Kategori: Puisi

  • Puisi Logika Karya Firdho

    Logika

    oleh
    Firdho

    Wajahmu seribu bisu
    Bias senyum detik kita saling pandang
    Hujan dan tanya waktu itu menjadi semesta logika
    Dan di bait irama
    Kata
    Adalah puisi dari manusia

    Adapun maksud pertemuan
    Ingatkanku akan kenang yang belum usai
    Di satu hal
    Jalan masih belum terang
    Belum tenang

    Lalu seri kelabu lantunan subuh
    Aku kamu masih
    Kabut rapuh

  • Puisi Kamu Karya Eva

    Kamu
    oleh
    E.E.T

    Kamu
    Memberiku kepedihan
    Memberiku harapan
    Memberiku kepahitan
    Memberiku luka saat kau campakkan

    Seringkali ku ingin lupakan
    Ku ingin hentikan
    Ku ingin hapuskan
    Semua bayangmu yang selalu melayang bebas
    Dalam lingkar pikiran

    Namun
    Ada bagian dalam kalbuku
    Yang selalu menginginkanmu
    Mendambamu, merindumu

    Karena kamu
    Membuatku kembali merasakan cinta
    Membuatku merasa terlahir kembali ke dunia
    Dengan segala cinta

    Karena kamu
    Alasanku untuk selalu bersyukur
    Dalam lima waktuku
    Andai hadirku dapat damaikanmu
    Maka akan kusandarkan
    Segala harapanku

  • Puisi Larantuka Karya Rama

    Larantuka
    oleh
    Rama

    Dari pelipis mataku
    Menyeruak menuju langit-langit

    Di beberapa malam kutelanjangi

    Ku gumami
    Pagi selalu berhambur warna terang

    Tidur pun tak pernah lelap

    Semua asing dalam kesadaran

    Aku ingin pulang
    Dibawanya ke mana pun
    kemana pun

    Siang ku kira matahari
    Benderang yang kudapat itu hanya kepergian
    Pantaskah kumenatap ego
    Itu mengotak-atik keji pikirku

    Bila saja ada pilihan
    Lenyap saja hati ini
    Gantung di kemelaratan

    Bila ada pilihan
    Perahu erot ini akan membara
    Disetiap perpanjangan gelombang

  • Puisi Terasing Karya Rama

    Terasing

    oleh
    Rama

    Macam bunga ada di suatu musim
    Semua mekar indah tanpa menoleh
    Ada dan ketiadaannya

    Mekar
    Mengharum
    Hingga sukar menamai kepribadian dirinya
    Semua sama, semuanya

    Bila itu surga
    Saat itu juga
    Lebah-lebah bicara kerinduan

    Menari lelah menghabiskan malam
    Mendekap yang terdengar lagu
    Semerbak harumnya

    Saat itu juga
    Sayap-sayap rontok diganti debu
    Kelopak jatuh terserak

    Kau terasing, senyap sendiri
    Tinggal diriku
    Adam dan kau Hawa