Kategori: Menurut Para Ahli

  • 27 Pengertian Linguistik Menurut Para Ahli

    27 Pengertian Linguistik Menurut Para Ahli

    Bahasa merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Melalui bahasa, manusia dapat berkomunikasi, mengekspresikan pikiran, serta mewariskan budaya dan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

    Untuk memahami bahasa secara lebih mendalam, diperlukan suatu ilmu yang secara khusus mempelajari struktur, makna, dan fungsi bahasa, yaitu linguistik.

    Ilmu ini menjadi dasar utama dalam memahami bagaimana bahasa bekerja dan digunakan dalam berbagai konteks kehidupan.

    Pengertian Linguistik Menurut Para Ahli

    Linguistik merupakan dasar dalam mempelajari keahlian berbahasa. Sedangkan manfaat dari linguistik antara lain:

    • Dapat membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugas
    • Penting bagi guru bahasa dan guru studi
    • Dapat menterjemahkan suatu bahasa ke bahasa lain
    • Dapat digunakan untuk menyusun kamus
    • Serta bisa digunakan untuk menuntun buku pelajaran.

    Sebagai cabang ilmu yang kompleks, linguistik tidak hanya membahas tentang tata bahasa, tetapi juga menyangkut aspek fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, hingga pragmatik.

    Melalui pemahaman linguistik, seseorang dapat lebih mudah dalam mempelajari bahasa, menerjemahkan teks, menyusun kamus, bahkan mengembangkan metode pengajaran bahasa.

    Agar pemahaman tentang linguistik menjadi lebih jelas, berikut ini disajikan pengertian linguistik menurut para ahli dari berbagai sumber:

    1. BLOOMFIELD (1933: 20-34)

    Linguistik adalah sain (science), seperti halnya fisika dan kimia adalah sain.

    2. COMSKY

    Linguistik adalah sebuah generatif yang bersifat mentalistik karena tujuan utamanya adalah menjelaskan hakekat competence, dan bukan performance.

    3. HJLEMSLEV

    Linguistik adalah sebuah contoh metasemiotika (telaah tentang bahasa yang juga adalah bahasa itu sendiri).

    4. BENVENISTE

    Linguistik adalah perbedaan antara dimensi-simensi semiotik dan semantik pada bahasa.

    5. NEWMARK

    Lingusitik adalah ide dasar yang ada di dalam teks yang bersangkutan. Bisa dikatakan bahwa makna ini tidak berbeda jauh dari serangkaian makna leksikal.

    6. MARTINET (1987: 19)

    Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.

    7. MATTHEWS

    Linguistik didefinisikan sebagai ilmu bahasa atau studi ilmiah mengenai bahasa.

    8. HARIMUTI KRIDALAKSANA

    Linguistik merupakan ilmu tentang tata bahasa.

    9. DUBOIS, JEAN

    Linguistik merupakan kajian ilmiah tentang bahasa.

    10. Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1)

    a. Pengertian pertama

    Menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

    b. Pengertian Kedua

    Bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.

    11. Owen dalam Stiawan (2006:1)

    Bahasa yaitu language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule governed combinations of those symbols (bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan).

    12. Tarigan (1989:4)

    Bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, barang kali juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.

    13. Santoso (1990:1)

    Bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.

    14. Mackey (1986:12)

    Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan (lenguage may be form and not matter) atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem.

    15. Wibowo (2001:3)

    Bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.

    16. Walija (1996:4)

    Bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain.

    17. Syamsuddin (1986:2)

    a. Pertama

    Bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi

    b. Kedua

    Bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.

    18. Pengabean (1981:5)

    Bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf.

    19. Soejono (1983:01)

    Bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.

    20. W.N. Francis (1985: 13)

    Bahasa adalah sebagai sebuah sistem perubahan dari artikulasi (pengucapan) bunyi yang digunakan oleh sekelompok manusia sebagai sebuah harta kekayaan di dalam urusan kehidupan bermasyarakat mereka.

    21. Finocchioro (1974: 3)

    Bahasa adalah sebuah sistem perubahan (berubah-ubah), suara yang membolehkan untuk semau manusia menggunakannya dalam memberikan sebuah kebudayaannya, atau orang lain yang telah belajar sistem dari kebudayaan tersebut, untuk berkomunikasi dan berinteraksi.

    22. Pei dan Gaynor (1954: 119)

    Bahasa adalah sistem komunikasi dengan bunyi, i, e, sebagai alat dalam berpidato (berbicara) dan mendengar. Diantara manusia tentunya komunitas menggunakan simbol bunyi yang memiliki perubahan makna menurut kebudayaan (adat) masing-masing.

    23. Wardhaugh (1972: 3)

    Bahasa adalah sebuah sistem dari simbol bunyi (vocal) yang digunakan manusia dalam berkomunikasi.

    24. Greene (1972: 25)

    Bahasa adalah aturan dari semua kalimat yang possible (tepat) dan tata bahasa (grammar) dari sebuah bahasa adalah aturan-aturan yang membedakan antara kalimat dan bukan kalimat.

    25. Chomsky (1957: 13)

    Bahasa adalah sebagai aturan (finite or infinite-terbatas atau tidak terbatas) dari kalimat sebagian yang terbatas berada di dalam kalimat yang panjang dan gagasan yang keluar dari aturan kalimat terbatas dari elemen-elemennya.

    26. A. A. Hill (1958: 9)

    Bahasa adalah sebagai dasar dan bentuk yang rumit dari simbol aktivitas kehidupan manusia.

    27. Charles F. Hockett (1958: 137-138)

    Bahasa adalah sebuah sistem kebiasaan yang kompleks. Sistem ini diperincikan ke dalam 5 prinsip subsistem:

    a. Sistem gramatical (tata bahasa) : persediaan morpheme dan rencana kejadian terpikirkan
    b. Sistem phonologi : persediaan phonologi dan rencana kejadian yang terpikirkan
    c. Sistem morphophonemic : kode yang pertalian yang bersama gramatical dan sistem phonologi
    d. Sistem semantic : himpunan variasi morphem, kombinasi (gabungan) dan rencana morpheme dapat ditempatkan dengan sesuatu dan situasi atau beragam sesuatu dan situasi.
    e. Sistem phonetic : cara yang dimana serangkaian phonemes dapat diubah ke dalam gelombang-gelombang suara dari artikulasi pembicara dan dikode from jaringan pidato (bicara) oleh pendengar.

  • 7 Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

    Wacana merupakan salah satu konsep penting dalam kajian linguistik, sastra, dan ilmu komunikasi.

    Pemahaman terhadap wacana tidak hanya terbatas pada sekumpulan kalimat, tetapi mencakup satuan bahasa yang lengkap dan memiliki makna utuh.

    Dalam praktiknya, wacana digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan, maupun pesan tertentu baik secara lisan maupun tertulis.

    Karena itu, memahami pengertian wacana secara mendalam akan membantu kita mengenali struktur, makna, dan konteks dari sebuah teks atau percakapan.

    Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian wacana menurut para ahli yang dapat menjadi rujukan dalam memahami konsep tersebut secara lebih komprehensif.

    1. Harimurti Kridalaksana

    Menurut Harimurti Kridalaksana, wacana (discourse) adalah satuan bahasa terlengkap dan merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar dalam hierarki gramatikal. (1983:179 dalam Sumarlam, 2009:5).

    2. Henry Guntur Tarigan (1987:27)

    Mengemukakan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang paling lengkap, lebih tinggi dari klausa dan kalimat, memiliki kohesi dan koherensi yang baik, mempunyai awal dan akhir yang jelas, berkesinambungan, dan dapat disampaikan secara lisan atau tertulis.

    3. James Deese

    Dalam karyanya Thought into Speech: the Psychology of a Language (1984:72, sebagaimana dikutip ulang oleh Sumarlam, 2009:6) menyatakan bahwa wacana adalah seperangkat proposisi yang saling berhubungan untuk menghasilkan suatu rasa kepaduan atau rasa kohesi bagi penyimak atau pembaca.

    Kohesi atau kepaduan itu sendiri harus muncul dari isi wacana, tetapi banyak sekali rasa kepaduan yang dirasakan oleh penyimak atau pembaca harus muncul dari cara pengutaraan, yaitu pengutaraan wacana itu.

    4. Fatimah Djajasudarma (1994:1)

    Mengemukakan bahwa wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan, menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain, membentuk satu kesatuan, proposisi sebagai isi konsep yang masih kasar yang akan melahirkan pernyataan (statement) dalam bentuk kalimat atau wacana.

    5. Hasan Alwi, dkk (2000:41)

    Menjelaskan pengertian wacana sebagai rentetan kalimat yang berkaitan sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu.

    Dengan demikian sebuah rentetan kalimat tidak dapat disebut wacana jika tidak ada keserasian makna. Sebaliknya, rentetan kalimat membentuk wacana karena dari rentetan tersebut terbentuk makna yang serasi.

    6. I.G.N. Oka dan Suparno (1994:31)

    Menyebutkan wacana adalah satuan bahasa yang membawa amanat yang lengkap.

    7. Sumarlam, dkk (2009:15)

    Menyimpulkan dari beberapa pendapat bahwa wacana adalah satuan bahasa terlengkap yang dinyatakan secara lisan seperti pidato, ceramah, khotbah, dan dialog, atau secara tertulis seperti cerpen, novel, buku, surat, dan dokumen tertulis, yang dilihat dari struktur lahirnya (dari segi bentuk bersifat kohesif, saling terkait dan dari struktur batinnya (dari segi makna) bersifat koheren, terpadu.

    Berdasarkan beberapa pendapat mengenai batasan wacana di atas pengertian wacana adalah satuan bahasa lisan maupun tulis yang memiliki keterkaitan atau keruntutan antar bagian (kohesi), keterpaduan (koheren), dan bermakna (meaningful), digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial.

    Berdasarkan pegertian tersebut, persyaratan terbentuknya wacana adalah penggunaan bahasa dapat berupa rangkaian kalimat atau rangkaian ujaran (meskipun wacana dapat berupa satu kalimat atau ujaran).

    Wacana yang berupa rangkaian kalimat atau ujaran harus mempertimbangkan prinsip-prinsip tertentu, prinsip keutuhan (unity) dan kepaduan (coherent).

    Wacana dikatakan utuh apabila kalimat-kalimat dalam wacana itu mendukung satu topik yang sedang dibicarakan, sedangkan wacana dikatakan padu apabila kalimat-kalimatnya disusun secara teratur dan sistematis, sehingga menunjukkan keruntututan ide yang diungkapkan.

  • Pengertian Diksi Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Diksi Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Diksi

    Pengertian diksi secara umum adalah pilihan kata, penggunaan diksi berhubungan dengan ketetapan penggunaan kata, setiap kata memilki makna tertentu yang berbeda dengan makna yang lainnya.

    Walaupun ada beberapa kata yang sekilas memilki makna yang hampir sama, tetapi sebenarnya masing-masing memilki perbedaan.

    Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan).

    Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian diksi menurut para ahli.

    1. Gorys Keraf

    Menurut Gorys Keraf, pengertian diksi terbagi menjadi dua, yakni pilihan kata atau mengenai pengertian kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan, pengungkapan yang tepat dan gaya penyampaian kata yang lebih baik dan sesuai situasi.

    Pengertian diksi juga merupakan sebuah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang disampaikan.

    Selain itu, diksi juga bisa berupa kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi, nilai dari suatu rasa yang dimiliki kelompok masyarakat, pendengar, dan pembaca.

    2. Widyamartaya

    Menurut Widyamartaya, pengertian diksi adalah kemampuan seseorang dalam membedakan suatu nuansa-nuansa makna secara tepat dengan gagasan yang disampaikan.

    Kemampuan seseorang membedakan makna itu sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca.

    3. Susilo Mansurudin

    Susilo Mansurudin berpendapat pengertian diksi adalah pilihan kata.

    Pemakaian atau pemilihan diksi yang tepat, benar dan cermat bisa membantu memberi nilai pada suatu kata.

    Pilihan diksi yang sesuai dengan kata lain akan mencegah terjadinya kesalahan penafsiran yang berbeda.

    4. Enre

    Enre berpendapat pengertian diksi adalah penggunaan kata yang sesuai dalam mewakili pikiran dan perawatan yang ingin disampaikan dalam suatu pola kalimat tertentu.

    5. Harimurti

    Diksi adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam mengarang.

    6. Mustakim

    Membedakan antara istilah pemilihan kata dan pilihan kata.

    Pemilihan kata adalah proses atau tindakan memilih kata yang dapat mengungkap gagasan secara tepat, sedangkan pilihan kata adalah hasil proses atau tindakan tersebut.

    7. Achmadi (1990: 136)

    Memberikan definisi diksi adalah seleksi kata-kata untuk mengekspresikan ide atau gagasan dan perasaan.

    Ciri Ciri Diksi

    Adapun ciri-ciri diksi sebagai berikut:

    • Sesuai konteks kalimat yang akan diungkapkan.
    • Nyaman saat dibaca dan mudah dipahami.
    • Mampu membedakan suasana, makna, dan bentuk kalimat
    • Selaras dengan nilai rasa dari pembacanya.
    • Kosakata yang dipahami oleh pembaca/pendengar
    • Menyatu dengan kata yang lain sehingga melahirkan sebuah makna yang tepat.

    Contoh Diksi

    Berikut ini adalah contoh diksi yang tepat, mari disimak.

    • Rani sudah tinggal di Surabaya selama lima tahun (Diksi tepat)
    • Rani tinggal minum saja, dia sudah makan (Diksi kurang tepat)
    • Kenapa kamu selalu mengacuhkan janji dengan kami (Diksi kurang tepat)
    • Kenapa kamu selalu mengabaikan janji dengan kami (Diksi tepat)
  • 19 Definisi Karya Sastra Menurut Para Ahli

    19 Definisi Karya Sastra Menurut Para Ahli

    Pengertian Karya Sastra Secara Umum

    Karya sastra adalah sebuah ide, opini, pemikiran, semangat, pengalaman, serta imajinasi seseorang yang dituangkan dalam suatu bentuk tulisan.

    Tujuannya adalah untuk menceritakan kisah yang sifatnya estetika dengan menggunakan teori-teori dasar penulisan.

    Karya sastra dibagi menjadi dua, yaitu fiksi dan nonfiksi. Contoh karya sastra fiksi seperti novel, puisi, prosa, dan drama.

    Sedangkan contoh karya sastra nonfiksi seperti esai, biografi, autobiografi, dan sebagainya.

    Pengertian Karya Sastra Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian karya sastra menurut para ahli.

    1. Semi

    Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.

    2. Mursal Esten

    Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).

    3. Ahmad Badrun

    Menurutnya, Sastra ialah kegiatan seni yang menggunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alat dan bersifat imajinatif.

    4. Engleton

    Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencacatkan bentuk bahasa harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjang tipiskan dam diterbalikan, dijadikan ganjil.

    5. Aristoteles

    Sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat.

    6. Panuti Sudjiman

    Sastra sebagai karya lisan dan tulisan yang memiliki keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.

    7. Plato

    Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (Mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.

    8. Taum

    Sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain”.

    9. Robert Scholes

    Sastra itu sebuah kata bukan sebuah benda.

    10. Sapardi

    Dia memaparkan bahwa sastra itu adalah sebuah lembaga sosial yang menggunakan nahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial.

    Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial.

    11. Mukarovsky, E.E. Cummings, dan Sjklovski

    Menurut mereka, Sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik antara aspek kebahasaan maupun aspek makna.

    12. Lefevere

    Menurutnya, Sastra adalah deskripsi pengalaman kemanusiaan yang memiliki dimensi personal dan sosial sekaligus serta pengetahuan kemanusiaan yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri.

    13. Wellek dan Warren

    Menurut mereka, Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, sederetan karya seni.

    14. Tarin

    Menurutnya, Sastra adalah obyek dari gejolak emosional penulis dalammengungkapkan, seperti perasaan sedih, frustasi, gembira, dan sebagainya.

    15. Sumarno

    Menurutnya, Sastra merupakan pengalaman ekspresi pribadi manusia berupa, pikiran, perasaan, ide, semangat, iman, dalam bentuk gambar yangmembangkitkan tarik beton dengan alat bahasa.

    16. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

    Sastra adalah “karya tulis yang bila dibandingkan dengan tulisan lain, ciri-ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya”.

    Karya sastra berarti karangan yang mengacu pada nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah.

    Sastra memberikan wawasan yang umum tentang masalah manusiawi, sosial, maupun intelektual, dengan caranya yang khas.

    Pembaca sastra dimungkinkan untuk menginterpretasikan teks sastra sesuai dengan wawasannya sendiri.

    17. Damono

    Damono yang menyatakan bahwa kehidupan sastra menyampaikan gambaran, dan kehidupan itu sendiri adalah fakta sosial.

    Pengertian sastra di sini menjelaskan bahwa isi karya sastra tentang kehidupan meliputi hubungan antara masyarakat dan individu.

    Antar pribadi dan antar peristiwa yang terjadi dalam hati seseorang terkandung dalam karya sastra.

    18. Titik Maslikatin (2007: 2)

    Definisi sastra secara umum adalah karya seni yang bermediumkan bahasa, bersifat inovatif, dan unsur imajinatifnya sangat menonjol.

    Imajinasi menjadi unsur yang menonjol karena karya sastra merupakan bangunan imajinasi pengarang yang berasal dari realitas yang ada di masyarakat.

    19. Terry Engleton

    Menurut Terry Engleton, karya sastra adalah karya tulis yang indah (letters belle) dengan format bahasa tertutup.

    Dan memperdalam bahasa, memelintir, memelintir, mempersingkat dan membuatnya aneh.

    Atau kreasi estetika lainnya yang menggunakan bahasa sebagai penghubung.

  • 11 Pengertian Frasa Menurut Para Ahli dan Cirinya

    11 Pengertian Frasa Menurut Para Ahli dan Cirinya

    Secara umum, frasa merupakan satuan bahasa yang terdiri atas dua kata atau lebih yang berfungsi sebagai satu kesatuan dalam kalimat.

    Frasa tidak memiliki unsur subjek dan predikat, sehingga tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat utuh.

    Pengertian Frasa Menurut Para Ahli

    Berikut beberapa pengertian frasa menurut para ahli

    1. Verhaar (2001)

    Menjelaskan bahwa frasa adalah kelompok kata yang merupakan bagian fungsional dari tuturan yang lebih panjang.

    2. Kentjono (1990)

    Mendefinisikan frasa sebagai satuan gramatika yang terdiri dari dua kata atau lebih dari dua kata yang tidak berciri klausa yang pada umumnya menjadi pembentuk dalam klausa.

    3. Keraf (1991)

    Arti frasa adalah suatu konstruksi yang terdiri atas dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan.

    4. Kridalkasana (1993)

    Pengertian frasa adalah gubungan dari dua kata atau lebih yang sifatnya tidak predikatif, gabungan itu dapat rapat, dapat renggang.

    5. Parera (1994)

    Memberikan batasan frasa sebagai suatu konstruksi yang dapat dibentuk oleh dua kata atau lebih, baik dalam sebuah pola dasar kalimat maupun tidak.

    6. Chaer (1998)

    Frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang merupakan satu kesatuan, dan menjadi salah satu unsur atau fungsi kalimat (subjek, predikat, objek, atau keterangan).

    7. Tarmini

    Pengertian frasa adalah suatu konstruksi yang terdiri dari dua konstituen atau lebih yang mampu mengisi fungsi sintaksis tertentu yang terdapat dalam kalimat akan tetapi tidak melampui dari batas-batas fungsi klausa atau yang dapat dikatakan sebagai frasa itu nonpredikatif.

    8. Lyons

    Definisi frasa adalah satu kelompok kata yang secara gramatikal sepadan dengan satu kata dan tidak memiliki subjek dan predikat sendiri.

    9. Putrayasa

    Arti frasa menurut Putrayasa adalah kelompok kata yang memiliki kedudukan sebagai sautu fungsi dalam kalimat yang tidak semua dari frase itu terdiri dari kelompok kata.

    10. Trask (1999)

    Arti frasa menurut Trask adalah unit gramatikal yang lebih kecil dibandingkan klausa, terdiri dari 2 kata atau lebih, tapi tidak terkadung unsur-unsur yang ada pada klausa.

    11. Redford (1999)

    Pengertian frasa adalah rangkaian 2 kata atau lebih yang bukan merupakan klausa, karena tidak berisi subjek dan atau predikat.

    Ciri-ciri Frasa

    • Terdiri dari minimal 2 kata atau lebih.
    • Bersifat non-predikatif.
    • Memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat.
    • Dalam frasa harus memiliki satu makna gramatikal.
    • Selalu menduduki satu fungsi kalimat.
    • Maknanya dapat berubah sesuai pemakaiannya.
    • Kata penyusun frasa masih mampu dipertahankan untuk makna aslinya.
  • 15 Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

    Kata Geografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “geo” yang artinya bumi dan “graphien” yang artinya pencitraan.

    Sementara menurut KBBI, definisi geografi adalah ilmu tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi.

    Geografi adalah ilmu pengetahuan yang berfungsi untuk menggambarkan segala sesuatu di permukaan bumi.

    Dalam ilmu geografi, kita mempelajari tentang permasalahan dan pola-pola yang ada di permukaan bumi, seperti pengaruh iklim, perubahan lahan, pemukiman manusia, dan distribusi sumber daya alam.

    Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

    Lalu, apa saja pengertian geografi menurut para ahli? Beberapa definisi geografi yang dikemukakan para ahli geografi adalah sebagai berikut:

    1. Bintarto (1977)

    Pengertian Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifatsifat bumi, menganalisis gejala-gejala alam, dan penduduk, serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu.

    2. Vernor E. Finch dan Glen Trewartha (1980)

    Definisi Geografi adalah deskripsi dan penjelasan yang menganalisis permukaan bumi dan pandangannyatentang hal yang selalu berubah dan dinamis, tidak statis dan tetap. Dari pengertian di atas Vernor & Glen menitikberatkan pada aspek fisik yang ada di bumi yang selalu berubah dari masa ke masa.

    3. KBBI

    Geografi adalah ilmu tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi.

    4. Hartshorne (1960)

    Geografi adalah ilmu yang berkepentingan untuk memberikan deskripsi yang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi. Dalam pandangan Hartshorne, geografi adalah suatu ilmu yang mampu menjelaskan tentang sifat-sifat variabel permukaan bumi secara teliti, beraturan, dan rasional.

    5. Yeates (1963)

    Geografi adalah ilmu yang memerhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi. Dalam pandangan Yeates, geografi adalah ilmu yang berperanan dalam perkembangan suatu lokasi yang dipengaruhi oleh sifat-sifat yang ada di permukaan bumi dengan tidak mengenyampingkan alasan-alasan yang rasional.

    6. Alexander (1958)

    Geografi adalah studi tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia. Dalam pandangan Alexander inilah mulai dibahas tentang hubungan timbal balik antara aktivitas manusia serta pengaruhnya terhadap lingkungan alam.

    Contoh, penebangan hutan yang tidak terkendali oleh manusia mengakibatkan terjadinya kerusakan lahan dan penggundulan hutan, yang dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

    7. Karl Ritther (1859)

    Geografi adalah suatu telaah mengenai bumi sebagai tempat hidup manusia. Dalam kajiannya, studi geografi mencakup semua fenomena yang terdapat di permukaan bumi, baik alam organik maupun alam anorganik yang terkait dengan kehidupan manusia, termasuk aktivitas manusia juga turut dibahas.

    8. Von Ricthoffen (1905)

    Geografi adalah studi tentang gejala dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala-gejala dan sifat tersebut.

    9. Paul Vidal de La Blace (1915)

    Geografi adalah studi tentang kualitas negara-negara, di mana penentuan suatu kehidupan tergantung bagaimana manusia mengelola alam ini.

    10. Immanuel Kant

    Menurut pandangan Immanuel Kant, geografi adalah ilmu yang objek studinya adalah benda- benda, hal- hal atau gejala- gejala yang tersebuar dalam wilayah di permukaan bumi.

    11. Halford Mackinder

    Geografi adalah ilmu yang mempunyai fungsi utama menyelidiki interaksi manusia dalam masyarakat dengan lingkungan yang berbeda menurut lokasinya.

    12. Elsworth Huntington

    Geografi adalah studi tentang fenomena permukaan Bumi beserta penduduk yang menghuninya. Elsworth juga menjelaskan bahwa adanya hubungan timbal balik antara gejala dan juga sifat- sifat permukaan Bumi dengan penduduknya.

    13. Friederich Ratzel

    Menurut Friederich Ratzel, geografi berhubungan dengan perwilayahan di permukaan Bumi. Pendapat Ratzel mengenai geografi tertuang dalam bukunya yang berjudul Politische Geographie.

    Konsep yang dikemukakan oleh Ratzel ini diberi nama Lebensraum yang mempunyai arti wilayah geografis sebagai sarana bagi organisme untuk berkembang.

    14. Preston E. James

    Menurut James, geografi merupakan induk dari segala ilmu pengetahuan, hal ini karena bidang ilmu pengetahuan selalu dimulai dari keadaan muka bumi yang kemudian beralih pada studi ilmu pengetahuan masing- masing.

    15. Claudius Ptolomaeus

    Menurut Claudius Ptolomaeus, geografi adalah suatu penyajian melalui peta sari sebagian dan seluruh permukaan bumi.

  • 6 Pengertian Tipografi Menurut Para Ahli

    6 Pengertian Tipografi Menurut Para Ahli

    Pengertian Tipografi

    Tipografi adalah suatu teknik memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, guna meningkatkan kenyamanan pembaca.

    Tipografi berasal dari bahasa Yunani yaitu typos (mould, impression, shape) dan graphein (writing, carving).

    Tipografi merupakan seni dan teknik dalam menyeleksi dan mengatur font type, point size, line lengths, line leading, character spacing, dan word spacing untuk ditampilkan dalam suatu aplikasi media.

    Pengertian Tipografi Menurut Para Ahli

    Berikut adalah pengertian typography menurut beberapa para pakar atau ahli:

    1. Roy Brewer

    Tipografi adalah pengaturan dan tata letak halaman atau cetakan pada definisi sempit hanya pemilihan dan berbagai masalah yang berkaitan dengan pengaturan huruf (kalimat), tidak termasuk ilustrasi dan elemen yang lain, hilangnya Surat pada lembar yang digunakan.

    2. Dendi Sudiana

    Tipografi menurut Dendi Sudiana adalah elemen grafis yang paling mudah dibaca. Tetapi melalui kata-kata yang terdiri dari surat untuk surat, mereka mengarahkan pembaca untuk memahami pesan atau ide.

    3. Danton Sihombing

    Tipografi menurut Danton Sihombing adalah representasi visual dari bentuk komunikasi verbal, visual, dan efektif.

    4. Stanley Marrison

    Pengertian Tipografi menurut Stanley Marrison adalah kemampuan untuk mengelola materi cetak dengan baik untuk tujuan tertentu. Bagaimana mengatur tulisan, ruang dan memelihara surat untuk membantu pembaca memahami teks.

    Tipografi adalah salah satu cara untuk membuat tulisan benar-benar bermanfaat dan itu bisa mencapai hasil estetika karena suka pola, jarang tujuan utama.

    5. Idarmadi

    Typografi adalah sebuah seni penggunaan jenis huruf. Dan adalah sebuah seni yang cukup rumit, apalagi kerumitannya ditambah dengan medium design web yang terbatas tetapi adalah element yang sangat penting dalam komunikasi dengan para pengunjung.

    6. Manuale Typographicum

    Typography can defined an art of selected right type printing in accordance with specific purpose ; of so arranging the letter, distributing the space and controlling the type as to aid maximum-the-reader’s.

    Dari pengertian di atas, memberikan penjelasan bahwa tipografi merupakan seni memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan khusus, sehingga akan menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan-membaca-semaksimal-mungkin.

  • 19 Pengertian Teori Menurut Para Ahli

    19 Pengertian Teori Menurut Para Ahli

    Pengertian Teori

    Pengertian teori adalah pendapat atau konsep yang disandarkan pada hasil penelitian dan didukung oleh data serta argumentasi.

    Teori sendiri seringkali dianggap sebagai sebuah pemikiran saja, yang tanpa adanya tindakan. Namun, sesungguhnya setiap praktek memerlukan teori agar landasannya lebih terarah.

    Pengertian Teori Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian teori menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Jonathan H. Turner

    Teori adalah sebuah proses mengembangkan ide-ide yang membantu kita menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi.

    2. Littlejohn & Karen Foss

    Teori merupakan sebuah sistem konsep yang abstrak dan hubungan-hubungan konsep tersebut yang membantu kita untuk memahami sebuah fenomena.

    3. Kerlinger (1973)

    Definisi teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proporsi yang menyajikan gejala-gejala sistematis, merinci hubungan antar variable-variabel, dengan tujuan meramalkan dan menerangkan gejala tersebut,

    4. Nazir

    Teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian.

    5. Stevens

    Teori adalah suatu pernyataan yang isinya menyebabkan atau mengkarakteristikkan beberapa fenomena.

    6. Fawcett

    Definisi teori adalah suatu deskripsi fenomena tertentu, suatu penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau ramalan tentang sebab akibat satu fenomena pada fenomena yang lain.

    7. Travers

    Teori terdiri dar generalisasi yang dimaksudkan untuk menjelaskan dan memprediksi sebuah fenomena

    8. Emory-Cooper

    Teori merupakan suatu kumpulan konsep, definisi, proposisi, dan variable yang berkaitan satu sama lain secara sistematis dan telah digeneralisasikan , sehingga dapat menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena (fakta-fakta) tertentu

    9. Calvin S. Hall & Gardner Linzey

    Teori adalah hipotesis (dugaan sementara) yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum diketahui secara pasti

    10. King

    Teori adalah sekumpulan konsep yang ketika dijelaskan memiliki hubungan dan dapat diamati dalam dunia nyata.

    11. Manning

    Teori adalah seperangkat asumsi dan kesimpulan logis yang mengaitkan seperangkat variabel satu sama lain. Teori akan menghasilkan ramalan-ramalan yang dapat dibandingkan dengan pola-pola yang diamati.

    12. Menurut Siswoyo

    Dalam Mardalis, 2003:42, Teori diartikan sebagai seperangkat konsep dan definisi yang saling berhubungan yang mencerminkan suatu pandangan sistematik mengenai fenomena dengan menerangkan hubungan antar variable, dengan tujuan untuk menerangkan dan meramalkan fenomena.

    13. Menurut Hoy Dan Miskel

    Dalam Sugiyono, 2010:55, Teori ialah seperangkat konsep, asumsi dan generalisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan perilaku dalam berbagai organisasi.

    14. Menurut Mike Bal (1985)

    Teori merupakan “a theory is a systematic set of generalized statements about a particular segment of reality”.

    15. Menurut Heinan (1985)

    Teori merupakan ” a group of logically organized laws or relationships that constitute explainnation in a discipline”.

    16. Menurut John W Creswell, 1993:120

    Teori merupakan serangkain bagian atau variabel definsi dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variable, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah.

    17. Menurut Labovitz & Hagedorn

    Teori sebagai ide pemikiran “pemikiran teoritis” yang mereka definisikan sebagai “menentukan” bagaimana dan mengapa variable-variabel dan pernyataan hubungan dapat saling berhubungan.

    18. Menurut Talcott P dan Robert

    Definisi teori adalah seperangkat penyataan-pernayataan yang secara sistematit berhubungan atau sering disebut teori adalah sekumpulan definisi konsep dan porposisi yang saling berkaitan yang menghadirkan suatu tujuan yang sistematic atau fenomena yang ada dengan menunjukan hubungan yang khas di antara variabel-variabel.

    19. Menurut KBBI

    Menurut KBBI, teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian, azas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan, dan pendapat/cara/aturan untuk melakukan sesuatu.

  • 11 Pengertian Keadilan Menurut Para Ahli

    11 Pengertian Keadilan Menurut Para Ahli

    Keadilan merupakan salah satu nilai fundamental dalam kehidupan manusia yang berkaitan erat dengan hak, kewajiban, hukum, serta keseimbangan dalam bermasyarakat.

    Konsep keadilan menjadi landasan penting dalam mengatur hubungan antarindividu maupun antara individu dengan negara agar tercipta kehidupan yang harmonis dan tertib.

    Pengertian Keadilan Menurut Para Ahli

    Karena memiliki peran yang sangat luas dan mendasar, keadilan dipahami dan didefinisikan secara beragam oleh para ahli dari berbagai latar belakang pemikiran, baik filsuf, ahli hukum, maupun tokoh agama.

    Perbedaan sudut pandang tersebut memperkaya pemahaman kita mengenai makna keadilan, sebagaimana dijelaskan dalam pengertian keadilan menurut para ahli berikut ini

    Berikut ini adalah beberapa definisi keadilan menurut para ahli.

    1. Aristoteles

    Menurut Aristoteles, keadilan merupakan tindakan yang terletak di antara memberikan terlalu banyak atau pun terlalu sedikit. Dalam hal ini, Aristoteles menyatakan bahwa keadilan merupakan aktivitas memberikan sesuatu kepada orang lain (kewajiban) setara dengan apa yang kita dapatkan dari orang lain (hak).

    2. Thomas Hubbes

    Menurut Thomas Hubbes, pengertian keadilan adalah setiap perbuatan yang dikatan adil. Keadilan hanya tercipta ketika apa yang dikerjakan telah sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat atau pun disepakati sebelumnya.

    3. Plato

    Menurut Plato, keadilan merupakan apa yang ada di luar kemampuan manusia biasa, yang mana kondisi ini hanya dapat tercapai dengan cara menjalankan hukum dan juga undang – undang yang dibuat oleh para ahli.

    4. Magnis Suseno

    Menurut Magnis Suseno, keadilan dapat diartikan sebagai kondisi atau pun keadaan manusia yang diperlakukan dengan sama rata / setara, yang sebanding antara hak dan kewajiban nya masing-masing.

    5. W.J.S Poerwadarminto

    Menurut W.J.S. Poerwadarminto, pengertian keadilan adalah suatu kondisi tidak berat sebelah atau pun seimbang, yang sepatutnya tidak diputuskan dengan cara yang sewenang – wenang.

    6. Notonegoro

    Menurut Notonegoro, definisi keadilan adalah suatu kondisi atau pun keadaan yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

    7. Imam Al-Khasim

    Definisi keadilan menurut Imam Al-Khasim merupakan mengambil suatu hak orang yang wajib diambil serta memberikannya kepada orang yang telah berhak menerimanya.

    8. Keadilan Menurut KBBI

    Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), keadilan adalah sifat (perbuatan, perlakuan, dan sebagainya) yang adil. Keadilan berasal dari kata adil yang artinya menurut KBBI adalah sebagai berikut :

    • sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak,
      berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran
    • sepatutnya; tidak sewenang-wenang

    9. John Rawls

    John Rawls, seorang filsuf Amerika yang telah dianggap sebagai salah satu filsuf politik terkemuka sekitar abad ke-20, mengatakan bahwa “keadilan adalah kebajikan pertama dari sebuah lembaga sosial seperti yang ada dalam sistem pemikiran”.

    10. Notohamidjojo

    Keadilan keratif (iustitia creativa); Keadilan keratif adalah keadilan yang memberikan kepada setiap orang untuk bebas menciptakan sesuatu sesuai dengan daya kreativitasnya.

    Keadilan protektif (iustitia protectiva); Keadilan protektif adalah keadilan yang memberikan pengayoman kepada setiap orang, yaitu perlindungan yang diperlukan dalam masyarakat.

    11. Ibnu Taymiyyah

    Arti keadilan adalah memberikan sesuatu kepada setiap anggota masyarakat sesuai dengan haknya yang harus diperolehnya tanpa diminta; tidak berat sebelah atau tidak memihak kepada salah satu pihak; mengetahui hak dan kewajiban, mengerti mana yang benar dan mana yang salah, bertindak jujur dan tetap menurut peraturan yang telah ditetapkan.

    Keadilan merupakan nilai-nilai kemanusiaan yang asasi dan menjadi pilar bagi berbagai aspek kehidupan, baik individual, keluarga, dan masyarakat. Keadilan tidak hanya menjadi idaman setiap insan bahkan kitab suci umat Islam menjadikan keadilan sebagai tujuan risalah samawi.

  • Pengertian Analogi dan Jenisnya Menurut Para Ahli

    Pengertian Analogi dan Jenisnya Menurut Para Ahli

    Pengertian Analogi

    Analogi adalah kesimpulan yang ditarik dengan jalan menyampaikan atau memperbandingkan suatu fakta khusus dengan fakta khusus lain.

    Pemikiran ini juga biasa disebut pemikiran melalui persamaan atau pemikiran melalui analogi, atau disebut analogi logis.

    Analogi disebut juga sebagai analogi induktif yaitu proses penalaran dari satu fenomena menuju fenomena lain yang sejenis kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena yang pertama akan terjadi juga pada fenomena yang lain.

    Dengan demikian dalam setiap tindakan penyimpulan analogi terdapat 3 unsur yaitu: peristiwa pokok yang menjadi dasar analogi, persamaan prinsipal yang menjadi pengikat, dan ketiga fenomena yang hendak kita analogikan.

    Pengertian Analogi Menurut Para Ahli

    1. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia, analogi adalah persesuaian antara kedua benda yang berlainan (kamisa,1997:37).
    2. Analogi adalah berusaha untuk mencapai kesimpulan dengan menggantikan dengan apa ynag kita coba untuk membuktikan dengan sesuatu yang serupa dengan hal tersebut, namun yang lebih dikenal,dan kemudian menyimpulkan kembali apa yang mengawali penalaran kita (louis O. Kattsef,1992:32).
    3. Analogi adalah proses dari fenomena menuju fenomena yang lain yang sejenis kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena yang pertama akan terjadi pada fenomena yang lain (Mundiri, 2008:157).
    4. Analogi adalah proses berfikir untuk menyimpulkan sesuatu berdasarkan kesamaannya dengan sesuatu yang lain (Syarkawi dhofir, 2000:78).
    5. Analogi adalah suatu perbandingan yang dipakai untuk mencoba membuat suatu idea yang dapat dipercaya guna membuat suatu konsep yang sulit menjadi mudah dan jelas (poespoprodjo, 1999:179).
    6. Analogi adalah berbicara dua hal yang berlainan, yang satu bukan yang lain, dan dua hal ynag berlainan itu dibandingkan satu dengan yang lainnya (Soekadijo, tt:139).
    7. Analogi adalah pengertian yang menunjuk sesuatu yang sama tetapi dalam kesamaan itu ada sesuatu yang berbeda pula (Poedjawijatna, 2004:40).

    Jenis Jenis Analogi

    Analogi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

    1. Analogi Deklaratif

    Analogi deklaratif atau biasa disebut dengan analogi penjelas merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal.

    Sejak zaman dahulu analogi deklaratif merupakan cara yang amat bermanfaat untuk menjelaskan masalah yang hendak diterangkan.

    Contoh analogi deklaratif:

    Sinta berhasil meraih ranking 1 di kelas karena rajin belajar setiap hari.

    Maka Adi pun seharusnya bisa menjadi ranking 1 jika dia mau rajin belajar setiap hari.

    2. Analogi Argumentatif

    Analogi Argumentatif metode yang didasarkan pada kesimpulan bahwa apabila suatu hal mempunyai satu atau lebih ciri yang sama seperti terdapat pada suatu hal lain.

    Maka ciri-ciri lainnya dari hal yang pertama itu juga dimiliki oleh hal yang kedua tersebut. Dengan kata lain, analogi jenis ini merupakan analogi yang disusun berdasarkan persamaan principal yang ada pada dua fenomena.

    Kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama ada juga pada fenomena yang kedua. Analogi argumentatif juga biasa disebut dengan analogi induktif.

    Contoh analogi argumentatif:

    Anjing hitam menyalak, mengejar orang dan menggigit.
    Anjing coklat menyalak dan mengejar orang.