Kategori: Islam

  • Surat Al Kautsar: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat Al Kautsar: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)

    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ – 108:1

    Innaa a’thainaakal kautsar(a)

    “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.”
    Indeed, We have granted you, [O Muhammad], al-Kawthar.

    فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ – 108:2

    Fashalli lirabbika wanhar

    “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.”
    So pray to your Lord and sacrifice [to Him alone].

    إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ – 108:3

    Innsyaani-aka huwal abtar(u)

    “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus dari rahmat Allah.”
    Indeed, your enemy is the one cut off.

  • Surat Al Kafirun: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat Al Kafirun: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ – 109:1

    Qul yaa ayyuhaal kaafiruun(a)
    Katakanlah : “Hai orang-orang kafir.”

    لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ – 109:2

    Laa a’budu maa ta’buduun(a)
    “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.”

    وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ – 109:3

    Wa laa antum ‘aabiduuna maa a’bud(u)
    “Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.”

    وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ – 109:4

    Walaa anaa ‘aabidum(n) maa ‘abadtum
    “Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,”

    وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ – 109:5

    Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud(u)
    “dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.”

    لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ – 109:6

    Lakum diinukum waliya diin(i)
    “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

  • Surat An Nasr: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat An Nasr: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ – 110:1

    Idzaa jaa-a nashrullahi wal fath(u)
    “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,”

    وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا – 110:2

    Wa ra-aitan naasa yadkhuluuna fii diinillahi afwaajaa(n)
    “dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,”

    فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا – 110:3

    Fasabbih bihamdi rabbika waastaghfir-hu, innahuu kaana tawwaabaa(n)
    “maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”

  • Surat Al Lahab: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat Al Lahab: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ – 111:1

    Tabbat yadaa abii lahabiw watabb(a)
    “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.”

    مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ – 111:2

    Maa aghnaa ‘anhumaa luhu wa maa kasab(a)
    “Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.”

    سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ – 111:3

    Sayashlaa naaran dzaata lahab(in)
    “Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.”

    وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ – 111:4

    waamra-atuhu hammaalatatal hatahab(i)
    “Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.”

    فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ – 111:5

    Fii jiidihaa hablun min masad(i)
    “Yang di lehernya ada tali dari sabut.”

  • Surat Al Ikhlas: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat Al Ikhlas: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ – 112:1

    Qul Huwallahu Ahad(un)
    Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.”

    اللَّهُ الصَّمَدُ – 112:2

    Allahu sh-shamad(u)
    “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.”

    لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ – 112:3

    Lam yalid walam yuulad
    “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,”

    وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ – 112:4

    Wa lam Yakun Lahu kufuwan ahad(u)
    “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

  • Surat Al Falaq: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    Surat Al Falaq: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ – 113:1

    Qul A’uudzu birabbil falaq(i)
    Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,”

    مِن شَرِّ مَا خَلَقَ – 113:2

    Min syarri maa khalaq(a)
    “dari kejahatan makhluk-Nya, yang diciptakan”

    وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ – 113:3

    Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab(a)
    “dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,”

    وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ – 113:4

    Wa min syarrin naffaatsaati fiil ‘uqad(i)
    “dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (talinya)”

    وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ – 113:5

    Wa min syarri haasidin idzaa hasad(a)
    “dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”

  • Surat An Nas dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    Surat An Nas dan Artinya (Bahasa Indonesia)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ – 114:1

    Qul A’uudzu birabbin-naas(i)
    1. Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.”
    Say, “I seek refuge in the Lord of mankind,

    مَلِكِ النَّاسِ – 114:2

    Malikinnaaas(i)
    2. “Raja manusia.”
    The Sovereign of mankind.

    إِلَٰهِ النَّاسِ – 114:3

    Ilaahin-naas(i)
    3. “Sembahan manusia.”
    The God of mankind,

    مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ – 114:4

    Min syarril waswaasil khannaas(i)
    4. “Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,”
    From the evil of the retreating whisperer

    الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ – 114:5

    Al Ladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas(i)
    5. “yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,”
    Who whispers [evil] into the chest of mankind

    مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ – 114:6

    Minal jinnati wannaas(i)
    6. “dari (golongan) jin dan manusia.”
    From among the jinn and mankind.”
  • Surat Ad Dhuha dan Terjemahannya

    Surat Ad Dhuha dan Terjemahannya

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful.

    وَالضُّحَىٰ – 93:1

    Wadh-Dhuhaa
    1. “Demi waktu matahari sepenggalahan naik,”
    By the morning brightness

    وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ – 93:2

    Wallaili idzaa sajaa
    2. “Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),”
    And [by] the night when it covers with darkness,

    مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ – 93:3

    Maa wadda’aka rabbuka wamaa qalaa
    3. “Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,”
    Your Lord has not taken leave of you, [O Muhammad], nor has He detested [you].

    وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ – 93:4

    Walal-aakhiratu khairun laka minal uulaa
    4. “Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan),”
    And the Hereafter is better for you than the first [life].

    وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ – 93:5

    Walasaufa yu’thiika rabbuka fatardhaa 
    5. “Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas,”
    And your Lord is going to give you, and you will be satisfied.

    أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ – 93:6

    Alam yajidka yatiiman fa-aawa
    6. “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?”
    Did He not find you an orphan and give [you] refuge?

    وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ – 93:7

    Wawajadaka dhaaalan fahadaa
    7. “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,”
    And He found you lost and guided [you],

    وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ – 93:8

    Wawajadaka ‘aa-ilaa fa-aghnaa
    8. “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan,”
    And He found you poor and made [you] self-sufficient.

    فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ – 93:9

    Fa-ammaal yatiima falaa taqhar
    9. “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang,”
    So as for the orphan, do not oppress [him].

    وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ – 93:10

    Wa-ammaassaa-ila falaa tanhar
    10. “Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya,”
    And as for the petitioner, do not repel [him].

    وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ – 93:11

    Wa-ammaa bini’mati rabbika fahaddits
    11. “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.”
    But as for the favor of your Lord, report [it].
  • Kumpulan Hadits Puasa dan Sahur Beserta Artinya

    Kumpulan Hadits Puasa dan Sahur Beserta Artinya

    Puasa adalah sebuah ibadah yang dilakukan dengan cara tidak makan minum mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

    Dalam islam, ada banyak jenis puasa, mulai dari sunnah dan puasa wajib, yaitu Ramadan.

    Karena puasa adalah perintah Allah SWT, maka sudah dapat dipastikan ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan berpuasa.

    Namun, meski mengetahui ada segudang manfaat, tak jarang orang yang enggan melakukannya dengan berbagai alasan.

    Nah, cara agar semangat puasa sebenarnya ada banyak, salah satunya adalah dengan mengetahui hadis-hadis tentang puasa.

    Sebab, dengan mengetahui hadits puasa, kita akan lebih termotivasi. Adapun beberapa hadits puasa dan artinya adalah sebagai berikut:

    Hadits Puasa Ramadhan

    1. Puasa sebagai pelebur dosa

    Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu:

    “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 38, 1910, 1802)

    2. Bau mulut orang puasa dicintai Allah

    Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

    وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

    … Demi Yang Jiwa Muhammad ada di tanganNya, bau mulut orang yang berpuasa lebih Allah cintai dibanding bau misk (kesturi) …” (HR. Bukhari No. 1904 dan Muslim No. 1151)

    3. Kebahagiaan Orang Puasa

    Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu:

    “Bagi orang berpuasa ada dua kebahagiaan: yaitu kebahagiaan ketika berbuka, dan ketika berjumpa Rabbnya bahagia karena puasanya.”

    4. Hadis Puasa Ramadhan

    Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, secara marfu’:

    مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ وَلَا مَرَضٍ لَمْ يَقْضِهِ صِيَامُ الدَّهْرِ وَإِنْ صَامَهُ

    Barang siapa yang tidak berpuasa pada Ramadhan tanpa adanya uzur, tidak pula sakit, maka tidaklah dia bisa menggantikannya dengan puasa sepanjang tahun, jika dia melakukannya. (HR. Bukhari No. 1934).

    5. Keberkahan Puasa

    عَلَيْكَ بِالصِّيَامِ فَإِنَّهُ لَا مِثْلَ لَهُ

    “Hendaklah kalian berpuasa karena puasa itu tidak ada tandingannya.” (HR. Imam Ahmad dan An-Nasa’i)

    6. Puasa adalah perintah Allah SWT

    Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183:

    “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)

    7. Celakanya orang yang tidak puasa

    “Celaka seorang hamba, masuk bulan Ramadhan, lalu ia keluar dari bulan Ramadhan ternyata dia belum mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

    8. Hadits Lailatul Qadar

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, di mana Allah mewajibkan puasa di bulan itu kepada kamu. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan durhaka dibelenggu. Di bulan itu terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa dihalangi mendapatkan kebaikannya, maka ia telah terhalangi.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 55)

    9. Anjuran berdoa saat puasa

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ  :  دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَ دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

    “Ada tiga doa mustajab: doa orang yang berpuasa, doa orang yang dianiaya dan doa musafir.” (HR. Al ‘Uqaili dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 3030)

    10. Hadits lupa puasa

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    مَنْ أَكَلَ نَاسِياً وَهْوَ صَائِمٌ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ

    “Barangsiapa makan karena lupa, sedangkan ia dalam keadaan puasa, maka lanjutkanlah puasanya, karena sesungguhnya Allah memberinya makan dan minum.” (HR. Bukhari)

    11. Hadits menyegerakan berbuka puasa

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    12. Hadits berbuka dengan kurma

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Jika salah seorang di antara kamu berpuasa, maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak mendapatkan kurma, maka dengan air, karena air itu pembersih.” (HR. Abu Dawud, Hakim dan Baihaqi, Shahihul Jaami’ no. 746)

    13. Hadits memberi makanan berbuka puasa

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يُنْقَصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

    “Barangsiapa memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa itu tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala orang yuang berpuasa itu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dll. Shahihul Jaami’ no. 6415)

    14. Keutamaan umrah di bulan Ramadhan

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada seorang wanita Anshar:

    فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِى فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

    “Ketika tiba bulan Ramadhan berumrahlah, karena berumrah di bulan Ramadhan sama seperti hajji.” (HR. Bukhari-Muslim)

    14. Keutamaan umrah di bulan Ramadhan

    hadits dari riwayat Imam Ahmad yang berbunyi: “Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.” (Hadist riwayat Imam Ahmad)

    Hadits Tentang Sahur

    1. Keberkahan sahur

    Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu

    “Bersahurlah kalian, karena pada santap sahur itu ada keberkahan.” (HR. Bukhari No. 1923, Muslim No. 1095)

    2. Hadits keutamaan sahur

    Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiallahu ‘Anhu

    السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ، فَلَا تَدَعُوهُ، وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

    Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walau kalian hanya meminum seteguk air, karena Allah ‘Azza wa Jalla dan para malaikat mendoakan orang yang makan sahur. (HR. Ahmad No. 11086, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: sanadnya shahih. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 11086)

    3. Disunnahkan menta’khirkan sahur

    Dari ‘Amru bin Maimun Radhiallahu ‘Anhu:

    Para sahabat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling bersegera dalam berbuka puasa, dan paling akhir dalam sahurnya. (HR. Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 7916. Al Faryabi dalam Ash Shiyam No. 52. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf No. 9025)

    4. Perbedaan puasa Islam dan kafir

    Hadits puasa diriwayatkan oleh ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

    “Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah makan sahur.” (HR. Muslim no. 1096). Artinya Islam mengajarkan baro’ dari orang kafir, artinya tidak loyal pada mereka. Karena puasa kita (Islam) saja dibedakan dengan orang kafir.

    5. Makan sahur adalah berkah

    Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    السُّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

    “Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad 3: 44. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi).

    6. Kehebatan doa di waktu sahur

    Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145  dan Muslim no. 758).

    7. Allah dan malaikat mencintai orang sahur

    Imam Ibnu Hibban dan ath-Thabrani meriwayatkan hadits diatas dari Abdullâh bin Umar Radhiyallahu anhuma

    Allâh dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur. [Hadits Ibnu Umar ini di hasankan al-Albani dalam Shahîhut Targhîb wat Tarhîb no. 1066].

    Sumber:

    Almanhaj.or.id
    Islam.NU.or.id
    Muslim.or.id

  • Zakat Fitrah: Pengertian, Dalil, Niat dan Yang Berhak Menerima

    Zakat Fitrah: Pengertian, Dalil, Niat dan Yang Berhak Menerima

    Pengertian Zakat

    Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh semua umat Islam pada bulan Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri. Zakat adalah rukun Islam yang ke empat. Sehingga bagi setiap umat muslim dari segala usia, diwajibkan untuk menunaikan zakat.

    Zakat Fitrah bisa dibayarkan dengan 2,5 kilogram makanan pokok sesuai di daerah masing-masing. Karena di Indonesia makanan pokoknya adalah nasi, maka kita bisa zakat berupa beras.

    Golongan yang Berhak Menerima Zakat

    Adapun delapan golongan yang berhak menerima zakat adalah sebagai berikut:

    1. Fakir

    Golongan orang yang hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

    2. Miskin

    Golongan orang yang memiliki sedikit harta, tetapi tidak bisa mencukupi kebutuhan dasar untuk hidupnya.

    3. Amil

    Amil adalah orang/panitia yang mengumpulkan dan membagikan zakat.

    4. Mu’alaf

    Orang yang baru masuk agama Islam dan memerlukan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru.

    5. Hamba Sahaya

    Orang yang ingin memerdekakan dirinya.

    6. Gharimin

    Orang yang berutang untuk memenuhi kebutuhannya, dengan catatan bahwa kebutuhan tersebut adalah halal. Akan tetapi tidak sanggup untuk membayar utangnya.

    7. Fisabilillah

    Orang yang berjuang di jalan Allah. Lebih spesifiknya menurut ulama Fiqih adalah mereka yang memelihara dan melindungi agama serta meninggikan kalimat tauhid melalui berdakwah, berperang, dan berusaha menerapkan hukum Islam

    8. Ibnus Sabil

    Orang yang kehabisan biaya/bekal dalam perjalanannya dalam ketaatan kepada Allah.

    Dalil Alquran dan Hadis Tentang Zakat

    Ayat alquran yang menerangkan mustahiq zakat adalah Surah At-Taubah ayat 60. Ayat mustahiq zakat ini menjelaskan tentang siapa saja yang berhak menerima zakat. Bunyi ayat tersebut antara lain.

    إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At Taubah: 60)

    وَاقِـمُو الصَّـلاَةَ وَاتُـوْاالزَكـَلاَةَ وَاَطِـيْعُوْالـرَّسـُولَ لـَعَـلَّـكُـمْ تُـرْحَـمُـوْنْْ

    Dan dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat, serta taatlah kepada rasul, agar kamu diberi rahmat (Q.S. An-Nur: 56)

    اَ تَحِلُّ الصَّدَقََةُ لِغَنِيٍّ وَلاَ لِذِى مِرَّةٍ سَوِيٍّ

    Zakat haram diberikan kepada orang kaya dan mereka yang masih kuat bekerja. (Dari Ibnu ‘Amr R.A)

    إِنْ شِئْتُمَا أَعْطَيْتُكُمَا وَلاَ حَظَّ فِيْهَا لِغَنِيٍّ وَ لاَ لِقَوِيٍّ مُكْتَسِبٍ

    Bila kalian mau maka aku akan berikan zakat ke kalian, sayangnya tak ada zakat untuk orang kaya dan mereka yang masih kuat untuk bekerja. (Dari ‘Ubaidillah bin ‘Adi bin Al-Khiyar)

    يَا قَبِيْصَةُ , إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لاَتَحِلُّ إِلاَّ ِلأَحَدِ ثَلاَثَةٍ: رَجُلٌ تَحَمَّلَ حَمَالَةً فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيْبَهَا ثُمَّ يُمْسِِكَ, وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اِجْتَاحَتْ مَالَهُ فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ, حَتَّى يُصِيْبَ قِوَاماً مِنْ عَيْشٍ أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ, وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُوْمَ ثَلاَثَةٌ مِنْ ذَوِى الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ: لَقَدْ أَصَابَتْ فُلاَنًا فَاقَةٌ, فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ, حَتَّى يُصِيْبَ قِوَاماً مِنْ عَيْشٍ أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ, فَمَا سِوَاهُنَّ مِنَ الْمَسْأَلَةِ يَا قَبيْصَةُ ! سُحْتًا يَأْكُلُهَا صَاحِبُهَا سُحْتًا.

    Wahai qabishah, sesungguhnya diharamkan seseorang meminta-minta selain dari tiga kriteria, yaitu orang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai hutang tersebut lunas. Orang yang hartanya habis karena ditimpa musibah, ia boleh meminta-minta hingga mendapatkan sandaran hidup. Dan orang yang ditimpa kesengsaraan hidup. Adapun selain ketiga golongan tersebut maka haram hukumnya dan mereka yang memakannya adalah memakan makanan haram.

    قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الزَّكَاةُ قِنْطَرَةُ الْإسْلَامِ}.

    Nabi saw. bersabda, “Zakat itu jembatannya Islam.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ath-Thabarani dari sahabat Abu Ad-Darda’ r.a. dan diriwayatkan juga oleh imam Al-Baihaqi dari sahabat Ibnu Umar r.a.

    وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {حَصِّنُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوَوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ وَأَعِدُّوْا لِلْبَلَاءِ الدُّعَاءَ}.

    Nabi saw. bersabda, “Jagalah harta-harta kalian dengan zakat, obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan shadaqah, dan bersiap-siaplah terhadap musibah dengan doa.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ath-Thabarani, imam Abu Nuaim, dan imam Al-Khathib dari sahabat Ibnu Mas’ud r.a.

    اِذَاكَـنَـتْ لَكَ مِـائـَتـادِرْهَـمٍ وَحَـلَ عَـلَيْـهـَاالـْحَـوْلُ فـَفِـهـَا خَـمـْسُ دَرَاهـِـمَ. وَلـَيْسَ عَـلَيْكَ شَـيْئٌ- يَـعْـنىِ فِى الذَ هـَبِ-حَـتَّى يَكُوْنَ لكَ عِشـْرُنَ دِيْـنَارًا وَحَـلَ عَـليْهـَا الْحَـوْلُ فـَفِيْـهـَانِسْفُ دِيْنَا رٍ وَمَـازَادَ فَـبِـحِـسَـابِـهِ.

    Apabila engkau memiliki 200 dirham dan telah sampai setahun. Maka zakatnya lima dirham. Dan tiada wajib zakat atasmu pada emas hingga hingga engkau memiliki 20 dinar dan telah cukup setahun lamanya, maka zakatnya setegah dinar. Sedang lebihnya diperhitungkan seperti itu juga. (HR. Abu Daud)

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ

    “Dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat (‘Id), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat (‘Id), maka itu adalah satu shadaqah dari shadaqah-shadaqah“

    Niat Zakat Fitrah

    1. Doa Zakat Fitrah bagi Diri Sendiri

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

    2. Doa Zakat Fitrah bagi Istri

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

    3. Doa Zakat Fitrah bagi Anak Laki-laki

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(nama anak laki-laki pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”

    4. Doa zakat Fitrah bagi Anak Perempuan

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(nama anak perempuan pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”

    5. Doa Zakat Fitrah bagi Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

    6. Doa Zakat Fitrah bagi Orang yang Diwakilkan

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(nama orang yang diwakilkan), fardhu karena Allah Taala.”