Kategori: Inspirasi

  • Pegiat Literasi SMK Models Ikuti Workshop Kepenulisan & Kurasi Karya Bersama KOPIWANGI

    Pegiat Literasi SMK Models Ikuti Workshop Kepenulisan & Kurasi Karya Bersama KOPIWANGI

    Models Jurnalisme, 1 Agustus 2025 – Suasana Meeting Room lantai 3 SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) berubah menjadi ruang penuh inspirasi pada Kamis, 31 Juli 2025.

    Pagi itu, ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat dan diskusi menjelma menjadi pusat semangat literasi bagi para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Models Jurnalisme.

    Kegiatan hari itu bertajuk Workshop Kepenulisan dan Kurasi Karya, sebuah agenda yang tak sekadar berbicara soal teknik menulis, tetapi juga menyentuh sisi reflektif dan kreatif para peserta.

    Workshop ini menjadi bagian dari persiapan menuju penerbitan buku antologi siswa yang direncanakan terbit sebagai rangkaian peringatan Bulan Bahasa mendatang.

    Kurang lebih 20 siswa mengikuti acara ini dengan penuh semangat. Yang membuat acara ini istimewa adalah kehadiran Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI), sebuah komunitas literasi aktif yang telah lama bergerak di dunia kepenulisan dan penerbitan.

    Andi BS
    Ketua Kopiwangi, Andi BS (Dok. sastrawacana.id/)

    Dalam workshop tersebut, KOPIWANGI menghadirkan dua pemateri. Salah satunya adalah Andi Budi Setiawan, seorang pendidik sekaligus penulis dari SMK PGRI Rogojampi.

    Ia juga menjabat sebagai Ketua KOPIWANGI dan dikenal produktif di bidang jurnalistik dan sastra, dengan sejumlah buku puisi dan pentigraf yang telah ia terbitkan.

    Materi yang disampaikan dalam workshop tersebut berfokus pada tips menulis puisi dan pentigraf secara cepat, padat, dan layak terbit.

    Para peserta diajak memahami struktur karya sastra mini dalam bentuk yang ringan dan interaktif, sehingga tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga langsung dapat dipraktikkan.

    Namun, lebih dari sekadar membahas format dan teknik menulis, Andi Budi Setiawan juga menekankan pentingnya nilai reflektif dalam literasi. Dalam salah satu momen penyampaian materi, ia berkata

    “Orang yang mencintai literasi sering kali tanpa sadar mampu memperdayakan diri sendiri bukan dalam arti negatif, melainkan karena mereka terbiasa mengevaluasi diri. Di situlah letak kekuatan literasi memperdayakan melalui pemahaman dan refleksi diri,” ujar Andi penuh semangat.

    Pernyataan tersebut mengundang perhatian seluruh peserta. Suasana hening sejenak sebuah tanda bahwa pesan tersebut tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.

    Setelah sesi pemaparan, kegiatan berlanjut ke tahapan kurasi karya. Tulisan-tulisan para siswa kebanyakan berupa pengalaman selama mengikuti berbagai organisasi di SMK Models yang telah dikumpulkan sebelumnya, ditinjau secara langsung oleh para pemateri.

    Mereka memberi masukan dan menilai kelayakan karya-karya tersebut untuk dimasukkan dalam buku antologi Journey of Organisation.

    Sesi ini menjadi salah satu bagian paling menarik dari workshop. Para peserta merasakan bagaimana tulisannya dibaca dan diapresiasi oleh penulis dan kurator sungguhan.

    Bagi sebagian siswa, momen ini menjadi pengalaman pertama karya mereka diperhatikan secara serius oleh pihak luar.

    Menjelang akhir acara, suasana dibuat lebih santai melalui sesi ice breaking berupa permainan kata.

    Peserta diberikan satu kata secara acak dan diminta menghubungkannya dengan kata lain yang sesuai. Tawa dan semangat mulai terdengar memenuhi ruangan.

    Meski singkat, permainan ini berhasil mengasah spontanitas dan kreativitas berpikir peserta dalam waktu singkat.

    Workshop ini bukan sekadar satu hari belajar menulis. Ia adalah bagian dari proses yang lebih besar menghidupkan budaya literasi di sekolah, membangun kepercayaan diri dalam berkarya, dan menyatukan suara siswa dalam sebuah karya kolektif.

    Buku antologi yang sedang dipersiapkan bukan hanya kumpulan tulisan, melainkan bukti bahwa semangat menulis dan berpikir reflektif tetap tumbuh, bahkan di tengah kesibukan aktivitas sekolah.

    Melalui kolaborasi bersama KOPIWANGI, SMK Models membuka ruang bagi para siswa untuk tidak hanya menulis, tetapi juga menemukan suara mereka sendiri.

    Dan dari ruang kecil di lantai tiga itulah, semangat literasi dinyalakan, bukan hanya untuk hari itu, tetapi untuk perjalanan panjang ke depan.

  • 7 Rekomendasi Buku Investasi Versi Miliarder yang Bikin Kamu Cepat Kaya

    7 Rekomendasi Buku Investasi Versi Miliarder yang Bikin Kamu Cepat Kaya

    Investasi kini bukan lagi perkara eksklusif milik segelintir orang berduit.

    Dalam dunia yang makin terkoneksi dan terbuka, siapa pun bisa mulai menanam modal dan membangun aset asal tahu caranya.

    Mulai dari pelajar yang ingin memahami literasi keuangan, pekerja kantoran yang ingin menyiapkan masa depan, hingga pelaku usaha yang ingin memutar keuntungan, semua punya peluang yang sama.

    Namun sebelum menaruh dana di saham, obligasi, atau instrumen lainnya, memahami dasarnya adalah keharusan. Dan salah satu cara terbaik untuk belajar adalah melalui buku.

    Buku menawarkan pengetahuan yang tak lekang waktu, lebih dalam daripada konten singkat di internet dan sering ditulis langsung oleh para praktisi yang sudah menempuh jalan panjang di dunia investasi.

    Para tokoh sukses seperti Warren Buffett, Elon Musk, Ray Dalio, hingga Charlie Munger mengaku bahwa kebiasaan membaca buku-lah yang membentuk cara mereka berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan keuangan.

    Rekomendasi Buku Untuk Belajar Investasi

    Berikut ini tujuh buku terbaik yang wajib dibaca siapa saja yang ingin serius membangun karier sebagai investor.

    1. The Intelligent Investor – Benjamin Graham

    Disebut sebagai kitab suci oleh banyak investor senior, buku ini adalah fondasi dari filosofi investasi nilai. Benjamin Graham, penulisnya, adalah mentor langsung Warren Buffett.

    Ia menekankan pentingnya membeli saham di bawah nilai intrinsik sebagai bentuk investasi yang cerdas dan disiplin.

    “The Intelligent Investor” bukan buku yang menjanjikan cara cepat menjadi kaya. Sebaliknya, buku ini mengajarkan kesabaran, logika, dan ketenangan dalam menghadapi fluktuasi pasar.

    Lebih dari sekadar teori, buku ini membantu membentuk mentalitas tahan uji bagi siapa pun yang serius ingin membangun portofolio jangka panjang.

    2. Common Stocks and Uncommon Profits – Philip Fisher

    Philip Fisher membawa perspektif berbeda yang fokus pada potensi pertumbuhan perusahaan.

    Buku ini memperkenalkan pendekatan investigatif dalam memilih saham yang dikenal dengan metode “scuttlebutt” yaitu mencari informasi dari berbagai pihak terkait perusahaan sebelum membeli sahamnya.

    Warren Buffett sendiri menggabungkan ajaran Graham dan Fisher dalam strategi investasinya.

    Buku ini memberikan panduan mendalam bagi siapa pun yang ingin memahami karakteristik perusahaan hebat, termasuk cara melihat manajemen yang kompeten dan inovatif.

    Tidak sekadar menganalisis angka, Fisher mengajak pembaca menyelami jiwa bisnis dari dalam.

    3. One Up on Wall Street – Peter Lynch

    Peter Lynch dikenal luas sebagai manajer investasi legendaris yang mengelola Fidelity Magellan Fund.

    Dalam buku ini, ia menyampaikan satu pesan sederhana namun kuat: berinvestasilah pada apa yang dikenal dan dipahami.

    Menurut Lynch, investor ritel memiliki keunggulan karena bisa mengenali tren sebelum para analis profesional.

    Ia memberi contoh nyata tentang bagaimana pengetahuan sehari-hari bisa menjadi alat investasi yang sangat ampuh.

    Gaya penulisan Lynch yang ringan dan penuh humor membuat buku ini sangat mudah dicerna oleh siapa saja, bahkan yang baru memulai dunia investasi.

    4. Principles: Life and Work – Ray Dalio

    Ray Dalio bukan hanya investor ulung, tapi juga pemikir yang mendalam.

    Dalam buku “Principles”, ia membagikan prinsip-prinsip hidup dan kerja yang membentuk kesuksesannya sebagai pendiri Bridgewater Associates, salah satu hedge fund terbesar di dunia.

    Dalio menekankan pentingnya berpikir sistematis, terbuka pada kebenaran, serta berani mengambil keputusan berdasarkan data dan logika.

    Dalam konteks investasi, ia juga menjelaskan bagaimana memahami siklus ekonomi dan pentingnya diversifikasi portofolio.

    Buku ini bukan hanya panduan keuangan, tapi juga pelajaran hidup yang membentuk karakter pengambil keputusan.

    5. The Psychology of Money – Morgan Housel

    Tidak semua keputusan keuangan dibuat berdasarkan logika. Di sinilah Morgan Housel menempatkan fokusnya.

    Buku ini mengeksplorasi bagaimana emosi, latar belakang, dan pengalaman pribadi memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan keuangan.

    Melalui cerita-cerita pendek yang penuh makna, Housel mengajak pembaca merenungi hubungan emosional kita dengan uang.

    Ia membongkar mitos bahwa sukses finansial selalu berasal dari kecerdasan teknis, dan menunjukkan bahwa disiplin, konsistensi, dan pemahaman terhadap diri sendiri jauh lebih penting.

    Buku ini menyentuh sisi kemanusiaan dalam dunia investasi yang sering kali terlalu dingin dan teknis.

    6. Poor Charlie’s Almanack – Charlie Munger

    Charlie Munger, mitra setia Warren Buffett, terkenal karena pendekatan multidisiplinnya.

    “Poor Charlie’s Almanack” adalah kumpulan pemikiran, pidato, dan esai Munger yang memberikan wawasan luas tentang cara berpikir dalam investasi dan kehidupan secara umum.

    Buku ini menekankan pentingnya “mental models”, kerangka berpikir yang diambil dari berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, matematika, dan ekonomi.

    Bagi Munger, investor hebat bukan hanya mereka yang jago angka, tapi juga yang mampu memahami dunia secara menyeluruh.

    Buku ini bukan hanya panduan investasi, tapi juga latihan berpikir kritis yang sangat berharga.

    7. The Little Book That Still Beats the Market – Joel Greenblatt

    Terakhir, ada buku yang cocok untuk siapa pun yang ingin memulai investasi dengan langkah praktis.

    Joel Greenblatt, melalui pendekatan “Magic Formula Investing”, memperkenalkan strategi sederhana namun efektif untuk menemukan perusahaan berkualitas dengan harga menarik.

    Gaya penulisannya ringan dan penuh humor, cocok untuk pembaca dari semua latar belakang.

    Meski sederhana, formula yang ditawarkan Greenblatt memiliki dasar logika dan statistik yang kuat.

    Buku ini menjadi semacam jembatan antara teori dan praktik, membuatnya cocok dibaca sebelum benar-benar terjun ke pasar saham.

    Itulah beberapa rekomendasi buku untuk belajar investasi. Ingat, tujuh buku di atas bukan hanya kumpulan teori keuangan.

    Masing-masing mengandung filosofi dan cara pandang yang membentuk karakter sebagai investor sejati, yaitu sabar, disiplin, rasional, dan terbuka pada pembelajaran seumur hidup.

    Buku-buku ini tak hanya ditulis oleh tokoh besar, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang mereka dalam memahami dunia dan mengelola risiko.

    Membaca buku bukanlah jalan pintas menuju kekayaan, tapi ia adalah jalan terang menuju kebijaksanaan finansial.

    Seperti yang diyakini oleh para miliarder dunia, investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri. Dan membaca adalah salah satu bentuk terbaik dari investasi itu.

  • Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad 2025

    Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad 2025

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda berprestasi melalui program pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.

    Hasil pembinaan tersebut kembali membuahkan prestasi di kancah internasional.

    Pada ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke-66 tahun 2025 yang berlangsung di Sunshine Coast, Queensland, Australia, tanggal 10–20 Juli 2025, tim Indonesia berhasil meraih empat medali perunggu dan dua Honorable Mention.

    Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh peserta dari 110 negara di seluruh dunia.

    Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian para siswa.

    Ia menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari proses seleksi dan pembinaan yang tersusun secara sistematis.

    “Selamat atas prestasi gemilang yang adik-adik capai. Kami sangat bangga karena perjalanan menuju ajang ini tidak mudah. Semoga adik-adik terus menjadi talenta yang menginspirasi dan berkarakter,” ujar Irene.

    Empat peraih medali perunggu Indonesia adalah:

    • Janssen Edyth Lim (SMAK Immanuel Pontianak)
    • Raymond Christopher Tanto (SMAK Kalam Kudus Sukoharjo)
    • Jesreel Hasiholan Sigalingging (SMAS Kristen 5 BPK Penabur Jakarta)
    • Louis Wilson Gunawan (SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta)

    Sementara itu, dua peserta yang meraih Honorable Mention adalah Leonardo Valerian (SMA Darma Yudha, Riau) dan Danica Odelia (SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong)

    Dalam ajang IMO 2025 ini, delegasi Indonesia didampingi oleh Nanang Susyanto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai ketua tim dan Aleams Barra dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai wakil ketua tim.

    Nanang menyampaikan bahwa skor tim Indonesia tahun ini meningkat sebanyak 11 poin atau sekitar 4,4 persen dibanding tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya perkembangan signifikan dalam sistem pembinaan nasional.

    Ia berharap prestasi ini menjadi pendorong semangat untuk memperkuat strategi pembinaan ke depan agar bisa meraih hasil lebih baik lagi pada ajang IMO berikutnya.

    Sebagai informasi, IMO merupakan kompetisi matematika tingkat menengah tertua dan paling prestisius di dunia.

    Keberhasilan Indonesia dalam ajang ini kembali menegaskan bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, pelajar Indonesia mampu bersaing dan berjaya di panggung internasional.

  • Empat Siswa Terbaik Indonesia Wakili Tanah Air di Olimpiade Informatika Internasional 2025

    Empat Siswa Terbaik Indonesia Wakili Tanah Air di Olimpiade Informatika Internasional 2025

    Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirimkan empat siswa terbaik Indonesia untuk berlaga di ajang bergengsi International Olympiad in Informatics (IOI) 2025.

    Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Sabtu (26/7), menyampaikan bahwa kompetisi tersebut digelar di Sucre, Bolivia mulai tanggal 27 Juli hingga 3 Agustus 2025.

    Lebih dari 650 peserta dari 98 negara akan ambil bagian dalam kompetisi tingkat dunia ini.

    “Semua siswa yang terpilih di IOI ini sudah melalui proses yang sangat panjang mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga tahap pembinaan. Kami yakin adik-adik dapat meraih prestasi yang membanggakan,” ujar Irene.

    Keempat siswa terpilih tersebut merupakan hasil binaan langsung dari Puspresnas. Mereka adalah:

    • Aufan Ahmad Mumtaza dari SMAS Al-Irsyad Satya
    • Kelven Nathanael dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya
    • Hanif Achdan Pietoyo dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta
    • Nathan Allan dari SMA Kanisius Jakarta

    Dukungan juga datang dari Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, yang mengapresiasi pencapaian para siswa.

    “Selamat kepada adik-adik yang telah terpilih menjadi delegasi Indonesia. Proses sampai bisa mewakili Indonesia di ajang Internasional ini tentu tidak mudah. Selamat berjuang dan raih hasil yang terbaik,” katanya.

    Dalam ajang ini, para siswa juga akan didampingi oleh tim pembina, yaitu Ammar Fathin Sabili dari Universitas Indonesia sebagai Team Leader dan Joel Gunawan dari Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) sebagai Deputy Leader.

    “Kami optimistis punya peluang, semoga semua siswa mendapat semua medali. Besar harapannya mereka juga mendapat medali emas,” kata Ammar

    Sebagai informasi, IOI adalah ajang kompetisi internasional di bidang informatika yang menekankan kemampuan pemrograman (coding) dan penyelesaian masalah algoritmik tingkat tinggi.

    Sumber: Antara

  • Merawat Rasa Lewat Kata, Webinar Literasi Bahasa Indonesia dan Using Siap Lahirkan Generasi Penulis Baru

    Merawat Rasa Lewat Kata, Webinar Literasi Bahasa Indonesia dan Using Siap Lahirkan Generasi Penulis Baru

    Sebuah webinar literasi bertajuk Pelatihan Menulis Puisi dan Pentigraf Berbahasa Indonesia dan Using sukses diselenggarakan pada Jumat, 18 Juli 2025.

    Acara ini merupakan kolaborasi antara Penerbit Lintang Banyuwangi, media online sastrawacana.id/, dan komunitas literasi Kopiwangi.

    Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru, hingga praktisi literasi.

    Mereka berkumpul secara daring untuk memperdalam wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan menulis sastra, khususnya puisi dan pentigraf, dalam dua bahasa: Indonesia dan Using.

    Webinar dipandu oleh Yeti Chotimah, seorang pendidik sekaligus penulis produktif yang telah menerbitkan sejumlah buku, termasuk yang bertema kebudayaan Banyuwangi.

    Jalannya acara semakin dinamis berkat kehadiran Qurrota Ninin sebagai pembawa acara, yang telah berpengalaman dalam berbagai kegiatan literasi dan kebudayaan.

    Tiga narasumber utama dihadirkan dalam webinar ini. Pertama, Maulana Affandi, penulis sekaligus pemimpin redaksi Penerbit Lintang.

    Kedua, Andi Budi Setiawan, penulis buku dan editor sastrawacana.id/ yang juga dikenal dengan nama pena Penapanuluh.

    Ketiga, Heri Iskandar dengan nama panggung Dzakawangi, pencipta lagu serta pemerhati bahasa Using yang aktif dalam pelestarian budaya lokal.

    Dalam pemaparannya, Maulana Affandi mengingatkan para peserta akan pentingnya warisan intelektual melalui karya tulis.

    Menurutnya, menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan ide, melainkan bentuk tanggung jawab pada generasi mendatang. Ia juga menegaskan jika penulis itu tak akan pernah mati karena pemikirannya selalu abadi.

    "Fisik kita akan lenyap suatu hari nanti, tapi pemikiran kita harus tetap hidup dan abadi di dalam buku. Maka, warisan terbaik adalah buku yang membuat kita akan dikenang oleh generasi selanjutnya," paparnya.

    Pemateri kedua, Andi Budi Setiawan yang telah menelurkan beberapa karya turut memberikan panduan teknis dalam menulis puisi dan pentigraf yang ideal.

    Salah satu poin yang ditegaskan adalah perihal pemilihan diksi yang harus dilakukan secara mendalam agar menghasilkan karya yang kuat dan penuh makna.

    "Diksi yang tepat akan menghidupkan puisi, bukan sekadar menghiasinya. Sebab, puisi itu perlu rasa yang dapat hadir dari pemilihan kata.”

    Kemudian, penulis buku Algoritma Cinta ini juga memberi tips kepada peserta untuk menggali inspirasi dari pengalaman pribadi dan suasana sekitar.

    Sementara itu, Heri Iskandar memberikan perspektif berbeda dengan menekankan pentingnya menulis dalam bahasa Using.

    Ia mencontohkan beberapa puisi karyanya dalam bahasa Using yang kemudian dijadikan lagu dan telah dikenal luas oleh masyarakat.

    “Saya mengajak generasi muda untuk bangga berbahasa Using. Jangan malu, karena jika kita tidak memakai bahasa ini, maka perlahan akan hilang dari kehidupan kita.”

    Webinar ini juga diwarnai sesi diskusi yang aktif. Salah satu peserta, Halili, S.HI, Kepala MTs Nurul Huda Blimbingsari, menyampaikan pertanyaan seputar cara menjaga konsistensi dalam menulis, terutama saat kehabisan ide.

    Heri Iskandar menjawab lugas, “Yang membuat tulisan tidak selesai biasanya rasa malas. Karena itu, semangat menulis harus dijaga. Jangan menunda-nunda, karena semakin ditunda, semakin berat untuk memulai kembali.”

    Sebagai penutup, panitia memberikan buah tangan berupa beberapa buku bagi peserta yang aktif dan berani berbicara tentang mimpinya menjadi penulis.

    Selain itu, disampaikan pula bahwa webinar ini akan berlanjut ke sesi kedua. Nantinya, para peserta akan diajak untuk menulis dan berkolaborasi dalam sebuah buku antologi yang rencananya akan diluncurkan bertepatan dengan peringatan Bulan Bahasa pada Oktober 2025.

    Webinar ini bukan sekadar pelatihan menulis, tetapi menjadi ruang temu yang memperkuat semangat literasi, melestarikan bahasa daerah, dan menumbuhkan kesadaran untuk berkarya sebagai bagian dari warisan budaya.

  • Menyongsong Era Society 5.0, SD Negeri 2 Pakistaji Inisiasi Program Sabernet (Sehari Bersama Internet)

    Menyongsong Era Society 5.0, SD Negeri 2 Pakistaji Inisiasi Program Sabernet (Sehari Bersama Internet)

    Perkembangan teknologi yang semakin masif telah menyentuh hampir seluruh lini kehidupan. Semua sektor dituntut untuk beradaptasi, tak terkecuali dunia pendidikan yang merupakan fondasi utama dalam membentuk masa depan bangsa.

    Di era Internet of Things (IoT) ini, internet bukan hanya alat bantu untuk mempermudah berbagai urusan, melainkan telah menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari.

    Berangkat dari tantangan dalam proses pembelajaran yang mengharuskan guru dan murid memanfaatkan perangkat serta platform digital, Rohmaniyah, S.Pd., guru kelas VI saat itu, menginisiasi sebuah inovasi pembelajaran dengan mengintegrasikan internet ke dalam kegiatan belajar-mengajar.

    Inovasi tersebut diberi nama Sabernet (Sehari Bersama Internet). Tujuannya sederhana namun berdampak luas, yaitu menghadirkan pembelajaran yang relevan dan adaptif melalui pemanfaatan internet secara produktif.

    Melalui prosedur yang relatif mudah, setiap kelas diarahkan untuk menyisipkan elemen digital dalam pembelajaran sesuai dengan materi yang sedang dipelajari.

    Beragam platform digital dimanfaatkan, mulai dari YouTube, Google Classroom, Quizizz, Canva, Edmodo, Skuling, hingga Platform Merdeka Mengajar (PMM).

    Guru dan murid bersama-sama mempelajari berbagai platform tersebut, sehingga tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, namun juga meningkatkan literasi digital warga sekolah secara menyeluruh.

    Pada awal pelaksanaan Sabernet di tahun 2022, kegiatan masih memanfaatkan gawai pribadi milik siswa dan beberapa laptop milik guru.

    Namun sejak SD Negeri 2 Pakistaji mendapatkan bantuan laboratorium komputer lengkap dengan Chromebook dan LCD pada tahun 2024, kegiatan ini terpusat di laboratorium tersebut, sehingga lebih terstruktur dan optimal.

    Dampak positif dari inovasi ini cukup signifikan. Terjadi perubahan pola penggunaan internet oleh warga sekolah, dari yang sebelumnya kurang produktif menjadi lebih bermakna dan mendukung proses pembelajaran.

    Internet bukan lagi sekadar hiburan, tetapi menjadi alat bantu yang memperkaya pengalaman belajar.

    Inovasi Sabernet juga telah mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan, antara lain:

    • Masuk nominasi Innovation Government Awards (IGA) 2023,
    • Meraih Terbaik I Sayembara Pendidikan Kabupaten Banyuwangi oleh BBGP Jawa Timur dalam kategori Pemimpin Pembelajaran,
    • Tercantum dalam Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor 51 Tahun 2023 tentang Inovasi Daerah.

    Tak hanya di lingkup sekolah, inovasi ini juga telah disosialisasikan ke beberapa sekolah di Kecamatan Kabat.

    Terbaru, Sabernet diikutsertakan dalam Pameran Solusi Pendidikan (PSP) pada ajang Temu Pendidik Nusantara XII yang digelar di SD Negeri Model Kabupaten Banyuwangi pada 8 Juli 2025.

    Rohmaniyah S.Pd bersama dengan Andi Budi Setiawan, S.Pd saat memperkenalkan inovasi Sabernet
    Rohmaniyah S.Pd bersama dengan Andi Budi Setiawan, S.Pd saat memperkenalkan inovasi Sabernet (Dok. sastrawacana.id/)

    Dalam salah satu dokumentasi kegiatan, terlihat Rohmaniyah sedang memperkenalkan inovasi Sabernet kepada Andi Budi Setiawan, S.Pd., redaktur media sastrawacana.id/, sekaligus Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI).

    Rohmaniyah berharap inovasi ini dapat disebarluaskan kepada komunitas literasi dan pendidikan lainnya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak.

    Pesan inspiratif darinya yang patut direnungkan dan menjadi motivasi bersama adalah:

    “Kebanyakan dari kita selalu berpikir tentang grand design dan ide-ide besar saat berbicara tentang inovasi. Padahal sejatinya, inovasi bisa lahir dari hal-hal kecil di sekitar kita yang dekat dan kita temui setiap hari. Sebab, yang paling penting dari sebuah inovasi adalah nilai kebermanfaatannya. Semakin mudah sebuah inovasi diterapkan, semakin besar pula peluang manfaatnya untuk dirasakan oleh banyak orang.”

  • Sosok Andi Sep Kurniawan, Perangkat Desa yang Menghidupkan Semangat Menulis dari Banyuwangi

    Sosok Andi Sep Kurniawan, Perangkat Desa yang Menghidupkan Semangat Menulis dari Banyuwangi

    Ketika kebanyakan perangkat desa sibuk mengurusi administrasi dan pelayanan masyarakat, Andi Sep Kurniawan, S.Sos, justru melangkah lebih jauh.

    Di sela-sela kesibukannya sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat di Pemerintah Desa Pondoknongko, ia merangkai kata, merangkai makna, dan memupuk harapan lewat tulisan.

    Lahir di Banyuwangi pada 17 September 1997, Andi bukan hanya seorang abdi negara, tapi juga seorang penulis aktif, pegiat literasi, sekaligus penggerak komunitas.

    Ia dikenal luas di kalangan pecinta literasi sebagai Koordinator Karya Fiksi KOPIWANGI, komunitas literasi Banyuwangi yang terus tumbuh dengan visi Bergerak Bersama Majukan Literasi Banyuwangi.

    Kegiatan Andi Sep Kurniawan
    Kegiatan Andi Sep Kurniawan (Dok. sastrawacana.id/)

    Dari Desa, Untuk Dunia Literasi

    Berangkat dari hobi menulis dan memotret, Andi membuktikan bahwa inspirasi tak harus lahir di kota besar.

    Desa yang tenang justru menjadi ladang cerita yang kaya. Ia produktif menulis cerita anak, cerpen, esai, jurnal, hingga puisi yang banyak di antaranya ditulis dalam dua bahasa: Indonesia dan Using, ciri khas Banyuwangi yang ia banggakan.

    Beberapa karyanya yang telah diterbitkan antara lain:

    • Puisi Terbangun (2019)
    • Melangkah Menuju Terang (2020)
    • Di Mana Ibuku? (2022)
    • Tanaman Nuri Layu (2023)
    • Siapa Pemenangnya? (2024)
    • Dimuat pula di Radar Banyuwangi, Belambangan.com, Jurnal Madaniya, dan At-Tamkin.

    Prestasi yang Membakar Semangat

    Tak hanya berkarya, Andi juga aktif mengikuti berbagai ajang literasi. Di antaranya:

    • Lolos Sayembara Cerita Anak Tahap 1 dan 2 (Balai Bahasa Jatim, 2025)
    • Lolos Seleksi Penerjemah (Balai Bahasa Jatim, 2025)
    • Workshop Cerita Anak Nasional (Pusbuk SIBI, 2025)
    • Lomba Esai Bank Indonesia Wilayah Sekarkijang, 2025

    Menyalakan Obor untuk Generasi Literasi

    Baginya, literasi bukan sekadar aktivitas menulis atau membaca, melainkan nyala hidup. Filosofinya sederhana, namun mendalam:

    “Urip iku urub. Membacalah untuk mengenal dunia, dan menulislah agar dikenal dunia. Maka namamu akan abadi.”

    Kepada generasi muda, ia berpesan agar tidak malu memulai dari kecil dan tidak ragu bermimpi besar:

    “Jika profesi dan hobi tak selaras, tak apa. Lanjutkan saja. Perbedaan itu melengkapi.”

    Cahaya dari Pinggir Kota

    Andi Sep Kurniawan membuktikan bahwa dari desa pun, kita bisa bersinar. Ia adalah pengingat bahwa literasi bukan milik akademisi saja, tapi milik siapa pun yang ingin menyalakan terang, termasuk kamu, yang sedang membaca ini.

    Karena sejatinya, cahaya yang paling dibutuhkan dunia kadang menyala dari tempat yang tak disangka.

  • Hidupkan Literasi, Gubernur Sulbar Wajibkan Siswa Baca 20 Buku Sebagai Syarat Lulus

    Hidupkan Literasi, Gubernur Sulbar Wajibkan Siswa Baca 20 Buku Sebagai Syarat Lulus

    Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) membuat kebijakan menarik demi menumbuhkan budaya baca di kalangan pelajar, khususnya siswa setingkat SMA/SMK.

    Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan setiap siswa untuk membaca minimal 20 judul buku sebagai syarat kelulusan.

    Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 000.4.14.1/174//11/2025 yang diteken pada 5 Juli 2025 dan disampaikan ke seluruh Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, serta instansi terkait di Sulawesi Barat.

    Menurut Gubernur Suhardi Duka, budaya membaca adalah pondasi penting dalam membangun kecerdasan bangsa.

    “Gerakan ini menjadi salah satu upaya nyata Pemprov Sulbar dalam membangun generasi literat sebagai fondasi pembangunan daerah menuju Sulawesi Barat maju dan sejahtera,” ujar Suhardi.

    Langkah ini juga sesuai dengan Undang‑Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

    Dengan mewajibkan siswa membaca 20 buku, diharapkan literasi mereka meningkat signifikan yang pada gilirannya mendukung perkembangan Sulawesi Barat yang lebih maju.

    “Pentingnya pengembangan budaya membaca sebagai bagian dari pembangunan kecerdasan bangsa, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan,” kata Suhardi.

    Dari 20 judul yang wajib dibaca, dua di antaranya harus membahas tokoh lokal, yaitu Andi Depu, pahlawan wanita asal Sulbar dan Baharuddin Lopa, mantan Jaksa Agung RI.

    Tujuannya bukan hanya mendorong minat baca, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah.

    Tidak hanya soal membaca, kebijakan ini juga mendorong kehadiran pojok baca atau perpustakaan mini di setiap sekolah dan kantor pemerintahan.

    Gubernur memerintahkan agar perpustakaan di sekolah diperbaiki dan dikelola dengan baik. Siswa diminta mengunjungi perpustakaan setidaknya satu kali seminggu.

    Tak ketinggalan, dana BOS dialokasikan untuk mendukung sarana dan buku perpustakaan sesuai Permendikbudristek No. 63 Tahun 2023.

    Tak hanya jenjang SMP dan SMK, Sekolah dasar (SD), madrasah, hingga instansi pemerintahan juga diimbau menerapkan program serupa.

    Dengan membangun budaya baca dari usia dini, pemprov berharap Sulbar mampu mengurangi kesenjangan informasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di semua jenjang.

    Program ini adalah contoh konkret bahwa literasi adalah kunci membangun bangsa cerdas yang dimulai dari sekolah dan terus menjalar ke seluruh lapisan masyarakat.

  • Bukan dari Sekolah, Ternyata Kunci Sukses Elon Musk Belajar dari Buku Ini

    Bukan dari Sekolah, Ternyata Kunci Sukses Elon Musk Belajar dari Buku Ini

    Elon Musk bukan hanya dikenal sebagai pengusaha teknologi visioner di balik Tesla, SpaceX, Neuralink, dan X (Twitter), tapi juga sebagai seorang kutu buku yang menyerap ilmu dari berbagai bidang.

    Salah satu rahasia di balik ide-ide briliannya adalah kebiasaan membaca buku sejak kecil.

    Bahkan, dalam berbagai wawancara, Elon Musk menyebut bahwa dirinya “membangun diri” melalui buku-buku yang ia baca.

    Berikut lima buku penting yang membentuk cara berpikir Elon Musk dan bisa jadi inspirasi berharga buat kamu yang ingin menciptakan terobosan besar dalam hidup maupun karier.

    1. The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy – Douglas Adams

    The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy
    The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy (pangobooks)

    Bagi Elon Musk, buku ini lebih dari sekadar hiburan fiksi ilmiah.

    Karya Douglas Adams yang sarat humor dan ironi ini memberinya pandangan hidup yang unik, yaitu hidup tak selalu harus dipandang terlalu serius dan kadang logika manusia tidak selalu menghasilkan kebenaran mutlak.

    Dengan narasi yang absurd dan penuh kejutan, buku ini mengajarkan tentang pentingnya rasa ingin tahu, keberanian mengeksplorasi hal yang belum diketahui, serta cara berpikir yang tidak kaku.

    Filosofi “jangan panik” yang diangkat dalam cerita menjadi salah satu prinsip hidup Elon Musk ketika menghadapi tekanan luar biasa di dunia bisnis dan teknologi.

    Mau baca bukunya? Klik di Sini.

    2. Structures: Or Why Things Don’t Fall Down – J. E. Gordon

    Structures Or Why Things Don’t Fall Down
    Structures: Or Why Things Don’t Fall Down (reprage)

    Buku ini dianggap sebagai “kitab wajib” bagi mereka yang ingin memahami prinsip dasar rekayasa teknik secara sederhana.

    J. E. Gordon menyampaikan konsep-konsep rumit tentang struktur bangunan, tekanan, dan ketahanan material dalam bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca awam.

    Bagi Elon Musk, buku ini membantu membangun pemahaman mendalam tentang bagaimana dunia fisik bekerja.

    Pengetahuan dari buku itu pula yang sangat berguna saat ia membangun roket di SpaceX atau merancang kendaraan listrik di Tesla.

    Ia menyebut buku ini sebagai pengantar sempurna untuk siapa saja yang ingin masuk ke dunia rekayasa tanpa latar belakang akademis formal di bidang tersebut.

    Mau baca bukunya? Klik di sini.

    3. Benjamin Franklin: An American Life – Walter Isaacson

    Benjamin Franklin An American Life
    Benjamin Franklin An American Life (medium)

    Biografi ini menceritakan kehidupan Benjamin Franklin, tokoh multi-talenta yang dikenal sebagai penemu, penulis, diplomat, dan pelopor dalam banyak bidang.

    Elon Musk terinspirasi oleh kemampuan Franklin untuk menjalani kehidupan lintas disiplin, serta tekad dan kecerdasannya dalam menciptakan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

    Franklin tidak hanya berkontribusi secara ilmiah dan politik, tetapi juga aktif dalam membentuk budaya dan nilai-nilai masyarakat Amerika kala itu.

    Elon Musk mengidentifikasi dirinya dengan semangat itu, kemudian menciptakan teknologi bukan hanya demi bisnis, tapi demi memajukan peradaban manusia.

    Mau baca bukunya? Klik di sini.

    4. Zero to One – Peter Thiel

    Zero to One
    Zero to One (linkedin)

    Ditulis oleh salah satu pendiri PayPal sekaligus mantan rekan bisnis Elon Musk, buku ini membahas filosofi membangun startup yang benar-benar baru dan revolusioner.

    Zero to One menekankan pentingnya menciptakan sesuatu yang orisinal, bukan sekadar meniru.

    Elon Musk merasa sangat selaras dengan gagasan dalam buku ini.

    Ia selalu berusaha menciptakan solusi “dari nol menjadi satu” seperti kendaraan listrik massal yang bisa bersaing dengan mobil bensin atau roket yang bisa digunakan ulang.

    Bagi siapa saja yang ingin membangun masa depan dan tidak sekadar mengikuti arus, buku ini sangat penting untuk dibaca dan dipahami secara mendalam.

    Baca bukunya secara gratis klik di sini.

    5. Einstein: His Life and Universe – Walter Isaacson

    Einstein His Life and Universe
    Einstein: His Life and Universe (eBay)

    Buku ini mengupas sisi personal dan profesional dari ilmuwan legendaris, Albert Einstein.

    Tidak hanya menyoroti pencapaian ilmiahnya, biografi ini juga menggali bagaimana pemikiran, spiritualitas, dan sikap Einstein terhadap kemanusiaan memengaruhi hidupnya.

    Bagi Musk, Einstein adalah sosok yang bukan hanya jenius, tapi juga berani berpikir beda dan menentang arus pemikiran yang sudah mapan.

    Buku ini memperlihatkan bahwa inovasi sejati lahir dari keingintahuan mendalam dan keteguhan dalam mempertahankan ide, bahkan ketika banyak orang meragukannya.

    Elon Musk sering menjadikan Einstein sebagai inspirasi utama dalam mengejar hal-hal besar yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

    Mau baca bukunya secara gratis? Klik di sini.

    Nah, itulah beberapa buku favorit Elon Musk yang menghubungkan dunia imajinasi, teknik, sejarah, dan pemikiran besar dalam peradaban manusia.

  • Putri Nurul Azizah, Penulis Milenial Banyuwangi yang Menyulut Semangat Literasi

    Putri Nurul Azizah, Penulis Milenial Banyuwangi yang Menyulut Semangat Literasi

    Putri Nurul Azizah gadis kelahiran Srono Banyuwangi akrab dipanggil Putri salah satu putri terbaik Banyuwangi dengan karya-karya terbaik berpa buku puisi, cerpen dan novel.

    Saat ini Putri aktif sebagai mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Jember.

    Putri Nurul familiar dengan nama pena Savaria, merupakan penulis milenial yang produktif menulis dengan segudang karya.

    Mulai dari menulis puisi, cerpen sampai novel. Beberapa karyanya sudah ia terbitkan beberapa penerbit sampai balai bahasa provinsi Jawa Timur.

    Gadis kelahiran 31 Juli 2004 ini sangat minat sekali di bidang menulis. Ia sangat suka membaca dan menonton film. Film yang paling diminati bergenre Horor.

    Kesukaannya terhadap film atau cerita honor memberikan dampak terhadap karya-karyanya. Terutama ide atau inspirasi sebagai pondasi dalam menulis.

    Savaria aktif dalam kegiatan dibidang literasi dengan aktif tergabung ke dalam anggota KOPIWANGI (Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi).

    Selain itu juga aktif dalam bidang kebudayaan sebagai Ketua Direksi Lokasthiti Komunitas Poropide.

    Event yang pernah Putri ikuti dibidang literasi diantaranya sebagai Pemateri dalam Pelatihan Menulis & Baca Puisi – Cerpen Kerja sama MTs Nurul Huda Badean dengan KOPIWANGI (Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi), menjadi Pemateri dalam Pelatihan Kepenulisan Buku Antologi dan Buletin MTsN 2 Jember oleh Penerbit Perkasa Satu, Juri Bercerita jenjang SD/MI dalam Olimpiade Literasi KOPIWANGI (Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi) se-kabupaten Banyuwangi.

    Adapun prestasi yang pernah diraih diantaranya Penulis Cerita Anak Dwibahasa Balai Bahasa Jawa Timur, cerita anak bahasa using “Gandrung Cilik” (2024), Juara 2 Pekan Seni Mahasiswa tingkat Universitas Jember bidang Penulisan Lakon, naskah lakon “Songay Rajâ” (2024), Juara 2 Pekan Sastra IMABINA tingkat mahasiswa, cerpen “Utang yang Harus Dibayar Seblang” (2024).

    Adapun karya yang pernah dibuatnya Kumpulan Cerpen: Sisik Melik (2019), Novel: Mustaka Ke-13 (2019), Novel: Tiyang Langking (2022), Buku Anak: Gandrung Cilik (2024).

    Motivasi Putri aktif dalam bidang literasi adalah “Membaca ada cara untuk melihat dunia dan menulis adalah cara untuk mengenalkan dunia”.

    “Saya memiliki harapan yang besar semoga semakin banyak generasi milenial yang suka akan literasi dan berlomba untuk berkarya agar karya-karya terbaik bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk pecinta literasi, janganlah berhenti membaca meski hanya selembar sehari untuk menyaksikan dunia dan mulailah menulis untuk menciptakan keabadian”, ucap Putri Nurul Azizah dengan semangat yang membara.