Kategori: Lifestyle

  • Festival Ogoh-Ogoh: Bentuk Kekompakan Umat Hindu di Bali

    Festival Ogoh-Ogoh: Bentuk Kekompakan Umat Hindu di Bali

    Setiap Agama memiliki hari rayanya masing-masing, begitu pula dengan Agama Hindu. Pada ajaran Agama Hindu, hari raya terbesarnya adalah Hari Raya Nyepi yang dilangsungkan setiap tahun baru menurut kalender Saka.

    Dipercayai oleh umat Hindu, bahwasanya Nyepi merupakan hari penyucian. Yang mana, setiap umat Hindu memohon kepada Tuhan YME untuk menyucikan alam semesta beserta isinya.

    Ada yang menarik saat umat Hindu memperingati Hari Raya Nyepi di Pulau Seribu Pura, Bali, yaitu festival ogoh-ogoh.

    Perlu diketahui terlebih dahulu, ogoh-ogoh merupakan sebuah seni patung dalam kebudayaan dan tradisi Bali. Bentuk dan ide cerita ogoh-ogoh umumnya berpegang pada cerita pewayangan. Namun, seiring perkembangan dunia seni, konsep dari ogoh-ogoh pun semakin bervarian pula.

    Tidak hanya menjadikan cerita pewayangan sebagai konsep, kini ogoh-ogoh yang diciptakan juga turut mengambil konsep lain, salah satunya adalah politik.

    Penampilan festival ogoh-ogoh di Bali dilakukan pada malam sebelum Hari Raya Nyepi yang biasa disebut Ngrupuk.

    Dihimpun dari berbagai sumber, bahwasanya aktivitas Ngrupuk ini bertujuan untuk mengusir Buta Kala dan energi negative di daerah setempat.

    Saat Buta Kala dan energi negative tersebut telah diusir, maka keesokan harinya umat Hindu di Seluruh Pulau Dewata akan tenang dan khitmad dalam menjalankan ibadah pada Hari Raya Nyepi.

    Pada kehidupan bermasyarakat di Bali, dikenal adanya “Banjar”. Banjar sendiri memiliki arti sebuah kesatuan masyarakat yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat.

    Banjar diakui oleh hukum dan sangat dihormati dalam kehidupan bermasyarakat rakyat Bali. Banjar memiliki struktur organisasi yang kompleks, anggotanya pun terdiri dari pemuda serta orang tua.

    Dalam proses penciptaan karya yang sudah turun-menurun ini, seluruh masyarakat sekitar atau Banjar sangat kompak dan saling berkolaborasi guna menyelesaikannya.

    Lebih indahnya lagi, setiap Banjar memiliki karya masing-masing. Bahkan, beberapa Banjar menciptakan karya ogoh-ogoh lebih dari satu.

    Tidak ada sifat bersaing, justru setiap Banjar menunjukkan sifat dewasanya yaitu kekompakan dan toleransi bermasyarakat.

    Mmereka saling berbagi dan saling memberi saran guna menciptakan sebuah karya yang indah dan sedap untuk dinikmati oleh setiap penghuni Pulau Bali.

    Festival ogoh-ogoh merupakan salah satu dari sekian banyaknya budaya yang ada di Bali yang dapat menarik minat turis lokal maupun international.

    Bagaimana tidak, saat Ngrupuk sudah dimulai, terlihat ribuan ogoh-ogoh dengan bentuk yang berbeda di arak keliling oleh pemuda-pemudi Bali. Hal tersebut tentunya memanjakan mata setiap yang melihatnya.

    Inilah suatu bentuk kekompakan Umat Hindu di Bali yang patut dijadikan contoh oleh setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat. Saling membantu, saling berbagi, dan saling memotivasi.

    Author : Maulana Affandi

  • 4 Tips Memikat Hati Seseorang pada Pandangan Pertama

    Apakah kalian percaya dengan ungkapan cinta pertama? Perlu diketahui bahwa cinta pada pandangan pertama memang benar adanya dan sudah banyak fakta yang membenarkan hal tersebut.

    Tapi, jatuh cinta pada pandangan pertama pun tidak serta merta hadir tanpa sebuah alasan yang tepat sesuai dengan prinsip dasar “sebab-akibat”.

    Lantas, yang perlu kita ketahui dan cari tahu, apakah sebab yang menjadikan cinta tersebut muncul pada pandangan pertama?

    Hal ini penting, sebab cinta pada pandangan pertama tidak hanya ditujukan kepada lawan jenis, melainkan bisa juga ditujukan kepada relasi atau partner berbisnis.

    Cara Memikat Orang Pada Pandangan Pertama

    Nah, untuk lebih jelasanya, simak tips berikut agar kalian mampu memikat orang yang dituju pada saat pandangan pertama.

    1. Penampilan

    Pada dasarnya hampir setiap orang akan terlihat lebih elegan dan berwibawa jika mengenakan pakaian yang rapi.

    Sebab, dari cara berpakaian akan terlihat bagaimana karakter dan kepribadian orang tersebut. Dengan berpenampilan rapi, secara tidak langsung kita sudah menghipnotis orang lain untuk lebih memerhatikan kita.

    Semakin sering seseorang memerhatikan kita, sudah berarti semakin dia tertarik kepada kita. Logika sederhananya seperti itu.

    Jadi, usahakanlah kenakan pakaian yang rapi saat pertemuan pertama dengan seseorang.

    2. Cara Bicara

    Seperti ungkapan yang mengatakan “Diam adalah Emas”. Jangan terlalu banyak bicara jika dirasa tidak perlu atau tidak penting.

    Usahakan berbicaralah mengenai topik yang sedang dibincangkan dan jangan lari ke topik lain. Lantas, jangan terlalu diam.

    Sebab, dengan terlalu diam menunjukkan bahwa kita orang yang mudah dituntun dan tidak memiliki pola berpikir sendiri.

    Penting juga, jangan pernah memotong pembicaraan orang lain, sebab bagaimanapun etika harus tetap kita perhatikan.

    3. Perilaku

    Dalam hal apapun, kesopanan adalah hal yang tidak bisa ditawar walau sedikitpun. Tunjukkan bahwa kita adalah orang yang memiliki tingkat kesopanan tinggi.

    Dengan begitu, orang lain akan menganggap kita sebagai orang yang sangat berkualitas.

    Cara duduk, cara mendengarkan orang berbicara, cara menyampaikan argumen, dan berbagai macam hal lain.

    Termasuk cara kita tersenyum dan tertawa. Semua harus dalam ruang lingkup kesopanan dan tidak menganggu orang lain.

    Membuat orang lain nyaman dengan kita akan memicu lahirnya cinta yang akan menimbulkan efek baik.

    4. Pola Pikir

    Ini sering terjadi, di mana seseorang merasa enggan dengan tema pembahasan yang sedang dibicarakan lantas ia melakukan hal-hal yang tidak semestinya dilakukan.

    Misal saat kita sedang disuguhkan dengan topik perbincangan yang sama sekali tidak penting, alangkah baiknya kita tetap menghargainya.

    Jangan pernah melakukan sesuatu yang bermaksud untuk menghentikan topik pembicaraan tersebut, seperti memainkan handphone atau bahkan pura-pura mengantuk.

    Karena tidak semua orang yang kita anggap bodoh adalah benar-benar bodoh. Kadang mereka sengaja seolah-olah bodoh untuk mengetahui reaksi kita.

  • 3 Sifat Pria yang Menjengkelkan ini Ternyata Disukai para Wanita!

    Lelaki dan wanita memang sudah dikodratkan untuk hidup bersama. Dari setiap pelaku cinta tersebut pasti memiliki sifat dan karakter berbeda. Sifat dan karakter itu dapat memicu harmonisnya sebuah hubungan. Bahkan, parahnya juga malah bisa merusak ikatan asmara.

    Banyak yang mengatakan jika wanita cenderung suka dengan pria yang dewasa dan bisa mengayominya. Sayangnya, ungkapan tersebut tidak selalu benar. Faktanya, ada beberapa karakter menjengkelkan yang kadang membuat hubungan semakin harmonis.

    1. Manja

    Walau umumnya wanita sangat menyukai lelaki yang dewasa, tapi hal tersebut tidak bisa dibenarkan secara keseluruhan. Pasalnya, banyak wanita yang menyukai lelaki yang memiliki karakter manja.

    Biasanya wanita tersebut adalah wanita yang memiliki sifat keibuan. Jadi, wanita tersebut justru lebih nyaman bersama lelaki yang manja. Jika ia dipertemukan dengan lelaki yang dewasa, justru benturan sering terjadi karena kedua belah pihak sama-sama mempertahankan prinsip sok kedewasaan mereka.

    2. Cemburuan

    Memang, memiliki pasangan pencemburu itu sangat menjengkelkan. Sebab, apapun yang kita lakukan pasti selalu dicurigai dan seakan hidup kita terbelenggu dan tidak bisa bergerak bebas. Namun, lain di bibir lain di hati. Sebetulnya para wanita sangat tersanjung jika lelaki mengawasinya dengan alasan cemburu.

    Wanita merasa jika ia sangat dicintai oleh lelakinya jika diperlakukan seperti itu. Karena cemburu adalah tanda sayang dan takut kehilangan. Jadi, bersyukurlah kalian para lelaki yang memiliki sifat pencemburu sebab sebenarnya kalian sudah dipuji secara diam dalam hati wanita.

    3. Konyol

    Lelaki yang bertindak sopan dan memiliki attitude baik memang merupakan dambaan bagi wanita. Tampil wibawa dan berperilaku baik akan memancarkan sebuah pesona dan kharisma yang menggoda. Tapi, apakah orang yang berkarakter konyol tidak bisa mendapatkan hati wanita?

    Tentu saja sangat bisa! Dari hasil survey kepada beberapa orang wanita, ternyata kaum Hawa lebih suka dengan lelaki yang konyol dan lucu. Sebab, dalam menjalin sebuah hubungan itu bukan waktu yang singkat. Jadi, dengan panjangnya waktu tersebut, akan terasa hambar dan membosankan jika dilalui dengan keseriusan. Berbahagialah kalian yang memiliki bakat lucu dan konyol.

  • Ternyata Pemilihan Warna Brand Bisa Mempengaruhi Kesuksesan Usahamu

    Warna adalah salah satu elemen penting yang bisa mempengaruhi kehidupan manusia dalam banyak hal. Mulai dari rasa, persepsi, psikologi, hingga emosional.

    Jika dijelaskan secara ilmiah, warna yang dilihat mata akan langsung berinteraksi dengan bagian otak yang bernama Hipotalamus yang kemudian mengirimkan sinyal kepada kelenjar pituitary.

    Setelahnya, sinyal tersebut akan diteruskan ke tiroid. Nah tiroid inilah yang akan menghasilkan berbagai macam hormon yang dapat mempengaruhi suasana hati.

    Hal tersebut sesuai dengan kutipan yang dicupakan oleh Peter Goldmark, insinyur asal Hungaria yang mengatakan kalau warna dapat mengubah persepsi manusia, maka dari itu banyak perusahaan TV yang memanfaatkan kesempatan tersebut.

    Dan tidak hanya perusaahan TV loh, industri atau perusahaan besar lainnya pun sangat sensitive dalam urusan warna. Karena mereka sangat mengerti betapa hebatnya kekuatan warna dalam mempengaruhi psikologi manusia.

    Neil Patel, seorang konsultan bisnis dan ahli SEO juga mengatakan warna adalah hal yang sangat penting, dalam quotenya, ia mengatakan “85% alasan orang membeli sebuah produk adalah karena warna”.

    Warna yang Cocok untuk Usaha

    Nah, sampai sini kamu sudah paham kan kalau warna sangat penting dalam kesuksesan brandmu?

    Kalau sudah paham, yuk kita kenali satu-persatu warna yang cocok digunakan untuk industri atau usaha.

    1. Biru

    Menurut informasi yang dihimpun, warna biru bisa menunjukkan rasa percaya, kecerdasan, kepemimpinan, kesetiaan, hingga ketenangan. Itulah mengapa warna biru sering digunakan oleh perusahaan yang bermain dengan data.

    Sehingga, media sosial terbesar yang menyimpan milyaran data manusia di dunia menggunakan warna biru, yaitu Facebook dan Twitter. Tapi warna biru kurang cocok digunakan sebagai brand makanan loh.

    Karena menurut ilmu psikologi, warna biru memberikan kesan dingin yang menurunkan nafsu makan kita. Jadi, kamu tahu kan kalau warna biru sangat cocok digunakan untuk perusahaan data dan jangan gunakan warna biru sebagai brand kulinermu.

    2. Kuning

    Sebagian data menyebutkan kalau kuning adalah warna peningkat konsentrasi serta penarik perhatian terbaik.

    Maka dari itu, kebanyakan rambu-rambu lalu lintas menggunakan warna kuning sebagai warna dasarnya.

    Tapi kamu harus hati-hati dalam porsinya, karena jika kuning terlalu mendominasi maka persepsi yang dihasilkan adalah kegelisahan dan berlanjut kemarahan.

    Jadi, kalau kamu ingin menciptakan brand yang ingin diperhatikan oleh orang, maka gunakanlah warna kuning yang seimbang, tidak banyak dan tidak sedikit.

    3. Oranye

    Dari informasi yang dikumpulkan, oranye ternyata memiliki makna happy, menyenangkan, impulsive, serta kompetitif.

    Percaya atau tidak, orang yang memandang warna oranye akan terangsang otaknya untuk lebih aktif dalam bergerak serta berpikir.

    Maka dari itu, warna oranye sering digunakan sebagai warna brand produk olahraga yang menuntut tubuh untuk bergerak lebih aktif.

    4. Hijau

    Warna ini adalah warna yang paling banyak difavorikan oleh orang. Yap, hijau merupakan warna yang identik dengan tumbuhan, maka dari itu warna hijau adalah warna yang paling sedap dipandang oleh mata.

    Nah, maka tak heran kalau beberapa brand restaurant, makanan, serta, minuman menggunakan warna hijau yang melambangkan kesegaran.

    Dan, kabar punya kabar, warna hijau adalah warna yang paling mudah dijangkau oleh mata dalam jarak yang jauh. Dengan begitu, cocok juga digunakan sebagai kain penutup warteg 🙂

    5. Ungu

    Ungu sering dinobatkan sebagai warna janda, iya kan? Tapi ternyata ungu memiliki makna yang lebih dari itu loh.

    Menurut informasi yang berhasil dihimpun, ungu merupakan warna yang identik dengan harta, kekayaan, serta kemewahan.

    Selain itu, ungu juga bisa dipersepsikan sebagai warna yang kalem, halus, tenang, serta santai. Maka dari itu, warna ungu sangat cocok digunakan sebagai warna rumah atau kamar.

    Nah, karena sadar akan hal tersebut, warna ungu biasanya digunakan oleh bisnismen yang bergerak dalam industri property.

    6. Merah

    Siapapun pasti merasa semangat kalau sudah melihat warna ini. Yap, warna merah mengandung arti berani, kuat, serta menarik perhatian. Merah biasanya dipadukan dengan warna kuning.

    Warna merah sering digunakan sebagai warna brand perusahaan makanan karena merah dipercaya dapat merangsang hawa nafsu untuk menyantap makanan.

    Selain itu, merah juga sangat cocok digunakan dalam brand jual beli online, karena juga bisa membangkitkan nafsu untuk membeli produk yang telah diminatinya.

    Nah, itulah beberapa warna yang mungkin cocok untuk usahamu. Tapi ingat, warna bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan usaha, masih banyak faktor pendukung lainnya yang harus diperhatikan.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Jangan Takut Bertemu Calon Mertua Kalau Kamu Cinta Anaknya

    Bagi kalian yang sedang menjalin hubungan atau pacaran, alangkah baiknya kalian melakukan hubungan yang sehat.

    Dalam kasus ini, hubungan sehat diartikan sebagai hubungan yang tidak melanggar norma atau aturan yang berlaku serta tidak melenceng dari batas kewajaran.

    Cara paling mudah untuk mendapatkan hubungan yang sehat adalah saling mengenal dengan keluarga masing-masing.

    Hal umum yang diketahui bahwa pria cenderung takut untuk bertemu keluarga pacarnya, khususnya bertemu dengan ayah dari sang pacar.

    Hal tersebut dikarenakan sang pria takut jika ayah wanitanya menanyakan hal yang serius, seperti masalah pekerjaan atau hal yang menjurus ke pernikahan.

    Kadang juga, tak sedikit pria merasa takut jika nantinya ayah dari pacar tidak menyukainya karena beberapa alasa.

    Dengan begitu, sebuah kekhawatiran pun muncul, yakni hubungan mereka tidak mendapatkan restu yang akan menjadi momok dalam pikiran pria.

    Padahal, jika pria memang benar-benar sayang kepada pacarnya, ia tidak akan pernah ragu ataupun merasa takut jika dituntut untuk bertemu ayah dari wanita idamannya.

    Bagaimana tidak, justru dengan memiliki sifat gentle seperti itu, memberikan nilai positif bagi seorang pria.

    Untuk apa takut jika tidak melakukan kesalahan? Lantas, jika memang serius, mengapa tidak sampai nyali untuk sekedar berbincang hangat?

    Dengan penjabaran tersebut, bisa diambil kesimpulan ringan bahwa jika seorang pria takut bertemu orang tua karena pertanyaan yang lebih serius, maka cintanya juga perlu dipertanyakan.

    Sebab, ketika hati sudah mantap dan membulatkan tekad untuk hidup bersama, harusnya seorang pria senang dan justru menunjukkan antusiasnya, bukan malah menunda-nunda seakan bersembunyi di balik tubuh wanita.

    Untuk itu, cintailah orang yang benar-benar mencintai kita karena dalam cinta, ada sebuah etika yang tidak bisa ditawar, yakni keseriusan.

  • Arti Friyay, Kata-Kata Gaul Anak Zaman Now

    Arti Friyay, Kata-Kata Gaul Anak Zaman Now

    Arti Friyay

    Beberapa waktu belakangan ini banyak bermunculan kata-kata gaul yang cukup membuat sebagian orang bingung dengan artinya. Salah satu kata gaul yang cukup fenomenal adalah ‘Friyay’.

    Tahukah Anda apa itu Friyay dan mengapa kata tersebut sering digunakan oleh generasi milenial saat ini?

    Perlu diketahui sebelumnya, kata friyay diadopsi dari bahasa Inggris hari Jumat, yaitu Friday. Jadi, penggunaan kata Fri-Yay selalu digunakan pada hari Jumat.

    Lantas, kata ‘yay’ sendiri merupakan sebuah ekspresi girang dan gembira ketika menyambut Jumat.

    Sebab, Jumat adalah hari pembuka weekendyang tentunya membuat setiap orang menjadi bahagia.

    Nah, dari situ sudah mulai jelas, bahwa friyay merupakan penggabungan dua kata antara ‘Friday’ dan ‘yay’ yang dijadikan satu menjadi ‘FRI-YAY’.

    Memang sedikit unik dan terkesan aneh, tapi inilah generasi milenial yang terkenal dengan kreativitasnya dalam bermain kata-kata sehingga tak sedikit orang jaman old menjadi kebingungan mengartikannya.

    Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa arti Friyay adalah sebuah ungkapan rasa bahagia ketika hari Jumat datang. Adapula yang mengartikan Friyay adalah waktunya untuk jalan-jalan di hari Jumat.

    Namun, dari beberapa makna yang tidak bisa disebutkan satu-persatu tersebut, friyay tetaplah sebuah cara mengekspresikan kebahagiaan melalui kata-kata karena weekend telah tiba (Jumat).

    Namun, tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada hari ‘yay’ lainnya, misalnya Monyay, Tuesyay, Wednesyay, Thursyay, Saturyay, dan Sunyay.

    Sebab, perkembangan kata-kata gaul pasti akan terus berjalan hingga muncul kata-kata baru yang menarik untuk dibahas.

    Nah, itulah arti dari kata Friyay yang saat ini sedang booming dan menjadi tren di kalangan anak muda.

    Jadi, penggunaan kata Friyay tidak hanya terbatas pada sekadar hiburan semata, tetapi juga menjadi simbol semangat dan ekspresi kebebasan setelah menjalani rutinitas kerja atau sekolah selama lima hari penuh.

    Kata ini banyak muncul di media sosial, terutama dalam caption Instagram, Twitter, atau TikTok saat seseorang membagikan momen santai mereka menjelang akhir pekan.

    Hal ini memperlihatkan bahwa bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tapi juga sarana ekspresi diri, identitas, dan tren budaya.

  • 5 Kesalahan Umum dalam Menulis Novel

    Dalam menulis novel memang tidak ada aturan baku yang mengikat. Setiap penulis bebas menulis sesuai dengan karakter serta gaya bahasa sendiri.

    Namun, tidak sedikit penulis yang kadang mengabaikan hal-hal kecil yang menurutnya tidak penting.

    Padahal kalau dipahami lebih dalam, sekelumit hal kecil tersebut akan sangat berpengaruh dalam kualitas karya.

    Tidak hanya itu, proses menulis bukanlah sebuah perjalanan pendek yang bisa dilakukan tanpa hambatan. Menulis novel adalah sebuah proses panjang dengan seribu hambatan.

    Demikian susahnya kah?

    Ya, penulis profesional saja kerap mengalami kesulitan dalam penggarapan karya mereka, apalagi penulis pemula yang masih meraba-raba dalam penciptaan sebuah karya.

    Kesalahan Dalam Menulis Novel

    Nah, setelah mengetahui betapa sulitnya menulis novel, ada baiknya kita mengetahui 5 kesalahan umum yang seharusnya tidak dilakukan oleh penulis.

    1. Salah Memilih Tokoh Utama

    Dalam sebuah novel, peran tokoh utama sangatlah penting. Sebab, tokoh utama adalah sosok seseorang yang diceritakan pada awal hingga akhir cerita.

    Secara garis besar bisa dikatakan jika tokoh utama adalah inti cerita dari jumlah ratusan halaman yang dibukukan. Maka dari itu, sebelum menulis, ada baiknya menentukan tokoh utama yang tepat.

    Tentukan pula bagaimana watak, karakter, serta latar belakang si tokoh utama tersebut agar memiliki kekuatan dan mampu memikat hati setiap pembaca nantinya.

    2. Salah Memilih Jalan Cerita

    Pada dasarnya, cerita yang baik adalah cerita yang tidak mudah ditebak. Kebanyakan orang sering merasa bosan saat membaca novel karena jalan ceritanya sangat mudah ditebak.

    Cerita dalam sebuah novel sangatlah liar dan bebas, maka jangan terjebak hanya dalam sebuah sudut pandang yang klise.

    Cobalah untuk berimajinasi lebih liar lagi agar cerita yang diciptakan tidak mudah ditebak.

    Sebab, pembaca akan merasakan sensasi berbeda saat membaca naskah yang isi tulisannya mengalir serta memberikan efek penasaran akan cerita selanjutnya.

    3. Konflik Kurang Kompleks

    Yang dimaksud kurang kompleks di sini adalah tidak terjadi konflik lengkap, mulai dari konflik batin hingga fisik.

    Sebab, novel adalah sebuah karya sastra yang memiliki jumlah halaman hingga ratusan.

    Jadi, alangkah membosankan jika konfliknya rata tanpa penekanan maupun tanpa kompleksitas yang membuat situasi cerita semakin hidup.

    Sebab, sesuai dengan rentenannya, dalam karya sastra terdapat yang namanya urutan cerita, mulai dari pengenalan, ide cerita, konflik, penyelesaian.

    Nah, dengan konflik yang tidak memuncak, maka emosional pembaca juga tidak mencapai klimaksnya.

    4. Editing Saat Menulis

    Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis, baik pemula maupun profesional. Hampir semua penulis pasti pernah melakukan hal ini, yaitu mengedit saat sedang asik-asiknya menulis.

    Menurut riset yang telah terbukti kebenarannya, menulis sambil mengedit adalah sebuah aktivitas yang sangat tidak efisien. Alangkah lebih baik, jika fokus menulis saja dan jangan melakukan editing.

    Sebab, saat imajinasi sedang mengalir deras di otak, maka fokus harus tetap terjaga, jangan diganggu dengan aktivitas editing yang akan merubah jalan cerita.

    Kebanyakan penulis yang pernah melakukan kesalahan ini mengaku jika lebih baik menyelesaikan naskah terlebih dahulu.

    5. Menuruti Rasa Bosan

    Kendala yang paling sering muncul saat menulis novel adalah rasa bosan. Ya, terlebih rasa bosan itu sangat besar hantamannya sehingga mengakibatkan rasa malas dan kebuntuan.

    Sebetulnya, hal tersebut wajar saja. Ada baiknya untuk beristirahat sejenak, gunakan waktu istirahat tersebut dengan hal yang baik, misalnya membaca maupun menonton film agar inspirasi datang kembali.

    Jangan menuruti bosan hingga akhirnya kebablasan. Sebab, saat rasa bosan telah menguasai, maka naskah hanya akan menjadi konsep dalam folder usang tanpa pembaruan.

    Usahakan lawan rasa bosan tersebut dan percaya bahwa otak manusia adalah anugerah yang tidak mudah dikalahkan.

    Author : Maulana Affandi

  • Copywriter Adalah Penyihir Kata

    Mungkin telinga kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah Copywriter. Namun, tidak semua orang paham mengenai makna dan manfaatnya.

    Untuk memberi pemahaman kepada klahayak ramai, maka artikel kali ini akan membahas secara sederhana mengenai arti dari Copywriter dan apa saja manfaatnya.

    Sebelum masuk pada pembahasan Copywriter, kita harus mengetahui terlebih dahulu, bahwasanya Copywriter merupakan sebuah profesi yang masuk atau dikategorikan sebagai marketing.

    Namun, bukan marketing seperti umumnya (tradisional), tetapi marketing yang bergerak di dunia online atau yang lebih akrab disebut Digital Marketing.

    Apakah berbeda?

    Fungsi Digital Marketing dan marketing tradisional pada umumnya sama! Mereka (marketing) sama-sama mengenalkan produk, memasarkan, mencari konsumen, dan tujuan akhir adalah menjual.

    Namun, ruang lingkupnya yang berbeda. Jika marketing tradisional hanya dapat mencakup daerah tertentu dari segi pasarnya, maka Digital Marketing mampu menjaring pasar yang lebih luas (tentunya di dunia online) dengan beberapa cara dan strategi.

    Kembali ke pembahasan utama mengenai Copywriter. Sekarang kita sudah mengetahui seorang Copywriter tidak lain adalah sebuah profesi marketing di dunia online.

    Jadi, sebagai seorang Copywriter harus pandai menelaah trend online dan juga harus aktif berselancar di dunia internet.

    Sebab, dari trend-trend yang sekarang sedang digandrungi, seorang Digital Marketing dapat masuk dan menyelinap ke dalam trend tersebut untuk menjaring pasar yang lebih luas.

    Selain itu, profesi Copywriter harus pandai bermain kata dan bahasa, karena kalimat-kalimat yang digunakan pada naskah yang ditulis harus dan wajib bersifat persuasif, yaitu mengajak dan memengaruhi siapapun yang membaca atau (calon pembeli).

    Sederhananya, seorang Copywriter harus mengerti tentang teknik SEO. Banyak yang mengatakan bahwa Copywriter merupakan penyihir kata, karena memang seperti itu faktanya.

    Merubah kalimat biasa, menjadi kalimat yang persuasif dan mendorong orang untuk membeli sebuah produk yang sedang ditawarkan.

    Seorang Copywriter harus pandai melihat dan membidik pasar yang akan dituju. Karena jika salah sasaran, semua akan sia-sia.

    Tulisan yang sudah tirangkai sebaik mungkin juga tidak ada artinya lagi karena salah sasaran. Contoh saat akan menjual kosmetik kecantikan, maka pasar yang dituju adalah perempuan.

    Tidak sampai disitu, tidak semua perempuan memerlukan kosmetik kecantikan. Jadi, jawabannya adalah target pasar adalah perempuan kisaran usia 16-40 tahun.

    Setelah mengetahui target dan pasar yang dituju, barulah kata demi kata disihir menjadi sebuah kalimat yang sangat indah dan sifatnya persuatif.

    Jadi, jangan heran jika banyak orang yang awalnya enggan lantas berubah pikiran dan bernafsu ingin membeli sebuah produk karena telah membaca caption atau kalimat sihir dari seorang Copywriter.

    Begitulah penjelasan singkat mengenai Copywriter sang penyihir kata. Semoga artikel ini bermanfaat.

    Author : Maulana Affandi

  • Cara Menulis Novel dengan Mudah, Perhatikan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

    Karya Sastra adalah penciptaan ide yang disampaikan secara komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika.

    Karya-karya sastra sering memberi pesan dalam setiap kalimatnya.

    Sastra sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti teks yang mengandung instruksi atau pedoman.

    Sas berarti instruksi atau berupa ajaran dan Tra berarti alat atau sarana.

    Jika disederhanakan, maka karya sastra bisa dikatakan sebagai hasil pemikiran manusia yang dirangkai dengan kalimat-kalimat indah yang mengandung suatu maksud di dalamnya.

    Sebuah karya sastra itu terbentuk karena ada dua unsur di dalamnya.

    Pertama adalah unsur intrinsik atau yang lebih akrab disapa struktural.

    Kedua, adalah unsur ektrinsik yang menyelimuti karya tersebut dari luar.

    Nah, yang perlu kita pahami saat ini adalah bagaimana bisa seorang penulis menciptakan cerita yang tebalnya ratusan halaman dengan cerita yang apik dan berurutan?

    Jawaban yang paling bijak adalah karena adanya dua unsur tersebut, yakni intrinsik dan ektrinsik.

    Menjadi penulis bukanlah hal yang mudah. Ingat, menulis bukanlah hal yang mudah.

    Tapi, dengan memiliki teori dalam kesusastraan, kesulitan tersebut akan berkurang hingga akhirnya cukup mudah untuk dilakukan.

    Dalam menulis sebuah karya sastra, seorang penulis harus membuat kerangka tulisannya terlebih dahulu.

    Sebab dengan kerangka tersebut, maka cerita akan mudah dibangun dengan indahnya.

    Ya, kerangka tulisan itulah yang dinamakan intrinsik.

    Adapun beberapa sub yang berada dalam naungan unsur intrinsik antara lain: Judul, Tema, Tokoh, Alur, Latar, Sudut Pandang, Konflik, serta Titik Terang atau Klimaks.

    Nah, dengan memahami kerangka tersebut maka penulis bisa membatasi ide dan imajinasinya agar tidak melebar ke sub bahasan yang lain.

    Dengan demikian, maka karya yang ditulis akan lebih terfokus dan tidak terpecah bagiannya.

    Percayalah, teori yang dianggap simple ini sangat berpengaruh pada penggarapan sebuah karya.

    Tanpa adanya teori, maka semuanya akan terasa susah sebab kita tidak tahu tahapan-tahapan yang harus dilalui dan ditata dalam menciptakan karya sastra itu sendiri.

    Lalu, unsur kedua adalah Ekstrinsik atau unsur yang membangun karya dari luar.

    Biasanya unsur ini berupa latar atau kondisi yang diceritakan dalam karya tersebut.

    Misalnya kondisi sosial dan budaya, kondisi tahun penciptaan, kondisi psikologis, serta kondisi tempat yang sedang diceritakan.

    Kalau karya sastra pada zaman dahulu, unsur ektrinsik yang diangkat berupa kepahlawanan, sesuai dengan kondisi di mana Negara sedang dalam ancaman penjajah.

    Namun, di era modern ini, kita bisa mengangkat unsur ekstrinsik yang lebih fresh, misalnya mengenai kehidupan masyarakat yang lebih memilih dunia digital.

    Yang terpenting, unsur ekstrinsik tetap tidak luput dari pengalaman pribadi dari seorang penulis.

    Sebab, penulis merasakan sendiri bagaimana kondisi yang dialaminya saat itu.

    Dengan mengalaminya sendiri, maka karya yang diciptakan akan sangat kuat dan mampu dipertanggungjawabkan.

    Nah, begitulah penjelasan singkat mengenai unsur intrinsik dan ekstrinsik yang membangun karya sastra.

    Semoga bermanfaat dan member semangat menulis untuk teman-teman semua.

    Author : Maulana Affandi

  • Bahagia itu Sederhana, Benarkah Begitu?

    Mungkin kita kerap membaca serta mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa “Bahagia itu Sederhana” dari berbagai media informasi. Hebatnya lagi, banyak orang yang setuju dengan ungkapan tersebut tanpa mencari tahu terlebih dahulu di mana letak kesederhanaannya.

    Tapi itulah yang terjadi saat ini, bahagianya manusia millennia memang sangat sederhana, terlebih kesederhanaan itu selalu terbungkus rapi pada rak jejaring sosial.

    Perlu diketahui, kebahagiaan dan kesenangan itu berbeda. Jadi, jangan samakan arti dari kedua kata tersebut. Jika kita lebih jeli, saat ini merupakan era di mana anak muda sudah mulai ke luar dari koridor privasinya sendiri.

    Hampir segala sesuatu yang dialami selalu dipamerkan pada jagad maya, baik itu kegiatan positif maupun kegiatan negative. Tapi itu adalah hak yang tidak boleh dicampuri oleh orang lain, sekalipun atas dasar peduli.

    Menurut teori psikologi, manusia yang sering mengumbar kebahagiaannya kepada publik menandakan manusia tersebut tidak seutuhnya bahagia. Benarkah begitu? Mungkin benar, mungkin juga tidak salah.

    Sebab, banyak faktor yang mempengaruhi manusia untuk mengumbar kebahagiaannya kepada publik, salah satunya adalah ingin menunjukkan kepada someone atau bahkan kepada seluruh temannya bahwa ia bahagia.

    Hal tersebut patut diakui, dia ingin menunjukkan bahwasanya saat ini dia telah bahagia bila dibandingkan dengan dulu.

    Contoh lain, ada yang mengumbar foto mesranya bersama pasangan baru dengan caption “Bahagia itu sederhana, melupakan masa lalu dan menggapai masa depan dengan kamu”. Jika ditelisik lebih dalam, ada makna semiotika pada caption yang “aneh” tersebut.

    Jikalau memang sudah bahagia, buat apa menunjukkannya kepada orang lain? Lantas buat apa masih membahas masa lalu? Atau hanya ingin bersembunyi dari rasa rindu? Entahlah, itu hanya opini yang ambigu mendekati pasti.

    Penulis : Maulana Affandi