event 3×3 Competition 2026 Season 3.

    Kejuaraan ini resmi digelar selama tiga hari, 16–18 Januari 2026, bertempat di GOR Sahabat Banyuwangi, dengan melibatkan ratusan atlet pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur.

    Diselenggarakan oleh Komunitas Majestic di bawah naungan Perbasi Jawa Timur, ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang edukatif bagi atlet pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

    Sebanyak 112 tim yang terdiri dari sekitar 56 tim putra dan 56 tim putri ikut ambil bagian. Para peserta datang dari Banyuwangi, Jember, Surabaya, Pasuruan, hingga Malang.

    Atmosfer kompetisi terasa semakin hidup karena sejumlah atlet yang berlaga telah memiliki pengalaman bertanding di level Porprov Jawa Timur, Kejurprov, Popnas, hingga DBL.

    Kehadiran mereka menjadi tantangan sekaligus motivasi tersendiri bagi atlet-atlet muda lainnya.

    Pada jenjang sekolah dasar, peserta yang berpartisipasi antara lain SD Lazuardi, SDN Model, SD 4 Penganjuran, SD IT Al Qomar, SD Al Ushwah, SD Al Khoiriyah, SD Mutu, SDK Alethea Genteng, SDK Santa Maria Banyuwangi, SD Menghua, SD Bloom, SD Greeta, dan beberapa sekolah lainnya.

    Sementara itu, dari jenjang sekolah menengah pertama, kejuaraan ini diikuti oleh SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 2 Banyuwangi, SMPN 1 Giri, SMPN 1 Genteng, SMP Lazuardi, SMP Adz Dzikra, SMPK Santa Yusup, SMPK Maria Genteng, SMPK Alethea Genteng, serta SMPK Maria Fatima.

    Tingginya partisipasi sekolah-sekolah ini mencerminkan antusiasme pelajar SMP terhadap pembinaan basket yang terstruktur dan berkelanjutan.

    Adapun dari jenjang sekolah menengah atas, peserta yang ambil bagian meliputi SMAN 1 Glagah, SMAN 1 Giri, SMK PGRI Rogojampi, SMAN 1 Darusolah, SMAK Hikmah Mandala Banyuwangi, MA Kader Adz Dzikra Banyuwangi, SMAN 1 Jember, SMAN 1 Jeraldh, SMAN 8 Malang, MAN 1 Pasuruan, serta Vita School Surabaya.

    Selain itu, terdapat pula tim umum seperti Tosca, Skyhawk, dan CKD, yang semakin memperkaya dinamika kompetisi lintas wilayah di Jawa Timur.

    Ketua Panitia, Nuzulia Fajrina, SH, menyampaikan bahwa kejuaraan ini lahir dari kegelisahan sekaligus harapan.

    Kegelisahan atas terbatasnya ruang tanding berjenjang bagi atlet muda, serta harapan agar bakat-bakat basket daerah memiliki panggung yang layak untuk berkembang.

    “Kami ingin menyediakan wadah yang sehat dan terarah bagi atlet basket pelajar. Bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk membangun mental, kepercayaan diri, dan pengalaman bertanding di level provinsi,” ujarnya.

    Menggunakan peraturan resmi FIBA 3×3, setiap tim diperkuat oleh empat pemain dengan sistem pertandingan fase grup.

    Seluruh laga dipimpin oleh wasit bersertifikat dan didukung kesiapan panitia serta tim medis guna menjamin keamanan dan kenyamanan peserta.

    Kejuaraan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Perbasi Banyuwangi, KONI, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Kementerian Agama Banyuwangi, serta sejumlah sponsor seperti Rieda Perdana, Hotel KYRIE, OWN, HOPE Physiotherapy, PT SLSA, Bee Sportphotography, Kiddy, dan Jajan Ra Ya.

    Hadir pula sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua KONI, Ketua Perbasi Ricco Antar Budaya, serta Exco Perbasi Jawa Timur NSH Imanuddin Husnuzan, yang memberikan dukungan langsung terhadap pembinaan basket usia dini dan pelajar.

    Selain trofi dan medali, panitia menyiapkan uang pembinaan, jersey champion, serta piagam tingkat Jawa Timur bagi juara 1 hingga 4. Bagi panitia, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan penanda proses panjang dan kerja keras para atlet muda.

    Lebih dari sekadar kompetisi, Majestic Basketball Event 3×3 membawa pesan reflektif bahwa setiap ikhtiar dalam proses pembinaan akan bermuara pada keberhasilan.

    Di akhir kegiatan, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Komunitas Majestic Ballers yang secara konsisten menghadirkan ruang bertumbuh bagi atlet muda melalui penyelenggaraan event ini untuk ketiga kalinya.

    Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan lintas instansi, ajang ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan, sekaligus bagian dari denyut pembinaan basket pelajar yang terus tumbuh dan bersemangat di Banyuwangi dan Jawa Timur.

  • Sinergi LBHA, BKPRMI Bersama Pemkab Banyuwangi Perkuat Perlindungan Hukum untuk Santri dan Guru Ngaji

    Sinergi LBHA, BKPRMI Bersama Pemkab Banyuwangi Perkuat Perlindungan Hukum untuk Santri dan Guru Ngaji

    Silaturahmi antara LBHA (Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi) dan DPD BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) dengan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi berlangsung hangat dan produktif di kantor Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi, pada Selasa (13/12).

    Dirda LBHA dan Ketua Umum BKPRMI, H. Mujiono, SH, diterima oleh perwakilan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi, Sadhu Bagas Suratno dan Nur Wahid Rosyadi.

    Dalam kesempatan ini, LBHA dan BKPRMI membahas sinergi dan kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran hukum serta perlindungan anak, khususnya bagi santri dan guru ngaji di Banyuwangi.

    Dirda LBHA menegaskan komitmen LBHA untuk terus mendukung program-program pemerintah daerah dalam upaya perlindungan hukum terhadap anak.

    Ketua Umum BKPRMI, H. Mujiono, SH juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan BKPRMI.

    “Dukungan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi sangat berarti bagi BKPRMI, kami mengucapkan terima kasih atas kerja samanya,” ujar H. Mujiono, SH.

    Selain itu, diskusi tersebut juga membahas rencana kerja sama lebih lanjut dalam meningkatkan kesadaran hukum dan perlindungan bagi santri serta guru ngaji di wilayah Banyuwangi.

    Perwakilan Bagian Hukum menyambut baik inisiatif LBHA dan BKPRMI, serta menyatakan kesiapan untuk mendukung dan memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat keagamaan, khususnya BKPRMI, dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di Banyuwangi.

    Momen silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih erat dan produktif antara BKPRMI, LBHA, dan Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi dalam memperkuat kesadaran hukum serta perlindungan bagi santri dan guru ngaji di Banyuwangi.

  • Upacara Adat Tujuh Bulanan Nusantara Warnai Kehamilan Pasangan Hafidz di Rogojampi

    Upacara Adat Tujuh Bulanan Nusantara Warnai Kehamilan Pasangan Hafidz di Rogojampi

    Pasangan hafidz, Muhammad Haidar Rosyid dan Fani Faizah Hurriyatul Alawiyah Hasan, menggelar upacara adat tujuh bulanan atau mitoni/tingkeban sebagai penanda usia kehamilan pertama mereka.

    Prosesi adat nusantara tersebut berlangsung di Gang Garuda V, Katesan, Prejengan 1, Rogojampi, Selasa (6/1/2026).

    Rosyid yang berasal dari suku Using dan Fani dari suku Madura menjalani prosesi adat yang sarat makna kebudayaan dan spiritual.

    Ritual mitoni dipandu Bu Mumun dari suku Sunda, dengan tamu undangan lintas etnis, mulai dari Jawa, Minang, hingga Madura.

    Acara dipandu oleh Aguk Darsono, pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Banyuwangi dari unsur suku Jawa, yang mengenakan busana surjan galur merah dan kopiah batik khas Jogokariyan, Yogyakarta.

    Prosesi diawali dengan pembacaan Ummul Kitab, Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan sungkeman calon ayah dan ibu kepada kedua orang tua untuk memohon doa restu.

    Selanjutnya, dua keluarga besar serta tokoh agama dan masyarakat secara bergiliran memasukkan air dari tujuh sumber ke dalam belanga.

    Menariknya, sebagian air tersebut berasal dari sumber-sumber yang diperoleh Rosyid saat berziarah ke makam para wali, mulai dari makam pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Sukorejo, Asembagus, hingga makam para aulia di Pulau Madura.

    Sukorejo sendiri merupakan tempat Rosyid menimba ilmu sejak SMA hingga sarjana, sekaligus menghafal Al-Qur’an 30 juz.

    Tahapan berikutnya, kembang setaman dimasukkan ke dalam belanga oleh ibunda Rosyid dan kakak Fani, Lisa Zakiyah.

    Ritual mitoni ini menjadi ikhtiar spiritual (krenteg hajad) agar calon ibu dan bayi diberi keselamatan, kesejahteraan, serta kelancaran proses kelahiran. Fani sendiri dikenal sebagai hafidzah yang menimba ilmu di pondok pesantren di Yogyakarta.

    Prosesi siraman dilakukan dengan pasangan mengenakan busana takwa dan gamis.

    Rangkaian prosesi simbolik dijalani dengan penuh khidmat, mulai dari pelilitan kain putih pada calon ibu, pelepasan telur, hingga menggendong dan melepas kelapa cengkir gading yang dihias tokoh wayang Arjuna dan Srikandi.

    Prosesi ini ditutup dengan pelepasan ikatan janur di perut calon ibu sebagai doa agar proses kelahiran berjalan lancar, ibu dan jabang bayi diberi keselamatan, serta sang suami selalu siaga mendampingi.

    Siraman diawali oleh calon kakek dari pihak perempuan, H. Hasan Basori, seorang guru agama sekaligus Ketua Asosiasi BPD se-Wongsorejo.

    Prosesi dilanjutkan oleh ibu pihak laki-laki, Asmiyati; Bu Mumun; para sesepuh keluarga; dan ditutup oleh ayah pihak laki-laki, Muhammad Nur, pengrajin suvenir, plakat, dan kaligrafi.

    Setelah itu, Rosyid menyiram istrinya menggunakan kendi yang kemudian dijatuhkan hingga pecah.

    Pecahan kendi tersebut diperebutkan warga sebagai simbol keberkahan, dilanjutkan tradisi “jualan” dawet dan rujak oleh pasangan calon orang tua.

    Usai berganti busana kering, Bu Mumun memperagakan ritual pemilihan tujuh kain batik bermotif khas, seperti gajah oling, karapan potre kuning, sido mukti, hingga sembrung cacing.

    Setelah enam motif dinilai kurang sesuai, pilihan jatuh pada kain batik parang barong yang melambangkan kewibawaan dan keanggunan.

    Dengan selempang batik tersebut, Fani melanjutkan prosesi berjualan rujak dan dawet yang disambut antusias warga.

    Rangkaian acara ditutup dengan pembagian jenang merah putih dan nasi tumpeng berkat, disertai doa syukur dan keselamatan yang dipimpin H. Hasan Basori.

    Acara yang dimulai selepas salat Asar berakhir menjelang waktu samarwulu, diiringi lantunan selawat dari Masjid Besar Baturahim.

    Pada malam harinya, rangkaian selamatan dilanjutkan dengan tahlilan ba’da Magrib yang dipimpin Kepala Dusun Prejengan 1, M. Basuni.

    Sebanyak 33 jamaah mengikuti tahlilan dengan pembacaan Surat Yusuf, Maryam, Muhammad, Luqman, Al-Ikhlas sebanyak 99 kali, serta Surat Yasin secara berjamaah.

    “Semoga keluarga Rosyid dan Fani menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, melahirkan generasi Qur’ani yang berbakti kepada orang tua, membahagiakan kakek-nenek, serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” doa M. Basuni yang diamini seluruh jamaah.

  • Rayakan 13 Tahun, EL Grup Berbagi Kebahagiaan Bersama Lansia di Muncar

    Rayakan 13 Tahun, EL Grup Berbagi Kebahagiaan Bersama Lansia di Muncar

    Senyum bahagia merekah terpancar dari wajah 30 lansia saat menerima kunjungan “anak cucu” mereka dari EL Grup dalam kegiatan berwisata hati ke Panti Jompo Sahabat Lansia Blambangan, Muncar, Rabu (7/1/2026).

    Kegiatan ini digelar sebagai bentuk tasyakuran atas 13 tahun berdirinya EL Hotel Banyuwangi Residence, sekaligus perayaan hadirnya Banyuwangi Park yang turut mendukung pengembangan pariwisata di Bumi Blambangan.

    Direktur PT Mitra Buana Niaga (EL Grup), Vera Safira, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur perusahaan yang diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

    “Sebagai ungkapan syukur, tahun ini kami berbagi kebahagiaan dengan para lansia di panti jompo,” ujar Vera Safira yang hadir bersama sekitar 45 karyawan EL Grup.

    Senada, General Manager EL Hotel Banyuwangi, Wilmar Des Rizal, menyampaikan rasa haru dan bahagianya bisa bersilaturahmi langsung dengan para lansia.

    “Oma, opa, kami ini anak cucumu yang datang menjenguk,” ucapnya penuh kehangatan.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PHRI Banyuwangi serta mitra IHC RS Bhakti Husada Krikilan yang turut mendampingi dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia.

    EL Grup di Panti Jompo Sahabat Lansia Muncar

    Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PHRI Banyuwangi, Hafrida, menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi ke-13 EL Grup.

    Ia berharap kegiatan bakti sosial seperti ini dapat menginspirasi anggota PHRI lainnya.

    “Kami doakan seluruh usaha yang tergabung dalam EL Grup semakin laris, banyak pengunjung, dan meraih kesuksesan di Banyuwangi,” ujarnya, yang diamini oleh seluruh hadirin.

    Tak hanya berbagi bantuan berupa dana, sembako, pampers, selimut, dan kebutuhan lainnya, EL Grup juga menghadirkan kebahagiaan melalui berbagai aktivitas interaktif.

    Para lansia diajak bermain permainan sederhana menggunakan bola kecil, bernyanyi lagu-lagu nostalgia, berbagi cerita masa kecil, hingga berjoget bersama badut Park dan Joira Istimewa. Kegiatan tersebut ditutup dengan pembuatan buket bunga bersama.

    Sementara itu, Ketua Yayasan Sahabat Lansia, Indah Purwaningrum, menjelaskan bahwa saat ini yayasan mengasuh 30 lansia serta 16 anak yatim yang dibekali pendidikan agama.

    “Tujuan kami adalah menyiapkan para lansia agar dapat menjalani masa akhir hidup dengan bahagia dan husnul khotimah,” ujarnya.

    Indah menuturkan, yayasan yang berdiri sejak tiga tahun lalu ini awalnya beroperasi di Desa Kelir dengan menyewa lahan.

    Sekitar dua tahun terakhir, yayasan berpindah ke Muncar dan kini telah memiliki lahan sendiri meski masih dalam proses mencicil pembangunan panti.

    “Karena panti kami masih terakreditasi C, kami belum mendapatkan bantuan permakanan dari Dinas Sosial. Syaratnya minimal akreditasi B, sehingga selama ini bantuan murni berasal dari swasta dan para donatur,” jelasnya.

    Ia menambahkan, yayasan juga telah memiliki mobil layanan dan rumah singgah di Malang yang digunakan saat harus mendampingi rujukan perawatan anak yatim maupun lansia.

    “Alhamdulillah, kami hanya menjadi kurir dari para donatur dan dermawan,” tutup relawan Rumah Kebangsaan Banyuwangi tersebut.

  • Warga Dusun Lateng Gelar Kenduren Takir Sewu Sambut Tahun Baru 2026

    Warga Dusun Lateng Gelar Kenduren Takir Sewu Sambut Tahun Baru 2026

    Warga Dusun Lateng, Desa Rogojampi, menggelar tradisi Kenduren Takir Sewu di aula Balai Dusun Lateng, Kampoeng Lebak, pada Kamis (1/1/2026).

    Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual masyarakat dalam menyambut awal tahun baru 2026.

    Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut berlangsung khidmat namun tetap meriah, dengan melibatkan partisipasi warga secara guyup rukun.

    Kenduren Takir Sewu menjadi ruang kebersamaan warga dalam merawat tradisi lokal yang sarat nilai keagamaan dan sosial.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan ketua panitia, tahlil, doa bersama, dan ditutup dengan ramah tamah makan bersama.

    Momentum ini mempererat tali silaturahmi antarwarga dalam suasana kekeluargaan.

    Koordinator kegiatan, Rita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kenduren Takir Sewu merupakan ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada masyarakat Dusun Lateng dan sekitarnya.

    Selain itu, kegiatan ini diniatkan sebagai doa bersama agar di awal tahun 2026 seluruh urusan masyarakat dimudahkan, harapan dan cita-cita dikabulkan, serta kehidupan ke depan senantiasa dilimpahi keberkahan.

    “Melalui kenduren ini, kita bersyukur bersama sekaligus memanjatkan doa agar tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik, penuh kelancaran, keselamatan, dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

    Tahlil dan doa bersama kemudian dipimpin oleh sesepuh Dusun Lateng, Mbah Sabuang, dan diikuti dengan khusyuk oleh seluruh hadirin.

    Suasana religius terasa kental ketika doa-doa dipanjatkan sebagai ikhtiar batin mengawali perjalanan di tahun yang baru.

    Pada sesi ramah tamah, warga menikmati kebersamaan dengan sajian sebanyak 1.000 takir yang disiapkan panitia.

    Beragam kuliner khas Banyuwangi tersaji, mulai dari nasi tumpeng, nasi golong, pecel pitik, ayam kesrut, orem-orem, hingga aneka lauk tradisional lainnya.

    Tak ketinggalan jajanan khas seperti kue lapis, lanun, klepon, getuk, awuk, ketan, hingga jajanan poro bungkil.

    Seluruh hidangan disajikan menggunakan daun pisang, menambah nuansa tradisi dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas Kenduren Takir Sewu.

    Kebersamaan warga tampak semakin hangat saat mereka makan bersama dengan penuh kegembiraan, mencerminkan semangat guyup rukun dan tandang bareng yang telah mengakar kuat di Dusun Lateng.

    Kenduren Takir Sewu Lateng Rogojampi

    Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengajian umum ba’da Magrib bertema “Muhasabah Awal Tahun dan Doa Bersama Meraih Ridho Allah SWT”, yang disampaikan oleh Ustaz H. Andi Hidayat, S.Ag dari Rogojampi.

    Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah menjadikan pergantian tahun sebagai momentum introspeksi diri, memperbaiki niat dan akhlak, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui sholat berjamaah, sedekah, dan memperbanyak sholawat.

    Melalui tradisi Kenduren Takir Sewu Pinggir Banyu ini, warga Dusun Lateng tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan.

    Kegiatan ini menjadi bukti bahwa menyambut tahun baru dapat dilakukan dengan cara yang bermakna, melalui doa, syukur, dan kebersamaan sebagai ikhtiar meraih ridho Allah SWT dan keberkahan di tahun 2026.

  • Refleksi Akhir Tahun 2025, YALI Perkuat Komitmen Angkat Martabat Disabilitas

    Refleksi Akhir Tahun 2025, YALI Perkuat Komitmen Angkat Martabat Disabilitas

    Yayasan Aura Lentera Indonesia (YALI) Banyuwangi menutup tahun 2025 dengan meneguhkan komitmen perjuangan dalam mengangkat harkat dan martabat penyandang disabilitas.

    Tekad tersebut ditegaskan dalam kegiatan Refleksi Aura Lentera Akhir Tahun 2025 yang digelar di Ajeg Resto, Dusun Watu Ulo, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Selasa (31/12/2025).

    Kegiatan refleksi akhir tahun ini menjadi ruang evaluasi atas seluruh aktivitas advokasi, pendampingan, dan pemberdayaan penyandang disabilitas yang telah dijalankan YALI sepanjang tahun 2025.

    Selain itu, forum ini juga menjadi momentum memperkuat visi perjuangan menuju masyarakat yang lebih inklusif.

    Acara dibuka oleh Wakil Ketua YALI, M. Safarudi yang akrab disapa Cik Nang dengan menekankan pentingnya menjaga semangat kolektif dalam kerja-kerja sosial.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Bung Aguk Darsono, sesepuh sekaligus pengawas YALI.

    Dalam pesannya, Aguk menegaskan bahwa perjuangan mengangkat martabat penyandang disabilitas harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, terutama dalam memperjuangkan kesetaraan hak di tengah masyarakat.

    Ketua Yayasan Aura Lentera Indonesia, Nurhadi Windoyo, menyampaikan bahwa berbagai aktivitas yang dijalankan YALI selama ini memang terlihat sederhana, namun memiliki dampak luas dalam membangun kesadaran publik.

    “Gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menggerakkan masyarakat Banyuwangi, bahkan Indonesia, untuk mulai membangun kehidupan yang inklusif, dimulai dari keluarga dan dunia pendidikan,” ujarnya.

    Nurhadi Windoyo, yang merupakan penyandang tunanetra sejak usia tujuh tahun, menambahkan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi YALI.

    Pasalnya, sejak didirikan pada tahun 2006, YALI baru secara resmi memiliki badan hukum pada 7 Februari 2025.

    “Hampir dua dasawarsa kami berjuang sebagai komunitas relawan tanpa badan hukum,” tuturnya.

    Dengan telah dimilikinya legalitas organisasi, Nurhadi menegaskan bahwa YALI harus melangkah lebih profesional dalam menjalankan perannya sebagai lembaga sosial.

    “Tidak ada pilihan lain, kita harus profesional. Apalagi YALI juga bekerja sama dengan lembaga internasional, sehingga tata kelola organisasi harus semakin kuat dan akuntabel,” tegas suami Indah Catur Cahyaningtias (Direktur Program YALI 2025–2030) tersebut.

    Melalui refleksi akhir tahun ini, YALI menegaskan kembali posisinya sebagai organisasi yang konsisten memperjuangkan kesetaraan, kemandirian, dan martabat penyandang disabilitas, sekaligus menyiapkan langkah strategis untuk memperluas dampak perjuangan di tahun-tahun mendatang.

  • Aklamasi Musda III, Duet Mujiono–Sururudin Nahkodai BKPRMI Banyuwangi Periode 2026-2030

    Aklamasi Musda III, Duet Mujiono–Sururudin Nahkodai BKPRMI Banyuwangi Periode 2026-2030

    BANYUWANGI — Musyawarah Daerah (Musda) III Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banyuwangi secara aklamasi dan mufakat menetapkan duet H. Mujiono, SH sebagai Ketua Umum dan Achmad Sururudin, SE, M.Si, M.Pd sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) masa khidmat 2026–2030.

    Musda digelar pada Ahad (28/12/2025) atau bertepatan dengan 8 Rajab 1447 H di Hotel Aston Banyuwangi.

    Sidang Musda dipimpin Alim Sulaiman, M.Pd, Sekretaris Umum BKPRMI Wilayah Jawa Timur.

    Setelah kepengurusan demisioner dinyatakan berakhir, pimpinan sidang membuka peluang pencalonan Ketua Umum kepada peserta Musda yang terdiri dari jajaran DPD dan perwakilan 25 DPK kecamatan.

    Namun, tidak satu pun peserta mengajukan diri. Situasi tersebut kemudian disikapi oleh utusan DPK Rogojampi, Singojuruh, dan Kalipuro yang mengusulkan skema keberlanjutan kepemimpinan.

    Mereka mengusulkan agar Achmad Sururudin, mantan Ketua Umum dua periode untuk ditetapkan sebagai Ketua MPD, sementara H. Mujiono dipercaya sebagai Ketua Umum.

    Usulan tersebut diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta Musda.

    Dalam sambutannya, H. Mujiono mengawali dengan ungkapan haru.

    Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan mengemban amanah sebagai pimpinan organisasi yang bergerak dalam pemakmuran masjid dan pembinaan generasi, dengan ikon nasional Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) yang digelar berjenjang setiap dua tahun.

    “Baik, saya menerima amanat ini dengan syarat dukungan dari semuanya, termasuk tim formatur yang ditunjuk, agar bersama-sama memajukan organisasi,” ujarnya, yang langsung disambut hangat oleh hadirin.

    Musda III BKPRMI Banyuwangi mengusung tema besar Kaderisasi Mujahid Pemakmuran Masjid dan Pembinaan Generasi Qur’ani.

    Kegiatan ini dihadiri peserta pemilik suara dari 25 kecamatan, tujuh Direktur Daerah, Sekretaris Umum DPW BKPRMI Jawa Timur, unsur Forkopimda, serta perwakilan ormas dan lembaga keislaman seperti DMI, MUI, LPTQ, Kementerian Agama, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat.

    Pembukaan Musda diwarnai paduan suara para ustadzah Pondok Pesantren Safinda di bawah bimbingan Ustadzah Siti Ruqoyah, S.Pd, yang juga pengurus DPW LPKS-BKPRMI Jatim.

    Panitia turut menayangkan kilas balik aktivitas BKPRMI Banyuwangi selama empat hingga lima tahun terakhir dalam bentuk foto dan video.

    Musda secara resmi dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Banyuwangi, Yusdi Irawan, SE, M.Si, mewakili Bupati Banyuwangi.

    Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kontribusi BKPRMI dalam menjaga Banyuwangi tetap kondusif dan berprestasi.

    Sementara itu, Achmad Sururudin yang telah memimpin BKPRMI Banyuwangi selama dua periode menyatakan kesiapannya menyerahkan estafet kepemimpinan.

    Ia berharap pelantikan kepengurusan baru dapat dilaksanakan sebelum Ramadan, serta merencanakan kirab santri pada 1 Muharram sebagai bagian dari syiar dakwah.

    Dari aspek kaderisasi, Direktur LPSDM BKPRMI, KH. Achmad Zakariya, menegaskan pentingnya penguatan program BCM, metode ngaji paham makna yang menyenangkan, serta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi remaja masjid, mushalla, sekolah, dan kampus.

    “Kami bermimpi lahir pengurus muda BKPRMI usia 33–45 tahun dari desa ke desa,” ungkapnya.

    Musda ini juga menjadi ruang silaturahmi lintas generasi dengan menghadirkan para pendiri BKPRMI Banyuwangi sejak gerakan awal 1990-an, sekaligus doa bersama untuk para mujahid dakwah yang telah wafat, khususnya Ustadz Jazir Jogokariyan dan KH. As’ad Human, pelopor metode Iqra’ yang mendunia. (Affandi)