Kategori: Pendidikan

  • Pengertian Analogi dan Jenisnya Menurut Para Ahli

    Pengertian Analogi dan Jenisnya Menurut Para Ahli

    Pengertian Analogi

    Analogi adalah kesimpulan yang ditarik dengan jalan menyampaikan atau memperbandingkan suatu fakta khusus dengan fakta khusus lain.

    Pemikiran ini juga biasa disebut pemikiran melalui persamaan atau pemikiran melalui analogi, atau disebut analogi logis.

    Analogi disebut juga sebagai analogi induktif yaitu proses penalaran dari satu fenomena menuju fenomena lain yang sejenis kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena yang pertama akan terjadi juga pada fenomena yang lain.

    Dengan demikian dalam setiap tindakan penyimpulan analogi terdapat 3 unsur yaitu: peristiwa pokok yang menjadi dasar analogi, persamaan prinsipal yang menjadi pengikat, dan ketiga fenomena yang hendak kita analogikan.

    Pengertian Analogi Menurut Para Ahli

    1. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia, analogi adalah persesuaian antara kedua benda yang berlainan (kamisa,1997:37).
    2. Analogi adalah berusaha untuk mencapai kesimpulan dengan menggantikan dengan apa ynag kita coba untuk membuktikan dengan sesuatu yang serupa dengan hal tersebut, namun yang lebih dikenal,dan kemudian menyimpulkan kembali apa yang mengawali penalaran kita (louis O. Kattsef,1992:32).
    3. Analogi adalah proses dari fenomena menuju fenomena yang lain yang sejenis kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena yang pertama akan terjadi pada fenomena yang lain (Mundiri, 2008:157).
    4. Analogi adalah proses berfikir untuk menyimpulkan sesuatu berdasarkan kesamaannya dengan sesuatu yang lain (Syarkawi dhofir, 2000:78).
    5. Analogi adalah suatu perbandingan yang dipakai untuk mencoba membuat suatu idea yang dapat dipercaya guna membuat suatu konsep yang sulit menjadi mudah dan jelas (poespoprodjo, 1999:179).
    6. Analogi adalah berbicara dua hal yang berlainan, yang satu bukan yang lain, dan dua hal ynag berlainan itu dibandingkan satu dengan yang lainnya (Soekadijo, tt:139).
    7. Analogi adalah pengertian yang menunjuk sesuatu yang sama tetapi dalam kesamaan itu ada sesuatu yang berbeda pula (Poedjawijatna, 2004:40).

    Jenis Jenis Analogi

    Analogi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

    1. Analogi Deklaratif

    Analogi deklaratif atau biasa disebut dengan analogi penjelas merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal.

    Sejak zaman dahulu analogi deklaratif merupakan cara yang amat bermanfaat untuk menjelaskan masalah yang hendak diterangkan.

    Contoh analogi deklaratif:

    Sinta berhasil meraih ranking 1 di kelas karena rajin belajar setiap hari.

    Maka Adi pun seharusnya bisa menjadi ranking 1 jika dia mau rajin belajar setiap hari.

    2. Analogi Argumentatif

    Analogi Argumentatif metode yang didasarkan pada kesimpulan bahwa apabila suatu hal mempunyai satu atau lebih ciri yang sama seperti terdapat pada suatu hal lain.

    Maka ciri-ciri lainnya dari hal yang pertama itu juga dimiliki oleh hal yang kedua tersebut. Dengan kata lain, analogi jenis ini merupakan analogi yang disusun berdasarkan persamaan principal yang ada pada dua fenomena.

    Kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama ada juga pada fenomena yang kedua. Analogi argumentatif juga biasa disebut dengan analogi induktif.

    Contoh analogi argumentatif:

    Anjing hitam menyalak, mengejar orang dan menggigit.
    Anjing coklat menyalak dan mengejar orang.

  • 11 Situs Jurnal Internasional Gratis untuk Mahasiswa

    11 Situs Jurnal Internasional Gratis untuk Mahasiswa

    Secara bahasa, jurnal bisa diartikan sebagai sebuah catatan atau tulisan ilmiah akademik yang ditulis oleh ahli dan berkompeten di bidangnya.

    Jurnal sendiri sangat erat kaitannya dengan pendidikan, khususnya di tingkat Perguruan Tinggi.

    Sebab, salah satu syarat untuk lulus adalah dengan mengerjakan tugas akhir atau skripsi yang merupakan sebuah karya ilmiah.

    Tidak hanya menggunakan jurnal nasional saja, umumnya banyak mahasiswa yang mencari rujukan pada jurnal internasional untuk memperkaya referensi dari berbagai sumber rujukan yang jelas dan terpercaya.

    Situs Jurnal Internasional

    Nah, walau jurnal internasional sangat diperlukan dalam menyusun karya ilmiah, tapi faktanya kebanyakan mahasiswa masih belum tahu di mana tempat mencari jurnal internasional.

    Maka dari itu, kali ini sastrawacana.id/ akan merangkum 11 Situs Jurnal Internasional Pendidikan yang terpercaya. Yuk disimak!

    1. E-resources.perpusnas.go.id

    Situs jurnal internasional pertama yang bisa kita kunjungi adalah E-resources.perpusnas.go.id yang merupakan situs resmi Perpustakaan Nasional Indonesia.

    Di sini, kita bisa mendapat banyak referensi dari berbagai disiplin ilmu.

    Untuk dapat mengunduh jurnal secara gratis, kita harus mendaftar terlebih dahulu. Adapun caranya sebagai berikut:

    • Pertama-tama, kunjung terlebih dahulu situsnya : E-resources.perpusnas.go.id
    • Selanjutnya kita akan diarahkan ke halaman pendaftaran. Jika sudah punya akun, tinggal log in saja.
    • Isi data-data yang dibutuhkan. Dalam mengisi data harus benar ya.
    • Setelah daftar, jangan lupa konfirmasi yang dikirimkan ke alamat emailmu.
    • Selamat, kamu sudah bisa mengunduh jurnal yang kamu perlukan.

    2. Jurnal Internasional Kesehatan – ScienceDirect

    Jurnal internasional ScienceDirect adalah salah satu situs jurnal pendidikan dan jurnal internasional kesehatan yang menyediakan lebih dari 10 juta konten dari 3.500 jurnal akademik dan 34.000 buku elektronik.

    Untuk dapat mengakses, kunjungi saja halaman situs resminya di sini ScienceDirect. Semua jurnalnya dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu:

    • Physical Sciences and Engineering
    • Life Sciences
    • Health Sciences
    • Social Sciences and Humanities

    3. Research Gate

    Jurnal internasional Research Gate adalah salah satu jurnal internasional gratis yang bisa kita kunjungi untuk mencari referensi.

    Hebatnya, di situs ini kita bisa request jurnal yang kita cari karena situs ini juga terdapat komunitas para peneliti.

    Selain itu, kita juga bisa sharing dan tanya jawab oleh para akademisi yang tergabung dalam komunitas.

    4. Cambridge Journal

    Jurnal internasional Cambridge Journal adalah salah satu situs yang menyediakan banyak jurnal sebagai referensi dalam penulisan karya ilmiah.

    Hampir sama dengan situs jurnal lain, kita hanya perlu menuju situs resminya Cambridge Journal dan mengetikkan kata kunci jurnal yang kita cari.

    5. Jurnal Internasional Akademia

    Jurnal Internasional Akademia adalah situs jurnal internasional yang terfokus pada bidang pendidikan.

    Jadi, situs ini cocok bagi kita yang sedang menulis karya ilmiah seputar pendidikan.

    Sebelum mengunduh jurnal, kita diharuskan untuk register terlebih dahulu di website Academia. Bisa menggunakan Facebook atau Google.

    6. Oxford Journal

    Oxfor University adalah salah satu Universitas terbaik di dunia. Ada banyak jenis jurnal dari para pakar yang tersedia di kampus ini.

    Jadi, saat kita sedang mencari referensi yang terpercaya, kita bisa mencari di Oxford Journal dengan mengunjungi langsung situs resminya.

    7. International Journal of Education & the Arts

    Situs jurnal internasional yang satu ini juga sering menjadi rujukan para peneliti. Di sini, kita bisa menemukan banyak jenis jurnal dalam bidang pendidikan dan seni.

    Cara mengunduhnya pun cukup mudah, kita hanya perlu mengunjungi situs International Journal of Education & the Arts dan mengetikkan kata kunci jurnal yang dicari.

    8. Directory of Open Access Journal

    Directory of Open Access Journal adalah salah satu jurnal internasional gratis yang bisa kita tuju untuk mencari referensi karya tulis ilmiah.

    Penggunaannya pun sangat mudah. Kita hanya perlu mengunjungi situs Directory of Open Access Journal dan langsung mengetikkan kata kunci bidang yang dicari.

    9. Google Scholar

    Google pun tak mau kalah dalam urusan pendidikan. Google ingin berkontribusi dengan meluncurkan sebuah situs bernama Google Scholar.

    Di situs ini, ada banyak jurnal ilmiah yang bisa kita unduh secara gratis. Untuk dapat mengunduhnya, kita harus login terlebih dahulu menggunakan akun Google.

    10. International Journal of Education and Research

    Situs jurnal internasional yang satu ini juga bisa kita gunakan sebagai rujukan untuk mencari referensi menulis karya ilmiah.

    Selain itu, di International Journal of Education and Research ada juga review jurnal yang dilakukan oleh para pakar sehingga kita bisa lebih selektif dalam memilih jurnal yang akan digunakan sebagai referensi.

    11. Jurnal Online LIPI

    Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian Republik Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kementerian Negara Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

    Sebagai lembaga yang berkontribusi untuk pendidikan, LIPI pun memiliki banyak jurnal yang bisa digunakan sebagai rujukan untuk menulis karya tulis ilmiah.

    Nah, itulah beberapa situs jurnal internasional yang bisa kita gunakan untuk mengerjakan karya tulis ilmiah.

    Semoga bermanfaat, ya! Jangan lupa untuk bagikan artikel sastrawacana.id/ ini kepada teman-teman yang membutuhkan.

  • Pengertian Teknik Rumpang dan Tujuannya

    Pengertian Teknik Rumpang dan Tujuannya

    Pengertian Teknik Rumpang

    Teknik rumpang merupakan istilah diambil dari persepsi psikologi gestal yang merupakan proses ‘menutup’ sesuatu yang belum lengkap.

    Dalam teknik rumpang, tempat kosong sengaja disediakan dalam suatu wacana dengan menghilangkan kata-kata tertentu yang kesekian (ke-n: ke-5, ke-6, atau ke-7).

    Tugas siswa dalam tes ini adalah mengisikan kembali kata-kata yang dihilangkan tersebut. Untuk mengisikan kembali kata-kata itu secara tepat, siswa dituntut menguasai sistem gramatikal bahasa dan harus dapat memahami wacana.

    Teknik rumpang pertama kali diperkenalkan oleh Wilson Taylor (Puji Santosa, dkk, 2009: 6.11) mengemukakan bahwa :

    “…teknik isian rumpang konsepnya menjelaskan tentang kecenderungan manusia untuk menyempurnakan suatu pola yang tidak lengkap secara mental menjadi satu kesatuan yang utuh; kecenderungan untuk mengisi atau melengkapi sesuatu yang sesungguhnya ada, namun tampak dalam keadaan yang tidak utuh, melihat bagian-bagian sebagai suatu keseluruhan.”

    Berdasarkan konsep tersebut, dapat dikembangkan menjadi sebuah alat ukur keterbacaan wacana  dengan sebutan Teknik Isian Rumpang.

    Teknik isian rumpang sebagai suatu metode yang dipergunakan untuk melatih daya tangkap pembaca/penyimak terhadap maksud/pesan penulis/pembicara dengan cara menyajikan secara tidak utuh dalam suatu wacana (merumpangkan bagian-bagian tertentu).

    Para pembaca/penyimak harus mampu mengolahnya menjadi sebuah pola yang utuh seperti wujudnya semula.

    Tujuan Penggunaan Teknik Rumpang

    Kemampuan siswa untuk mengisikan kata yang hilang dalam teks itu mirip dengan proses konstruktif.

    Jika konteksnya secara komplit bersifat redundan (melimpah/pengulangan), atau pengisian kata itu berupa peringatan, pengisian data itu tidak berbeda dengan melengkapi pola visual yang belum sempurna.

    Akan tetapi, jika konteksnya belum dikenal, pengisian kata menjadi lebih sulit dilakukan karena kita harus memahami konteks itu terlebih dahulu.

    Itu sebabnya teknik rumpang tepat digunakan dalam mengukur kemampuan siswa untuk memahami suatu wacana (umumnya berupa tulisan, tetapi dapat juga secara lisan).

    Teknik rumpang untuk mengukur kemahiran berbahasa siswa SD secara menyeluruh maka penghilangan secara sistematis terhadap kata-kata.

    Adapun variasi rumpang, terbuka dan jarak tempat kosong ini di buat seragam, membiarkan huruf pertama dari kata yang dihilangkan, menggunakan alternatif  pilihan ganda yakni setiap tempat yang dikosongkan dilengkapi 4 atau 5 alternatif jawaban.

    Teknik rumpang yang dikembangkan oleh Taylor (Muchlisoh, dkk, 1953) adalah “sejenis tes dalam bentuk wacana dengan sejumlah kata yang dikosongkan (rumpang) dan pengisi tes diminta mengisi kata-kata yang sesuai di tempat yang kosong itu.”

    Kebenaran isi jawaban akan dilihat dari naskah asli wacana tersebut. Tiga cara menghilangkan kata sebagai berikut:

    • Menghilangkan kata pada urutan tertentu secara konsisten, tanpa membedakan jenis kata (the fixed-ratio method). Misalnya, apabila kata yang dihilangkan itu adalah kata yang ketujuh, maka setiap kata yang ketujuh dihilangkan secara konsisten.
    • Menghilangkan kata pada urutan tertentu dengan ketentuan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pembuat tes (the variables-fixed ratio). Misalnya, kata itu akan dihilangkan apabila termasuk kata benda atau kata kerja.
    • Menghilangkan kata pada urutan tertentu secara sistematis tetapi apabila kata pada urutan tertentu itu adalah nama tempat, nama diri, angka, tanggal, bulan, tahun, atau istilah, maka kata itu dilampaui dan dipilih kata berikutnya.

    Dari ketiga cara teknik menghilangkan kata di atas maka yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan cara yang pertama dengan menghilangkan kata yang ketujuh sebagai teknik rumpang yang sesuai dengan kebutuhan siswa kelas IV SD.

    Keunggulan dan Kelemahan Penggunaan Teknik Rumpang dalam Menulis Surat

    Menurut pendapat Wilson Taylor (Muchlisoh, dkk., 1995: 217) mengemukakan bahwa ada beberapa keunggulan teknik rumpang antara lain:

    • Tugas bisa dinilai secara objektif, karena jarang ada yang lebih dari satu jawaban dari satu celah.
    • Teknik rumpang hemat dan hasil yang diperoleh sekarang mendorong reabilitas dan validitas internal. Akan terlihat menggambarkan alternatif yang aktif pada prosedur rumpang.
    • Memperlihatkan secara relatif teknik dalam bentuk ini terdapat dari nilainya sebagian besar perhatian telah diberikan mengenai yang dapat diterima umum sebagai ukuran kemampuan bahasa yang diberikan.
  • Letak Astronomis, Geografis dan Geologis Indonesia

    Letak Astronomis, Geografis dan Geologis Indonesia

    Letak Astronomis Indonesia

    Letak astronomis adalah letak suatu tempat dilihat dari posisi garis lintang dan garis bujur.

    Garis lintang merupakan garis imajiner yang membentang horisontal melingkari bumi sedangkan garis bujur merupakan garis imajiner yang melingkari bumi secara vertikal.

    Garis Lintang dan Bujur dibagi menjadi dua yaitu Garis Lintang Utara dan Garis Lintang Selatan yang dibatasi oleh garis ekuator (khatulistiwa) dan Garis Bujur Barat dan dan Bujur Timur yang dibatasi oleh Greenwich Mean Time.

    Letak Astronomis Indonesia adalah 6o LU (Lintang Utara) – 11o LS (Lintang Selatan) dan antara 95o BT (Bujur Timur) – 141o BT (Bujur Timur).

    Jika dilihat dari posisi astronomis Indonesia terletak di kawasan iklim tropis dan berada di belahan timur bumi.

    Indonesia berada di kawasan tropis, hal ini membuat Indonesia selalu disinari matahari sepanjang tahun.

    Di Indonesia hanya terjadi dua kali pergantian musim dalam setahun yaitu musim kemarau dan hujan.

    Negara-negara yang memiliki iklim tropis pada umumnya dilimpahi alam yang luar biasa. Curah hujan tinggi akan membuat tanah menjadi subur. Flora dan fauna juga sangat beraneka ragam.

    Sedangkan pengaruh dari letak dilihat dari garis bujur, maka Indonesia memiliki perbedaan waktu yang dibagi menjadi tida daerah waktu yaitu Indonesia bagian timur (WIT), Indonesia bagian tengah (WITA), dan Indonesia bagian barat (WIB).

    Letak Geografis Indonesia

    Letak geografis ditentukan berdasarkan posisi nyata dibanding posisi daerah lain. Indonesia terletak diantara Benua Asia dan Benua Australia, serta Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

    Posisi Indonesia sangat setrategis dan penting dalam kaitannya dengan perekonomian. Indonesia berada persimpangan lalu lintas dunia.

    Letak geografis merupakan salah satu determinan yang menentukan masa depan dari suatu negara dalam melakukan hubungan internasional.

    Meski untuk sementara waktu diacuhkan, kondisi geografis suatu negara sangat menentukan peristiwa-peristiwa yang memiliki pengaruh secara global.

    Robert Kaplan menuturkan bahwa geografi secara luas akan menjadi determinan yang mempengaruhi berbagai peristiwa lebih dari pada yang pernah terjadi sebelumnya (Foreign Policy, May/June, 09).

    Letak Geologis Indonesia

    Letak geologis adalah letak suatu wilayah melihat keadaan geologinya. Berdasarkan keadaan geologinya, kepulauan di Indonesia dapat dikategorikan menjadi 3 daerah, yaitu :

    1. Daerah dangkalan Sunda
    2. Daerah dangkalan Sahul
    3. Daerah antara dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul

    Indonesia bagian barat merupakan bagian dari Benua Asia, Indonesia bagian timur merupakan bagian dari Benua Australia, sedangkan Indonesia bagian tengah merupakan peralihan yang disebut daerah Wallace.

    Dilihat dari segi jalur pegunungan yang ada, kepulauan Indonesia terletak di antara dua rangkaian pegunungan muda.

    Pegunungan di Indonesia bagian barat merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Sirkum Mediterania, sedangkan pegunungan Indonesia bagian timur merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik.

    Akibat dari letak geologis Indonesia tersebut adalah:

    1. Kepulauan Indonesia memiliki banyak gunung api yang aktif.
    2. Laut di bagian Indonesia barat dan lndonesia timur dangkal, di Indonesia tengah lautnya dalam.
    3. Indonesia menyimpan banyak barang tambang mineral
    4. Wilayah Indonesta termasuk daerah yang labil dan sering mengalami gempa bumi tektonik dan vulkanik
    5. Pegunungan di Indonesia merupakan rangkaian pegunungan muda Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.
  • 500 Contoh Antonim Bahasa Indonesia

    Pengertian Antonim

    Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan, pertentangan, atau kontras antara yang satu dengan yang lainnya. Lebih sederhana, antonim adalah suatu kata yang berlawanan makna dengan kata lain. Contoh antonim adalah sebagai berikut:

    Abadi X Fana

    Abdi X Majikan

    Abolisi X Pemberatan

    Absen X Hadir

    Abstrak X Konkrit

    Absurd X Rasional

    Aktual X Basi

    Afirmatif X Negatif

    Akrab X Tak kenal

    Akurat X Meleset

    Akut X Ringan

    Alam fana X Alam baka

    Amatir X Ahli

    Anomali X Normal

    Antagonis X Protagonis

    Antagonis X Searah

    Antipati X Simpati

    Antitesis X Tesis

    Apatis X Aktif

    Apex X Zenit

    Arbitrer X Esensial

    Artika X Antartika

    Asketisme X Hedonisme

    Asli X Duplikat

    Asli X Palsu

    Autentik X Palsu

    Beraneka X Semacam

    Berbeda X Sesuai

    Berhasil X Gagal

    Berongga X Rapat

    Berpihak X Netral

    Berselang-seling X Monoton

    Bersimbah X Kering

    Berubah X Konstan

    Bhineka X Tunggal

    Bonafid X Marjinal

    Bongsor X Kerdil

    Boros X Hemat

    Botani X Nabati

    Brilian X Dungu

    Cacat X Normal

    Canggih X Ketinggalan zaman

    Cepat X Lambat

    Deduksi X Induksi

    Defertilisasi X Pemupukan

    Degenerasi X Kemajuan

    Delusi X Nyata

    Dependen X Independen

    Depresi X Resesi

    Destruktif X Konstruktif

    Dialog X Monolog

    Diferensiasi X Ekuivalensi

    Aristo Cha ndra & Team 7

    Dinamis X Statis

    Diskursus X Dogma

    Distansi X Densiti

    Dualisme X Padu

    Dungu X Brilian

    Eklektik X Gradul

    Ekspresi X Impresi

    Ekspresif X Pasif

    Eksternal X Internal

    Ekstrinsik X Internal

    Elastis X Kaku

    Elektik X Tak pilih-pilih

    Elusif X Canggih

    Elusif X Mudah dimengerti

    Empati X Tidak peduli

    Epigon X Maestro

    Esoteris X Terbuka

    Evaporasi X Kondensasi

    Evolusi X Revolusi

    Fakta X Fiksi

    Feminim X Maskulin

    Fiksi X Nonfiksi

    Fiktif X Fakta

    Fisik X Mental

    Frontal X Gradual

    Gagal X Berhasil

    Gamang X Berani

    Gara-gara X Akibat

    Gasal X Genap

    Harmoni X Sumbang

    Hayati X Baka

    Hayati X Mati

    Hemat X Boros

    Higienis X Kotor

    Hiperbola X Apa adanya

    Holistik X Monistik

    Idealisme X Kompromi

    Illegal X Sah

    Imigrasi X Emigrasi

    Impresi X Ekspresi

    Individual X Kolektif

    Induksi X Reduksi

    Inferior X Superior

    Inflasi X Deflasi

    Insomnia X Nyenyak

    Internal X Eksternal

    Introyeksi X Proyeksi

    Jahat X Baik

    Jawab X Tanya

    Jinak X Buas

    Jumbo X Kecil

    Kakek X Cucu

    Kaleidoskop X Seragam

    Kandang X Tandang

    Kapabel X Bodoh

    Kapitalisme X Sosialisme

    contoh antonim

    Kebal X Mempan

    Kecil X Besar

    Kedaluwarsa X Baru

    Kekal X Fana

    Kekang X Bebas

    Kendala X Pendukung

    Kohesi X Adhesi

    Kolektif X Individual

    Kompatibel X Kaku

    Konduktor X Penghambat

    Konklusi X Uraian

    Konklusif X Elusif

    Konrol X Acuh

    Konservasi X Ekploitasi

    Konstan X Berubah-ubah

    Konsumen X Penghasil

    Kontan X Hutang

    Kontiniu X Terputus

    Kontra X Setuju

    Kontradiksi X Konvergensi

    Konveks X Cekung/konkaf

    Kredit X Pemasukan

    Krisis X Stabil

    Krusial X Sepele

    Kualitas X Kuantitas

    Kurus X Tambun

    Labil X Stabil

    Lambat X Cepat

    Lancar X Macet

    Lancung X Asli

    Langit X Bumi

    Las X Bubut

    Liberal X Pembatasan

    Liberalisme X FundamentalismeLonggar X Sempit

    Makar X Jujur

    Makar X Setia

    Mandiri X Bergantung

    Mandiri X Dependen

    Marah X Senang

    Maya X Nyata

    Merana X Senang

    Merdeka X Vasal

    Metafisika X Nyata

    Metodis X Amburadul

    Minor X Mayor

    Mistis X Realis

    Mitos X Fakta

    Mobilitas X Keajegan

    Modern X Kuno

    Modernisasi X Tradisional

    Monogami X Poligami

    Monoton X Berubah-ubah

    Moral X Amoral

    Mufakat X Tidak setuju

    Nadir X Kosong

    Negasi X Konfirmasi

    Nekat X Takut

    Netral X Berpihak

    Nirwana X Dunia

    Nisbi X Mutlak

    Nomadik X Menetap

    Ofensif X Bertahan

    Oponen X Eksponen

    Orator X Pendengar

    Orisinil X Plagiat

    Otokratis X Demokratis

    Otoriter X Demokrasi

    Out put X Input

    Padan X Bukan bandingan

    Padanan X Pertidaksamaan

    Pakar X Awam

    Pancarona X Seragam

    Pandai X Bodoh

    Panjang lebar X Ringkas

    Pasca X Pra

    Pejal X Berongga

    Pejuang X Pengkhianat

    Pembangun X Destruktif

    Pemberani X Penakut

    Penambahan X Eliminasi

    Penting X Remeh

    Percaya diri X Rendah diri

    Perintis X Pewaris

    Perkasa X Lemah

    Pertahanan X Serangan

    Planning X Tak terencana

    Plural X Tunggal

    Plus X Minus

    Polemik X Rukun

    Poliandri X Monogami

    Positif X Negatif

    Positif X Ragu-ragu

    Preambul X Penutup

    Prefiks X Akhiran

    Pro X Kontra

    Professional X Amatir

    Progresif X Regresif

    Prolog X Epilog

    Prominen X Biasa

    Proporsional X Norak

    Proposisi X Reaksi

    Raksasa X Kerdil

    Ramai X Sepi

    Ramalan X Pasti

    Rasional X Irrasional

    Rasionalisme X Empirisme

    Regresif X Progresif

    Remeh X Penting

    Remisi X Penambahan hukuman

    Revolusi X Evolusi

    Ritel X Grosir

    Rivalitas X Persesuaian

    Rutin X Jarang

    Salaf X Mutakhir

    Sampling X Random

    Sederhana X Canggih

    Sekarang X Kemarin

    Sekuler X Keagamaan

    Sekulerisme X Spiritualisme

    Senang X Merana

    Senior X Junior

    Separasi X Penyatuan

    Aristo Cha ndra & Team 9

    Sesuai X Berbeda

    Setem X Sumbang

    Siau X Mendidih

    Simpati X Antipati

    Sinergi X Dualistik

    Sinkron X Sumbang

    Sipil X Militer

    Skeptis X Yakin

    Soliter X Individual

    Sporadis X Jarang

    Stabil X Labil

    Statis X Dinamis

    Subur X Tandus

    Sumbang X Tepat

    Takzim X Lancang

    Tambun X Kurus

    Tawa X Tangis

    Terapung X Tenggelam

    Teratur X Kacau

    Terjamin X Tak tentu

    Terkatung X Terbenam

    Terputus X Kontinu

    Tetiron X Asli

    Tidak berdaya X Sinergi

    Tidak Peduli X Empati

    Tinggi X Rendah

    Transedensi X Imanesi

    Tunggal X Heterogen

    Universal X Parsial

    Vademikum X Kamus besar

    Valuable X Tidak berharga

    Vassal X Merdeka

    Vektor X Skalar

    Vertikal X Horisontal

    Virulen X Baik

    Vokal X Pendiam

    Wreda X Muda

  • 500 Contoh Sinonim Bahasa Indonesia

    Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinonim dapat juga disebut sebagai persamaan makna atau padanan kata. Adapun contoh sinonim adalah sebagai berikut:

    Abrasi = Pengikisan
    Absah = Sah
    Absolut = Mutlak
    Absurd = Janggal
    Acum = Rujukan
    Ad interim = Sementara
    Adjektiva = Kata sifat
    Afeksi = Kasih sayang
    Agresi = Serangan
    Agunan = Jaminan
    Ahli = Pakar
    Akselerasi = Percepatan
    Akurat = Seksama
    Almanak = Penanggalan
    Ambiguitas = Bermakna ganda
    Andal = Tangguh
    Anemia = Kurang darah
    Anggaran = Aturan
    Anjung = Panggung
    Antagonis = Berlawanan
    Anulir = Abolisi
    Api = Barah
    Aplikasi = Pelaksanaan
    Arogan = Sombong
    Artis = Seniman
    Asa = Harapan
    Asterik = Tanda bintang
    Asumsi = Anggapan

    Bahari = Laut
    Bahtera = Perahu
    Bala = Bencana
    Bandela = Peti kemas
    Barbar = Tidak beradab
    Berdikari = Mandiri
    Bergaul = Berteman
    Berongsang = Marah-marah
    Berpretensi = Prasangka
    Bhineka = Berbeda-beda
    Bicu = Dongkrak
    Biologi = Hayati
    Bisa = Dapat
    Boga = Makanan kenikmatan
    Bonafide = Dapat dipercaya
    Bromocorah = Residivis
    Bubut = Cabut
    Bukti diri = Identitas
    Bungalow = Pesanggrahan
    Bura = Sembur
    Burkak = Cadar

    Centeng = Body guard
    Citra = Gambaran
    Copyright = Hak cipta
    Dampak = Akibat
    Darma = Pengabdian
    Daur = Siklus
    Deduksi = Konklusi
    Defleksi = Penyimpangan
    Dehidrasi = Kehilangan cairan tubuh
    Dekade = Dasa warsa
    Dekadensi = Kemerosotan moral
    Delusi = Ilusi
    Demagog = Tiran
    Demisioner = Habis masa jabatan
    Deportasi = Pembuangan ke luar negeri
    Derivasi = Afiksasi
    Deskripsi = Pelukisan
    Diagnosis = Penaksiran
    Dialog = Obrolan
    Dikotomi = Dibagi dua
    Dinamis = Bergerak maju
    Disharmoni = Tidak selaras
    Diskriminasi = Subordinat
    Disorientasi = Salah tujuan
    Disparitas = Perbedaan
    Dispensasi = Pengecualian
    Ditenggak = Ditelan bulat-bulat
    Divestasi = Pelepasan
    Dominasi = Penguasaan
    Donasi = Bantuan
    Dosis = Takaran
    Dursila = Jahat
    Ebi = Udang kering
    Ebonit = Kayu hitam

    Ekonomis = Hemat
    Eksibisi = Perunjukan
    Ekskavasi = Penggalian
    Eksklusif = Tertentu
    Ekspansi = Perluasan
    Eksploitasi = Pendayagunaan
    Ekspresi = Aktualisasi diri
    Ekstensi = Perluasan
    Ekuilibrium = Keseimbangan
    Elaborasi = Penjelasan terperinci
    Embargo = Larangan
    Embarkasi = Keberangkatan
    Empati = Ikut merasakan
    Empiris = Realitas
    Endemi = Wabah
    Epilog = Penutup
    Ereksi = Birahi
    Estetika = Keindahan
    Estimasi = Perkiraan
    Etos = Pandangan hidup
    Evakuasi = Pengungsian
    Evaluasi = Penilaian
    Evokasi = Penggugah rasa
    Fauna = Hewan
    Fenomena = Kenyataan
    Fertile = Subur
    File = Arsip
    Fitnah = Rekaan
    Flegmatis = Bertemperamen lamban
    Flora = Tanaman
    Forum = Lembaga
    Frekuwensi = Sinyal
    Friksi = Bentrokan
    Frustasi = Putus Harapan
    Fundamental = Mendasar
    Fungi = Jamur
    Fusi = Gabugan
    Futuristis = Menuju masa depan
    Galat = Keliru
    Gemar = Getol
    Generik = Umum
    Genjah = Cepat berbuah
    Genre = Aliran
    Geothermal = Panas bumi
    Getir = Pahit
    Global = Dunia
    Glosarium = Kamus ringkas
    Gongseng = Sangrai
    Grasi = Pengampunan hukuman
    dari presiden
    Green belt = Jalur hijau

    Harmonis = Serasi
    Harta benda = Mal
    Hayati = Hidup
    Hedonisme = Hura-hura
    Hegemoni = Intervensi
    Hepotenusa = Sisi miring
    Herbi = Berhubungan dengan
    tumbuh-tumbuhan
    Heroisme = Jiwa kepahlawanan
    Heterogen = Tidak sejenis
    Higienis = Bersih
    Hiperbola = Berlebihan
    Holistik = Keseluruhan
    Homogen = Sejenis
    Huma = Lahan
    Humanisme = Kemanusiaan

    Identitas = Bukti diri
    Imbas = Efek
    Imbasan = Isapan
    Implikasi = Akibat
    Implisit = Tersirat
    Impulsif = Spontan
    Indolen = Lesu
    Infiltrasi = Penyusupan
    Inheren = Melekat
    Injeksi = Suntik
    Inovasi = Penemuan
    Insentif = Bonus
    Insinuasi = Sindiran
    Insomnia = Tidak bisa tidur
    Inspeksi = Pemeriksaan
    Insting = Naluri
    Instruktur = Pelatih
    Instrumental = Fragmental
    Interaksi = Hubungan
    Interpelasi = Hak bertanya
    Intuisi = Bisikan Hati
    Invasi = Pencaplokan
    Investigasi = Pemeriksaan

    Ironi = Bertentangan dengan
    harapan
    Iterasi = Perulangan
    Jajak = Telaah
    Jargon = Slogan
    Jeda = Jarak
    Jemawa = Angkuh
    Jumantara = Awang-awang

    Kaldera = Kawah
    Kampiun = Juara
    Kapital = Modal
    Kapling = Tanah yang sudah
    dipetak-petak
    Karakteristik = Ciri
    Karat = Zat oksidasi
    Karnivora = Hewan pemakan daging
    Kawat = Dawai
    Kecenderungan = Kesamaan
    Kedap = Rapat
    Kekeh = Gelak tawa
    Kelenger = Pingsan
    Keletah = Genit
    Kendala = Hambatan
    Khayalan = Imajinasi
    Kisi-kisi = Terali
    Klarifikasi = Penjelasan
    Klimaks = Titik puncak
    Kolaborasi = Kerja sama
    Kolong = Rongga di bawah rumah
    Komedi = Lawak
    Kompatriot = Rekan senegara
    Kompendium = Ringkasan
    Komplotan = Persekutuan
    Konduite = Perilaku
    Kondusif = Aman
    Konfiden = Yakin
    Konfrontasi = Pertikaian
    Konkaf = Cekung
    Konklusi = Kesimpulan
    Konkret = Nyata
    Konkurensi = Sengketa
    Konsensus = Mufakat
    Konservasi = Perlindungan
    Konspirasi = Persekongkolan
    Konstan = Kontinu
    Kontemporer = Pada masa ini
    Kontiniu = Bersambung
    Kontradiksi = Pertentangan
    Konveks = Cembung
    Konvoi = Pergerakan
    Korelasi = Hubungan
    Koreografi = Ilmu tari
    Kreasi = Ciptaan
    Kredibel = Andal
    Kredibilitas = Dapat dipercaya
    Krusial = Penting
    Kudeta = Perebutan kekuasaan
    Kudus = Suci
    Kuliner = Masakan
    Kulminasi = Klimaks

    Kuno = Antik
    Laba = Keuntungan
    Landskap = Pertamanan
    Latif = Indah
    Legal = Sah
    Liga = Perserikatan
    Loka = Tempat
    Majemuk = Beragam
    Makar = Muslihat
    Makelar = Pialang
    Mal = Harta benda
    Mala = Bencana
    Manunggal = Bersatu
    Mayapada = Dunia
    Mediator = Perantara
    Mekar = Mengembang
    Mengecoh = Mengakali
    Militan = Agresif
    Misteri = Rahasia
    Mistifikasi = Sakralisasi
    Mistik = Gaib
    Mitra = Kawan
    Mixer = Aduk-aduk
    Mobilitas = Gerak
    Model = Contoh
    Monoton = Terus-menerus
    Motilitas = Gerak
    Mudun = Beradab
    Mutakhir = Terkini
    Mutakhir = Terkini
    Aristo Cha ndra & Team 5
    Mutilasi = Pemotongan
    Nabati = Botani
    Naratif = Terinci
    Nir = Tidak
    Nisbi = Relatif
    Niscaya = Pasti
    Norma = kebiasaan
    Nuansa = Perbedaan makna
    Omnivora = Hewan pemakan daging
    dan tumbuh-tumbuhan
    Opas = Pesuruh
    Oral = Berkaitan dengan mulut
    Orisinil = Asli
    Ortodok = Konservatif
    Otodidak = Belajar sendiri
    Oval = Bulat telur
    Pangkas = Potong
    Paparan = Gambaran
    Paradigma = Kerangka berpikir
    Paradoks = Lawan asas
    Paradoksal = Kontras
    Paras = Wajah
    Paripurna = Sempurna
    Partikelir = Swasta
    Paseban = Penghadapan
    Pedagogi = Pengajaran
    Pedoman = Panduan
    Pembatasan = Restriksi
    Pemugaran = Perbaikan
    Pencerahan = Kesadaran
    Perdeo = Gratis
    Perforasi = Perlubangan
    Perlop = Cuti
    Pingsan = Kelenger
    Pioner = Perintis
    Plagiator = Penjiplak
    Planning = Rencana
    Poly = Banyak
    Preman = Partikelir
    Premi = Iuran pertanggungan
    asuransi
    Preposisi = Kata depan
    Prestise = Martabat
    Pretensi = Pura-pura
    Primer = Utama
    Prominen = Kondang
    Promotor = Penganjur
    Prosedur = Mekanisme
    Proteksi = Perlindungan
    Protesis = Buatan
    Rabat = Potongan harga
    Rahib = Pendeta
    Ralat = Pembetulan
    Rambang = Acak
    Rancu = Kacau
    Random = Secara acak
    Rapel = Pembayaran sekaligus
    Rapuh = Ringkih
    Ratifikasi = Pengesahan
    Referensi = Surat keterangan
    Relasi = Rekanan
    Rendezvous = Pertemuan
    Residu = Sisa
    Restriksi = Pembatasan
    Ringkih = Rapuh
    Risi = Khawatir
    Romansa = Kisah cinta
    Rona = Warna
    Sahih = Benar
    Sandang = Pakaian
    Sanksi = Hukuman
    Sapta = Bilangan
    Sasana = Gelanggang
    Selebaran = Risalah
    Semboyan = Slogan
    Serebrum = Otak besar
    Seremoni = Perayaan
    Serikat = Perkumpulan
    Sine qua non = Harus ada
    Sinkron = Sesuai
    Sintesis = Buatan
    Somasi = Gugatan
    Sosialisasi = Pengenalan
    Spesifik = Khusus
    Sporadis = Jarang
    Stagnasi = Kemacetan
    Standar = Baku
    Statis = Tidak aktif
    Stigma = Cacat
    Strata = Tingkatan

    Strategi = Taktik
    Sumbang = Tidak sinkron
    Supervisi = Pengawasan
    Sutradara = Pengarah adegan
    Swatantra = Otonomi
    Syahdan = Konon
    Ta’aruf = Perkenalan
    Tabiat = Watak
    Talenta = Bakat
    Tandang = Lawatan
    Tanggal = Lepas
    Tangkal = Cegah
    Tanur = Perapian
    Taraf = Tingkat
    Target = Sasaran
    Telatah = Gerak-gerik
    Tendensi = Kecenderungan
    Tentatif = Belum pasti
    Termin = Tahap
    Timpang = Tak seimbang
    Tiran = Diktator
    Trail = Kisi-kisi
    Transedental = Kesinambungan
    Trobadur = Penyanyi lagu cinta
    Vandalisme = Destruksi
    Ventilasi = Jendela
    Verifikasi = Pembuktian
    Versus = Lawan
    Wahana = Sarana
    Warta = Berita

  • 6 Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah dari SD Sampai Perguruan Tinggi

    6 Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah dari SD Sampai Perguruan Tinggi

    Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

    Untuk menjaga kemurnian bahasa Indonesia, diperlukan berbagai upaya, salah satunya adalah dengan membiasakan diri menulis kalimat dengan kaidah-kaidah ejaan dan tulisan bahasa Indonesia sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

    1. Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD

    Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia sebagaimana dikatakan oleh Akhadiah dkk. (1991: 1) adalah agar siswa ”memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa serta tingkat pengalaman siswa sekolah dasar”.

    Dari penjelasan Akhadiah tersebut maka tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat dirumuskan menjadi empat bagian.

    1. Lulusan SD diharapkan mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.
    2. Lulusan SD diharapkan dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia.
    3. Penggunaan bahasa harus sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa.
    4. Pengajaran disesuaikan dengan tingkat pengalaman siswa SD.

    Dari tujuan tersebut jelas tergambar bahwa fungsi pengajaran bahasa Indonesia di SD adalah sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa sesuai dengan fungsi bahasa itu, terutama sebagai alat komunikasi.

    Pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar dapat memberikan kemampuan dasar berbahasa yag diperlukan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah menengah maupun untuk menyerap ilmu yang dipelajari lewat bahasa itu.

    Selain itu pembelajaran bahasa Indonesia juga dapat membentuk sikap berbahasa yang positif serta memberikan dasar untuk menikmati dan menghargai sastra Indonesia.

    Dalam pembelajaran bahasa Indonesia perlu diperhatikan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai luhur bangsa, serta pembinaan rasa persatuan nasional.

    2. Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP/ MTs

    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya dan telah diatur dalam undang-undang sistem pendidikan nasional tahun 2003.

    Dalam ketentuan umum undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 diperoleh penjelasan sebagai berikut:

    Pendidikan adalah usaha dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak yang mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. (Depdiknas, 2004:1).

    3. Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP/ MTs

    Tujuan dan fungsi pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama berorientasi pada kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. fungsi dan tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia, yaitu sebagai :

    • sarana pembinaan kesatuan dan persatuan bangsa;
    • sarana peningkatan keterampilan dan pengetahuan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya;
    • sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
    • sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan;
    • sarana pengembangan penataran; dan
    • sarana pemahaman keanekaragaman budaya Indonesia melalui khasanah bahasa Indonesia (Depdikas, 2004:3).

    Berdasarkan fungsi dan tujuannya, siswa dan guru diharapkan sebagai berikut.

    • Siswa dapat mengembangkan potensi sesuai dengan kemampuan, terhadap kebutuhan dan minatnya serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil intelektual bangsa sendiri.
    • Guru dapat memusatkan perhatian dan perkembangan kompetensi berbahasa siswa dengan menyediakan beraneka ragam kegiatan berbahasa dan sumber belajar.
    • Guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar agar sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan siswa (Depdiknas, 2004:2).

    Pernyataan di atas mengisyaratkan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia agar dalam setiap proses pembelajaran tidak lagi bertitik tolak pada pemikiran yang salah, yaitu “siswa belajar dan guru mengajar; melainkan siswa belajar dan guru membelajarkan”.

    Melalui pendekatan belajar seperti itu, “siswa dilatih lebih banyak menggunakan bahasa untuk berkomunikasi; tidak dituntut lebih banyak untuk menguasai pengetahuan tentang bahasa dan sastra memiliki fungsi utama sebagai penghalus budi pekerti manusia dan arti kemanusiaan” (Depdiknas, 2004:4).

    Itulah sebabnya dasar pemikiran ini harus benar-benar dipakai oleh guru demi kelancaran proses pembelajaran yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

    4. Tujuan Pembelajaran Bahasa tingkat SMA

    Tujuan pembelajaran bahasa, menurut Basiran adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi.

    Kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa.

    Semua itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan. Sementara itu, dalam kurikulum 2004 untuk SMA dan MA, disebutkan bahwa tujuan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia secara umum meliputi:

    • Siswa menghargai dan membanggakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional) dan bahasa negara.
    • Siswa memahami Bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna, dan fungsi,serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan, dan keadaan.
    • Siswa memiliki kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional,dan kematangan sosial.
    • Siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan menulis).
    • Siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
    • Siswa menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

    Untuk sampai pada tujuan tersebut, diperlukan strategi penyampaian pembelajaran berupa metode untuk menyampaikan pembelajaran kepada pebelajar untuk menerima serta merespon masukan yang berasal dari pelajar.

    Adapun strategi pengelolaan pembelajaran adalah metode untuk menata interaksi antara pelajar dengan variabel pengorganisasian dan penyampaian isi pembelajaran.

    5. Tujuan Pembelajaran di Perguruan Tinggi

    Tujuan pengajaran sebagaian besar berpijak pada karya klasik Mager (1975) yang memasukkan 3 komponen utama dalam suatu rumusan.

    1. perilaku
    2. kondisi
    3. derajat (­kriteria) keberhasilan.

    Instructional De­velopment Institute (IDI) menambahkan satu komponen yang perlu juga dispesifikasi da­lam rumusan Yaitu sasaran (audi­ence).

    Komponen-komponen ini lebih mudah diingat dengan bantuan mnemonik ABCD, un­tuk komponen audience, behavior, conditions­, dan pengajaran.

    Kondisi yang mempengaruhi perilaku mahasiswa dalam menerjemahkan bahasa adalah ada atau tidak adanya sumber informasi mengenai bahasa yang diterjemahkan. Biasanya sumber informasi ini adalah kamus bahasa.

    Dalam contoh rumusan tujuan ini, mahasiswa diharapkan dapat menerjemahkan kalimat bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia tanpa menggunakan kamus.

    “Tanpa menggunakan kamus” dalam rumusan tujuan ini bertindak sebagai kondisi. Indonesia, tanpa menggunakan kamus.

    6. Tujuan Pengajaran Bahasa Indonesia

    Tujuan pengajaran bahasa Indonesia pada semua jenjang pendidikan adalah membimbing anak didik agar mampu memfungsikan bahasa Indonesia dalam komunikasinya dengan segala aspek.

    Dalam pengertian ini jelas bahwa tujuan pengajaran bahasa Indonesia itu diarahkan kepada kemampuan anak didik agar melakukan komunikasi dengan bahasa Indonesia sesuai dengan fungsinya.

    Antar Semi dalam bukunya Rancangan Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia mengemukakan, bahwa tujuan pengajaran bahasa adalah sebagai berikut :

    • Memperluas pengalaman anak didik melalui media massa serta dapat menyenanginya
    • Membantu anak didik agar mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia secara efektif sesuai dengan potensi masing-masing.
    • Memperkenalkan kepada anak didik karya sastra yang bernilai, sehingga mereka tertarik dan terdorong untuk membacanya.
    • Membantu dan membimbing anak didik agar memperoleh kemampuan dalam menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
    • Merangsang perhatian anak didik terhadap bahasa nasional serta menumbuhkan apresiasi yang baik dan mempunyai rasa tanggungjawab sehingga mempercepat keterampilan mereka dalam berbahasa Indonesia
    • Membantu anak didik mengenai aturan bahasa Indonesia yang baik, serta mempunyai kemauan menggunakannya dalam berbahasa, baik ucapan maupun lisan.
    • Membimbing anak didik agar mempunyai keberanian untuk menyatakan pendapat, serta memiliki kepercayaan kepada diri sendiri, sehingga mampu berkomunikasi dengan baik dan benar dalam berbagai situasi.

    Tujuan pengajaran di atas menunjukan bahwa arah tujuan pengajaran bahasa Indonesia adalah terampil menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan situasi dan kondisi dan juga kemampuan mengapresiasikan sastra yang baik.

  • Sejarah uang Dari Masa Ke Masa yang Perlu Diketahui

    Sejarah uang Dari Masa Ke Masa yang Perlu Diketahui

    Sejarah Uang

    Uang adalah alat pembayaran yang sah dan berlaku di hampir semua negara, termasuk Indonesia. Hampir semua transaksi menggunakan uang sebagai alat pembayarannya, tak terkecuali transaksi digital.

    Dalam industri digital, uang biasanya berupa virtual, yakni nominal tanpa ada bentuk fisiknya. Namun, itu tetap sah digunakan sebagai alat pembayaran.

    Nah, bicara tentang uang, tahukah kamu bagaimana sejarahnya hingga bisa digunakan sebagai alat pembayaran?

    Jika belum, maka kali ini sastrawacana.id/ akan menjelaskan bagaimana sejarah uang dari awal hingga saat ini. Mari disimak.

    Sebelum membahas tentang sejarah uang, alangkah lebih baiknya kita mengetahui terlebih dahulu bagaimana sistem transaksi orang pada zaman dahulu, sebelum adanya uang.

    Jadi, manusia pada zaman dahulu biasa melakukan transaksi dengan cara menukar barang dengan barang atau yang disebut barter.

    Hampir semua barang ditukarkan. Misalnya menukar beras dengan gula, menukar minyak dengan jagung, dan menukar hal-hal lain.

    Bahkan, pada tingkatan yang ekstrem, ada sebuah istilah “tukar guling” yang artinya menukar tanah pekarangan atau rumah! Ya, itu benar-benar terjadi pada zaman dahulu, sebelum adanya uang.

    Namun, setelah adanya uang, alat tukar dalam transaksi pun mulai berganti dan barter mulai ditinggalkan.

    Menurut informasi yang dihimpun, sekitar tahun 1200 SM, uang primitif mulai dipakai.

    Uang primitif adalah cangkang kerang atau moluska lainnya yang digunakan sebagai alat pembayaran bernama cowrie. Cangkang atau Cowrie berasal dari Kepulauan Maladewa di Samudra Hindia.

    Cowrie menjadi barang berharga sejak awal peradaban China dan India yang kemudian dibawa sepanjang rute perdagangan ke Afrika.

    Orang Eropa menamakannya Wampum yang menjadi mata uang di pasar. Jenis uang barang berbeda-beda di seluruh bagian dunia sesuai dengan perkembangan peradaban masing-masing.

    Namun, ada versi lain mengenai kemunculan uang pertama kali dalam peradaban manusia. Jack Weatherford dalam buku History of Money (1997), mendukung pendapat bahwa uang pertama kali digunakan oleh orang-orang dari kerajaan Lydia.

    Bangsa Lydia diperkirakan pernah hidup disebuah kawasan yang kini disebut Turki. Uang pada masa bangsa Lydia konon berwujud koin dengan gambar singa yang mengaum.

    Weatherford meyakini bahwa uang sudah menjadi alat tukar bangsa Lydia sejak sekitar tahun 1.000 Sebelum Masehi (SM).

    Kemudian, Donald B. Clane memiliki versi yang berbeda.

    Dalam sebuah buku Rationality and Human Behavior (1999), ia menyebutkan bahwa mata uang koin ditemukan 6.000 tahun lalu di wilayah yang kini dikenal dengan nama Turki.

    Namun, Clane tidak menyebutkan bangsa Lydia seperti yang disebutkan oleh Weatherford.

    Lantas, seiring peradaban manusia yang semakin berkembang dari masa ke masa, muncullah uang yang terbuat dari kertas.

    Beberapa sejarawan meyakini bahwa uang kertas telah digunakan oleh pedagang Tiongkok pada tahun 100 Masehi. Setelah berabad-abad kemudian, bangsa-bangsa Eropa baru mengenal jenis uang kertas ini.

    Hingga akhirnya peradaban mulai berubah. Setiap Negara akhirnya memiliki mata uangnya masing-masing. Kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat alat tukar terus berevolusi.

    Pada tahun 1946, kartu kredit mulai diperkenalkan ke publik sebagai alat tukar. Transaksi yang didasarkan pada kartu kredit disebut juga dengan transaksi non-tunai.

    Di era yang serba digital ini, semakin banyak bermunculan alat tukar jenis baru, salah satunya adalah bitcoin.

    Bitcoin adalah uang elektronik yang dikembangkan oleh orang Jepang bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2009.

  • Stratifikasi Sosial: Pengertian, Sifat, dan Fungsi

    Stratifikasi Sosial: Pengertian, Sifat, dan Fungsi

    Pengertian Stratifikasi Sosial

    Stratifikasi sosial (Social Stratification) berasal dari kata “stratum” (tunggal) dan“strata” (jamak) yang berarti berlapis-lapis.

    Dalam Sosiologi, stratifikasi sosial dapat diartikan sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.

    Beberapa definisi stratifikasi sosial adalah:

    1. Pitirim A. Sorokin : Mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarki).
    2. Max Weber : Mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, previllege dan prestise.
    3. Cuber : Mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai suatu pola yang ditempatkan di atas kategori dari hak-hak yang berbeda.

    Pengelompokan secara vertikal Berdasarkan posisi, status, kelebihan yang dimiliki, sesuatu yang dihargai. Distribusi hak dan wewenang kriteria ekonomi, pendidikan, kekuasaan, kehormatan.

    Sebab-Sebab Terjadinya Stratifikasi Sosial

    Setiap masyarakat mempunyai sesuatu yang dihargai, bisa berupa kepandaian, kekayaan, kekuasaan, profesi, keaslian keanggotaan masyarakat dan sebagainya.

    Selama manusia membeda-bedakan penghargaan terhadap sesuatu yang dimiliki tersebut, pasti akan menimbulkan lapisan-lapisan dalam masyarakat.

    Semakin banyak kepemilikan, kecakapan masyarakat/seseorang terhadap sesuatu yang dihargai, semakin tinggi kedudukan atau lapisannya.

    Sebaliknya bagi mereka yang hanya mempunyai sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali, maka mereka mempunyai kedudukan dan lapisan yang rendah.

    Seseorang yang mempunyai tugas sebagai pejabat/ketua atau pemimpin pasti menempati lapisan yang tinggi daripada sebagai anggota masyarakat yang tidak mempunyai tugas apa-apa.

    Karena penghargaan terhadap jasa atau pengabdiannya seseorang bisa pula ditempatkan pada posisi yang tinggi, misalnya pahlawan, pelopor, penemu, dan sebagainya.

    Dapat juga karena keahlian dan keterampilan seseorang dalam pekerjaan tertentu dia menduduki posisi tinggi jika dibandingkan dengan pekerja yang tidak mempunyai keterampilan apapun.

    Proses Terjadinya Stratifikasi Sosial

    Stratifikasi sosial terjadi melalui proses sebagai berikut:

    1. Terjadinya secara otomatis, karena faktor-faktor yang dibawa individu sejak lahir. Misalnya, kepandaian, usia, jenis kelamin, keturunan, sifat keaslian keanggotaan seseorang dalam masyarakat.
    2. Terjadi dengan sengaja untuk tujuan bersama dilakukan dalam pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi dalam organisasi-organisasi formal, seperti : pemerintahan, partai politik, perusahaan, perkumpulan, angkatan bersenjata.

    Kriteria Dasar Penentu Stratifikasi Sosial

    Kriteria atau ukuran yang umumnya digunakan untuk mengelompokkan para anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan tertentu adalah sebagai berikut:

    1. Kekayaan

    Kekayaan atau sering juga disebut ukuran ekonomi. Orang yang memiliki harta benda berlimpah (kaya) akan lebih dihargai dan dihormati daripada orang yang miskin.

    2. Kekuasaan

    Kekuasaan dipengaruhi oleh kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat. Seorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan menempati lapisan sosial atas, sebaliknya orang yang tidak mempunyai kekuasaan berada di lapisan bawah.

    3. Keturunan

    Ukuran keturunan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Keturunan yang dimaksud adalah keturunan berdasarkan golongan kebangsawanan atau kehormatan. Kaum bangsawan akan menempati lapisan atas seperti gelar : Andi di masyarakat Bugis, Raden di masyarakat Jawa, Tengku di masyarakat Aceh, dsb.

    4. Kepandaian/penguasaan ilmu pengetahuan

    Seseorang yang berpendidikan tinggi dan meraih gelar kesarjanaan atau yang memiliki keahlian/profesional dipandang berkedudukan lebih tinggi, jika dibandingkan orang berpendidikan rendah. Status seseorang juga ditentukan dalam penguasaan pengetahuan lain, misalnya pengetahuan agama, keterampilan khusus, kesaktian, dsb.

    Sifat Stratifikasi Sosial

    Menurut Soerjono Soekanto, dilihat dari sifatnya pelapisan sosial dibedakan menjadi sistem pelapisan sosial tertutup, sistem pelapisan sosial terbuka, dan sistem pelapisan sosial campuran.

    1. Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)

    Stratifikasi ini adalah stratifikasi di mana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas vertikal. Walaupun ada mobilitas tetapi sangat terbatas pada mobilitas horisontal saja. Contoh:

    • Sistem kasta. Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana.
    • Rasialis. Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih.
    • Feodal. Kaum buruh tidak bisa pindah ke posisi juragan/majikan.

    2. Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification)

    Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Contoh:

    • Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.
    • Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperoleh pendidikan asal ada niat dan usaha.

    3. Stratifikasi Sosial Campuran

    Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya, seorang Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

    Fungsi Stratifikasi Sosial

    Stratifikasi sosial dapat berfungsi sebagai berikut :

    1. Distribusi hak-hak istimewa yang obyektif, seperti menentukan penghasilan,tingkat kekayaan, keselamatan dan wewenang pada jabatan/pangkat/ kedudukan seseorang.
    2. Sistem pertanggaan (tingkatan) pada strata yang diciptakan masyarakat yang menyangkut prestise dan penghargaan, misalnya pada seseorang yangmenerima anugerah penghargaan/ gelar/ kebangsawanan, dan sebagainya.
    3. Kriteria sistem pertentangan, yaitu apakah didapat melalui kualitas pribadi,keanggotaan kelompok, kerabat tertentu, kepemilikan, wewenang atau kekuasaan.
    4. Penentu lambang-lambang (simbol status) atau kedudukan, seperti tingkah laku, cara berpakaian dan bentuk rumah.
    5. Tingkat mudah tidaknya bertukar kedudukan.
    6. Alat solidaritas diantara individu-individu atau kelompok yang menduduki sistem sosial yang sama dalam masyarakat.
  • 5 Manfaat Waduk Bagi Kehidupan Manusia

    5 Manfaat Waduk Bagi Kehidupan Manusia

    Pengertian Waduk

    Waduk adalah tempat penampungan atau penyimpanan air yang digunakan ketika musim penghujan datang.

    Air waduk yang melimpah dimanfaatkan untuk keperluan bertani dan banyak keperluan lain di musim kemarau.

    Dalam satu tahun, volume air tentu terus mengalami perubahan. Di musim kemarau, air sukar ditemukan dan di musim penghujan air menjadi sangat melimpah.

    Maka, waduk adalah alternatif yang bisa digunakan untuk menyimpan air untuk keperluan di saat musim kemarau.

    Waduk memiliki kapasitas tampungan air yang besar dengan elevasi muka air yang tinggi.

    Waduk juga bisa mengatur besar aliran sungai di hilirnya menjadi lebih merata di sepanjang tahun.

    Waduk memiliki banyak sekali manfaatnya. Salah satu manfaat waduk yakni sebagai sarana pengendali banjir.

    Manfaat Waduk

    Waduk terdiri dari banyak jenis, salah satunya seperti waduk single purpose yang dibangun untuk satu tujuan saja seperti untuk irigasi, untuk pembangkit listrik, untuk pengendali adanya banjir, dan berbagai tujuan lainnya namun hanya untuk satu tujuan saja.

    Ada juga waduk multi puspose di mana waduk yang dibangun bisa memenuhi lebih dari satu tujuan.

    Nah, agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa manfaat waduk bagi kehidupan manusia, diantaranya:

    1. Penyediaan Air Baku

    Waduk yang bisa untuk mengairi persawahan juga dimanfaatkan sebagai bahan baku air mineral.

    Sebagaimana yang kita semua ketahui bahwa di perkotaan sangat langka air bersih sehingga air waduk bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku air mineral. Tentunya perlu diproses terlebih dahulu agar layak minum.

    2. Irigasi

    Ketika musim penghujan datang, air yang turun di area tangkapan air sebagian besar mengalirnya ke sungai-sungai.

    Air tersebut bisa ditampung di waduk sehingga ketika musim kemarau datang.

    Lantas, air yang telah tertampung tersebut bisa dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, salah satunya yakni irigasi pada lahan pertanian.

    3. Olahraga Air dan Tempat Pariwisata

    Waduk juga bisa dilestarikan menjadi pusat olahraga dan wisata. Tapi tempatnya harus benar-benar membuat nyaman dan aman.

    Selain itu, waduk juga bisa difungsikan sebagai tempat olahraga atau berlatih untuk para atlet.

    4. Sebagai PLTA

    Manfaat waduk lainnya sebagai PLTA. Dalam menjalankan fungsi waduk sebagai PLTA, waduk dapat dikelola sedemikian rupa demi mendapatkan kapasitas aliran listrik.

    PLTA atau pembangkit listrik tenaga air adalah sebuah sistem pembangkit listrik yang umumnya terintegrasi dalam bendungan yang memanfaatkan energi mekanis aliran air untuk dapat memutar turbin, kemudian diubah menjadi energi listrik menggunakan sebuah generator.

    5. Pengendalian Banjir

    Tujuan pembangunan waduk lainnya sebagai pengendali banjir.

    Pembangunan waduk membuat kemungkinan adanya banjir di musim penghujan bisa dikurangi serta di musim kemarau air yang telah tertampung itu bisa dimanfaatkan untuk banyak keperluan.

    Seperti sebagai pembangkit listrik tenaga air, untuk perikanan, untuk irigasi di lahan pertanian, sebagai tempat pariwisata dan masih banyak yang lainnya.