Kategori: Pendidikan

  • 5 Gerhana Matahari Paling Fenomenal Sepanjang Sejarah

    5 Gerhana Matahari Paling Fenomenal Sepanjang Sejarah

    Gerhana Matahari

    Gerhana matahari adalah sebuah fenomena alam yang terjadi ketika bulan berada pada posisi yang sejajar pada satu garis lurus dengan matahari dan bumi sehingga cahaya matahari tertutup sebagian atau bahkan keseluruhan.

    Gerhana matahari terbilang sebagai sebuah peristiwa langka yang berlangung hanya hitungan menit. Oleh karenanya, banyak orang yang tidak melewatkan kesempatan ini.

    Namun, saat gerhana matahari, tidak semua wilayah di bumi kehilangan cahaya. Hanya beberapa wilayah saja yang dapat menyaksikannya,

    Nah, bicara tentang matahari, kali ini sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa peristiwa gerhana matahari yang paling fenomenal sepanjang sejarah. Yuk disimak!

    1. Gerhana Ugarit

    Gerhana Ugarit adalah salah satu gerhana matahari paling awal yang pernah tercatat dalam sejarah.

    Nama “Ugarit” diambil karena gerhana ini terjadi di kota kuno Ugarit yang sekarang bernama Siria.

    Ada dua golongan yang berdebat tentang tahun munculnya gerhana matahari pertama di dunia ini.

    Golongan pertama mengatakan gerhana Ugarit terjadi pada tahun 1375 SM, sedangkan golongan kedua meyakini pada tahun 1223 SM.

    2. Gerhana Assyrian

    Gerhana Assyrian juga dikenal dengan gerhana Babylonia karena dua kerajaan tersebut lokasinya berdekatan, sama-sama masuk di daerah Mesopotamia (sekarang Irak, Kuwait, Turki, dan Siria).

    Gerhana ini terjadi ketika masyarakat setempat baru saja mengembangkan alat untuk memprediksi gerhana matahari dan bulan. Selain itu, ada mitos beredar jika gerhana adalah sebuah pertanda kematian raja.

    3. Gerhana Tiongkok Awal

    Menurut study dari Journal of Astronomical History and Heritage, pada tahun 1302 SM telah terjadi gerhana matahari pertama di Cina.

    Sedangkan pada saat itu, matahari adalah simbol kekaisaran. Maka, setelah terjadi gerhana matahari, kaisar merasa mendapat teguran dan langsung melakukan beberapa ritual, salah satunya menjadi vegetarian.

    4. Gerhana di India

    Peristiwa gerhana matahari di India pada tahun 1868 merupakan sebuah fenomena alam yang sangat berpengaruh pada dunia sains.

    Pasalnya, saat terjadi gerhana matahari, seorang ahli astronomi Pierre Jules Cesar Janssen berhasil menemukan helium.

    Dinukil dari laman Ask an Astronomer, helium adalah zat kimia pembentuk Matahari yang akan terlihat saat gerhana datang. Penampilannya berupa garis cahaya berwarna kuning terang.

    5. Gerhana di Amerika Serikat

    Hampir sama dengan gerhana di India, gerhana matahari yang terjadi di Amerika pada tahun 1919 juga memiliki pengaruh besar dalam dunia sains.

    Yang mana pada saat itu para peneliti mencoba membuktikan teori relativitas general milik Einstein. Alhasil, teori itu benar dengan percobaan yang terjadi pada gerhana matahari pada tahun 1919.

    Nah, itulah beberapa peristiwa gerhana matahari yang cukup fenomenal sepanjang sejarah. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/, ya!

  • Pengertian Majas Alegori Beserta Contohnya

    Pengertian Majas Alegori Beserta Contohnya

    Pengertian Majas Alegori

    Majas alegori adalah salah satu jenis majas perbandingan untuk menjelaskan suatu hal secara tidak langsung, melalui sebuah kiasan atau penggambaran yang berkaitan.

    Umumnya, majas alegori sering ditemukan pada karya sastra berupa novel, meski juga kadang ditemukan dalam karya ilmiah.

    Jika merujuk dari bahasa, majas alegori berasal dari bahasa Yunani “Allegorein” yang artinya adalah bicara sebaliknya.

    Sedangkan menurut KBBI, alegori adalah cerita yang dipakai sebagai lambang (ibarat atau kias) peri kehidupan manusia yang sebenarnya untuk mendidik (terutama moral) atau menerangkan sesuatu (gagasan, cita-cita, atau nilai kehidupan, seperti kebijakan, kesetiaan, dan kejujuran).

    Adapun ciri-ciri majas alegori yaitu terbentuk dengan kalimat yang cukup panjang dan identik menggunakan kata-kata kiasan ataupun retorika untuk menggambarkan sebuah perbandingan tidak langsung.

    Contoh Majas Alegori

    1. Cinta itu seperti menggenggam pasir. Bila tidak digenggam akan menghilang, tetapi jika digenggam terlalu erat maka akan terdesak keluar melalui celah jari dan akhirnya juga menghilang.

    2. Otak kita seperti pisau jika kita selalu rajin untuk mengasahnya maka dia akan menjadi sangat tajam, namun jika kita sangat jarang untuk mengasahnya maka lama kelamaan pisau tersebut akan tumpul bahkan bisa berkarat.

    3. Kitab suci adalah rambu lalu lintas manusia. Selama kita patuh akan rambu itu maka kita akan selamat sampai tujuan.

    4. Wajah yang tampan dan cantik ibaratkan bunga, indah mekar membuat semua yang melihatnya suka , saat layu semua akan pergi.

    5. Kedua orang tua kita digambarkan seperti seorang pelukis yang berperan untuk mewarnai kertas putih yang tidak lain yaitu anaknya sendiri. Bagaimana caranya seorang anak akan menjadi orang yang berhasilitu tinggal tergantung dari orang tuanya.

    6. Kegagalan seperti sebuah batu besar untuk kita lewati yang dengan batu tersebut kita akan mampu melompat lebih tinggi dari saat sebelum kita menemui batu tersebut.

    7. Mereka berdua akan mendayung bahtera rumah tangganya sendiri. Suami harus dapat menjadi nahkoda yang pandai mempertahankan kapal, sedangkan istri harus bisa menjadi juru mudi. Perjalanan tentu tidak akan mudah, di tengah laut tentu akan berhadapan dengan ombak dan badai.

    8. Hidup itu bagaikan sungai yang mengalir, pasti akan ada rintangan seperti gelombang, bebatuan, arus yang kencang, kedalaman yang sulit ditebak, dan hingga pada akhirnya berhenti saat bertemu dengan laut.

    9. Perjalanan hidup ini seperti sungai yang mengalir menyusuri sebuah tebing dan bebatuan, tetapi sangat sulit untuk menebak kedalamannya. Namun rela menerima segala kotoran dan sampah, yang pada akhirnya berhenti ketika sudah bertemu dengan sebuah lautan.

  • Pengertian Konsonan Rangkap dan Contohnya

    Pengertian Konsonan Rangkap dan Contohnya

    Pengertian Konsonan Rangkap

    Konsonan rangkap adalah gabungan dua huruf konsonan dalam satu kata yang membentuk sebuah bunyi baru.

    Adapun yang termasuk dalam kategori ini adalah:

    kh (gabungan huruf k dan h)
    ng (gabungan huruf n dan g)
    ny (gabungan huruf n dan y)
    sy (gabungan huruf s dan y)

    Contoh Konsonan Rangkap dalam Bentuk Kalimat

    Pepaya adalah buah yang kaya akan vitamin A.
    Konsonan rangkap pada kalimat di atas adalah: ng (gabungan n dan g)
    Kata yang mengandung konsonan rangkap adalah: yang.

    Jangan tidur ketika khotbah jumat.
    Konsonan rangkap pada kalimat di atas adalah: kh (gabungan k dan h)
    Kata yang mengandung konsonan rangkap adalah: khotbah.

    Minggu lalu aku tamasya ke Pulau Bali.
    Konsonan rangkap pada kalimat di atas adalah: sy (gabungan s dan y)
    Kata yang mengandung konsonan rangkap adalah: tamasya.

    Aku sedang menempuh kuliah ekonomi syariah.
    Konsonan rangkap pada kalimat di atas adalah: sy (gabungan s dan y)
    Kata yang mengandung konsonan rangkap adalah: syariah.

    Kelas pilihan itu hanya untuk orang pintar.
    Konsonan rangkap pada kalimat di atas adalah: ny (gabungan n dan y)
    Kata yang mengandung konsonan rangkap adalah: hanya.

  • Pengertian Diftong dan Contohnya dalam Bentuk Kalimat

    Pengertian Diftong dan Contohnya dalam Bentuk Kalimat

    Pengertian Diftong

    Diftong adalah gabungan dua huruf vokal yang diucapkan secara bersamaan dalam satu suku kata dan menghasilkan satu bunyi padu.

    Kedua huruf vokal tersebut tidak dapat dipisahkan karena jika dipisahkan, makna atau bunyi katanya akan berubah.

    Dengan kata lain, diftong merupakan perpaduan bunyi vokal yang terjadi dalam satu tarikan napas sehingga terdengar sebagai satu kesatuan suara.

    Dalam bahasa Indonesia, diftong biasanya terjadi pada kombinasi huruf vokal seperti ai, au, dan oi. Ketiga kombinasi ini menghasilkan bunyi yang khas dan tidak dapat dipecah menjadi dua bunyi vokal yang terpisah.

    Misalnya kata harimau, maka huruf a dan u (au) menghasilkan bunyi “aw” adalah diftong. Contoh lain kata pantai, maka huruf a dan i (ai) menghasilkan bunyi “ay” adalah diftong.

    Dalam sistem fonetik bahasa Indonesia, diftong berbeda dari deret vokal biasa.

    Jika dua vokal berada dalam suku kata yang berbeda (misalnya pada kata seolah → se-o-lah), maka itu bukan diftong, melainkan dua vokal terpisah.

    Namun jika dua vokal berada dalam satu suku kata (misalnya pantai → pan-tai), maka itu disebut diftong.

    • Pada kata “harimau”, huruf a dan u membentuk diftong au yang menghasilkan bunyi “aw”.
    • Pada kata “pantai”, huruf a dan i membentuk diftong ai yang menghasilkan bunyi “ay”.
    • Pada kata “tomboi”, huruf o dan i membentuk diftong oi yang menghasilkan bunyi “oy”.

    Contoh Diftong dalam Kalimat Bahasa Indonesia

    Ayo kita pergi ke pantai.

    • Huruf diftong pada kalimat di atas adalah: ay (gabungan a dan i)
    • Kata yang mengandung huruf diftong adalah: pantai.

    Burung itu selalu berkicau.

    • Huruf diftong pada kalimat di atas adalah : aw (gabungan dari a dan u)
    • Kata yang mengandung huruf diftong adalah: kicau.

    Pak Lurah mengimbau warga untuk jaga kebersihan.

    • Huruf diftong pada kalimat di atas adalah: aw (gabungan dari a dan u)
    • Kata yang mengandung huruf diftong adalah: imbau.

    Si Dewi sangat tomboi karena sering main dengan pria.

    • Huruf diftong pada kalimat di atas adalah: oi (gabungan dari kata o dan i)
    • Kata yang mengandung huruf diftong adalah: tomboi.
  • Hand of Glory, Tangan Mayat yang Punya Kekuatan Gaib

    Hand of Glory, Tangan Mayat yang Punya Kekuatan Gaib

    Hand of Glory

    Hand of Glory adalah potongan tangan mayat manusia yang diawetkan selama ratusan tahun. Jika merujuk dari bahasa, Hand of Glory juga bisa diartikan sebagai tangan kemuliaan.

    Penamaan ini bukan tanpa alasan. Konon katanya, potongan tangan mayat ini menyimpan sejarah dan kisah magis yang cukup mengerikan.

    Tidak sedikit yang mengatakan Hand of Glory hanya sebuah mitos. Padahal, potongan tangan ini benar adanya.

    Sampai sekarang, potongan tangan sakral ini masih tersimpan di Museum Whitby, Yorkshire, Inggris.

    Hand of Glory menjadi salah satu koleksi yang paling seram di Museum Whitby. Namun, dari kepopulerannya itu, Hand of Glory justru menjadi incaran para sejarawan maupun pengunjung yang datang ke museum tersebut meskipun cukup mengerikan.

    Sejarah Hand of Glory

    Dilansir dari laman thewhitbyguide.co.uk, konon katanya sejarah Hand of Glory ditemukan pertama kali pada abad ke 16 silam yang mana kekuatan dari “tangan kemuliaan” ini digunakan oleh orang jahat yang akan mencuri atau merampok.

    Cara menggunakannya adalah dengan menempelkan sebuah lilin yang menyala di atas Hand of Glory.

    Kemudian dalam waktu sekejap, penghuni rumah pun akan tertidur lelap tak sadarkan diri sehingga pencuri bisa melakukan aksinya dengan leluasan.

    Versi lain menyebutkan jika yang dibakar bukanlah lilin, tapi jari-jari dari Hand of Glory.

    Menukil dari laman atlasobscura.com, konon katanya Hand of Glory adalah potongan tangan penjahat yang dihukum mati dengan cara digantung.

    Tangan penjahat yang mati itu kemudian dipotong pada malam hari dan digunakan untuk ritual khusus untuk mentransfer kekuatan gaib, menurut kepercayaan masyarakat Eropa Kuno.

    Proses Pembuatan Hand of Glory

    Proses pembuatannya pun cukup mengerikan. Menurut Curious Myths of Middle Ages, sebuah jurnal yang ditulis oleh Sabine Baring Gould (1873), dikatakan bahwa Hand of Glory terbuat dari potongan tangan penjahat yang dihukum gantung.

    Kemudian potongan tangan itu akan dibungkus dalam sebuah gulungan dan kemudian ditarik sekuat tenaga untuk mengeluarkan darahnya.

    Setelah tak ada darah yang tersisa, potongan tangan itu kemudian diletakkan pada sebuah tembikar dengan memberi bumbu-bumbu khusus yang dipercaya bisa mengundang aura magis menurut kepercayaan masyarakat saat itu.

    Lantas, tangan tersebut didiamkan selama kurang lebih dua minggu sampai benar-benar mengering. Kemudian, akan dikeringkan lagi di bawah terik matahari.

    Apakah proses berhenti sampai di situ? Tentu tidak. Agar tangan bisa ditempeli lilin, maka potongan tangan yang sudah kering itu akan dilapisi oleh lemak orang yang dihukum mati.

    Jadi, ketika ada penjahat yang dihukum mati, maka para pakar spiritual pada saat itu akan siap-siap untuk memotong tangan dan menyeset sedikit lemak si penjahat pada malam hari untuk proses pembuatan Hand of Glory.

    Asal Usul Nama Hand of Glory

    Sebelum disebut Hand of Glory, tangan mayat ini tidak punya nama yang tersohor. Sebab, masing-masing pemilik atau kelompok yang terlibat akan memberi nama berbeda.

    Namun, seiring berjalannya waktu, para sejarawan menamakan tangan mayat ini dengan Hand of Glory, merujuk pada spesies tumbuhan mandrake “French Maine De Glorie”.

  • Pengertian Frasa dan Klausa Beserta Contohnya

    Pengertian Frasa dan Klausa Beserta Contohnya

    Pengertian Frasa

    Definisi frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonprediktif, artinya tidak terdapat predikat.

    Sering juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat. Contoh frasa:

    – Nasi goreng
    – Anak emas
    – Rumah megah
    – Baru pulang

    Satuan bahasa nasi goreng, anak emas, rumah megah, dan baru pulang adalah frasa tidak membentuk hubungan subjek dan predikat.

    Jenis Frasa Berdasarkan Kelas Kata

    Berdasarkan kelas kata, frasa dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

    1. Frasa verbal

    Frasa herbal adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata kerja. Frasa verbal terdiri dari tiga macam, yaitu:

    A. Frasa verbal modifikatif (pewatas) yang dibedakan menjadi.

    1. Pewatas belakang, seperti contoh berikut:

    – Ia sakit keras sekarang
    – Andi berlari cepat saat pulang ke rumah dari sekolah

    2. Pewatas depan, seperti contoh berikut:

    – Kami akan melantunkan lagu Peterpan
    – Kamu pasti menyukai pakaian itu

    B. Frasa verbal koordinatif, yaitu dua verba yang disatukan dengan kata penghubung dan atau atau, seperti contoh berikut:

    – Mereka datang dan pergi kerumah ini
    – Kita  pergi atau kembali ke rumah saja

    C. Frasa verbal apositif yaitu sebagai keterangan yang ditambahkan. Contoh frasa verbal apositif, yaitu:

    – Desa Marga Mulya, tempat tinggal saya, akan menjadi pusat pemerintahan kecamatan Sungai Bahar.

    2. Frasa Adjektival

    Frasa adjectival adalah kelompok kata yang menggunakan kata sifat atau keadaan sebagai inti dan menambahkan kata lain yang berfungsi menerangkan. Frasa adjectival dibagi atas tiga jenis, yaitu:

    A. Frasa adjektival modifikatif (membatasi), contohnya sebagai berikut:

    – Cantik nian pacarmu
    – Indah benar pemandangan itu.

    B. Frasa adjektival koordinatif (menggabungkan), contohnya sebagai berikut:

    – Mereka merasa tenang dan damai tinggal di komplek perumahan ini.

    C. Frasa adjektival apositif, contohnya sebagai berikut:

    – Srikandi cantik, ayu rupawan, diperistri oleh Arjuna.

    3. Frasa Nominal

    Frasa nominal adalah kelompok kata yang dibenuk dengan menggunakan kata benda. Frasa nominal dibagi menjadi:

    A. Frasa nominal modifikatif (mewatasi), contohnya sebagai berikut:

    – Pada hari minggu bank tutup
    – Pada minggu pertama masuk kuliah, dosen banyak yang tidak masuk

    B. Frasa nominal koordinatif (tidak saling menerangkan), contohnya sebagai berikut:

    – Hak dan kewajiban telah diatur dalam UUD 1945

    4. Frasa Adverbial

    Frasa adverbial adalah kelompok kata yang dibentuk dengan keterangan kata sifat. Frasa adverbial dibagi menjadi:

    A. Frasa adverbial yang bersifat modifikatif (mewatasi), contohnya sebagai berikut:

    – Andi adalah murid yang sangat pintar.

    B. Frasa adverbial yang bersifat koordinatif (tidak saling menerangkan), contohnya sebagai berikut:

    – Jarak antara kost saya dengan kampus kurang lebih 1 kilometer.

    5. Frasa Pronominal

    Frasa pronominal adalah frasa yang dibentuk dari kata ganti. Frasa Pronominal dibagi menjadi:

    A. Frasa pronominal modifikatif, contohnya sebagai berikut:

    – Kita semua adalah mahasiswa sastra Indonesia
    – Kami berdua sedang menunggu angkot

    B. Frasa pronominal koordinatif, contohnya sebagai berikut:

    – Aku dan kau pergi ke kampus
    – Aku dan dia duduk berdua

    C. Frasa pronominal apositif, contohnya sebagai berikut:

    – Kami, mahasiswa Indonesia, memerangi korupsi
    – Mahasiswa, para dosen, bersalam-salaman

    6. Frasa Numeralia

    Frasa numeralia adalah kelompok kata yang dibentuk dengan kata bilangan. Frasa numeralia terdiri dari dua jenis yaitu:

    A. Frasa numeralia modifikatif, contohnya seperti berikut:

    – Bencana itu menelan dua ratus lima puluh jiwa.
    – Harga bakso yang anda makan adalah Sembilan ribu rupiah.

    B. Frasa numeralia koordinatif, contohnya seperti di bawah ini.

    – Tiga atau empat pria bertubuh besar merampok sebuah toko emas
    – Entah tiga, entah empat kali dia menyakitiku

    7. Frasa Introgativa koordinatif

    Frasa introgativa koordinatif adalah frasa yang menjadikan kata Tanya sebagai inti. Contohnya seperti berikut:

    – Pertanyaan apa atau mengapa kini terjawab sudah
    – Entah mengapa atau bagaimana saya bisa menjadi seperti ini

    8. Frasa Demonstrativa koordinatif

    Frasa demonstrativa koordinatif adalah frasa yang dibentuk dengan dua kata yang tidak saling menerangkan. Contohnya seperti berikut:

    – Aku telah mencarimu disana dan disini
    – Aku memakai sepatu yang ini atau itu, sama saja

    9. Frasa Proposional Koordinatif

    Frasa proposional koordinatif adalah frasa yang dibentuk dari kata depan dan tidak saling menerangkan. Contohnya seperti berikut:

    – Perjalanan kami dari dan ke Bandung memerlukan waktu enam jam.
    – Koperasi dari, oleh dan untuk anggota.

    Pengertian Klausa

    Klausa adalah kelompok kata yang tidak terdapat intonasi final. Intonasi final itu berupa tanda baca.

    Menurut Keraf (1984:138), klausa adalah sebuah konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung unsur predikatif.

    Jenis-jenis Klausa

    Widjono membagi klausa menjadi beberapa jenis, yaitu:

    1. Klausa kalimat majemuk setara

    Kalimat majemuk setara dibangun dengan dua klausa atau lebih yang tidak saling menerangkan. Contoh sebagai berikut; Andi membaca komik, dan ibunya mencuci piring.

    Klausa pertama andi membaca komik, klausa kedua ibunya mencuci piring, dapat dilihat di sini bahwa keduanya tidak saling menerangkan.

    2. Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat

    Klausa gabungan kalimat majemuk setara dan bertingkat, terdiri dari tiga klausa atau lebih.

    Contohnya seperti berikut ini: Ayah pulang dari kantor setelah aku mandi dan adik bangun dari tidurnya.

    Kalimat di atas terdiri dari tiga klausa,

    • Ayah pulang dari kantor (klausa pertama)
    • Setelah aku mandi (klausa kedua)
    • Adik bangun dari tidurnya (klausa ketiga)

    1. Ayah pulang dari kantor setelah aku mandi (kalimat majemuk bertingkat)

    2. Aku mandi dan adik bangun dari tidurnya (Kalimat majemuk setara)

  • Rampogan Macan, Tradisi Bertarung Melawan Macan di Tanah Jawa

    Rampogan Macan, Tradisi Bertarung Melawan Macan di Tanah Jawa

    Rampogan Macan

    Bicara tentang tradisi, Indonesia adalah rajanya. Bagaimana tidak, negeri kita tercinta ini adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 1.300 suku yang memiliki budaya dan tradisi masing-masing.

    Di tanah Jawa sendiri, ada segudang tradisi yang menjadi bukti kekayaan Indonesia, salah satunya adalah Rampogan Macan.

    Ya, rampogan macan adalah sebuah tradisi membunuh harimau yang dilakukan beramai-ramai menggunakan tombak. Harimau yang diadu merupakan harimau hasil tangkapan dari hutan.

    Banyak versi mengenai awal mula lahirnya tradisi ini. Ada yang mengatakan jika tradisi Rampogan Macan sudah berlangsung sejak abad ke 17 di Mataram saat pemerintahan raja Amangkurat II

    Versi lain mengatakan jika tradisi ini sudah berlangsung sejak jaman Kerajaan Singasari.

    Menurut buku “Bakda Mawi Rampog” ciptaan R Kartawibawa, disebutkan jika tradisi ini memang sudah ada sejak jaman kerajaan.

    Yang mana, macan tersebut dijuluki sebagai “sima” atau kucing besar. Kadang juga istilah ini merujuk pada macan loreng.

    Dalam bukunya yang terbit pada tahun 1923 oleh Balai Pustaka (Bale-Poestaka) dan dipindai oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada, penulis menceritakan bahwa ketika dia kecil, hal ini memang menjadi suatu hal yang lumrah dilakukan.

    Lebih dari itu, macan memang menjadi hewan buas yang diburu sebab sering menyantap hewan ternak masyarakat sekitar.

    Bahkan, penguasa pada saat itu sampai memberikan upah sebesar 10 hingga 50 Gulden kepada siapapun yang dapat menangkap atau membunuh si loreng.

    Dijelaskan pula bahwa istilah “rampog” yang digunakan tidaklah sama dengan kata rampog dalam Bahasa Betawi yang bermakna perampas karena pertunjukkan ini berlangsung di wilayah Kasunanan Surakarta, Kasultanan Ngayogyakarta, dan kawasan Jawa Timur.

    Rampog di sini berarti beramai-ramai membunuh harimau dengan menggunakan tombak.

    Pada acara inti, masing-masing orang akan menunjukkan keahlian serta keampuhan tombak mereka dalam membunuh harimau.

    Biasanya, harimau dilepaskan di tengah alun-alun. Proses akan mudah ketika harimau sedang berang.

    Namun, ketika harimau sedang dalam kondisi diam, orang-orang akan memancing amarahnya dengan berbagai cara, salah satunya dengan meledakkan mercon besar.

    Saat harimau sudah murka, maka dia akan menerjang kerumunan orang yang jumlahnya ratusan.

    Saat itulah, harimau diserang menggunakan tombak-tombak yang sudah mereka siapkan dengan ritual khusus. Setelah mati, harimau akan dibeli oleh para saudagar kala itu.

    Tradisi ini menyebabkan populasi harimau loreng punah secara perlahan-lahan. Apalagi populasi harimau Jawa cukup langka.

    Hingga pada akhirnya di tahun 1905, negara melarang dan tidak memperbolehkan tradisi ini lagi demi menjaga populasi harimau Jawa.

    Semakin berkembangnya dunia pendidikan, The International Union for Conservation of Nature (IUCN), dalam situs resminya menyebutkan jika harimau Jawa sudah dikatakan punah sejak dekade 1970-an yang faktornya tak lain karena perburuan, kerusakan hutan, dan kehilangan mangsa.

  • Lotus Feet, Tradisi Mematahkan Jari Kaki di Tiongkok

    Lotus Feet, Tradisi Mematahkan Jari Kaki di Tiongkok

    Lotus Feet

    Lotus Feet adalah sebuah tradisi di Tiongkok dengan mengikat jari kaki yang tujuannya untuk memperindah bentuk kaki demi mendapat apresiasi dan pengakukan sosial.

    Umumnya, cara ini dilakukan oleh wanita atau gadis yang belum menikah agar tampak lebih cantik dan memikat hati orang lain.

    Sebab, mereka menganggap jika memiliki kaki kecil ramping, bisa menambah daya tarik sehingga tampak lebih cantik.

    Mereka rela melakukannya meski harus menahan rasa sakit yang luar biasa.

    Bagaimana tidak, tradisi ini dilakukan dengan cara mengikat jari kaki dalam waktu lama untuk mendapatkan bentuk yang ramping.

    Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya tradisi ini.

    Namun, mereka rela melakukannya demi menambah daya tarik lawan jenis, terutama orang yang sedang ditaksir.

    Sejarah Lotus Feet

    sejarah lotus feet
    sejarah lotus feet (komoni chemisax)

    Menurut informasi yang beredar, tidak ada yang tahu pasti kapan tradisi ini dimulai.

    Ada yang mengatakan bahwa tradisi lotus feet sudah ada sejak tahun 961 pada masa pemerintahan Kaisar Li Yu, yang mana pada saat itu ada seorang penari cantik bernama Yao Niang memiliki bentuk kaki mungil layaknya bulan sabit sehingga membuat kaisar jatuh hati padanya.

    Karenanya selir-selir lain merasa iri dan sedikit cemburu kepada penari tersebut sehingga mereka pun mencoba menarik perhatian raja dengan membuat bentuk kakinya agar lebih mungil.

    Konon, dari situlah kebiasaan ini menyebar ke masyarakat luas dan menjadi tradisi.

    Setelah kejadian itu, banyak wanita-wanita di kalangan bawah yang mencoba merubah bentuk jari kakinya dengan cara mengikat erat-erat.

    Bahkan, banyak yang melakukannya saat masih usia belia, yaitu sekitar usia 4 sampai 6 tahun karena tulang kaki yang masih lunak sehingga lebih mudah dibentuk.

    Alasan lain yang membuat para gadis rela melakukan hal ini adalah karena adanya pengakuan dan penghormatan.

    Gadis-gadis yang memiliki bentuk kaki seperti bulan sabit benar-benar dianggap istimewa sehingga banyak yang meminangnya dari kalangan bangsawan.

    Cara Mematahkan Jari Kaki

    Dari informasi yang dihimpun, membengkokkan jari kaki bukanlah sebuah hal yang mudah.

    Sebab tidak hanya diikat begitu saja, tapi juga diberi ramuan yang terbuat dari rempah-rempah langka.

    Sebelum jari ditekuk, bagian telapak sampai mata kaki akan diolesi ramuan tersebut.

    Selanjutnya, proses pembengkokan dilakukan secara bertahap, tidak sekali proses.

    Disebutkan jika proses ini tidak hanya memberikan efek sakit yang luar biasa, tapi juga rasa panas layaknya terbakar.

    Sehingga tidak sedikit dari mereka yang berharap salju datang untuk merendam kaki mereka agar sensasi panas bisa hilang.

    Ukuran Mempengaruhi Kasta

    kaki lotus
    kaki lotus (photo: realitydecoded.blog)

    Saking istimewanya bentuk kaki ini sehingga ukuran memengaruhi kasta.

    Setidaknya ada tiga kasta yang mengelompokkan lotus feet ini, yaitu Lotus Emas (ukuran kurang dari 3 inci), Lotus Perak (ukuran 3-4 inci), dan Lotus Besi (ukuran lebih dari 4 inci).

    Jadi, mereka berlomba-lomba untuk dapat bentuk kaki semungil mungkin agar mendapat kasta tertinggi.

    Hilangnya Tradisi Lotus Feet

    Pada abad ke 19, bangsa barat mulai masuk ke Tiongkok dan memengaruhi budaya serta tradisi setempat.

    Lambat laun, kebiasaan ini mulai ditinggalkan karena mereka merasa jika tradisi mematahkan kaki adalah sebuah hal yang cukup menyiksa.

    Didukung pula dari banyaknya wanita yang gagal mendapatkan bentuk kaki mungil, tapi justru mendapat kecacatan akibat gagalnya proses membengkokkan kaki.

    Semenjak itu, tradisi kaki lotus benar-benar ditinggalkan.

  • Mengenal Nama-Nama Sekolah Zaman Belanda

    Mengenal Nama-Nama Sekolah Zaman Belanda

    Nama-Nama Sekolah Zaman Belanda

    Kisah pendidikan di Indonesia memang penuh kisah.

    Sejak masa pemerintahan Belanda, sistem pendidikan terus berubah-ubah hingga saat ini.

    Hanya saja, pada saat itu, pendidikan tidak menyeluruh seperti sekarang.

    Sejak diberlakukannya politik etis pada tahun 1901, beberapa sekolah dengan konsep pendidikan barat mulai masuk ke Hindia Belanda.

    Nah, agar sejarah tetap diingat oleh generasi penerus bangsa, kali ini sastrawacana.id/ ingin mengenalkan nama-nama sekolah di zaman Belanda. Berikut diantaranya.

    1. Europeesche Lagere School (ELS)

    Europeesche Lagere School (ELS) adalah Sekolah Dasar pada zaman Belanda yang diperuntukkan bagi siswa keturunan Belanda, Eropa, dan pribumi dari golongan terpandang. Europeesche Lagere School (ELS) pertama kali didirikan pada tahun 1817.

    Namun, sejak adanya politik etis, sekolah ini dibuka untuk kalangan pribumi pada tahun 1903.

    2. Hollandsch Inlandsche School (HIS)

    Hollandsch Inlandsche School (HIS) hampir sama dengan ELS yang jenjang pendidikannya adalah sekolah dasar.

    Sekolah ini pertama kali didirikan pada tahun 1914 yang diperuntukkan bagi pribumi keturunan bangsawan dan tokoh terkemuka.

    Pengantar Bahasa yang digunakan di Hollandsch Inlandsche School (HIS) adalah Bahasa Belanda.

    3. Hollandsch Chineesche School (HCS)

    Hollandsch Chineesche School (HCS) adalah sekolah yang didirikan oleh kolonial Belanda pada tahun 1908 untuk anak keturunan Tionghoa yang berada di Hindia Belanda

     Sekolah ini sama dengan jenjang sekolah dasar yang menerapkan waktu studi selama 7 tahun.

    4. Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO)

    Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) adalah sekolah pada zaman Belanda yang jenjangnya sama dengan Sekolah Menengah Pertama.

    Hanya saja, sekolah ini menerapkan dua aturan jenjang studi, yaitu tiga tahun untuk lulusan ELS dan empat tahun untuk siswa selain lulusan ELS karena ada masa persiapan satu tahun.

    5. Hoogere Burger School (HBS)

    Hoogere Burger School (HBS) adalah sekolah lanjutan tingkat pertama untuk keturunan Belanda, Eropa, Tionghoa, dan elit pribumi.

    Sekolah ini menggunakan Bahasa Belanda dengan waktu belajar lima tahun.

    Hoogere Burger School (HBS) dikenal sebagai sekolah elit sehingga kebanyakan siswanya adalah siswa berprestasi atau dengan intelektual tinggi.

    6. Algemeene Middelbare School (AMS)

    Algemeene Middelbare School (AMS) adalah pendidikan jenjang menengah umum pada zaman penjajahan Belanda.

    Bahasa pengantar di sekolah ini menggunakan Bahasa Belanda. Lama studi sama dengan jenjang menengah umu, yaitu tiga tahun.

    7. Schakel School

    Schakel School adalah sekolah rakyat pada zaman Belanda yang masa studinya lima tahun.

    Meski sekolah rakyat, Schakel School menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantarnya.

    8. School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (STOVIA)

    School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) adalah sekolah pendidikan dokter untuk pribumi pada masa Hindia Belanda.

    Sekolah ini adalah sekolah lanjutan dari MULO dengan masa studi 7 tahun. STOVIA terus berkembang hingga akhirnya saat ini menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

  • 10 Rahasia Pendidikan Finlandia Mencetak Siswa Berprestasi

    10 Rahasia Pendidikan Finlandia Mencetak Siswa Berprestasi

    Bukan rahasia lagi jika sistem pendidikan Finlandia memang menjadi yang terbaik di dunia.

    Dalam versi World Economy Forum tahun 2000, Finlandia berhasil mencapai tingkat Literacy (kemampuan baca) hingga 100 persen. Artinya tidak ada satupun warganya yang buta huruf.

    Seluruh negara mengakui dan menjadikan Negara Nordik ini sebagai barometer pendidikan.

    Buktinya, banyak negara-negara berkembang, bahkan negara maju yang mencoba meniru dan menerapkan sistem pendidikan di masing-masing negaranya.

    Lantas, apa rahasia Finlandia bisa menjadi negara dengan pendidikan terbaik di dunia? Simak informasinya berikut ini.

    1. Ada Batasan Usia untuk Sekolah

    Semua sekolah di Finlandia hanya menerima siswa yang usianya sudah mencapai 7 tahun.

    Alasannya karena anak yang usianya masih di bawah 7 tahun masih suka bermain sehingga jika dipaksakan untuk sekolah, hasilnya cenderung kurang optimal.

    2. Ada Jam Khusus Bermain

    Pemerintah Finlandia meminta kepada semua sekolah dan para guru untuk memberikan waktu bermain bagi setiap anak didik.

    Oleh karenanya, ada jam bermain sekitar 15 menit setiap satu jam sekali. Kebijakan ini dilakukan agar anak-anak tidak merasa jenuh di sekolah sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

    3. Tidak Ada Perbedaan

    Setelah masuk sekolah, para guru akan mengajarkan setiap siswa dengan mata pelajaran yang sama.

    Hanya saja, guru akan melihat potensi dari masing-masing anak dan akan mengarahkannya sehingga dapat mengasah minat dan bakat sejak dini.

    Alhasil, tidak ada perbedaan antara siswa pintar dan siswa yang kurang pintar.

    4. Siswa Jarang Dibebankan PR

    Jika sistem pendidikan di negara lain selalu membebankan PR kepada siswa, berbeda dengan Finlandia yang sekali tidak membebankan siswa dengan PR. Kalaupun ada, itupun hanya sedikit dan tak sering.

    Hal itu dikarenakan PR bisa merenggut waktu anak untuk keluarganya. Selama di sekolah mereka diberikan pelajaran, sehingga jika diberikan PR, sama saja mereka diminta untuk berpikir secara ekstra padahal dia juga butuh istirahat.

    5. Pendidikan Gratis

    Finlandia menerapakan pendidikan gratis untuk setiap warganya tanpa terkecuali. Hampir seluruh jenjang pendidikan tidak memungut biaya sepeserpun.

    Hebatnya lagi, jika siswa dianggap berpotensi dalam suatu bidang, maka pemerintah akan membiayai untuk pendidikan lanjutan agar dia bisa menguasai bidang tersebut.

    6. Guru dari Kalangan Terbaik

    Untuk menjadi guru di Finlandia tidaklah mudah. Ada sederet aturan serta syarat yang harus dilalui.

    Oleh karenanya, menjadi guru di Finlandia adalah suatu kehormatan. Terlebih lagi, upah yang ditawarkan juga cukup tinggi.

    7. Membatasi Siswa dalam Satu Kelas

    Dalam satu kelas hanya diisi oleh 16 siswa saja, tidak lebih. Hal ini dilakukan agar para guru bisa memberi pengajaran dan perhatian secara merata.

    Begitu juga dengan kelas sains yang diisi hanya 16 siswa agar bisa lebih fokus dalam melakukan praktik.

    8. Jumlah Guru yang Banyak

    Jumlah guru di Finlandia cukup banyak sehingga tidak ada satu daerah pun yang kekurangan guru.

    Hal ini sudah diterapkan sejak lama sehingga tak heran jika semua anak di Finlandia menyenyam bangku pendidikan, meski dari daerah terpencil sekalipun.

    9. Fasilitas yang Memadai

    Semua sekolah di Finlandia memberikan fasilitas yang memadai bagi siswanya. Adapun fasilitas tersebut tentunya yang mendukung program belajar mengajar sehingga semua pelatihan atau praktik dalam dilakukan tanpa terbengkalai.

    10. Gemar Penelitian

    Semua siswa di Finlandia diajarkan untuk gemar meneliti atau observasi. Dengan begitu, maka para siswa akan tumbuh menjadi seorang yang memiliki obsesi tinggi pada sebuah hasil penelitian.

    Hal ini akan tentunya akan meningkatkan kualitas karena banyaknya hasil penelitian yang bisa dijadikan rujukan pembelajaran.